M3424 – Kejadian 50:15-21 Orang yang Mengampuni Tuntas Ditinggikan Allah

KEJADIAN 50:15 PENGAMPUNAN YUSUF TUNTAS

KETIKA SAUDARA-SAUDARA YUSUF MELIHAT BAPANYA SUDAH MATI, MEREKA BERKATA, YUSUF MUNGKIN AKAN MEMBENCI KITA, MAKA IA PASTI AKAN MEMBALAS KITA, SEMUA KEJAHATAN YANG KITA LAKUKAN KEPADANYA

Heran, Yusuf orang kuno bisa memaafkan seperti yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus sampai 70×7, dengan kata lain sampai tuntas, ia sama sekali tidak membalas. Mengapa bisa? Sebab Roh Kudus yang mengurapi Putra manusia Yesus Yoh 1:33, Mat 4:1, Luk 4:1,18 yang juga ada di dalam Yusuf. Kalau kita hidup dipimpin Roh, kita akan mengerti, mau dan bisa melakukan yang sama yaitu mengampuni sampai tuntas.

Banyak orang menunggu kesempatan yang baik dan tepat untuk membalas. Saudara-saudara Yusuf, yang rohaninya belum sampai seperti Yusuf sudah biasa dengan pikiran daging seperti ini, sebab itu mereka melihat bahwa sesudah kematian bapaknya adalah kesempatan baik untuk Yusuf membalas dendam, karena bapaknya tidak lagi bisa melihat atau mencegahnya. Tetapi Yusuf yang penuh dengan Roh Allah tidak pernah berpikir seperti ini, sebab sudah diampuni tuntas. Sebab itulah Tuhan mengangkatnya sangat tinggi dan masa depannya sudah dinubuatkan bapaknya begitu cemerlang Kej 49:22-26. Oleh karena itu jangan hidup dalam daging, tetapi dalam Roh, sekalipun ada kesempatan, jangan membalas, itu urusan Allah.

Biasanya orang-orang yang suka menjahati orang lain itu orang-orang yang tidak bertobat, sebab itu selain mengampuni, kita tetap harus berjaga-jaga dan cerdik seperti ular di tengah-tengah orang-orang yang seperti serigala ini, tetapi tetap tulus seperti merpati, supaya jangan dirugikan lagi karena kebodohan kita Mat 10:16.

KEJADIAN 50:16 SIASAT SAUDARA-SAUDARA YUSUF

SEBAB ITU MEREKA MENGIRIM UTUSAN KEPADA YUSUF, KATANYA, SEBELUM MATINYA BAPAMU MEMERINTAHKAN, KATANYA …

Saudara-saudara Yusuf mengira bahwa Yusuf masih menyimpan dendam. Sebab itu timbul siasat saudara-saudara Yusuf yang ketakutan, yang berusaha mencegah pembalasan Yusuf yang dahsyat dengan mencatut nama Yakub bapaknya. Padahal Yakub tahu bahwa Yusuf sudah mengampuni dengan tuntas. Kalau Yakub tahu bahwa Yusuf belum mengampuni dengan tuntas, pasti ia akan mencegahnya, sebab pembalasan karena dendam itu dahsyat apalagi dari pengalamannya ia tahu betapa dahsyatnya pembalasan saudara yang dendam, yaitu Esau kakaknya, tetapi sudah diubahkan Tuhan karena doa. Andaikata posisinya terbalik, seperti Yakub, Esau, yaitu Yakub yang rohani yang salah dan minta ampun, Esau yang tidak rohani yang dendam, itu bisa mengakibatkan suatu keadaan yang dahsyat, seperti halnya Esau yang membawa 400 orang (tentaranya) menemui Yakub Kej 33:1. Jadi jelaslah bahwa ini bukan pesan Yakub, tetapi  ini adalah siasat saudara-saudara Yusuf,  sebab ketakutan yang sangat mencengkeram mereka yang belum cukup mengerti.

Orang yang rohani seperti Yakub tidak membuat siasat tetapi berdoa  semalam-malaman sehingga Tuhan mengubah rencana balas dendam Esau menjadi rindu dendam yang besar. Kalau Yakub memakai cara seperti anak-anaknya, pasti gagal dan mayatnya bergelimpangan. Berdoalah kepada Tuhan dengan segenap hati, lebih-lebih dalam zaman sekarang kita mempunyai Sang Penolong yang sangat canggih, yaitu Roh Kudus; seperti orang naik sepeda bisa berhasil apalagi naik kapal terbang (Roh Kudus jauh lebih besar, ini sekedar perumpamaan). Berdoalah terus dalam Roh dan kebenaran, tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya kepada-Nya Mrk 9:23, Ay 42:2, lebih-lebih dengan pertolongan Roh Kudus Zak 4:6.

KEJADIAN 50:17 SAUDARA-SAUDARA YUSUF TERTUDUH DAN MENYESAL

DEMIKIAN HENDAKLAH ENGKAU KATAKAN KEPADA YUSUF, AMPUNILAH, SAYA MOHON KEPADAMU SEKARANG, SEGALA KESALAHAN SAUDARA-SAUDARAMU DAN DOSANYA, SEBAB MEREKA TELAH BERBUAT JAHAT KEPADAMU DAN SEKARANG KAMI MOHON KEPADAMU, AMPUNILAH SEGALA KESALAHAN HAMBA-HAMBA ALLAH BAPA MU

Mengapa mereka bersiasat? Sebab mereka tertuduh, takut dan mengira Yusuf masih ada sisa-sisa dendam pada mereka.

Mengapa mereka tertuduh? Sebab mereka tidak pernah sungguh-sungguh membereskan semua dosa-dosa, betul-betul minta maaf. Mereka sudah menikmati hidup di Mesir dengan nyaman hampir 70 tahun (Yusuf naik di istana umur 30 tahun. 7 tahun masa subur, 2 tahun masa kelaparan dan baru saudara-saudara Yusuf datang, waktu itu Yusuf berumur 39 tahun. Ia mati umur 110 tahun. Peristiwa ini terjadi sudah kematian bapaknya. Orang Israel hidup di Mesir dalam zaman Yusuf: 110-39 tahun = 71 tahun). Kalau ini terjadi 5 tahun sebelum kematian Yusuf, maka mereka sudah ada di Mesir 71-5 = 66 tahun cukup lama, tetapi mereka masih tertuduh serta ketakutan.

Dalam Alkitab belum pernah dicatat mereka dengan sungguh-sungguh minta maaf seperti sekarang, sebab itu mereka masih bisa tertuduh. Tetapi Yusuf sudah memberi pengampunannya pada waktu ia menyatakan dirinya Kej 45:1-6.

Kalau ada dosa, lebih baik bertobat dan membuat pemberesan yang tuntas, dengan jelas katakan segala kesalahan dan minta ampun, itu menolong kita dari rasa tertuduh yang bisa bolak balik dipanahkan oleh iblis dalam pikiran Ef 6:16. Mengakui dosa itu penting 1Yoh 1:9. Bagi orang beriman yang mengerti dan sungguh-sungguh bertobat, ini menghapus semua tuduhan, sekalipun orang yang kepadanya ia berdosa tidak tuntas mengampuni, tetapi Tuhan sudah mengampuni dan akan menolongnya. Daud mengakui dosanya, tetapi Ahitofel tidak mengampuni dengan tuntas, dia menjadi salah, apalagi ia tidak bertobat dari kesombongannya, ia ditipu iblis dan binasa! Tetapi Daud diampuni Tuhan sekalipun dihajar sesuai ukurannya.

MAKA YUSUF MENANGIS KETIKA MEREKA BERKATA KEPADANYA

Yusuf mengampuni dengan tuntas, dengan segenap hatinya, sekalipun ia dirangsang kembali dengan peristiwa ini, seolah-olah dagingnya dibangunkan kembali untuk memakai kesempatan yang ada untuk membalas sedikit atau banyak, bisa juga untuk memberi pengajaran pada saudara-saudaranya sekaligus mengangkat dirinya di atas saudara-saudaranya dan seluruh keluarga bapaknya, tetapi Yusuf tetap menyangkali dan mematikan dagingnya. Sebab itu lagi-lagi Tuhan berbicara kepadanya tentang suatu rencana besar yaitu ikut dalam kebangkitan sulung pada waktu Tuhan Yesus mati, sebab itu Yusuf minta saudara-saudaranya bersumpah untuk membawa tulang-tulangnya ke Kanaan, di dekat tempat kematian Mesias, Juru selamat dunia Kej 50:24-26. Sungguh luar biasa buah-buah dan kemuliaan orang yang mau mengampuni dengan tuntas.

Yusuf sudah dan tetap mengampuni dari permulaan dengan tuntas, sebab itu Yusuf belas kasihan melihat mereka masihmenderita sebab tertuduh dan takut pembalasan.

Mengapa Yusuf bisa mengampuni dengan tuntas, bahkan mengerti dan melakukan lebih dari Petrus yang baru diajar Putra manusia Yesus dalam Matius 18:22.

1.      Roma 8:13 mau mematikan daging, sebab mengampuni itu sakit bagi daging yang lebih suka membalas. Kalau mau, dengan Tuhan, pasti bisa mengampuni tuntas.

2.      Kisah Rasul 1:8. Orang yang suka berdoa dalam Roh dan kebenaran mempunyai banyak kuasa Luk 24:49. Perlu kuasa untuk mengampuni sehingga prosesnya lebih mudah dan lebih ringan.

3.      Matius 6:14; 18:23-35. Wajib. Kalau tidak mau mengampuni, dosa kita sendiri tidak diampuni, bahkan pengampunan yang lalu batal dan binasa Mat 18:34-35.

4.      Roma 12:19. Pembalasan adalah urusan Allah. Kalau kita membalas, biasanya menjadi emosi, marah, sakit hati, benci, pahit dan banyak dosa-dosa lainnya sehingga status kita yang mula-mula suci, sekarang menjadi dosa. Sebab itu orang yang membalas, mula-mula tidak berdosa, jadi dosa, dan semua dosa kena hukuman Tuhan. Kedua pihak dihukum Tuhan sebab dosa-dosanya. Sebab itu orang yang berkelahi atau membalas, meskipun mula-mula tidak bersalah, akhirnya keduanya kena hukuman Tuhan. Jangan kita yang membalas, biar Tuhan sendiri yang membalas (dan Dia tidak jadi dosa), kita tetap bersih sehingga tetap disertai dan diberkati Tuhan. Lebih-lebih kalau Tuhan yang membalas itu dahsyat! Korah dkk mencela pemimpinnya yaitu Musa, itu mencela Tuhan, dansebab tidak mau bertobat, mereka dihukum dahsyat oleh Tuhan Bil 16:30-31.

5.      Matius 5:9-12. Menderita karena mengampuni, itu yang bahagia. Beberapa orang mengira kalau bisa membalas itu lega, plong, puas. Tetapi ini tipu daya iblis. Justru sesudah membalas, hatinya menjadi tertuduh, gelisah, takut balasan kembali, kacau, pahit (apalagi biasanya orang yang membalas itu berlebih-lebih), ia tertipu iblis dan masuk perangkapnya. Ini seperti Hawa, kalau makan buah akan senang, ternyata sebaliknya. Jangan percaya dusta iblis. Justru kalau kita mengampuni, memang itu sakit dan menderita, sebab kita yang benar, tetapi hasilnya luar biasa, hati senang, Tuhan di pihak kita dan dobel bahagia. Justru kalau mengampuni hati kita lega, bebas, plong, tidak tertuduh dan Tuhan memberkati, sangat indah! Jadi orang yang mengampuni itu ada di pihak Allah dan orang yang membalas itu ada di pihak iblis.

6.      1Petrus 4:14. Roh kemuliaan turun dan bekerja. Orang yang menderita karena kebenaran, Roh Kudus turun dan bekerja di dalam kita menghasilkan pahala dan kemuliaan dan pasti juga kesukaan yang indah! Sebab orang seperti ini dipimpin Roh (bisa tetap peka mendengar suara Roh), bisa melakukan kehendak Allah, sehingga rencana Allah jadi dalam hidupnya seperti Yusuf. Dari permulaan ia sudah mengampuni dan Roh Kudus terus bekerja dalam hidupnya, menggenapi rencana Allah sehingga hidupnya menjadi sangat indah, diangkat tinggi dan mulia sampai dalam Surga kekal! Sebaliknya kalau tidak mau mengampuni, dosanya muncul kembali dan menjadi makin marah, benci dan segala macam dosa bertambah-tambah dengan limpah, hidupnya akan menjadi seperti Neraka dan akhirnya hancur.

7.      Amsal 16:7. Mendapatkan saudaranya kembali. Kalau tidak mengampuni, hubungan persaudaraan kita putus, lama-lama habis, sebab hampir setiap kali masih saja ada orang beriman yang berdosa kepada kita, lebih-lebih pada pemimpin yang harus banyak berhubungan dan bertanggung jawab. Persekutuan tubuh Kristus tidak mungkin terpelihara dan tumbuh kalau tidak ada pengampunan karena kasih Kristus 1Yoh 1:7. Tanpa pengampunan, tubuh Kristus akan pecah dan hancur, timbul banyak musuh dan perseteruan dalam tubuh Kristus sebab karena adanya dosa, iblis masuk dalam keluarga, pelayanan, Gereja, sekolah, pekerjaan dll. Mutlak perlu mengampuni. Kalau kita mengampuni, Tuhan beserta kita, jangan takut, tetapi jangan ngawur, tetap hidup dipimpin Roh. Kalau Yusuf tidak mengampuni, saudara-saudaranya tetap menjadi musuh dan bangsa Israel tidak terbentuk atau ditunda, Tuhan harus mencari orang lain. Tetapi Yusuf memakai kesempatan yang didapatnya! Ia mengampuni dengan tuntas.Jangan tunggu orang lain, apalagi orang jahat dan yang tidak bertobat, mereka tidak akan mau bertobat dan mengakui dosa-dosanya, tetapi kita yang mengerti harus lebih dahulu mengampuni tuntas tanpa syarat, baru tubuh Kristus bisa dibetulkan, dibangun dan ditumbuhkan.

8.      Yakobus 5:19-20. Menutup banyak dosa, dan dapat pahala Dan 12:3. Orang yang mau mengampuni, itu menjadi berkat bagi orang-orang yang berbuat jahat kepadanya; biasanya mereka juga bertobat seperti saudara-saudara Yusuf dan mereka dipulihkan. Juga Yusuf sendiri makin diberkati dan makin mulia. Dosa-dosa saudara-saudaranya yang begitu banyak terhapus akhirnya.

9.      Matius 10:30, Yakobus 1:2,12. Mengampuni = pengolahan dan jalan untuk mendapat mahkota hidup. Sekalipun disengaja oleh orang-orang jahat, tetapi itu tidak kebetulan bagi kita. Kalau tidak diizinkan Tuhan, tidak akan jatuh pada kita. Tuhan mengizinkan itu maksudnya untuk menjadi pengolahan bagi segala segi hidup kita. Sebab itu jangan heran kalau selalu ada orang yang mengganggu kita dari keluarga, isi rumah, sekolah, tempat kerja, Gereja dan pelayanan; tetapi kita mengerti dan mau diolah sehingga bisa bersukacita, kita bisa menghadapinya dengan lebih mudah sampai lulus sehingga menjadi kemenangan dan akhirnya menjadi mahkota Hayat, sangat indah. Jangan kecil hati kalau terus menerus diolah, memang dunia ini tempat pengolahan dan di Surga kita menerima mahkotanya! Orang yang mengerti dan dipimpin Roh serta terus menerus mengampuni, hidupnya akan sejahtera, sukacita, tumbuh dan indah sesuai rencana Allah dan itu yang terindah, mulia sampai kekal. (Jangan lupa segala macam dosa itu juga mempersulit untuk bisa mengampuni misalnya sombong, rasa tidak senang, iri, benci, tamak, zinah, kuasa gelap dll). Orang yang mau mengampuni dengan tuntas karena Kristus (bukan karena hutang budi, cari teman, cari untung dll) maka hidupnya akan berarti dan meningkat di hadapan Allah seperti Yusuf.

KEJADIAN 50:18 BELUM BERES, TETAP TERTUDUH DAN TERSIKSA

DAN SAUDARA-SAUDARANYA JUGA PERGI DAN SUJUD DI HADAPAN WAJAHNYA DAN MEREKA BERKATA, LIHATLAH KAMI ADALAH HAMBA-HAMBAMU

Gambar: Saudara Yusuf sujud kepada Yusuf Kej 50:18

Dulu mereka sujud karena terpaksa menghadap pembesar (cara Wasiat Lama). Tetapi sekarang mereka sujud sebab mengakui dosanya,  minta ampun dan sungguh-sungguh bertobat.

Bertobat berarti membereskan dosa dan tidak mengulanginya lagi, berbalik, lalu tumbuh makin dekat kepada Tuhan Yak 4:7-8. Darah Yesus mengampuni dosa orang-orang yang bertobat. Saudara-saudara Yusuf melakukan karena takut, tetapi mereka mengakuinya dan bertobat. Ada orang-orang karena sombong tidak mau mengakui dosanya, atau karena takut hartanya diambil atau karena sebab-sebab yang lain. Kalau tidak ada pemberesan, berarti belum bertobat, hukuman atas dosanya tetap berjalan! Kalau orangnya mati baru mau bertobat tetapi sudah tidak bisa membuat pengakuan dan pemberesan (bisa juga pada ahli warisnya, misalnya mau mengembalikan hutangnya), Tuhan mau ampuni, tetapi tentu ada akibatnya, apalagi kalau sengaja menunggu orangnya mati, Tuhan tidak bisa ditipu.

KEJADIAN 50:19 KITA BUDAK ALLAH, BUKAN PENGGANTINYA

MAKA YUSUF BERKATA KEPADA MEREKA, JANGANLAH TAKUT, SEBAB SAYAKAH PENGGANTI ALLAH?

Allah mengadili, menghukum, membalas, memberkati dan banyak hal-hal lain seperti dalam 1Samuel 2:6-8. Jangan kita menghukum saudara-saudara yang bersalah kepada kita itu bagian Allah. Mengampuni adalah bagian kita. Kita harus membedakan mana bagian Allah, mana bagian kita, termasuk menobatkan dan menumbuhkan orang, kita hanya bisa menanam dan menyiraminya dengan kesaksian, pelayanan dan doa kita 1Kor 3:6, Mrk 4:26-27. Baik dalam hal-hal yang dahsyat (menghukum, membalas dll) atau hal-hal yang baik (menobatkan, menumbuhkan, mengangkat) kita hanya alat, sebab itu jangan mengandalkan kekuatan sendiri tetapi bersandar pada Tuhan, istimewa dalam doa dan pimpinan Roh Kudus.

KEJADIAN 50:20 JAHAT MENJADI BAIK OLEH ALLAH

MESKIPUN KAMU TELAH MEREKA JAHAT TERHADAP SAYA, TETAPI ALLAH TELAH MEREKANYA SEBAGAI KEBAIKAN, MENJADIKANNYA SEPERTI YANG ADA PADA HARI INI, UNTUK MENYELAMATKAN DAN MENGHIDUPI SUATU BANGSA YANG BESAR

Gambar: Kej 50:20

Allah itu maha kuasa, kecelakaan bisa menjadi kemuliaan, mati bisa menjadi hidup dll. Sebab itu kalau tetap celaka, tetap rugi, tetap sakit dll, periksa diri, pasti ada sebabnya, bagi orang beriman segala peristiwa yang dialaminya itu tidak mungkin kebetulan, itu menjadi ujian seperti Yusuf (parahnya seperti hukuman) atau hajaran / hukuman. Kalau kita bisa lulus dari ujian atau bertobat sungguh-sungguh dari kesalahan, maka yang jahat akan berubah menjadi kebaikan Rom 8:28. Lebih-lebih yang lulus ujian akan menerima kemuliaan.

Di sini, Yusuf dipakai Tuhan untuk membangunkan satu bangsa umat Allah yang besar, ini orang besar di hadapan Tuhan, “sekolahnya” juga cukup lama, supaya jangan bodoh dan jangan jatuh dalam kesombongan.

Daud, Daniel, Yohanes Pembaptis, Putra manusia Yesus semua diolah cukup lama, kurang lebih 30 tahun baru Putra manusia Yesus boleh keluar pelayanan melaksanakan kehendak Allah, membangun suatu umat Allah yang besar. Sebab itu perlu diolah dan diuji supaya waktu dipakai Tuhan dengan heran tidak terikat uang, perzinaan, tetap sadar semua dari Tuhan (= rendah hati) dan terus dipimpin Roh dalam tabiat yang baru seperti Kristus.

KEJADIAN 50:21 BEBAS, MERDEKA, TERHIBUR DAN SUKACITA

SEBAB ITU SEKARANG JANGAN TAKUT, SAYA AKAN MEMEIHARA KAMU DAN ANAK-ANAKMU. DEMIKIANLAH IA MENGHIBURKAN MEREKA DAN BERKATA-KATA KEPADA MEREKA SAMPAI HATINYA.

Dahulu Yusuf sudah mengatakan hal-hal seperti ini kepada saudara-saudaranya, misalnya dalam Kejadian 45-46. Tetapi sebab mereka tidak bertobat dengan betul, beum beres, maka mereka tetap tertuduh, tersiksa tidak bisa bebas dan sukacita.

Sekarang kata-kata Yusuf bisa masuk dalam hatinya, sebab ada pemberesan yang tuntas. Dosa itu jahat, buang total, lengkap, jangan disisakan, nanti tetap tersiksa, sekalipun tampaknya sudah baik atau beres. Kalau masih ada “tuduhan” dari Roh Kudus (yang mendorong kepada pertobatan tuntas), bereskan, apalagi kalau tuduhan dari iblis Wah 22:10 (yang mendorong pada dosa-dosa lain, bunuh diri seperti Yudas, Ahitofel, perkelahian dll), jangan takut tetapi bertobatlah sungguh-sungguh.

Hidup suci itu dasar yang kuat, yang bisa membuat hidup sejahtera dan berkemenangan kalau disertai iman, pengertian Firman Tuhan, kuasa doa dan dipimpin Roh, maka hidup menjadi indah, tahan bantingan dan terus tumbuh dalam rencana Allah yang mulia dan besar.

KESIMPULAN

Pasti banyak kesempatan untuk mengampuni, jangan lewatkan satu kasuspun, supaya tidak ada sakit hati, tidak senang, benci dan dosa-dosa lain; jangan sampai suara Roh Kudus terganjal sehingga tidak bisa hidup dipimpin Roh. Lepaskan dan kita akan bebas dan bersukacita berjalan dengan Tuhan sampai kekal.

Nyanyian

Mengampuni, mengampuni, sampai tuntas 2x

Tuhan lebih dulu mengampuni kepadamu

Mengampuni hidup jadi berbahagia