M3397 – Galatia 6:7-10 Untuk Apa Hidup di Dunia Ini

Kita hidup didunia hanya satu kali sebagai penumpang 1Pet 1:17, untuk jangka yang pendek dan tidak akan kembali lagi. Sebab itu selagi kita masih di dunia, nikmati dan pakai kesempatan satu2nya ini dengan baik2. Ada orang2 dunia memakai kesempatan ini untuk cari harta dan kepuasan fana, tetapi kita mencari yang kekal, namuntanpa Kristus kita tidak bisa memakai kesempatan ini dengan baik. Cara yang paling baik untuk memakai kesempatan ini adalah hidup dipimpin Roh, yaitu berjalan dengan Tuhan. Alkitab menunjukkan beberapa kesempatan emas yang bisa kita dapatkan selagi menumpang di dunia ini, yaitu:

KESEMPATAN MENABUR

Di dunia kita punya kesempatan untuk menabur  dan menuai. Perhatikan bahwa menabur itu hanya mungkin di dalam dunia. Sesudah mati kita tidak bisa menabur lagi, tetapi masih bisa menuai terus bahkan sampai kekal. Sebab itu kita harus memprioritaskan hidup ini untuk menabur habis2an dengan baik, se-banyak2nya, sebab sesudah mati kita tidak bisa menabur lagi. Misalnya seorang yang sangat kikir untuk Tuhan, itu salah satu sebab juga rohaninya tidak tumbuh, bahkan sering membuat banyak kesalahan, sebab kalau disuruh Tuhan dan itu menyangkut korban uang, ia ogah sehingga rohaninya tidak tumbuh. Waktu mati, harta yang ditinggal begitu banyak, dihabiskan oleh kelakukan anak2nya yang penuh kedagingan dan duniawi. Coba ia tidak kikir untuk Tuhan, rohaninya tumbuh, anak2nya juga akan menjadi rohani sehingga sesudah mati, mereka semua bisa menjadi indah di hadapan Tuhan dan menuai terus untuk se-lama2nya. Sekarang, karena kikir, tidak mau menabur, maka sesudah mati, hidupnya kosong dan miskin di Surga, tidak ada cukup penuaian (kalau masuk Surga, sebab orang cinta uang, orang kaya susah masuk Surga). Tuhan suruh kita memakai uang yang tidak benar ini untuk mencari sahabat di tempat kekal, yaitu dengan hidup benar (sehingga diterima di tempatNya) dan menabur dalam Roh Luk 16:9.

Perempuan janda miskin ini berani memberi semua uangnya yang hanya seduit 2 keping, tetapi kalaudihitung dengan “kurs Surga” (yaitu dengan persentasi) jumlahnya menjadi 100, tetapi orang kaya yang memberi dari kelimpahannya itu hanya memberi sangat sedikit menurut “kurs Surga”, mungkin hanya 1 persen saja, bisa2 lebih sedikit. Mat 12:43-44.

Untuk menabur, kita hanya mempunyai waktu yang pendek, hanya beberapa puluh tahun dalam dunia ini, sebab itu jangan menghabiskan waktu untuk mencaripenuaian (atau pensiun), kita pasti bisa menikmatinya, bahkan terus dilanjutkandi Surga sampai kekal, tetapi menabur hanya mungkin di dunia sekarang ini. Kadang2 belum mati sudah tidak bisa menabur lagi, sebab sakit, cacat, tidak bisa bangun dari tempat tidur dll, kesempatan untuk menabur habis tetapi kesempatan berbuat dosa masih bisa (misalnya ber-sungut2 dll), sebab itu hati2, jangan hidup sembarangan atau sia2! Ingat waktu untuk menabur bisa habis, tetapi waktu untuk menuai tidak bisa habis, bahkan sampai kekal.

GALATIA 6:7-8 MENABUR MENURUT DAGING ATAU MENURUT ROH

Jangan tersesat; manusia tidak lebih pintar dari Allah, ia tidak bisa mempermainkan atau meng-olok2 Allah seperti anak kecil, sama sekali Allah bukan tandingannya. Jangan mengakali Allah, sebab apa yang ditabur itu yang dituai. Tidak mungkin menabur daging menuai Roh, tetap menuai buah2 daging yaitu hukuman dosa dan dilanjutkan di Neraka.

Beberapa orang sembunyi2 menabur dalam daging sambil menabur dalam Roh, lalu mau menabur hidup kekal dalam Roh, tetapi  penuaian dari daging mau dihapuskan sendiri sebab sembunyi2, tidak bisa! Sekalipun sembunyi2, semua dicatat Tuhan lengkap!

Jangan menabur dua macam dalam daging dan Roh, rohani akan rusak, bantut, rohani akan kalah, sebab:

  1. Roh Kudus tidak mau dicampur. 2Kor 6:17. Kita harus keluar dari perkara2 dosa, daging, dunia, jangan dijamah atau dicoba Kol 2:21-23. Kalau Setan setuju dan mau dicampur, malah senang, sebab bisa membuat orang campuran ini menjadi kaki tangannya dalam Gereja. Kalau toh dicampur, Roh Kudus akan keluar meninggalkan orang itu seperti pada Saul 1Sam 16:14.
    Jangan menabur dalam daging sekalipun sembunyi2.
  2. Mencampur anggur lama dengan anggur baru. Biasanya orang yang mencampur Roh dan daging, sekalipun sembunyi2, itu ada sebabnya, yaitu karena tertarik atau suka akan kesukaan anggur lama dan kalau keduanya dicampur, yang akan terjadi adalah cinta anggur lama dan benci anggur baru Luk 5:39. Orang seperti ini akan rusak rohaninya, sebab tidak lagi suka perkara dari Atas, perkara2 yang suci. Kol 3:1-5.Seperti Lot yang diam2 jatuh cinta pada Sodom Gomora dan tidak membuang percintaan dunia ini, maka dalam kesempatan yang didapat ia terus mendekati Sodom, lalu masuk dan akhirnya binasa.
  3. Mencampur perkara2 dari Tuhan dan dunia itu berarti mengubah hidupnya per-lahan2 menjadi jalan lebar sehingga sekalipun masih di Gereja, orangnya sudah hidup di jalan lebar. Seperti Israel sudah keluar dari Mesir tetapi hatinya masih di Mesir, sehingga timbul macam2 perlawanan, protes, pemberontakan2 yang jahat dan akhirnya mereka binasa di padang gurun sekalipun sudah keluar dari Mesir.
  4. Seperti Gereja Laodikea menjadi suam sebab mencampur dengan perkara2 duniawi. Kalau sudah suam, jadi bodoh sehingga sekalipun di hadapan Allah celaka tetapi mereka merasa dirinya tidak apa2, sehingga dosa masuk makin banyak dan menguasainya seperti Tiatira dan iblis kemudian bertahta di dalamnya seperti Pergamus dan mati seperti Sardis!

Jangan dicampur sekalipun dari luar tidak kelihatan sebab mulainya dari dalam hati.

Di luar manusia, kalau iblis melawan Allah, ia dengan sangat mudah dikalahkan, sebab tidak sebanding. Tetapi kalau iblis “bertempur” dengan Allah di dalam manusia, siapa yang menang, itu tergantung dari manusia, kalau manusia memihak iblis, se-olah2 Allah “kalah” dan terpaksa keluar, sebab manusia itu diciptakan sebagai mahluk berkemauan bebas; ini berarti orang itu memilih iblis dan kalau sampai mati tidak bertobat, ia binasa, diseret iblis ke rumahnya. Sangat mengerikan. Ini orang2 yang mencampur daging dan Roh. Jangan dicampur.

GALATIA 6:9-10 TABUR TERUS SEBAB KESEMPATAN TERBATAS

Tabur perkara2 yang baik, kita pasti menuai disini dan diSana. Menabur “baik” disini bukan berartikebaikan yang dari luar saja (seperti mancing, ada maksud2 tertentu, supaya dipuji, supaya dapat teman dsb), tetapi “baik” disini berarti penaburan di dalam Roh dan hasilnya berkenan pada Tuhan. Berbuat baik yang terbaik adalah membawa orang itu masuk dalam Surga. Ini lebih dari hanya kebaikan2 secara lahiriah. Kebaikan seperti ini bukan berarti hanya bicara tanpa pengorbanan, tetapi juga dengan pengorbanan lahir batin, sampai orang itu percaya Tuhan Yesus dan selamat jiwanya, tidak masuk Neraka kekal. Ini pasti ada berkatnya, Tuhan berkeann sebab taat menurut suara Roh dan hasilnya, akan ada penuaian yang terus sampai kekal. Belajar terus hidup dipimpin Roh, taat terus menaburmenurut kehendak Roh dan itu sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan peduli pahala atau penuaiannya, Tuhan pasti memberikan dengan adil, tidak akan hilang pengorbanannya sekalipun hanya secangkir air saja. (Mat 10:42). Itu urusan Allah, asal kita tetap di dalam Roh sampai terakhir, sampai masuk dalam kerajaan Surga, pasti ada penuaiannya yang bisa dinikmati terus sampai se-lama2nya.

Jangan mengejar pahala atau penuaian, itu tidak akan dikurangi Tuhan, baik di dunia sampai kekal, tabur terus, pakai semua kesempatan yang ada.

Marilah kita berbuat baik, kepada semua orang, terutama kepada seisi rumah iman (KJI), (Terj. baru: kawan2 seiman), (Terj. Lama: Saudara yang sama2 beriman).

Belajar menabur, lebih2 kepada saudara2 seiman. Jangan hal ini dipadamkan karena kesalahan saudara2 seiman. Kalau mereka salah, perlu ada nasehat, teguran dan doa serta diampuni, tetapi sesudah itu selesai, berbuatlah  baik kembali pada mereka. Jangan kapok!

Pasti tidak sia2, sebab Tuhan yang maha tahu itu mencatat semuanya.

Ingat pakai kesempatan menabur baik2 sebelum waktu kita habis. Bahkan kita harus berlomba dengan waktu. Kalau kita mau dipimpin Roh, Roh Kudus akan sanggup menunjukkan caranya, Ia bisa memimpin dengan efektif bahkan dengan sempurna. Banyak berdoa dan mencari kehendak Tuhan dalam berdoa dan belajar Firman Tuhan. Kalau kita mematikan diri sendiri Gal 2:19 ini berarti menyalibkan diri sendiri ber-sama2 Kristus untuk bisa taat akan Firman Tuhan, maka hidup kita akan berubah, bukan kita lagi tetapi Kristus yang hidup di dalam kita Gal 2:20, ini menjadi kunci penting untuk bisa terus menabur dengan efektif sehingga kita mendapatkan penuaian yang limpah di dunia sampai hidup yang kekal! Sebab itulah mati bagi orang2 yang dipimpin Roh itu untung, sebab hidupnya bagi Kristus Pil 1:21, mati tetap untung meskipun tidak ada kesempatan lagi untuk menabur, tetapi kita akan terus menuai apa yang sudah kita tabur selama kita hidup di dalam dunia. Jangan sampai keliru atau tertipu oleh dunia inisehingga terus mencari dan mengejar penuaian disini. Tabur saja terus menerus, sebab penuaian pasti ada, jangan ragu2, Allah kita mencatat terus dengan lengkapsemua penaburan yang sudah kita perbuat dan itumenjadi harta yang kekal di dalam Surga Mat 6:19-20.

Sebab itu yang terbaik menurut Firman Tuhan, hidup di dunia ini terutama untuk menabur, bukan untuk menuai. Pakai semua kesempatan hidup di dunia ini terutama untuk menabur dalam pimpinan Roh Kudus, pasti penuaian menyusul sampai se-lama2nya Wah 14:13.

HIDUP INI KESEMPATAN UNTUK PIKUL SALIB

Di Surga sekarang dan Surga Bumi Baru, kerajaan 1000 tahun, tidak ada lagi  kesempatan pikul salib. Malaikat2 punya kesempatan sangat sedikit untuk pikul salib. Kita umat Tuhan mempunyai kesempatan yang amat besar. (Jangan lupa definisi salib itulah menderita karena Kristus, karena kebenaran 1Pet 2:19-23. Ini bukan menderita karena kebodohan atau karena dosa kesalahan, itu bukan salib tetapi akibat atau hajaran. Ini tidak ada gunanya tetapi harus ditanggung sebagai resiko perbuatan yang salah atau akibat kebodohannya. Tentu kalau kita minta tolong Tuhan, Dia bisa menolong kita untuk menanggung akibat kesalahan sendiri seperti Yakub, Daud dll yang harus menanggung akibat kesalahannya). Pikul salib itu bukan berarti celaka atau hukuman tetapi suatu kesempatan yang luar biasa, kesempatan yang sangat besar untuk mendapat bagian dari kemuliaan Allah yang besar Rom 8:17-18. Kalau dalam dunia ada kesempatan untuk investasi yang menguntungkan, langsung yang antri ber-jejal2. Salib itu investasi yang sangat besar untungnya, hanya saja banyak orang (Kristen) tidak mengerti, tetapi yang mengerti sangat bersukacita kalau mendapat kesempatan ini, misalnya Kis 5:41, Mat 5:10-12. Sebab itu Petrus, Yohanes bersukacita dalam sengsara salib, Paulus Silas menyanyi waktu menderita di penjara Pilipi dll.

Di Surga kita tidak bisa lagi pikul salib, sebab itu kesempatan untuk mendapat bagian dari kemuliaan ilahi yang kekal dan besar itu tidak ada lagi.

Orang yang mengerti akan merasakan pikul salib itu ringan dan senang Mat 11:30. Hampir setiap hari kita mendapat kesempatan menderita bagi Tuhan, sebab setiap hari selalu ada problem2 dan kesusahan yang kita hadapi karena Kristus. Di Surga sudah tidak ada lagi kesusahan dan penderitaan, hanya sukacita untuk se-lama2nya, tetapi di dunia limpah penderitaan dan kesukaran. Itu sebabnya Tuhan membiarkan iblis bekerja di dalam dunia menimbulkan banyak susah dan penderitaan, salib bagi umatNya; juga di dunia ini ada segala macam penderitaan ini limpah bagi semua orang termasuk orang beriman.  Tuhan juga menaruh kita dalam tubuh daging yang menyebabkan kita ini harus selalu pikul salib, menyangkal diri untuk bisa hidup berkenan pada Tuhan. Tetapi semua ini mengakibatkan limpah salib, yaitu karena tubuh daging, iblis dan dunia, tetapi itu semua akan ditukar dengan kemuliaan dan kesukaan abadi di Surga kekal.

Jangan buat salib sendiri, jangan buat penderitaan sendiri, tetapi kalau salib datang, jangan lihat sakitnya tetapi lihatlah semua ini sebagai kesempatan untuk mengambil bagian dalam kemuliaan Allah yang kekal, maka kita akan senang dan bersukacita dengan salib, itu sikap yang normal dari orang yang mengerti.

Orang yang tidak mengerti, bahwa di belakang salib ada mahkota, apalagi kalau mabuk dengan kesukaan daging dan dunia ini, ia akan merasa salib sebagai siksaaan yang dahsyat baginya, salib ituseperti neraka! Tetapi yang mengerti, baginya salib itu seperti Surga!

Dalam setiap segi hidup ada salib, dalam hidup pribadi, pernikahan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, pergaulan, dalam semua segi. Kita tidak bisa melakukan kehendak Allah tanpa salib. Tanpa mau menderita dalam daging, tidak mungkin kita bisa melakukan kehendak Allah dan memperkenankan Dia. Misalnya untuk ibadah (doa, pelayanan, puasa, belajar Firman Tuhan dll semua perlu salib), taat akan Firman Tuhan dalam semua segi hidup (misalnya hidup suci, rendah hati, tertib, jujur, setia dll, semua harus dengan pikul salib). Sebab itu orang yang mengerti itu untung, setiap hari ia mendapat kesempatan untuk menambah tabungan kemuliaannya yang kekal karena pikul salib dengan sukacita.

PAHALA DAN TINGKATAN KEMULIAAN DI SURGA

Kesempatan untuk mendapat pahala dan meningkat se-tinggi2nya dalam kemuliaan kekal itu hanya ada di dunia. Sesudah mati tidak ada kesempatan lagi (kemuliaan Surgawi itu ada hubungannya dengan salib seperti diterangkan di atas, tetapi juga tergantung dari banyak hal2 lainnya seperti ketaatan, pengertian, ketekunan pengurapan Roh Kudus dll). Sampai di mana kita tumbuh di dunia, itu juga menjadi tingkat kemuliaan kita untuk kekal di Surga. (Ini ditentukan dalam Kursi Pengadilan Kristus, dimana segala rahasia manusia dibuka Rom 2:16). Gagal atau berhasil di dunia itu menjadi ukuran kita untuk kekal di Surga (juga untuk yang masuk neraka, masing2 menerima pembalasan yang baik dan jahat dari semua yang dibuat di dunia, bukan perbuatansesudah mati) Wah 22:11, Rom 14:12. Sebab itu jangan hidup di dunia hanya untuk mengejar perkara2 yang fana tetapi pakailah hidup di dunia ini untuk mendapatkan pahala se-banyak2nya dan tingkat rohani yang se-tinggi2nya, sebab tidak ada kesempatan lain lagi untuk ini.

KESIMPULAN

Jadi jangan hidup sia2 atau sembarangan di dunia ini. Sebab waktu kita terbatas, kalau kita mem-buang2 kesempatan ini, kesempatan itu hilang dan tidak ada lagi kesempatan yang lain. Hidup di dunia hanya satu kali, jangan hidup sia2, tetapi bersedialah untuk hidup yang akan datang, maka Tuhan akan juga melengkapi segala fasilitas yang kita perlukan bahkan lebih dari cukup.

Secara ringkas, pakailah kesempatan hidup di dunia ini untuk mengejar yang terpenting, kita harus mengerti sebab tidak ada lagi kesempatan untuk ini di manapun selain hidup di dunia ini, yaitu:

A.1. Tabur dalam Roh semaksimal mungkin. Jangan pikir tentang menuai, pasti dapat lengkap, tidak ada yang dikurangi oleh Allah yang adil, tetapi tabur terus.

A.2. Ingat waktu kita di dunia terbatas dan kita tidak tahu sampai berapa lama.

A.3. Jangan campur penaburan dalam Roh dengan penaburan daging sekalipun tersembunyi atau sedikit2.

A.4. Rohani harus dipelihara, supaya kita terus ada di ril Tuhan dan bisa terus menabur dengan betul.

B. Hidup ini kesempatan untuk pikul salib, sebab kesempatan ini hanya ada di dunia dan ini menjadi ukuran dari kemuliaan yang akan kita terima kelak sampai se-lama2nya.

C. Pahala dan tingkat kemuliaan kita ditentukan oleh tingkat rohani kita di dunia dan saat terakhir, sebab itu kita harus mengerti kebenaran Firman Tuhan dan tumbuh terus dalampimpinan Roh sehingga kita beroleh yang kekal sebanyak mungkin bahkan kalau bisa sampai sempurna.

Nyanyian

Janganlah buang waktu yang sia-sia, pakai setiap kesempatan
Biar hidupmu s’lalu berkenan pada-Nya, namamu tertulis dalam Surga (Tabernakel Glory No.448)