M3392 – 1 Timotius 3:16 Ibadah Itu Nyata Dalam Daging, Benar Dalam Roh

I. TIDAK DAPAT DISANGKAL

Firman Tuhan itu kebenaran, tidak dapat disangkali, tidak percaya rugi, kalau percaya dimerdekakan dan untung. Jangan ragu.

II. BESARLAH RAHASIA IBADAH ITU

Ini resep yang pasti jadi, sebab dari Allah. Kalau mau untung, selamat, bahagia dan sampai kekal, peganglah rahasia ibadah ini dengan segenap hati, pasti tidak rugi. Di dalamnya ada perjanjian hidup yang sekarang dan yang akan datang. Ini perjanjian bukan dari raja dunia, tetapi dari pemerintah, penguasa segenap alam semesta, dari Allah yang Maha Kuasa. Janji ini pasti ditepati 1Tim 4:8.

Kalau kita menggenapinya, pasti untung sebab dijamin oleh Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Kita pegang uang itu memegang janji pemerintah, biasanya orang berani dan tenang, apalagi kalau memegang janji Allah yang Maha Kuasa. Kalau kita beribadah dengan betul kepada Allah yang hidup itu seperti pegang banyak uang, yaitu: Peganglah sebanyak-banyaknya janji Allah, sebab itu untuk yang sekarang dan yang akan datang.

Janji-janji Allah yang hidup. Ibadah yang betul itu diterangkan dengan rahasia-rahasia berikut:

III. ALLAH TELAH DINYATAKAN DALAM DAGING

Ini berarti Allah menjadi manusia. Ini suatu rahasia yang luar biasa. Bagaimana Allah yang Maha Kuasa, Maha Besar itu bisa dinyatakan dalam daging. Ini terjadi waktu Tuhan Yesus, Allah yang Maha Kuasa itu menjadi Putra Manusia Yesus Mat 1:21, Yes 9:5. Untuk apa? Menjadi jalan keselamatan bagi manusia Yoh 14:6, yaitu dengan menjadi korban tebusan bagi manusia 1Pet 1:18-19, 1Kor 6:20, sehingga manusia yang percaya kepada-Nya, bisa diubah dari daging menjadi Allah seperti Kristus Yoh 10:35.

Jadi Allah menjadi manusia yaitu Putra manusia Yesus, Sebaliknya begitu kita yang percaya Putra Manusia Yesus itulah Allah yang hidup. Tomas baru terakhir mengakui Putra Manusia Yesus sebagai Tuhan dan Allah.

Inilah rahasia ibadah itu, kalau kita beribadah dengan betul yaitu percaya pada Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan berubah menjadi orang baru dan tumbuh terus menjadi seperti Kristus, itu luar biasa. Sebab itu kita harus mengerti rahasia ibadah ini, bagaimana hidup di dalam daging seperti Kristus, yaitu Allah yang menjadi daging itu.

Tuhan Yesus menjadi daging, hidup dalam tubuh daging yang condong kepada dosa tetapi tidak berdosa Ibr 4:15. Ia hidup sama seperti kita, bukan dengan tubuh yang sempurna yang tidak bisa berdosa, tetapi dalam tubuh yang bisa berdosa tetapi tidak pernah berdosa, tetap suci, seperti yang dikatakan dalam kalimat berikut.

IV. DIBENARKAN DI DALAM ROH

Sekalipun hidup dalam tubuh daging yang seperti manusia pada umumnya, tetapi Ia dibenarkan dalam Roh. Roh-Nya tetap benar, suci di hadapan Allah Bapa. Ini rahasia ibadah itu, hidup dalam daging tetapi dibenarkan di dalam rohnya seperti Kristus. Ini yang harus kita kerjakan, sebab ibadah yang betul itu seperti ini, meskipun hidup sebagai manusia berdosa sama seperti manusia pada umumnya tetapi tetap benar di dalam Roh. Bagaimana kita bisa beribadah seperti ini? Sebab daging dan Roh selalu bertentangan Gal 5:17, sehingga kita tidak bisa melakukan yang kita kehendaki; tahu apa yang betul dan salah, tetapi yang tidak kita kehendaki, itu yang kita buat Rom 7:19. Sebab itu daging harus dimatikan, supaya kita bisa melakukan kehendak yang betul yaitu mentaati Firman Tuhan.

A. DAGING

  1. Orang berdosa itu rohnya mati, dan yang bekerja di dalamnya adalah roh-roh durhaka (roh setan) yang menguasai udara (= dunia Roh) Ef 2:1-2.
    Sebab itu ada orang yang sedikit jahat sampai yang jahat sekali, itu tergantung dari berapa banyak roh-roh jahat dan durhaka itu bisa bekerja di dalam orang tersebut. Makin kuat roh jahat itu bekerja, makin kuat perbuatan-perbuatan jahat yang dibuatnya. (Sebaliknya orang yang penuh Roh Kudus, hidup dan pelayanannya ada yang lemah ada yang kuat, tergantung seberapa banyak Roh Kudus bisa bekerja didalam orang itu; kalau Roh Kudus bisa bebas bekerja di dalamnya, pelayanan orang itu akan penuh dengan kuasa). Jadi orang yang rohnya mati
    daging bisa jadi sangat kuat, karena roh-roh durhaka dan roh-roh setan bebas bekerja di dalamnya. Apalagi kalau daging di rangsang terus menerus, maka daging akan makin kuat Rom 13:14 sehingga dorongan untuk berbuat menurut daging dan hawa nafsunya menjadi kuat, bahkan bisa mata gelap, berani berbuat perkara-perkara yang sangat keji.
    Juga bagi orang-orang beriman ini bisa terjadi, sebab daging kita sama dengan (tubuh daging) orang-orang berdosa (belum ditebus). Jangan biarkan tabiat daging ini dirangsang terus oleh perkara dosa, daging dan dunia supaya jangan jadi kuat. Misalnya dengan kata-kata yang membakar kebencian, kata-kata atau tontonan-tontonan cabul, dorongan-dorongan untuk mengejar uang, hormat dan puji sehingga orang itu sangat terdorong untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segala perkara-perkara kedagingan itu (apalagi kalau rasa-rasanya sanggup) lalu berani berbuat macam-macam dosa dan kejahatan untuk mendapatkannya, sebab daging dirangsang terus sehingga makin lama makin kuat.
    Justru
    daging harus dimatikan, disangkali sampai jadi sekarat, itu berarti masih hidup tapi tidak bisa berbuat apa-apa (daging di-katargeo-kan Rom 6:6, dibuat nol seperti tombol suara radio, sekalipun radionya masih hidup tetapi tidak bersuara sama sekali sebab dinolkan). Begitu juga daging harus dimatikan (dibuat sekarat = di-katargeo-kan) sehingga kita bisa berbuat yang baik, melakukan kehendak Tuhan tanpa banyak diganggu atau ditarik oleh daging sebab dagingnya sekarat atau “mati”. Kalau daging sudah betul-betul mati, itu berarti sudah tembus Tirai dan orang itu menjadi sempurna, mutlak tidak bisa berdosa lagi, sebab dagingnya betul-betul mati sama sekali, masuk dalam kesempurnaan Ruangan Maha Suci. Dalam Matius 26:41 dikatakan roh orang beriman itu penurut, mau taat akan Firman Tuhan bahkan rindu, cinta kebenaran dan benci dosa Ibr 1:9 tetapi daging “lemah”. Apa arti daging lemah di sini? Daging dikuasai oleh kelemahan (oleh hukum kelemahan, hukum kelemahan itu sama seperti hukum maut, sebab lemah itu akhirnya maut 1Kor 11:30), sehingga tidak kuat, tidak sanggup melakukan kehendak Allah, lemah.
    Jadi terhadap Firman Tuhan daging itu lemah, tidak bisa melakukannya,tetapi untuk melakukan dosa dan kejahatan daging itu kuat sekali.Dengan demikian terhadap Allah, untuk melakukan kehendak Allah daging itu lemah, tidak bisa, tidak mampu, tidak sanggup, tetapi untuk berbuat dosa dan kejahatan, daging sangat kuat bahkan condong terus ke sana
    Yoh 3:19.
    Jadi daging itu bisa mati, sekarat atau hidup dan kuat tergantung dari perimbangan di dalam hidup kita, bagaimana kita mengatur daging dan roh kita.
  2. ORANG KRISTEN YANG BETUL
    Daging harus disangkali terus seumur hidup Luk 9:23 dan dimatikan terus menerus sampai sekarat Rom 6:6, jangan diberi kesempatan, matikan terus sampai akhirnya betul-betul mati dan kita bisa meningkat terus sampai sempurna.
    Orang baru itu punya kuasa Allah, asal mau, ia bisa mematikan daging, tidak terlalu berat Mat 11:28-30 pasti bisa dengan Tuhan Flp 4:13 sehingga daging mati dan Roh Kudus bisa bebas bekerja dalam kita Rom 8:13-14.
    Ini cara hidup orang beriman, yaitu dengan Roh ia mematikan daging, maka ia bisa hidup oleh Roh. Orang-orang seperti ini bisa hidup dipimpin Roh, inilah putra-putra Allah (seperti Kristus, Putra Allah) yang bisa hidup menyangkal diri, melakukan kehendak Bapa dengan tepat dan penuh. Orang seperti ini hidupnya menjadi indah, sebab ada di rel Tuhan, ia melakukan hal-hal yang besar dengan Allah
    Maz 60:14 dan mengalami janji-janji (stasiun-stasiun) yang indah dari Tuhan 1Kor 2:9, Ef 2:10 sebab terus berjalan dalam Roh. Sebab itu kita harus memelihara roh kita tetap kuat dan benar di hadapan Allah, karena meskipun sudah menjadi baru, orang-orang beriman mempunyai tubuh daging yang sama (belum ditebus) sebab itu tetap dirongrong dan ditarik oleh daging, dunia dan iblis. Oleh karena itu sesudah lahir baru, roh kita harus dipelihara, dijaga tetap benar, jangan menjadi lemah tetapi kuat supaya jangan jatuh dalam pencobaan, tetapi tetap benar di dalam Roh danbergairah mengasihi Tuhan sehingga terus tumbuh.

B. ROH

Roh kita harus dipelihara dengan Firman Tuhan, doa, persekutuan, ibadah, pelayanan dan melakukan kehendak Allah terus menerus. Jangan dibiarkan, bisa menjadi lemah dan mati kembali.

Sesudah lahir baru roh kita menjadi baru, ingin, rindu dan mau taat, penurut, cinta kebenaran dan mau melakukannya. Tetapi seringkali kalau dibiarkan seperti Petrus tidak memperhatikan pemeliharaan rohnya, ia tidak berdoa, rohnya menjadi lemah dan daging menarik pada perkara-perkara dosa sehingga jatuh dan menyangkal Tuhan Yesus.

Daging dan Roh

Dalam Matius 26:41 daging lemah ini berarti dikuasai oleh hukum kelemahan (= hukum maut 1Kor 11:30) itu berarti orang itu tidak mampu, lemah melakukan kehendak Allah tetapi kuat dalam menuruti hawa nafsu daging.

Di dalam Ruangan Suci Roh Kudus akan menguatkan roh kita sehingga roh kita berapi-api dalam mengiring Tuhan sehingga bisa taat dipimpin Roh dalam rel Tuhan, melakukan kehendak Tuhan dan sekaligus mengalami rencana-rencana Allah yang indah dalam hidupnya.

Kalau terus menerus dipimpin Roh sampai menjadi satu Roh dengan Kristus 1Kor 6:17, maka hidup ini akan berubah seperti Kristus Gal 2:20. Daging akan makin mati sampai mati sama sekali dan orang itu akan berubah menjadi sempurna seperti Kristus.

Mengapa kita perlu mengerti daging dan roh? Inilah rahasia ibadah yang benar! Sebab:

  1. Keduanya berlawanan, terus bertentangan sehingga meskipun kita ingin berbuat yang baik, tetapi tidak mudah dan tidak selalu bisa melakukannya, kadang-kadang justru hal-hal yang tidak dikehendaki yang kita buat Rom 7:19. Sebab itu kita harus mengerti dan terus mematikan daging, sehingga daging terus sekarat sampai akhirnya betul-betul mati.
  2. Supaya kita makin mahir berjalan dalam Roh, sehingga bukan kita lagi, tetapi Roh Kudus, Kristus yang hidup dalam kita. Kalau daging mati, kita bisa leluasa jalan dalam Roh. Kalau daging terus menerus sekarat, kita akan makin mahir dipimpin Roh dan hasilnya akan luar biasa, sangat indah seperti hidup Putra manusia Yesus di dunia yang dipimpin Roh terus menerus Luk 4:1, 18.
    Jadi
    daging: mati, sekarat, “lemah” atau sebaliknya, hidup, kuat.
    Roh mati atau hidup, berapi-api (jangan sampai suam) dan menyatu dengan Kristus sampai akhirnya sempurna.
    Kita harus terus hidup dalam Roh, makin mahir berjalan dalam Roh taat akan pimpinan Roh Kudus, maka pasti hidup kita akan menjadi indah dalam pimpinan Roh Kudus dan tumbuh terus, sehingga ada harapan menjadi sempurna seperti Kristus.

V. KELIHATAN KEPADA MALAIKAT

Tidak kelihatan pada manusia. Ini berarti perkara-perkara yang kekal. Orang yang beribadah itu bertambah-tambah di dalam perkara-perkara yang kekal. Kalau kita bertambah-tambah secara jasmani (dalam uang, kepandaian, kedudukan, dll.) semua orang tahu. Tetapi kalau kita bertambah-tambah dalam perkara yang kekal, malaikat-malaikat melihat. Ini hal-hal yang kekal, yang tidak nampak mata manusia biasa 2Kor 3:18. Orang yang sungguh-sungguh beribadah itu bertambah-tambah dengan heran, dan malaikat-malaikat tahu. Luar biasa! Orang beribadah itu lebih dari bekerja keras mengumpulkan harta, sebab ibadat itu mengumpulkan harta yang kekal dan malaikat-malaikat (Allah juga tentunya) mengetahui. Bukankah ini perkara yang luar biasa? Perhatikanlah ibadah baik-baik!

VI. DIBERITAKAN DI ANTARA SEGALA ORANG KAFIR

Kabarkan Injil dengan ibadah yang benar, maka ini menjadi kabar baik. Injil diberitakan dengan ibadah yang sesuai. Jangan ibadah yang pura-pura seperti orang Farisi atau guru-guru Taurat itu 1Tim 1:7, 2Tim 3:5. Beritakan Firman Tuhan dengan kuasa ibadah yang nyata! Ini akan membuat ibadah kita makin bertambah-tambah dan menghasilkan makin banyak.

VII. DIPERCAYAI DI DALAM DUNIA

Anak manusia atau Firman dipercayai di dalam dunia. Iman ini luar biasa. Tak ada yang mustahil bagi orang yang dapat percaya akan Firman Tuhan Mrk 9:23. Dengan iman kita dapat mengalahkan dunia ini 1Yoh 5:4. Bahkan orang benar itu hidup dengan iman, dari iman kepada iman Rom 1:17. Dengan iman kita melakukan pekerjaan Tuhan Yoh 6:29. Semua yang kita percayai itu akan jadi bagi kita Mat 8:13; 9:29. Justru ini yang diharap oleh Anak manusia waktu Ia datang kembali, ada iman di atas bumi Luk 18:8. Jangan ragu-ragu atau bimbang, belajar berjalan dan hidup dengan iman 2Kor 5:7. Ini termasuk rahasia ibadah yang luar biasa, sebab semua janji-janji Allah menjadi kenyataan, baru kita mempercayainya. Firman Tuhan menjadi pengalaman sehari-hari sebab kita percaya. Mulai dari mati lepas dari dosa, berjalan dalam Roh, kuasa nama Yesus, karunia-karunia Roh dan semua janji-janji Allah lainnya akan nyata dan sungguh-sungguh hidup dengan iman. Begitu heran hasilnya kalau kita tumbuh dalam iman, apalagi iman yang besar Mat 8:10; 17:20.

VIII. TERANGKAT KE DALAM KEMULIAAN

Bukan saja di dunia, tetapi ibadah itu menghasilkan perjanjian hidup yang akan datang 1Tim 4:8. Luar biasa! Kita menjadi mulia dan itu untuk abadi. Ini kemuliaan yang betul, meningkat, terangkat dalam kemuliaan, sangat indah dan mulia!

FAEDAH YANG PALING BESAR 2Pet 3:11

Semua akan lenyap, tetapi hasil ibadah akan kekal selama-lamanya. Nyata benar bedanya orang yang beribadah dan tidak beribadah Mal 3:18. Sebab itu selama masih hidup, beribadahlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh  Kesempatan beribadah dengan meningkat dalam kemuliaan itu hanya di dalam dunia. Di Neraka tidak ada ibadah. Di Surga kita tetap beribadah menyembah Allah, tetapi tidak ada sengsara karena ibadah di sana, sebab itu tidak ada lagi yang ditukar dengan kemuliaan Rom 8:17-18. Justru sekarang di dunia ini, ibadah itu mengakibatkan banyak sengsara Salib, hidup di atas mezbah, itulah kesempatan yang indah dari ibadah, sebab semua sengsara itu akan berubah menjadi kemuliaan kekal.

Nyanyian

Bapa, ku persembahkan tubuhku