M3371 – Kolose 3:9 Membangun Karakter Hidup Baru

I. PERBEDAAN MEMBANGUN KARAKTER MANUSIAWI DAN ILAHI ATAU ALKITABIAH

Dalam dunia juga ada Character Building untuk mendapatkan kepribadian dan mentalitas yang baik. Hal ini baik, tetapi ini berbeda dengan Character Building Ilahi atau Alkitabiah.

Paling sedikit ada 12 perbedaan yaitu:

  • Tujuan membangun karakter manusiawi adalah menjadi orang baik (menurut Yesaya 64:4 itu kain larah Luk 18:19), tetapi tujuan membangun karakter Alkitabiah atau ilahi adalah menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1. Orang baik berhenti sampai di kubur, tetapi orang yang seperti Kristus sesudah mati justru mulia untuk kekal sesuai dengan jumlah persentasinya seperti Kristus.
  • Menambal pakaian lama atau ganti baru membangun karakter manusiawi itu memperbaiki orang lama atau menambal pakaian lama Luk 5:36, akan robek lagi bahkan lebih besar robeknya. Tetapi untuk membangun karakter Alkitabiah,  orang lama diganti dengan orang baru, baju lama dibuang, diganti baju baru, hasilnya lahir baru. Yang lama lenyap diganti yang baru 2Kor 5:17. Ini sama sekali baru dan lengkap, tetapi dalam bentuk benih yang masih harus ditumbuhkan (seperti telor yang yang lengkap, tinggal tumbuh lalu keluar burung). Dalam membangun karakter manusiawi tabiat lama tetap ada, termasuk tabiat keturunan dan kelemahan dari orang tua bisa mengalir masuk sekalipun sudah jadi orang Kristen.
  • Membangun karakter manusiawi itu memperbaiki manusia jenis pertama (orang lama) yaitu turunan Adam pertama, tetapi membangun karakter Alkitabiah, itu membangun manusia jenis kedua yaitu turunan Adam terakhir 1Kor 15:45-47. Ini sangat berbeda. Seperti ayam dan rajawali, hampir sama tetapi lain. Kita berasal dari atas (sesudah lahir baru), tetapi orang lama dari bawah Yoh 15:18-19; 17:14.
  • Membangun karakter manusiawi itu ada di jalan lebar, ini jalannya semua orang, tetapi membangun karakter ilahi itu ada di jalan sempit, yaitu dengan penyangkalan diri bukan semaunya sendiri. Tanpa mematikan daging Rm 6:6, 8:13-14, tidak bisa tumbuh dalam tabiat baru. Dalam jalan lebar juga ada penyangkalan diri tetapi dari luar saja, hati tidak menjadi soal, yang penting yang tampak dari luar, sebab memang manusia tidak bisa melepaskan diri dari ikatan yang di dalam, hanya luarnya diperbaiki.
  • Membangun karakter manusiawi itu tempatnya di dalam sikon dunia ini dalam kerajaan iblis Kol 1:13, dikuasai iblis sebagai penghulu dunia Yoh 14:30. Sesudah lahir baru kita pindah ke dalam kerajaan Putra Allah untuk membangun karakter ilahi.
  • Hukum yang berlaku untuk membangun karakter Alkitab adalah hukum Roh yang mendatangkan hidup Rom 8:2. Tetapi dalam membangun karakter manusiawi itu ada di dalam kerajaan iblis, berlaku hukum dosa dan maut, semua tunduk padanya. Jadi membangun karakter ilahi kita bekerja dalam hukum Roh, bukan dalam hukum dosa dan maut.
  • Pilihan dalam membangun karakter manusiawi itu hanya ada satu pilihan yaitu hukum dosa dan maut tetapi membangun karakter ilahi, kita bisa tetap dalam hukum Roh, tetapi bisa juga kembali dalam hukum dosa dan maut. Bisa memilih. Tentu jangan kembali dalam hukum dosa dan maut, meskipun bisa. Seringkali karena tergoda dan ditipu si iblis penipu, atau karena kebodohan, maka orang itu kembali dalam hukum dosa dan maut, sehingga kembali berdosa. Tetapi kalau kita tetap tinggal dalam hukum Roh, kita tidak perlu berbuat dosa, kita sanggup mengalahkan daging kalau jalan dalam Roh Gal 5:16,17 sebagai putra-putra Allah Rom 8:14.
  • Dalam membangun karakter manusiawi yang dipakai adalah kekuatan manusiawi dan itu tunduk pada hukum dosa dan maut. Tetapi orang yang hidup dalam hukum Roh, ia memakai kuasa Allah, sehingga bukan dia lagi tetapi Kristus yang bekerja di dalam dirinya dan ia menjadi kuat Zak 4:6. Sebab itu orang harus rajin berdoa supaya dilengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi Luk 24:49. Kalau tidak memakai kuasa Allah, masih bisa dikalahkan oleh singa yang mengaum-aum yaitu iblis 1Pet 5:8.
  • Yang membangun karakter manusiawi adalah hamba-hamba dosa, anak-anak iblis 1Yoh 3:10, tetapi yang membangun karakter ilahi adalah hamba-hamba Allah, anak-anak Allah yang memang harus taat pada Allah, bukan kepada iblis dan Tuhan sanggup menolong kita sehingga tumbuh dalam karakter ilahi seperti Kristus.
  • Membangun karakter manusiawi itu berkenan pada manusia dan diam-diam juga pada iblis, tetapi membangun karakter ilahi, itu memperkenankan Allah dan manusia, menjadi berkat bagi manusia dan menyenangkan hati Allah, sebab tabiat baru itu dalam kesucian dan selalu melakukan kehendak Allah, sebab itu selalu sesuai dengan Firman Tuhan. Tetapi yang memperkenankan manusia saja, belum tentu berkenan kepada Allah.
  • Membangun karakter manusiawi hanya memperbaiki manusia luar yaitu tubuh dan jiwa tetapi membangun karakter ilahi, itu memperbaiki orang dalam yaitu rohnya dan satu kali sesudah sampai waktunya juga akan mengalami perubahan orang luar (tebus tumbuh Rom 8:23, Flp 3:21) dengan sempurna. Tubuh dan jiwa itu tabiat binantang, yang bisa dibedakan dan dipisahkan dengan pedang Firman Tuhan yang tajam Ibr 4:12. Kita harus bisa membedakan keinginan daging (tubuh jiwa) dan keinginan roh Gal 5:17. Roh orang lama itu mati artinya putus hubungan dengan Tuhan, tetapi roh orang baru itu berhubungan dan dapat kekuatan dari Tuhan.
  • Sifat yang menonjol dalam membangun karakter manusiawi adalah benci dan dusta meskipun bisa ditutupi. Tetapi dalam membangun karakter ilahi ada kasih dan kebenaran Ibr 1:9, Yoh 8:44.
  • Sebagai illustrasi, kita melihat contoh-contoh membangun karakter manusiawi dan membangun karakter Alkitabiah ialah Yakub dan Esau. Tampaknya Yakub itu jelek, tetapi itu waktu kejatuhannya, segera sesudah bertobat ia menjadi indah kembali, Esau dari luar baik-baik saja, tidak menipu seperti Yakub, tetapi hatinya penuh dengan kebencian dan pembunuhan. Yakub memang bersalah, tetapi sesudah bertobat, ia indah dan diperkenan Allah (apalagi kalau tidak jatuh dalam dosa); akhirnya Yakub menjadi waris Allah, Esau tidak, Yakub bebas, lepas dari tabiat lama, Esau dari luar baik, tetapi hatinya jahat sebab ia hidup dalam tabiat yang lama dalam perhambaan hukum dosa dan maut oleh iblis. Jadi kita melihat perbedaan membangun karakter manusiawi dan Alkitabiah itu sangat berbeda prinsipnya dan dari tujuan yang dicapai jelas tampak menjadi anak-anak iblis, akhirnya seperti iblis meskipun kadang-kadang ia bisa menjadi malaikat terang untuk mengelabui. Tetapi membangun karakter Alkitabiah lepas dari dosa (sekalipun masih ditarik oleh tubuh dosa) tetapi ia hidup baru seperti Kristus dan akhirnya menjadi seperti Kristus. Sangat berbeda, sebab yang lama sudah lenyap yang baru sudah terbit. Meskipun dari luar, dalam dunia tampaknya hampir sama, tetapi waktu Tuhan Yesus datang kita akan berubah menjadi seperti Kristus dalam kemuliaan ilahi yang abadi 1Yoh 3:2.

    Ini dasarnya perbedaan membangun karakter manusiawi dan Alkitabiah atau ilahi. Dari luar hampir sama, tetapi prinsipnya sangat berbeda sejauh Surga dan Neraka! Berbeda seperti Allah dan iblis, meskipun waktu di dunianya iblis itu dalam bentuk manusia yang manis itu tampaknya bisa seperti malaikat terang, tetapi tetap orang lama. Kita jangan langsung menuduh, sebab mereka tidak mengerti, termasuk beberapa orang-orang Kristen yang dengan tulus (tetapi tidak mengerti) memakai cara lama atau kombinasi. Tetapi kalau ada pengertian Firman Tuhan yang tepat, kita bisa membangun karakter ilahi yang seperti Kristus, suci, tulus, ada kasih ilahi.

    II. MENGAPA MEMBANGUN KARAKTER SANGAT PENTING

    Yang kekal adalah hidup yang seperti Kristus (sudah berubah berapa prosen sama seperti Kristus?) dan pahala dari semua yang kita perbuat dalam dunia itu akan ikut kita terus selama-lamanya Wah 14:13. Kita tidak boleh memakai tabiat lama sebab itu seperti iblis, lepaskan, pakai tabiat yang baru Kol 3:8-10. Ingat semua tabiat baru sudah lengkap ada dalam kita seperti telur, tetapi tabiat lama juga masih lekat pada kita dalam daging. Sebab itu orang yang tidak mengerti bisa salah ambil tabiat yang salah dari tabiat daging dan hidupnya menjadi campuran, ini membuat batu sontohan dan kejatuhan sebab dalam tabiat lama dosa masuk, hukum dosa dan maut bekerja dan iblis berkuasa. Sebab itu kita harus mengerti dan bisa membedakan, serta meninggalkan tabiat yang lama semuanya. Jangan takut kalau ada salah, yang penting mau dinasehati dan mau bertobat, sebab kita tidak langsung menjadi sempurna tetapi bertahap dari Halaman, Ruangan Suci, sampai masuk Ruangan Maha Suci sesuai dengan pengertian yang kita miliki dalam pimpinan Roh Kudus.

    Kita harus terus diperbarui Tit 3:5, termasuk tabiat yang salah dibuang, sehingga mutu kita meningkat dari tanah liat (banyak campuran tabiat lama) menjadi kayu lalu perak dan emas murni 2Tim 2:20-21. Sekalipun kita dipakai Tuhan sederhana, tidak heran, tetapi kalau mutu kita emas, itu tingkatan yang tertinggi. Dipakai Tuhan heran, tetapi kalau oleh motivasi yang dosa (uang, zinah, puji dll) itu dibuang Tuhan Mat 7:23.

    III. BAGAIMANA KITA BISA TUMBUH SEPERTI KRISTUS?

    Yang bisa banyak menolong kita dalam pertumbuhan ini adalah:

    1. Lahir baru (mutlak perlu) dan terus mau taat dan tumbuh.
    2. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, ini menyucikan kita sampai bersih Ef 5:26-27. Perlu tahu seluruh kebenaran Allah Kis 20:20,27. Termasuk juga perjamuan suci 1Kor 11:27-34.
    3. Doa itu juga menyucikan kita, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran 1Pet 1:2.
    4. Persekutuan dan pelayanan dalam tubuh Kristus, ini membuat kita saling tolong menolong dan bisa melihat kekurangan-kekurangan kita lebih jelas dalam pelayanan 2Tim 2:20-21. Tanpa pelayanan, pertumbuhan pelan. Sebab itu kita harus tekun dalam hal ini Kis 2:42.

    IV. CARA TUMBUH DALAM SEGALA SEGI HIDUP

    1. Tabiat Putra manusia Yesus (dalam 4 injil) dan hamba-hamba Tuhan atau orang-orang yang diperkenan oleh Tuhan (dalam seluruh Alkitab) itu menjadi contoh bagi kita. Setiap hamba Tuhan punya kelebihan dan kekurangan-kekurangan tertentu, kalau lengkap dan baik, ia menjadi sempurna seperti Henokh, Musa, Elia, dan Putra manusia Yesus. Uraian tentang tabiat Kristus itu paling banyak dan lengkap (ditulis dalam 4 Injil), ini sangat berfaedah. Juga contoh hidup dari semua orang-orang lain yang berkenan pada Tuhan seperti Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Daniel dkk, rasul-rasul, dsb itu menjadi teladan bagi kita 1Kor 10:11. Memang kita harus belajar seluruh Alkitab berulang-ulang (Alpet!).
    2. Seluruh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, itu menjadi pegangan kita, tetapi Perjanjian Lama harus dibuka singkapnya 2Kor 3:14. Misalnya Bilangan 33:55 itu berarti Kolose 3:5.
    3. Kasih 1Kor 13:1-13. Seluruh hukum-hukum Tuhan bisa diringkas dalam kasih Luk 10:27. Jangan lupa lawannya adalah benci dan dusta, ini garamnya iblis bersama-sama semua dosa. Beri kasih dan semua rinciannya ada dalam hidup kita.
    4. Buah Roh Gal 5:22-24. Ini juga adalah bagian tabiat baru yang langsung dikerjakan oleh Roh Kudus dalam orang-orang yang mau dipimpin Roh.
    5. Perkara-perkara dari Atas, bukan yang di bumi Kol 3:1-5. Hal-hal Ini harus terus bertambah dalam kita.
    6. Hidup dipimpin Roh itu sesuai Firman Tuhan. Roh Kudus akan mengingatkan ayat yang tepat Rom 8:14, Yoh 14:26. Kalau kita mau mematikan tabiat lama dan terus dipimpin Roh, lebih-lebih kalau kita mengerti kebenaran Firman Tuhan, maka kalau hidup dipimpin Roh, itu seperti Kristus, bukan kita lagi, tetapi Kristus dalam kita Gal 2:19-20. Kalau kita hidup dipimpin Roh itu sudah mencakup seluruh sifat-sifat ilahi seperti rajin, lemah lembut, bertanggungjawab, setia, loyal dll Roh Kudus sanggup mengingatkan dan memimpin kita melakukan semua tabiat baru tanpa kecuali, sebab Dia Allah yang maha tahu dan mengerti semua.
    7. Kita buang 3 pokok besar dari segala dosa ini yaitu semua yang ada dalam dunia, jangan dituruti, yaitu keinginan tubuh, mata, dan kejemawaan hidup 1Yoh 2:15-16.
    8. Ada satu hal yang berbeda dari semua dosa yang lain yaitu berzinah 1Kor 6:18, meskipun statusnya sama, semua termasuk dosa, tetapi ini ada hubungannya dengan tebus tubuh, sebab zinah ini menajiskan tubuh 2Kor 7:1. Sebab itu kita harus memperhatikannya baik-baik selain yang lain.
    9. Jangan pakai dunia ini 2Kor 6:17, Kol 2:21-23, pakai seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31.
    10. Daftar-daftar perbuatan dosa yang ada dalam Alkitab, juga harus kita perhatikan seperti Galatia 5:19-20, Efesus 5:5, 1 Korintus 6:9-10, Roma 1:28- 32, Wahyu 22:15 dll. Roh Kudus yang akan mengingatkan kita semuanya, jangan kuatir, Dia Penolong pribadi yang luar biasa, tidak terbatas, Allah yang maha besar.

    Dia sanggup menolong kita sampai sempurna! Sebab itu yang penting kita mau diolah dan ditumbuhkan, Dia sanggup menolong kita.

    Terus berjalan dalam Roh, Dia maha tahu dan maha kuasa, kalau kita dipimpin oleh-Nya, Dia akan melaksanakan semuanya dengan berhasil sehingga ada yang menjadi sempurna, lebih-lebih pada akhir zaman dengan pengurapan Roh Kudus Hujan Akhir yang berlipat-lipat kali ganda.

    V. PENGOLAHAN ITU HANYA DENGAN PENDERITAAN

    Putra Manusia Yesus itu mulai dari nol (menjadi manusia seperti kita) dan akhirnya menjadi sempurna penuh, berhasil. Ia diolah dengan banyak penderitaan Ibr 2:10. Sebab itu kalau datang penderitaan bersuka citalah Yak 1:2, kalau lulus kita naik kelas, makin meningkat, satu tingkat demi satu tingkat, akhirnya menjadi seperti Kristus.

    Kalau emas ditempa tidak pecah, tetapi kalau tanah liat ditempa satu kali saja, pecah. Tanah liat itu tingkat Halaman, ini tidak bisa diolah. Jangan tinggal disini terus tidak bisa tumbuh, sebab kalau ditempa ia pecah dan hancur. Kalau ia emas (tingkat Ruang Suci) waktu diolah, ditempa, tidak pecah, tetapi jadi berbentuk sehingga makin lama makin indah. Penjunan yang Agung itu tahu mengolah setiap segi hidup kita, sehingga akhirnya terbentuk tabiat dan keadaan Kristus dalam hidup kita. Sebab itu jangan kecil hati dengan banyak penderitaan dan aniaya, dengan banyak kesukaran. Justru pada akhir zaman, waktu Gereja harus masuk dalam kesempurnaan, Tuhan memberi banyak pengolahan yaitu kesukaran, tetapi dengan kelimpahan pekerjaan Roh Kudus dan pembukaan Firman Tuhan, sehingga semua bisa diatasi dengan baik, menang dan tumbuh terus kearah kesempurnaan!

    Kita ditempa supaya semua segi hidup, dimana saja, kapan saja bisa menjadi seperti Kristus. Bukan hanya di Gereja atau kalau orang-orang yang ditakuti, tetapi di mana-mana saja. Roh Kudus akan menolong dan menguatkan kita, sehingga kita bisa selalu suci dan berbuat seperti Kristus, sampai penuh seperti Kristus = sempurna.

    Kesimpulan

    Belajar hidup seperti Kristus, ini adalah ukuran kemuliaan kita untuk kekal. Tumbuh terus makin tinggi Flp 3:14.

    Ini yang kekal yaitu seperti Kristus dan perbuatan yang sesuai dengan Firman Tuhan dengan tulus (bukan dengan sombong atau maksud-maksud yang salah). Jangan berebut menjadi besar itu sia-sia, juga dipakai Tuhan dengan heran, belum tentu selamat, tetapi hiduplah berkenan pada Tuhan itu yang terindah, seperti emas, seperti Kristus. Kalau kita disuruh melakukan perkara besar, jangan kuatir, kita harus taat, lakukan, pasti berhasil asal kita taat dengan tepat Maz 60:14, Kej 7:22. Jangan sombong, sebab itu membuat pahala habis dan justru jatuh dalam dosa, tingkat kita berkurang. Orang sering berlomba-lomba menjadi besar, orang yang mengerti memandang hal itu sepi dan sia-sia, sebab kepujian kita itu dari Allah Rom 2:29. Diam-diam tumbuhlah menjadi seperti emas, baik dalam tugas kecil atau besar, kerjakan dengan tulus dalam pimpinan Roh, itu luar biasa dan pahalanya sama dengan kepala proyek yang kita bantu Mat 10:40, 41. Jangan lupa orang yang mengerti akan berbuah-buah banyak Mat 13:23. Sebab dalam hukum Roh kita hanya mengambil bagian yang kecil dan Tuhan yang melakukan bagian yang terbesar. Kita sanggup dengan Dia, asal tidak ada keinginan yang salah, itu semua harus dimatikan Maz 119:113.

    Nyanyian:

    Sesuci, makin mulia Dia (mengubahku) 3x
    menjadi serupa dengan gambar-Nya.