Kenakalan Remaja

DEFINISI:

Yang dimaksudkan dengan kenakalan remaja ialah perbuatan-perbuatan yang tercela dari remaja yang tidak mudah dihentikan dan terus bertumbuh sehingga akhirnya menjadi kejahatan  yang profesional.

TINGKAT KENAKALAN REMAJA

TINGKAT I.  KENAKALAN DI DALAM RUMAH.

Seluruh rumah menjadi kacau, ribut karena polahnya hampir setiap hari.

TINGKAT II.   KENAKALAN  KE LUAR  RUMAH

Kenakalannya mulai mengganggu tetangga, sekolah dan dimana saja ia berada di luar rumah. Berkelahi, mencuri, merokok, berdusta, menipu uang sekolah, mengganti angka-angka raport, mengganggu anak-anak perempuan, pornografi, ke pelacuran dan lain-lain.

TINGKAT III.  SERING BERURUSAN DENGAN YANG BERWAJIB

Karena kenakalannya, ia sering berurusan dengan wali kelas, kepala sekolah, R.T, R.W, bahkan polisi. Kenakalannya dalam bentuk-bentuk yang sudah mengganggu ketenteraman masyarakat.

TINGKAT IV. PARAH.

Kenakalan ini tidak berubah sesudah 3-5 tahun, bahkan menjadi parah. Biasanya orang tua sudah putus asa. Gangguan timbul di mana-mana. Pernah masuk pengadilan/ penjara.

TINGKAT V. PENJAHAT PROFESIONIL.

Pada akhirnya kenakalan remaja ini sudah berubah  menjadi kejahatan yang permanent, profesional. Kini ia bukan lagi remaja, sudah dewasa tetapi rusak. Kejahatan sudah menjadi cara hidupnya (way of life) dan ia tidak lagi menyesali semuanya ini. Dengan otak dingin ia makin bertambah- tambah menjadi jahat.

IBADAT.

Kalau anak-anak ini dari keluarga Kristen, biasanya dalam tingkat I masih mau beribadat meskipun harus ditarik-tarik.

Dalam tingkat  II penolakan terhadap ibadat lebih nyata. Kalau toh ke Gereja, ada-ada saja tingkah polahnya yang mengganggu kebaktian. (Jangan berhenti ke Gereja! Justru ia membutuhkan kuasa Allah untuk mengubahnya. Gereja justru mencari, menerima dan menye-lamatkan orang berdosa oleh kuasa dan anugerah Allah).

Dalam tingkat III dan seterusnya biasanya ia tidak lagi mau diajak ke Gereja kecuali ada maksud- maksud tertentu.

Jadi kalau kenakalan remaja ini tidak ditolong, maka akhirnya hidupnya menjadi rusak, tabiatnya hina menjadi penjahat profesional.

KESALAHAN POKOK:

Dasar dari kenakalan remaja ini ialah kedurhakaan= tidak mau taat. Pada prinsipnya roh setan itulah roh-roh durhaka, roh-roh pemberontak. Roh-roh ini lah yang bekerja di dalam banyak orang yang durhaka.

Epesus 2:1-2 Maka kamupun dahulu sudah mati oleh sebab segala kesalahan dan dosamu, yang dahulu kamu lakukan menurut istiadat dunia ini, ialah menurut kuasa penguasa di udara, yaitu roh yang lagi bekerja di dalam hati anak-anak durhaka (TL).

Kita dapat merasakan bahwa pada akhir zaman ini makin lama kegiatan roh-roh durhaka itu makin hebat bekerja di dalam manusia, lebih-lebih pada remaja. Dalam dunia sehari-hari ini terasa sekali. Dibandingkan 30 tahun yang lalu. Anak-anak sekarang ini nyata-nyata lebih berani dan lebih kurang ajar. Baik di rumah terhadap orang tua, baik di sekolah dan di dalam pergaulan sehari- hari. Makin lama makin lebih banyak anak-anak yang durhaka dan rata-rata tingkatnya makin lama makin meningkat.

Dasar dari semua kenakalan remaja ini ialah durhaka, tidak mau taat kepada Allah dan itu juga nyata terhadap orang tua dan lingkungannya.

Orang seperti ini tidak mau dan tidak dapat diatur ( = tidak tertib (TB) = degil (TL) Titus 1:10; tidak menurut perintah 1Timotius 1:9, 1Tesalonika 5:14).

Kalau pekerjaan roh setan sudah mencapai tingkat II, lebih-lebih kalau sudah tingkat III, (lihat TE 10 tentang pekerjaan iblis dalam manusia) maka kita akan mendapatkan anak yang seperti gila-babi, tidak dapat dikuasai lagi oleh orang tuanya (Mark 9:14-29), dengan mulut yang “berbuih-buih”, kotor, penuh kata-kata yang kurang ajar dan keji-keji dan berulang-ulang anak itu melemparkan dirinya ke dalam api (masuk  dalam perkara-perkara yang hebat-hebat: perkelahian, mabuk-mabuk, ngebut dan sebagainya) atau ke dalam air (diam-diam berbuat perkara-perkara yang keji-keji mencuri, menipu dan sebagainya). Setan bermaksud membunuhnya, tetapi si anak tidak sadar.  Ia mempunyai macam-macam alasan yang menarik baginya, tetapi itu sebetulnya tipu setan untuk membunuhnya. Memang setan ingin membunuhnya (Yoh 8:44).

Sebaliknya anak-anak yang penuh Roh Kudus mempunyai hati yang dengar-dengaran, taat seperti Kristus (Ibr 5:8; Pil 2:8). Anak-anak yang taat itu menghormati dan dengar-dengaran akan perintah orang tuanya.

Epesus 6:1-3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari perjanjian ini; supaya kamu berbahagia danpanjang umurmu di bumi.

Kedua perkara ini (dengar-dengaran= taat dan menghormati orang tua) adalah dasar dari seorang anak yang baik.

(Bacalah buku menghormati orang tua oleh pengarang yang sama, ini mutlak perlu diketahui setiap orang tua, guru sekolah minggu, pendidik anak-anak dan sangat dibutuhkan untuk setiap anak supaya mengerti mengapa ia perlu menghormati orang tua dan bagaimana indahnya hal itu di hadapan Tuhan sehingga diberkati Tuhan).

Justru ini sebaliknya dari anak durhaka

Taat       ><     durhaka.

Menurut perintah  >< tidak menurut perintah

Contoh  seorang anak yang dengar-dengaran: Ishak (Kej 22:9). Yusuf (Kej 37:13); Daud (1Sam 17:17); Juga Saul waktu muda (1 Sam 9:4); dan lain-lain, terutama anak manusia Yesus.

Lukas 2:51 Maka pulanglah Ia sertanya, lalu tibalah di Nazaret; dan diturutNya perintahnya. Maka ibuNya  menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya.(TL)

Betapa bahagianya mempunyai anak yang mau menurut perintah orangtuanya  (Ams 10:1; 23:24). Tetapi anak-anak yang nakal itu memeras airmata orang tuanya  (Ams 19:13) dan membuat seluruh rumahtangga menjadi pahit, celaka seperti neraka  Pasti ini bukan seorang yang lahir-baru yang suka pikul Salib, tetapi orang-orang yang tidak taat pada Firman Tuhan. Orang yang rohani pasti taat dan hormat pada orangtuanya serta diberkati Allah.

GEJALA-GEJALA LAIN:

1. Kurangajar pada orang tua, melawan, kata-kata kotor, lebih-lebih pada orang tua yang tak berdaya. Ini terus menjalar pada orang-orang lain dalam rumah, dalam sekolah, dalam masyarakat, dan seterusnya.

Bicara seenaknya, memaki-maki, mengata-ngatai orang sesuka hatinya, itu gejala yang amat jelek. Banyak orang tua tidak sadar, mereka tidak terlalu pusing dengan tutur katanya, asalkan nilai sekolahnya baik (mereka membayangkan anak-anaknya menjadi sarjana, orang besar, kaya, bahagia),  Ini orang tua yang bodoh dan tidak mengerti. Lidah itulah kemudi hidup (Yak 3:4-5). Orang yang sembarangan pada kemudi, membuat kapal itu oleng kesana-kemari dan tidak heran kalau satu kali membentur kapal lain atau karang sehingga pecah dan tenggelam. Jangan biarkan mulut yang berkata-kata jelek, didiklah dari kecil.

2. Mencuri, menipu, bohong, memalsu, bahkan setiap kesempatan baginya menjadi dosa untuk mendapatkan uang. Uang adalah kebutuhan utama untuk melakukan macam-macam kejahatan lain: minuman keras, rokok, narkotika, percabulan, judi, berfoya-foya, ber- mewah-mewah, dan sebagainya.

3. Lari dari rumah, ini biasa pada kenakalan remaja, sebab mereka tidak betah di rumah, apalagi kalau diusir orang tua. Orang tua jangan mengusir bagaimanapun jahatnya si anak, sebab anak adalah tanggung jawab orang tua dan kalau lari dari rumah anak itu pasti akan jatuh dalam pergaulan yang jahat, sehingga dengan cepat kerusakannya meningkat sampai tingkat V. Orang tua harus mengajar anak, tetapi selalu penuh cinta (= pengampunan). Sehingga si anak yang murtad itu yakin asal ia mau bertobat, orangtuanya masih mau mengampuni sekalipun tetap diajar. Bersikaplah seperti Allah yang baik dan penuh kasih.

4. Berkelahi, kadang-kadang sampai berbunuh- bunuhan. Ingat, pelajaran-pelajaran berkelahi itu bertentangan dengan Firman Tuhan. Misalnya: tinju, karate, dan sebagainya (Ams 10:23) Sifat manusia yang egois, kejam, jahat ganas yang memang sudah ada dalam daging itu dirangsang terus menerus oleh pelajaran-pelajaran berkelahi ini sampai bernyala- nyala. Akhirnya orang itu sendiri tidak dapat menguasai dirinya sendiri. Beberapa orang berkata: “Untuk membela diri”, suatu alasan yang masuk akal, tetapi sia-sia.

Seorang gadis berlatih karate untuk  membela diri. Ia menjadi seperti laki-laki beringas dan jahat. Baru menikah beberapa minggu, kakinya sudah menendang pinggang sang suami. Bela diri? Setan sudah berhasil membina sifat kasar, jahat, suka dendam, pemarah dan melawan Allah. Pada hal orang beriman harus belajar lemah lembut (Pil 4:5). Boleh olah raga yang baik, tetapi jangan tertipu setan, misalnya dengan alasan untuk membela diri. Allah yang membela dan melindungi kita sampai  satu rambutpun tidak gugur tanpa izin Allah!

5. Perbuatan-perbuatan cabul, zinah, macam-macam pornografi dan kelainan-kelainan sex yang keji- keji.

SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KENAKALAN REMAJA

Ini penting diketahui terutama untuk dapat menolong remaja-remaja yang nakal itu dari kejahatan-kejahatannya, tetapi  lebih penting dari itu ialah untuk mencegah jangan sampai timbul kena-kalan remaja.

Kita melihat dasar dari kesalahan-kesalahan itu terletak pada si anak, orang tua (keluarga), pergaulan dan di belakang layar, setanlah dalangnya.

I.  FAKTOR-FAKTOR  DARI ANAK ITU SENDIRI:

1. MANUSIA ITU HAWA NAFSU JUA

Mazmur 78:39 Karena ingatlah Ia akan hal mereka itu hawa nafsu jua dan hanya senafas yang pergi dan yang tiada kembali pula adanya.

Manusia itu memang condong pada dosa  (Yoh 3:19). Untuk menjadi jahat tidak perlu diajar. Tetapi untuk menjadi baik, perlu, harus, butuh pelajaran, nasehat, bimbingan, pertolongan, sebab ini “jalan naik” yang sempit dan sulit.

Ada orang tua yang berkata tentang anak- anaknya: “Biarkan saja, nanti tambah dewasa anak-anak akan mengerti sendiri dan menjadi baik. Ini orang tua  yang bodoh dan tidak punya pengertian rohani.

Kalau sebuah tanah lapang dibiarkan, apakah yang akan tumbuh? yang tumbuh dengan pasti ialah rumput dan lalang. Dapatkah tanah yang dibiarkan itu, tumbuh padi? Tidak mungkin!

Kalau dibiarkan pasti tumbuh lalang. Kalau ingin supaya disitu tumbuh padi, tanah itu harus digarap, dikerjakan de-ngan sungguh-sungguh dengan  berlelah dan berkeringat. Jangan dibiarkan.

Jadi jelaslah bahwa untuk menjadi baik harus dibantu orang tua (Tuhan, hamba-hambaNya). Tanpa Tuhan, dari mana ia mendapat kekuatan (atau kemenangan) untuk hidup suci dan berbuah-buah baik? Tanpa Tuhan, setiap orang akan tetap terikat dalam dosa-dosanya. Pendidikan anak mutlak memerlukan Tuhan. Baik orang tua yang mendidik dan anak-anak yang harus berubah semua memerlukan Tuhan. Tak mungkin dapat lepas dari Tuhan, perlu sungguh-sungguh ikut Tuhan untuk memperoleh kuasa yang limpah dan firman Tuhan supaya dapat menjadi baik.

2. MASA PERSIMPANGAN JALAN (Ams 23:14).

Inilah masa remaja.  Biasanya di antara umur semasa di bangku SMP-SMA (masa puber sampai + 18 tahun) mereka mengalami macam-macam perubahan yang besar-besar, baik secara fisik (puber), secara kejiwaan (mereka merasa dirinya menjadi dewasa) mulai mengerti macam-macam perkara, mempunyai ratio dan kritis. Kalau di sini mereka masih belum direbut dari tangan setan dan dunia, maka terhilanglah mereka dalam jalannya sendiri yang dosa dan menuju kepada kerusakan.

Orang tua, Gereja, (sekolah) perlu bersama-sama merebut anak-anak remaja ini bagi Tuhan. Beri perhatian, kesempatan, fasilitas yang baik dengan doa yang bersungguh-sungguh supaya dapat membantu mereka memilih jalan sempit yang selamat di dalam Tuhan Yesus.

II. FAKTOR ORANG TUA

3. KURANG DIDIDIK ORANG TUA

Didikan ini harus dimulai sedini mungkin

Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Pendidikan rohani dari orang tua haruslah sebanyak mungkin sampai seolah-olah “jenuh”.

Ulangan 6:7-8 Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Ada orang berkata:  1 lubang harus diisi 3 butir jagung, baru pasti pertumbuhannya. Kalau 1 butir, dimakan cacing tanah, 1 butir rusak, masih ada 1 butir untuk tumbuh.

Ingat, tanah hati kanak-kanak itu subur, disucikan dalam orangtuanya (1Kor 7:14) apa saja yang ditaburkan di dalamnya akan tumbuh. Kalau anak- anak sudah remaja atau dewasa maka seringkali nampak “penolakan”! Apa yang tidak masuk  akal, apa yang tidak disukainya, apa yang bertentangan dengan kehendaknya, apa yang tidak sesuai dengan seleranya, semua ditolaknya. Ada macam-macam sebab penolakan, tanah hatinya sudah tidak sesubur waktu kanak-kanak. Sebab itu  jangan menyia-nyiakan kesempatan emas yang indah ini di dalam anak-anak kita sendiri. Taburkan firman Tuhan sedini mungkin dan sebanyak-banyaknya dalam peng-urapan Roh Kudus.

Pendidikan itu harus secara jasmani dan rohani. Kanak-kanak jasmani dan kanak-kanak rohani keduanya belum banyak mengerti rohani, mereka lebih mudah mengerti pendidikan jasmani. Biasanya yang mula-mula itu pendidikan jasmani lalu makin  lama makin banyak pendidikan yang rohani.

1Korintus 15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah,

Pendidikan jasmani misalnya: ketertiban dan aturan-aturan dalam makan minum, mandi, tidur, sikat gigi, berterimakasih, dan lain-lain. Tentu semua ini di dalam terang Firman Allah. Bersama- sama dengan itu kita memberi  pendidikan rohani seberapa yang dapat dimengerti. Jadi pendidikan jasmani yang biasa juga perlu bersama-sama dengan pendidikan rohani.

Perlu diperhatikan bahwa kedua orang tua harus ikut serta mendidik anak-anaknya, sebab cara mengajar bapa dan ibu itu berlainan, tetapi saling melengkapi! Seringkali anak-anak yang hanya dididik  oleh ibunya  atau oleh bapanya menjadi manja atau salah terima sehingga merasa seperti dianak tirikan. Pendidikan semacam ini  tidak berhasil, tidak baik, akibatnya hubungan anak orang tua menjadi tidak baik. (Kecuali ibu jadi janda atau bapa duda, apa boleh buat, mereka harus berusaha supaya jangan mendidik pincang).

Kadang-kadang seorang ibu yang suaminya kafir, berusaha mendidik  anaknya sendiri dan menjauhkan anak dari si bapa. Ini salah! Lebih-lebih dalam pendidikan secara jasmani, biarlah bapanya ikut bertanggung jawab dalam mendidik anaknya, tetapi pendidikan rohani tentu harus diberikan si ibu dengan amat limpah sebab dari si bapa tidak dapat diharapkan. Di dalam bersama-sama mendidik anaknya ini, sekaligus istri ini harus berusaha untuk memenangkan suaminya juga.

Kalau anak dididik dan didoakan orang tuanya dengan sungguh-sungguh, de-ngan contoh-contoh hidup yang betul, maka Firman Tuhan yang sudah ditaburkan bertahun-tahun itu pasti akan bekerja di dalamnya, tidak akan sia-sia.  Pasti akan ada hasilnya (Ams 22:6)

Yesaya 55:11 demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kekehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Orang tua harus mendidik anak-anaknya, itu kewajiban setiap orang tua. Tidak cukup hanya memberi makan, minum, pakaian, sekolah, uang saku dan lain-lain perkara jasmani, tetapi juga harus mendidik dengan firman Tuhan sedini mungkin dan selimpah mungkin.

Banyak orang tua hampir-hampir tidak menabur Firman Tuhan pada  anak-anaknya, sedangkan setan (lewat T.V, film video, bacaan, pergaulan di sekolah dan lain lain.) menabur sangat banyak, macam-macam nasehat, falsafah, pendapat yang jahat dan liar ditaburkan terus dalam anak ini, padahal orang tuanya hampir-hampir tidak pernah menabur firman Tuhan kepada anak-anaknya.

Lalu timbul “hutan-hutan” duniawi dan kedagingan (sifat-sifat yang jahat, liar, kejam, keji, durhaka dan lain-lain), tiada pohon-pohon tiada sifat-sifat yang baik! Anehkah ini?

Sebisa-bisanya penaburan yang jahat dan duniawi ini dicegah atau dibatasi sedapat-dapatnya. Tetapi seringkali ini sulit, namun harus diusahakan sebisa-bisanya.  Kalau toh pengaruh-pengaruh jahat itu masuk di dalam si anak, harus segera dinetralisir. Berikan ayat-ayat firman Tuhan yang tepat dengan penjelasan yang betul, sehingga si anak mengerti kebenaran yang sesungguhnya dan dapat membuang segala tipu daya iblis yang sesat. (Kalau orang tua tidak tahu jawaban yang tepat, jangan segan atau malu bertanya-tanya pada saudara-saudara seiman, atau kepada gembala sidangnya.

Orang tua harus selalu mengikuti anak-anaknya, jangan sampai terlibat dalam pergaulan yang jahat.

Segera anak-anak itu mendapat penaburan perkara-perkara yang dunia-wi, falsafah-falsafah kedagingan dan dosa, orang tua harus segera me-netralisirnya dengan firman Tuhan.

4. KURANG HUBUNGAN BAIK DI ANTARA ANAK DAN ORANG TUA.

Rumah tangga harus diperhatikan dan dipelihara, tidak boleh diabaikan.

1Timotius 3:4 melainkan yang meme-rintah isi rumahnya dengan sempurna, dan yang memeliharakan anak-anaknya bertaat kepadanya dengan sopan santunnya;

Beberapa orang tua dapat melupakan anak-anaknya, istimewa kalau mereka terikat dalam dosa-dosa seperti persundalan, tamak akan uang, mabuk, gila hormat sehingga mengejar kedudukan.

Seringkali karena ingin lekas kaya dan karena tidak mempercayai Tuhan, orang tua mengejar harta habis-habisan. Karena cinta uang, mereka haus terus (Pkh 5:9) sehingga ibu bapa tidak ada di rumah sepanjang hari, terus mengejar uang. Anak-anaknya sudah dilupakannya,  hanya diasuh pembantu atau berkeliaran di jalan.

Begitu juga orang tua yang mabuk minuman keras, judi atau perzinahan. Karena menuruti hawa nafsu, rumah tangga dan anak-anak di telantarkan. Apa lagi kalau suami-isteri sudah berkelahi terus setiap hari dan  kemu-dian bercerai. Dalam semua keadaaan ini, anak-anak dikorbankan, justru pada masa pembentukan, sehingga anak-anak rusak untuk permanen!

Puding atau agar-agar, kalau masih panas dapat dicetak menjadi bentuk apa saja. Tetapi kalau sudah dingin, tidak bisa berubah lagi bentuknya. Begitulah masa remaja ini, masa pembentukan. Kalau sudah rusak, biasanya sudah tidak dapat dibetulkan (kecuali oleh kuasa Allah, tetapi juga dengan banyak cacat!). Orang tua perlu memperhatikan dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya, itu tanggung jawabnya.   Untuk seorang anakpun sudah perlu “ibu full time” apalagi untuk dua orang anak, dan seterusnya. Jangan menukarkan pendidikan mental dan rohani anak dengan uang, kedudukan, dan lain-lain.

Jangan kuatir dengan nafkah. Percayalah pada Tuhan, pasti terpelihara.

Hubungan baik antara anak-orang tua harus:

-dijaga

-dipelihara

-dibuat/ diadakan

Jangan sampai hubungan ini rusak apa lagi putus. Adakanlah waktu untuk bertemu bersama, baik di dalam rumah, di luar rumah, dimana saja, cari kesempatan. Buatlah kebaktian keluarga yang relaks bersama-sama, ini sangat berfaedah membina hubungan baik dalam keluarga dan hasilnya sangat manis! Kalau kebaktian keluarga hidup, pasti ada hubungan baik. Memelihara hubu-ngan baik paling mudah dan nikmat kalau semua sama-sama bergairah di dalam Tuhan. Tetapi bagaimanapun juga kebaktian keluarga perlu diadakan paling sedikit satu kali setiap minggu. Hubungan baik adalah modal yang sa-ngat penting, indah dan nyaman. Gunakanlah setiap kesempatan untuk bersekutu bersama-sama dalam Firman Tuhan, doa, diskusi yang rileks, makanan kecil, dan lain-lain.

5. BROKEN HOME.

Kalau orang tua tidak kompak, tidak harmonis, tidak bahagia, maka di rumah tiada damai, selalu ribut, berkelahi,  penuh kebencian dan macam-macam perbuatan dosa yang pahit. Biasanya ini karena macam-macam dosa (karena undur dari Tuhan), misalnya perjudian, perzinahan, perceraian, mabuk dan lain-lain. Hasil broken home ialah cross girls dan cross boys.

Matius 7:17-18 Demikianlah setiap pohon  yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik  menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan  buah yang baik.

Pohon yang jelek, buahnya juga jelek, ini yang biasa. Jangan berharap buah yang baik dari pohon yang jelek (Mat 7:17-18). Kalau ada, itu perkecualian yang sangat sedikit.

Ada seorang yang menjadi pelayan Tuhan di Gereja. Ia seringkali marah, ngambek dan semaunya sendiri. Hal ini membuat banyak susah dalam pela-yanan. Kemudian ternyata anak-anaknya juga begitu. Suka melawan orang tua, bandel, ngambek, tidak mau taat, tidak mau menurut perintah, suka melawan dan berontak, memaksakan maunya sendiri, dan sebagainya.  Anaknya ini tersangkut kenakalan remaja tingkat II-III. Bukan hal yang aneh. Buahnya sama de-ngan pohonnya.

Sebab itu orang tua harus sungguh-sungguh bertobat dan hidup baru. Kalau bapanya tidak bertobat, bagaimana ia dapat mengajar anaknya supaya bertobat? Ia harus bersikap munafik. Sifat munafik itu di Gereja masih bisa berlangsung berbulan-bulan, tetapi di rumah tidak akan dapat bertahan lama. Paling-paling 2-3 hari saja! Sekalipun ia mendidik anaknya baik baik, dengan sehabis-habis akal dan kuatnya, hasilnya akan menjadi anak isi neraka dua kali ganda (Mat 23:15!) Bertobatlah sungguh-sungguh supaya jangan seluruh keluarga terbuang ke Neraka.

III. FAKTOR-FAKTOR LUAR:

6. PERGAULAN YANG JAHAT.

Ini pengaruhnya hebat sekali. Sekalipun semua sudah baik, oleh pergaulan yang jahat, semua menjadi rusak

1Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk (TL: jahat) merusakkan kebiasaan (TL: kelakuan) yang baik.

Semua pendidikan yang bertahun-tahun, jerih payah sang bapa dan sang  ibu, biaya dan sebagainya, disapu habis tanpa sisa oleh pergaulan yang jahat! Begitu dahsyat pengaruh pergaulan yang jahat. Semua pendidikan dan contoh hidup Ibrahim yng begitu indah bagi Lut ditelan habis oleh pergaulan sodom Gomora! Jangan main-main dengan pergaulan yang jahat, itu tiada obatnya. Rebut, tarik, sentak anak-anak kita sendiri dari pergaulan yang jahat

Yudas 23 Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan (TL: dengan berjaga-jaga) kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Jangan ragu-ragu, bertindaklah supaya anak itu tidak terlanjur terjerumus ke Neraka.

Amsal 25:4-5 Sisihkanlah (TL: cerai-kanlah) sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas, Sisihkanlah (TL: ceraikanlah) orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah tahtanya oleh kebenaran.

Sebab itu firman Tuhan sangat tegas mengingatkan! Karena itu orang tua harus sangat memperhatikan pergaulan anak-anaknya.  Terbaik kalau anak-anak dapat bersikap terbuka terhadap orang tua, sehingga si anak mau melaporkan semua yang dialaminya kepada orang tuanya. Tetapi kalau hubungan yang baik ini belum ada, si anak tertutup, tidak salah membuat penyelidikan dan memata-matai si anak, ini tanggung jawab orang tua, juga menyensor dengan bijaksana surat, tilpon, janjian dan lain-lain. Ini bukan merampas hak azasi, tetapi kewajiban!

APAKAH PERGAULAN ITU?

Pergaulan yang jahat itu bukan hanya dengan orang- orang, tetapi juga dengan bacaan, tontonan- tontonan video, T.V., “break-break-an” (radio amatir), dan lain-lain.

Banyak orang tidak sadar bahwa majalah dan buku-buku dunia yang najis (porno, sadis, jemawa, duniawi, occultisme dan sebagainya), itu juga pergaulan yang jahat. Sifat-sifat, keadaan, perbuatan orang-orang yang ditulis dan difoto dalam buku-buku tersebut seolah-olah bergaul dengan pembacanya, dan dengan demikian dosa-dosanya juga dapat menular kepada pembacanya.

Bahkan seringkali di dalam buku- buku, ceritanya dapat dibesar-besarkan, dibuat-buat, sehingga makin hebat merangsang, merayu dan mengajak berbuat dosa. Juga gambar-gambar di dalamnya dapat sangat fantastis menggoda untuk berbuat dosa. Pergaulan dengan buku jahat ini sama dengan pergaulan biasa, hanya di sini tersembunyi, tidak kelihatan oknum-oknumnya.

Selain itu juga tontonan-tontonan (video, film dan lain-lain), juga lewat “break-break-an” (radio amatir, C-B, Handy Talkie), semua itu termasuk pergaulan, yang harus diperhatikan juga oleh orangtua. Pergaulan dengan orang-orang Kristen yang tidak bertobat itu juga menyesatkan. Banyak orangtua tertipu, dikira anaknya sudah bergaul de-ngan “anak Gereja”, ternyata justru “anak Gereja” ini yang membawa anaknya dalam kebejatan, sebab sekalipun “anak-anak Gereja”, anak-anak ini tidak bertobat sama sekali! Dikira Kristen, ternyata kaki tangan setan!, tahu-tahu sudah makan korban! Dengan saudara-saudara seimanpun yang tidak bertobat, Tuhan melarang kita bergaul dengan mereka, anggaplah mereka seperti orang kafir, Injili dan layani, tetapi jangan bergaul.

1Korintus 5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara (seiman), adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

7. Tidak puas di dalam Tuhan.

Orang yang sudah puas di dalam Tuhan, tidak mudah tertipu kesukaan dosa yang sementara dan ia dapat membuang semua kesukaan duniawi yang lezat-lezat itu.

Amsal 27:7 Orang  yang kenyang meng-injak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

Peliharalah sungai air hidup dalam diri kita masing-masing dan dalam keluarga dan Gereja kita.

Orangtua perlu memperhatikan supa-ya anak-anaknya mengalami kepuasan di dalam Tuhan. bantulah seberapa dapat, dorong untuk mengikuti semua aktivitas-aktivitas Gereja bersama-sama istimewa acara pemuda/ remaja. Dukunglah Gereja supaya limpah dengan acara-acara kaum muda yang penuh dengan kuasa RohKudus dan Firman Allah.

Mengapa remaja tidak puas di dalam Tuhan?

A. Tidak   mendapat  contoh  yang baik dari orangtua.

Orangtua sendiri menghisab kesukaan dari perkara- perkara dosa dan duniawi, itu menggoda anak-anaknya juga, dan anak-anak akan menirunya!

B. Belum lahir baru,  sungai air hidup itu tidak ada di dalam  hatinya, tidak ada kesukaan surgawi memancar dalam hidupnya.

C. Tidak mendapat Firman Tuhan de-ngan cukup. Akibatnya tidak mengerti bahwa kita dapat lepas dari dosa sehingga dapat hidup suci dalam hidup sehari-hari karena kesucian itulah yang indah.

Kata kunci kesukaan Surga ialah: “Suci“! (Wah 4:8). Hidup dalam kesucian itu hidup di hadapan hadirat Tuhan dan itu sungguh-sungguh memuaskan, penuh sukacita.

Mazmur 16:11. Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah di hadapan hadiratMu dan kesedapan pada kananMu selama-lamanya (TL).

Bahkan kesucian itulah kesukaan dan puncak keelokan/ keindahan. Orang-orang yang hidup suci akan melihat dan mengalami hidup di dalam Kristus itu amat indah dan penuh kesukaan.

Mazmur 48:2-3. Bahwa besarlah Tuhan dan patutlah ia dipuji- puji. Bahwa di dalam negeri Allah kami adalah bukit kesucianNya. Adapun bukit Sion ( = kesucian) itu elok kedudukannya, suatu kesukaan bagi segenap bumi; pada pihak utaranya adalah negeri Raja yang mahabesar (TL).

Mazmur 50:2. Maka dari dalam Sion, yaitu kesempurnaan keelokan, bersinarlah Allah dengan kemuliaanNya (TL).

D. Tidak  memelihara sungai air hidup di dalam hatinya (Yoh 7:38/ 4:14; Ams 4:23).

Cara memelihara: tinggal tetap dalam kesucian, dalam jalan-sempit, tekun belajar Firman Tuhan dan mentaatiNya, tekun berdoa, beribadat dan pelayanan (Kis 2:42).

E. Tertipu oleh setan (lebih-lebih oleh pergaulan  termasuk pergaulan yang tersembunyi seperti bacaan, tontonan dan lain-lain) sehingga bercintakan dunia  dan bosan akan kesukaan Tuhan.

Lukas 5:39. Maka tiada seorangpun yang minum air anggur yang lama (kesukaan duniawi Amsal 14:12-13, kesukaan dosa yang sementara Ibrani 11:25), ingin akan air anggur yang baharu (kesukaan di dalam Tuhan Kisah 2:13), karena katanya: “Yang lama itulah sedap rasanya” (TL).

Sebetulnya kesukaan Tuhan itu murni, indah dan kekal (Yoh 14:27), tetapi karena tertipu oleh setan maka ia tergila-gila pada kesukaan daging dan dunia ini, ia tidak lagi dpat menikmati kesukaan Tuhan yang suci, indah, dan abadi. Perhatikanlah anak-anak remaja kita, apakah mereka sudah puas di dalam Tuhan? Doakan dan mintalah pertolongan dan pimpinan Tuhan untuk membantu anak-anak ini selalu limpah di dalam kesucian dan kesukaan Tuhan, maka kenakalan itu akan bantut di dalamnya, mereka akan menjadi anak yang baik dan orang beriman yang berbuah- buah.

MENOLONG KENAKALAN REMAJA:

SUKARKAH REMAJA YANG NAKAL TERLEPAS?

Itu tergantung dari:

1. Sampai tingkat berapa kenakalannya.

2. Adakah pelayanan yang diberikan kepadanya penuh kuasa dan karunia-karunia Roh?

3. Adanya dukungan doa yang kuat.

4. Adakah pengertian Firman Tuhan yang cukup bagi orangtua, anak dan pelayan-pelayan Tuhan itu?

5. Tergantung dari remaja itu sendiri.

6. Dan lain-lain

Betapapun sukarnya, baik orangtua, atau pelayan Tuhan, janganlah putus asa!

Kita mempunyai Allah yang Maha besar, maha kuasa dan maha baik, ja-ngan undur, maju terus, perangi setan yang mengikat anak-anak remaja tersebut. Gunakan kuasa Allah yang sangat besar itu. Jangan takut. Pakailah semua/ selengkap senjata Allah dengan baik-baik. Ingat juga janji khusus dari Tuhan untuk seisi rumah tangga kita.

Kisah  16:31. Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu“.

Tekun berdoa, minta kemurahan Tuhan supaya ayat ini boleh menjadi kenyataan dalam rumah tangga kita masing-masing.

APAKAH KELEPASAN ITU SEGERA ATAU  PERLAHAN-LAHAN?

Kalau anak itu sadar dan mau bertobat, segera lepaskan seketika itu juga. Jangan berlambat- lambatan, pasti dapat oleh kuasa Allah. Pertumbuhan sifat-sifat baru yang lengkap memang tidak segera, tetapi kelepasan itu harus dikerjakan seketika.

Yang sangat penting diperhatikan sesudah kelepasan ini ialah follow up-nya (tindak lanjutnya). Orang tua harus betul-betul berdoa dan memberi perhatian penuh pada si anak, sampai ia tumbuh menjadi dewasa di dalam iman.  Kalau ada seorang beriman lain yang terbeban dan mengikuti perkembangan anak ini, itu lebih baik lagi.  Tanpa follow up kemungkinan untuk berbalik lebih besar, sehingga menjadi lebih rusak seperti Mat 12:43-44. Jangan  lupa memutuskan dengan tegas dari segala pergaulan lama, usahakan dan doakan supaya si anak sendiri yang mau memutuskannya. Jangan lupa membawanya pada kepuasan di dalam Tuhan dan pertumbuhan di dalam Firman Tuhan dan ibadat yang limpah.

CARA-CARA MENOLONG

1. PERHATIKAN SEMUA PENYEBAB-PENYEBAB DI ATAS DAN PERBAIKILAH.

Bahkan ini perlu untuk pencegahan supaya jangan sampai timbul kenakalan remaja dalam rumahtangga kita. Pencegahan adalah yang terbaik.

2.  PERCAYALAH AKAN ALLAH.

Markus 11:22. Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah”.

Tidak ada barang mustahil bagi orang yang pecaya.

Markus 9:23 Jawab Yesus. Katamu: jika engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Apalagi anggota keluarga, ada janji khusus  dari Tuhan untuk keselamatannya. (Kis 16:31).

Jangan bersungut-sungut kalau menghadapi kesukaran-kesukaran dan hal-hal yang tidak enak. Bersyukurlah selalu dan milikilah kata-kata iman. Ada beberapa orangtua yang tidak mempunyai iman sehingga mulutnya penuh kata-kata putus asa. Kadang-kadang mereka berkata: “lebih baik kamu mati”, atau “Sudah rusak, tidak mungkin dapat diperbaiki”. “Percuma ditolong!” Jangan putus asa. Percayalah akan Allah. Miliki kata-kata iman, itu justru akan menguatkan anak itu juga. Kata-kata putus asa itu juga membuat anak itu tambah rusak dan putus asa. Kita harus menguatkan anak itu lebih-lebih kalau ia mulai sadar. “Engkau pasti bisa berubah, Tuhan Yesus sanggup mengubahkan engkau!” Lebih-lebih kalau ada contoh-contoh yang baik, sebutkan nama anak-anak nakal yang sudah bertobat. Ingat Saul yang menjadi Paulus, Musa  si pembunuh menjadi orang yang paling lemah lembut dan seterusnya.

Lagi sekali: Percayalah akan Allah. Ia baik, Ia maha kuasa, Ia tidak ingin seorangpun binasa (2Pet 3:9; Yehez 33:11). Ia mencintai orang berdosa supaya bertobat. Bekerja samalah de-ngan Allah, pasti Allah sanggup menolong. Jangan putus asa.

3. MILIKILAH PEDANG ROH.

yaitu ayat yang tepat untuk keadaan si anak.

Efesus 6:17 Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah (ayat yang tepat untuk persoalan tersebut).

Anak-anak disucikan di dalam orang tua yang beriman, sebab itu meskipun anak-anak itu belum bertobat, taburlah terus ayat-ayat Firman Tuhan, yang tepat untuk setiap keadaan dan persoalan, itu tidak sia-sia. Dengan pedang yang tajam kita lawan si setan, bongkar tipu dayanya, tunjukan rencana Allah yang baik, misalnya: Luk 15:20  Yehez 33:11. Teruslah menabur kebenaran Firman Tuhan di dalam anak-anak kita/ anak-anak orang beriman ini.

Memang menabur firman itu terbaik  sejak kecil, tetapi kalau toh sudah terlambat jangan  berhenti berusaha tetap menabur terus, Firman Tuhan tidak akan sia-sia ditaburkan (Yes 55:11).

4. BERJALAN DI DALAM ROH

Jangan melayani dengan kekuatan sendiri. Bersandarlah pada Tuhan dan lebih indah lagi, berjalan dalam Roh, hasilnya akan indah, sebab bukan kita, tetapi Kristus yang bekerja, kita hanya alat-alatNya saja.

Di dalam berjalan dalam Roh termasuk:

a. Bertekun terus dalam doa

Istimewa doa syafaat untuk anak itu. Ingat doa Musa untuk orang Israel (Kel 17:11). Kemenangan itu dapat kita rebut di dalam doa yang tekun dan sungguh-sungguh.

b. Pakailah karunia-karunia Roh

Mintalah supaya Roh Kudus bekerja di dalam kita dengan karunia-karuniaNya. Karunia Roh Kudus ini sangat efektif dalam menangani anak-anak nakal ini, misalnya dengan hikmat atau marifat dari Roh Kudus, kita dapat langsung mencapai hati si anak. Seringkali kita mengalami kalau kita bicara pada anak-anak nakal itu dan di dalam pengurapan Roh Kudus, dengan hikmat dan marifatnya, tahu-tahu si anak itu menangis atau  menyerah total, sebab kata-kata yang kita ucapkan itu langsung mengenai rahasia hatinya! Jangan bersandar pada pengalaman dan akal kita, sekalipun kita sudah berpengalaman, tetapi mintalah pekerjaan Roh Kudus lewat karunia- karuniaNya ini.

c. Perangi setan dengan kuasa Allah

Kita bukan bergumul dengan anak yang nakal itu, tetapi dengan kuasa-kuasa roh jahat yang membutakan mata hati atau pkiran anak itu. Kita harus mengerti hal ini supaya janga kita benci, marah atau bergumul dengan anak itu  tetapi bergumul dengan setan.

Epesus 6:12 Karena perjuangan (TL: pergumulan). Kita bukanlah melawan darah dan daging (TL: manusia), tetapi melawan pemerintah-pemerintah, mela-wan penguasa-penguasa, melawan peng hulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

2Korintus 4:4 Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah (setan) zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Kalau kita mengerti bahwa kita bergumul dengan setan, maka kita harus banyak tergantung dari Tuhan dan kuasaNya. Limpah berdoa dan selalu berjalan dalam Roh itu kunci penting dalam peperangan dengan setan! (1Kor 2:4). Kalau perlu usirlah roh-roh jahat dari anak itu dengan kuasa dan dengan yakin. Tidak perlu di hadapan anak itu, bisa dari kamar kita sendiri supaya ja-ngan anak yang tidak mengerti ini bingung (lebih-lebih kalau kurang penjelasan, seolah-olah ia ini gila, dipenuhi  dengan banyak setan!)

Pelayanan di dalam Roh ini sangat kuat dan efektip. Kita harus bekerja sama dengan Tuhan. Dengar dan taati pimpinan Allah. Istimewa dalam peristiwa-peristiwa yang Tuhan izinkan terjadi. Kadang-kadang anak itu mengalami peristiwa/ persoalan. Tanyakanlah pada Tuhan mengapa ia mengalami hal-hal tersebut (1Taw 16:11). Mungkin Allah sedang berurusan dengan dia. Minta pimpinan Roh kudus, jangan bertindak sendiri, jangan mendahului Tuhan. Harus selalu bekerja sama dengan Tuhan. Mungkin dengan peristiwa-peristiwa itu Tuhan mengubahkan hatinya. Banyak berdoa dan taatilah pimpinan Roh Kudus.

5. LAYANILAH DENGAN CINTA.

Kidung 8:6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada le-nganmu, karena cinta (itu) kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan!

Sekalipun anak ini sudah terlalu jahat, jangan jengkel atau putus asa. Ia dibutakan setan sehingga tertipu. Beri nasehat dengan sabar dan cinta. Kalau perlu boleh dipukul atau diberi sangsi tertentu (tetapi jangan dengan emosi, tetapi tetap di dalam Roh. Anak besar jangan lagi dipukul!). Seringkali kita perlu menyatakan kasih itu dalam setiap kesempatan yang ada, dan jangan canggung untuk mengatakan dan menjelaskannya dengan kuasa Roh bahwa kita mengasihi anak ini. Seringkali sesudah itu anak tersebut sadar dan berubah.

6. BERILAH CONTOH YANG BENAR.

Kalau orangtua sudah lahir baru, sebetulnya tidak sukar menolong anak- anaknya sendiri. Biasanya kelemahan dan kekurangan si anak mirip dengan orang tuanya. Kalau orangtua sudah menang, merdeka, lepas, dari segala kelemahan-kelemahan itu  atau tabiat yang lama itu, maka berikan saja resepnya pada si anak, resep Firman Tuhan pasti anak itu juga berhasil kalau mau. Orang tua seolah-olah hanya menunjukkan jalan yang sudah pernah dilewati kepada anaknya. Tetapi kalau orangtua pura-pura, banyak gagal, dia sendiri hidup dalam dosa, bagaimana dapat menolong anaknya? Bertobatlah sungguh-sungguh. Itu menolong dan menjadi berkat bagi seluruh keluarga.

7.  MINTALAH BANTUAN SAUDARA-SAUDARA SEIMAN DAN GEREJA.

Mintalah bantuan saudara- saudara seiman di Gereja di mana saudara menjadi anggota.

Galatia 6:2 Bertolong-tolongan menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.

Biasanya Gereja memberi:

1. Banyak nasehat Firman Tuhan tentang setiap pokok termasuk segala kebutuhan kaum remaja.

2. Bantuan doa. Ini sangat besar faedahnya! Ingat doa Musa (Kel 17:11).    Doa Daniel untuk bangsanya dan sebagainya.

3. Pelayanan pribadi untuk melayani anak-anak nakal ini, dan lain-lain, dan counseling baik untuk orang tua, juga untuk anak-anak dan orang-orang lain yang berhubungan dengan ini.

Juga pertolongan dari saudara-saudara seiman lainnya itu dapat menolong. Kita perlu saling tolong menolong. Kadang-kadang nasehat dari orang tua yang lain (bukan orang tua sendiri),  itu seringkali dapat mendatangkan faedah yang besar, sebab si anak mendapat cara-cara penanganan yang lain dan penasehat ini tidak terlalu emosionil seperti orang tuanya sendiri, yang mungkin juga sudah lelah jiwanya menghadapi kenakalan anaknya ini (Tetapi setiap orang tua tetap harus menasehati anak-anaknya sendiri, itu tidak sia-sia).

Kalau anak itu sadar dan mau bertindak, pasti ia akan bebas dan RohKudus akan memimpinnya  menjadi seorang yang berarti dalam tangan Tuhan, dengan rencana-rencana Allah yang mulia.

Ingat, masa remaja ini persimpangan jalan untuk rusak atau berbuah-buah, ke Surga atau ke Neraka.

Jangan putus asa, perang terus dengan setan sampai menang.

Nyanyian:

O, Tuhan pimpinlah langkahku.