Allah yang Esa (TRINITAS)

I. PENDAHULUAN


PENGERTIAN YANG BETUL

Pengertian yang betul tentang Allah yang Esa itu sangat penting bagi orang beriman. Ini erat hubungannya dengan hidup yang kekal/ keselamatan!

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.

Ini adalah dasar untuk mengerti lebih lanjut tentang rahasia Allah yang dalam-dalam

(1Kor 2:10), yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan lebih lanjut dari iman kita. Juga dengan pengertian trinitas yang betul kita dapat lebih mudah mengerti pekerjaan ketiga oknum Allah di dalam hidup kita dan Gereja Tuhan, sehingga kita dapat bekerja sama (1Kor 3:9) dengan lebih tepat dan lebih manis dengan Roh Kudus. Ini pasti memperlancar pertumbuhan rohani kita, apalagi untuk bertumbuh menjadi seperti Kristus (Ef 4:13,5:27).

Tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang 3 oknum Allah itu merugikan kerja sama kita dengan Allah. Bahkan juga seringkali menimbulkan macam-macam tafsiran yang aneh yang mengarah pada hal-hal yang sesat Mark 12:24. Lebih-lebih kalau disertai kesombongan dan kekerasan hati dalam dosa, sulit dibetulkan lagi.

Sebab itu di dalam penyelidikan ini perlu rendah hati dan bersandar pada pertolongan Roh Kudus saja (1Kor 2:10) kita memohonkan kepada Tuhan (Ams 20:12 Mat 13:11) pengertian-pengertian yang tepat tentang rahasia ke 3 oknum Allah ini.

II. ALLAH  YANG ESA

Alkitab selalu mengatakan bahwa Allah kita itu satu, esa. Tidak pernah Alkitab mengatakan bahwa Allah kita 3, tidak pernah.

Markus 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepadaNya, “Ya Guru, amat besarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain melainkan Allah”. (TL)

Yakobus 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja?Itu baik! Tetapi setan- setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Sebab itu kita juga mengatakan Allah itu Esa, satu, sesuai dengan Alkitab (1Pet 4:11).

Mengapa demikian?

Apakah tidak ada lebih dari 1 oknum Allah? Ada!

Apakah Allah berdusta? Sama sekali tidak!

Orang yang tidak mengerti, menganggap ini salah atau aneh. Tetapi sesungguhnya Firman Tuhan itulah kebenaran (Yoh 17:17). Allah itu Esa, satu. Ini benar, bahkan mengandung banyak rahasia tentang Allah yang heran itu.

Memang akal manusia tidak dapat mencapai pikiran Allah yang maha tinggi (Yes 55:8-9). Sebab itu manusia yang hanya bersandar pada akalnya, seringkali tidak mengerti rahasia Allah, atau meragu-ragukannya, bahkan kadang-kadang manusia yang hina ini di dalam kebodohannya berani menyalahkan Allah.

Pada waktu Roh Kudus mencelikkan mata kita, barulah kita mengerti bahwa Allah itu benar dan di dalam hal-hal yang sukar dimengerti ini, tersembunyi rahasia yang indah-indah dan besar bagi kita anak-anakNya.

ESA

Kata Esa dalam Alkitab, ini

-dapat berarti 1, tetapi juga

-dapat berarti 3.

Jadi Esa ini dapat berarti 1 tunggal, tetapi dapat juga berarti 1 majemuk, yaitu satu yang terdiri dari 3 oknum.

ESA=1 (tunggal) — ITULAH ALLAH BAPA

1Korintus 8:4,6 …. kita tahu “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang Esa“.

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripadaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup,

dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Efesus 4:6 Satu Allah dan satu Bapa kepada sekalian, Ia itu di atas sekalian, dan oleh (through KJV) sekalian dan di dalam sekalian.

1Timotius 2:5 Karena Allah itu hanya satu, dan pengantarapun satu di antara Allah dan manusia, maka Iapun manusia juga, yaitu Kristus Yesus.

Jadi biasanya kalau dikatakan Allah itu esa, atau 1, itulah Allah Bapa.

ESA = 1 (majemuk)

= 3 — ITULAH ALAH BAPA,  ALLAH ANAK DAN ALLAH ROH.

1 Yohanes 5:7 Karena tiga yang menjadi saksi di Surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohulkudus, maka ketigaNya itu menjadi Satu;

Yohanes 10:30 Aku dan Bapa itu Satu adanya.

Jadi ada 3 oknum Allah di dalam Allah yang Esa itu. Ini sudah ada sebelum dunia ini dijadikan, bahkan dari kekal sampai kekal (Yes 9:5).

Kejadian 1:26a Maka Firman Allah: Baiklah kita menjadikan manusia atas peta dan teladan kita,……

Yohanes 17:5 Dan sekarang, ya Bapa, permuliakanlah Aku di hadiratMu sendiri dengan

kemuliaan yang sudah ada padaKu dihadiratMu sebelum ada dunia ini.

III. BAGAIMANA DAPAT   MENGERTI PERSATUAN

ILAHI?

A. MUSTAHIL BAGI MANUSIA

Langit itu suatu rahasia yang sampai hari ini belum dapat dipecahkan, dan tiada seorangpun dapat mengukur tinggi langit dari bumi. Begitulah bedanya pikiran Allah dan pikiran manusia, sangat jauh. Pikiran manusia tidak dapat menjangkau pikiran Allah.

Yesaya 55:8-9 Karena kepikiranKu itu bukan kepikiranmu, dan jalanmu itu bukan jalanKu, demikianlah Firman Tuhan.

Melainkan seperti tinggi langit dari pada bumi, demikianpun tinggi jalanKu dari pada jalanmu dan kepikiranKu dari pada kepikiranmu.

Sebab itu dengan logikanya (pikiran sehatnya) manusia tidak dapat mengerti tentang rahasia 3 oknum Allah ini. Sehingga kita melihat perbedaan yang jelas ini:

Roma 11:34A Karena siapakah yang mengetahui maksud (KJV: pikiran) Tuhan?

Tetapi Allah membukakan rahasia yang besar ini kepada anak-anakNya (Mat 13:11), yaitu dengan memberikan pikiran Allah ini, pikiran Kristus ke dalam pikiran kita supaya kita beroleh hidup yang kekal Yoh 17:3.

1Kor 2:16b Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Sebab itu orang yang ingin mengerti rahasia Allah, harus mengalami perubahan lebih dahulu.

Efesus 4:23 Supaya roh pikiranmu dibaharui di dalam kamu,

Roma 12:2 Dan kamu janganlah kamu menurut teladan orang dunia ini, melainkan ubahkanlah rupamu dengan pembaharuan hatimu (= pikiranmu, KJV)…

Ini terjadi pada waktu lahir baru, hidup kita, termasuk pikiran kita dijadikan baru (2Kor 5:17). Dengan pikiran yang baru di dalam orang yang baru ini kita dapat berpikir dengan cara yang rohani.

Dan Roh Kuduslah yang membukakan rahasia tentang Allah itu ke dalam pikiran yang baru ini, barulah dengan demikian kita dapat mengerti banyak rahasia Allah.

1Korintus 2:10 Tetapi kepada kita Allah sudah menyatakan itu dengan RohNya, karena Roh itulah menyelidik segala sesuatu, walaupun perkara Allah yang dalam-dalam (TL).

Sebab itu tidaklah heran kalau banyak orang dunia dan orang Kristen duniawi tidak dapat mengerti rahasia Allah trinitas ini, lalu memutar balikkannya, dicocokkan dengan logikanya sendiri, sehingga timbul definisi dan ajaran-ajaran yang manusiawi, yang tentunya tidak cocok dengan kebenaran yang sesungguhnya (kebenaran Firman Tuhan).

Ini mengacaukan banyak pikiran orang-orang beriman sehingga mereka tidak dapat masuk lebih dalam di dalam kebenaran-kebenaran Firman Tuhan, istimewa tentang rahasia-rahasia Allah ini mengganggu pertumbuhan rohaninya.

B. CARA ROHANI

Kita harus memakai pikiran Kristus, supaya dapat berpikir dengan cara rohani sehingga kita dapat mengerti rahasia tentang Allah ini.

1Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani (TB).

Bagaimana cara rohani itu?

Cara rohani itu ialah menjadi orang rohani!

1Korintus 2:15 Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidiki oleh seorang juapun.

C. ORANG ROHANI.

Bagaimana orang yang rohani itu?

itulah orang yang hidup dalam kesucian ilahi dan kasih Kristus, maka orang seperti ini akan dapat melihat dan mengerti rahasia-rahasia Allah yang dalam dengan betul.

1. Suci hatinya – melihat dan mengerti tentang Allah.

Matius 5:8 Berbahagialah segala orang yang suci hatinya, karena mereka itu akan memandang Allah (dapat mengerti tentang Allah).

Mazmur 17:15 Tetapi aku akan memandang hadiratMu (dapat melihat Allah, ini berarti dapat mengerti keadaan Allah yang heran itu) dengan kebenaran (kesucian), dan apabila aku bangun kelak, aku akan dikenyangkan (puas sebab mengerti dengan jelas tentang keadaan/ rahasia Allah) dengan petaMu.

2. Punya kasih ilahi — mengenal Allah.

1Yohanes 4:8 Maka orang yang tiada menaruh kasih, itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya (kasih di sini ialah kasih ilahi, yang dapat mengasihi tanpa syarat dan tidak pernah berubah menjadi dosa/ benci).

Orang beriman yang hidup dalam kesucian dan penuh dengan kasih ilahi itu akan mulai dapat mengerti rahasia tentang Allah, antara lain persatuan Allah yagn sempurna ini, 3 yang Esa.

IV. PERSATUAN ILAHI DAN MANUSIAWI.

Persatuan ilahi itu lain daripada persatuan manusiawi. Manusia sulit dipersatukan, apalagi kalau kita menghendaki persatuan yang sempurna di antara orang-orang berdosa, tidak mungkin.

Misalnya beberapa orang disuruh menjadi satu terus menerus dalam segala perkara, menyatu dengan harmonis, tanpa salah paham dan cekcok, tanpa perpecahan, untuk jangka panjang, itu tidak pernah terpikirkan oleh manusia, sebab tidak mungkin. Mengapa?

Oleh sebab dosa. Dosa itu selalu memisahkan dan mencerai-beraikan. Hidup nikah yang manispun dapat terpecah sampai bercerai oleh karena dosa!

Segala dosa, egois, sombong, iri, mudah tersinggung, salah paham, benci dsb. Sebab itu orang- orang berdosa sulit membuat persatuan yang betul-betul menyatu, tetap bersatu dalam segala perkara dengan manis untuk seterusnya, untuk 1 juta tahun, apalagi untuk kekal.

Tetapi ke tiga oknum Allah ini lain. Mereka dapat menyatu begitu sempurna sehingga nampaknya seperti 1 oknum. Mengapa? Sebab tidak ada dosa diantaraNya! Allah itu maha suci dan kasih adanya, sebab itu mereka dapat begitu kompak, lekat dan menyatu dalam segala perkara dan setiap saat untuk selamanya.

MUNGKINKAH MANUSIA DIPERSATUKAN dengan  benar dan tulus?

Masih mungkin, yaitu

kalau manusia itu dilepaskan dari dosa sehingga menjadi  suci (tidak lagi ada dosa) dan diisi dengan kasih Kristus,  maka baru penyatuan ini mulai dimungkinkan. Selama tidak  ada dosa dan ada kasih Kristus, orang-orang ini dapat  menjadi satu dengan begitu harmonis, bahkan menyatu  seperti Allah. Memang hal semacam inilah yang diharapkan  oleh Tuhan.

Yohanes 17:22b Supaya mereka itu juga menjadi satu, seperti kita ini menjadi satu adanya.

Ini nampak dalam:

1. Hidup nikah suami istri yang disucikan (tidak lagi ada dosa, lebih-lebih dosa perzinahan) dan penuh dengan kasih, maka keduanya akan dapat mengerti dan mengalami menjadi satu seperti ketiga oknum Allah (Mat 19:6).

2. Persekutuan orang-orang suci dalam tubuh Kristus.

Selama tidak ada dosa dan ada kasih ilahi yang mengikat  mereka, maka orang-orang suci ini akan dapat mengerti  dan mengalami persatuan yang sungguh seperti di  antara ketiga oknum Allah, mereka menyatu dengan  begitu indah (1Kor 12:12).

1. Hidup nikah yang disucikan ( 2 = 1 )

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua,  melainkan satu. Karena itu, apa yang telah  dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia  (lihat juga: Kej 2:24 Ef 5:23).

Suami istri itu 1 di hadapan Tuhan dan begitu juga yang dialami oleh orang-orang beriman (suami istri) yang hidup dalam kesucian dan kasih.

Orang dunia biasa, juga orang-orang Kristen yang tidak hidup dalam kesucian, tidak dapat merasakan hal ini. Biasanya suami atau istri yang pikirannya tidak suci, kasihnya bocor, habis, sehingga merasa istri (suaminya) sebagai orang lain, tetapi karena sudah “terlanjur” kawin, maka mereka tetap bersama-sama seolah-olah satu, tetapi sebetulnya mereka tetap 2, 2 orang yang berlainan. Tetapi kalau suami istri ini betul- betul dilepaskan dari dosa (seharusnya setiap orang Kristen demikian), pikirannya juga disucikan, tempat tidurnya juga suci (Ibr 13:4, tidak ada zinah dalam pikiran dan perbuatannya) maka kasihnya akan istri (atau suaminya) itu tetap berapi-api (bahkan bertambah-tambah) sehingga mereka dapat merasakan pasangannya itu bukan sebagai orang lain, tetapi betul-betul seperti tubuhnya sendiri. Mereka sangat mencintai satu sama lain, selalu sehati, seia sekata, sehidup semati, betul- betul menyatu, 1+1=1. (Ingat, hanya di dalam Yesus orang dapat lepas dari dosa sehingga dapat hidup suci sampai dalam pikiran dan angan-angannya).

Mereka betul-betul merasa sebagai 1 tubuh, bukan lagi orang lain. Apa yang dimiliki suami juga si istri merasa memiliki; apa yang dirasa istri, juga si suami merasakan; mereka betul-betul menyatu sebagai kepala dan tubuh; mereka dapat betul-betul menyatu, sebab saling mencintai dalam kesucian yang sungguh.

Hanya orang-orang semacam inilah yang dapat merasakan apa yang dijanjikan Tuhan tentang menyatu, bagaimana dua dapat menjadi satu.

Kalau suami istri sudah merasa sebagai orang lain (1+1=2), akan timbul keinginan menjauh dan ini dosa (1Kor 7:27). Ini berbahaya, ini permulaan daripada perceraian. Mereka bukannya lagi 1 tubuh, tetapi dua orang yang berlainan!

Pengertian dan pengalaman 2=1 baru dialami orang-orang beriman kalau mereka benar-benar hidup dalam kesucian dan penuh dengan kasih satu sama lain. Tidak mudah mengerti hal ini, hanyalah kalau kita hidup dalam kesucian dan Roh Kudus menyatakan hal ini di dalam pikiran kita.

2. Tubuh Kristus yang suci dan diikat dengan kasih.

Tidak semua orang Kristen dapat merasakan persatuan yang manis dalam tubuh Kristus (atau Gereja). Dosalah yang membuat persekutuan orang-orang beriman menjadi pahit. Segala macam dosa, misalnya: iri, benci, kebencian rasial, fitnah, egois, sombong, kikir, cabul, zinah, tamak dan sebagainya. Tetapi kalau orang-orang beriman ini sungguh-sungguh hidup dalam kesucian dan diikat dengan kasih Kristus, maka akan mulai terasa persatuan yang manis di dalam Kristus.

Kalau anggota-anggota tubuh Kristus lebih meningkat dalam kesucian dan kasih Kristus, persatuan ini akan terasa lebih erat, lebih menyatu, lebih manis dan harmonis.

Tetapi karena orang-orang beriman belum sempurna, masih mungkin ada yang bersalah. Namun kalau ada kasih, maka di dalam kasih ada pengampunan yang limpah. Sebab itu sekalipun orang-orang beriman belum sempurna, (kadang-kadang masih ada dosa diantaranya), tetapi karena ada kasih Kristus, kita tetap dapat menyatu di dalam kasih dan kesucian Kristus.

1Yohanes 1:7 Tetapi jikalau kita berjalan di dalam terang (dalam kesucian), sebagaimana Ia juga ada di dalam terang, maka bersekutulah kita seorang dengan seorang (menyatu: 1+1+1+1+…=1), dan darah Yesus, anakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (karena kasih Kristus yang limpah).

Dengan cara demikianlah tubuh Kistus yang terdiri dari banyak orang itu menyatu menjadi satu tubuh.

1Korintus 12:12 Karena sebagimana tubuh itu satu dan anggotanya banyak, dan segala anggota tubuh itu, meskipun banyak, menjadi satu tubuh, demikianlah juga Kristus.

1Korintus 12:20 Sungguhpun anggota itu banyak, tetapi tubuh satu sahaja.

1+1+1+1+1+1+1+…=1 tubuh Kristus

1+1+1=1 Allah.

Dengan kesucian dan kasih Kristus, maka anak-anak Allah menjadi satu, baik kaya miskin, tua muda, pintar bodoh, segala bangsa menyatu di dalam Kristus. Selama kita tinggal dalam kesucian dan diikat dengan kasih Kristus yang limpah, kita dapat bertindak bersama seolah-olah seperti 1 oknum saja.

Begitu juga persatuan yang didalam Allah.

Jadi, hanya orang-orang yang hidup dalam kesucian dan kasih Kristus dapat merasakan dan dapat mengerti bagaimana:

- 2 orang yang diikat dengan kasih dalam pernikahan yang suci, dapat menyatu menjadi satu, sehingga 1+1=1.

- Banyak orang-orang yang sudah sungguh-sungguh mati lepas dari dosa, sehingga dapat hidup suci dan oleh kasih Kristus dapat diikat menjadi satu begitu tulus dan manis seperti satu oknum.

Orang-orang seperti ini yang akan dapat mengerti betapa manis dan sempurna persatuan di dalam ketiga oknum Allah, sehingga ketiganya menyatu menjadi satu.

Sebab di dalam orang-orang seperti inilah Roh Kudus dapat bekerja dengan leluasa untuk menyatakan rahasia dari bermacam-macam kebenaran tentang Allah di dalam pikirannya (1Kor 2:10), istimewa tentang penyatuan  3 oknum Allah ini.

V. BAGAIMANA 3 OKNUM ALLAH MENYATU (3=1) ?

Jadi ada 3 oknum Allah dan ketiganya adalah Allah.

Allah itu maha suci dan kasih adanya, inilah yang membuat Mereka begitu bersatu dengan sempurna sehingga menjadi Esa.

ALLAH ITU MAHA KUDUS.

Kesucian Allah mutlak, bukan suci dalam tingkatan-  tingkatan yang tertentu, tetapi maha suci. Ini berarti  tidak mungkin berbuat dosa (1Yoh 3:9) tidak ada dosa  sama sekali (1Yoh 1:5) dan tidak mungkin akan ada dosa  di dalamnya selama-lamanya (Ib 13:8), mutlak suci,  maha suci.

1Petrus 1:16 Sebab sudah tersurat: Hendaklah kamu  kudus, karena Aku kudus.

Jadi di dalam Allah tidak ada dosa macam apapun, misalnya benci, iri, dendam, sombong (tidak mau kalah), bersaing, pura-pura, rahasia, sembunyi-sembunyi, tidak senang hati (terpaksa), dan lain-lain. Dosa-dosa inilah yang menyebabkan salah paham, perbedaan pendapat, perkelahian, perpecahan & perceraian, Dosalah yang menyebabkan tidak ada persatuan yang betul.

Jadi di dalam Allah yang maha suci tidak ada dosa dan  tidak akan pernah ada dosa; Sebab itu semua  persekutuan, pekerjaan dan segala segi hidup di dalam  Allah terjadi di dalam terang, jujur, terbuka jelas sesuai  dengan hukum-hukum Allah, bebas mutlak dari dosa.

(Coba bayangkan sebuah perusahaan dengan pegawai    yang 100 % jujur dan semua mengerti baik-baik  bagaimana menjalankan tugasnya, maka perusahaan itu  tidak akan mengalami problem di dalam, tidak akan ada  mogok, boikot ataupun kemacetan dan tidak ada  perpecahan. Betapa senangnya bekerja di dalam perusahaan seperti ini, sebab ada persatuan yang kompak dan akrab. Tetapi sayang, tidak ada perusahaan semacam ini di dunia).

Tetapi persatuan yang suci dan sempurna itu ada di dalam Surga, diantara ketiga oknum Allah, sebab semuanya maha suci. Mereka begitu kompak, menyatu dengan sempurna, seolah-olah seperti satu pribadi, padahal ada tiga pribadi.

Ketiga oknum Allah ini selalu bertindak dengan sehati seperti satu oknum saja. Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Bapa, Anak dan Roh Kudus itu selalu sama, prinsip-prinsipnya sama, dengan maksud dan tujuan yang sama, tidak ada perbedaan, tidak ada perpecahan atau niat perpecahan, selalu kompak. Bapa menyatakan kehendakNya lewat anakNya (Ibr 1:2), Anak selalu berkata dan bertindak sesuai dengan kehendak Bapa (Yoh 5:19/ 8:26) dan

Roh Kudus selalu bertindak berdasarkan Firman Tuhan (Yoh 16:13,14).

Sangat indah. Mereka menyatu seperti 1 oknum

ALLAH ITU KASIH ADANYA

1Yohanes 4:8 Maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya.

Allah itu kasih adanya, sama sekali tidak ada sedikitpun kebencian diantara Mereka. Mereka saling mengasihi dan diikat erat dengan kasih yang sempurna. Sebab itu persekutuan atau persatuan Mereka sangat manis, sempurna, selalu cocok, sehati, sepikir, satu pendapat, satu maksud, satu tujuan, satu perasaan, selalu rindu bersatu, selalu ingin bersama-sama menjadi satu, tidak mau dipecah atau diceraikan dengan alasan apapun jua.

Roma 8:35 Siapakah yang dapat menceraikan kita dari pada kasih Kristus?

Kesukarankah atau sengsarakah, atau aniayakah, atau kelaparankah, atau keadaan bertelanjangkah, atau marabahayakah, atau pedangkah?

Ayat ini tentang manusia dengan Allah, begitu kuat ikatan kasih ini

Kidung Agung 8:6b. …karena kuat kasih itu seperti kuat maut,…. (TL)

Apalagi di antara Allah sendiri yang sempurna dalam kasih. Ada ikatan yang maha kuat, yang tidak mungkin putus, ketiganya terikat dengan begitu manis dan sempurna sehingga tidak dapat diceraikan lagi.

Kolose 3:14 Tetapi yang terutama dari pada sekaliannya itu kasih, yang menjadi pengikat kesempurnaan. (TL)

Kasih itu begitu kuat mengikat Mereka (apalagi kasih yang sempurna), sehingga betul-betul ketiganya menyatu begitu sempurna, sehingga menjadi satu, Esa.

1Yohanes 5:7 Karena tiga yang menjadi saksi di Surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohulkudus, maka ketigaNya itu menjadi satu (TL).

Itu sebabnya Alkitab tidak pernah mengatakan tiga Allah, tetapi selalu dikatakannya: satu Allah! Sebab ketiga oknum Allah ini selalu bertindak seolah-olah sebagai satu oknum, sebab mereka menyatu dengan sempurna, di dalam kesucian dan kasih yang heran itu.

Lagi sebuah contoh tentang Anak dan Bapa. Keduanya begitu kompak, begitu menyatu sehingga Tuhan Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa itu satu adanya.

Yohanes 10:30 Aku dan Bapa itu Satu adanya.

Bahkan Tuhan Yesus berkata bahwa siapa yang melihat Dia itu sudah melihat Bapa, sebab mereka begitu menyatu, sehingga tidak ada lagi perbedaan antara Anak dan Bapa.

Yohanes 14:9b Siapa yang sudah nampak Aku,ia suda nampak Bapa. Bagaimanakah katamu: “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?”

Begitulah keadaannya bagaimana ketiga oknum Allah itu dapat menyatu, menjadi Esa, sehingga tiada perbedaan diantara Mereka, tiada perpecahan atau niat perpecahan, semuanya sehati, semaksud dan 1 tujuan untuk selama-lamanya.

VI. TIGA OKNUM, TIGA PRIBADI AB = AA = AR

Karena ketiga oknum Allah ini menyatu begitu sempurna sehingga banyak orang keliru mengira bahwa Mereka itu hanya satu pribadi, tidak! Masing-masing oknum itu seorang pribadi sendiri. Jadi tiga oknum berarti ada tiga pribadi, bukan satu pribadi. Mereka menyatu begitu lekat satu sama lain, terikat dalam kesucian dan kasih yagn begitu kuat mengikat, sehingga tindakan mereka itu seperti satu pribadi, tetapi sesungguhnya mereka itu tetap merupakan tiga pribadi yang tidak sama, berlainan.

Kekeliruan ini (menganggap tiga oknum ini sebagai satu pribadi) menyebabkan timbul ilustrasi yang keliru tetapi sudah terlanjur terkenal dengan meluas. Ilustrasi yang salah itu mengumpamakan Allah seperti air (H2O) yang dapat menyatakan diri dalam tiga bentuk yang nampaknya sangat berbeda, dengan ciri- ciri yang berbeda tetapi sebetulnya tetap merupakan satu zat, “satu pribadi”.

Kalau Allah merupakan satu pribadi saja, maka pada waktu Tuhan Yesus mati di salib, pribadi Allah yang hanya satu itu mati dan lenyap. (Ini yang menimbulkan tafsiran yang keliru yang mengatakan bahwa pada waktu Tuhan Yesus mati di salib, Allah sudah mati (“God is dead”). Sebab itu ajaran yang sesat ini mengatakan bahwa Allah sudah mati sejak 2000 tahun yang lalu). Ini salah. Yang mati hanya manusia Yesus,  Anak itu menyerahkan rohNya kepada Bapa, tetapi Allah Bapa tetap berada di dalam tahtaNya. Roh Kudus tetap hidup dan tetap melakukan pekerjaanNya.

Lukas 23:46 Maka berserulah Yesus dengan suara besar, kataNya “Ya Bapa, ke dalam tanganMu Aku serahkan rohKu” Setelah dikatakanNya demikian, maka putuslah nyawaNya.

Allah bukannya seperti air, es, uap. Juga Allah bukan seperti roh, jiwa, tubuh manusia. Manusia itu dibuat di dalam peta Allah, tetapi bukan ini yang sama; roh jiwa, tubuh manusia itu tetap merupakan 1 oknum, bukan tiga oknum.

Trinitas merupakan persatuan 3 oknum dan 3 pribadi yang berbeda, bukan 1 pribadi.

3 PRIBADI

Ada satu Bapa, satu Anak, dan satu Roh. Tiga pribadi dengan tiga macam pekerjaan yang berbeda tetapi selalu bekeja bersama dengan satu maksud dan satu tujuan.

1Korintus 12:4-6 Adalah berbagai-bagai karunia, tetapi RohNya itu satu.

Dan ada berbagai-bagai jawatan, tetapi Tuhannya itu satu.

Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah itu juga yang mengerjakan segala hal itu di dalam sekalian orang.

Efesus 4:4-6 Satu tubuh dan satu Roh seperti yang kamu sudah dipangil di dalam satu pengharapan atas hal yang kamu sudah dipanggil itu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa kepada sekalian,Ia itu di atas sekalian, dan oleh (KJ: through) sekalian, dan di dalam sekalian.

KERJA SAMA

Ada banyak peristiwa yang mencatat dengan jelas pekerjaan dari ketiga oknum Allah bersama- sama, dalam kerja sama yang amat manis dan harmonis. Misalnya: Kej 1:26; 3:22;Yes 48:15-16;Mat 3:16-17;Yoh 14:16,26;15:26.

Allah Bapa masih tetap bekerja sampai sekarang.

Yohanes 5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapaku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

Begitu pula Tuhan Yesus, sudah bekerja sejak penciptaan alam dan kejatuhan manusia dan sampai sekarang masih terus melayani manusia, istimewa orang-orang beriman, dengan doa syafaat di sebelah kanan Allah Bapa.

Ibrani 7:25 Oleh sebab itulah Ia berkuasa juga menyelamatkan dengan sempurnanya segala orang yang menghampiri Allah oleh sebab Dia, sedangkan Ia hidup senantiasa memohonkan syafaat karena mereka itu (TL).

Di dalam Perjanjian Lama, yang turun ke dunia menampakkan diriNya dan melayani manusia secara langsung itulah Tuhan Yesus, bukan Allah Bapa. Misalnya yang berjalan dengan Henoch, bicara dengan Enos, Nuh, Abraham dll semua adalah Tuhan Yesus.

Mengapa demikian? Sebab Allah Bapa tidak pernah dilihat oleh seorang juapun.

Yohanes 1:18 Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun; tetapi Anak yang tunggal, yang di atas pangku Bapa, Ialah yang sudah menyatakan Dia.

Roh Kudus juga sudah bekerja di dalam Perjanjian Lama, meskipun Ia belum dapat bekerja dengan bebas, sebab dosa manusia belum ditebus, darah Yesus belum dicurahkan. Roh Kudus berulang-ulang hinggap/ turun ke atas sesorang lalu segera pergi kembali sesudah selesai membantu menyelesaikan 1 pekerjaan.

Roh Kudus juga terus bekerja sejak dari permulaan bersama-sama Allah Bapa dan Allah Anak dan akan terus bekerja sampai ke akhir aman sampai ia keluar dari dunia, seperti yang dinubuatkan dalam 2Tes 2:7 dan Wah 7:1.

Jadi ketiga oknum Allah itu sudah bekerja bersama-sama sejak penciptaan dan kejatuhan manusia.

Ketiga oknum Allah itu terus bekerja bersama-sama dari permulaan sampai akhir zaman.

Lebih-lebih dalam zaman sekarang, Mereka terus bekerja bersama-sama, bahkan makin lama makin meningkat sampai pada puncaknya sebelum kedatangan Tuhan. Hasil daripada pekerjaan ketiga oknum Allah (1Kor 12:4-6) ialah suatu Gereja yang ajaib, penuh dengan kuasa dan kemuliaan seperti yang digambarkan dalam Wahyu 12:1. Setiap orang beriman dan GerejaNya (tubuh Kristus) sangat memerlukan ketiga macam pekerjaan dari ketiga pribadi Allah ini, apalagi untuk menjadi sempurna. Ini adalah rencana dan cara kerja Allah untuk memperlengkapi dan menyempurnakan GerejaNya.

VII. FORMULA TRINITAS.

Juga di sini kita melihat pengertian yang salah dari sebagian orang Kristen, sebagai kelanjutan dari kesalahan prinsip “air-es-uap” (Ini juga akan menghasilkan banyak tafsiran-tafsiran yang salah lainnya atau yang dipaksakan!).

Jadi formula trinitas yang salah itu disebabkan karena:

1. Tidak dapat melihat persatuan Allah yang begitu sempurna, yang memang nampaknya seperti satu pribadi, sehingga timbullah formula trinitas yang janggal.

2. Ini juga disebabkan karena beberapa orang ingin mengetahui nama dari setiap oknum Allah (sebab dalam Mat 28:19 disebutkan hal ini). Tetapi Alkitab memang tidak menyebutkan nama Allah (kecuali “Elohim” dalam bahasa Ibrani yang berarti Allah). Karena tidak ada Allah yang lain, hanya ada satu Allah saja, maka Alkitab memberi nama: ALLAH YANG ESA. (Bandingkan dengan Kel 3:13-14).

Nama yang diberikan kepada kita yaitu Yesus, ini bukan nama sebagai Allah, tetapi nama sebagai anak Manusia, sebab Allah Anak menjelma menjadi manusia seperti kita.

Nama ini kemudian ditinggikan oleh Bapa lebih dari pada segala nama dan hanya di dalam nama inilah manusia di bumi beroleh selamat.

Pilipi 2:9-10 Itu sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

Kisah Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Sebab itulah Anak itu dinamai Yesus, atau lengkapnya: Tuhan Yesus Kristus.

Formula Trinitas yang salah adalah sbb:

-Di dalam nama AB yaitu Tuhan

AA  “   Yesus

AR  ”    Kristus, atau

-Di dalam nama AB,AA,AR yaitu Tuhan Yesus Kristus

Kedua formula ini salah, sebab nama Tuhan Yesus Kristus itulah nama dari oknum Allah Anak saja.

1. Tuhan= tuan, majikan yang ditaati dan tuan atau Tuhan kita itulah Yesus.

Lukas 6:46 Mengapa kamu berseru kepadaKu: “Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”

1Korintus 8:6 Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

2. Kristus = diurapi, bukan yang mengurapi.

Yang diurapi ialah manusia Yesus. Yesus bukan yang mengurapi, tetapi Roh Kudus.

Matius 3:16 Setelah Yesus dibaptiskan, naiklah Ia dari dalam air itu dengan segera, maka terbukalah langit, lalu dilihatNya Roh Allah turun seperti seekor burung merpati datang ke atasnya (TL).

Ibrani 1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutuMu.

Yohanes 3:34 Karena Ialah, yang disuruhkan oleh Allah mengatakan Firman Allah, sebab Allah menaruniakan Roh dengan tiada berhingga (KJV: unto Him = kepadaNya)(TL).

3. Yesus = pelepas dosa, nama seorang Anak manusia (Matius 1:21).

Nama Tuhan Yesus Kristus adalah nama Anak manusia Yesus sepenuhnya, yaitu oknum Allah kedua yang menjelma menjadi manusia.

Kisah Rasul 2:36 Sebab itu hendaklah diketahui oleh segala isi rumah Israel dengan yakin, bahwa Allah sudah menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, yaitu Yesus itulah, (anak manusia, anak Maria dan Yusuf), yang kamu ini salibkan itu.

Efesus 5:20 Dan senantiasa mengucap sukur atas segala perkara kepada Allah, yaitu Bapa dengan nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Jadi Yesus = Kristus = Tuhan, ini satu oknum, bukan tiga oknum yang berlainan.

Lihat lebih jauh di dalam Yoh 9:22/ 6:69 KJV/ Mat 16:16-17/ Kis 9:22/ 17:3/ 18:28/ 1Tim 2:5 dan sebagainya.

Semua ayat-ayat ini dengna jelas menunjukkan bahwa Yesus = Kristus = Tuhan!

Sebab itu formula Trinitas yang betul adalah sbb:

Dalam nama AB

AA yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan

AR

Meskipun Tuhan dapat mengampuni pemakaian formula yang keliru, tetapi kekeliruan ini pasti tidak akan memberi hasil yang 100 % penuh, mungkin hanya 1/2 atau sebagian. Lebih-lebih untuk pengertian rohani, di dalam pengajaran dan tafsiran, pengertian yang keliru akan menghasilkan hal-hal yang aneh, bengkok dan bahkan sesat! Sesudah mengerti, jangan kia memakai lagi yang salah yang sudah dinyatakan Tuhan kepada kita. (Sekalipun dengan cara tidak sengaja kita membaca tulisan ini; tetapi ini bukan kebetulan, ini juga termasuk dalam cara dan rencana Allah untuk menyatakannya kepada masing-masing kita semua).

VIII. ARTI ESA BAGI MANUSIA

Apakah artinya Allah yang Esa bagi kita.

Kesucian, kasih, Esa itu amat indah dan nikmat, tetapi tidak semua orang dapat mengerti atau menghayatinya.

Kalau kita mengatakan rumput itu nikmat, tidak semua mahluk hidup dapat mengerti, hanya sapi dan domba yang dapat “mengaminkannya”.

Kalau kita mengatakan uang itu nikmat, semua orang dapat mengerti.

Tetapi kalau kita mengatakan KESUCIANitu indah dan manis, tidak semua orang dapat mengerti. Orang-orang berdosa mungkin lebih mengerti (yakin) bahwa perkara dosa itu nikmat, sebab teertipu oleh setan, seperti Hawa teertipu oleh nafsu Ams 9:17. Sesungguhnya kesucian itu adalah puncak keelokan dan kenikmatan.

Mazmur 50:2 Maka dari dalam Sion (bukit kesucian Maz 48:2) yaitu kesempurnaan keelokan, bersinarlah Allah dengan kemuliaanNya.

Jadi suci itu paling indah, elok, bahkan kesempurnaannya. Begitu pula dengan kasih dan Esa ini. Di dalam Sorga mahluk-mahluk Sorgawi begitu kagum dan terkesan akan kesucian Allah, mereka menikmati keindahan dan kemanisannya sehingga siang malam mereka mengucapkan kata-kata ini.

Wahyu 4:8 Maka keempat zat yang hidup itu masing-masing ada bersayap enam, penuh dengan mata sekeliling di luar dan di dalam; maka keempatnya dengan tiada berhenti siang malam menyebut, “Kudus, kudus, kudus Allah, Tuhan Yang Maha kuasa, Yang sudah sedia ada, dan Yang ada dan Yang akan datang kelak.

Mengapa demikian? Mengapa kesucian itu indah, senang, nikmat dan bahagia?

Sebab kesucian itu berarti

tidak ada dosa, dan itu berarti tidak ada kepahitan dosa. Misalnya benci, iri, suami yang khianat, perzinahan, sombong, egois, tamak, fitnah dsb itu semua membuat hati menjadi lelah dan pahit.

Justru orang yang hidup tanpa dosa itu yang sangat bahagia;

Rumah tangga yang hidup tanpa dosa itu seperti Surga.

Negeri yang hidup tanpa dosa itu penuh dengan damai sejahtera dan bahagia.

Orang dunia tidak dapat merasakan hal ini sebab mereka belum dapat hidup dalam kesucian. Tetapi orang-orang suci (orang kristen yang sudah dapat hidup dalam kesucian, seharusnya semua orang kristen dapat!) sudah mengalaminya. Sebab itu orang- orang suci dapat mengaminkan bagaimana manis dan eloknya kesucian itu, seperti sapi dapat mengaminkan betapa nikmat rumput itu.

Begitu juga dengan KASIH Dalam dunia, sekalipun hanya dengan kasih Eros, orang- orang mulai dapat menikmatinya pada permulaannya. Tetapi eros itu cepat berubah menjadi dosa. Suami istri yang penuh eros, mudah pecah dan bercerai sebab ada eros dengan perempuan (laki-laki) lain lagi, lalu timbul kepahitan dan kebencian yang luar biasa.

Kasih yang baik seperti Agape, misalnya di antara anak dan orang tua (sisa- sisa kemuliaan Allah Rum 3:23), itu indah dan banyak orang sudah dapat menikmatinya sebagian. Memang kasih itu indah, apalagi kalau kita sungguh-sungguh penuh dengan kasih ilahi, oh, itu amat manis, indah dan bahagia.

Rumput – indah bagi sapi

Uang   – enak bagi manusia

——————————

Suci – Indah bagi orang yang percaya

Kasih – Manis bagi orang suci

ESA –   indah ]   bagi ketiga oknum Allahbagi ketiga oknum Allah

manis ]

indah ]  bagi orang

manis ]  beriman yang suci

dan ada kasih

Begitulah Allah yang Esa itu amat manis. Dalam ketiga oknum Allah tidak ada dosa, sebab Allah itu maha suci dan kasih adanya, Tidak ada dosa sama sekali, dosa apapun juga seperti iri, benci, fitnah, tamak, sombong, egois dsb, tidak ada perbedaan pendapat sebab semua maha tahu, maha suci (tulus, benar) dan maha bijak. Tidak ada dosa, tetapi ada kasih yang sejati begitu banyak, lebih dari limpah (Sebab Allah tidak mengandung kasih, tetapi Allah itu sendiri kasih adanya, hakekatnya itu kasih). Sebab itu tidak ada perkelahian, perpisahan atau perceraian. Tetapi Mereka begitu mengasihi satu sama lain 100% dan dengan tulus dan suci. Mereka bersekutu, menyatu, menjadi Esa (1) dengan sangat manis dan harmonis.

Jadi Esa dari Allah itu sangat indah dan manis. Inilah arti Esa yang sangat ajaib, heran dan manis sekali, suatu persatuan yang harmonis dengan sempurna sebab ada kasih dan kesucian yang mutlak.

Begitu pula pada waktu manusia yang ditebus masuk di dalam Kerajaan Sorga yang akan datang, akan ada banyak oknum-oknum allah baru di dalam Sorga, tetapi di Sorga tetap hanya ada 1 Allah saja, Allah yang esa.

Mengapa?

Meskipun ada banyak oknum2 Allah, begitu banyak, tetapi semuanya menyatu menjadi satu dengan amat indah, manis dan harmonis. Tidak ada seorangpun (dari semua yang masuk Sorga) yang berontak atau melawan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus; tidak ada lagi Lucifer II, kita semua menundukan diri dengan sadar dan penuh syukur kepada Tuhan Yesus dan bersama-sama kepada Bapa Sorgawi. Sebab itu di Sorga tetap dikatakan bahwa hanya ada 1 Allah yang Esa. Semua menjadi satu, menjadi Esa dengan sangat manis dan indah. Di balik kata Esa itu ada persatuan yang sangat ajaib dan manis sekali dari semua orang yang selamat, suatu persatuan di dalam kesucian dan kasih yang sempurna, begitu manis, nikmat dan bahagia. Tidak ada iri, tidak ada benci, tidak ada perpecahan, tidak ada dosa sama sekali.

Jadi dibelakang kata Esa itu ada suatu mujijat kebahagiaan yang amat mulia dan kekal.

ESA= rahasia persatuan yang harmonis sempurna abadi sebab ada kasih dan kesucian yang sempurna .

Suatu persatuan (menyatu) yang amat heran, amat indah, amat manis dan senang sekali untuk abadi.

Itu sebabnya Alkitab selalu berkata: Allah kita Esa, sekalipun sekarang ada 3 oknum di dalamnya. Juga nanti sesudah penyelamatan manusia selesai, tetap dikatakan bahwa Allah kita Esa adanya, yaitu persatuan dari semua anak-anak Allah dengan Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Begitu heran dan manis kata Esa ini. Begitu besar rahasia rencana Allah yang heran yang ditaruh di dalam kata Esa ini. Demikianlah di belakang kata suci, kasih dan Esa ada hal-hal yang luarbiasa dan manis bagi orang-orang beriman.

Catatan:

Sementara masih di dunia, persatuan dalam tubuh Kristus itu juga heran. Segala tingkatan orang-orang beriman, kaya miskin, pintar bodoh, jongos dan majikan dan segala bangsa menjadi satu dengan manis di dalam Kristus. Ini tidak ada di dalam dunia. Memang persatuan dalam tubuh Kristus yang sekarang masih belum sempurna, sebab orang- orangnya  belum sempurna, (seringkali masih ada dosa dan niat-niat yang tidak tulus), tetapi kalau persatuan dalam tubuh Kristus ini disucikan, kita sudah mulai dapat merasakan manis dan bahagianya, apalagi kalau sudah menjadi sempurna dan nanti di Sorga, luar biasa!

Asalkan ada kasih dan kesucian yang sungguh diantara anak-anak Allah, akan didapatkan persatuan yang indah. Dan ini makin indah kalau makin meningkat dalam kesucian dan kasihNya. Misalnya

diantara suami-isteri: 1+1=1

diantara anggota-anggota tubuh Kristus 1+1+1+1 … =1

diantara ketiga oknum Allah: 1+1+1=Esa (ini persatuan yang sempurna, sebab kasih dan kesuciannya sempurna).

Di dalam Sorga kelak: Allah (1+1+1)+1+1+1+1+…= ESA.

Esa itu amat manis, indah, mulia dan bahagia selama-lamanya.

IX. MENGAPA BAPA SELALU DISEBUT ALLAH DAN

ANAK SELALU DISEBUT TUHAN

Seolah-olah Anak =/ Allah. Mengapa?

Anak itulah Allah, ini sudah dibuktikan di atas. Kita dapat dan boleh mengatakan Allah kepada sang Anak, misalnya:

Yohanes 20:28 Maka sahut Tomas (kepada Tuhan Yesus) sambil berkata keapdaNya: “Ya Allah, ya Tuhanku.”

Mazmur 100:3A Ketahuilah olehmu bahwa Tuhan itulah Allah……

Jadi jelaslah bahwa Tuhan Yesus atau “Anak” itu ialah Allah dan boleh disebut Allah.

Memang di dalam Perjanjian Baru seringkali Bapa itu dipanggil dengan kata “Bapa” dan Anak itu dipanggil dengan kata “Tuhan”. Mengapa demikian?

Ini mengandung suatu rahasia yang besar dalam rencana Allah bagi manusia dan menunjukkan salah satu segi hubungan dari Allah dengan manusia yang indah, yaitu:

1. RENCANA ALLAH YANG HERAN.

TUHAN

Arti kata “Tuhan” adalah tuan atau majikan yang harus ditaati

Lukas 6:46. Mengapa kamu berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Seorang istri yang sungguh-sungguh rohani itu dapat tunduk kepada suaminya dan memanggilnya tuan!

1Petrus 3:5-6a Karena demikian juga pada zaman dahulu kala segala perempuan yang kudus, yang menaruh harap akan Allah itu, menghiasi dirinya juga, sambil tunduk kepada suaminya sendiri sahaja. Seperti Sarah (istri) telah menurut perintah Ibrahim dengan memanggil dia (suaminya) tuan.

Mengapa kita harus memanggil Anak Allah sebagai tuan atau Tuhan?

Sebab dalam rencana Allah, orang-orang beriman akan dijadikan seperti Kristus, yaitu menjadi pengantin atau istri Anak Domba Allah. Sekarang orang-orang beriman disebut sebagai tunangan Kristus.

2Korintus 11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Kalau kita tumbuh terus dalam kesucian, maka kita akan menjadi pengantin perempuan Anak Domba Allah, atau “Istri Anak Domba Allah”, sesuai dengan yang direncanakan oleh Allah.

Efesus 5:31-32 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Sebagai istri Anak Domba Allah kita harus tunduk kepadaNya dan memanggilnya tuan atau Tuhan.

Efesus 5:24a Karena itu sebagaimana Jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Jadi kita memanggil Allah Anak sebagai Tuhan (= tuan) oleh karena kita ini secara rohani adalah istri Anak Domba Allah.

Arti kata “Bapa” dan “Anak” sudah jelas.

ALLAH

Kata “Allah” mengandung pengertian antara lain: sebagai sumber segala perkara

1Korintus 8:6a Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu.

BAPA

Anak-anak akan menjadi pewaris dari bapanya.

Roma 8:17a Tetapi jikalau anak-anak, maka warislah juga, yaitu waris Allah, dan sewaris dengan Kristus (TL).

Begitulah rencana Allah untuk membuat kita seperti Kristen dan bersama-sama dengan Kristus menjadi pewaris dari Allah.

Jadi panggilan Allah untuk Bapa dan Tuhan untuk Anak itu menunjukkan rencana Allah heran bagi orang-orang beriman yang pasti akan jadi.

Lukas 1:37 Sebab bagi ALlah tidak ada yang mustahil.

Karena tia-tiap Firman Allah, satupun tiada yang mustahil (TL) (Baca juga Ayub 42:2).

Allah dapat mengatakan yang belum ada seperti sudah ada.

Rom 4:17b Yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan menyebutkan barang yang tidak ada sama seperti sudah ada.

Sebab itu sebelum semua ini terjadi, Allah sudah mengatakan hal ini seperti sudah jadi dan sudah ada. Sebab itu Allah memberi “panggilan ini” kepada kita, yaitu Allah dan Tuhan, sebab rencana Allah pasti akan jadi. Kita memanggil Anak Allah dengan sebutan Tuhan, sebab kita akan menjadi pengantinNya. Kita selalu memanggil Bapa surgawi dengan sebutan Allah, sebab kita akan menjadi pewaris dari Allah bersama-sama dengan Kristus. Jadi Allah dan Tuhan ini ada rencana Allah yang besar bagi kita manusia, yang pasti jadi, yaitu bagi semua orang yang sungguh-sungguh percaya.

2. TUHAN YESUS ADALAH SEGALA-GALANYA BAGI MANUSIA.

Semua perkara sudah diserahkan Bapa kepada Anak.

Matius 11:27A Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaKu oleh Bapaku.

Yohanes 3:35 Maka Bapa mengasihi Anak itu dan segala sesuatu diserahkanNya ke tanganNya (lihat juga Mat 28:18 Yoh 5:22).

Sebab itu kita cukup berhubungan dengan Tuhan Yesus saja. Kalau kita membutuhkan apa saja, semua itu kita minta di dalam nama Tuhan Yesus saja.  (**** bagaimana dengan Yoh 16:26-27?  Minta, berhubungan dengan/ kepada Bapa, “dengan nama” Tuhan Yesus…)

Yohanes 14:13. Dan barang apapun yang kamu pinta atas namaKu, itulah Aku buatkan kelak, suapaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak (TL).

Tuhan Yesus adalah perantara kita dengan Bapa.

1Timotius 2:5 Karena ALlah itu hanya Satu, dan pengantara pun Satu diantara Allah dengan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus (TL).

Yohanes 14:6. Maka kata Yesus kepadanya, “Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorang pun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku” (TL).

Tidak ada seorangpun yang pernah melihat atau mengenal bapa, hanya Anak dan orang-orang yang dihubungkan oleh Anak itu kepada Bapa.

Matius 11:27 Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaKu oleh Bapaku.

Sebab itulah Tuhan atau Firman itulah “tuan” kita yang harus kita taati, jangan ada tuan yang lain.

Lukas 6:46 Apakah sebabnya kamu memanggil Aku: Tuhan, Tuhan! Tetapi tiada kamu berbuat menurut perkataanKu?

Matius 6:24 Tiada dapat seorang juapun bertuankan 2 orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Alah bersama-sama dengan Mammon.

Dan segala perkara kita perbuat untuk kemuliaan Bapa, Allah yang kita sembah.

Yohanes 19:13b supaya Bapa dipermuliakan (disembah) di dalam Anak.

Sebagai suatu gambaran, Kerajaan Allah di dunia itu dapat kita umpamakan seperti suatu perusahaan besar dengan Allah sebagai Presiden Direktur, Tuhan Yesus sebagai Direktur utama dan orang-orang beriman sebagai bawahannya.

3. TUHAN DAN ALLAH

Bapa dan Anak keduanya dapat dipanggil dengan sebutan Tuhan & juga kedua-duanya dapat dipanggil dengan sebutan Allah, sebab memang keduanya Allah dan Tuhan kita.

Matius 22:44 Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau disebelah kananKu, sehingga Aku menaklukkan segala musuhMu di bawah kakiMu?

Ibrani 1:8 Tetapi akan hal Anak itu, FirmanNya (Allah –lihat mulai ayat 1): ArasyMu, ya Allah, ada selama-lamanya; dan tongkat keadilan yaitulah Tongkat KerajaanMu.

Jadi panggilan Bapa sebagai Allah dan Anak sebagai Tuhan itu merupakan suatu rahasia dari rencana Allah yang heran bagi manusia dan menyatakan bagaimana hubungan orang- orang beriman dengan Allah Anak (sebagai tubuh Kristus, pengantin Anak Domba Allah) dan Allah Bapa (sebagai Bapa dan pewarisNya).

X. MENGAPA BAPA SELALU DISEBUT ALLAH DAN

ANAK SELALU DISEBUT TUHAN

Seolah-olah Anak = Allah. Mengapa?

Anak itulah Allah, ini sudah dibuktikan di atas. Kita dapat dan boleh mengatakan Allah kepada sang Anak, misalnya:

Yohanes 20:28 Maka sahut Tomas (kepada Tuhan Yesus) sambil berkata keapdaNya: “Ya Allah, ya Tuhanku.”

Mazmur 100:3A Ketahuilah olehmu bahwa Tuhan itulah Allah……

Jadi jelaslah bahwa Tuhan Yesus atau “Anak” itu ialah Allah dan boleh disebut Allah.

Memang di dalam Perjanjian Baru seringkali Bapa itu dipanggil dengan kata “Bapa” dan Anak itu dipanggil dengan kata “Tuhan”. Tuhan itu berarti tuan, majikan. Mengapa demikian? Ini mengandung suatu rahasia yang besar dalam rencana Allah bagi manusia menunjukkan salah satu segi hubungan dari Allah dengan manusia, yaitu:

1. Rencana Allah yang heran.

Allah Bapa itu sebagai Bapa dan Bapa itu lebih besar dari Anak. Kita akan menjadi seperti Anak, tetapi Anak lebih besar dari manusia yang menjadi tubuhNya atau pengantinNya. Dalam hubungan ini Anak itu disebut sebagai pengantin laki-laki dan Gereja Tuhan sebagai pengantin perempuan. Pengantin perempuan tunduk kepada pengantin laki-laki serta memanggilnya tuan = Tuhan, dan memanggil BapaNya: Allah Yoh 20:17.

1Petrus 3:5-6Allah Karena demikian juga pada zaman dahulu kala segala perempuan yang kudus, yang menaruh harap akan Allah itu, menghiasi dirinya juga, sambil tunduk kepada suaminya sendiri sahaja. Seperti Sarah (istri) telah menurut perintah Ibrahim dengan memanggil dia (suaminya) tuan.

Jadi panggilan Bapa dan Tuhan itu menunjukkan rencana Allah yang pasti akan jadi Luk 1:37 Ay 42:2. Allah dapat mengatakan yang belum ada seperti sudah ada.

Rum 4:17b Yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan menyebutkan barang yang tidak ada sama seperti sudah ada.

Sebab itu sebelum semua ini terjadi, Allah sudah mengatakan hal ini, seperti sudah jadi, yaitu bahwa kita akan menjadi pengantin Anak Domba Allah.

Tuhan Yesus menjadi Tuhan atau mempelai laki- laki dan Allah Bapa menjadi Bapa kita. Jadi dibalik kata Allah dan Tuhan ini ada rencana Allah yang besar bagi kita manusia, yang pasti jadi, yaitu bagi semua orang yang sungguh-sungguh percaya.

2. Tuhan Yesus adalah segala-galanya bagi manusia.

Semua perkara sudah diserahkan Bapa kepada Anak.

Matius 11:27A Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaKu oleh Bapaku.

Yohanes 3:35 Maka Bapa mengasihi Anak itu dan segala sesuatu diserahkanNya ke tanganNya (lihat juga Mat 28:18 Yoh 5:22).

Sebab itu kita cukup berhubungan dengan Tuhan Yesus saja. Kalau kita membutuhkan apa saja, minta segala perkara, semua di dalam nama Tuhan Yesus Yoh 14:13. Tuhan Yesus adalah perantara kita dengan Bapa 1Tim 2:5 Yoh 14:6. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat atau mengenal bapa, hanya Anak dan orang-orang yang dihubungkan oleh Anak itu kepada Bapa.

Matius 11:27 Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaKu oleh Bapaku, dan seorangpun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Anak sahaja dan seorangpun tiada mengenal Bapa itu, hanyalah Anak sahaja dan lagi orang yang hendak dinyatakan kepadaNya oleh Anak itu. .

Sebab itulah Tuhan atau Firman itulah “tuan” kita yang harus kita taati, jangan ada tuan yang lain.

Lukas 6:46 Apakah sebabnya kamu memanggil Aku: Tuhan, Tuhan! Tetepi tiada kamu berbuat menurut perkataanKu?

Matius 6:24 Tiada dapat seorang juapun bertuankan 2 orang; karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan seorang dikasihinya kelak, atau ia berpegang pada seorang dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Alah bersama-sama dengan Mammon.

Dan segala perkara kita perbuat untuk kemuliaan Bapa, Allah yang kita sembah.

Yoh 19:13b supaya Bapa dipermuliakan (disembah, Allah) di dalam Anak.

Jadi Kerajaan Allah di dunia itu dapat kita umpamakan seperti suatu perusaahaan besar dengan Allah sebagai Presiden Direktur, Tuhan Yesus sebagai Direktur utama dan orang-orang beriman sebagai bawahannya.

3. Bapa dan Anak keduanya dapat dipanggil dengan sebutan Tuhan, juga kedua-duanya dapat dipanggil dengan sebutan Allah, sebab memang keduanya Allah dan Tuhan kita.

Matius 22:44 Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau disebelah kananKu, sehingga Aku menaklukkan segala musuhMu di bawah kakiMu?

Ibrani 1:8 Tetapi akan hal Anak itu, FirmanNya (Allah –lihat mulai ayat 1): ArasyMu, ya Allah, ada selama- lamanya; dan tongkat keadilan yaitulah Tongkat KerajaanMu.

Jadi panggilan Bapa sebagai Allah dan Anak sebagai Tuhan itu merupakan suatu rahasia dari rencana Allah yang heran bagi manusia dan menyatakan bagaimana hubungan orang- orang beriman dengan Allah Anak dan Allah Bapa.