M4237 – Sekali Merdeka Tetap Merdeka ( Rutin Dalam Kesucian )

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA (RUTIN DALAM KESUCIAN).

Yoh 8:36

Sebab itu jikalau Putra itu memerdekakan kamu, kamu akan sungguh-sungguh merdeka. (KJI)

Gal 5:1

Karena itu, berdirilah teguh di dalam kemerdekaan, karena dengan kemerdekaan itu Kristus sudah memerdekakan kita, dan jangan kamu terjerat kembali oleh kuk perhambaan itu. (KJI)

Kita menyambut HUT ke-75 tahun Negara kita dengan penuh syukur kepada Tuhan dan dengan sikap sebagai warga negara yang ikut bertanggungjawab. Judul yang paling tepat untuk ini adalah: Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka, bahkan secara lahir dan batin. Untuk kemerdekaan ini kita bersyukur dan bersukacita akan kebaikan dan kemurahan Tuhan, tetapi ini bukan berarti sudah selesai. Belum! Masih harus dipelihara, diisi dan ditumbuhkan. Istimewa dalam Pandemi Covid-19 ini, kita semua ikut mengambil bagian dalam tanggungjawab kita masing2, termasuk menjaga protokol kesehatan untuk mematahkan penularannya dan menyesuaikan diri untuk aktivitas2 pekerjaan (new normal) dll.

Kita juga terus mendoakan bangsa dan negara kita, istimewa dalam pandemi ini, untuk orang2 di garda terdepan sampai terakhir untuk mengatasinya, juga semua pejabat dan petugas yang mengatur akibat pandemi ini dalam hal ekonomi, keamanan, peraturan se-hari2 dll mohon pada Tuhan supaya Pemerintah kita dari Bapak Presiden, Wakil, para Mentri dan semua pemimpin2 di atas, di pusat sampai di tingkat propinsi, Kabupaten dan Kotamadya, sampai pembantu2nya sampai RW dan RT, sehingga semua dilindungi dan diberi kesehatan, keselamatan, akal budi dan pimpinan Allah, supaya negara kita dipulihkan dari pandemi ini yang menghancurkan seluruh dunia.

Kita sudah mendapat kemerdekaan dari dosa dan dari hidup lama oleh darah Tuhan Yesus, maka kita bisa hidup rutin dalam kesucian dan dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, sehingga selalu ada dalam rencana Allah yang baik, Allah yang penyayang, pengasih Neh 9:17,31, Kel 34:6, Kalau sudah dimerdekakan, kita harus selalu rutin tinggal dalam kesucianNya dan melakukan kehendak Tuhan. Ini hidup yang amat indah dan bahagia. Sebab orang yang rutin tinggal dalam kesucian, Tuhan ada di pihaknya, bahkan hadirat Tuhan akan menyelimutinya terus; Kesucian sangat indah dan memuaskan hidup Maz 29:2, seperti ada dalam Surga! Jangan bodoh.

Jangan kembali berdosa, apalagi sampai terus menerus berdosa,rutin berdosa, atau jatuh bangun terus, sebab menuruti hati yang bercabang, itu menghinakan kebaikan dan kemurahan Allah Rom 2:4.

Kalau sudah dimerdekakan dan sudah mengerti, tetapi terus menerus, rutinberdosa, apalagi dengan sengaja, tidak mau bertobat, akhirnya dia akan makin terjerat dan binasa dalam dosa sehingga tidak ada pengampunan lagi Ibr 10:26, Luk 12:48, akibatnya dahsyat!

Jangan sampai kita yang sudah diselamatkan, sudah mendapat kemerdekaan dari dosa dengan begitu ajaib dan indah,lalu sengaja berbalik atau ditipu iblis, sehingga jadi lebih jahat dari sebelumnya bahkan lebih jahat dari orang dosa Mat 12:43-45 wai akibat dan hukumannya sangat dahsyat 1Kor 5:1,5 Yer 2:33, 2Raj 21:11, 2Taw 33:9,22.

Ini juga sangat bodoh, seperti Hawa yang ditipu ular iblis, dengan umpan, kalau makan buah larangan itu indah, bahagia, untung menjadi indah. Hawa kena jerat tipu daya iblis; waktu ia melakukannya langsung hidupnya jadi celaka. Juga orang yang berdosa, apalagi sesudah dimerdekakan, kembali dalam dosa itu terlalu bodoh dan terlalu jahat. Justru kalau Hawa tinggal tetap di Firdaus itu jauh lebih bahagia dan sukacita daripada berdosa!

Tetaplah rutin dalam kesucian (MAK DSY = di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang dan Yang akan datang). Ini benar2 harus diperhatikan dan dinikmati (sebab merdeka dari dosadan hidup dalam kesucian yang makin meningkat itu amat indah Maz 29:2; 96:9, 1Taw 16:29, 2Taw 20:21. Itu seperti sudah masuk Surga. Dan kita juga akan mengalami rencana Allah yang indah, yang sudah disediakan Allah bagi setiap orang yang mau setia tinggal dalam hadirat Tuhan selalu. Pasti ada hal2 yang indah terjadi, sekalipun orang biasa, atau orang kecil seperti Lazarus, tetapi kalau rutin dalam kesucian, itu mulia di hadapan Allah. Allah tidak membedakan orang. Bukan hanya orang besar dunia yang akan jadi indah hidupnya, tetapi orang yang berkenan pada Tuhan, yang rutin hidup dalam kesucian dan selalu melakukan kehendak Tuhan dan seluruh hidupnya dicocokkan dengan Firman Tuhan, pasti hidupnya jadi indah.

HUKUM DOSA DAN MAUT DAN HUKUM ROH.

AYAT UTAMA:

Rom 6:6

Karena mengetahui hal ini, bahwa manusia lama kita sudah disalibkan bersama dengan Dia, supaya tubuh dosa dibinasakan sehingga sejak itu kita tidak lagi melayani dosa. (KJI)

Kol 2:1

Peliharalah rahasia Allah yang mulia (2:1-5) Sebab saya ingin supaya kamu mengetahui betapa berat pergumulan saya karena kamu, dan karena mereka yang di Laodikia, dan karena seberapa banyak orang yang belum melihat wajah saya di dalam daging. (KJI)

Orang luar atau manusia lahiriah atau daging itulah tubuh dosa dan tubuh maut yang dikuasai hukum dosa dan hukum maut.

Rom 7:23-25

  1. Tetapi saya melihat ada hukum lain di dalam anggota-anggota tubuh saya yang berperang melawan hukum pikiran saya, dan menawan saya kepada hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuh saya.
  2. Oh, saya ini orang celaka! Siapakah yang akan melepaskan saya dari tubuh maut ini?
  3. Saya bersyukur kepada Allah, melalui Yesus Kristus Tuhan kita! Jadi, saya sendiri dengan pikiran melayani hukum Allah, tetapi di dalam daging melayani hukum dosa. (KJI)

Rom 8:2

Sebab hukum Roh Kehidupan di dalam Kristus Yesus sudah memerdekakan saya dari hukum dosa dan hukum maut. (KJI)

Tubuh dosa: Rom 6:6(12); (8:10); Kol 2:1.

Tubuh maut: Rom 7:24.

Hukum dosa: Rom 6:12; 7:23,25.

Hukum maut: Rom 8:2.

Hukum Roh: Rom 8:1-2(10)

Hukum akal untuk ambil putusan taat hukum Allah Rom 7:23,25.

Tebus tubuh:

Rom 8:23

Dan bukan hanya mereka, tetapi juga kita yang sudah beroleh buah sulung Roh, bahkan kita sendiri juga mengerang di dalam diri kita, serta menunggu diadopsi, yaitu penebusan tubuh kita. (KJI)

Ef 4:30

Dan jangan mendukakan Roh Kudus Allah, yang oleh-Nya kamu sudah dimeteraikan sampai hari penebusan. (KJI)

Luk 21:28

Dan ketika hal-hal ini mulai terjadi, pandanglah ke atas, dan angkat kepalamu; karena penebusanmu sudah makin dekat. (KJI)

MANUSIA ITU:

Terdiri dari orang dalam dan orang luar.

2Kor 4:16

Sebab itu kami tidak tawar hati, karena meskipun manusia luar kami binasa, namun orang dalam kami diperbaharui dari sehari ke sehari. (KJI)

Ef 3:16

Maka Ia mengaruniai kamu, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, supaya kamu dikuatkan dengan kuasa Roh-Nya di dalam manusia batiniah, (KJI)

Ada 2 macam manusia, yaitu:

1. Orang lama, yaitu semua manusia.

Rom 6:6

Karena mengetahui hal ini, bahwa manusia lama kita sudah disalibkan bersama dengan Dia, supaya tubuh dosa dibinasakan sehingga sejak itu kita tidak lagi melayani dosa. (KJI)

Ef 4:22

yaitu kamu menanggalkan cara hidup lama dari manusia lama itu, yang rusak menurut nafsu-nafsu yang menyesatkan, (KJI)

Kol 3:9

Janganlah berdusta satu kepada yang lain, sebab kamu sudah menanggalkan manusia lama dengan segala kelakuannya. (KJI)

2. Orang baru, sesudah lahir baru oleh Kristus.

Ef 2:15

Setelah menghapuskan di dalam daging-Nya perseteruan itu, yaitu hukum Taurat yang tercantum di dalam ketetapan-ketetapannya, supaya keduanya itu dijadikan satu manusia baru di dalam diri-Nya dengan demikian membuat perdamaian, (KJI)

Ef 4:21

Jika kamu sudah mendengarkan Dia sungguh-sungguh, dan sudah diajar oleh Dia, menurut kebenaran yang ada di dalam Yesus, (KJI)

Kol 3:10

Dan kamu sudah mengenakan manusia baru, yang terus menerus diperbarui di dalam pengetahuan menurut gambar Dia yang menciptakannya. (KJI)

2Kor 5:17

Sebab itu jika seseorang ada di dalam Kristus, ia adalah suatu ciptaan baru, hal-hal yang lama sudah berlalu, lihatlah segala hal sudah menjadi baru. (KJI)

1.a. Orang (manusia) luar, yaitu manusia lahiriah  (= outer man), ini terdiri dari tubuh dosa dan tubuh maut, yang dikuasai oleh hukum dosa dan hukum maut, yang adalah senjata2 iblis.

1.b. Orang dalam = roh ini adalah pribadi kita. Pada orang lama, rohnya mati Ef 2:1 (KJI). Mati sebab lahir dalam dosa, turunan Adam I, hamba dosa, dikuasai dosa dan iblis di belakangnya.

Sesudah lahir baru, maka rohnya (orang dalam), dihidupkan oleh Kristus.

Orang dalam atau roh itulah pribadi kita dan orang luar adalah kurungan tempat kita tinggal selama di bumi. Pada waktu seorang mati, maka kurungan ini kembali menjadi tanah, nyawanya hilang dan rohnya kembali pada Tuhan

Pkh 12:7

III. DEFINISI.

  1. Tubuh dosa; 2. tubuh maut; 3. hukum dosa,
  2. hukum maut; 5. senjata iblis Luk 11:21,
  3. Hukum Roh.

 

  1. Tubuh dosa adalah tubuh daging yang selalu menuruti keinginan daging, sehingga dengan sadar atau tidak, berbuat dosa.
  2. Tubuh maut adalah tubuh daging yang mengalami kelemahan, yaitu tidak sanggup menuruti hukum2 atau kehendak Allah, sehingga melanggar hukum2 Allah. Jadi tubuh dosa dan tubuh maut adalah tubuh lahiriah yang lemah, dikuasai oleh hukum dosa dan maut yang menarik pada dosa dan kelemahan, tidak dapat mentaatihukum2 Allah, sehingga dalam segala hal selalu jatuh dalam dosa dan selalu melanggar hukum2 Allah, selalu condong pada dosa Yoh 3:19.

Hukum dosa dan hukum maut adalah hukum2 yang berlaku dalam kerajaan kegelapan dari iblis yang menguasai tubuh dosa dan tubuh manusia dari tubuh daging manusia.

  1. Hukum dosa adalah hukum yang berlaku dan menguasai tubuh dosa, yang menyebabkan tubuh dosa dari manusia lahiriahdengan sendirinya atau dengan otomatis menuruti daging, sehingga berdosa.
  2. Hukum maut adalah suatu hukum yang berlaku dan menguasai tubuh maut, yang menyebabkan tubuh maut dari manusia lahiriah menjadi lemah, tidak sanggup mentaati hukum2 Allah, sehingga akibatnya selalu melanggar hukum2 Allah.

Dalam 1Kor 11:30 dikatakan ada 3 tingkatan, yaitu lemah, kemudian menjadi sakit dan akhirnya mati).

Jadi maut adalah puncak dari kelemahan. Dengan kata lain hukum maut adalah hukum kelemahan yang bekerja dalam tubuh daging.

  1. Senjata iblis, yaitu Hukum dosa dan hukum maut dan ini berlaku di dalam wilayah kekuasaannya,yaitu dalam kegelapan, yaitu kerajaan iblis Kol 1:13. Dengan senjata ini iblis bisa menguasai orang2 lama atau orang2 berdosa. Hukum2 ini sama seperti hukum2 dalam dunia. Misalnya hukum dosa itu seperti hukum gaya berat, kalau sebuah benda dilemparkan pasti ia jatuh ke bawah dengan sendirinya, bukan ke atas. Begitu juga kalau orang lama kena pencobaan, misalnya dibenci atau dirugikan, maka ia yang berada dalam hukum dosa,dengan sendirinya atau otomatis ia bereaksi dosa dalam perbuatannya atau dalam hatinya (sekalipun dalam hati itu tetap dosa di hadapan Allah). Juga hukum maut itu seperti hukum air mendatar, kalau air itu dituang di mana saja, ia selalu lari ke arah ke bawah, dan kalau sudah berkumpul akan selalu mendatar. Begitu juga tubuh maut kalau disuruh mentaati hukum2 Allah, selalu lari menghindar sebab tidak sanggup, lemah, tidak mampu melakukan hukum2 Allah, sehingga terus melanggar hukum Allah.
  2. Hukum Roh.

Ini bekerja di dalam kerajaan Allah untuk orang yang sudah lahir baru, yang sudah pindah dari kerajaan iblis ke dalam kerajaan Allah (Kol 1:13), berlaku hukum Roh ini. Hukum Roh ini menguasai dan dapat bekerja di dalam orang2 yang sudah lahir baru; selama ia tetap di dalam Kristus dan mau taat menurut Roh (Gal 5:16-17),dan mau menolak menuruti daging. Mengapa ada syarat ini? Hukum dosa dan maut dalam kerajaan iblis, tidak ada syaratnya, langsung berlaku dan menguasai semua orang yang ada di dalamnya. Tetapi hukum Roh baru bekerja kalau orangnya mau taat menurut Roh (sekalipun belum mampu), tetapi mau taat.

Mengapa berbeda? Sebab Allah menciptakan manusia bukan mesin atau robot, tetapi mahluk yang mempunyai kemauan bebas. Kalau ia tidak mau taat, Roh Kudus tinggal diam, tidak memaksa. Roh Kudus menunggu kita mau taat pada Firman Tuhan dan pimpinan Roh dari kehendaknya sendiri. Kalau kita mau taat (sekalipun tidak mampu dan bodoh) Roh Kudus akan langsung menolong kita, memberi kekuatan dan hikmat, sehingga kita bisa melakukan kehendak Allah dengan betul dan baik. (Iblis lain, sekalipun orangnya tidak mau memilih, percaya atau taat kepadanya, ia akan merayu, menipu dan kalau perlu memaksakan kehendaknya. Sebab iblis ingin mencuri, merebut jiwa2 itu baginya. Sebab itu siapapun dalam kerajaan iblis akan dirayu, digoda, ditipu atau dipaksa untuk taat pada hukum2nya, sehingga dosanya makin meningkat sehingga sangat layak masuk dalam barisan atau golongannya, untuk sama2 memberontak melawan Allah. Akhirnya mereka akan tinggal ber-sama2 bapaknya ini di Neraka kekal (sekalipun iblis punya rencana mengalahkan Allah dan membuat Surganya sendiri, tetapi pasti gagal!). Sebab itu kalau orang2 yang lahir baru sudah memilih untuk taat,

maka Roh Kudus akan memberinya kekuatan, sehingga ia menjadi lebih kuat, dan sanggup menolak dan mematikan kehendakdaging dan sanggup melakukan hukum2 Allah, sebab dibantu oleh Roh Kudus seperti Fil 4:13, Zak 4:6. Roh Kudus selalu standby untuk menolong yang tinggal dalam Kristus, yang mau melawan kehendak daging dan taat akan hukum2 Allah. Roh Kudus tidak pernah lengah. Sebab itu kita harus selalu memelihara hubungan baik kita dengan Kristus seperti ranting dalam pokok anggur (yaitu limpah dengan 7 KPR Yoh 15:5).

LAHIR BARU.

Waktu seorang lahir baru ia:

  1. Pindah dari kerajaan (kegelapan) iblis ke dalam kerajaan Allah Kol 1:13.

Di sini berlaku hukum yang berbeda. Dalam kerajaan iblis berlaku hukum dosa dan maut, tetapi dalam kerajaan Allah berlaku hukum Roh yang memberi hidup Rom 8:1-2.

  1. Waktu lahir baru yang ditebus HANYA orang dalam, orang luar BELUM ditebus, masih menunggu hari Penebusan tubuh.

Luk 21:28

Dan ketika hal-hal ini mulai terjadi, pandanglah ke atas, dan angkat kepalamu; karena penebusanmu sudah makin dekat. (KJI)

Ef 4:30

Dan jangan mendukakan Roh Kudus Allah, yang oleh-Nya kamu sudah dimeteraikan sampai hari penebusan. (KJI)

Rom 8:23

Dan bukan hanya mereka, tetapi juga kita yang sudah beroleh buah sulung Roh, bahkan kita sendiri juga mengerang di dalam diri kita, serta menunggu diadopsi, yaitu penebusan tubuh kita. (KJI)

TEBUS TUBUH.

Penebusan orang beriman terjadi dalam dua tahap, rohnya dahulu, baru kemudian waktu kebangkitan orang benar atau pengangkatan, tubuhnya ditebus.

 

Orang – tubuhnya belum ditebus

luar

 

Orang baru

(sudah lahir baru)

 

 

orang – rohnya sudah ditebus

dosa

 

Sebelum ditebus, tubuh manusia, tubuh luar, tubuh lahiriah ini yang adalah tubuh dosa dan tubuh maut, tetap jadi objek hukum dosa dan maut, tetapi tergantung dari sikap rohnya. Kalau rohnya memilih taat pada Allah, Roh Kudsu menguatkan dan menahan, menyangkali tubuh dosa dan tubuh maut, sehingga tidak berdaya. (Sebaliknya dari orang lama). Tetapi kalau rohnya tidak mau taat pada Roh Kudus dan Firman Tuhan, atau mendua, maka tubuh dosa dan tubuh maut jadi hidup dan hukum dosa dan hukum maut dari iblis, bisa bekerja kembali dalam mereka tergantung dari penebusan rohnya.

  1. Tebus tubuh menyusul otomatis bagi orang yang sudah ditebus rohnya dan setia sampai mati, maka pada waktu kebangkitan orang benar, ia akan bangkit dan langsung mengalami tebus tubuh dengan sendirinya atau waktu pengangkatan.
  2. Kalau sudah mengalami tebus tubuh, tubuhnya akan berubah menjadi tubuh kebangkitan atau tubuh kemuliaan.

Fil 3:21

yang akan mengubahkan tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan tubuh kemuliaan-Nya, menurut kuasa-Nya, yang oleh-Nya Ia dapat menaklukkan segala perkara kepada diri-Nya. (KJI)

Yang keadaannya seperti tubuh Putra manusia Yesus sesudah bangkit.

Bentuknya lebih kurang sama dengan bentuk tubuh lama, tetapi tidak ada cacat, tidak bisa sakit, menua, atau mati, tidak terikat oleh hukum alam, bisa tembus tembok, naik ke atas dll sangat indah dan sempurna.

Mengapa Penebusan dilakukan dalam 2 tahap, mengapa tidak langsung sekaligus?

Ini untuk pengolahan kita.

Mengapa kita harus cukup lama hidup di dunia, sebab dicobai, digoda, ditarik untuk berdosa, kalau kita tidak bereaksi dosa, tetap taat dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan,  kita lulus, naik kelas dan roh kita tumbuh! Semua segi hidup kita diolah dan diuji, sehingga makin dimurnikan dan makin ditumbuhkan sehingga akhirnya sama seperti Kristus.Tingkat rohani setiap orang tidak sama dan semua harus tumbuh makin dewasa sampai akhirnya matang seperti Kristus Ef 4:13. Dan tingkat rohani kita terakhir dalam dunia akan menjadi tingkat kemuliaan kita untuk kekal di Surga.Malaikat tidak punya tubuh daging (hanya roh saja) sehingga pengolahannya sedikit; bedanya seperti anak2 TK dan mahasiswa, tetapi hasilnya juga sangat berbeda, lulusan TK dan fakultas! Kita direncanakan menjadi matang dan mulia seperti Kristus, malaikat tidak. (Kecuali mahluk2 roh yang lain seperti Kerub dll, kita tidak tahu banyak tentang mereka). Meskipun lebih berat memakai tubuh daging (daripada malaikat), tetapi jangan kecil hati, sebab hasilnya jauh lebih mulia dan tinggi untuk kekal. Memang Tuhan Allah, merencanakan manusia dijadikan sama seperti Allah. Mat 5:48, Yoh 10:35.Sebab itu jangan membuang kesempatan “sekolah” ini, harus lulus setiap kali sehingga bisa naik, tumbuh terus sampai rencana Allah penuh.

ORANG LAMA praktis hanya terdiri dari satu pihak saja, dikuasai oleh tubuh daging dan tubuh maut, sebab pihak yang lain, yaitu rohnya atau orang dalam, itu”mati dalam dosa” dan tidak berdaya.

Ef 2:1

Oleh anugerah diselamatkan dengan iman (2:1-10) Kamu, yang dahulu mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan di dalam dosa-dosamu, telah dihidupkan-Nya. (KJI)

Rohnya ingin hidup benar, tetapi apa daya tubuhnya lemah.

Mat 26:41

Berjaga dan berdoalah, supaya jangan kamu masuk dalam pencobaan; sungguhpun roh mau tetapi daging lemah. (KJI)

Tubuhnya lemah, hamba dosa, hamba iblis, dikuasai dan diperbudak oleh iblis dengan hukum dosa dan maut, sehingga se-olah2 hanya ada satu pihak, yaitu dikuasai tubuh daging.

Yoh 8:34

Yesus menjawab kepada mereka, Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, Barangsiapa berbuat dosa ialah hamba dosa. (KJI)

Sebab itu selalu condong hendak berbuat dosa.

Yoh 3:19

Maka inilah hukumannya bahwa terang itu sudah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih mencintai kegelapan daripada terang itu, sebab perbuatan-perbuatannya jahat. (KJI)

Meskipun tidak atau belum tampak ada perbuatan dosa, tetapi dalam hatinya sudah berbuat atau ingin dosa. Orang lama itu praktis dihidupi atau dikuasai oleh manusia lahiriah yaitu tubuh daging (= tubuh dosa dan tubuh maut), yang dikuasai hukum dosa dan hukum maut, senjata2 iblis. Sebab iblis memiliki dan menguasai semua orang dosa 1Yoh 3:10.

ORANG BARU praktis terdiri dari 2 pihak, yaitu:

  1. Daging (= tubuh daging yang terdiri dari tubuh dosa dan maut, yang dikuasai oleh hukum dosa dan hukum maut) dan
  2. roh (yaitu orang dalam yang jadi hidup sesudah lahir baru). Sebab itu sekarang kedua pihak sama2 nyata. Jadi sekarang adadua pihak yaitu roh atau pribadi kita, dan keinginan daging yang selalu menarik kita pada kehendak daging, yang tetap ada dalam diri kita. Sebab itu kita selalu harus memilih dalam setiap hal, antara menurut daging atau menurut Roh, dan keduanya selalu bertentangan. Kalau kita memilih taat menurut Roh, maka keinginan tabiat daging akan lemah dan dikalahkan!

Gal 5:16-17

  1. Jadi, inilah yang saya katakan: Berjalanlah di dalam Roh, maka kamu tidak akan menggenapkan nafsu daging.
  2. Sebab keinginan daging berlawanan dengan Roh, dan Roh berlawanan dengan daging; dan keduanya bertentangan satu sama lain, sehingga kamu tidak melakukan hal-hal yang kamu kehendaki. (KJI)

Ini disebabkan karena waktu lahir baru, yang ditebus baru rohnya (orang dalam), tetapi orang luar, yaitu tubuh daging BELUM ditebus, tetap penuh dengan keinginan daging seperti sebelum lahir baru, seperti semua orang berdosa.

Tetapi hal ini tergantung penuh dari roh dari orang baru ini. Kalau ia mau taat dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, maka Roh Kudus akan bekerja dalam dia dan ia bisa mengalahkan, mematikan tubuh daging sepenuhnya.

Sebab itu ada dua kemungkinan, yaitu:

  1. Kalau ia mau menurut Roh, Roh Kudus akan menguatkannya dan ia akan sanggup mematikan daging, sehinggaia dapat hidup dalam kesucian dan bisa melakukan kehendak Allah.

Sebab itu sesudah lahir baru kita harus mau taat dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan menguatkan kita. Dengan iman kita terus menerus pikul salib, mematikan daging, dan dengan pertolongan Roh Kudus, kita menurut Roh dan tabiat daging tidak akan digenapkan Gal 5:16. Dengan Roh Kudus kita pasti menang, kerjakan dengan iman!

  1. Kalau seorang menurut daging, ia akan kembali berbuat dosa seperti orang lama,terus ditarik atau diseret oleh daging untuk menuruti kehendak daging, sehingga kembali berdosa (paling sedikit berdosa dalam pikiran).

Kekal:

  1. Daya tarik atau kekuatan tubuh daging ini bukanlah satu pribadi, tetapi suatu kekuatan atau kecenderungan yang mau menarik kita (pribadi atau roh kita) untuk menuruti daging. Seperti keinginan makan, ingin membenci, ingin marah, ingin menuruti nafsu sex dll, itu semua kecenderungan atau keinginan daging yang ada dalam semua orang,dalam tubuh daging kita, tetapi kita harus menolaknya. Memang Roh Kudus memberi kita kekuatan atau kuasa Kis 1:8, Zak 4:6 untuk bisa menekan daging, untuk mematikan atau menyalibkan daging! Luk 9:23, 1Pet 4:1.
  2. Orang lama dikalahkan atau dikuasai oleh hawa nafsu, oleh tubuh dagingnya, sebab rohnya tidak berdaya, seperti mati Ef 2:1.

SESUDAH LAHIR BARU, KITA MENGALAMI SBB:

  1. Diselamatkan, jadi anak Allah Yoh 1:12, bukan lagi anak iblis 1Yoh 3:10.
  2. Ganti, berubah dari turunan Adam I, menjadi turunan Adam terakhir 1Kor 15:54.
  3. Ganti jenis, yang lama lenyap ganti yang baru, jenis baru, dari benih ular biludak (atau lainnya)jadi domba2 Tuhan Mat 23:33.
  4. Orang lama berubah menjadi orang baru 2Kor 5:17, Rom 6:4,6.
  5. Pindah dari kerajaan iblis masuk kerajaan Putra Allah Kol 1:13. Tidak lagi di bawah kuasa hukum dosa dan maut, tetapi pindah dalam kekuasaan hukum Roh yang memberi hidup. Dari mati kepada hidup Yoh 5:24.
  6. Dilepaskan dari tawanan iblis Luk 11:20-23. Segala senjatanya dirampas, yaitu hukum dosa dan maut, sekarang milik Kristus.
  7. Ditebus, mengalami tebus roh, yaitu pada orang dalam, tetapi tubuhnya atau orang luar, tubuh daging menyusul.

Orang dalam yaitu rohnya jadi hidup, tetapi harus terus dipelihara Tit 3:15, 2Kor 4:16 supaya terus tumbuh. Tetapi ORANG LUAR tidak berubah, tetap sama seperti tubuh daging orang lama, sebab belum ditebus. Sebab itu kita selalu dilawan oleh daging, yang hendak menyeret kita menuruti kehendak daging (Gal 5:16-17 Dua hal ini selalu bertentangan).

Dahulu tubuh daging hidup, menang dan rohnya mati Ef 2:1-2, sehingga orang lama itu dikuasai diperbudak oleh tubuh daging yang dikuasai hukum dosa dan hukummaut oleh iblis. Tetapi sekarang, sesudah lahir baru, rohnya hidup bisa mengalahkan dan mematikan tubuh daging. Kalau kita dengan sadar memilih menuruti Roh (hidup menurut Roh), maka kita bisa mematikan tubuh daging, sehingga kita dapat menurut hukum2 Firman Tuhan berjalan di jalan sempit; tetapi kalau menuruti daging (= tubuh daging,orang luar), ia akan melakukan dosa dan berjalan di jalan lebar.

Orang lama itu seperti otomatis, atau selalu dikuasai hukum dosa dan maut seperti orang dunia, sebab rohnya mati, tidak berdaya; tetapi orang baru rohnya sudah hidup, sehingga sekarang ada 2 pihak yang selalu bertentangan. Setiap kali dalam setiap hal, kita harus terus menerus menentukan dan memilih untuk menurut yang mana. Kalau plin-plan, suam, mendua,tidak bisa mengambil keputusan dari diri sendiri Luk 12:57, maka ia akan terseret menurut daging seperti sebelum lahir baru. Timbul dosa, sekalipun hanya dalam hati, kalau sudah setuju, mau berdosa, itu sudah berdosa meskipun belum dalam perbuatan). Setiap kali kita harus mengambil putusan untuk menurut Roh Gal 5:16-17, Rom 8:14, maka kita akan hidup dalam kesucian, dan ini harus rutin!! Dengan pertolongan Roh Kudus, asal kita mau, kita akan sanggup, di dalam Dia Fil 4:13.

Orang lama selalu hidup menurut daging berbuat dosa, (meskipun kadang2, karena sisa2 kemuliaan yang ada pada orang dosa Rom 3:23, kadang2 atau untuk sementara ia tidak mau berbuat dosa). Tetapi orang baru bisa hidup rutin dalam kesucian, asal setiap kali selalu memilih menurut Roh dan mematikan daging. Roh Kudus selalu bersedia dan sanggup menolong kita. Hasilnya tergantung dari pilihankita untuk menurut yang mana, menurut daging atau Roh.

KESIMPULAN.

Sesudah percaya kita mengalami lahir baru, merdeka dari dosa, itu harus terus dipelihara supaya kita terus hidup rutin dalam kesucian dengan Tuhan. Orang seperti ini pasti akan mengalami kemenangan, tumbuh dan berbuah. Kalau kita terus rutin hidup dalam kesucian, dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, kita akan masuk dan mengalami janji2 Allah yang indah dalam hidup kita di dunia ini. Ini termasuk segala kebutuhan jasmani kita, jangan kuatir, asal tetap tanpa dosa. Kerja dapat uang boleh, tetapi tidak cinta uang. Tidak setuju akan tindakan dosa saudara2 kita itu betul, tetapi jangan benci, itu dosa dsb.

Jangan sampai jatuh dalam dosa. Kalau itu terjadi harus segera bertobat dan dipulihkan, ini supaya kembali pulih maksimal dan bisa kembali rutin dalam kesucian dan tumbuh. Orang yang sering jatuh dalam dosa, meskipun dipulihkan (kalau bisa pulih penuh), tetap rugi, tingkat rohaninya bisamerosot (tergantung berapa banyak, berapa dalamnya, lamanya berdosa dll), bisa cacat, bahkan kalau terus jatuh bangun keselamatannya bisa seperti menerusi api 1Kor 3:15 kalau saat terakhir masih bertobat, kalau tidak bertobat, bisa binasa kekal. Seharusnya kita semua hidup rutin dalam kesucian dipimpin Roh, bukan jatuh bangun dalam dosa, supayabisa terus tumbuh sesuai rencana Allah sampai menjadi seperti Kristus.