M4217 – Berjalan Dalam Roh dan Mendengar Suaranya ( Elia dan Obaja )

ROMA 8:1,4,14. BERJALAN DALAM ROH DAN MENDENGAR SUARANYA (ELIA DAN OBAJA).

BERJALAN DALAM ROH. Rom 8:1,4,14, Gal 5:16-17.

Inilah kunci hidup di akhir zaman ini, yaitu:

  1. Sudah lahir baru, (termasuk baptisan Roh Kudus, yang ditandai oleh bahasa lidah Kis 2:4,33; 10:45-46 dll).
  2. Hidup dalam kesucian MAK DSY (di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang, dan Yang akan datang). Orang yang mau, pasti bisa berjalan dalam Roh sebab ditolong Roh Kudus dan sebaliknya, tandanya orang yang berjalan dalam Roh pasti hidup dalam kesucian.
  3. Bisa mendengar suara Roh dan mentaatinya, bukan lagi menurut daging atau kehendaknya sendiri. Ini termasuk limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani sebagai kebutuhan dan kesukaannya.

* Inilah berjalan dalam Roh yang seharusnya dilakukan setiap orang percaya, sejak permulaan percaya atau lahir baru Rom 8:14, tetapi sebab tidak mengerti atau tidak mau, tidak dilakukan. Kita harus berjalan menurut Roh, bukan menurut daging.

* Ini juga cara hidup Putra manusia Yesus Mat 4:1, Luk 4:1,18.

* Inilah hidup dalam tingkatan Ruangan Suci (dari Kemah Suci).

Untuk dapat berjalan dalam Roh, maka orang2 benar harus:

Bisa mendengar -> bisa membedakan -> taat -> berkemenangan.

BISA MENDENGAR SUARA ROH KUDUS. Mat 4:23.

Syaratnya adalah hidup kudus, baru bisa dengar suara Roh Kudus. Orang yang hidup dalam dosa dan tidak mau taat pada Allah untuk hidup kudus, Roh Kudus tidak mau bicara kepadanya seperti kepada Saul yang keras hati dalam dosa 1Sam 28:6. Sebab itu kalau kita tahu ada dosa, kita harus dengan tegas dan dengan segenap hati membuangnya, meskipun ada resiko apapun. Orang yang hidup benar, dan mau taat, Roh Kudus akan bicara dan ia akan bisa mendengar Mrk 4:23; 7:16, Luk 8:18, Mat 13:43b, Wah 2:7 (7 kali dalam Wah 2 + 3). Untuk yang mau taat, tidak sulit untuk mendengar suara Roh, sebab Allah yang membuat telinga jasmani dan rohani (ada 3 tingkat mendengar suara Roh, sekalipun tingkat Halaman, untuk yang mau bertobat, bisa mendengar suara Roh lalu disucikan, seperti Gereja2 yang penuh dengan dosa dalam Wah 2-3, yang mau bertobat disuruh mendengar suara Roh dan taat).

Sebab itu jangan heran kalau jadi tuli sebab ada dosa, dan tidak mau taat.

III. MEMBEDAKAN SUARA ROH.

Dari apa? Dari suara sendiri dan suara iblis! Kalau hidup suci dan mau taat, tidak sulit membedakansuara Roh sekalipun masih baru lahir baru, sebab ditolong Roh Kudus. Tanda2 suara Roh yang betul adalah:

  1. Sesuai Firman Tuhan, sebab Roh Kudus selalu bicara dari dan sesuai Firman Tuhan Yoh 16:13-14.
  2. Ada sejahtera.
  3. Yakin.
  4. Dalam kesucian.
  5. Seringkali ada peneguhan.

Kalau kita yakin itu suara daging, atau dari iblis, segera kita buang, tolak, kalau perlu usir dalam nama Tuhan Yesus. Kalau suara dari diri kita sendiri danbertentangan dengan Firman Tuhan, itu dosa, harus dibuang. Kalau netral, tanyakan Roh Kudus boleh atau tidak, bagaimana cara mendapatkannya dll. Oleh sebab itu kita mutlak perlu mengerti Firman Tuhan dan terus bertumbuh di dalamNya Mat 13:23, 2Pet 3:18, sebab Firman Tuhan itu pelita bagi jalan kita Maz 119:105. Jangan lupa juga perlu limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani (ini diambil dari arti rohani Ruangan Suci). Orang yang mau berjalan dalam Roh, juga tekun berdoa dalam Roh, akan pincang kalau tidak tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, sehingga timbul hal2 yang ekstrem, keliru bahkan bisa sesat. Tipu daya yang lihai dari setan bisa masuk dan orang itu sulit membedakannya, celaka! Kita harus seimbang, perlu semua perkara2 dari Atas, 7 Kebutuhan Pokok Rohani, lebih2 penuh Roh Kudus dan Firman Tuhan Maz 43:3. Juga kita semua saling membutuhkan satu sama lain, saling mengisi dan melengkapi.

MAU TAAT AKAN SUARA ROH DAN FIRMAN TUHAN.

Harus taat dengan tulus dan segenap hati, tidak boleh setengah hati atau pura2, Roh Kudus tahu! Tidak mudah untuk taat, sebab kehendak Roh dan daging itu bertentangan, kita harus mau mematikan kehendak daging Gal 5:16-17, Rom 8:1,4,14.

  1. Terus menerus bersekutu dalam Roh siang-malam dan dimana saja 1Tes 5:10,17, Yoh 4:23-24. Ini berarti terus ada hubungan baik dan intim dengan Tuhan, jangan putus2 atau bergantian dengan hidup dalam dosa atau menuruti daging seperti lima gadis bodoh. Kita bisa terus peka, bahkan makin mahir membedakan suara Roh dan taat, kalau terus ada persekutuan dalam Roh.
  2. Kalau mau terus taat, kita akan makin peka mendengar suara Roh. Untuk menjadi makin mahir atau makin peka, caranya bukan melatih pendengaran, tetapi dengan sungguh2 taat terus menerus, itu “batu asahan” untuk mempertajam pendengaran kita akan suara Roh. Kita harus terus taat akan suara Roh dalam hal kecil atau besar, maka Roh Kudus akan terus berbicara dan kita akan makin peka.
  3. Bisa taat? Memang ini tidak mudah, tetapi yang sungguh2 mau taat dengan segenap hati. Roh Kudus tahu dan Ia selalu standby untuk segera menolong kita sampai bisa taat Fil 4:13, Zak 4:6. Taat akan Firman Tuhan bukan saja bertentangan dengan daging, tetapi juga seringkali dengan akal, sikon, fakta, perasaan hati kita atau pendapat2 orang lain atau umum. Kalau sudah yakin itu suara Roh sesuai Firman Tuhan, taati sekalipun tidak cocok dengan daging, akal, perasaan hati dll. Misalnya Abraham yakin Tuhan menyuruh ia mengorbankan Ishak, ia lakukan meskipun banyak pertentangan. Akhirnya ia tahu perintah Tuhan tidaklah kejam. Memang daging harus selalu disalibkan atau dimatikan, kalau tidak akan gagal taat suara Roh dan muncul kedagingan dan dosa.

 

HIDUP BERKEMENANGAN DAN BERKENAN PADA TUHAN.

Kalau kita bisa berjalan dalam Roh itu berarti berjalan dengan Allah seperti Nuh, Yusuf, Musa dll dan yang menonjol adalah Allah, bukan kita (Bandingkan kalau anak kecil berjalan dengan bapaknya, yang dihitung oleh musuh adalah bapaknya). Kalau kita berjalan dengan Allah, yang dihadapi oleh musuh adalah Allah yang ada di dalam kita, sebab itu kita akan selalu berkemenangan Rom 8:31, asal kita terus taat dipimpin Roh, itu luar biasa (manusia yang pintar atau berkuasa, bisa menang, tetapi tidak semua, sebab tetap terbatas, tetapi Allah tidak terbatas, luar biasa!). Sebab itu orang yang berjalan dengan Allah tidak takut, selalu ada sejahtera dan berkemenangan, sebab Allah tidak pernah kalah atau gagal.

Berjalan dengan Allah, baik secara pribadi atau bersama akan selalu dalam kemenangan. Kalau ber-sama2 berjalan dalam Roh, lebih indah lagi seperti umat Tuhan yang berjalan di padang gurun, disertai Tuhan, yaitudengan tiang awan dan api. Sebab itu mereka semua hidup berkemenangan dalam segala hal, kecuali mereka berdosa (ber-sungut2, berontak, marah dll yang tidak berkenan pada Tuhan, maka timbul hajaran atau hukuman Tuhan). Berjalan dan bersekutudalam Roh ber-sama2 itu indah, ada tiang awan dan api yang melindungi semua umat Tuhan ber-sama2 dari segala bahaya dan celaka musuh.

PERBEDAAN ELIA, YANG DIPIMPIN ROH, DENGAN OBAJA.

Di sini jelas perbedaannya, supaya kita bisa belajar berjalan dalam Roh dengan betul.

1Raj 18:7-17. Obaja berusaha hidup beribadah sungguh2, menurut penilaiannya sendiri, yaitu dengan akal dan kekuatannya sendiri, tampaknya bagus dan ia puas, tetapi tidak berkenan pada Tuhan.

1Raj 19:9-13. Elia yang sungguh2 berjalan dengan Tuhan, hidupnya berbeda, ia tumbuh dengan indah di hadapan Allah, bahkan menjadi sempurna. Dimana letak perbedaannya?

OBAJA

  1. Obaja adalah tangan kanan Achab, kepala istananya; ia beribadah sungguh2 sehingga berkorban banyak dalam zaman kelaparan dahsyat, untuk memelihara 100 nabi2 Tuhan dalam dua goa dengan roti dan air. Tetapi semua ini disangkali Elia di hadapan Tuhan 1Raj 19:10,14 (sampai 2 kali) sebab semua nabi yang betul sudah dibunuh Achab dan Izebel, sisa Elia seorang, bukan 100 nabi yang dipelihara Obaja. Memang biasanya tidak mungkin ada 100 nabi sekaligus dalam satu masa.
  1. OBAJA ADALAH BAGIAN DARI ACHAB, IZEBEL.

Bagi Achab dan Izebel, Obaja adalah sebaliknya dari Elia. Obaja adalah tangan kanan Achab, sebab:

  1. Ia menjadi kepala dari rumah (istananya).
  2. Ia dipercaya penuh, sebab terbukti waktu masa kelaparan yang dahsyat, negeri dibagi dua, Achab ber-edar2 mencari rumput untuk binatang2nya supaya tidak mati dan Obaja pergi ke bagian lainnya, se-olah2 setengah pekerjaan untuk Achab dan setengah pekerjaan yang lain untuk Obaja.
  3. Elia sangat dibenci, mau dibunuh, Obaja sangat dipercayai, cocok bagi Achab dan Izebel.

Biasanya orang2 yang dipercaya dan cocok dengan Achab dan Izebel adalah orang2 yang juga sama2 menghormati dan menyembah Baal, kalau tidak akan dibunuh seperti Elia. Sebab itulah Elia (dan Tuhan) tidak menghargai Obaja, meskipun ia kepala istananya, Elia hanya memberi pesan kepadanya untuk disampaikan pada tuannya.

Dapat dikatakan bahwa Obaja adalah sebagian dari Achab, cocok, sehati, satu roh, tetapi Obaja kena tipu iblis, sehingga ia mengira diri adalah orang yang sangat beribadah pada Tuhan, bahkan dari kecil sampai sekarang, makin beribadah (1Raj 18:2,12). Kita bisa menyimpulkan ibadah Obaja itu sia2 di hadapan Allah, meskipun bagi dirinya sendiri dan mungkin juga bagi banyak orang, ia seorang yang beribadah dengan sungguh2 dan baik di hadapan Allah sebab menyembunyikan 100 nabi Tuhan dari pembunuhan Izebel.

  1. ROH ELIA TIDAK SAMA DENGAN ROH OBAJA. 1Raj 18:7-15. Obaja kenal Elia, tetapi rohnya lain. Ia tidak bisa sehati dengan apa yang dilakukan Elia bahkan curiga bahwa apa yang dibuat Elia itu akan membunuhnya. Padahal Elia sama sekali tidak mempunyai pikiran seperti itu, juga ia tidak diutus Tuhan untuk Obaja tetapi untuk Achab. Sebab itu Elia tidak suka dan tidak bisa bersekutu dengan baik dengan Obaja sebab rohnya berbeda 2Kor 11:4. Tetapi Obaja bisa cocok dan sehati dengan Achab, sebab itu kita bisa mengatakan rohnya ada yang sama dengan Achab, istimewa tentang roh mammon, sebab Obaja lekat dengan Achab karena diberi uang, karena ????, sehingga semua yang lainnya dihalalkan oleh Obaja.
  2. MENYEMBUNYIKAN 100 NABI2.
  3. Ini yang jadi kebanggaan dan bukti bagi Obaja bahwa ia beribadah. Memang perbuatan ini adalah pengorbanan yang besar. Kalau Achab saja mencari rumput (ber-sama2 Obaja), sebab masa kelaparan yang dahsyat, tetapi Obaja memelihara 100 nabi ini bukan dengan rumput, tetapi dengan roti dan air terus menerus, itu pengorbanan yang sangat besar. Ini yang diandalkan Obaja di hadapan Elia sebagai tanda bahwa ia sungguh2 beribadah.
  4. OBAJA MAU DAN BISA BERSEKUTU DENGAN ACHAB DAN IZEBEL dengan begitu dekat dan begitu Akrab, sebab rohnya sama. Sekalipun dosa mereka begitu keji. Obaja sebagai seorang Israel apalagi yang “sangat beribadah” (menurut dirinya sendiri), ia pasti mengerti dan tahu bahwa perbuatan Achab dan Izebel itu sangat sangat keji di hadapan Allah, yaitu mereka menyembah Baal dan mempunyai 850 nabi palsu untuk hal itu (1Raj 18:19), pasti Obaja tahu tetapi diam, tidak menasehati apalagi menegur Achab dan Izebel, pasti ia tidak berani. Ia menjadi :
  5. Anjing kelu bagi isi istana Achab yang dipimpinnya, yang menjadi tanggungjawabnya. Ia tahu ada dosa yang begitu keji tetapi tidak berkata apa2 Yak 4:17. Ia takut, tidak berani menggarami panci istana dimana ia ada di dalamnya, bahkan sebagai kepalanya! Ia menjadi garam yang tidak asin dan Tuhan berkata bahwa garam seperti ini akan dibuang dan di-injak2 orang kafir, ini nasib yang celaka, seperti orang2 yang di-injak2 oleh Antikris Wah 11:2, sangat dahsyat dan celaka.
  6. Orang2 justru bersekutu dengan isi rumah Achab yang begitu jahat, bersekutu dengan musuh Allah. Ini hidup yang jelek dan keji di hadapan Allah, bukan orang beribadah yang diperkenan Allah seperti Yus 24:15.

Dengan Elia, Obaja tidak bisa bersekutu, rohnya lain, tetapi dengan Achab dan Izebel bisa bersekutu, sebab rohnya sama, sekalipun Achab dan Izebel penyembah baal dan Obaja (katanya, mengakui dengan mulutnya) beribadah kepada Tuhan. Sebetulnya Obaja ini ada di jalan tengah, netral, sehingga bisa diterima golongan baal, musuh Allah, tetapi juga mengakui dirinya orang beribadah dengan sungguh2 sejak kecil. orang semacam ini adalah orang yang plin-plan, di jalan tengah, jalan netral, bercabang hatinya, suam itu akan diludahkan Allah keluar Wah 3:16. Tidak heran jalan tengah yang se-olah2 tidak apa2 ini sebetulnya adalah pintu masuk tersembunyi bagi iblis dkk. Kalau iblis sudah masuk, ia akan bekerja keras dan se-cepat2nya untuk menarik orang ini dalam dosa munafik dan perkara2 keji yang lebih dahsyat, apalagi kalau di akhir zaman, bisa diseret, diikat dan ditumbuhkan menjadi orang yang sempurna dalam dosa. Orang2 seperti Obaja ini adalah calon2 yang cocok jadi Antikris. Kelihatannya orang rohani, sangat beribadah tetapi rohnya lain, roh setan, yang bisa bersekutu dan dekat dengan jago2nya setan (seperti Achab dan Izebel). Sekarang masih belum tampak sebab batas2 dosa ditekan oleh Allah, yang melebihi akan dipotong! Juga dalam zaman Achab, Obaja masih tampak rohani, belum jadi kepalanya nabi2 baal, baru celik, sebab sudah disetujui dan diperkenan oleh pelopor2 baal.

Jangan plin-plan, jangan mendua, jangan di jalan netral (supaya bisa diterima kedua pihak) itu golongan orang celaka yang tidak kelihatan, diam2, tetapi jadi sangat jahat pada waktunya.

  1. Kebaikan Obaja seperti kain larah (gombal) di hadapan Allah.

Yes 64:6

Tetapi kami semua ini seperti barang yang najis dan semua kebenaran kami itu seperti kain gombal, dan kami semua menjadi layu seperti daun, dan semua kejahatan kami seperti angin yang membawa kami pergi. (KJI)

Orang yang plin-plan, mendua, itu sebab memakai kekuatannya sendiri. Tidak mungkin dengan kekuatan sendiri dan bisa hidup benar, suci dan beribadah dengan betul. Mungkin ada satu segi hidupnya indah (seperti yang dianggap ibadah oleh Obaja, korban yang besar untuk “menyembunyikan” 100 nabi), tetapi disisi lain jangan bobrok dan keji, yaitu bisa bersekutu dengan akrab, cocok, satu roh dengan Achab dan Izebel (meskipun dalam tingkat permulaan, tetapi ini sangat jahat, seperti benih2 ular Mat 23:33). Tidak mungkin dengan kekuatan sendiri, orang bisa hidup benar atau suci di hadapan Allah. Hanya sebagian yang mungkin baik (dermawan, ikut menolong supaya dipuji, sabar dll, tetapi di bagian lain begitu keji, penuh dengan dosa2 yang sangat melawan Allah seperti orang yang pura2 baik, dengan roh yang lain).

  1. KALAU IZEBEL TAHU; ia bisa dibunuh. Padahal perbuatan ini amat sulit untuk terus dirahasiakan, sebab jumlahnya besar, 100 orang. Dengan demikian rahasia ini akan bocor dan Izebel akan tahu, lambat atau cepat, apalagi sesudah Elia membunuh 450 nabi baal; si Izebel sangat dendam dan pasti ia berusaha membalas dendam. Mungkin juga Izebel sudah tahu, tetapi mengapa tidak ada tindakan tegas? Mungkin juga Obaja, yang dirinya sendiri mungkin sudah tunduk menyembah baal, juga 100 nabi ini disuruh menyembah baal, dan Obaja bisa menenangkan hati Izebel dengan mengatakan bahwa 100 nabi itu juga menyembah baal, bisa jadi calon nabi2 untuk baal di kemudian hari.

Mungkin dengan cara ini Obaja tetap bisa mengamankan 100 orang nabinya atau dengan cara yang lain, sebab tidak mungkin merahasiakan, rahasia umum yang begini besar yang diceritakan Obaja pada Elia dan mungkin juga pada beberapa banyak orang lain, sebab ini menjadi kebanggaannya (dengan pengorbanan yang besar) sebagai bukti dari ibadahnya yang sungguh2 pada Tuhan, tetapi sebetulnya hanya seperti ibadah orang percaya yang pura2, yang berdoa dengan jubah doa di perempatan jalan dan di mana2 sebagai kebanggaannya, tetapi tidak dihargai Tuhan, bahkan suatu ibadah yang munafik di hadapan Allah seperti kuburan putih, tetapi isinya bangkai yang sangat busuk Mat 23:27. Sebab itu Elia sama sekali tidak bangga, tetapi curiga dan tidak membenarkannya. Bahkan dua kali di hadapan Tuhan (1Raj 19:10,14). Elia tahu langsung dari Obaja bahwa ia “mempunyai” 100 nabi Tuhan, tetapi Elia menganggap itu nol, tidak ada. Semua nabi yang betul sudah mati, tinggal dia seorang diri (nabi Elia waktu itu belum ada, bahkan belum muncul, baru sesudah disuruh Tuhan, Elia menjadi Elisa. Ada lagi nabi Mika yang muncul di waktu Yosafat datang pada Achab (2Raj 22:2), apakah ia sudah ada sebelumnya dan sudah jadi nabi waktu Elia mengatakan hal ini. Mungkin juga Elia tidak tahu).

Jadi apa yang dikatakan nabi oleh Obaja, apalagi jumlahnya 100, itu bukan nabi bagi Elia dan Allah. Sebab Elia berani mengatakannya dalam laporannya pada Tuhan, pasti Elia tidak ngawur atau meng-ada2. Juga Tuhan menerima dan tidka mengoreksi pernyataan dari Elia ini. Jadi dapat kita simpulkan bahwa 100 orang ini bukan nabi, bahkan mungkin sudah “dipadamkan” oleh Obaja dengan Izebel, dengan menetralizernya yaitu dengan cara2 atau tindakan yang bisa diterima Izebel, paling sedikit punya sikap “bisa menerima baal” atau bahkan sudah memberi hormat atau menyembahnya (juga disebutkan dalam beberapa buku2 lain).

Hidup Obaja penuh ketakutan, sebab ia memakai akal dan kekuatannya sendiri. Misalnya ia tidak berani menyampaikan pesan Elia pada Achab, kuatir kalau Elia pergi, ia dibunuh Achab sebab Achab, Izebel sangat membenci Elia. Kalau orang dipimpin Roh tidak ketakutan seperti ini.

ELIA.

  1. Elia berjalan dengan Allah dalam kesucian dan terus taat, sekalipun harus mati karena Izebel 1Raj 19:2. Orang yang dipimpin Roh tidak mau kompromi dengan orang jahat sekalipun dengan rajanya yang berkuasa, bahkan ber-kali2 ia menegur dan melawan Achab habis2an 1Raj 17:1; 18:18-19.

Elia taat akan pimpinan Tuhan, tidak seperti Obaja yang diupah Achab yang keji, sehinggatutup mulut. Elia terus hidup dipimpin Roh, terus taat dengan sepenuh hati,baik di sungai Kerit, di Zarfat, melawan 450 nabi Baal dll.

  1. Elia taat, menunggu Tuhan dalam keadaan yang sepi, membosankan di sungai Kerit selama 1 tahun sendirian. Justru disini ia mengalami pengolahan yang intensif dalam hadirat Tuhan, juga di rumah janda Zarfat, sehingga mujizat berjalan terus. Pada waktu anak janda tiba2 mati, langsung dibangkitkan, tidak jadi dikuburkan, sebab Elia selalu ada dalam hadirat dan kuasa-Nya.

Henokh berjalan dengan Tuhan 300 tahun dan menjadi sempurna, Elia mungkin hanya 20-30 tahun (Maz 90:10) dan Elia jadi sempurna, sangat indah.

Waktu berdoa, untuk hujan, sesuai dengan janji Tuhan, tetapi doanya tidak dijawab. Ia tidak marah, kecewa atau putus asa, tetapi tetap menunggu dengan tetap taat berdoa sampai 7 kali dan setiap kali ia mengirim hambanya untuk mencheck dan gagal terussampai yang ke-7 baru berhasil 1Raj 18:43. Elia taat seperti hamba pada tuannya yaitu Roh Kudus.

Kalau kita dipimpin Roh, jangan memaksakan kehendak sendiri, tetapi terus taat akan kehendak Roh.

Kalau disuruh menunggu, belum dijawab, tetap taat seperti hamba pada tuannya.

Kalau menuruti akalnya, seringkali kali kita minta langsung jadi supaya tidak terlambat. Tetapi ini jadi latihan ketaatan bagi Elia dan kita. Tidak semua orang dipimpin Roh itu langsung tertolong dan jadi (ingat Yusuf taat + 21 tahun baru mimpinya jadi). Bisa menunggu adalah salah satu tanda dari orang yang mau taat terus menerusdipimpin Roh. Tetapi kita harus tetap berhubungan, lekat dengan Tuhan (banyak terus berdoa dalam Roh dan kebenaran). Kalau mau jadi tuan, tidak mau menunggu, langsung menurut kehendaknya sendiri. Tetapi jadi hamba yang taat, harus menunggu tuannya; kadang2 sepertinya terlambat sebab harus terus menunggu. Akal tidak bisa menunggu, lebih2 kalau sikon menjepit, tetapi Elia tetap tekun menunggu sampai 7 kali baru Tuhan menjawabnya. Taat dipimpin Roh tidak boleh semaunya sendiri dan harus bisa menunggu waktunya Tuhan Pkh 3:11. Untuk apa Tuhan menyuruh Elia menunggu sampai berdoa 7 kali. Dia bisa langsung memberi sesudah sekali berdoa. Allah tidak pernah salah, mungkin ada yang ditunggu, tetapi ketaatan dalam menunggu ini mengolah Elia makin mahir dipimpin Roh, bukan menuruti kehendak dan keinginannya sendiri. Hamba Tuhan yang tumbuh dan berhasil itu bisa menunggu Tuannya dengan tetap taat dipimpin Roh, bukan semaunya sendiri.

  1. Di dalam tofan, gempa dan api

Waktu Elia di hadapan Tuhan, ia juga tetap taat dipimpin Roh sekalipun terjepit dalam topan, gempa dan api 1Raj 19:11-13.

  1. Waktu topan datang membelah gunung dan memecah batu, ini bukan hal yang enak, tetapi sangatdahsyat dan mengerikan. Tetapi Elia tetap taat menunggu Tuhan, ia tidak lari atau menuruti perasaan hati atau akalnya yang tentu sangat takut, tetapi tetap menunggu pimpinan Tuhan. Kalau Tuhan belum bicara, jangan mendahului, apalagi kalau ketakutan, perasaan hati ini memaksa kita untuk bertindak atau lari karena takut atau reaksi lainnya yang seringkali ngawur dan keliru, sebab takut. Tetapi Elia tetap taat menunggu suara Tuhan.
  2. Waktu datang gempa yang dahsyat. Jangan2 bumi terbuka lalu masuk dan dikubur hidup2an seperti Korah cs. Tetapi Elia tidak menuruti pikiran, perasaan hati atau ketakutannya, tetapi tetap taat dipimpin Roh.

Tuhan se-olah2 diam saja atau tidak menolong. Jangan menuruti ber-macam2 akal2an kita sendiri atau perasaan hati atau kepanikan yang mendorong mengambil tindakan2 darurat, tetapi tetap menunggu dan taat akan suara Roh “Yang terlambat” itu. Yang penting pelihara sejahtera Allah (Fil 4:7) dalam hubungan yang baik dengan Allah (berdoa dalam Roh terus menerus).

  1. Kemudian datang api, ini lebih dahsyat,sangat berbahaya, 10 meter dari api sudah bisa mati. Jangan menuruti panik, yang mendorong tindakan2 darurat (yang bisa menghalalkan segala cara termasuk cara2 yang ngawur dan berbahaya), apalagi kalau dengan mata dan akal tidak ada jalan lepas, bisa makin panik dan kacau. Tetapi Elia yang sudah mahir dipimpin Roh, tetap menunggu suara Roh dan tidak bereaksi yang salah.
  2. Mendengar suara Tuhan. Baru kemudian ia mendengar bisikan suara kecil, ia langsung tahu itu suara RohTuhan, sebab ia dapat menunggu dengan baik2.

Kalau kita sudah bisa hidup dipimpin Roh, maka sekalipun gawat menjepit, membuat orang menjadi panik, perasaan hatinya tidak karuan tetapi orang yang taat dipimpin Roh dan bisa membedakan, tidak bereaksi sampai mendengar suara Roh dan taat dipimpin roh, sehingga mengalami kemenangan yang besar dan hasilnya 100% sukses.

Dalam situasi dan kondisi akhir zaman yang dahsyat, ruwet dan penuh tipu daya setan dan banyak kegerakan roh jahat, mutlak perlu bisa hidup dipimpin Roh. Orang seperti ini akan tetap aman sebab kalau kita taat menuruti pimpinan Roh, Roh Kudus tidak pernah keliru, bahkan dalam pimpinan Roh, kita akan terus tumbuh dengan cepat dan terus lulus dalam pengolahan baptisan api atau ujian akhir yang dahsyat pada akhir zamanMat 13:11, Luk 12:49-50.

Bagian kita hanya berdoa dalam Roh dan kebenaran dan taat (Roh Kudus yang berdoa untuk kita Rom 8:26-27), terus lekat dan taat akan Allah. Tetapi bagian Allah adalah semua yang lain. Ia bisa mengubah orang2 yang kita hadapi, sikon dan menghadapi kegerakan roh setan yang makin lama makin dahsyat. Sebab dalam akhir zaman mereka diizinkan bergerak lebih bebas, sehingga mendorong orang2 yang hidup dalam dosa terus tumbuhsampai sempurna dalam dosa (menjadi Antikris dan orang2 yang seperti Antikris).

Kita bisa menghadapi semua ini dengan kemenangan karena sudah mahir hidup berjalan dengan Allah. Kita akan tetap tenang, sejahtera, sukacita, bahkan juga tumbuh makin seperti Kristus, sebab Allah yang bekerja di dalam kita bisa menghadapi semua sikon, orang2 dan roh2 jahat yang kita hadapi dengan kemenangan mutlak! (Sesudah pengangkatan lain, tanpa Allah, semua orang beriman yang tertinggal, yang berani melawan Antikris, iblis dan pengikutnya, dihajar dan disiksa dan disiksa habis2an sampai mati Wah 13:7).

Suara Roh Kudus yang seperti bisikan kecil, itu cukup dan kalau kita taat, kemenangan kita jadi besar dan penuh. Jangan lupa terus tunggu suara Tuhan dan taat, pasti menang. Jangan seperti Obaja jalan sendiri, keluar dari pimpinan Roh, sehingga hidupnya tidak berkenan pada Allah, tetapi Elia tumbuh terus sampai sempurna.

KESIMPULAN.

Cara hidup di akhir zaman, istimewa dalam penamatan rencana Allah, mutlak perlu berjalan dengan Allah, yaitu hidup dipimpin Roh seperti Putra manusia Yesus. Yang tidak mau hidup dalam kesucian se-penuh2nya (MAK DSY), tidak akan bisa mendengar suara Roh dan tidak bisa hidup dipimpin Roh.

Juga yang plin-plan (berarti ada sedikit keinginan dosa/ duniawi), ini bukan netral atau jalan tengah, tetapi hidup setengah2 seperti ini adalah pintu masuk yang tidak kelihatan bagi setan. Dan sesudah masuk, ia akan menguasai dan menyeretnya dengan cepat dalam dosa2 yang makin keji dan jahat.

Tidak cukup “beribadah dengan baik” seperti Obaja. Berbuat baik itu baik dan perlu, tetapi lakukanlah oleh, karena dan untuk Tuhan Rom 11:36, dalam pimpinan Roh Kudus, itu indah dan adalah bagian dari rencana Allah, tetapi jangan dengan kekuatan dan pikiran sendiri  seperti Obaja, yang kebenaran dan kebaikannya seperti kain larah Yes 64:6, sehingga akhirnya akan luruh seperti daun dan dibawa oleh kejahatannya seperti diterbangkan oleh angin, sia2 dan binasa. Jangan mengandalkan kekuatan dan kepintaran sendiri, tetapi belajar makin peka mendengar suara Roh dan selalu taat dengan segenap hati akan pimpinan Roh Kudus, maka kita akan menang dalam segala keadaan sebab Allah di dalam kita dan tumbuh makin tinggi masuk dalam pengangkatan yang indah dan mulia.

Nyanyian: Berachah no. 711

Sungguh kurasa, kekuatanMu ya Allah,

di dalam diriku, Kau nyatakan diriMu.