M4212 – Menghadapi Kesukaran Keuangan ( Bag. 2 )

MATIUS 6:31-33. MENGHADAPI KESUKARAN KEUANGAN (bag. 2).

RINGKASAN YANG LALU.

Allah kita Maha kuasa, Maha tahu dan cinta, Ia mau dan sanggup memelihara kita secara rohani (sehingga terus tumbuh sesuai rencana Allah yang indah bahkan sempurna), juga untuk keperluan jasmani, fasilitas sementara yang kita butuhkan selagi hidup di dunia, asalkan kita mendapatkan kerajaan Surga dan kebenaranNya, Tuhan akan menambahkan semuanya itu, sesuai dengan janjiNya dalam Mat 6:31-33. Jangan takut atau kuatir, pegang janji Allah dan hadapi dengan iman 2Kor 5:7, Rom 1:17.

Tetapi iman itu tidak berdiri sendiri; iman timbul dan tumbuh dalam orang yang lekat dengan Tuhan. Ada 7 hal dasar untuk mendapatkan fasilitas yang fana ini dengan baik dan aman. Hal2 ini sudah cukup, tetapi juga adahal2 praktis yang harus kita lakukan untuk mencari nafkah (2Tes 3:10) yang juga harusdicocokkan dengan Firman Tuhan, sehingga tidak sampai salah; sebab ini bisa membatalkan janji2 Allah yang sudah lengkap disediakan bagi kita, lebih2 dalam menghadapi kesukaran2 keuangan.

BERANI BERUBAH KARENA SIKON.

Kadang2 kita harus menghadapi perubahan sikon yangbesar atau total, apalagi dengan mendadak. Daniel bisa berubah, tetapi Tuhan tidak berubah untuk se-lama2nya, sebab itu kalau kita berjalan dengan Tuhan menghadapi perubahan apapun, kita akan tetap aman dalam perlindungan dan rencana Allah.Kalau pikirannya sudah merasa tidak mampu, orangnya akan mudah stress, bingung dan putus asa.

Ada seorang bapak, dipensiun dari pekerjaannya sebagai kepala gudang. Ia putus asa, sifatnya menjadi pendiam dan depresif sebab tidak bisa menghadapi perubahan ini. Dalam nafkah masih cukup, apalagi anak2nya sudah bekerja dengan berhasil. Tetapi ia tidak dapat mengatasi perubahan yang sebetulnya tidak mendadak, sebab sudah diketahui ber-tahun2 sebelumnya. Sayang ia tidak mengambil “keindahan” yang disediakan Allah dalam rencana Allah pada perubahan hidup ini, se-olah2 ia tidak bisa menerima perubahan ini, padahal ada rencana Allah yang indah yang sudah disediakan Allah. Allah tidak pernah lupa, lalai atau membiarkan begitu saja, tidak! Ada rencana Allah yang indah kalau ia mau percaya dan cinta Tuhan. Begitu juga umat Tuhan dalam menghadapi banyak perubahan2 besar, jangan takut, tetapi tetap bersandar dan berjalan dengan Tuhan terus.

Misalnya ISHAK harus mengalami perubahan dalam sumber kehidupannya, yaitumenghadapi problem sumur (sumber penghasilan dan kehidupan). Ini problem yang ber-ulang2 datang, setiap kali dengan cara dan sikonnya masing2. Sumur itu dirampas dan ditutup orang Filistin. Sebab itu Ishak harus mencari dan membuka yang baru, dalam keadaan yang berbeda, sebab setiap tempat tidak sama keadaannya. Menggali sumur lebih2 dengan cara primitif waktu itu, tidak ada alat2 modern, dan keadaan tanah dan kedalaman airnya berbeda! Tetapi heran, dengan Tuhan ia terus berhasil sekalipun sikonnya berubah. Sumur2 itu diberi nama sendiri2 sesuai dengan sikon waktu itu, yaitu sumur2 Abraham, lalu Esek, Sitnah, Rehobot, Bersheba Kej 26:15-23. Ini menceritakan kemenangan Ishak bersama Tuhan menghadapi perubahan2 yang jahat ini.

Juga YACOB mengalami perubahan peraturan upahnya sampai 10 kali Kej 31:7,41. Majikannya Laban, mendiam Yacob sampai 10 kali, upahnya di ganti2 untuk menjepit dia dari segal segi, tetapi dengan Tuhan, ia bisa menghadapi perubahan2 yang be-runtun2  dan menekan dia dari segala segi. Tetapi dengan Tuhan ia dapat menghadapi perubahan2 dahsyat ini dan berkat Tuhan tetap turun atasnya sehingga ia pergi dengan 1 tongkat, tetapi pulang jadi 2 pasukan atau rombongan yang besar Kej 32:10. Allah sanggup memelihara kita lewat perubahan, bahkan itumenjadi salah satu caraNya, sulit bagi manusia, tetapi tanda ajaib kalau disertai Tuhan.

DAUD berubah kariernya dari gembala kambing domba, menjadi pegawai istana, tetapi tangan Tuhan terus menyertainya, bahkan akhirnya menjadi raja 2Sam 7:8; 18-19.

ISRAEL yang ditawan ke Babil, sikonnya berubah 100%, se-gala2nya lengkap berubah, jadi tawanan di negara asing, tetapi mereka tetap terpelihara, bahkan rencana Allah tetap berlaku bagi mereka! 70 tahun kemudian mereka kembali ke Israel membangun negerinya dan bait Allah, sesuai dengan rencana Allah, luar biasa Yer 25:11-12; 29:10.

Sebab itu janganlah takut menghadapi perubahan2 yang kecil/ besar, asalkan kita terus ada dalam tangan Tuhan. Sebab kita mempunyai jaminan Allah sbb:

  1. Tidak ada yang kebetulan bagi Allah dan umatNya Mat 10:30. Semua perubahan2 itu ada dalam pengetahuan dan rencana Allah. Sebab itu janji2 Allah tetap berlaku sesuai dengan syarat2 dan janji2 Tuhan (Firman Tuhan tidak berubah Luk 21:33). Berkat dan pertolongan Tuhan tidak berdasar syarat2 atau sikon dunia, atau manusiawi.

Sebab itu pegang syarat2 dari Tuhan dan hadapi perubahan2 itu, sekalipun perubahannya besar. Janji Tuhan tetap akan digenapi, apalagi hal itu diteguhkan oleh janji Tuhan dalam Rom 8:28. Yang menjanjikan bahwa apapun yang kita hadapi akan menjadi kebaikan bagi orang yang cinta Tuhan. Kita harus memegang syarat2 Tuhan, bukan syarat2 dunia atau manusiawi yang cepat dan banyak berubah sesuai dengan sikon. Tetapi janji2 Firman Tuhan itu kekal, tidak tergantung sikon! Luk 21:33.

  1. Keadaan rohani tidak boleh berubah, meskipun menghadapi perubahan2 yang kecil atau besar, rohani jangan berubah apalagi merosot, tetapi justru harus makin baik makin meningkat, sesuai dengan janji, rencana dan kehendak Allah.

Fil 3:14

dan berlari-lari menuju sasaran untuk memperoleh pahala dari panggilan Allah yang tinggi, di dalam Kristus Yesus. (KJI)

Makin tumbuh menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1. Jangan berpada dalam hal rohani, tetapi justru harus makin melimpah, sebab Tuhan menguasai dan memperalat perubahan2 ini jadi kebaikan bagi kita.

Keadaan jasmani bisa, boleh berubah. Keadaan keuangan, nafkah atau sikon kita berubah, jangan takut atau bingung, asal tetap jalan dengan Tuhan (tetap minta pimpinan Roh) dan kita harus bisa berpada dalam perubahan2 jasmani ini baik dalam jumlah atau mutunya 1Tim 6:8.

(Juga dalam cara ibadah, harus bisa berubah seperti cara2 on line, tetapi mutunya, justru harus ditingkatkan supaya kita makin cepat dan efektif bertumbuh dalam rencana Allah!).

  1. Allah sanggup memelihara dalam sikon apapun, sebab Dia Maha kuasa dan semua perubahan itu dalam tangannya. Bahkan rencana Allah tetap berjalan, meskipun sikon berubah, sebab Allah merencanakan semua hal dalam kemahatahuanNya; Ia sudah tahu dan menguasai hari2 yang akan datang. Karena itu jangan takut, bahkan bersukacitalah di dalam tangan Allah. Sebab kalau sikon kita berubah, rencana Allah makin sulit, tetapi tetap akan jadi, sebab itu kita justru akan mengalami hal2 yang unik dan besar kalau tetap taat dalam tanganNya.

Manusia juga dengan akalnya cukup kreatif menghadapi perubahan (kecuali yang sudah stress dan putus asa), tetapi meskipun kreatif ada yang berhasil, ada yang gagal. Juga dengan pikiran dan kekuatannyamanusiawi, manusia hanya bisa memikirkan hal2 jasmani, tidak bisa memikirkan hal2 rohani. Tujuan manusiawi hanya sukses dalam hal2 jasmani. Tetapi orang beriman nomer 1 tujuannya sukses rohani berjalan terus, tetapi dengan hal2 jasmani bisa berpada sampai batas yang rendahpun, sebab semua ada dalam tangan Tuhan, sehingga kita tidak kuatir atau takut. Seperti Petrus, Paulus dan Silas sudah di tepi jurang maut, dalam sikon yang celaka di penjara, tetapi Tuhan mengubahkannya dengan mudah, Dia selalu punya jalan!

CERDIK DAN TULUS.

Mat 10:16

Lihatlah, Aku mengutus kamu seperti domba keluar di tengah-tengah serigala, sebab itu berlakulah bijaksana seperti ular dan tuluslah seperti merpati. (KJI)

II.A. CERDIK.

Disini Tuhan berkata cerdiknya seperti ular, bukan jahat dan penipu yang lihai seperti ular, namun jangan kalah dari kecerdikan ular, sebab itu kita harus bahkan lebih cerdik dari ular supaya bisa mengalahkannya!

Tetapi dalam bekerjasama dengan Allah, Allah tidak mutlak menuntut kita harus cerdik, ahli dalam keuangan (misalnya S3) dan berpengalaman. Allah bisa memakai “apa adanya”, tentang jangan bodoh danharus taat, sebab Allah dapat memberikan hikmatNya yang tidak terbatas! Tetapi kalau kita tahu dan mengerti, pakailah pengertian atau pengalaman yang ada, misalnya hukum2 atau prinsip ekonomi, hukum pasar dll tentang mutu, harga, laku dijual, daya tarik pembeli, perhitungan, termasuk laba dan resiko dan cara2 yang kreatif dll semua bisa kita pakai, asal tulus dan tidak melanggar Firman Tuhan.

Tetapi meskipun tidak punya keahlian atau pengalaman khusus, masih bisa sukses dengan Allah dan sesuai rencana Allah, sebab Tuhan kita Allah yang Maha besar. Tetapi ingat, tujuan nomer 1 adalah rohani, bukan yang jasmani, bahkan dalam hal jasmani harus bisa berpada.

Tetapi jangan bodoh, dimakan orang jadi rugi. Bodoh ada 2 macam, yaitu:

  1. Karena orang itu sendiri yang bodoh, kalah cerdik, tetapi juga belajarlah dari pengalaman dan seadanya, harus bealjar, jangan malas, misalnya semua dengan online.
  2. Bodoh, sebab tidak mengandalkan dan mencari pimpinan Roh Kudus dan tidak mau mentaatiNya. Ini membuat kita menjadi bodoh, sebab kalau bisa mendengar suara Roh dan taat, akan jadi bijak.

Harus menjadi cerdik (ini perintah Tuhan) dan bisa jadi cerdik. Kalau kita mau taat akan pimpinan Roh Kudus, maka Tuhan akan menambahi kekurangan kederdikan kita. Berapapun jumlah kecerdikan kita yang kurang, Tuhan akan memenuhi semuanya sampai penuh.  (Misalnya kita cerdik hanya 10%, kalau kita taat dipimpin Roh, Allah akan melengkapi yang 90%. Kalau kita 40% dan tetap mau taat dipimpin Roh, Allah yang melengkapi yang 60% dst. Sebab itu bersandarlah kepadaNya, dengar dan taat pimpinan Roh Kudus dengan se-penuh2nya), kita akan bijak menghadapi segala problem keuangan dll.

II.B. TULUS seperti merpati (gambaran dari Roh Kudus), berarti tulus seperti Allah, dalam segala hal.

Jangan cerdik, lihai, merugikan orang lain, tetapi punya alasan, sehingga tidak bisa disalahkan, tidak bisa ditangkap peraturan atau polisi, tetapi merugikan lawannya; lawannya tahu, tetapi tidak berdaya seperti masuk perangkap. Ini cerdik dari iblis, tanpa ketulusan. Ini bukan dari Tuhan, ini dosa di hadapan Tuhan. Biasanya dalam orang ini, paling sedikit dalam hatinya dengan sengaja, mau merugikan dengan alasan yang cerdik.

Dalam bekerja atau berdagang, jangan merugikan lawan dengan menjeratnya, tetapi harussama2 untung dan puas (win win ber-sama2)

Kita dapat untung, tetapi tidak merugikan orang lain. Misalnya kiga menjual barang dengan harga yang cocok dengan mutu barangnya, orangnya puas, kita juga dapat untung yang pantas. Kalau jual barang KW2, beritahu terus terang dan harganya juga lebih murah. Yang beli puas, sebab sesuai harganya dan kita uga untung secukupnya. Jangan bohong atau dipamerkan dengan cara yang menyesatkan; sesudah beli, tahu, menyesal dan tahu sudah tertipu.

Yacob ditipu Laban 10 kali, ia bisa melawan dan membalasnya dengan siasat, sehingga bisa untung lebih banyak, tetapi Yacob tidak melakukannya. Domba yang hilang atau diterkam binatang diganti, ia bekerja sampai kurang tidur dan hasilnya Laban untung besar (juga Yacob dapat bagiannya yang patut). Sebab itu Laban minta supaya Yacob tidak keluar dari pekerjaannya. Ini sama2 untung.

Kej 30:27

Maka sahut Laban akan dia: Biar kiranya aku beroleh kasihan dari padamu, karena telah nyatalah kepadaku, bahwa Tuhan memberkati akan daku itupun oleh karenamu juga. (28-31; 31:36-42) (KJI)

Laban mau tidak mau harus mengakui, ia diberkati oleh Yacob.

Lawan kerja atau dagang kita harus puas, seperti Laban pada Yacob, bukan kecewa, kapok, menyesal dan dendam sebab merasa dirugikan oleh kecerdikan lawannya, tetapi tidak berdaya, masuk jerat. Masih ada orang beriman yang cerdik seperti ini dan menjadi kesaksian yang buruk Rom 2:24, sebab lawannya sangat pahit, makan hati karena dirugikan dengan cerdiknya. Mereka kapok berhubungan dengan orang Kristen yang sebetulnya anak2 iblis ini 1Yoh 3:10. Bahkan ada juga pemimpin2 dan hamba2 Tuhan yang masih cerdik seperti ini, wai! Kadang2 pinjam uang dan sudah direncanakan tidak dibayar (hanya permulaannya) dan orangnya tidak berdaya menagihnya, namun sakit hati, sebab masuk perangkapnya. Ini cerdik perangkap sebab lihai dari setan, akal2nya busuk. Juga alasan2 resmi bisa dipakai untuk mengail keuntungan di air keruh. Misalnya dalam masa pandemi, peraturan2 darurat, tidak 100% aman, ada celah2 yang bisa membuat untung besar bagi orang yang “cerdik”. Misalnya tagihan tidak dibayar dengan alasan bangkrut, covid, pegawai tidak ada yang mengurus dll, padahal bisa membayar (ingat win win, jujur + tulus). Umum tidak bisa menyalahkan, tetapi mendongkol, tetapi ini tetap dosa di hadapan Allah. Orang beriman bukan saja harus cerdik, tetapi juga tulus di hadapan Allah, maka lawannya akan bersyukur dan memuliakan Allah dan ingin untuk berhubungan kembali seperti Laban terhadap Yacob.

Jangan kecerdikan yang ada pada kita, kita pakai untuk membuat alasan dengan sengajauntuk menutupi kecurangan2, tetapi pakailah kecerdikanmu untuk berdagang atau berkarya sebaik mungkin, sehingga menjadi berkat bagi orang yang kita hadapi. Kalau orang dapat berkat jasmani dalam hubungan kerja atau dagang, hatinya akan terbuka untuk ditaburi dengan berkat rohani dalam Kristus.

Beruntung karena kecerdikan ular, ini jahat di hadapan Tuhan dan inilah permulaan Meterai Antikris, yaitu cinta uang, lalu menyembah mammon dan akhirnya dirasuk, dipenuhi dan dimeteraikan dengan roh mammon, yaitu Meterai Antikris (Meterai Allah adalah Roh Kudus, Ef 4:30. Juga iblis memeteraikan orang2nya bukan dengan kode angka atau sistem yang mati (chip), tetapi dengan roh mammon, yanghidup, aktif, kreatif, sebab ini adalahroh setan, dengan senjata utamanya adalah cinta uang. Orang yang cinta uang akan menyembah mammon, akan mudah dikuasai roh2 mammon, maka orang2 ini dengan aktif dikendalikan, dikuasai sampai penuh, ini sudahdirasuk setan mammon.

Ini meterai Antikris yang akan datang (sekarang sudah ada sedikit2, tetapi yang cinta uang sudah sangat banyak). Meterai Antikris yang betul ini, jauh, jauh lebih dahsyat dari chip yang mati dan terbatas! Orang2 yang cinta uang itu gairahnya sudah amat besar dan menghalalkan segala cara, mengambil, mata gelap dan cinta uang ini adalah akarnya dari segala jenis kejahatan 1Tim 6:9-10, apalagi kalau roh mammon sudah menguasainya, limpah dengan kecerdikan ular, sehingga orang2 ini dimeteraikan dengan roh mammon.

Sebab itu orang2 beriman harus hati2 dalam mencari nafkah dan mengharapkan “berkat Tuhan”, jangan asal dapat uang, sebab cinta uang, akan menghalalkan segala cara, tetapi itu tidak berkenan pada Allah, itu dosa dan akarnya segala macam kejahatan.

Kadang2 ada orang beriman dan pemimpin2 yang bergerak sangat aktif dan penuh alasan dalam pelayanan, tetapi sesungguhnya mereka digerakkan oleh cinta uang, akarnya semua kejahatan, tetapi zaman sekarang (sampai masuk Minggu ke-70 Daniel) semuanya itu masih disembunyikan! Ini tidak berkenan pada Tuhan dan semua kita harus disucikan daripadanya, dari percintaan uang sejak dari dalam hati.Kita harus bisa berpada dalam hal2 jasmani, tetapi tumbuh dengan pesat dalam hal2 rohani.

Sebaliknya kalau kita menghadapi orang2 yang cerdik seperti ular dan tidak tulus, hati2, minta pimpinan Roh Kudus yang penuh dengan hikmat, marifat, kuasa.

Jangan bereaksi dosa, benci, dendam membalas dsb, tetapi tetap suci supaya bisa dipimpin Roh, sehingga lepas dari kerugian dan celaka besar serta mengalahkan roh2 setan itu dan melepaskan orang yang diikat oleh setan (Dalam Minggu ke-70 Daniel, tidak lagi bisa dilepaskan, sudah menetap). Minta hikmat marifat Roh Kudus untuk mengenali calon2 pengikut Antikris ini. Ini juga ada diantara orang2 beriman, biasanya itu lalang atau Yudas (yang hidup dan pelayanannya berakhir dalam daging).

III. SIFAT2 BARU, BUKAN YANG LAMA.

Setiap orang yang sudah lahir baru mempunyai lengkap seluruh tabiat baru yang seperti Kristus, tetapi dalam bentuk benih. Ini harus ditumbuhkan dan kalau sudah penuh sempurna, orang itu menjadi seperti Kristus.

1Kor 11:1

Tirulah saya sama seperti sayapun meniru Kristus. (KJI)

Memang ini rencana dan kehendak Allah supaya kita menjadi seperti Kristus, seperti Allah Bapa.

Mat 5:48

Karena itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu di Sorga itu sempurna. (KJI)

Yoh 10:35-36

  1. Jikalau mereka disebut allah2, kepadanya Firman Allah itu telah datang, (dan Alkitab tidak bisa dibatalkan),
  2. patutkah kamu berkata kepada Dia, yang telah dikuduskan dan diutus oleh Bapa ke dalam dunia, Engkau menghujat! sebab Aku berkata, Aku ini Putra Allah? (KJI)

Tabiat baru itu harus terus bertumbuh, makin seperti Kristus. Juga dipakai untuk hidup se-hari2 dalam hal2 jasmaniyang fana, bukan hanya dalam hal rohani.

Harus mulai dalam hal2 jasmani, maka juga dalam hal2 rohani akan makin nyata 1Kor 15:46. Misalnya kalau dalam hal2 jasmani malas, apalagi dalam hal rohani, biasanya juga malas, bahkan lebih. Kalau malas dalam pekerjaan jasmani, tidak mau bekerja, tidak ada rezeki jasmani tidak bisa makan 2Tes 3:10, lebih2 dalam hal2 rohani, misalnya 7 Kebutuhan Pokok Rohani, anak lebih malas lagi,jiwanya juga akan kelaparan, bahkan sampai mati rohani Amos 8:11.

Orang dosa kalau berhasil atau sukses biasanya jadi sombong, paling tidak dalam hati dan ini celaka Mat 23:12. Tetapi orang beriman yang sudah mati lepas dari dosa, sudah hidup baru lebih2 kalau penuh dan dipimpin Roh, bisa mengalahkan dan mematikan daging, sehingga tidak menjadi sombong. Lebih2 Roh kudus akan mencelikkan mata rohani kita sehingga tahu bahwa segala yang ada pada kita itu dari Tuhan oleh kemurahan Allah.

1Kor 4:7

Karena siapa yang membuat kamu berbeda dari yang lain, dan apakah yang kamu miliki yang bukan kamu terima? Dan jika kamu memang menerimanya, mengapa kamu memegahkan diri seolah-olah kamu tidak menerimanya? (KJI)

Sebab itu orang yang dipimpin Roh, yang mengerti seperti Daud, akan makin rendah hati dan makin lekat pada Tuhan, sebab dia tahu Tuhan itu sumbernya! Kita bisa mendapatkan juga berkat2 jasmani dengan iman. Bagi Tuhan dan orang yang bisa percaya, tidak ada yang mustahil, percaya dan terimalah Mrk 9:23, tetapi tetap rendah hati dalam kesucian dan terus tumbuh.

Selain itu tabiat yang lain, seperti tekun, ulet, setia,sabar, lemah lembut dll, juga perlu dalam cara2 kerja dan hidup se-hari2.

TABUR TUAI.

Gal 6:7-8

  1. Jangan sesat, Allah tidak boleh diolok-olok, sebab apa yang ditabur seseorang, itu juga yang akan dituainya.
  2. Sebab ia yang menabur menurut daging-nya, akan menuai kebinasaan dari daging, dan ia yang menabur menurut Roh akan menuai hidup kekal dari Roh itu. (KJI)

Hidup ini adalah kesempatan satu2nya untuk penaburan, baik jasmani, rohani dan kita akan menuai sesuai dengan penaburan kita dalampengawasan Allah yang adil, baik di dunia sampai di Surga kekal Wah 14:13. Ingat berkat limpah itu bukan karena nasib, tetapi karena penuaian dari penaburan yang betul di dalam Kristus (tulus Rom 11:36). Menabur itu termasuk segala hal, bukan hanya uang atau barang2 yang kita berikan dengan kasih karena Kristus (lebih2 dalam masa yang sulit untuk orang yang tidak berdaya), itu pasti ada penuaiannya.

Menabur untuk isi panci kita, orang2 di sekitar kita, lebih2 untuk saudara2 seiman.

Gal 6:9-10

  1. Dan janganlah kita lelah berbuat baik, sebab kita akan menuai pada waktunya, jika kita tidak letih.
  2. Karena itu, selagi kita memiliki kesempatan, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada seisi rumah iman (KJI)

Berilah dengan tulus karena Kristus, itu akan jadi penaburan untuk penuaian.

Dalam penaburan juga termasuk segala perbuatan kita, kejujuran kita, ketaatan kita dsb. Bekerja dengan baik seperti Yacob, itu juga termasuk menabur yaitu dengan kerja keras, jujur dan tulus, sehingga diberkati Tuhan dan Yacob bisa jadi berkat bagi Laban yang lihai.

DENGAN IMAN.

Mrk 9:23

Yesus berkata kepadanya: Jikalau engkau bisa percaya, segala sesuatu bisa jadi bagi orang yang percaya. (KJI)

Lawannya adalah dengan akal atau logika. Ini cara manusiawi yang biasa dan penuh dengan syarat2 yang masuk akal, misalnya untuk mendapat penghasilan atau sukses dalam keuangan diperlukan modal, keahlian, hubungan dan banyak hal2 lainnya lagi. Apa yang perlu dan dapat kita sediakan, jangan abaikan, kerjakan se-baik2nya,semampunya; Tetapi kalau menurut akal, kita tidak mungkin dapat nafkah atau sembuh, atau lepas dari problem atau bahaya, jangan takut, larilah pada Tuhan Yesus. Jangan kecil hati atau putus asa kalau “modal” atau kemampuan kita kurang! Tuhan bisa memberkati dengan iman, memakai apa adanya. Jangan lupa periksa diri, hidup menurut kehendak Allah, bukan menurut daging dst. Misalnya untuk nafkah atau uang (ingat janda Sarfat {atau}, untuk sehat sembuh dan umur (ingat Hizkia 2Raj 20:7) . Yunus “sakit” dalam perut ikan, 20 juta orang Israel di padang gurun 40 tahun, dll. Ingat perlengkapan Daud melawan Goliat, untuk akal itu sangat tidak cukup, atau “gila”, tetapi Daud berharap dan percaya pada Tuhan, dan Dia yang dipercayainya itutidak mengecewakan orang yang harap dan percayakepadaNya Rom 10:11. Juga Yusuf yang tidak punya modal, Ayub yang bangkrut total, dll, sekalipun tidak punya apa2, tetapi punya iman kepadaTuhan, mereka berhasil, sebab diberkati Tuhan, tetapi tetap perlu berpada dan terus bersyukur.

BEKERJASAMA. Kis 2:42.

Orang beriman kalau bisa bekerjasama lebih2 dalam tubuh Kristus dalam persekutuan Roh Ef 4:3, dengan kasih dan tulus 1Yoh 1:7. Hasil dari kerjasama itu besar, baik secara rohani, juga secara jasmani. Tetapi kerjasama jasmani perlu diatur dengan baik dan tulus. Sebab kita belum sempurna, bisa lupa, keliru dll, untuk bekerjasama perlu ada perjanjian tertulis, lebih2 untuk jumlah yang besar. Semua dengan jujur dan tulus, jangan buat jerat atau celah2 dengan niat yang tidak tulus, dalam perjanjian; Tuhan tahu dan Tuhan tidak akan memberkati kerjasama yang tidak tulus! Ingat, sekalipun kerjasama dalam hal2 jasmani, jangan lupa tetap mempunyai tujuan yang kekal yaitu kerajaan Surga dan hidup benar Mat 6:33. Orang beriman yang bekerjasama dalam hal2 jasmani harus memakai tabiat yang baru (jangan lupa jujur, tulus, kesucian dan kasih) supaya di atas kerjasama jasmani ada kerjasama rohani yang tujuannya kekal,supaya rohaninya juga maju dan untung cara rohani lebih daripada yang jasmani. Kalau kerjasama rohani untung menguntungkan semua bersama, maka jasmani pasti juga demikian.

Hati2 orang2 yang dengan sengaja atau tidak sengaja (atau karena bodoh, hidup dalam dosa), mau merusak kerjasama yang sudah ada, sebab ini bisa mempengaruhi banyak, sampai rusak dan hancur. Hadapi semua gangguan2 rohani dan jasmani dengan Tuhan. Dipimpin Roh itu mutlak perlu dalam hal2 rohani dan jasmani.

Masih ada banyak hal2 praktis lainnya yang biasa dipakai untuk hal2 keuangan. Jangan kuatir, dalam pimpinan Roh Kudus kita akan tertolong dan rohani akan tumbuh, sehingga tujuan utama berhasil, yaitu berakhir dalam kemuliaan kekal, dan hal2 yang fana akan ditambahkan Tuhan sesuai dengan keadaan masing2 di hadapan Tuhan.