M4211 – Menghadapi Kesukaran Keuangan Dll

MENGHADAPI KESUKARAN KEUANGAN DLL.

Mat 6:31-33

  1. Sebab itu janganlah kuatir dan berkata apa yang akan kami makan? Atau apa yang akan kami minum? Atau dengan apakah kami akan berpakaian?
  2. Karena Bapamu yang di sorga mengetahui bahwa kamu membutuhkan segala hal ini dan semua hal-hal ini dituntut oleh bangsa kafir.
  3. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Sorga dan kebenaran-Nya, maka semua hal ini akan ditambahkan kepadamu. (KJI)

PEMELIHARAAN ALLAH.

Dalam hari2 biasa apalagi di hari2 yang sulit ini orang beriman harus belajar hidup dengan iman untuk menghadapi hari2 yang sulit ini. Apakah yang kita harapkan dari pemeliharaan Allah. Pemeliharaan rohani dan jasmani sesuai dengan rencana Allah, yaitu:

  1. Dalam segi rohani, yaitu bagaimana rohani kita bisa tetap:
  2. Hidup,
  3. Juga tumbuh. Ini rutin, semua tidak boleh berhenti tumbuh, terus tumbuh dan itu mutlak perlu sekarang supaya jangan hanyut dalam dosa akhir zaman. jangan sia2kan kesempatan ini. Ber-jaga2lah sebab harinya makin habis, Tuhan Yesus hampir datang. Hidup ber-jaga2 seperti Mat 24:42 berarti hidup dipimpin Roh seperti ligabis. Ini bagian kita dan Roh Kudus yang akan menumbuhkan kita.
  4. Menemukan rencana Allah untuk setiap pribadi orang beriman, sebab dibaliksemua yang terjadi (ini tidak kebetulan, diizinkan dan diatur Allah menjadi perkara yang baik), ada sesuatu yang berguna dan berfaedahyang menguntungkan rohani orang yang cinta Tuhan.

Rom 8:28

Maka kita mengetahui bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu bagi mereka yang dipanggil sesuai dengan tujuanNya. (1Kor 2:9) (KJI)

Justru jangan menjadi malas, tetapi bergairahlah untuk sungguh2 mencari perkara2 dari Atas, yaitu 7 Kebutuhan Pokok Rohani.

Kol 3:1-3

  1. Bila kamu sudah dibangkitkan dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
  2. Tetapkanlah pikiranmu di dalam hal-hal yang di atas, bukan hal-hal yang di bumi.
  3. Sebab kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi dengan Kristus di dalam Allah. (KJI)

Meskipun sebagian dengan cara online (streaming).Sebab justru waktu nganggur, segala macam dosa mulai bermunculan, sebab orang lebih mudah menuruti keinginan daging untuk senang2 (Yoh 3:19). Sebab nganggur atau iseng, cari kesukaan daging, lebih2 dalam tontonan2 yang limpah, dan yang paling kuat menarik dalam tontonan daging, sampai terseret dalam macam2 dosa kedagingan, sehingga rohani menjadi suam, tarikan dari dosa2 duniawi itu sangat kuat menghanyutkan dalam kesukaan keduniawian dan dosa2nya. Ada orang berkata: Nganggur itu bantalnya setan, sebab mudah terbuai, tertipu dan diseret dalam arus dosa dan kesukaan daging yang sesaat.

Pelihara kesucian di hadapan Tuhan dan bergairahlah mencari perkara2 dari Atas sehingga limpah dengan 7 Kebutuhan Pokok Rohani.

Dalam segi jasmani yang kita hadapi adalah:

  1. Penyakit wabah.
  2. Kesukaran ekonomi.
  3. Keamanan, dll.

Dalam kebutuhan2 segi rohani dan jasmani kita harus menghadapinya dengan iman.

Perjalanan hidup kita itu dengan iman.

2Kor 5:7

Sebab kami berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan. (KJI)

Itu cara hidup orang beriman sesudah mati lepas dari dosa dan hidup dipimpin Roh, sebab orang benar hidupnya dengan iman, dan dengan cara ini Tuhan menolong umatNya.

Rom 1:17

Sebab di dalamnya, kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman, seperti yang tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman. (KJI)

Kalau tidak bisa hidup dengan iman, sebagai orang yang percaya Tuhan Yesus, kita tidak mempunyai kelebihan apa2 dibandingkan orang2 berdosa pada umumnya.

Kita harus bisa dan mau hidup dengan iman, lebih2 dalam jalan sulit dan jalan buntu.

Kalau masih ragu2 dan takut, itu berarti imannya terlalu kecil. Lalu apa yang harus kita buat? Periksa diri sungguh2, kalau ada dosa bertobat sungguh2. Kalau kita tetap hidup benar, hati kita tidak menyalahkan kita, tidak tertuduh 1Yoh 3:21, berdoalah sungguh2 dalam Roh dan terus hidup benar, jangan bereaksi atau bertindak dosa, terus berdoa. (Kalau bisa, boleh minta bantuan doa saudara2 seiman lainnya). Berdoalah terus dalam Roh (dengan bahasa lidah) dan pegang janji2 Allah yaitu ayat2 Firman Tuhan yang kitabutuhkan dengan sungguh2 (Yoh 14:26. Seringkali Roh Kudus mengingatkan ayat2 tertentu yaitu janji2 Tuhan yang kita butuhkan), maka Roh Kudus akan membuat ayat janji2 Firman Tuhan itu menjadi hidup dan menimbulkan iman dalam hati kita.

2Kor 3:6

Yang juga membuat kami mampu menjadi pelayan-pelayan dari wasiat baru, bukan menurut huruf, tetapi menurut Roh, karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan. (KJI)

Hadapilah semua dengan iman.

Waktu Daud menghadapi singa dan beruang yang lebih dari kekuatannya, apalagi Goliat yang ditakuti oleh semua tentara Israel termasuk Saul 1Sam 17:34,45; Daud menghadapi hanya dengan iman dan dengan barang seadanya dari sungai yaitu 5 batu biasa dan ali2, tetapi ia berjalan dengan iman, sebab itu ia menang. Jadilah seperti imanmu! Mat 8:13, Hab 2:4.

Juga Elisa menghadapi janda muridyang tidak punya uang sama sekali 2Raj 4:1-7. Elisa tidak mencari dana sosial atau proses bantuan hukum (semua ini baik dan tidak salah), tetapi tidak akan cukup! Pesan Elisa dalam Roh, dibawa pulang janda ini dengan iman dan problemnya bisa selesai bahkan masih ada lebih untuk penghidupan selanjutnya.

Juga dengan beberapa sendok minyak dan sekepal tepung untuk 1 roti kecil, Elia mengajak seluruh isi rumah janda Sarfat hidup dengan iman selama 1 tahun 1Raj 17:9. Putra manusia Yesus dengan 5 roti dan 2 ikan memberi makan lebih kurang 20.000 orang sampai kenyang dan masih ada sisa 12 bakul penuh roti dan ikan untuk dibawa pulang 12 muridNya Mrk 6:38. Semua ini dengan iman, bukan sulapan atau dengan kuasa gelap dll. Semua umat Tuhan dalam Alkitab hidup dan tertolongdengan iman dalam segala segi rohani dan jasmani. Misalnya Nuh, Musa memimpin Israel, Abraham, Ishak, Yacob, Yusuf, Yefta, Gideon dst sampai Petrus, Filipus, Paulus dll, semua hidup dengan iman. Iman itu lebih dari modal, ijazah, pengalaman, backing, uang, dll. Pakai iman, hasilnya luar biasa, lebih dari biasa. Yang mau hidup dengan iman akan penuh dengan sukacita, tertolong dan jadi kesaksian hidup yang baik. Bersukacitalah dalam menghadapi kesukaran, sebab itu menjadi latihan untuk iman kita; Kesukaran2 ini mengingatkan kita untuk bertindak dengan iman sampai menang, lulus dan penuhsyukur, sehingga nama Tuhan dipermuliakan dan rohani kita akan makin tumbuh, lebih2 dalam menghadapi akhir zaman yang makin dahsyat ini.

TETAPI IMAN TIDAK BERDIRI SENDIRIAN.

Ini ada dalam hidup yang taat akanFirman Tuhan, dalam pimpinan Roh, dalam hidup yang suci dan rendah hati, bukan dalam hidup yang suam atau duniawi dan tidak berkenan pada Tuhan. Iman bukan untuk akrobat, pertunjukan, sensasi; supaya dipuji atau kalau dalamkeadaan terjepit dll. Iman yang dipakai dengan salah, bisa gagal! Ada syaratnya. Murid2 gagal mendoakan orang sakit padahal sudah diajar banyak oleh Tuhan dengan contoh2 praktek yang nyata.

Mat 17:16-17

  1. Dan saya sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.
  2. Kemudian Yesus menjawab dan berkata: Hai angkatan yang tidak mempunyai iman dan sesat, berapa lama lagi Aku bersamamu? Berapa lama lagi Aku sabar akan kamu? Bawalah dia ke sini kepada-Ku. (KJI)

Bertindak dengan iman itu ada syaratnya. Bukan semau kita sendiri. Bukan untuk dipertontonkan, untuk dikagumi dll. Tetapi minta pimpinan Roh Kudus dalam menghadapi kebutuhan, apalagi kebutuhan cito (mendesak)!

Kita harus berjalan dalam kesucian dalam pimpinan Roh, terus lekat dengan Tuhan.

Ada lima pemuda Korea berjalan “dengan iman” di atas sungai dan mati tenggelam, sebab ini bukan tontonan dan ada syarat2nya, yaitu hidup di dalam Tuhan, berkenan pada Tuhan, bukan bertindak dengan iman semaunya sendiri, tetapi dipimpin Roh! Misalnya Putra manusia Yesus, waktu mendengar Lazarus sakit. Mereka memberi kabar dan mengharap segera datang, tetapi yang berlambatan 2 hari Yoh 11:3-6. Ia cinta pada mereka, Ia bisa menurut perasaan hatiNya untuk segera datang untuk menolong. Tetapi Yesus tidak menuruti perasaan hatiNya sendiri, melainkan tetapdipimpin Roh (Mat 4:1). Ingat Yesus hidup sebagai Putra manusia yang tergantung dari Bapa, Ia tidak berani bertindak sendiri! Yoh 5:19, sebab itu hasil imanNya nyata! (Tentu kalau ada yang sakit, dengan problem, perlu didoakan, sebab itu kehendak Allah, tetapi tetap minta pimpinan Roh Kudus Mrk 16:15-17, Mat 10:1 dll).

Iman itu bukan kita lakukan menurut pikiran atau hikmat dan kekuatan kita sendiri, semau kita sendiri, tetapi harus menurut kehendak dan kemauan Allah. Iman itu bukan trik emosionil, self sugesti atau percaya diri sendiri. Iman itu dari Allah, dari FirmanNya (Rom 10:17) dan pekerjaan Roh Kudus 1Kor 14:4. Tanpa Roh Kudus bekerja, tidak akan timbul iman. Tetapi orang yang mau mencari Tuhan, mau hatinya ditarik oleh Bapa Yoh 6:37,44, mau percaya, Roh Kudus akan bekerja dalam hatinya, sehingga dengan Firman Tuhan dan doa akan timbul iman dan ia tertolong. Sikap dan cara kita harus cocok dengan kehendak Tuhan yaitu dengan FirmanNya.

Sebab itu kita akan belajar lebih dahulu satu demi satu segi2 itu, yaitu cara2 hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sesuai dengan Firman Tuhan dan baru sesudah itu belajar tentang cara2 praktisuntuk mendapatkan janji2 Tuhan tentang

nafkah dan keuangan. Kita perlu mengerti dan mentaati syarat2 yang diajarkan Firman Tuhan untuk timbul iman dalam hal keuangan, sehingga kita bisa hidup dari janji2 Tuhan dengan iman. Misalnya:

DASAR HIDUP IMAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEUANGAN.

  1. Tujuan hidup orang beriman.
  2. Kehendak dan rencana Allah.
  3. Berpada.
  4. Menjadi bendahara Allah.
  5. Penuaian, bukan nasib.
  6. Setia dari yang kecil.
  7. Dipimpin Roh dll.

CARA2 PRAKTIS UNTUK KEUANGAN.

Kita akan belajar cara2 praktis, tetapi sesuai dengan Firman Tuhan, untuk mendapatkan pertolongan dariTuhan dalam hal2 keuangan dan nafkah. Misalnya: Cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati. Mat 10:16. Ada banyak cara2 praktis yang perlu kita pelajari dari Firman Tuhan.

Tetapi kalau seorang hidupnya berkenan pada Tuhan, memenuhi dasar hidup iman yang betul (bagian “A”), maka ia pasti akan dan sudah mengalami pemeliharaan Allah. Dan Allah pasti sanggup menolong segala segi hidupnya, termasuk juga dalam keuangan dan nafkah, sehat, sembuh, umur panjang dll, lebih2 dalam pertumbuhan hidup rohaninya. Kalau Tuhan besertanya, pasti hidupnya terpelihara, cukup, sekalipun dalam masa2 kesukaran yang besar!  Tentu bagian “B” juga sama pentingnya, sebab semua adalah Alkitabiah, sehingga kita bisa hidup (khususnya dalam hal nafkah dan keuangan) dalam berkat Tuhan, sehingga bisa memakai fasilitas jasmani ini dengan cukup untuk pertumbuhan rohaninya dengan efektif dan dengan pengertian yang betul, sehingga bisa hidup dan bertumbuh dalam rencana Allah yang indah dan lengkapsampai Dia datang kembali.

TUJUAN HIDUP ORANG BERIMAN, bukan untuk dapat uang banyak, itu nomer 2, itu hanya fasilitas jasmani; tetapi tujuanhidup orang beriman adalah berkenan pada Tuhan, menjadi berkat bagi orang2 sekitarnya, sehingga mereka diselamatkan, dan kita sendiri makin tumbuh seperti Kristus.

Fil 1:21

Karena bagi saya hidup itu Kristus dan mati itu untung. (KJI)

Orang beriman yang tujuan hidupnya mencari uang, cara dan jalan hidupnya akan salah, lain dari yang dikehendaki Tuhan dan orang beriman seperti ini akhirnya akan kecewa ikut Tuhan Yesus, lebih2 dalam masa kesukaran.

1Tim 6:5b

pertengkaran yang sia-sia dari orang yang rusak akalnya dan miskin dari kebenaran, yang mengira bahwa ibadah itu adalah sarana untuk memperoleh keuntungan; dari orang-orang sedemikian itu undurlah engkau. (KJI)

Orang yang tujuan hidupnya nomer 1 Surga, hidup di dunia hanya sebagai fasilitas, itu berbeda dengan orang yang tujuan hidupnya nomer 1 adalah yang tampak di dunia ini, laluuntuk yang rohani, yang belum tampak, itu nomer 2. Kalau ada waktu, kalau hatinya senang, ada minat, baru diusahakan, sebab baginya yang penting yang tampak sekarang ini. Jadi ada dua macam orang beriman yang berbeda. Dari luar seringkali sulit dibedakan, kadang2 yang tujuannya nomer 1 dunia yang tampak ini, lebih aktif, lebih bergairah sebab ibadah dianggap bisa menambah pendapatan jasmani yang paling penting baginya. Tetapi di hadapan Tuhan dua macam orang ini nyata benar bedanya.

Tujuan hidup jasmani itu hanya sampai di dunia saja. Seringkali kalau ada kesulitan, lebih2 terhadap hidup rohani, akan tampak benar bedanya, sebab reaksinya berbeda sekali.

Misalnya dalam penindasan (seperti zaman Nero, dimana orang2 Kristen sangat ditekan) justru disini tujuan hidup orang beriman jadi kentara dan yang menomer satukan Surga, akan makin disucikan. Yang ingin mendapat berkat lebih banyak dalam ibadat akan segera kecewa dan undur.

Pada saatnya Tuhan juga

akan mengirim api ujian untuk semua kita, untuk memurnikan tujuan hidup kita. Semua pasti akan diuji, baik pribadi atau ber-sama2 bahkan global. Kalau tujuan kita adalah Kristus atau kerajaan surga dan kebenarannya

Mat 6:33, maka kalau perlu menderita, misalnya miskin

untuk suatu masa tertentu, mau menerima dengan penyerahan dan tidak ber-sungut2. Asal rohani tidak terganggu, tidak dirugikan, jalan terus, sebab rohani nomer 1. Seperti orang pergi ujian memakai pakaian yang sederhana, bukan yang mahal dan bagus, sebab itu tidak perlu, asal cukup sopan, cukup. Yang penting untuk ujian bukan bajunya, tetapi apakah dia lulus atau tidak, bahkan mungkin lulusnya nomer 1, sekalipun pakai baju yang murah dan jelek tidak apa2 asal lulus, lebih2 kalau Cumlaude.

Begitu juga kalau terpaksa menjadi Lazarus, yang miskin dan melarat, asal dapat Surga dan jadi mulia seperti Abraham, itu jauh lebih baik dan lebih menguntungkan, daripada menjadi orang kaya, tetapi masuk neraka.

Luk 16:25

Tetapi Abraham berkata: Nak, ingatlah bahwa semasa hidupmu engkau telah menerima hal-halmu yang baik, sedangkan Lazarus hal-hal yang jahat. Tetapi sekarang ia dihiburkan dan engkau disengsarakan. (KJI)

MODEL KEUANGAN SETIAP ORANG TIDAK SAMA.

PENDERITAAN DAN PENGOLAHAN.

Bagi orang dunia: menderita = celaka. Bagi orang beriman: menderita karena Kristus = pengolahan, salib, untung, indah dan berfaedah.

Ibr 2:10

Karena hal itu sesuai bagi Allah, yang bagi-Nya dan oleh-Nya ada segala sesuatu, yang membawa banyak putra kepada kemuliaan, menyempurnakan penghulu keselamatan mereka dengan banyak sengsara. (KJI)

Semua penderitaan dan kesukaran itu bukan kebetulan Mat 10:30-31. Semua yang kita alami itu diizinkan Tuhan untuk maksud2 tertentu yang berfaedah dan baik, bukan ngawur/sembarangan saja. Tuhan mempunyai maksud yang indah bagi

orang benar dengan segala penderitaan ini. Yusuf, Daud, Daniel dll yang meskipun hidup benar, tetapi menderita, itu untung. Kalau punya anak disekolahkan sampai tinggi itu untung, meskipun masuk sekolah itu banyak penderitaannya, harus kerja keras, belajar, ujian dll; tetapi kalau sudah lulus, sangat indah. Orang yang anaknya tidak sekolah (karena sesuatu hal) itu rugi. Begitu juga kalau orang benar mengalami banyak penderitaan karena Kristus, karena kebenaran itu untung, itu suatu sekolah atau pengolahan baginya, harus terus tekun sampai lulus.

Uang = kesempatan dari Tuhan, (asal tahan), tetapi juga itu bisa jadi umpan iblis.

Siapa yang mengetahui ini dan tahan kalau diberi uang, ia dapat memakai uangnya sebagai kesempatan untuk menjadi lebih rohani dan ber-buah2, ini orang yang tahan, maka Allah justru bebas memberinya lebih banyak uang.  Yang tidak tahan kalau diberi uang lebih banyak, sehingga ia memakai uang yang lebih untuk menuruti perkara2 daging (sombong, jemawa, zinah, tamak dll perkara duniawi), Tuhan justru membatasi berkatnya. Ini orang yang tidak tahan kalau diberi uang, jadi dosa, diikat setan. Kalau lebih kaya, lalu menjadi lebih jahat dan masuk Neraka kekal, bukankah

lebih baik ditegahkan? Tetapi orang yang cinta uang, dengan mudah makan umpan dari setan.

Kaya dari setan itu umpan iblis, sehingga dosanya cepat limpah, sebab sudah cinta uang, mata gelap dengan uang, semua dihalalkan, asal dapat uang.

Seperti Bezaliel dan Aholiab menempa emas, bukan dengan

ngawur, tetapi dengan ilham Roh, sehingga dalam pikirannya mereka sudah melihat bentukan2 kelopak, kuntum dan bunga dari buah badam yang indah itu Kel 31:2-4; 36:2 dst. Setiap pukulan mempunyai maksud untuk dapat membentuk bunga badam ini, tidak sembarangan. Sesudah selesai dipalu, emas itu menjadi makin indah, kuat, teguh dan sempurna 1Pet 5:10. Begitu juga Tuhan mengetahui mana yang lebih baik untuk mengolah kita, mana yang membuat kita

jadi lebih rohani, apakah itu dengan berkat jasmani limpah atau pas2-an atau dengan penderitaan, Tuhan tahu yang terbaik, sebab itu untuk Lazarus yang terbaik adalah menjadi pengemis dan Lazarus menerima dengan sukacita, tidak ber-sungut2, dan hidupnya tetap taat dipimpin Roh, meskipun dalam kekurangan.

Tujuan ikut Yesus ialah mau menyalibkan daging, termasuk ingin akan uang, sehingga rohani tumbuh makin mulia Luk 9:23, Gal 2:20. Dengan demikian, makin lama boleh menjadi makin serupa dengan

Dia, bukan untuk mengumpulkan uang se-banyak2nya atau lain2 perkara dunia yang fana ini.

Orang yang tujuan hidupnya betul itu, cara hidupnya berbeda, yaitu suci dan berkenan kepada Tuhan dan makin lama ia akan makin bertumbuh seperti Kristus. Jangan lupa selain kelimpahan 7 Kebutuhan Pokok Rohani juga beri banyak waktu untuk pertumbuhan rohani, bahkan tebus waktu.

Mengatur waktu.

Ini lain daripada orang yang tujuan hidupnya hanya untuk mendapatkanhal2 yang tampak dalam dunia ini, ini fana.

KEHENDAK DAN RENCANA ALLAH.

Adalah kehendak Allah bahwa hidup kita terpelihara bahkan limpah sebab Allah cinta anak2Nya dansanggup memelihara kita, baik secara rohani dan jasmani untuk segala fsilitas yang kita butuhkan di dunia Yoh 10:10. Tetapi ini tergantung dari kita, sebab dari Tuhan, Ia sanggup memberi sesuai denganberapapun yang kita “tahan menanggungnya”, asal kelimpahan itu tidak merugikan rohani kita, tetapi kita sanggup menanggungnya Ams 30:8, dan menjadi bendahara Allah yang berkenan, memakainya dengan baik, sehingga ber-buah2 dan terusberkenan pada Tuhan. Jangan sebaliknya, justru jatuh dalam dosa, sehingga akhirnya binasa.

Allah itu Maha besar dan kaya, bukanlah kehendakNya kalau kita hidup dalam kekurangan sampai terpaksa ber-hutang2 Rum 13:8. Allah itu sanggup memberi berapapun dan Ia pemurah, masakan anak2Nya melarat? Maz 23:6, Pil

4:19, Maz 115:14. Hidup cukup dan limpah itu disediakan Tuhan, tetapi jangan bertuhankan mammon, dan jangan sampai waktumemakainya, justru merusakkan rohaninya sendiri. Kita harus tahu dan yakin akan kehendak Tuhan ini. Bukan kehendak Allah untuk menyiksa anaknya. Orang Kristen yang miskin, melarat sampai minta2 dan berhutang itu tidak mempermuliakan Allah. Justru seharusnya orang beriman itu tergolong yang sanggup dan sukamemberi Maz 37:25-26. Allah  sanggup menggenapkan janjiNya dan ini berlaku bagi   setiap anakNya, sebab Allah tetap Maha kuasa,  FirmanNya pasti jadi Luk 1:37, Ia tidak akan  berdusta Bil 23:19, bahkan Ia dapat berbuat  ber-lebih2 dari yang kita sangkakan Ef  3:20. Jangan ragu2 akan kuasa Allah.

Ia tidak  perlu dibantu dengan dusta, dengan tipu  daya dsb.nya (misalnya dalam perdagangan, orang2 dunia  merasa tidak mungkin untung  tanpa dusta, juga dengan sedikit2 atau banyak  tipu daya, ini cara duniawi, bukan cari Allah).

Kalau Tuhan mengirim berkatNya, pasti sampai Ul 28:2. Sebab semua ada dalam tangan Tuhan. Juga Tuhan yang menjadikan orang miskin atau kaya, dalam keadaan apapun, Dia sanggup 1Sam 2:7, tidak ada orang yang bisa memboikot atau menghalangi perbuatan Tuhan. Sebab itu kalau berkat itu tidak jadi atau tidak sampai, itu semua tidak kebetulan. Kalau Tuhan belum mengirim berkatNya, kita harus periksa diri Maz 139:23-24 dan mencari sebab2nya lebih dahulu. Jangan tanpa memeriksa diri lalu tetap mengejar uang, berusaha sendiri dengan  ngotot dengan menghalalkan segala cara, juga cara2 dosa (kesalahannya menjadi  dobel), ini salah! Yakinlah, kalau tak mendapat  berkat Tuhan, pasti ada sebabnya.

Sebab itu orang yang suka memeriksa diri itu bijaksana.

Maz 139:23-24

  1. Selidiklah akan daku, ya Allah, ketahuilah akan hatiku; ujilah akan daku dan ketahuilah akan segala kepikiranku,
  2. dan lihatlah kiranya kalau padaku suatu jalan celaka; dan pimpin apalah akan daku pada jalan ke akhirat.

Kalau kita benar, di pihak Tuhan, jangan kuatir, pasti menang, bahkan lebih lagi. Juga dalam hal2 yang tidak mungkinpun Tuhan tetap bisa bekerja dengan mudah, kapan saja.

BERPADA.

1Tim 6:8

Sedang ada pada kita makanan dan pakaian, biarlah kita berpada (puaslah) dengan itu. (KJI)

Berpada berarti puas dan sukacita dalam segala keadaan, kurang atau limpah. Dan orang yang berpada itu bisa bersyukur, sekalipun dalam kekurangan.

Fil 4:11-12

  1. Bukannya saya berkata mengenai kekurangan, karena saya telah belajar di dalam keadaan apapun, berpada (puas) dengan apa yang ada.
  2. Saya tahu bagaimana berkekurangan, dan saya tahu bagaimana berkelimpahan. Di mana saja dan di dalam segala hal saya telah terlatih, baik dalam kenyang maupun dalam lapar, baik dalam berkelimpahan maupun dalam menderita kekurangan. (KJI)

Kalau seorang tidak puas, ber-sungut2 menyalahkan Allah itu berarti ia belum bisa berpada dengan betul. Tentu harus periksa diri, mungkin ada dosa, tetapi jangan menyalahkan Allah. Jadi yang membuat kita senang, puas dan bergembira bukan barang2 dari luar, juga bukan uang, tetapi sungai air hidup yang mengalir keluar dari hati kita, karena ada Kristus di dalam kita Yoh 4:13; 7:38. Inilah yang menyebabkan kita bisa bersukacita dan puas sekalipun sekeliling kita dalam kesukaran dan tidak ada yang menghiburkan. Sebab itu orang yang cinta Tuhan tidak tergantung dari hiburan dari luar, atau hasil yang diterima, sebab dari dalam hatinya sudah mengalir air hidup.

Kebanyakan orang ingin menjadi kaya, bahkan   sekaya mungkin. Tetapi mempunyai uang, lebih2 kalaubanyak (= kaya) itu tidaklah mudah. Mereka  tidak tahu bahwa kaya itu (seperti juga   miskin) adalah suatu beban sehingga Solaiman  minta pas2an saja.

Ams 30:8-9

  1. Jauhkanlah kiranya dari padaku segala sia-sia dan bohong; jangan apalah berikan daku kepapaan atau kekayaan, melainkan peliharakanlah aku dengan rezeki yang cukup; (pasti)
  2. lamun jangan dengan mewahku aku menyangkal akan Dikau sambil kataku: Siapakah Tuhan itu? atau jangan dari sebab kepapaanku aku mulai mencuri dan menghujat akan nama Allahku.

Uang itu seperti “beban”, makin banyak makin berat. Misalnya 50 Kg, 100 Kg, 500 Kg, 1000 Kg.

Kalau disuruh memilih, hampir semua orang se-bisa2nya mau memilih uang atau “beban” yang se-besar2nya, tetapi waktu dipikul tidak kuat, tertindih dan celaka, bahkan bisa mati rohani dan jasmani. Berapa banyak kalau melihat ada kesempatan atau bisa menghalalkan semua cara, lalu jadi kaya, langsung diambil, tetapi kemudian celaka.

Orang yang mengerti tidak mau mengambil lebih dari kemampuannya. Kalau kemampuannya sebulan 4 juta, ia berpada dengan itu, sekalipun ada orang lain mampu mendapatkan penghasilan 10 juta per bulan. Kalau Tuhan memberi lebih banyak, tentu dengan senang hati ia mau menerimanya, sebab perhitungan Tuhan tidak salah. Tentu boleh berusaha untuk mendapatkan lebih banyak untung, tetapi ia tidak mau memaksakan atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan lebih banyak, bisa celaka dan binasa sampai neraka kekal. Banyak orang jadi kaya, meskipun di dunia “lolos”, tetapi mendekam di neraka untuk kekal seperti orang kaya dalam Luk 16:25.

Orang yang tidak (mau) mengerti, kalau ada kesempatan akan menghalalkan segala cara asal kaya, tetapi tahu2 jatuh dan celaka sampai kekal. Kita termasuk orang yang celik atau buta?

Orang yang tidak mengerti, berani memilih kekayaan yang paling besar yang mungkin bisa didapatkan, dengan resiko  bisa celaka, tetapi seringkali itu akandipikirkan belakangan saja, pokoknya dapat uang lebihdahulu, tentang bahayanya, nanti cari jalan keluar yang cerdik). Sebab itu kita harus belajar dahulu dasar2 untuk kuat memikul “beban uang” sesuai dengan kemampuan yang biasanya bisa terus bertambah, lalu belajar jalan  atau cara2nya untuk mendapat berkat2 dari  Tuhan (bukan dengan cara duniawi, manusiawi, ataumakan umpan iblis dll, tetapi  mengharapkannya dari Tuhan, yaitu dalamterang, dengan jujur sesuai Firman Tuhan. Kalau Tuhan “tidak” memberi, setan bersedia memberi, tetapi sebagai umpan, hati2 masuk jerat!

Kalau seorang belum mendapat berkat sebagaimana seharusnya, berdoalah dan memeriksa diri. Ia harus berpikir, mengapa belum dapat pemasukan, mengapa tidak sesuai denganperhitungan, atau harapannya, tetapi jangan ber-sungut2 apalagi menyalahkan Allah, tetapi periksa diri.  Berpada juga termasuk menunggu, kalau pertolongan Tuhan “yang limpah” belum datang. Sekalipun menunggu dalam kekurangan (atau dalam keadaan jelek seperti Petrus, Paulus dalam penjara Fil 4:11-13 dll) jangan ber-sungut2, tetapi periksa diri (kalau perlu bereskan) dan bersyukur. Tunggu Tuhan Maz 25:3,5,21.

Tuhan tidak pernah lupa, terlambat atau keliru, semua datang tepat pada waktunya, semua ada maksud dan tujuannya.

Pengolahan yang ber-beda2 untuk setiap orang.

Kemampuan setiap orang untuk sekolah itu tidak sama. Untuk sekolah SD hampir semua bisa kecuali yang cacat. Untuk tingkat SMP, SMA, S1 dst, tidak semua orang mau dan bisa, juga tergantung bidangnya masing2. Tuhan juga tahu kemampuan setiap orang sampai dimana ia bisa diolah dan sampai di mana ia bisa ditinggikan. Kedudukan yang tinggi itu beban, tidak semua orang dapat menerimanya, sebagian jadi sombong, bertindak semaunya sendiri, tetapi ada juga yang mau dan bisa dipercayai jabatan dan tingkatan yang tinggi tanpa jatuh dalam dosa apapun. Seperti Yusuf. Tetapi itu perlu pengolahan. Sebab itu Yusuf diolah lama dan berat, sebab ia harus lulus “S2”, baru bisa diangkat jadi orang besar di hadapan Allah (Allah mengizinkan pengolahan tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuan masing2. Sebab itu yang satu diolah  lebih berat dari yang lain. Misalnya Daud diolah lebih banyak, sampai “S1 atau S2”, tetapi Salomo hanya sampai “SMP”).

Jangan ingin lekas2 meningkat seperti Absalom, nanti jatuh dalam jerat dosa sombong dan binasa. Atau cepat2 ingin kaya, nanti jatuh dalam banyak jerat dosa Ams 28:20. Yang penting adalah menjadi besar dan mulia di hadapan Allah 1Kor 1:31, Rom 2:29, ini jangan sampai terganggu, berkurang atau rusak, tetapi keadaan jasmani yang ber-ubah2, masih mungkin kita alamidan biasanya ini untuk pengolahan. Semua perkara2 yang fana itu hanya fasilitas sementara, tidak dibawa ke Surga Luk 12:20-21. Jadi berkat Tuhan bagi setiap orang itu tergantung dari kemampuan dirinya sendiri. Jangan sesudah rusak riwayat hidupnya seperti Salomo baru sadar, bahkan sebetulnya ia hanya bisa jadi jongos atau opas yang hidupnyapas2an, baru dengan keadaan seperti ini, ia bisa jadi tinggi dan mulia di Surga untuk kekal. Sebab Salomo mengutamakan yang fana, yaitu hidup menuruti daging, ia tidak bisa jadi indah dan mulia di Surga. Coba ia bisa jadi opas atau tingkat jongos di dunia seperti yang diminta dalam Ams 30:8, ia akan jadi sangat mulia di Surga. Tetapi sebab ia jadi besar dan kaya, dosanya juga terlalu sangat banyak, sehingga Tuhan sangat murka kepadanya 1Raj 11:6,9.

Tidak salah mencari nafkah atau perkara2 yang netral dalam dunia, tetapi jangan  hati kita di sana Mat 6:19-21. Pakailah   semua ini dengan tidak terikat, seperti tidak  memakai. Ada atau tidak ada hal2 yang fana itu, jangan rohani jadi goncang, tetapi berpadalah, sehingga dalam keadaan apapun rohani tetap stabil dan bisa tumbuh dengan baik.

1Kor 7:31

Dan orang-orang yang memakai dunia ini pakailah seperti orang yang tidak memakai. Karena keadaan dunia ini akan berlalu. (KJI)

Jangan hal2 yang fana itu masuk dalam  hati, jadi percintaan, mutlak harus ada, tetapi kita harus dapat berpada.  Orang yang tidak dapat berpada, artinya terikat, pasti ia akan berdosa dalam hal uang. Menjadi tidak jujur, matanya terus mencari uang, semua tindakannya hanya karena uang dan berani menghalalkan segala perkara, sehingga menjadi jahat 1Tim 6:8-10. Kita harus dapat berpada. Tindakan  “dengan iman” kadang2 menjadi topeng rohani yang tidak kentara dari hati yang tamak. Tetapi akibatnya pasti berbeda. Yang sungguh2 bertindak dengan iman akan melihat kemuliaan Allah dan bersukacita, tetapi yang tamak dan ambisi pada waktunya akan terjerumus dalam siasat, sehingga hancur  dan binasa. Juga janganlah sombong, atau sok. Kalau belum mempunyai ya sudah. Kalau bukan kehendak Tuhan, terimalah. Kalau kehendak Tuhan, pasti Ia membuka jalan/memberi yang diperlukannya. Yang penting jangan berpada dalam hal rohani, sebab Tuhan ingin kita terus meningkat Fil 3:14. Biar kita belajar

berpada dengan hal yang fana ini, dan tidak bertindak melawan Firman Tuhan.Orang yang menghalalkan segala cara demi keuntungan daging dengan kekuatan sendiri, itu bukan tanggung jawab Allah dan berkat2 yang tidak halal itu bukan dari Allah, itu akan membinasakan orang itu. Elimelech berusaha dengan kekuatan sendiri, lalu keluar dari Betlehem dan pergi ke Moab, ia mendapat “berkat”, tetapi di situ ia binasa. Berkat yang bukan dari Tuhan itu makin menjauhkan orangnya dari Tuhan dan pasti ada maksud setan di belakang berkat atau umpan itu, yaitu kematian rohani, itulah kebinasaan kekal.

  1. MENJADI BENDAHARA ALLAH.

Kita hidup di dunia bukan jadi pemilik dari berkat Tuhan yang diberikan pada kita, tetapi hanya sebagai bendahara Allah.

1Pet 4:10

Sebab setiap orang telah menerima karunia, layanilah satu sama lain, sebagai pengurus (bendahara) yang baik dari berbagai anugerah Allah.(Rom 11:36, Ay 1:21). (KJI) Kita lahir sebagai bayi telanjang, tidak bawa apa2 Pkh 5:14,semua yang ada pada kita dari dan karena Tuhan 1Kor 4:7 (juga yang pada orang berdosa dan orang jahat  Mat 5:45). Sebab itu sebetulnya kita semua ini bukan pemilik, tetapi bendahara dari Allah yang diberi hak boleh menggunakanya 1Tim 6:17.Sebab itu Tuhan berkuasa juga mengambilnya kembali 1Sam 2:7, Ay 1:21, 1Taw 29:12. Sekalipun kita yang berusaha, tetapi semua ini dikaruniakan oleh Tuhan. Kalau Tuhan tidak mau  memberi, kita tidak mendapat apa2 Ul 8:17-18. Daud mengakui hal ini 1Taw 29:14. Juga Paulus 1Kor 15:10. Kita harus mengerti, sadar, mengakui dan hidup sebagai bendahara, bukan sebagai pemilik, baru hidup seperti itu memperkenankan Allah.

Sebab itu sebagai bendahara, kita mutlak perlu mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Mat 25:19.

Kalau seseorang sungguh2 hidup sebagai

bendahara Allah 1Pet 4:10 maka :

  1. Ia tak akan berani memakai uang sedikit

atau banyak tanpa izin/kehendak Tuhan. Ia arus yakin bahwa Tuhan setuju dengan setiap pengeluaran uangnya. Ini mencegah kita dari  berbuat dosa, sebab tanpa biaya, dosa sukar  berkembang lebih lanjut. Baik untuk tumbuh dalam dosa dan dalam kesucian selalu ada sangkut pautnya  dengan sejumlah uang dan bendahara2 Allah tak sukar membedakan dan mengaturnya.

  1. Ia tidak terikat pada uangnya sendiri,

sebab ia bukan pemilik, tetapi bendaharanya

saja 1Pet 4:10. Kalau kita benar2 sadar dan   mengakui diri kita sebagai bendahara, maka hati  kita bebas, tidak terikat barang2 atau  uang yang ada pada kita 1Kor 7:31. Misalnya bendahara di bank atau perusahaan, itu lain dari pemiliknya.

Apakah kita pemilik atau bendahara dari  semua yang ada pada kita? Jawablah!

  1. Tuhan bebas dan mudah memerintahkan bendaharaNya. Berapa saja Tuhan menyuruh

kita mengeluarkan uang yang bukan milik ki

ta, kita  tidak sukar melakukannya, sebab  kita bukan pemilik. Biasanya pemilik  selalu cinta dengan barang2 miliknya,   sehingga lebih sukar bercerai dengan miliknya  dibandingkan dengan bendahara.

Begitulah cara hidup yang memperkenankan Allah.  Lalu bagaimana nasib pribadi bendaharaNya? Ia bisa memakai dengan bebas untuk keperluannya sendiri, asal sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan untuk perkara2 dosa!  Tuhan tidak akan lupa untuk selalu mengisi  lemari uang dari bendahara2 yang setia,lebih2 yang setia sampai akhir.

Sistim  bendahara Tuhan itu seperti bejana yang  diisi Allah. Diperintahkan Allah untuk  memberi berarti disuruh melimpahkan dari  sebab kepenuhannya, sehingga orang itu   senantiasa berkecukupan dalam segala sesuatu  2Kor 9:8. Disuruh menyalurkan lebih   banyak, itu berarti bejananya akan makin   besar, berarti yang dinikmati sendiri akan  lebih banyak.

Jangan takut menjadi bendahara,  bukan pemilik. Pasti lebih indah dan  tidak kuatir. Pemilik ber-kali2 lebih   kuatir uangnya hilang daripada bendahara.  Sebab kalau keuangan kita turun atau hilang/ terganggu maka sebagai bendahara  masih dapat relax, toh bukan miliknya, itu milik Tuhan dan Tuhan tidak pernah susah, Dia Maha kuasa.Dalam saat2  gangguan atau pencobaan seperti ini (devaluasi,  rugi, dll), kita dapat menguji dan  melihat dengan jelas kita ini termasuk yang mana?  Pemilik atau bendahara? Sebab sikap, tindakan dan akibatnya dari bendahara dan Pemilik itu nyata berbeda.

Bendahara selalu menunggu perintah majikan  dan perhatiannya pada kepentingan majikan.  Orang yang mengerti dan hidup sebagai   bendahara, ia selalu memikirkan kepentingan  kerajaan Surga, kepentingan Gereja Tuhan,   bagaimana ia dapat melayani Gereja/ pekerjaan   Tuhan dengan berkatnya. Inilah tanda2 seorang  bendahara. Bukan sebaliknya yaitu orang yang  selalu mencari kesempatan untuk memperkaya  diri sendiri lewat semua ibadatnya, sebab ia pemilik.

Jadi bedanya pemilik dan bendahara ialah:

  1. Pemilik cinta terhadap uangnya.
  2. Bendahara taat pada majikannya.
  3. Bendahara selalu memikirkan faedah majikannya.
  4. Bendahara harus mempertanggung jawabkan  semuanya kepada Tuhan, dan itu yang betul.  Tetapi wai, yang bertindak sebagai pemilik,  ia celaka sebab tidak mempunyai pertanggung jawaban.

BUKAN NASIB, TETAPI PENUAIAN.

Orang dunia yang tak mengerti mengatakan bahwa  nasib kita sekarang ini, itulah nasib baik

atau nasib sial. Mengapa disebut nasib?

Nasib menurut orang dunia berarti: keadaan  (baik atau buruk), yang tak dapat diubah,  harus diterima saja. Mereka berkata, kalau  sudah nasib sial sekalipun usaha berapa hebat sekalipun sia2. Jadi nasib berarti sudah ditentukan dan tidak dapat berubah. Padahal di hadapan Allah: tidak ada nasib seperti itu, tetapi yang ada adalah penuaian. Kalau saat ini orang itu mau bertobat lalu mulai menabur dalam Roh dengan baik, maka pasti dalam hidupnya yang akan datang, nasibnya pasti lebih baik dari yang sudah2, dan juga sebaliknya. Hidup ini suatu penuaian dari apa yang  sudah ditaburkan dalam hari2 yang lalu.

Hakim yang adil 2Tim 4:1, akan memberi penuaian sesuai dengan penaburan kita. Hakim yang adil itu menguasai orang yang mati dan yang hidup itu, tidak pernah dapat tertipu, sebab Ia terus  melihat dan bertindak dengan adil. Siapa yang menabur dengan betul, pasti akan menuai dengan baik, sebab Hakim itu selalu menjadi saksi dari penaburan kita yang baik atau yang jahat. Dan Saksi/ Hakim itu pasti akan memberikan penuaian yang sesuai. Jangan lupa,penuaian bukan nasib.

  1. SETIA DARI YANG KECIL Luk 16:10.

Kalau seorang menjadi bendahara Allah untuk jumlah yang kecil sudah setia, bertanggung jawab dan memperkenankan Allah, maka Allah akan mempercayakan kepadanya jumlah yang lebih besar. Kalau dalam jumlah yang kecil ia sudah menjadi jahat dan bertingkah, bagaimana mungkin Allah yang baik itu mempercayakan kepadanya jumlah yang lebih besar, itu akan membinasakannya. Selain itu, dalam mengolah anak2Nya, Allah mulai dengan apa yang ada. Allah tidak akan mulai dengan jumlah yang lebih besar. Sebab itu orang yang mau lekas2 menjadi besar/kaya akan lepas dan ke luar dari jalan dan rencana Allah; ia berjalan sendiri dan pasti kena jerat iblis 1Tim 6:9-10. Orang seperti ini biasanya akan lekas berubah menjadi jahat, mata gelap dan salah jalan Ams 28:22. Seringkali saudara sendiri, atau orangtua/mertua dan lain2 orang dekat ditipu dan diperas dengan kejam.  Jangan ingin ter-buru2 menjadi kaya, nanti yang dikumpulkan itu bukan lagi berkat Tuhan, tetapi berkat iblis, yaitu umpan! Itu bukan dari jalan Tuhan tetapi dari jalan yang sesat. Inilah hasilnya orang yang ter-buru2, inilah orang yang tidak mengetahui maksud dan tujuan ikut Tuhan, ibadat dikira hanya kesempatan mengumpulkan berkat lebih banyak. Keliru.

Hati2, nanti sesat dan kecewa, pahit sekali akhirnya. Setialah dari yang kecil.

  1. DIPIMPIN ROH.

Ini ciri2 dari orang yang hidup dalam Ruangan Suci, hidup di dalam dan lekat dengan Tuhan, indah. Ia sepenuhnya dalam tangan Allah. Sebab itu belajar sungguh2 berjalan dalam Roh sampai mahir, itu hidup indah dan berkemenangan,sebab berjalan dengan Allah, dalam segala segi. Kalau toh ada perang, pasti menang, kalau toh masuk api seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego, akan keluar jadi keajaiban Allah Dan 3:24,30, Yes 43:2. Kalau toh masuk air akan keluar dengan sorak-sorai seperti Israel keluar dari laut Merah Kel 14:11,31.

Roh Kudus itu Allah yang Maha kuasa, Maha tahu, juga Yang adil. Sebab itu kalau kita dipimpin Roh dan hidup benar sebagai bendahara, berpada dll, pasti kita ditolong dengan sempurna. Baik waktu mengambil keputusan, menutup suatu proyek atau transaksi, baik waktu menghadapi penipu dan kuasa gelap si iblis dll, pasti selalu menang (seringkali dalam hal keuangan orang2 memakai kuasa gelap, tetapi dengan iman kepada Tuhan, itu mudah diatasi). Kalau jalan dipimpin Roh, akan ada hikmat, kuasa, karunia2, sejahtera dan sukacita buah Roh dll sesuai dengan ketaatan kita. Bahkan dalam keadaan yang ber-ubah2pun, kita akan tetap tahu jalan keluar, sekalipun lewat celah kecil atau pintu besar, sebab Roh Kudus tahu lengkap dan berkuasa penuh. Dalam pimpinanNya kita sejahtera dan terpelihara dengan sempurna. Bahkan dalam kesukaran akhir zaman, mungkin juga akan ikut pengangkatan! Jangan lupa dipimpin Roh, belum tentu kita mengerti apa yang akan terjadi, tetapi kalau kita terus taat dipimpin Roh, berjalan dengan iman, pada waktunya kita akan mengerti dan rencana Tuhan itu sangat mulia, ajaib, mengagumkan, luar biasa! Pkh 3:11. Sebab itu limpahlah berdoa tanpa berhenti 1Tes 5:17, Jd 20 di dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23, 1Kor 14:14; ini indah, sukacita, sebab sungai air hidupNya sangat menyenangkan dan luar biasa dan kita akan terpelihara, lulus dan naik kelas dalam kemuliaan Allah yang indah!

Nyanyian:

Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku.

Model keuangan setiap orang tidak sama.

Istimewa kalau sepenuhnya atau orisinil dari Tuhan, itu yang terbaik, misalnya Lazarus, itu orisinilnya dari Tuhan. Kalau Lazarus tidak terima, lalu diubah dan diolah menurut kehendak sendiri, bahkan dengan menghalalkan segala cara supaya jadi kaya dan sukses, itu makan umpan setan, itu cara orang dunia, bisa ber-macam2.

Kalau murni dari Allahpun modelnya bisa ber-beda2, tetapi akhirnya (kalau lulus) menjadi sangat indah sampai kekal, misalnya

Yusuf

Ishak

Ayub

Yacob

Yang jadi patokan yang terbaik, adalah masuk Surga dalam tingkat maksimal, sekalipun bentuk di dunia bisa macam2 atau jadi yang paling jelek seperti Lazarus Luk 16:25. (Allah adil, pasti semua ada sebabnya!).

Patokan yang betul, yang penting adalah menjadi mulia untuk kekal di Surga. Jangan karena ingin kaya atau sukses di dunia nasib rohani tidak dipedulikan, dirugikan, itu bodoh dan rugi besar. Jangan2 bisa jadi kaya, tetapi tersiksa untuk kekal di Neraka seperti orang kaya, tetangganya Lazarus.

Kalau orangnya mengerti dan mau menerima seperti Paulus Fil 4:11-13. Asal rohani tetap selamat dan tingkatannya makin indah, meningkat terus, ia tidak takut meskipun model jasmaninya berubah dalam segala macam model. Yang penting tujuannya nomer 1 adalah yang rohani, jangan dikurangi oleh kepentingan jasmani apapun, tidak boleh, tetap harus naik.

Orang yang mengerti, akan bersedia, mau menerima cara atau model hidup keuangan yang bagaimanapun, asal rohaninya terus meningkat sesuai rencana dan kehendak Allah.

BERKAT DARI TUHAN ATAU DARI IBLIS.

Iblis juga bisa memberi berkat, ia menawarkan pada Putra manusia Yesus Mat 4:3. Kalau ini tidak betul, setan bohong, pasti ia tidak berani, sebab menghadapi Putra Allah! Jadi berkat harta bisa:

  1. Dari Allah, diberikan pada anak2Nya. Juga untuk semua orang lainnya, sebab Allah adil. Sekalipun mereka berusaha sendiri, apalagi kalau orangnya berusaha jujur, Tuhan memberi berkatnya. Sebetulnya semua itu dari Tuhan.

Mat 5:45

Supaya kamu boleh menjadi putra-putra Bapamu yang di Sorga, karena Ia menerbitkan matahari-Nya ke atas orang jahat dan orang baik, serta menurunkan hujan ke atas orang benar dan yang tidak benar. (KJI)

  1. Dari iblis. Hasil dosa dan kejahatan. Kadang2 hasil dosa diakui oleh umum, misalnya hasil judi, tidak ditangkap polisi! Contoh lain hasil persundalan, ini uang haram, tetapi di beberapa negara di Eropa, dianggap normal dan kena pajak, padahal ini uang keji, hasil persundalan.

Ada gadis main mata dengan direkturnya sampai berbuat hal2 yang tersembunyi; gadis itu menjadi kaya dan ibunya bersaksi bahwa Tuhan memberkati keluarganya. Itu salah!! Itu bukan berkat Tuhan, tetapi berkat dari iblis. Jadi harta yang dimiliki orang itu bisa murni dari Allah, bisa dari iblis, bisa campuran.

  1. Campuran dari iblis dan dari Allah. Biasanya tidak ada yang murni dari iblis, sebab selalu ada campuran dengan berkat Tuhan, karena kemurahannya, sebab sekalipun orang jahat, meskipun kadang2, untuk sementara diberi juga oleh Tuhan Mat 5:45. Yang penting coba periksa harta kita, jangan ada dari iblis, yang kita ketahui dengan jelas dan pasti, dan tidak dibuang.

Ada anak yang bertobat dan percaya Tuhan Yesus, tetapi dari kecil ia dipelihara orangtuanya dengan uang haram. Apakah itu dosa? Memang mereka semua adalah orang berdosa. Tanpa Kristus semua manusia adalah orang berdosa. Tetapi kalau sesudah besar mau percaya, dosanya diampuni. Tetapi yang sengaja punya dan mengumpulkan uang haram, apalagi orang itusudah mengerti dan mengajar Firman Tuhan seperti orang Parisi, orang itu dituntut lebih banyak, begitu juga hukumannya. Itu seperti menelan unta dosa.

Mat 23:24

Hai pemimpin yang buta, yang menjaring nyamuk tetapi menelan unta. (KJI)

IMAN.

Motivasi bertindak dengan iman.

M4211  4*

Mengapa:

Pameran, tontonan, diketahui, dipuji, sensasi, perasaan hati, terjepit, semaunya sendiri.

Perasaan hati.

Putra manusia dan keluarga Lazarus MM, Lazarus sakit ingin segera datang, sembuhkan dengan iman, ditegahkan Roh Kudus 2 hari, waktu datang sudahterlambat dikubur 4 hari. Yoh 11:3-6.

Lima pemuda Korea dengan iman jalan di atas air, tenggelam, avontur, coba2, cari pengalaman dll.

Ada syaratnya -> Iman tidak berdiri sendiri M4211 5*

* Iman tidak berdiri sendiri. M4211  5*

* Iman manusiawi dan ilahi.

Iman manusiawi:

– Self sugesti, Emosional.

– Percaya diri, akal, yakin pribadi.

Iman ilahi, import, untuk orang yang sudah lahir baru, yaitu dari Firman Tuhan Rom 10:17.

Oleh pekerjaan RK 2Kor 3:6 -> huruf hidup -> iman.

Dengan doa, minta Luk 17:5.

Iman makin kuat, bahasa lidah 1Kor 14:4.

* Iman gagal. M4210  4*

Murid2 sudah dididik dengan contoh nyata, tapi gagal.

Mat 17:16. Ada syaratnya!