M4186 – Kejadian 26:12-17. Berkat Tuhan Di Tengah-Tengah Resesi

KEJ 26:12-14. NASIB BERBEDA DALAM SIKON YANG SAMA.

Ishak hidup makmur, tetapi Abimelekh dengan rakyaknya hidup dalam kesu-karan, padahal sikonnya sama. Me-ngapa begitu berbeda? Begitu kita melihat sebagian anak2 Allah diberkati dengan limpah dalam hal2 jasmani di tengah2 resesi, tetapi tidak semua na-sib orang beriman sama. Ada yang seperti Ishak, ada yang justru seperti Abimelekh. Mengapa beda?

KEJ 26:15-17. ISHAK DIUSIR ABIMELEKH YANG IRI.

Orang2 Filistin iri dan berbuat hal2 yang merugikan Ishak, yaitu menutup sumur yang digali Abraham, bapaknya Ishak. Akhirnya Abimelekh dan orang2-nya tidak tahan melihat semua ini karena hatinya iri dan ia mengusir Ishak, yang tidak melawan dan pergi, tetapi kemanapun ia pergi, Tuhan se-lalu menyertai dan memberkatinya. Seharusnya semua orang beriman itu seperti Abraham (bapa orang percaya) dan Ishak. Kita akan menyelidiki apa rahasia keadaan jasmani dari orang2 beriman yang diberkati Tuhan sesuai dengan janji2Nya. Biasanya orang2 ber-doa bahkan berpuasa supaya sukses dan keberkatan. Ini betul, tetapi tidak cukup! Sebab itu sebagian berhasil, sebagian tidak. Kita akan belajar tentang kebenaran dari Firman Tuhan untuk hal ini, supaya selain segi rohani, juga segi jasmani bisa berhasil.

HIDUP BENAR DAN BERKENAN

PADA TUHAN.

Mal 3:18. Segala urusan dengan Allah yang maha suci haruslah dalam kesu-cian di hadapan Allah 1Pet 1:15-16. Allah tidak berkenan dengan orang yang hidup dalam dosa apapun, kecil atau besar, bahkan sampai dalam hati harus suci, tulus! Orang yang benar dan beribadah itu dibedakan Allah Mal 3:17-18. Pasti hidupnya terpelihara, rohani dan jasmani, seperti Ishak. Ha-nya orang yang sudah lahir baru menjadi anak Allah bisa betul2 hidup benar dan beribadah pada Tuhan dengan betul. Ingat “MAK DSY”. Ini dasar utama yang harus mutlak ada, sebab sekalipun dapat untung seluruh dunia tetapi kalau jiwanya binasa, apa gunanya Mat 16:26, jauh lebih untung jadi pengemis Lazarus, tetapi masuk Surga, duduk dengan Abraham, dari-pada menjadi orang kaya raya yang masuk neraka Luk 16:24-25.

Sebab itu nomer 1, yang terpenting adalah berolehperkara2 yang kekal, dapat kerajaan Surga. Sebab itu kita mutlak perlu selalu hidup dalam kebe-naran di hadapan Allah Mat 6:33 dan mendahulukan mencari kerajaan Surga lebih dahulu.

FASILITAS DAN TUJUAN.

Yang penting nomer 1 adalah yang kekal, itu yang harus menjadi tujuan hidup kita, lebih daripada segala per-kara yang fana, yang juga kita perlukan, tetapi hanya untuksementara di dunia ini. Hal2 jasmani ini hanya fasilitas untuk hidup. Jangan itu dijadikan tujuan hidup, sebab itu kalau belum dapat fasilitas yang cukup, berpadalah 1Tim 6:8; yang penting satu kali kita selamat dan mulia dalam Surga. Se-kalipun di dunia sukses dan kaya raya, tetapi masuk Neraka, itu sia2, seperti orang kaya yang melihatLazarus.

Sebab itu utamakan yang kekal, tetapi bukan berarti malas, tidak ada daya tempur untuk yang fana (sekolah, bekerja dll), tetap berusaha, tetapi no-mer 1 selaluhidup benar di hadapan Allah, sehingga keselamatan tidak sam-pai terganggu apalagi hilang. Jangan sampai mencari fasilitas yang fana lalu mengabaikan yang rohani atau meng-halalkan segala cara untuk mencari yang fana,  tetapi terus hidup benar dan dipimpin Roh. Tetap sekolah, be-kerja dll, dengan semangat dan ber-tanggungjawab, tetapi rohani jangan dikurangi apalagi diabaikan sebab hendak mengejar fasilitas yang fana!

Jangan kuatir, Allah memelihara anak2Nya dan untuk anak2 Allah, seluruh hidupnya sudah diatur Allah dengan teliti, tidak ada yang kebetulan dan kacau, dan semua ada waktunya Pkh 3:1, tetapi juga ada pengolahan untuk mencapai tujuan hidup!

Semua hal2 jasmani (fasilitasnya) ditambahkan dengan limpah oleh Tuhan pada waktunya. Jangan seperti Elimelekh yang gara2 nafkah ia melanggar Firman Allah yaitu mening-galkan Betlehem ke Moab. Mula2 ia sukses sebentar, lalu tangan Allah me-lawannya, sehingga ia mati dan ter-hilang.  Utamakan dan dahulukan yang kekal, maka segala fasilitas yang fana akan ditambahkan Tuhan Mat 6:33. Sebab itu jangan sampai mengorban-kan tujuan hidup yang kekal sekalipun menderita atau kekurangan perkara2 yang fana yang hanya fasilitas belaka.

III. HIDUP DENGAN IMAN 2KOR 5:7.

Dalam seluruh segi hidup kita, kita hidup dengan iman, bukan dengan penglihatan; bukan hanya untuk bisa hidup suci dan taat, tetapi juga dalam hal2 jasmani, semua kita peroleh de-ngan iman. Iman berarti tetap yakin akan janji2 pemeliharaan Allah, seka-lipun dengan akal atau penglihatan tidak tampak Ibr 11:1, asal kita juga memenuhi syarat2nya.

Dalam hidup ini, hal2 yang fana yang kita butuhkan, bisa naik turun, misalnya dalam keuangan, kesehatan dan fasilitas lainnya. Pada waktu turun, orang yang percaya tidak gelisah atau kuatir, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara, asal tetap di dalam Tuhan Mat 6:33. Misalnya Ayub waktu bangkrut, tetap percaya pada Tuhan, bahkan sekalipun ia akan mati, tetap percaya dan harap pada Tuhan, tidak menyalahkan Tuhan Ay 1:21. Sebab itu sesudah lulus, ia naik kembali dua kali lipat dan segala yang lain juga ditambahkan kepadanya, baik kesehat-an, harta, umur, anak dll. Begitu juga Yusuf, Mordekhai, Daniel dll tetap percaya pada Tuhan dan sesudah lulus pengolahan, ia mengalami janji Allah, sekaligus sudah diolah sehingga waktu keberkatan tetap bisa tahan, tidak sampai jatuh dalam dosa. Tetapi Eli-melekh dalam kesukaran keuangan, ia melanggar Firman Tuhan, mengha-lalkan segala cara yaitu pindah ke Moab. Mula2 perhitungan akalnya nampak berhasil, tetapi tidak lama kemudian ia mati dengan kedua putranya.

Waktu fasilitas kita turun, jangan ragu2 dan takut, tetap percaya pada Tuhan dan taat dipimpin Roh, maka pada saatnya sesudah lulus, Tuhan akan mengangkat kita kembali, bahkan dengan limpahnya.

Waktu Paulus ditangkap dan dipen-jarakan, meskipun dengan akal tidak ada pengharapan, ia percaya bahwa Tuhan sanggup menolongnya, ia menyanyikan nyanyian iman ber-sama2 Silas dan malam itu juga Tuhan mele-paskannya. Kis 16:25. Begitu juga Pe-trus, Daniel dll. Sebab itu hadapi segala perkara dengan iman dan tetap di dalam Tuhan (dalam kesucian dan se-jahtera). Kita akan mendapatkan se-mua janji Tuhan sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Dalam nafkah tetap berusaha, minta pimpinan Roh, tetapi jangan putus asa atau menyerah, percayalah Tuhan pasti menggenapi janjiNya. Memang seringkali kita harus berpada dengan semua fasilitas yang fana, tetapi jangan takut, tidak ada yang kebetulan, semua di dalam peng-awasan dan rencana Allah, untuk men-jadi kebaikan bagi kita Rom 8:28.

BISA MEMAKAI SEMUA YANG ADA PADA KITA DENGAN BAIK.

Ada banyak orang waktu keberkatan dan sukses justru menjadi sombong dan hidup menuruti daging sehingga limpah dosanya, ini berarti tidak tahan, tidak kuat menanggung berkat2 Tuhan yang limpah Ams 30:8. Seperti Saul, Salomo, dll. Untuk orang2 seperti ini lebih aman kalau “beban”nya kecil seperti Lazarus, sehingga ia tidak jatuh dalam dosa tetapi justru meningkat dalam rohaninya sampai tinggi, bahkan Lazarus sampai seperti Abraham.

Jangan sampai mabuk waktu limpah seperti Nuh, dan mengutuki anaknya. Andaikata Nuh tidak mabuk, maka dalam waktu 350 tahun (kesempatan hidup sesudah air bah) pasti ia bisa meningkat terus sampai puncak, mung-kin sempurna seperti Henokh yang jadi sempurna dalam 300 tahun berjalan dengan Allah, padahal Nuh sudah jalan dengan Allah mungkin 120 tahun atau lebih Kej 5:22-34; 9:28-29). Jangan lupa tujuan hidup yang betul ini!

Wai, kalau sampai saat terakhir tidak bertobat, ia akan binasa seperti Saul, Yudas, sebab semua fasilits yang ber-lebih2 itu justru mencelakakannya. Belajar terus berpada dan meng-utamakan yang kekal, jangan yang fana jadi tujuan, tetapi tetap jadi fasilitas yang hanya dipakai sementara.

Sebaliknya Yusuf bisa memakai dengan baik segala berkat yang limpah. Sekalipun jadi orang besar, ia tetap rendah hati. Sekalipun punya kesem-patan, ia tidak membalas dan tetap bisa mengampuni saudara2nya, bahkan memelihara dengan kelimpahan selu-ruh keluarga2 mereka seumur hidup-nya. Ia tetap taat pada Tuhan dalam kesucian sehingga bisa dipakai Allah menggenapi rencanaNya bagi Abraham dan Yusuf sendiripun mencapai ren-cana Allah yang penuh dan mulia untuk kekal.

MAU DIOLAH.

Bagi orang beriman hidup di dunia ini adalah pengolahan. Sesudah selamat (berarti bisa masuk Surga, tetapi dalam tingkat minimum) kita diolah supaya bisa meningkat makin mulia, sampai se-tinggi2nya seperti Kristus 1Kor 11:1, Mat 5:48. Untuk itu Tuhan mengizinkan kita mengalami sengsara dan pen-deritaan sebagai pengolahan Ibr 2:10.

Tujuan hidup yang betul adalah untuk menjadi mulia di Surga untuk kekal dalam kesukaan abadi, bukan untuk menjadi mulia di dunia, sebab sekalipun sukses bisa tiba2 hilang se-perti Luk 12:21 dan sebab tanpa Tuhan, masuk sengsara Neraka yang kekal (contoh lain Alexander the great). Ka-lau mau diolah dan bisa tahan, Tuhan akan mengolah kita sampai puncak.

Seringkali sekalipun orang benar, juga mengalami kesukaran dalam hal2 yang fana (nafkah, kesehatan, problem dsb), tetapi jangan berkecil hati. Untuk orang benar ini jadi pengolahan dan ujian, jangan bereaksi dosa dan kita harus lulus dalam semua pencobaan, sehingga dengan demikian kita diolah dan dapat tumbuh terus sesuai dengan rencana Allah untuk menjadi seperti Kristus, dan juga kita diperlengkapi dengan semuafasilitas jasmani yang diperlukan. Tetapi kalau ada hal2 yang kurang, jangan berkecil hati, maju terus dengan Tuhan (ada sejahtera dalam hati dalam pimpinan Roh Fil 4:7). Seperti Yusuf, Daud dll yang meng-alami masa2 yang sulit atau kurang sebagai pengolahan dan cukup lama, tetapi karena lulus dalam pencobaan dan pengolahan ini, mereka tumbuh dan menjadi besar, tetapi tidak sampai jatuh dalam dosa. Justru kesukaran2 itu menjadi pengolahan bagi rohani kita asal terus menang seperti Yusuf, Daud dll yang sungguh2 cari Tuhan, mes-kipun limpah dengan kesukaran, tetapi sesudah lulus, Tuhan memberi segala yang diperlukan dengan limpah, tidak sampai jatuh, sebab sudah lulus.

Seringkali fasilitas yang diperlukan diberi juga dengan limpah seberapa banyak diperlukan dan kita bisa tahan (misalnya kekayaan dan kedudukan, tidak sampai sombong atau hidup dalam daging menuruti kehendak kita sendiri). Sebab dengan fasilitas yang limpah, dapat kita pakai untuk mela-kukan kehendak Allah seperti Yusuf, untuk menggenapkan rencana Allah dan menjadi berkat bagi banyak orang lain, termasuk juga bagi diri kita sen-diri! Sebab itu kalau seorang tahan dalam kelimpahan perkara2 yang fana, dan dapat memakainya dengan betul, untuk tumbuh dan ber-buah2, Tuhan sanggup memberi dengan limpah. Te-tapi kalau tidak sanggup, demi kese-lamatan dan kemuliaannya untuk kekal (seperti Lazarus), disediakan Tuhan pas2an saja. Termasuk juga Yusuf dan Maria, sekaligus keadaan inimenjadi pengolahan bagi Anaknya yaitu Yesus. Tetapi ada orang yang sebab cinta uang, gila hormat, menuruti keinginan zinanya dll, maka mereka menghalal-kan segala cara untuk mendapatkan segala perkara2 jasmani. Mereka dapat dengan menuruti daging, dan iblis bisa memberinya dengan limpah Mat 4:9. Ini bukan dari Tuhan, tetapi dengan menghalalkan segala cara2 yang salah, bahkan dengan dosa2 yang limpah, Tuhan tidak memberinya, tetapi iblis melimpahkan umpannya. Kita harus selalu ingat rencana Allah, yaitu hidup dengan tujuan hidup yang betul, yaitu yang kekal.

TUHAN MEMBERI FASILITAS DENGAN MUDAH DAN TANPA BATAS.

Allah justru dibatasi oleh kemampuan menerima berkat dari orang2 beriman itu sendiri. Ingat Ams 30:8.  Kalau Tuhan memberkati (hal2 jasmani),   itu akan terjadi dengan mudah tanpa dosa (tanpa menghalalkan segala cara) se-bab memang Dia Allah yang maha kuasa. Misalnya pada Ayub, Yusuf, Ishak, Abraham, Yohanes, Daud dll. Contoh yang jelas waktu Petrus gagal menangkap ikan se-malam2an, tetapi waktu Tuhan menyuruh melemparkan jalanya, maka ia mendapat begitu limpah ikan sampai jalanya robek Luk 5:2-6. Juga dalam Yoh 21:3-11.

Jadi untuk mendapatkan berkat Tuhan tidak perlu sampai dipaksakan dengan cara2 yangberdosa, tetapi de-ngan cara yang benar dan sederhana sebab kalau Tuhan sudah memberi, berkat itu akan datang kepada kita Ul 28:1,2. Se-olah2 berkat itu datang otomatis. Juga Daud menang melawan Goliat itu dengan mudah dan seder-hana. Ishak berhasil bukan karena ia memakai cara2 yang lihai (tehnologi yang tinggi dan modern), tetapi sebab tangan Tuhan ada di atasnya Yez 11:3; 3:22; 8:1; 33:22 dll, Neh 2:8. Lebih2 pada Ayub yang sudah bangkrut total, 10 anak mati dan ia sendiri sakit keras akan mati, semua berubah dengan begitu mudah seperti otomatis ber-ubah menjadi dua kali lipat lebih banyak, bahkan umur Ayub yang sudah hampir mati, ditambahi lagi 140 tahun dengan 10 anak lagi dari istri yang sama, luar biasa, begitu mudah sebab semua ini dari Tuhan.

KESIMPULAN.

Untuk mendapatkan berkat jasmani untuk fasilitas hidup kita, bukan hanya dengan doa, menabur atau perpuluhan dll, tetapi kita harus mengerti prinsip2 utamanya, yaitu:

  1. Hidup benar, berkenan kepada Tuhan.
  2. Tahu beda fasilitas dan tujuan hidup yang betul,yang kekal dan menguta-makannya, sedangkan semua yang fana hanya fasilitas, danharus bisa berpada dengan yang fana. Hidup ini bukan un-tuk mengejar yang fana sebagai tujuan, sehingga diutamakan dan menghalal-kan segala cara untuk mendapatkan-nya, tetapi tahu dan punya tujuan hi-dup yang kekal yang selalu diutamakan dan didahulukan lebih dari semua yang fana.
  3. Menerima dengan iman sekalipun belum tampak.
  4. Tahu memakainya dengan betul un-tuk melakukan kehendak Allah, bukan menjadi sombong atau hidup dalam daging.
  5. Tahu dan mau diolah dalam hidup ini,
  6. Kalau Tuhan yang memberi, itu dengan mudah, pada waktunya.

Setiap bagian ini penting kita laku-kan bahkan menjadi cara hidup kita. Kalau kita mengerti dan melakukannya seperti Yusuf, Daniel, Abraham dll, ma-ka Tuhan akan sanggup memberi de-ngan limpah dan mudah dan kita me-makainya dengan betul sesuai rencana dan kehendak Allah sehingga seperti Ishak, meskipun dalam resesi kita tidak kuatir dan Tuhan memelihara dengan limpah tanpa hidup dalam dosa atau memaksakan, menghalalkan segala cara2 yang salah. Dan kita dapat terus tumbuh makin seperti Kristus dan ber-buah2 dengan memakai semua fasilitas yang diberikan Tuhan. Sebab itu jangan kuatir menghadapi sikon yang ber-ubah2 dan jangan takut grafik hidup jasmani yang naik turun, asalkan rohani kita terus lekat pada Tuhan dan terus tumbuh dalam kesucian dalam pim-pinan Roh Kudus, maka hidup ini akan terpelihara, puas dan penuh sukacita.

Memang ada yang tahan dan jadi seperti Yusuf, Daniel, Daud, Abraham dan banyak lagi, tetapi ada juga yang terpaksa hidup seperti Lazarus atau Yusuf-Maria, tetapi penuh dengan mujizat dan kesukaan dan tumbuh terus dalam rencana Allah yang indah dan mulia.

Nyanyian:

Apa padaku kudapat dari Bapa.