M4152 – Matius 6:33. Prinsip Berkat Allah Dan Berkat Manusiawi

PENDAHULUAN

Semua orang membutuhkan uang dan hal2 jasmani lainnya, termasuk juga orang beriman. Allah tahu dan sudah menyediakan juga berkat jasmani, bah-kan limpah dan tidak terbatas, tetapi prinsip dan syarat2nya berbeda dengan berkat manusiawi atau berkat yang dari iblis. Kalau kita mengerti dan memenu-hi syaratnya, berkat dari Tuhan itu lim-pah Yoh 10:10. Kita akan mempelajari beberapa banyak perbedaan antara berkat di dalam terang dan gelap, ber-kat dari Allah atau manusiawi, atau iblis.

Berkat dari Allah itu prinsip dan syaratnya berbeda, kadang2 lebih sulit dimengerti dan dijalani (tetapi mudah dimengerti dan diterima orang2 yang sudah lahir baru dengan Kristus, yang dipimpin Roh), dan hasilnya limpah se-perti pada Ayub, Daud, Salomo, Abraham dll.

Berkat dari iblis sebetulnya tidak ada, itu hanya umpan, sebab iblis itu pembunuh dan penipu Yoh 10:10.

Berkat yang dicari sendiri, ini ada hukumnya. Misalnya hukum dunia Rom 12:3-5.

  1. Yang kerja dapat upah.
  2. Yang jujur dapat berkat jasmani, yang menipu/ dosa dapat hukumannya, sesuai dengan perasaan hatinya.
  3. Yang memberkati “Abraham” akan diberkati Kej 12:3, tetapi kalau tidak percaya Tuhan Yesus, tetap tidak sela-mat. Tetapi semua orang dosa tetap binasa.

BERKAT ALLAH BERSAMBUNG SAMPAI SURGA

A.I. Perbedaan yang bersambung

ke Surga atau hanya di dunia.

Semua berkat dari Allah, apa saja, juga yang jasmani itu bersambung sampai kekal, yaitu orang yang menikmatinya bersambung sampai masuk dalam Surga. Bahkan berkat harta yang fana bisa dipakai untuk “menabung” harta yang kekal di Surga Mat 6:19-20. Kalau orangnya tidak bertobat, tetapi doa puasa minta berkat, lalu Tuhan beri, itu menyesatkan orang itu, dikira diperke-nan Tuhan, tetapi tetap tidak mau bertobat, akhirnya masuk Neraka, sia2. Untuk apa mendapat berkat, tetapi ha-nya di dunia Luk 12:21. Meskipun da-pat banyak berkat, tetapi orangnya ti-dak masuk Surga, itu sia2 dan menye-satkan Mat 16:26. Biasanya Tuhan ti-dak memberi berkat. Kalau dapat ber-kat, itu berkat dari iblis, atau pakai ca-ranya sendiri. Misalnya dapat uang banyak sebab korupsi atau berzina, lalu mengatakan itu berkat Tuhan, tidak betul, itu umpan dari iblis. Kecuali Tuhan melihat sesudah ini ia bertobat, mungkin masih bisa diberi 1 atau 2 kali.

Semua yang rohani, berkenan pada Tuhan itu bersambung sampai kekal, biasanya juga diberkati Tuhan. Tetapi tanpa berkat Tuhan, orang2 berdosa juga bisa menerima berkat (keuntung-an) yang fana, tetapiitu hanya untuk di dunia, tanpa Kristus orangnya tidak masuk Surga, itu berarti masuk dalam Neraka atau Tasik api yang kekal.

Pemeliharaan atau pertumbuhan rohani itu seperti membuat keranjang rohani dan Tuhan mau memberi ber-katNya, juga hal2 yang fana, itu seperti barang di dalam keranjangnya. Waktu mati isinya lenyap, habis, tinggal keran-jang atau hal rohani yang bersambung sampai kekal. Kalau punya hidup rohani yang baik (seperti keranjang dari Tu-han), maka Tuhan akan menambahkan berkat Tuhan di dalamnya, tetapi kalau tidak punya keranjang rohani dari Tu-han, Tuhan tidak mau memberi berkat. Te-tapi bisa mendapatberkat yang lain (masih ada pengecualian kalau orang-nya akan bertobat dll).

A.II. Tujuan dan fasilitas hidup.

Tujuan hidup orang beriman adalah se-lamat dalam kerajaan Surga yang kekal dan selama di dunia kita diolah supaya tetap selamat dan bertumbuh setinggi mungkin dalam rencana Allah. Tentu kita harus bekerja mencari nafkah dengan baik2, tetapi itu adalah fasilitas untuk hidup di dunia. Jangan mengejar ber-lebih2, sampai seluruh hidup hanya untuk mencari fasilitas, tetapi harus se-imbang dengan pengolahan dan per-tumbuhan rohani untuk kekal, bahkan yang rohani itu nomer 1 Mat 6:33. Tujuan hidup, yaitu untuk mendapat-kan hal2 rohani Kol 3:1-5 supaya masuk Surga. Fasilitas yang kita perlukan dan dapatkan, hanya untuk kebutuhan di dunia. Jangan bentuk dan warna hidup kita dibentuk atau ditentukan oleh yang fana (bisa terjerat dan tersesat oleh percintaan isi dunia ini), tetapi hidup kita harus diwarnai oleh tujuan hidup yang kekal, sekalipun untuk men-dapatkan fasilitas hidup ini biasanya di-butuhkan waktu yang jauh lebih ba-nyak sampai 80 atau 90%, tetapi untuk rohani minimum 10%; Namun Tuhan menghendaki hatinya sepenuhnya un-tuk Tuhan Luk 10:27.

Kita harus menjaga dan memelihara keseimbangan ini dan hal2 rohani harus yang terutama, dengan segenap hati, nomer 1, yaitu tetap hidup dalam kesucian memperkenankan Tuhan, se-tuju dengan Firman Tuhan. Orang yang sudah lahir baru sanggup melakukan-nya dengan pimpinan Roh Kudus. Un-tuk fasilitas yang fana, Tuhan pasti bisa menambahkan (Mat 6:33) untuk men-cukupi kebutuhan hidup umatNya, sesuai dengan janjiNya.

Sebaliknya iblis menyediakan dan mau memberkati dengan hal2 yang fana bahkan dalam jumlah yang besar (Mat 4:8-9), tetapi itu menjadi umpan dengan tujuan untuk merampashidup yang kekal, supaya terikat dalam hal2 fana dan kembali hidup dalam dosa dan jadi milik iblis sampai dalam Ne-raka kekal. Seringkali orang2 yang su-dah dibutakan atau terpengaruh oleh iblis (biasanya tidak sadar), mereka berkata: Yang penting adalah segala kebutuhan yang sekarang, tentang be-sok sesudah mati, apa katanya. Ini su-dah terbius oleh umpan iblis. Perlu disadarkan dan dilepaskan!

A.III. Berkat Tuhan dan berkat iblis.

Tuhan sanggup memberi berkat yang tidak terbatas, tetapi Allah tidak mau kalau hidupnya tidak bersambung ke dalam Surga.  Sebab itu yang harus di-utamakan untuk mendapatkan berkat2 jasmani dari Allahadalah memelihara hidup yang kekal baik2, bahkan terus terpelihara dan bertumbuh sesuai rencana Allah yang mulia dan kekal.

Tuhan memberi berkat yang fana disesuaikan dengan keseimbangan ini, supaya jangan sampai terikat oleh ber-kat2 yang fana ini, sehingga merusak atau menghancurkan hal2 kekal sehing-ga binasa, itu sia2 Luk 12:21. Tetapi iblis menyediakan semua berkat2 yang fana (kecuali kalau dibatasi oleh Allah untuk keselamatan jiwanya) tanpa me-mikirkan atau memberi syarat2 untuk hidup yang kekal dan ini cocok dengan manusia lama, sebab baginya yang penting yang sekarang di dunia, yang di dalam dunia roh yang akan datang itu tidak tampak, mereka merasa tidak di-perlukan. Ini hal2 yang wajar dan ma-suk akal untuk manusia, tetapi ini jus-tru jerat dan tipu daya iblis Mat 16:26.

Kita harus sadar bahwa:

1). Kita ini hanya seperti musafir di atas dunia ini yang harus kembali ke rumah Bapa yang betul 1Pet 1:17; 2:11, Ibr 11:16.

2). Kita sudah ditebus dari hidup sia2 1Pet 1:18.

3). Untuk mendapatkan berkat Tuhan yang cukup bahkan limpah dalam kesukaran2 dunia ini, kita tidak boleh lepas dari “keranjang kekal” yang di-tumbuhkan Tuhan di dalam kita. Semua berkat2 jasmani itu harus ada dalam keranjang kekal atau hidup yang kekal yang kita miliki, yang akan membawa kita masuk dan bersambung dalam Surga kekal.

Orang2 yang mengerti seperti Yacob punya pikiran yang lain daripada Esau, yang hanya mengejar hal2 yang fana, yang selalu ber-edar2 dengan orang2 dunia yang tidak mengenal Allah. Juga falsafah hidup dan pen-dirian lain, tidak sesuai dengan Firman Tuhan.Yacob tinggal tetap di rumah, limpah dengan Firman Allah yang dibe-rikan Allah lewat Abraham, Ishak kepa-da Yacob. Sebab itu Yacob sangat menghargai hak sulung dari Tuhan dan taat akan Firman Tuhan yang diberikan bapaknya, tetapi Esau yang mata roha-ninya buta, menghinakan hal2 rohani istimewa berkat sulung dari Allah lewat bapaknya Kej 25:33-34, Ibr 12:16-17. Bahkan Esau bersatu (menikah) dengan orang2 duniawi, sehingga menimbul-kan kesedihan yang dalam, dalam orangtuanya. Kej 26:34-35.

A.IV. Model hidup jasmani

dan rohani orang2 beriman

Orang yang mengerti kebenaran Fir-man Tuhan, punya pikiran Kristus dan dipimpin Roh akan dapat mengerti hal2 yang kadang2 aneh untuk akal manu-siawi, misalnya Yusuf-Maria adalah orang yang sangat berkenan pada Allah Luk 1:28, sehingga dipilih Allah dari se-mua orang  Israel dan dunia, tetapi me-ngapa begitu miskin? Juga Lazarus yang duduk dengan Abraham (ini perkara besar Mat 8:10-12), tetapi mengapa ia sangat miskin sampai menjadi penge-mis, apakah Allah tidak sanggup mem-berkati orang yang bisa duduk dengan Abraham di Surga? Luk 16:20,23.

Mengapa model hidup jasmani me-reka sangat rendah, tetapi Abraham, yang duduk sama2 di Surga, model hidup jasmaninya sangat berbeda, kaya, limpah seperti Daud, Salomo dll. Tetapi model hidup rohaninya, semua sama2 baik seperti Kristus, sehingga di Surga duduk ber-sama2  (Lazarus + Abraham), tetapi model hidup jasma-ninya sangat berbeda. Allah pasti tidak salah. Lazarus mungkin tidak sanggup memikul beban kekayaan jasmani Ams 30:8, tetapi MariaYusuf memang dipi-lih untuk menjalani hidup yang paling miskin bagi Putra manusia Yesus yang karena harus menjadi contoh hidup dalam segala macam keadaan Ibr 4:15, istimewa dalam keadaan yang paling rendah Ibr 2:7, sebab itu Allah mem-biarkan mereka dalam kemiskinan se-bagai ujian dan mereka lulus, istimewa Putra manusia Yesus. Jadi Lazarus mungkin sebab tidak kuat, tetapi bagi Yusuf-Maria itu untuk pengolahan dan ujian tingkat tinggi. Jadi bentuk model hidup jasmaninya ber-beda2 sesuai dengan “grafik rohani” yang terbaik untuk Lazarus dan Maria, tetapi bagi Abraham, ia sanggup memikul beban kekayaan yang besar.

Yacob mula2 hidup jasmaninya pas2an, baru kemudian Tuhan mem-berkati, apalagi sesudah pindah ke Me-sir dengan Yusuf, tetapi dari permulaan hidup rohaninya sudah dibangun de-ngan baik dan kuat. Esau dari permu-laan mempunyai model hidup jasmani yang limpah, tetapi rohaninya kosong dan sia2.

Semua ini harus kita mengerti dan memperhatikannya untuk mendapat berkat2 jasmani dari Tuhan dengan cu-kup atau limpah sesuai dengan kea-daan rohani dan rencana Allah dalam hidup kita, supaya hidupnya bisa dilan-jutkan sampai Surga. Jadi Allah mem-berkati umatNya dengan hal2 jasmani itu selalu sedemikian rupa supaya hi-dupnya tetap berlanjut ke Surga, bah-kan rohaninya makin mulia, bukannya jadi hancur oleh berkat Ams 30:8.

MENGHADAPI KESUKARAN2 JASMANI (NAFKAH)

Di dunia selalu ada banyak kesukaran2, misalnya tidak punya pekerjaan atau pensiun dll. Lebih2 waktu mendekati Minggu ke-70 Daniel akan makin ba-nyak kesukaran sebab dosa dan ke-jahatan makin meningkat, istimewa ba-gi orang2 yang ingin tetap tumbuh da-lam kesucian tetapi kurang mengerti dan kurang iman. Ini sudah dinubuat-kan Wah 22:11, lebih2 dengan banyak perubahan2 baru karena tehnologi dan karena orang jahat makin banyak dan makin lihai dengan tehnologi tinggi.

Semua orang di dunia harus meng-hadapinya termasuk orang beriman, dan biasanya semua orang berusaha mencari jalan keluarnya, tidak boleh malas, harus usaha; juga orang ber-iman jangan malas Ams 6:6. Bedanya orang beriman yang disertai Tuhan itu lain cara dan berkatnya daripada orang dunia dan orang beriman yang tidak disertai Tuhan (yang jalan sendiri). Ka-lau Tuhan beserta, jangan takut, tangan Tuhan sanggup menolong kita Ezr 8:22; 7:28. Kalau Tuhan beserta, semua akan ada hasilnya Maz 1:3.

Contohnya Ishak diberkati Tuhan lebih daripada semua orang lainnya sampai mereka jadi iri dan benci Kej 26:12,16. Kalau kita disertai Tuhan, maka Tuhan akan memberi pimpinan-Nya sehingga beroleh hikmat dan kuasa Allah, dan kalau kita mau taat, itu akan membuka jalan, untuk mengambil ber-kat2 Tuhan yang sudah disediakan Tu-han. Tetapi jangan lupa, hidup keber-katan dari Tuhan itu bersambung sam-pai Surga! Beberapa nasehat untuk menghadapi kesukaran2 yang rumit.

  1. Ingat, berkat Tuhan itu selalu mem-buat kita bersambung ke Surga.
  2. Hadapi dengan iman, jangan putus asa, maju terus dengan Tuhan. Jangan ber-sungut2 atau mengeluh, tetapi te-tap bersyukur seperti Ayub 1:21-22. Sebab makin lama ujian bagi orang2 beriman akan makin berat, karena ting-kat rohani kita harus makin meningkat sesuai dengan rencana penamatan Allah lalu pengangkatan. Memang se-harusnya begitu untuk menghadapi keadaan dosa dan kejahatan yang juga makin meningkat. Tuhan sanggup me-nolong, sebab semua ini ada dalam rencana, pengetahuan dan kuasaNya.
  3. Belajar hal2 jasmani yang berubah, secukupnya. Kita tidak boleh malas mengikuti perkembangan baru, tetapi semampu kita, tetapi jangan malas dan jangan kuatir. Hadapi dengan iman dalam pimpinan Roh Kudus.
  4. Disertai Tuhan. Ini berarti:

4.1. Tetap dalam kesucian dan taat di-pimpin Roh (kalau hidup dalam dosa seperti Simson, meskipun ia sudah di-pakai dgn sangat heran, akhirnya jadi gagal sebab dosa2nya). Tetaplah dalam kesucian “MAK DSY”. Jangan kuatir menghadapi hal2 yang baru dan rumit, sebab Tuhan jauh lebih tinggi dari se-muanya, Ia menguasai semuanya dan sanggup menolong kita, memberi pe-ngertian dan apa yg harus kita lakukan.

4.2. Limpah berdoa dalam Roh dan kebenaran, juga limpah 7 KPR lainnya adalah Firman Tuhan, ibadah, berseku-tu dsb. Kalau kita terus limpah berdoa, istimewa dalam Roh, kita akan makin mahir dipimpin Roh.

Pimpinan Tuhan ini sangat penting, sebab Allah tahu semua dan tahu jalan lepasnya, kalau kita taat akan pim-pinanNya, kita akan berkemenangan. Misalnya Daud waktu di Ziklag (tempat tinggal Daud dan semua orang2nya, ada istri dan anak2nya) dibumi hangus-kan, mereka sedih, putus asa dan ke-cewa. Daud menghadapi jalan buntu dan bertanya kepada Tuhan, dan Tuhan menyuruh mengejarnya. Tetapi bagai-mana caranya? 1Sam 30:8. Kalau Tuhan sudah memberi pimpinan, bukan ber-arti tidak ada kesukaran lagi. 1/3 dari pengikutnya tidak setuju dan berhenti di sungai Besor 1Sam 30:9-10. Namun Daud berjalan terus, tetapi ke mana?

Pimpinan Tuhan itu selangkah de-mi selangkah. Tetapi jangan kuatir. Te-pat pada waktunya Tuhan akan mem-beri pimpinan berikutnya. Tuhan tidak pernah keliru atau terlambat, sebab itu tekunlah berdoa terus menerus dalam Roh dan kebenaran (juga waktu tidak ada problem 1Tes 5:17, Ef 6:18). Akhir-nya Tuhan memimpinnya sehingga ia bertemu budak Mesir yang lemas. Tu-han memberi pimpinan untuk meno-long budak ini yang se-olah2 tidak ada hubungan dengan problemnya. Tetapi sesudah menolongnya, justru ini jadi kunci kemenangan Daud yang luar biasa 1Sam 30:11-18.

Penting sekali memelihara hubung-an baik dengan Tuhan dalam kesucian (tidak bereaksi dosa atau benci) dan terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Juga Tuhan memimpin Elia dalam kelaparan ke sungai Kerit yang tidak ada apa2nya, tetapi ternyata Tu-han memeliharanya disana 1Raj 17:3-9. Juga sesudah itu Tuhan mengirim Elia ke janda Sarfat yang mau mati kela-paran. Tetapi Tuhan tahu lebih dahulu dan disana ia dan keluarga janda Sarfat itu terpelihara. Juga Ishak dalam masa kelaparan, dengan akalnya ia hendak pergi ke Mesir, tetapi Tuhan melarang-nya Kej 26:2-3. Seringkali pimpinan Tuhan tidak masuk akal, tetapi karena yakin, Ishak taat dan justru ia menjadi sangat keberkatan Kej 26:12-17. Tetapi ini bukan berarti tidak ada kesukaran, sebab justru orang2 jadi iri, benci dan mengusirnya dan Ishak pergi tanpa melawan, tetapi Tuhan makin member-katinya. Ia ber-kali2 mengalami kesu-karan2 baru, untuk menggali sumur un-tuk kebutuhannya, tetapi ia mengha-dapinya ber-sama2 Tuhan yang me-mimpinnya. Meskipun ia harus terus ber-pindah2 ke tempat yang baru lagi untuk mencari dan membuat sumur baru, ia berpindah ke Esek, lalu pindah ke Sitna, pindah lagi ke Rehobot dan kemudian ke Birsyeba. Ia menderita, banyak perlakuan yang jahat dan tidak adil, tetapi bagi Tuhan itu mudah, Ishak menurut pimpinanNya dan terus ter-pelihara, bahkan lebih dari yang lain.

4.3. Kemampuan mendengar suara Roh dan taat dipimpin Roh harus ma-kin meningkat, sebab pimpinan Tuhan itulah kunci yang tiada taranya. Ada banyak kesaksian orang yang bisa dipimpin Roh, selalu punya jalan keluar dan berkat Tuhan limpah dalam hidup rohaninya yang juga meningkat.

Kalau terpaksa jangan takut me-mulai baru, misalnya keluar dari pe-kerjaan, pensiun, sikon berubah dll. Jangan lupa periksa diri. Kalau ada dosa harus bertobat sungguh2; kalau itu ujian, terus lekat dengan Tuhan supaya lulus. Kalau kita (tetap) berjalan dengan Tuhan, Tuhan akan memberi pimpinan yang berhasil, Maz 1:1-3. Bagi Tuhan kebutuhan jasmani itu hanya tambah-an, Dia bisa memberi dengan limpah, asalkan kita tetap dalam rencanaNya yg kekal untuk bersambung ke Surga.