M4144 – 2Timotius 3:1-5. Menghadapi Masa-Masa Kesukaran

PENDAHULUAN.

Mengapa Firman Tuhan mengatakan bahwa akan ada banyak kesukaran di akhir zaman? Ini sebab dosa dan keja-hatan meningkat di akhir zaman, juga tehnologi sehingga kejahatan makin canggih dan sengaja, dengan sadar dan yang melakukantidak lagi tertuduh Wah 22:11. Juga pekerjaan setan yang rutin selalu ada, makin meningkat. Sebab itu kalau orang beriman tidak bisa hidup suci berjalan dalam Roh, sulit untuk bisa menghadapinya, apalagi makin ber-tambah2 jahatnya. Dengan akal dan kebenaran sendiri, orang2 akan makin sulit menghada-pinya, bahkan justru ikut serta di da-lamnya sebagian atau seluruhnya. Sungguh, ligabo akan gugur, hanya ligabis dan orang2 yang bisa berjalan dengan Tuhan yang bisa menang. Cepatlah tingkatkan rohani kita dan makin mahir berjalan dalam Roh su-paya tidak tergilas oleh segala kesu-karan itu sampai terseret ke Neraka kekal!

Prinsip menanganinya sama sejak Wasiat Lama, yaitu kalau Allah beserta kita, baru kita menang Rom 8:31.

CONTOH HIDUP ISHAK.

Kej 26:12-33.

Ishak dijepit dari segala penjuru dalam segala hal, tetapi sebab disertai Tuhan, berkatnya tetap cukup, bahkan limpah (ayat 12-17). Baik dalam keuangan, kesehatan, pergaulan, keamanan dll, Tuhan bisa tolong. Kalau disertai Tuhan itu bukan berarti tidak ada kesukaran yang jahat, bahkan masalahnya bisa men-jadi2 seperti Yusuf, Daud dll. Orang2 sekitar Ishak iri dan benci, sehingga mengusirnya,  ia mengalami banyak perlakuan yang tidak adil, jahat dan keji, tetapi Ishak tidak membalas, tetapi tetap sabar. Abraham pernah perang dengan 5 raja dan menang. Ishak tahu, mungkin juga ikut atau mengalaminya, tetapi Ishak tidak mem-balasnya dan Tuhan terus beserta sebab ia benar di hadapan Tuhan. Sumber2nya (sumur, sejak dari zaman bapaknya) di tumpat  dengan cara2 yang jahat karena benci dan iri, tetapi Ishak tidak membalas, namun Tuhan terus memberkatinya sehingga makin besar. Satu per satu semua sumur2 yang ditumpat, dipulihkan kembali, bukannya tanpa perlawanan dan pertengkaran, tetapi Ishak tidak putus asa atau berhenti (ayat 18-23). Sumur Esek, Sitna dan Rehobot diperjuangkan dengan banyak perlawanan. Sumber2 baru dibuka dan ia ber-ulang2 pindah ke sana-sini, tetapi sebab benar, terus diberkati Tuhan.

Jangan takut, kalau perlu, terpaksa, untuk mencoba dan memulai barang dan cara baru, asal dengan Tuhan (itu berarti dalam pimpinan Roh). Ini ter-utama dalam ekonomi, menghadapi orang2 yang memusuhinya. (Kalau  da-lam hal pernikahan jangan ber-ubah2 sistem atau cara dll, harus selalu cocok dengan Firman Tuhan).  Ada banyak perubahan2 yang begitu cepat dalam tehnologi, dalam sistem perdagangan, produksi dll, sehingga akibatnya besar. Beberapa orang hancur sebab tidak berubah, ada yang berubah, tetapi juga kacau, akhirnya bangkrut.

Kalau sudah hancur, baru orang itu berpikir, andaikata ia mengambil jalan lain, tetapi dengan cara lain itupun belum tentu berhasil, bisa2 lebih parah, tidak bisa tahu lebih dahulu. Sistem yang berubah bukan satu2nya penyebab, tetapi kejahatan dan kerusakan mental serta pekerjaan iblis dll, itu semua bekerjasama. Memang iblis dkk sengaja berusaha membuat kekacauan, kejahatan, kesukaran, se-bab ia memang perusak (destroyer Wah 9:11 dan pembunuh yang meng-hancurkan Yoh 10:10b). Segala sifat jahat, keji dan busuk itu lengkap ada dalam kerajaan iblis yang rutin bekerja makin dahsyat.

III. MENGAPA ORANG GAGAL MENGAHADAPI PERUBAHAN SIKON ATAU SISTEM?

  1. Sebab usaha sendiri. Tanpa Tuhan, tidak ada pertolongan Tuhan. Kemam-puan manusia terbatas, apalagi orang beriman yang sendirian, iblis pasti menyerangnya sekalipun ia sembunyi2, tetapi ia ber-edar2 seperti singa kelaparan mencari mangsa 1Pet 5:8. Setan punya kuasa dan lihai, tanpa Allah, orang beriman akan kalah, baik karena ditipu atau diserang, Iblis berusaha memakai setiap kesempatan untuk menghancurkan orang2 beriman, mengharapkan mereka ber-sungut2 dan undur dari Tuhan sebab kega-galannya. Sebab itu jangan jalan sen-diri, nanti jadi mangsa empuk dari iblis. Tetapi dengan Tuhan pasti menang Rom 8:31.

Jangan lupa, bahwa dengan Tuhan itu berarti hidup di Ruangan Suci, dalam kesucian limpah dengan 7 KPR. Jangan hanya dari luar beres, sebab Tuhan melihat sampai dalam hati dan itu menentukan bisa berjalan dengan Tuhan atau tidak.

Semua orang Kristen, bahkan juga orang dunia dan orang dosa minta tolong Tuhan, tetapi belum tentu me-reka ada di pihak Tuhan dan berkenan pada Tuhan, apalagi kalau keras hati dalam dosa, tidak akan berhasil, sebab Tuhan tidak bisa menolong orang yang tidak di pihakNya 1Pet 3:12.

  1. Tidak tahu yang akan datang. Dalam setiap problem, biasanya selalu ada banyak cara dankemungkinan untuk menanganinya; mana yang akan ber-hasil, kita tidak tahu, ini seringkali membuat pusing. Tetapi yang Maha tahu, tahu lebih dahulu dengan tepat. Kalau Daud perang dan bertanya pada Tuhan 1Taw 16:11, Dia menunjukkan jalannya, maka itulah jalan atau ke-mungkinan yang paling tepat, lalu Daud taat dan berhasil. Jangan takut kalau harus mulai baru atau menghdapi perubahan sebab Tuhan tahu pasti jalan mana yang terbaik dan berhasil. Banyak berdoa dalam Roh dan ke-benaran untuk ber-tanya2 Tuhan. Dia tahu!Sebab itu kita harus bisa men-dengar suara pimpinan Roh dan taat kepadaNya. Allah itu tahu yang akan datang, jugaMaha kuasa, sehingga bisa menolong,tidak ada yang mustahil bagiNya dan Dia juga kasih dan adil, sehingga memberi pimpinan yang terbaik.
  2. Bisa membedakan tujuan dan fa-silitas. Tuhan menolong orang yang di pihak Tuhan dan tujuannya betul dan kekal. Sejak kita percaya Tuhan Yesus, Tuhan menaruh kekekalan dalam hati kita yaitu hidup yang kekal Yoh 3:16, Pkh 3:11. Semua dari Tuhan selalu ada hubungan langsung atau tidak langsung dengan kerajaan Surga yang kekal. Tanpa berlanjut ke Surga yang kekal, semua menjadi sia2 sekalipun jumlah-nya besar Mat 16:26. Semua yang kita butuhkan di dunia ini hanya sementara, bukan tujuan, hanya fasilitas untuk hidup di dunia, tetapi sesudah mening-galkan dunia, semua itu tidak ikut dan tidak ada gunanya lagi Luk 12:20. Kalau kita limpah dengan perkara2 dari Atas Kol 3:1-4 dan hidup sesuai Firman Tuhan, ini yang kekal, semuanyaakan berlanjut dalam Surga kekal.

Kita perlu keduanya, tetapi harus selalu seimbang antara hal2 yang fana dan yang kekal dalam hidup kita, tetapi yang kekal itu harus jadi yang utama Mat 6:33 dan menjadi tujuan kita, bukan yang fana 1Kor 7:31.

Kadang2 fasilitas yang kita dapat dari Tuhan itu bisa naik dan turun. Jangan kuatir. Tetapi harus periksa diri, jangan turun, sebab dosa. Kalau karena ujian dan pengolahan, jangan takut, sesudah lulus, pasti jadi indah. Sebab ini hanya fasilitas di dunia, jangan sampai mengganggu rohani kita, baik naik maupun turun, sebab pasti Tuhan akan memelihara kita, Yusuf dalam hidupnya turun sangat dalam. Juga Ayub dalam semua segi turun, tetapi sesudah lulus semua naik begitu indah.

  1. Cerdik dan tulus. Mat 10:16. Tuhan berkata bahwa kita tidak boleh bodoh, dungu atau lamban, tetapi cerdik se-perti ular, tidak kalah dengan ular. Sebab itu dalam problem atau peker-jaan, kita juga harus belajar dari sikon yang ada. Memang lebih baik bekerja dalam bidang yang kita ahli atau bisa menguasai supaya jangan rugi karena kebodohan. Tetapi meskipun cukup pintar, tetapi kita perlu tetap berharap pada Tuhan. Tanpa Tuhan kepintaran dan pengalaman kita bisa sia2, sebab kemampuan kita terbatas, apalagi ada setan2 sembunyi di belakangnya.

Pada waktu Israel menyerang kota Ai, mereka sudah punya banyak pe-ngalaman kemenangan, sehingga yakin pasti menang melawan Ai. Memang menurut perhitungan pasti berhasil, tetapi ternyata mereka kalah besar dan 36 orang jadi korban, mati Yus 7:3-5. Mereka bertobat dan sesudah itu sungguh2 bersandar Tuhan dan minta pimpinan Tuhan dan menang kembali dengan gilang gemilang. Sebab itu meskipun punya kemampuan, keahlian dan pengalaman, tetaplah berharap pada Tuhan. Justru kalau kita meng-andalkan diri kita sendiri, setan sang-gup mengalahkan dan memakai kesem-patan ini untuk menjatuhkan se-he-bat2nya jasmani dan rohani. Beberapa kali umat Tuhan disesatkan dan rugi besar, sebab tidak bersandar Tuhan, tidak dipimpin Roh. Waktu Yusak menghadapi orang Gibeon, mereka berjalan sendiri dan masuk dalam perangkapnya yang merugikan puluhan tahun sampai zaman Saul.

  1. Perhatikan semua segi hidup. Kita mengalami kesukaran dan keadaan jasmani (atau keuangan) bisa naik turun, itu pengolahan (kalau tidak ada dosa). Sebab itu kita harus meneliti seluruh segi2 hidup kita sehingga tidak ada cacat cela di hadapan Tuhan Ef 5:27 bisa disertai Tuhan dan menang. Kadang2 dosa atau kelemahan dalam hal2 yang tidak ada hubungannya bisa menyebabkan banyak kerugian. Sebab itu kita harus memperbaiki segala segi hidup kita. Ada yang membiarkan dosa yang merusak kesucian hidup nikahnya, akhirnya menghancurkan seluruh usa-hanya. Semua dosa itu ada hubung-annya satu sama lain dan dalangnya itu iblis.Sebab itu periksa segala segi hidup. Misalnya bisa dipercaya dalam hal uang, sebab Tuhan memberi berkatnya sesuai dengan kemampuan kita, jangan sampai kalau diberi kelebihan, itu meningkatkan dosanya Ams 30:8. Juga cara kita memakai uang harus berkenan pada Tuhan. Pena-buran dan perpuluhan itu juga bisa menjadi sebab kerugian dan kegagalan usaha. Tabiat, kesombongan, pelayan-an, kesetiaan, jam doa dll semua segi perlu diperiksa dan diperbaiki, semua segi hidup kita saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
  2. Indah pada waktunya Pkh 3:11. Setiap hal, baik ujian, baik berkat, baik penggenapan janji2 Tuhan itu semua ada saatnya. Tuhan begitu teliti dan sempurna, semua ada dalam perhi-tunganNya yang teliti dan tepat, tanpa ada kesalahan. Bahkan rambut di ke-pala dihitung Tuhan, sebab itu jangan ragu2 dan jangan abaikan hal2 yang berlaku atas kita, hadapi baik2 sampai lulus dan caritahu apa maksud Tuhan.

Sesudah Ayub lulus, lalu lewat bebe-rapa waktu, maka Ayub kembali diangkat Tuhan, bahkan jauh lebih indah, umurnya ditambahi 140 tahun, kembali mempunyai 10 anak dan harta Ayub jadi dua kali ganda, dan Ayub sekeluarga makin berkenan kepada Tuhan.

PERBANDINGAN UNTUK ROHANI DAN JASMANI.

Ini erat hubungannya dengan keme-nangan atas kesukaran2 jasmani. Untuk ukuranyang kekal dan fana, kita harus memperhatikannya supaya sesuai dengan kehendak Tuhan demi kema-juan rohani kita. Perbandingan ini bisa berubah menurut umur/ waktu kita.

Perbandingan waktu yang dipakai untuk hal2 jasmani, kadang2 jauh lebih besr dari waktu untuk hal2 rohani, mi-salnya untuk sekolah, bekerja meng-habiskan waktu jauh lebih banyak, tetapi sebaliknya hati kita harus sepenuhnya untuk Tuhan Luk 10:27. Jangan membiarkan hati bercintakan perkara2 yang fana, harus bisa berpada.

  1. Jangan sampai waktu untuk rohani kurang dari 10%.
  2. Prioritas, hal2 rohani harus didahu-lukan meskipun mungkin waktunya le-bih sedikit Mat 6:33.
  3. Sesuai dengan kebutuhan umur, mi-salnya waktu usia pensiun, seharusnya ada lebih banyak waktu bagi Tuhan (selain sepenuh hati), jangan membuat kesibukan yang tidak perlu. Kalau dalam hal keuangan sudah bisa diatasi oleh anak2 atau ada simpanan yang cukup, maka kita bisa memakai waktu jauh lebih banyak untuk hal2 rohani. Rata2 pada akhir umur hidup kita, biasanya ada banyak waktu lebih dan harus dimanfaatkan untuk meningkat-kan rohani se-tinggi2nya, sebab ukuran rohani pada saat terakhir, menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga Luk 19:17. Jangan seperti Nuh yang justru jatuh pada saat terakhir dan sesudah sukses rohani! Jangan kita tamak dengan harta dunia. Kalau perlu dan bisa dipercaya untuk kepentingan kerajaan Surga, Tuhan bisa memberi jumlah besar tanpa banyak usaha Yes 60:5,6.

Orang2 ini bisnis man, tetapi dalam hidupnya mereka hampir full time ter-beban untuk melayani Tuhan. Lebih2 untuk pelayanan pribadi, sebab itu akan lebih cepat menumbuhkan rohani kita sendiri. Pakailah kelebihan waktu di akhir hidup untuk terus tumbuh rohaninya.

  1. Ada beberapa orang dipanggil Tuhan full time, ini suatu anugerah. Jangan kuatir untuk keperluan jasmani yang dibutuhkan, terimalah dengan iman dan tetaplah melayani dengan segenap hati menurut kehendak dan pimpinan-Nya. Pelayanan full time bukan untuk mencari uang atua nafkah, tetapi pe-ngorbanan dan Tuhan yang memeli-hara kita.
  2. Jangan lupa kekekalan yang Tuhan taruh dalam hati kita itu harus terus bertumbuh dan menjadi patokan hidup kita, sebab inilah tujuan hidup kita, bersambung ke Surga dan kita jadi kaya dalam kekekalan Mat 6:19-21. Sebab yang fana itu akan lenyap Luk 12:20-21, tetapi yang kekal itu akan terus jadi milik kita untuk kekal.

KESIMPULAN.

– Kesukaran2 ini adalah salah satu tan-da dari Wah 22:11. Selain menyele-saikan problem ini, jangan lupa, utama-kanlah untuk bersedia supaya bisa ma-suk Minggu ke-70 Daniel. Kekuatan yang kita miliki dalam Kristus harus terus meningkat supaya jangan gugur pada hari2 yang makin sulit itu.

– Jangan takut menghadapi perubahan2 atau perpindahan sistem2 dalam dunia ini, sebab dengan Tuhan, rezeki itu te-tap datang, lagipula ini hanya tentang hal yang fana. Fasilitas hidup bisa naik turun, tetapi tingkat rohani kita jangan sampai terganggu, tetapi terus me-ningkat supaya bisa masuk masa pe-namatan yang ajaib, tetapi juga sangat tertib. Minta pimpinan Tuhan dan jalan dengan iman dipimpin Roh, Dia sang-gup menolong dan pasti ada perto-longan.

– Perhatikan perbandingan waktu, te-naga, biaya dan hati untuk perkara2 yang fana dan kekal supaya jangan keluar dari tujuan hidup yang betul dan kekal.

– Ingat akhir hidup ini harus meningkat lebih rohani, makin dewasa dan makin berkenan pada Tuhan, sehingga makin seperti Kristus.

Nyanyian:

Bahwa serta dengan Allah

Kita lakukan perkara yang besar.

Bahwa serta dengan Allah

Kita hadapi semua.

Allah akan meng-injak2

segala musuh kita.

Perkara besar (ajaib) terjadi

bahwa serta dengan Allah.