M4125 – Matius 6:25-34. Nafkah Orang Percaya (Bag. 1)

PENDAHULUAN.

Yang berjanji adalah Tuhan Allah, bukan pemimpin2, bukan Gereja. Bapa akan memelihara anak2Nya, tetapi tidak ada akte Notaris, harus dengan iman!

Berkat dari Bapa di Surga itu ter-gantung dari kita, bukan dari Allah. Kalau kita mengerti, taat, percaya, kita akan mendapatkannya. Sebab itu kita perlu belajar banyak dari Firman Tuhan tentang nafkah sehingga timbul iman dan kita akan menerimanya dengan cukup bahkan limpah.

DASAR.

Tuhan berjanji memelihara kita lebih dari burung, bunga bakung atau rum-put, sebab itu Tuhan berkata jangan kuatir, percayalah. Apa ini otomatis atau ada syaratnya? Semua itu pasti ada syaratnya, yaitu:

  1. Pemeliharaan Bapa pada anak2Nya. Mat 6:32. Orang kafir (bukan anak) juga menuntut, tetapi janji Bapa Surgawi hanya untuk anak2 Allah. Anak Allah itu adalah:
  2. Orang yang percaya pada Tuhan Yesus Yoh 1:12, yaitu orang yang sudah lahir baru (berubah menjadi orang baru) dan sudah mati lepas dari dosa Rom 6:2,4, bisa hidup baru dalam Kristus, bahkan dipimpin Roh, itulah anak2 Allah. Jangan hidup sebagai anak2 iblis dalam dosa 1Yoh 3:10. Ini syarat yang sering dilupakan, dikira asal berdoa dalam nama Tuhan Yesus lalu dapat nafkahnya, ini tidak dijanjikan Tuhan, hanya untuk anak2Nya.
  3. Definisi anak atau putra Allah dalam Rom 8:14 adalah orang2 yang hidup benar (MAK DSY) juga penuh dan dipimpin Roh. Ini yang dijamin, dan dijanjikan Tuhan, dan kita harus me-nerima dengan iman (yaitu orang2 yang melakukan Firman Tuhan, hidup sesuai dengan Firman Tuhan, mela-kukan kehendak Allah Mat 7:21 dalam pimpinan Roh, bukan hanya suci, tetapi juga melakukan kehendak Allah dalam seluruh segi hidupnya. Beberapa orang hidup sesukanya sendiri menurut daging, dosa, lalu berdoa, akan gagal dan kecewa! Jangan berusaha menurut cara2 manusiawi (yang kalau perlubisa menghalalkan segala cara), lalu “sukses”, ia berkata ini berkat Tuhan, padahal bukan, ini berkat iblis, maka berkat ini harus dipertanggungjawab-kan pada Tuhan untuk dosa2nya. Jangan keluar dari ril kebenaran Allah sekalipun dalam kesulitan dan “keru-gian”. Jangan keluar ril supaya tetap bisa masuk stasiun2 janji Allah yang heran dan indah.
  4. Cari dahulu kerajaan Surga dan ke-benaranNya Mat 6:33. Tujuan utama adalah Surga, itu yang harus didahu-lukan, yaitu limpah dan rutin dengan 7 KPR, tetap benar dalam segala segi hidup, di hadapan Allah, (bukan dalam dosa), maka segala kebutuhan yang fana akan ditambahkan Tuhan(nafkah, sehingga ada makan, minum, pakaian, kesehatan, sekolah dll ini semua adalah fasilitas hidup sementara hidup di dunia), tetapi ini nomer 2 Mat 16:26. Kita harus bisa berpada 1Tim 6:8 seperti tidak memakai 1Kor 7:31. Kalau ini dibalik (mengutamakan perkara2 yang fana seperti Hag 1:9-10. Jangan jatah rohani dikurangi seperti waktu, hati, biaya, tenaga dll, lebih2 sebab mau mengejar jatah yang fana), Tuhan tidak berkenan, jangan heran kalau pertolongan Tuhan ter-sendat2 atau tidak ada, sebab tidak memenuhi syarat2nya! Rindukan dan cintai Tuhan Luk 10:27 (ini hukum yang utama) dan perkara2 dari Atas Kol 3:1-3, dan semua kehendak Tuhan dilakukan, maka berkat Tuhan akan mudah, limpah dan rohaninya akan makin tumbuh dan ber-buah2. Beberapa orang membaliknya, ikut Tuhan untuk dapat berkat jasmani, sebab itu kalau gagal, cari “tuhan” yang lain, sebab yang penting dan utama adalah hal2 jasmani yang fana! Tentu ini salah bahkan ini berarti undur/ murtad dan binasa jiwanya.
  5. Periksa diri rutin Maz 139:23-24, lebih2 dalam kesukaran nafkah. Kalau ada dosa, biasanya kesukaran2 itu ka-rena kena hajaran Tuhan. Sebelum minta berkat/ pertolongan Tuhan, ber-tobatlah dengan sungguh2 dengan tun-tas, baru Tuhan berkenan menolong, kalau tidak, kesulitannya menjadi ma-kin parah sampai dihancurkan iblis, (kecuali menyembah iblis, tetapi jiwanya binasa Mat 4:9; 16:26).

Kalau kita tetap benar di hadapan Allah, maka kesukaran itu menjadi ujian yang harus kita tangani sampai lulus! Jangan bereaksi dosa (mulai dari ber-sungut2 sampai melawan Allah) keadaannya akan menjadi makin cela-ka. Tetapi kalau kita tetap hidup benar lalu berusaha menghadpainya dalam pimpinan Roh Kudus, Roh Kudus pasti sanggup menolong, dan sesudah lulus, kita naik kelas dan pasti berkat jasmani juga ditambahkan sesuai keadaan ma-sing2. Jangan takut, bagi Allah untuk memberkati itu mudah seperti kepada Abraham, Ishak, Yacob, Yusuf dst.

Ini 3 syarat utama dalam mencari nafkah dan menghadapi kesulitan2nya. Ini harus dipenuhi semuanya. Selan-jutnya dalam hidup dan bekerja, kalau ada salah, itu harus dibetulkan, tidak sulit asal masing2 mau membetulkan salahnya, sampai berdiri benar di hadapan Allah (dosa{-}, melakukan kehendak Allah {+}) 2Tim 2:5.

Kesalahan setiap orang tidak sama, sebab itu kita perlu mengenali yang salah dari Firman Tuhan (belajar terus supaya bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18) dan makin ber-tambah2 dalam pengurapan Roh Kudus Yoh 3:34 (tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran dan saling menase-hati (Mat 7:2-5) supaya semua salah dibersihkan dan fasilitas fana yang kita perlukan jadi mudah bahkan limpah sesuai dengan kemampuan masing2.

III. CARA2 MENDAPATKANNYA.

Kita akan mempelajari segala kemung-kinan dan cara2 yang Alkitabiah, supa-ya kita bisa mengatasi segala kesulitan nafkah dalam segala keadaan dan masa, yaitu:

  1. Berdoa Mat 7:7. Minta, nanti Tuhan bri Yoh 16:24; Minta menurut ke-hendak Allah 1Yoh 5:14 dan melakukan hukum2Nya 1Yoh 5:14. Sebab itu doa yang ada kuasa itu doa orang benar Yak 5:16, sebab kita minta dalam nama Tuhan Yesus Yoh 14:13, Kol 3:16, tetapi tentu jangan minta yang tidak patut, jangan untuk menuruti hawa nafsu, tidak diberi Yak 4:3, harus tahu kehen-dak Allah Rom 12:2, orang benar tidak akan minta yang dosa Ams 11:23. Te-tapi jangan lupa, harus tekun Luk 11:8; 18:1,5,6. Jangan mudah putus asa; kalau kita hidup benar dan tahu per-mintaan kita betul, terus tekun berdoa seperti Elia 1Raj 18:43-44. Beginilah ca-ra orang beriman berdoa sampai ber-hasil, juga dalam nafkah.
  2. Menghadapi perubahan dalam du-nia kerja. Perubahan sekarang sangat besar dan cepat. Ada orang yang bisa cepat menyesuaikan diri, ada yang lambat, ini berpengaruh. Tetapi jangan kuatir, kita juga harus menghadapi dan mengikuti perubahan ini secukupnya, tetapi jangan lupa dipimpin Roh, ini kunci ilahi. Kita menghadapi ber-puluh2 atau be-ratus2 perubahan dan untuk mengetahui mana yang cocok bagi kita itu tidak mudah, apalagi untuk berubah dengan sekejab, lebih2 yang sudah berumur.

Dalam dunia ada pensiun lalu sesudah itu harus bekerja apalagi. Ada orang yang sudah memikirkan dan mendoakannya 5-10 tahun sebelum-nya. Sebaiknya jangan pindah jalur yang sama sekali baru, perlu saling menasehati dengan saudara2 lain dan minta pimpinan Roh Kudus. Allah kita tahu apa yang akan terjadi dan apa yang paling tepat untuk kita, termasuk akibatnya untuk hidup rohani kita. Sebab itu perlubanyak berdoa dan minta pimpinan Roh Kudus.

Orang yang sudah mahir dipimpin Roh akan lebih mudah menghadapi perubahan yang kompleks ini. Allah kita tidak pernah ngawur atau salah, Ia selalu tahu yang terbaik, cocok dengan kondisi kita, bahkan menguntungkan rohani juga, tetapi semua ini tergan-tung masing2. Kalau hubungan kita baik dengan Tuhan, memelihara anak-nya pasti akan nyata, Tuhan selalu punya jalan dan yang terbaik untuk rohani dan jasmani. Kalau perlu puasa seperti Kis 13:3-4; 16:6-7,10. Pimpinan dan berkat Tuhan itu sangat tergantung dari hubungan baik kita dengan Tuhan, sebab kalau kita punya kerajaan Surga dan hidup benar, pasti yang lain akan ditambahkan, yaitu jalannya, cara2nya dan berkatNya.

Kalau cocok dengan pimpinan Roh Kudus, akan ada sejahtera dan tanda2 yang meneguhkannya 2Kor 13:1 atau minta tanda dari Tuhan Hak 6:36-40. Jangan minta tanda sembarangan, tetapi minta tanda yang sesuai dengan kehendak dan pimpinanNya. Jangan lupa belajar terus dari 7 KPR.

  1. Berpada. 1Tim 6:8. Jangan ikut arus orang2 dunia atau orang2 yang tidak bisa berpada. Orang yang boros dan tidak mau berpada akan masuk dalam banyak kesulitan uang. Ingat kesukaan kita bukan import dari luar/ dunia), tetapi memancar dari dalam hati Yoh 4:14; 7:38, sehingga ada kepuasan, tidak perlu cari kepuasan dunia, (dan seringkali itu berarti pemborosan), bahkan bisa menabung, lebih2 untuk keperluan yang mutlak perlu misalnya untuk keluarga, sekolah dll. Juga jangan mengejar yang terlalu tinggi, yangber-lebih2 Rom 12:16. Jangan ber-angan2 hal2 jasmani yang terlalu tinggi Yer 45:5, misalnya gaji kecil, lalu mencicil barang besar/ mahal, bisa susah dan kacau.

Tujuan kita kerajaan Surga, kita harus bisa berpada, kecuali Tuhan yakinkan untuk mendapatkan yang lebih dari kemampuan kita, bahkan ada peneguhan.

4. Jangan cinta uang. Orang seperti ini akan kabur matanya bahkan buta sehingga menjadi mata gelap untuk mencari uang dan tidak bisa membedakan yang halal dan haram dan rohaninya rusak, putus hubungan dengan Tuhan yang menjadi jaminan-nya.

Orang yang cinta uang atau dunia ini tidak akanbisa berpada. Cinta uang itu berhala mammon Kol 3:5, Mat 6:24. Orang yang cinta uang itu matanya buta, sehingga muncul segala keinginan dosa, sebab cinta uang itu akarnya segala dosa 1Tim 6:9-10. Sebab itu bukan saja Tuhan tidak memberkati, tetapi menjadi anak iblis dan musuh Allah; bukan saja nafkahnya hancur (atau sukses karena nekad dan buta, sehingga menghalalkan segala cara, dapat umpannya iblis). Kadang2 kebak-tian ditinggalkan, masa teduh, bahkan kejujuran, kesucian, sifat berpada dll, sehingga kadang2 berhasil dengan cara gelap, tetapi rohaninya rusak sebab mata gelap, mabuk dengan mammon. Yudas dan Gehazi hancur rohaninya bahkan binasa jiwanya, sebab tidak mau berpada, tetapi cinta uang.

Tabur menuai. 1Kor 9:6-10. Ini bu-kan salah satu cara untukmencari uang, apalagi untuk menjadi kaya (itu bukan kehendak Tuhan Ams 28:20,22. Kalau orang memberi (persembahan) supaya ia menuai banyak sehingga menjadi kaya, seringkali itu mengecewakannya.

Menabur yang betul itu:

  1. Dalam kesucian, bukan karena cinta uang, supaya lekas menjadi kaya, tetapi tetap tidak cinta uang, sehingga tetap mau berpada.
  2. Karena Kristus kita berkorban, bu-kan karena uang, puji atau maksud2 lain.
  3. Sesuai kemampuan. 2Kor 8:12. Tuhan memperhitungkan memberian kitaberdasar prosentasi. Tuhan meng-ukur jumlah uang seseorang bukan dari nilai umum, tetapi dari prosentasinya. Misalnya janda yang mempersembah-kan uang hanya seduit, tetapi dinilai Tuhan 100% Mrk 12:42-44. Tetapi orang kaya yang memberi banyak, ia hanya memberi beberapa prosen dari hartanya, itu perhitungan Tuhan.

Berapa besar persembahan kita?

Ini bukan hanya untuk orang kaya dengan jumlah uang besar, tetapi untuk semua umat Tuhan yang mem-beri uang karena Kristus, baik jumlah kecil atau besar. Masing2 memberi dengan kasih, karena Kristus, baik untuk perbuatan kasih dll, tidak perlu ber-lomba2 memaksakan nilai yang besar, tetapi sesuai dengan prosentasi dari apa yang kita dapatkan dari Tuhan, tetapi dengan tulus dan segenap hati karena Kristus, itu dihitung sebagai penaburan kita.

Kalau kita memberi dengan betul, karena Tuhan dengan tulus, maka itu dianggap penaburan oleh Tuhan dan Tuhan yang akan memberi penuaian dengan kata lain, pasti Tuhan akan menjamin supaya setiap kali ia mendapatkan hasil untuk mencukupi kebutuhan kita. Jangan kuatir, Tuhan sanggup memberkati.

Disini juga termasuk perpuluhan sesuai dengan prosentasi kita dan Tu-han menjanjikan kita tetap mendapat-kan penuaian yang cukup bahkan ber-limpah Mal 3:9-11. Perpuluhan itu milik Tuhan, itu harus dikembalikan kepada Tuhan dalam bait Allah dimana kita digembalakan, bukan di-bagi2kan pada sembarang orang yang tidak berhak, kecuali pemberian di luar perpuluhan, bisa diberikan pada siapa saja yang kepadanya hati kita digerakkan Roh Kudus.

  1. Ujian dalam hal nafkah. Hidup ini suatu pengolahan, sebab itu Tuhan mengizinkan hal2 yang tidak enak atau penderitaan datang, tetapi tetap dalam batas kemampuan kita 1Kor 10:13. Sebab itu kadang2 kita melihat ada gangguan dalam penghasilan yang bisa naik turun sedikit atau banyak, lebih2 dalam ujian akhir seperti Ayub, ia diuji habis2an sehingga seluruh hartanya habis, ludes dirampok orang. Tetapi Ayub lulus, ia tidak bereaksi dosa, ia tidak ber-sungut2 atau marah dll, tetapi ia tetap setia kepada Tuhan, tidak berubah setia Ay 13:15. Sebab itu sesudah lulus, Tuhan memberkatinya bahkan dua kali ganda, padahal dahulu ia sudah terkaya di negeri Uz Ay 1:3; 42:12. Lain halnya dengan Israel yang relatif miskin dibandingkan Ayub; Israel juga diuji, tetapi bukan dengan makan-annya yang habis, tetap ada manna selama 40 tahun, hanya tidak berubah.

Orang2 Israel sudah jatuh dalam dosa, mereka ber-sungut2 dan meng-hina manna ber-kali2 Bil 11:5-6; 21:5-6 akibatnya mereka kena macam2 pe-nyakit atau bala sehingga mati (digigit ular). Kalau mereka lulus, tidak ber-sungut2, penyakit tidak datang. Sebab itu kalau penghasilan mungkin naik turun, sedikit atau banyak, padahal kita masih bisa hidup, jangan ber-sungut2, jangan bereaksi dosa, hadapi dalam pimpinan Roh Kudus, pasti Roh Kudus sanggup menolong sesudah lulus. (Kalau karena dosa, Roh Kudus tidak bisa menolong sebelum bertobat dan jangan berdosa lagi Yoh 8:11).

Lazarus jauh lebih miskin dari Israel, tetapi tidak jatuh dalam dosa, ia tetap lulus dan waktu mati dibawa malaikat kepada Allah dan duduk bersama Abraham Luk 16:22,25.

Jangan takut menghadapi pengha-silan yang naik turun asal jangan ka-rena dosa, tetap hidup suci dipimpin Roh, berkenan pada Tuhan, tidak mungkin kita dicobai lebih dari kekuatan kita.

(bersambung ke M4126)