M4124 – 2Samuel 22:1-3. Tuhan Gunung Batu, Benteng Dan Penolongku

2SAM 22:1. TUHAN MELEPASKAN DARI SEMUA MUSUH.

Bagaimana caranya menghadapi mu-suh dari luar dan dari dalam?

  1. Musuh orang dalam seperti Saul, Absalom dll. Ini cukup sulit, jangan pa-kai cara yang salah! Biasanya ini selalu ada, sebab:
  2. Iblis selalu ikut di tengah2 umat Tu-han, apalagi ada lalang di tengah2 gan-dum Mat 13:28-29. Tuhan melarang mencabut lalang, supaya dalam masa ini (sebelum Minggu ke-70 Daniel) ada kesempatan untuk menolong mereka supaya selamat. Jangan lupa, “gan-dumpun” bisa ditipu dan diperalat iblis seperti Petrus Mat 16:23, juga Yohanes dan Yakobus Luk 9:55 menjadi musuh. Sebab itu jangan lengah, kenali suara dan tipu daya iblis 2Kor 2:11 dan jangan menuruti daging, itu memberi tempat bagi iblis. Sekalipun mereka berbuat dosa/ jahat, jangan dibenci dan dicabut, ampuni, tetapi kita harus cerdik, jangan sampai merusak peker-jaan Tuhan, kalau perlu ditertibkan Mat 18:17, tetapi tetap direbut dari tangan iblis Luk 11:20 kasihani Luk 10:27. Pakai hikmat dan kuasa Allah.
  3. Pada akhir zaman, polarisasi Wah 22:11 akan membuat perbedaan dan pertentangan ini makin tajam, sebab yang suci makin suci, yang najis makin najis. Lalang dan gandum yang plin-plan, mendua, yang hatinya bercabang akan jatuh dan hanyut dalam arus tsu-nami dosa! Jangan sampai suam, akan terseret dalam golongan iblis, celaka dan binasa! Tetapi terus tumbuh dalam kesucian menuju seperti Kristus. Orang yang bodoh menganggap itu ekstrem, tetapi Tuhan selalu memperingati su-paya kita ber-jaga2 dan ada di pihak “yang suci makin suci!”, limpah dengan Firman Tuhan dan pengurapan Roh Ku-dus seperti ligabis dan 7 KPR lainnya. Perkembangan dosa dan kesucian pada akhir zaman akan cepat sekali, mereka yang bersedia akan masuk golongan kesucian yang indah dan ajaib, tetapi yang main2 (yang mendua, cinta dunia, mencari variasi dan kesukaan yang fa-na) akan hanyut atau kena penertiban yang keras, sehingga tidak tahan dan pindah Gereja jalan lebar (Wah 2-3). Bahkan dari golongan yang undur ini timbul Antikris 1Yoh 2:19 yang mela-wan Gereja jalan sempit, yang ber-tumbuh dalam kesucian. Ini belum ter-jadi, tetapi Gereja Tuhan harus berse-dia, pakai kesempatan yang ada supaya kita bertumbuh dan bersedia dan ber-usaha menyelamatkan orang dalam yg undur dan lalang2, sebab itu kerinduan Tuhan Yoh 3:16, 2Pet 3:9. Jangan benci dan bermusuhan, tetapi mengampuni dan dengan hikmat dan kuasa Allah menyelamatkannya dan sebagian akan mau.
  4. Musuh dari luar.

Mereka ada di pihak iblis, sebab hanya ada 2 golongan 1Yoh 3:10. Hadapi de-ngan kepenuhan dan pimpinan Roh Kudus dan tubuh Kristus harus bersatu dalam Roh untuk menghadapinya, ma-ka dengan Tuhan kita akan lepas dari siasat, tipu daya dan serangan2nya, apalagi kalau kita masuk golongan Kris-tus II dan 1551. Seperti Tuhan sudah melepaskan Daud, semua orang ber-iman dengan Tuhan akan bisa mengha-dapi mereka. Lebih2 di akhir zaman ini (kita harus awas, mengerti dan limpah dengan kuasa Allah, sehingga lolos dari banyak kejahatan dari luar; semua ini akan bertambah seperti nubuat Wah 22:11, sebab itu tinggal tetap & tum-buh dalam Kristus, kita akan terpeliha-ra.

2SAM 22:2. TUHAN GUNUNG BATU, BENTENG, PENOLONG KITA.

GUNUNG BATU.

Ada banyak sekali ayat2 yang menye-but Tuhan, Allah kita itu gunung batu kita, menjadi pertolongan besar dan menyelamatkan. Bagaimana gunung batu ini bekerja?

  1. Orang2 yang lari ke gunung batu ini lolos dari bahaya seperti orang Benya-min. Waktu di padang gurun mereka dibinasakan habis2an (25.100 orang mati dibunuh), tetapi sisanya 600 orang yang lari ke gunung batu, selamat Hak 20:45-47. Lari pada Tuhan, sekalipun orang dosa, tetapi yang mau bertobat dan harap Tuhan, masih bisa tertolong dari segala bahaya dan kesukaran. Se-bab itu bertekunlah berdoa kepada Tuhan dalam Roh dan kebenaran, Dia gunung batu kita.
  2. Sembunyi dalam goa, lubang dan hutan di dalam gunung batu ini 1Sam 13:6. Daud bersembunyi dalam goa2 di gunung batu Adulam dan selamat dari ancaman maut Saul. Sembunyi dalam Tuhan, dalam janji2 dan FirmanNya, pegang baik2 dan taati syarat2Nya, maka janji2Nya akan menjadi benteng kita.
  3. Naik dan berdiri di gunung batu, keluar dari becek, lumpur, sehingga se-lamat Maz 40:3. Begitu banyak kena-jisan, kekacauan dan keadaan dunia yang penuh dengan dosa, tetapi orang yang punya gunung batu, seperti punya pondasi dan tidak akan roboh, seka-lipun ada air bah, hujan dan angin ri-but, sebab naik di atas gunung batu Mat 7:24-28. Begitu kalau kita mengerti dan taat akan Firman Tuhan dan pim-pinan Roh Kudus, kita dibawa naik gu-nung batu ini (punya pondasi yang kuat), maka kita akan terlepas dari musuh yang jahat.
  4. Berlindung kemana? Ke gunung batu seperti kelinci yang lemah berlindung disini dan menjadi aman, sejahtera dari musuh2 yg jauh lebih kuat Ams 30:26.

Di dalam Kristus orang2 yang lemah akan menjadi kuat. Seperti Gideon dengan 300 serdadu bisa mengalahkan musuh yg begitu besar, sebab Gideon mengandalkan Tuhan dan berlindung dalam gunung batu Allah, bukan dalam logika manusia atau kekuatan sendiri, maka kita akan selamat dan menang.

  1. Gunung batu dan penebusku Maz 19:15. Kita ini bukan saja dilindungi, te-tapi Tuhan sudah menebus kita dari se-gala dosa dan akibatnya, sudah dibayar lunas dengan darahNya 1Pet 1:18-19, sebab itu kita hidup dalam penebusan darah Yesus 1Kor 6:19-20, ada tanda darah dalam hidup kita (mau pikul sa-lib, sehingga mati lepas dari dosa, kita akan tumbuh dalam kesucian dan ter-pelihara dalam Kristus, gunung batu ki-ta. Jangan ragu2, percayalah tetapi harus tetap ada tanda darah, tetap dalam kesucian dan taat sebagai milik Kristus dan muliakan Allah dengan tubuh dan roh kita.

Ini semua tentang gunung batu yang luar biasa. Jangan ragu2, percaya-lah dan tinggal dalam Kristus, Tuhan akan melepaskan kita, sekalipun kita lemah seperti kelinci, menjadi kuat seperti gunung batu.

TUHAN ITU BENTENGKU.

Dalam perang Wasiat Lama, benteng itu perlindungan yang tidak terkalah-kan Bil 13:19; 32:17 seperti Yerusalem itu benteng yang kuat. Sebab itu semua orang membuat kota benteng 2Taw 11:11, supaya tidak bisa dikalahkan oleh musuh. Orang di dalam benteng tidak perlu berbuat apapun, benteng itu jadi pengharapan dan perlindungan kita Maz 91:2. Begitu Tuhan bagi kita, seperti kota benteng yang tidak terka-lahkan. Percayalah akan pertolongan dari Tuhan, jangan bingung dengan ber-macam2 cara manusiawi, sebab Tuhan benteng kita, aman dalam per-lindungan Tuhan.

Lihatlah dalam terang Firman Tu-han, semua yang dipakai manusia itu terbatas. Yang bersandarpada obat, senjata, kedudukan, uang, politik dll akhirnya kalah dan hancur, sebab se-mua itu terbatas, lebih2 kalau melawan Firman Tuhan. Tetapi kalau Tuhan menjadi kota benteng kita, itu berarti tidak terbatas, Dia sanggup menolong kita.

Kadang2 kita bingung, takut, panik sebab kita memakai pikiran dan cara2 kita, seperti orang Wasiat Lama yang bersandar pada rata, kuda dll cara2 menurut pikiran manusiawi Yes 31:1. Tetapi Tuhan itu benteng kita, menye-rahlah dan berharaplah dengan sepe-nuhnya kepadaNya. Sebab itu teruslah di pihakNya (1Yoh 3:3) dan terus taat dipimpin Roh. Jangan bersandar pada pikiran dan kekuatan kita, tetapi be-lajar makin peka mendengar suara Roh dan taat, serta limpah dan bertumbuh dalam Firman Tuhan, supaya hidup kita berkenan kepadaNya seperti Daud Kol 1:10, Kis 13:22, Dialah kota benteng ki-ta yang tidak terbatas. Asal kita taat akan pimpinan Roh, kita akan menda-patkan pertolongan Tuhan sekalipun ti-dak ada rata dan kuda, atau cara2 manusia yang biasa, yang masuk akal. Tentara Daud dll, mereka juga pakai kuda dan rata, tetapi mereka tetap ber-harap pada Tuhan, tanpa Tuhan semua itu sia2. Ingat Yonathan seorang diri dengan Tuhan menang, Gideon dengan 300 menang, Daud ber-kali2 dengan keadaan yang minim, menang.Kita bo-leh memakai semua yang bisa dipakai, misalnya obat dalam sakit, kunci2 yang baik untuk keamanan, pengaturan sa-tuan pengamanan, juga dalam hal2 lain, tetapi kemenangan kita dari Tu-han, bukan dari rata dan kuda. Tuhan punya ber-milyard2 cara untuk meno-long kita, jangan membatasi Allah, pe-gang Firman tuhan dan tekun berdoa sehingga selalu penuh dan dipimpin Roh. Percaya saja, Dia tahu dengan sempurna jalan kemenangan untuk kita. Percaya akan Tuhan, Dia benteng kita yang teguh.

PERTOLONGANKU.

Tuhan itu penolong yang Mahatahu dan Mahakuasa, Dia tidak pernah gagal menolong kita. Dia sanggup. Memang ada iblis yang selalu mau menggagal-kan. Dua pihak ini memang berlawan-an. Sebetulnya, iblis bukan musuh yang seimbang bagi Tuhan, bisa langsung dihancurkan untuk kekal. Tetapi sama seperti di Eden, Tuhan membiarkan ular masuk untuk mengolah dan me-numbuhkan Adam dan Hawa.

Begitu Tuhan membiarkan iblis mengganggu di dunia untuk mengolah dan membentuk manusia, istimewa umat yang percaya kepadaNya. Sebab itu Tuhan membiarkan iblis masuk dan mengganggu di dunia. Ia menjadi penu-duh Wah 12:10, tetapi tetap dalam kontrol Allah, tidak bisa lepas dari ke-adilan, kemurahan dan rencana Allah. Allah tetap menguasai iblis, tetapi ia ambisius, dengan kesombongannya ia melawan Allah dan mau menyamaiNya.

Ada 3 hal untuk mengolah manusia, umatNya, yaitu:

  1. Tubuh daging yang belum ditebus (1Kor 15:23).
  2. Dunia bisa menjadi pencobaan kita. 3. Iblis dkk, langsung atau melalui se-gala cara dan orang, Tuhan bisa meno-long kita dalam segala problem kita, sebab Dialah Allah yang Mahakuasa, Dia sanggup menolong problem apa-pun. (kalau sakit disembuhkan, keku-rangan diberkati, diganggu dilepaskan, jalan buntu Tuhan lepaskan dst). Tetapi Tuhan tidak sekedar menolong, sebab Tuhan punya maksud yang jauh daripa-da itu. Yaitu Ia (sebagai Penjunan) mempunyai rencana untuk mengolah dan membentuk kita supaya kita bisa bertumbuh dan menjadi seperti Kris-tus. Sebab itu Tuhan mengizinkan 3 hal ini dalam hidup kita (daging, dunia, iblis dkk serta orang2 yang bisa diperalat-nya) menjadi pengganggu, penggoda dan perusak untuk melawan umatNya. Tuhan mengizinkan mereka, sebab se-lain Tuhan sanggup mencegah dan me-nolong, Ia juga mengolah kita lewat semua ini supaya kita lulus dan terus tumbuh menjadi indah seperti Dia.

Supaya kita bisa menang dalam pro-blem2 kita, kita perlu:

  1. Hidup suci (benar), baru Allah bisa di pihak kita sehingga kita menang Rom 8:31.
  2. Taat akan Firman Tuhan dan pimpin-an Roh Kudus. Jangan menurut kehen-dak dan akal kita sendiri, sebab tanpa Tuhan di pihak kita, iblis akan mudah mengalahkan kita.

Tetapi menang saja belum cukup, kita harus mengerti kehendakNya dan taat dan menyerah kepadaNya Pil 1:21, Ef 5:17. Jangan bodoh, tetapi penuh penyerahan, pengertian dan disertai Tuhan. Kalau kita hanya mengharapkan Tuhan menjadi penolong, kita bisa ke-cewa. Sebab seringkali (atau kadang2) Tuhan tidak (belum) atau lambat me-nolong kita yang sudah di pihakNya. Misalnya Yusuf, Daud banyak menderi-ta dan belum tertolong dengan tuntas, sebab Tuhan membiarkan musuh me-rajalela menggangu untuk mengolah kita, apalagi pada akhir zaman, Tuhan mengizinkan Antikris melawan Gereja akhir zaman. Justru dengan serangan dan gangguan yang dahsyat, itu men-jadi ujian akhir sehingga Gereja atau orang2 beriman yang bersedia Mat 24:42, kalau terus menerus lulus, akan terus tumbuh sampai mencapai ting-katan yang cukup untuk ikut pengang-katan, bahkan sebagian menjadi sem-purna. Sebab itu kalau pertolongan be-lum datang, itu biasanya dipakai untuk pengolahan (Misalnya Yusuf yang tulus dan benar, setia dan taat, masih harus menderita sampai lebih kurang 13 tahun, Daud juga lebih kurang sama, Daniel, Paulus, Petrus dll. Tetapi Yoram belum tertolong sampai “kasep”, sebab itu penting untuk menghajar Yoram dan Israel supaya bertobat 2Raj 6,7). Sebab itu kita harus ingat, Ia bukan saja Penolong kita, tetapi Penjunan, sebab Ia mempunyai rencana yang tinggi bah-kan top, untuk mengolah kita menjadi top, sempurna seperti Allah, tergan-tung dari reaksi  kita, sampai dimana kita bisa diolah untuk mencapai ren-cana Allah yang tertinggi (Rom 2:11).

2SAM 21:3. PERISAI, TANDUK SELAMAT DAN TEMPAT PERLINDUNGAN YANG TINGGI.

PERISAIKU.

Mengapa Allah menjadi perisai kita? Apakah Allah tidak sanggup meming-girkan semua anak panah dan tumbak serta pedang dan batu yang diarahkan tepat kepada anak2Nya? Allah sang-gup! Tetapi kalau Dia menjadi perisai kita, itu berarti:

  1. Dalam menghadapi ber-macam2 pencobaan; (1Kor 10:13), kalau kita tinggal di dalam Dia, kita tidak perlu pusing akan segala macam dan jumlah serangan yang datang, Tuhan akan menjadi perisai kita. Yang penting kita bereaksi menurut Dia, menurut pim-pinanNya, baru kita terpelihara. Sebab di luar perisai seseorang akan kena ba-tu, panah, tumbak, pedang, gada dan apa saja yang dipakai oleh musuh. Kita harus belajar bereaksi menurut Allah, yaitu selalu ada di belakang perisai, bukan menurut diri kita sendiri, baru ada kelepasan. Kalau seseorang ke luar dari jalan Tuhan, resiko tanggung sen-diri dan dapat celaka besar seperti Ul 1:45. Kita harus belajar taat di dalam pimpinan Roh Kudus. Jangan menurut kehendak kita sendiri, sekalipun menu-rut Roh itu sakit. Jadilah dewasa, ja-ngan semau sendiri Yoh 21:18.
  2. Kita diolah oleh macam2 serangan yang diizinkan datang pada kita untuk menumbuhkan dan mematangkan kita. Mungkin kekurangan, penyakit, ancam-an, ditinggalkan dan macam2 bahaya. Jangan kecil hati atau stress. Percaya-lah ada maksud yang baik dalam semua perkara itu (itu tidak kebetulan Mat 10:30, tetapi justru ada rencana Allah yang indah menurut kasus dan zaman kita masing2, lebih2 untuk akhir za-man! Ada rencana finishing yang heran dan ajaib dari Tuhan). Ini perlu untuk mengolah segala segi hidup kita. Se-tiap kesukaran yang kita alami itu ada maksud tertentu dari Tuhan supaya ki-ta dimatangkan dalam setiap segi hidup kita. Sebab itu jangan ber-sungut2 me-lihat macam2 pengolahan, macam2 ke-sukaran yang menimpa, sebab semua itu ada maksudnya sendiri, lebih2 da-lam baptisan api dan ujian akhir Luk 12:49, Mat 3:11, Wah 3:10. Bersyukur dan belajar tinggal di dalam Dia, yaitu bersedia (Mat 24:42, 7 KPR) dan selalu penuh dan taat dipimpin Roh seperti Kristus Rom 8:14, Mat 4:1. Di belakang perisai, kita akan belajar bereaksi de-ngan betul dan diolah dalam segala se-gi, sehingga pada akhirnya kita menjadi sempurna dalam segala segi hidup se-perti Dia. Luar biasa! Allah mengolah kita secara pribadi dan bersama. Ja-ngan salah mengerti.

DAN TANDUK SELAMATKU.

Apa arti tanduk?

  1. Pada keempat ujung atas Mezbah korban Bakaran ada tanduk2 yang dilu-mas dengan darah korban. Orang yang memegang tanduk ini diampuni dosa-nya sehingga selamat. Orang yang di-ampuni dosanya itu selamat dan kuat, sebab ia di dalam Tuhan.
  2. Tanduk itu juga berarti kekuatan, kuasa. Dan orang2 yang diurapi tan-duknya akan ditinggikan, penuh kuasa kemenangan Maz 75:11, Dan 8:7. Kalau kita tinggal di dalam Tuhan, Tuhan akan menambahi, meninggikan kuasa kita untuk mengalahkan setan dan merebut jiwa2 dari tangannya untuk ditolong. Tuhan menjadi kekuatan dan kuasa kita yang besar untuk mengalahkan setan dan segala tipu dayanya. Apalagi kalau Tuhan yang menjadi tanduk kita, itu berarti kuasa dan kemenangan yang tidak terbatas, sebab Tuhan sudah me-nang dan Dia menang untuk kita. Ting-gal di dalam Dia selalu, pasti hidup berkemenangan dan penuh jarahan.

MENARAKU YANG TINGGI.

Apa gunanya menara yang tinggi? Su-paya bisa melihat jauh (semua dalam konteks Wasiat Lama).

Kalau kita mengerti rencana Allah dan pekerjaanNya dalam hidup kita, kita akan mempunyai pandangan yang luas seperti Yusuf Kej 45:5, bukan ha-nya penuh dengan balas dendam dan sentimen serta benci, tetapi tahu bah-wa kita ada dalam rencana Allah dan kita harus menyelesaikannya seperti Yusuf. Orang2 seperti ini ada dalam perlindungan Allah. Sebab tidak sampai salah langkah menuruti kehendak da-ging atau maunya sendiri, tetapi me-nurut pimpinan dan kehendak Allah seperti Paul Kis 21:13-14. Betapa indah tinggal dalam Tuhan yang menjadi menara yang tinggi bagi kita, sehingga kita mengerti segala maksud dan rencanaNya indah.

TEMPAT PERLINDUNGANKU.

Memang kadang2 kita lelah dan lemah, tetapi kita mempunyai tempat pelarian yaitu di bawah kaki Tuhan. Jangan lari pada tempat2 lain, rekreasi2 duniawi. Jangan karena hati kosong ke sana. Pergi ke tempat2 rekreasi yang netral, tidak salah, tetapi pada waktu perlu, jangan berlindung ke tempat lain, tetapi tinggallah tetap dan lekat di dalam Tuhan, di situ kita dikuatkan dan tidak kehilangan visi atau kesempatan2 yang indah.

JURU SELAMATKU,

ENGKAU MENYELAMATKAN AKU

DARI KEKOSONGAN

Dia menyelamatkan kita sampai ke akhir Ibr 7:25 dan dari segala kejahatan dan kekerasan yang begitu banyak, ia sanggup menolong kita. Biarpun ba-nyak berita jahat yang kita dengar, ja-ngan takut Maz 92:7. Kita dipelihara, diselamatkan dan ditumbuhkan sesuai rencana Allah yang tinggi dan yang pas-ti digenapkan, asal kita mau menyerah dan taat dalam tangan Allah Penjunan kita.

Nyanyian:

Bahwa Tuhan juga gunung batuku.

Bahwa Tuhan juga kota bentengku.

Bahwa Tuhan juga Penolongku.u..u.

Yaitu Allahku dan gunung batuku.

 

Aku percaya akan Dia yang perisaiku.

Aku percaya akan Dia tanduk selamatku.

Aku percaya akan Dia yang penebusku.

Tempat perlindungan yang tinggi.