M4117 – Kisah Para Rasul 1:8, Lukas 24:49. Kuasa Allah Dalam Umat-Nya

  1. MUNGKINKAH?

Ya, karena Tuhan menghendaki umat-Nya penuh kuasa Allah, sebab ini diper-lukan supaya umatNya bisa hidup ber-kenan kepada Tuhan. Kita perlu sejum-lah kuasa Allah, bahkan terus ber-tam-bah2, sebab ini sangat dibutuhkan untuk bisa hidup di dalam Tuhan, rohani dan jasmani.

BAGAIMANA CARANYA?

  1. Lekat dengan Tuhan sumber kuasa Allah yang tidak pernah habis, seperti ranting dalam pokok Yoh 15:1-8, maka kuasa Allah akan limpah mengalir da-lam diri kita, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian. Memang seharusnya orang Kristen sudah mati lepas dari dosa Yoh 8:36, Rom 6:6, 1Pet 4:1 bisa tetap hidup dalam kesucian meskipun belum sempurna.

Jangan rutin, terus menerus jatuh bangun dalam dosa, tetapi rutin dalam kesucian. Hidup Kristen yang normal itu dalam kesucian, bukan jatuh bangun dalam dosa (Kalau secara jasmani: se-hat, bukan sakit2an). Kalau kita bisa hi-dup dalam kesucian (oleh kuasa Allah), maka Roh Kudus akan makin bebas be-kerja dalam kita dan kita makin tumbuh dalam kesucian menjadi seperti Allah Mat 5:48.Jadi hidup Kristen dimulai dan ditumbuhkan dalam kesucian bukan dalam dosa/ jatuh bangun.

  1. Salib itu kuasa Allah 1Kor 1:18. Orang yang mau pikul salib, menderita karena kebenaran, mematikan daging, maka kuasa Allah akan limpah dalam hidupnya. Kalau seorang hidup menu-rut kehendaknya sendiri, menuruti ke-hendak hatinya (marah, jengkel, emosi, mengumbar segala hawa nafsunya dll), maka daging yang menjadi kuat, ber-kuasa dan tampak semua perbuatan daging, dan kuasa Allah akan lenyap. Tetapi kalau kita mau mematikan da-ging terus menerus, maka kuasa salib, yaitu kuasa Allah akan makin nyata dalam hidup kita. Sebab itu orang yang mau mematikan daging dalam semua segi hidupnya (juga dalam mulutnya Yak 1:26), maka kuasa Allah akan nyata dalam hidupnya bahkan melimpah!
  2. Dengan iman, Mat 8:13 kita mema-kai kuasa Allah dalam problem2 yang kita hadapi, rohani dan jasmani. Misal-nya untuk bisa bersaksi, menjadi garam dan terang perlu kuasa Allah. Untuk menghadapi iblis, juga dalam hal jas-mani, dalam menghadapi orang jahat, nafkah, sakit dll pakai iman, kuasa Allah akan nyata. Hadapi dengan hikmat dan kuasa Allah.
  3. Berjalan dengan Allah, dipimpin Roh dengan berdoa selalu dalam Roh dan kebenaran, maka kuasa Allah akan terus mengalir di dalam kita (seperti Zak 4:2-3). Doa orang Parisi hanya se-cara luar, tetapi hatinya penuh dosa, tidak ada kuasanya. Ingat Luk 24:49. Elia tekun berdoa 7 kali dan kuasa Allah nyata dalam hidup dan pelayanannya.
  4. Perlu mengerti kebenaran Firman Tuhan. Kalau tahu ini kehendak Tuhan dan tahu caranya, pasti dapat cukup, bahkan limpah kuasa Allah! Yang bo-doh dan tidak mengerti menjadi kacau dan jatuh bangun, sebab tidak punya kuasa Allah. Tekunlah berjalan dengan Tuhan dan pakai kuasa Allah dalam seluruh segi hidup kita, sehingga hidup kita bisa berkenan kepadaNya.

III. UNTUK APA KUASA ALLAH.

Mengapa kita membutuhkan kuasa Allah? Sebab:

  1. Dalam perjalanan hidup ke Surga de-ngan Tuhan, kita menghadapi musuh jahat, yaitu iblis, yang ingin mengham-bat dan membatalkan perjalanan ini Ef 6:12. Untuk memerangi dan menga-lahkan segala tipu daya dan serangan2 iblis kita perlu kuasa Allah. Pasti iblis datang menyerang, dia algojo yang ingin membunuh rohani semua orang beriman sampai mati jasmani dan ma-suk Neraka menjadi miliknya. Iblis memerlukan banyak orang untuk mela-wan Allah. Sebab itu kita perlu dileng-kapi dengan kuasa Allah disamping 7 KPR lainnya untuk menghadapi semua pengganggu perjalanan hidup rohani.
  2. Gereja Tuhan harus dilengkapi de-ngan kelimpahan kuasa Allah dan Fir-man Tuhan. Dengan kuasa Allah kita bi-sa beribadah, melayani dan tumbuh se-suai dengan rencana Allah. Ini yang ha-rus menjadi pokok utama, bukan de-ngan hiasan dan variasi2 duniawi biasa seperti kemewahan, tontonan, ma-cam2 bentuk rekreasi, lelucon, makan minum, kecanggihan tehnolgi dll. (The-nologi boleh dipakai sebagai peleng-kap, tetapi bukan yang pokok. Yang pokok adalah Firman Tuhan dan kuasa Allah!). Yang utama bagi kita dan Ge-reja kita adalah limpah dengan kuasa Allah, sehingga menghancurkan peker-jaan iblis dalam segala seginya dan bisa hidup memperkenankan Tuhan.

Acara2 Gereja, nyanyian, doa, pe-nyembahan, kesaksian, Firman Tuhan, persekutuan dll harus limpah dengan kuasa Allah sehingga ada kesukaan dan kesucian dari Roh Kudus Rom 14:17. Semua perlu ada kuasa Allah yang lim-pah, juga hidup cara baru, dalam tabiat yang baru, dengan kesucian dalam se-gala segi hidup, perlu kuasa Allah yang limpah.

Banyak orang Kristen ingat kuasa Allah untuk hal2 jasmani dan itu yang terutama disaksikan, yaitu kuasa Allah untuk kesembuhan, untuk nafkah atau keuntungan untuk lepas dari kesulitan dan bahaya. Itu betul, tetapi kuasa Allah itu terutama diperlukan untuk hal2 rohani yaitu untuk mematikan daging, untuk pikul salib supaya daging dimatikan terus menerus, sehingga te-tap hidup suci bahkan tumbuh, bukan jatuh bangun dalam dosa. Perlu kuasa Allah untuk melakukan Firman Tuhan sehingga berkenan pada Tuhan.

Ini yang paling penting dan justru banyak orang Kristen karena tidak me-ngerti, pergumulannya hanya berdoa dan cari kuasa Allah untuk hal2 jasmani dan sedikit saja untuk hal rohani, pa-dahal urut2annya adalah mencari kera-jaan Surga dan hidup benar sehingga bisa melakukan kehendak Allah, ini yang dicari dan diusahakan dahulu, maka segala keperluan jasmani yang lain akan ditambahkan Tuhan Mat 6:33, Kol 3:1-4. Hal2 jasmani itu lebih mu-dah, tambahan, asal rohani kita sehat dan kita kuat menanggung hal2 jasmani ini dan bisa memakainya dengan baik, Tuhan akan menambahkannya. Tetapi kuasa Allah yang terutama untuk bisa hidup suci, bisa taat melakukan ke-hendak Tuhan dan melayani dengan kuasa sehingga bisa memperkenankan Allah dalam seluruh segi hidup kita. Jadi Tuhan menyelamatkan kita dan juga memperlengkapi kita dengan Fir-man Tuhan dan kuasaNya untuk meng-hadapi segala perkara supaya tetap su-ci, taat melakukan hukum Tuhan sam-pai ke akhir.

CARA MENGGUNAKAN

KUASA ALLAH.

Selain memiliki, kita juga harus tahu cara menggunakannya, yaitu:

Sesuai kehendak Allah. Kita tidak boleh memakainya untuk menuruti kehendak atau semau kita sendiri. Kita tidak boleh memakainya menurut ke-hendak daging atau nafsu kita seperti Yohanes dan Yakobus, yang tersing-gung dan marah sebab orang Samaria menolak Tuhan Yesus, mereka marah dan hendak memakai kuasa Allah untuk menurunkan api dari langit untuk membakar mereka! Tuhan tidak setuju dan melarangnya Luk 9:53-56. Jangan memakai kuasa Allah untuk menuruti daging bahkan menuruti perasaan hati seperti Musa, itupun tidak boleh tetapi sebab tujuan betul menurut Firman Tuhan, kuasa Allah masih bekerja, te-tapi Musa dan Harun dimarahi Tuhan Ul 32:51-52, karena tidak mengu-duskan Tuhan. Sebab itu kita harus te-rus dipimpin Roh melakukan kehendak Roh, maka kuasa Allah akan menyertai kita untuk dapat melakukan kehendak Allah.

Iblis juga mempunyai kuasa dan bisa memberi kuasa pada orang2 yang dipimpin dan dikuasainya, tetapi mere-ka bebas menuruti daging dan hawa nafsunya, sebab memang untuk itulah mereka minta dari iblis. Bagi iblis kalau lebih banyak berdosa, iblis lebih se-nang. Bahkan untuk hal2 rohani, setan juga setuju dan memberinya seberapa mungkin untuk menipu dan menye-satkan. Misalnya waktu ahli tenung Firaun menghadapi Musa, mereka bisa meniru tanda ajaib Musa Kel 7:10-12, 20-22; 8:6-8, tetapi pada bala yang ke-3 mereka gagal Kel 8:17-18, jadi dengan kuasa iblis mereka bisa meniru seba-gian kecil tanda2 ajaib Tuhan, tetapi kuasa Allah mengalahkannya. Jangan takut, tetapi orang yang tidak mengerti bisa tertipu dan tersesat.

Kalau kita melakukan kehendak Allah, kadang2 tanpa kita sadari kuasa Allah sudah bekerja di dalam kita atau sikon kita. Misalnya waktu Petrus da-lam penjara, doa jemaat yang melepas-kannya. Waktu Paulus dalam penjara, kuasa Tuhan bekerja dan melepas-kannya. Tanpa disadari Tuhan menyer-tai dan melindungi umatNya, lebih2 yang berkenan kepadaNya, tidak ada yang kebetulan terjadi pada kita, Dia tetap setia menjaga dan memelihara kita.  Kalau kita berkenan pada Tuhan, jangan kuatir, kuasa Allah akan me-nyertai, mengerjakan macam2 hasil dalam hidup ibadah dan pelayanan kita. Dengan kuasa Allah kita bisa me-ngubah ketakutan dan kesedihan men-jadi sukacita seperti Paulus dalam pen-jara Kis 16:25.

PERJALANAN KUASA ALLAH.

Kalau seorang setia, maka kuasa Allah tidak meninggalkan dia bahkan makin ber-tambah2 seperti Elia, Elisa. Jubah Elia membelah sungai, tulang Elisa membangkitkan orang mati. Tetapi kalau seorang undur dari Tuhan, maka kuasa Allah juga undur daripadanya se-perti yang jelas terjadi pada Simson yang mula2 begitu kuat luar biasa, sekarang menjadi tidak berdaya sama sekali, sebab Roh Tuhan meninggalkan dia (memang mula2 ada saat2 kemu-rahan Tuhan, ia berdosa tetapi Roh Tu-han dan kuasaNya masih bertahan di dalamnya, tetapi sebab ber-kali2 tetap keras hati, semuanya habis sama sekali).

Juga dalam Gehazi itu nyata, ketika ia membawa tongkat Elisa, anak perempuan Sunami tidak bangkit, teta-pi waktu Elisa sendiri mendoakannya, anak itu bangkit. Ini peringatan keras bagi Gehazi. Sebab itu kita juga harus waspada kalau kuasa Allah merosot, atau kurang menyertai kita, itu jadi peringatan supaya kita memperhatikan kesucian dan ketaatan kita masing2. Sebab kalau ada Kristus, akan ada kuasa Allah 1Kor 1:24; 4:19-20.

DALAM HUJAN AWAL

DAN HUJAN AKHIR.

Tuhan mencurahkan kuasaNya berli-pat kali ganda dalam hujan Akhir, un-tuk melengkapi Gereja dalam proses penamatannya. Dalam hujan Akhir ada kelimpahan kuasa Allah! Tetapi juga ketertiban dalam kesucian meningkat luar biasa, sehingga setiap kesalahan dihukum dengan keras 2Kor 10:6, sebab kalau seorang diberi limpah, ia juga dituntut lebih banyak Luk 12:48. Sebab itu mulai sekarang kita sudah harus tertib dalam kesucian, bukan jatuh bangun, bahkan terus tumbuh dalam kesucian. Salah satu tanda dari kuasa Allah adalah kemenangan2 ro-hani dalam kesucian, tabiat baru yang bertumbuh, ketaatan dalam melakukan kehendak Allah, memenangkan jiwa dll semua ini memerlukan kuasa Allah untuk mengalahkan daging dan me-nurut Roh. Kalau seorang bisa tetap hidup dalam kesucian bahkan tumbuh, itu memerlukan kuasa Allah dan itu juga jadi tanda bahwa kuasa Allah masih ada padanya.

 

VII. MUSUH TERAKHIR: KEMATIAN. 1Kor 15:26.

Kalau kuasa Allah meningkat terus, istimewa dalam hujan Akhir, maka kematian juga dikalahkan, sehingga ti-dak lagi mati. Inilah kuasa dari zaman yang akan datang, yang terakhir yaitu saat Tuhan datang Ibr 6:5. Ini kuasa atas kematian, musuh terakhir, yang akan nyata dalam orang2 yang ter-masuk golongan yang ikut dalam ren-cana penamatan Allah. Orang seperti ini tidak lagi mati, tetapi terus hidup dengan kuasa Allah yang berlipat kali ganda dalam dirinya. Selain sembuh dan tidak mati, tidak cacat, juga tumbuh dalam kesucian (seperti dalam tulang2 Elisa ada kuasa yang bisa membangkitkan orang mati 2Raj 13:21. Kalau tulang2 Elisa punya kuasa untuk membangkitkan orang mati, maka tu-buh Elisa juga bisa mengalami kebang-kitan (sulung) pada waktu kematian Putra manusia Yesus di Golgota. Ke-mungkinan besar Elisa juga bangkit, sebab ada kuasa membangkitkan orang matidalam tulang2nya, sehingga ia ter-masuk salah satu dari orang2 yang bangkit waktu Golgota).

Kuasa Allah tidak pernah habis, Allah tetap Mahakuasa, bahkan sampai dalam perang Harmagedon dengan na-fas mulutNya segala musuhNya binasa 2Tes 2:8, begitu juga dalam perang Gog dan Magog Wah 20:9. Allah tidak berubah, Dia tetap Mahakuasa sampai kekal, sebab itu kita juga seharusnya tidak kekurangan kuasa Allah.

 

VIII. PENINGKATAN KUASA ALLAH PADA AKHIR ZAMAN.

Dari nubuatan Wah 22:11, dosa dan kejahatan akan meningkat, juga kesu-cian dan kuasa Allah akan makin me-ningkat, hampir bersamaan. Keduanya diizinkan dan diatur Allah. Allah tidak hanya mengizinkan dosa dan kejahatan meningkat, sebab tanpa kuasa Allah dan perlengkapan rohani lainnya, Ge-reja akan kalah. Tidak mungkin Tuhan melakukan hal ini. Percayalah, Allah tidak pernah keliru. Kesucian dan kuasa Allah juga akan meningkat ber-sama2.

Tetapi Gereja Tuhan juga akan meningkat lebih dahulu. Firman Tuhan akan dibuka semua, kuasa Allah meningkat, iman yang besar dan sem-purna, dll. Ini justru akan meningkat lebih dahulu. Sebab itu ingatlah akan hal ini dan bertumbuhlah dalam kesu-cian, dalam tabiat baru, dalam pe-ngertian Firman dan kuasa, karunia2 dan semua yang dari Allah yang dari Atas Kol 3:1-5. Sebab itu tingkatkan doa, tumbuh terus ber-sama2, maka kuasa Allah akan makin nyata untuk menghadapi dosa dan kejahatan yang akan makin meningkat dan merajalela.

Tuhan tidak pernah keliru. Kalau dosa dan kejahatan itu sudah tampak makin meningkat, maka kesucian, kuasa, hikmat, karunia2, jabatan dari Tuhan akan makin meningkat. Jangan ragu2, Allah kita luar biasa, hikmatNya sempurna. Sebab itu tekunlah dalam 7 KPR bahkan ekstra, supaya kuasa dan semua perlengkapan Allah nyata.

Gereja akan menjadi sempurna lebih dahulu baru sesudah itu dosa akan menjadi sempurna dan mengua-sai seluruh dunia yaitu dalam zaman Antikris. Akan terjadi pengangkatan dahulu baru iblis dapat memakai Antikris tanpa batas untuk menyem-purnakan kerajaannya dalam dosa.

Kejar kuasa Allah yang limpah, Tu-han sanggup memberi, kita sangat membutuhkannya Mat 16:26. Lebih2 kalau kita masuk dalam golongan GAZ, TYII dan 1551 (lihat M4114), maka pasti akan sembuh dari segala penyakit dan sekalipun jatah umur habis, Tuhan akan menambahkan, sebab dimasukkan Tu-han dalam golongan 1551, yaitu go-longan yang tidak akan mati. Juga kuasa Allah dalam semua segi lainnya, harus ditumbuhkan terus, jangan ketinggalan oleh peningkatan dosa dan kejahatan.

Bukan oleh kuat dan gagah kita, tetapi dengan kuasa Allah kita bisa bertahan dan tumbuh dalam rencana penamatan Allah.Zak 4:6. Percayalah akan nubuatan Firman Tuhan ini (Wah 22:11), pasti jadi dan Gereja akan di-sempurnakan lebih dahulu, baru dosa, antikris dan iblis mencapai puncaknya. Itu urut2an dari Tuhan, tetapi kedua-nya pasti akan terus meningkat dan tumbuh ber-sama2, sangat dahsyat bagi yang tidak tumbuh dalam kesucian dan kuasa Allah.

KESIMPULAN.

Punya Kristus berarti punya kuasa Allah 1Kor 1:24. Orang Kristen tanpa kuasa Allah itu seperti tanpa Kristus, hidupnya sia2 diperhambakan dosa dan daging lagi. Kita perlu punya kuasa Allah, sehingga bisa hidup suci dan taat melakukan kehendak Allah, bahkan terus tumbuh dalam rencana Allah yang suci dan mulia. Jangan sampai kuasa Allah dalam kita habis, tetapi ber-tambah2lah, ini perlu, sebab senjata kita itu bukan kekuatan kita sendiri, tetapi hikmat dan kuasa Allah 1Kor 1:24. Jangan lupa penggunaan kuasa Allah untuk hidup dalam kesucian sesuai pimpinan Roh, bukan untuk menuruti daging dan hawa nafsu, itu salah. Sebab itu kita harus limpah dengan 7 KPR, sehingga tidak ekstrem, tetapi seimbang dengan semua kebutuhan yang kita perlukan. Semua yang dari Allah, dari atas itu limpah dengan kuasa untuk mematikan semua yang dari bawah Kol 3:1-4.

Jangan kuasa Allah dalam kita habis, tetapi harus terus bertambah sampai mengalahkan musuh terakhir, yaitu maut, lebih2 dalam Minggu ke-70 Daniel, ada harapan besar dan indah.