M4115 – 2Petrus 1:6. Tertib Dan Disiplin

ARTI KATA.

TL: Tertib,

TB: Penguasaan diri,

KBBI: Teratur, menurut aturan, rapi.

 

Ayat2 lain:

TL: Mrk 7:3, Kis 11:4 dll.

TB: Kol 2:5, 1Tes 5:14, 2Tes 3:11 dll.

Tertib berarti taat akan suatu aturan atau sisten tertentu, baik satu kali atau biasanya ber-ulang2 sehingga jadi ter-atur dan baik, juga hasilnya lebih baik dan lebih efisien. Dalam semua kehi-dupan, pekerjaan, sistem, organisasi selalu ada hal2 yang harus dilakukan dengan tertib supaya didapat hasil yg baik dan maksimal. Dalam tentara lebih nyata sebab hukumannya juga lebih tegas. Lebih2 dalam hidup, ibadah dan pelayanan orang beriman juga sangat membutuhkan ketertiban atau disiplin.

DOSA KECIL.

  1. Ini sering dianggap dosa atau kesa-lahan kecil, apalagi kalau tidak ada sanksi atau hukumannya, padahal ini dosa pokok!
  2. Seringkali dalam hidup dan ibadah orang beriman jadi dosa atau salah ru-tin dan salah kaprah. Misalnya terlam-bat dalam hal2 sekuler dan rohani (iba-dah dan pelayanan, tidak tertib dalam hidup dan kelakuannya). Dalam semua segi ada faktor tertib yang mengaki-batkan macam2 kesalahan. Istimewa bagi orang beriman, kita perlu tertib dalam kesucian, tertib dalam ibadah, dalam memperkenankan Tuhan, dalam melakukan hukum2 Allah yang tertulis dalam Firman Tuhan.

Dosa tidak tertib sering dianggap kecil (ini salah); ini bisa digolongkan se-perti rubah2 kecil yang merusak kebun anggur yang besar Kid 2:15. Meskipun bukan singa, beruang yang jahat dan dahsyat, tetapi kebun anggurnya rusak. Hidup, ibadah, pelayanan jadi rusak, sebab tidak tertib, jadi kesaksian jelek, batu sontohan yang bisa menjatuhkan orang! Misalnya jam karet itu “dosa rubah2” akibatnya faedah ibadah ba-nyak merosot (apalagi waktu  Firman Tuhan baru datang, pengertiannya tinggal setengah sehingga berkat Fir-man Tuhan juga jadi setengah (ingat Mat 13:23), Gereja juga tidak akan tumbuh dengan baik sebab ang-gota2nya kurus rohaninya, tetapi iblis dapat kesempatan dan pintu masuk yang limpah untuk membuat pekerjaan Tuhan turun sedikit demi sedikit sam-pai kebun anggurnya rusak!

III. KERUGIAN DAN BAHAYANYA.

  1. Semaunya sendiri. Orang yang tidak tertib itu adalah orang yang hidup me-nuruti daging semaunya sendiri, tidak peduli bahwa ada hukum dan per-aturan yang dilanggarnya, baik per-aturan se-hari2 maupun dari Allah. Ini adalah dosa prinsip, dosa pokok!
  2. Tidak mau pikul salib, menyangkal diri. Ini musuh salib! Sekalipun tam-paknya kesalahan kecil, tetapi ini me-langgar Firman Tuhan sebagai orang beriman Luk 9:23. Justru daging harus disangkali dan dimatikan terus mene-rus setiap hari, bahkan sepanjang hari Rom 6:6; 8:36. Ini adalah salah prinsip, yaitu tidak mau tekun pikul salib dalam perkara kecil, tentu dalam perkara besar juga cacat. Ini akan menimbulkan banyak dosa2 kecil dalam semua segi hidup dan ini sangat berbahaya. Kalau dosa dalam pikiran saja tidak dibuang, akan jadi dosa besar, apalagi dosa kecil itu sudah jadi dosa, meskipun kecil, (sebab pikirannya salah: dosa kecil tidak apa2) dan akan tumbuh menjadi dosa besar, sebab tidak mau me-nyangkal diri. Yak 1:15, Rom 6:23.
  3. Ini tanda orang itu tidak tumbuh, te-tap bayi atau kanak2 rohani yang tidak mau menyangkal diri. Orang yang de-wasa rohaninya bisa menyangkal diri, sehingga bisa tertib dalam segala segi hidupnya.
  4. Tidak bisa dipercayai hal2 besar Luk 16:10. Tidak tertib itu hanya pengor-banan kecil, tidak mau, apalagi pe-ngorbanan besar, sebab itu orang seperti ini, yang tidak setia dengan per-kara kecil, juga tidak akan setia dalam perkara besar dan Tuhan tidak mem-berikan atau mempercayakan kepa-danya sesuai dengan Firman Tuhan.
  5. Menjadi batu sontohan, bahkan menjadi hojatan bagi orang2 yang melihatnya, apalagi orang2 yang mela-wan Tuhan Rom 2:24. Orang2 ini mem-beri kesaksian yang jelek.
  6. Orang2 ini sulit diatur. Semua hidup (sekuler dan rohani), ibadah dan pela-yanan ada aturan2 yang harus ditaati. Sebab itu orang2 yang tidak tertib ini sulit diatur, sebab semaunya sendiri, tidak peduli, apalagi tidak takut (atau tidak ada) akibatnya, atau sanksi; Orang yang tidak tahan melihatnya jadi JMPE dan benci, artinya jatuh dalam dosa.
  7. Tidak taat. Orang yang taat itu mulai dari perkara kecil. Orang seperti ini akan ternyata berbuat banyak ketidak-taatan yang lebih besar dalam banyak segi2 hidupnya. Sebab tidak taat dalam perkara kecil atau dosa kecil akan terus tumbuh menjadi ketidak taatan yang makin besar Ams 6:26-27.
  8. Keluar dari rencana Allah. Sadar atau tidak, banyak rencana Allah yang indah yang batal dalam hidupnya sebab tidak taat dalam perkara kecil.

Suara Roh itu seringkali kecil dan orang yang tidak tertib mengabai-kannya, sehingga rencana2 Allah yang besar yang sudah disediakan Allah ba-ginya batal. Misalnya Daud kalau meng-abaikan suara Tuhan untuk menang-gapi Goliat, maka rencana Allah yang amat besar dan indah bagi Daud batal. Begitu juga waktu ia menghadapi se-orang budak Mesir yang sakit, itu tidak berarti tetapi Tuhan menggerakkan un-tuk menolongnya, ternyata ini kehen-dak Tuhan untuk memberi keme-nangan yang besar. Banyak hal besar dari Tuhan hilang, sebab dianggap ke-cil, sepele dan tidak tertib mendengar dan taat akan suara Roh!

  1. Timbul akibat2 besar karena tidak tertib dalam banyak hal2 “kecil” yang diabaikan. Misalnya kalau seorang mengabaikan untuk me-renung2kan pembacaan Firman Tuhan, maka hal besar seperti “beruntung dalam segala perbuatannya” juga hilang dalam riwa-yat hidupnya, Maz 1:2-3. Begitu juga tekun ibadah yang ditinggalkan, akan membuat banyak kerusakan dan dosa2 dalam hidupnya dan masuk jerat iblis sampai binasa. Tidak tertib dalam se-gala segi hidup lainnya mengakibatkan akibat2 besar yang menghancurkan hidupnya. Misalnya tidak tertib mem-bersihkannya, dosa kecil dalam pikiran dibiarkan saja, akan jadi dosa besar, sehingga binasa Rom 6:23.
  2. Dan lain2. Akan ditemukan banyak hal2 yang tidak tertib dalam semua segi hidup, ibadah dan pelayanan orang2 yang tidak tertib, juga secara sekuler.

Jadi dosa tidak tertib itu termasuk dosa tingkat II atau III, sebab meskipun kecil, tetapi sudah jadi perbuatan dosa! Dosa tingkat I masih dalam pikiran (be-lum tampak dalam perbuatan), tetapi kalau sudah dilakukan, itu dosa tingkat II dan kalau tidak mau bertobat, jadi kebiasaan itu jadi dosa tingkat III, dan dengan mudah iblis akan melanjutkan sampai dosa tingkat2 berikutnya. Ja-ngan cacat, tetapi biarlah hidup kita berkenan pada Tuhan, dibersihkan dari semua dosa, apalagi dosa tingkat II dst.

KESUKARAN MEMBERANTAS DOSA TIDAK TERTIB.

  1. Sebab tidak punya pengertian yang betul, dianggap biasa, tidak apa2, se-mua orang begitu, sudah umum, jadi ikut orang banyak dalam arus dosanya Kel 23:2. Padahal di dunia ada banyak contoh2 ketertiban, meskipun cara du-nia (tampaknya mereka sangat tertib, tetapi tetap hamba dosa, akhirnya Neraka). Pikiran yang salah harus dibe-tulkan lebih dahulu dengan Firman Tu-han dan Roh Kudus. Orang baru yang rohnya sudah jadi baru, seharusnya sanggup membuang semua dosa tidak tertib,kecuali keras hati dan tidak mau taat. Jangan menganggap ini perkara kecil yang boleh diabaikan, bukan dosa, tidak apa2 di hadapan Tuhan dll, pa-dahal ini adalah rubah2 kecil yang merusakkan kebun anggur yang dijaga dan dipelihara Tuhan.

Ciptaan Allah semua amat baik Kej 1:31 tidak ada yang tidak tertib, baik secara rohani dan jasmani. Misalnya bumi berjalan dengan tertib, tidak pernah matahari terlambat bangun. Juga tubuh kita itu sangat tertib, ke-cuali kalau sakit atau cacat (akibat dosa) dan kalau ada bagian tubuh yang tidak tertib itu juga tanda bahwa ba-gian tubuh itu sakit, tidak betul. Lebih2 secara rohani, kalau dipimpin Roh, kalau benar dan baik, tidak ada dosa tidak tertib. Tidak tertib itu betul2 dosa dan cacat.

  1. Ini mudah dibersihkan dari orang baru 2Kor 5:17. Termasuk tidak tertib sudah lenyap dalam orang baru. Asal:
  2. Mengerti.
  3. Mau (artinya mau menyangkal diri, mau pikul salib),
  4. tekun, maka Roh Kudup sanggup me-lepaskan orang beriman dari dosa dan kesalahan rubah2 kecil ini. Kalau ia hidup taat dipimpin Roh, maka dosa tidak tertib tidak akan muncul, tetapi gairah yang besar dari Tuhan Yoh 2:17. Akan tampak beda yang indah, kalau rubah2 kecil dimatikan.
  5. Orang yang sulit menerima nasehat Ams 29:1 akan bereaksi dosa yang lebih besar kalau dinasehati,sehingga dari ti-dak tertib bersumber banyak dosa lainnya, marah, berkelahi, perpecahan, benci, dendam dsb.
  6. Segan menasehati atau merasa ti-dak terlalu perlu, sebab dianggap kecil dan remeh padahal ini prinsip dosa yang melawan Firman Tuhan (tidak mau pikul salib, menuruti daging). Orang seperti ini akan tutup mulut dan cacat ini makin besar dan makin me-rusak, sehingga kehilangan banyak rencana Allah yang indah2.
  7. Tidak ada gairah untuk perkara2 da-ri Atas Kol 3:1-3 sebab tidak bisa me-lihat faedahnya atau tujuan yang indah sehingga malas, lalai, mogok, tidak ada gairah seperti keledai Isachar Kej 49:14-15. Kalau seorang punya gairah yang besar akan hal2 dari Atas, maka ia akan tertib dan bergairah mengejarnya.
  8. Semua dosa membuat tidak tertib dalam perkara kecil dan besar, lebih2 sombong yang tidak mau disalahkan atau mengakui kesalahannya.

MENDIDIK DAN MENASEHATI.

  1. Dalam pendidikan anak sejak kecil perlu dididik ketertiban, sejak dari per-kara2 kecil dan hal2 jasmani yang ada dalam hampir semua segi hidup. Waktu makan, tidur, sekolah, ber-main2, di rumah, di sekolah dll. Orangtua yang membiarkan anaknya tidak tertib itu biasanya dia sendiri tidak tertib, tidak mengerti jahatnya rubah2 kecil atau karena mengabaikan kewajibannya se-bagai orangtua untuk mendidik anak2-nya (juga anak2 rohani, domba2 Tu-han). Jangan melayani anak2 ber-lebih2an, sehingga jadi tidak tertib, didik mereka supaya bisa dengan tertib ikut melakukan tugas2 kecil dengan baik dan tertib, istimewa tentang me-ngatur dirinya sendiri. Juga secara ro-hani untuk ibadah, masa teduh, tabiat, hidup se-hari2 dll. Untuk mendapat mutu yang baik memang harus ber-korban, menyangkal diri, memberi waktu dan hikmat kuasa Tuhan.
  2. Saling menasehati dalam keluarga jasmani dan keluarga rohani (tubuh Kristus). Orang dekat itu biasanya me-lihat lebih banyak dan jelas kekurang-an2 rutin termasuk dosa tidak tertib. Orang dekat bisa melihat lebih banyak rubah2 yang menghancurkan kebun anggur hidup, ibadah, pelayanannya, sebab itu jangan diam, itu menjadi dosa Yak 4:17. Tentu kita sendiri harus menjaga dan dibersihkan dari rubah2 kecil ini Gal 6:1-2.

 

  1. Belajar makin peka mendengar sua-ra Roh dan taat, Roh Kudus bisa me-lihat dengan betul dan lengkap, tahu hubungan antara perkara2 kecil dan rencana Allah yang besar2, yang sudah disediakan bagi kita dan kalau kita mau mendengar dan taat akan pimpinan Roh, maka kita tidak mudah kehilangan perkara2 besar dan indah dari Tuhan, dan taat dengan tertib. Sebab itu taatlah akan suara Roh dengan tertib.
  2. Perlu mengatur waktu dan jadwal se-hari2. Harus mau korban waktu dan membuang hal2 yang tidak perlu. Kalau tidak mau mengatur waktu dan jadwal pekerjaan, sekolah, ibadah dll, maka biasanya selalu terlambat dan tidak tertib dalam segala perkara dan itu merusak rencana Allah dalam kebun anggur yang besar dan indah. Mana2 yang tidak mungkin dilakukan, maka salah satu harus dipotong, untuk mene-bus waktu dan kesempatan untuk bisa tertib dalam hidup se-hari2. Memang tertib bukan se-gala2nya, tetapi cacat disini mempengaruhi semua bagian hidup yang lebih besar dan lebih indah, bahkan yang kekal.
  3. Segera mulai menertibkan hidup ini. Jangan dibiarkan berlarut dalam kesa-lahan yang sama. Apa yang sudah kita ketahui salah, segera tertibkan. Baik dalam waktu, laporan, ketaatan, isti-mewa dalam bicara, disini ada banyak salah Yak 3:2, bahkan ibadah jadi sia2 kalau mulut tidak ditertibkan, dahsyat! Yak 1:26!
  4. Orang baru itu lengkap seperti Kris-tus, tetapi harus tumbuh 2Pet 1:4. Sebab itu orang baru bisa tertib. Kita punya cukup modal yang cukup untuk bisa hidup tertib, yaitu:

6.1. Hidup baru, roh kita sudah ber-ubah jenis menjadi anak2 Allah. Jenis ilahi itu tertib.

6.2. Roh Kudus itu kuasa yang besar dan limpah untuk menertibkan hidup ini dalam segala segi. Harus terus tertib dipimpin Roh.

6.3. Firman Tuhan untuk bisa mengerti mana2 yang tidak tertib dan bahaya dan kerugiannya.

6.4. Persekutuan tubuh Kristus, bisa saling tolong menolong dalam menun-jukkan yang tidak tertib Mat 7:2-5 dan dapat mengangkatnya keluar dari ke-jatuhan dosa tidak tertib Pkh 4:10.

6.5. Doa orang yang bertobat (jadi benar) itu ada kuasaNya Yak 5:16.

6.6. Ibadah mengajarkan tertib ber-sama2.

6.7. Pelayanan yang baik itu membu-tuhkan ketertiban. Yang tidak tertib juga perlu direparasi supaya hilang ca-cat2 “kecil” yang bisa mengakibatkan kerugian besar. Kalau direparasi, dina-sehati, ditegur jangan melawan kalau salah, tetapi berterimakasihlah!

  1. Pembagian tugas dalam semua segi. Dalam dunia jenjang pangkat itu ter-masuk pengawasan ketertiban. Juga dalam orang2 beriman, semua harus taat pada pemimpinnya Ibr 13:17. Pe-mimpin2pun punya tingkatan2 dalam tubuh Kristus untuk saling mengawasi supaya tertib. Dalam dunia peng-awasan hanya dari pemimpin, tetapi dalam orang beriman, selain pemim-pin2 ada lagi Roh Kudus dalam hati. Sebab itu kalau seorang dipimpin Roh, pasti hidupnya suci, bukan dosa, ada kasih, bukan benci, ada hikmat dan kuasa Allah, dan ada ketertiban! Ini salah satu tanda orang yang dipimpin Roh, sehingga seperti belalang, mes-kipun tanpa pemimpin masih bisa sangat tertib Ams 30:27, Roh Kudus adalah Guru kita 1Yoh 2:20,27.

KESIMPULAN.

  1. Anggapan bahwa tidak tertib itu tidak apa2, biasa, hanya perkara kecil, bukan dosa, umum adalah salah besar.
  2. Tidak tertib adalah kesalahan prinsip yaitu tidak mau pikul salib, menyangkal diri, lalu bersikap menurut daging, se-suka2nya sendiri, seenaknya sendiri. Tidak tertib itu salah prinsip yang besar, tidak mau mematikan daging tetapi melazatkan, tidak mau salib. Ini pasti jahat di hadapan Tuhan.
  3. Pahalanya hilang sebab tidak tertib, sebab perkara2 besar yang disediakan Allah bagi kita itu batal, karena tidak tertib.Allah tidak memberi tugas besar2 yang sulit, tetapi tugas2 kecil yang bisa kita lakukan dengan mudah, tetapi harus taat, tidak boleh semaunya sen-diri dan tekun. Sebab itu kalau tertib, maka timbullah perkara2 besar dengan pahala yang besar. Sebab itu tertib itu pahalanya besar, sebab sambungannya adalah rencana Allah yang besar yang sudah disediakan Allah bagi kita! Orang yang tidak tertib, tidak ada pahalanya, sebab banyak perkara2 besar dari Allah batal baginya.

Rehabeam tidak bisa mendengar suara Roh, ia mengambil keputusan se-maunya sendiri, maka kerajaannya pecah, hilang 10 bagian, sisa hanya 2 bagian, celaka besar sebab tidak tertib mendengar dan taat akan suara Roh.

  1. Seluruh tubuh Kristus bisa kacau dan geger, sangat terganggu oleh sebab orang2 yang tidak tertib. Jangan kita bereaksi dosa atas orang2 yang tidak tertib, tetapi ampuni, ini jadi peng-olahan bagi kita (kasih, taat dipimpin Roh, sabar dll). Minta pimpinan Tuhan untuk menggantikan orang yang tidak taat dengan cara lain atau orang lain yangmau Mat 21:43, Wah 3:11. Jangan bereaksi dosa terhadap orang yang ti-dak tertib, tetapi sembuhkanlah de-ngan kasih Tabib Kristus. (kalau mau disembuhkan).
  2. Ingat orang yang tidak tertib jadi batu sontohan dalam segala segi dimana ia beruat semaunya sendiri.

 

Nyanyian:

Kalau saya mau bergirang.