LIM 09 – Pentahbisan Imam – Imam ( Imamat 8:7-14)

IM 8:7-9. PAKAIAN IMAM2.

Imam besar + imam ditahbiskan dan dipakaikan pakaiannya masing2 (akan diterangkan tersendiri tentang pakaian imam2 dan imam besar). Yang harus kita perhatikan adalah bahwa semua yang tentang imam besar adalah tan-da2 dari Ruangan Maha Suci (boleh masuk Ruangan Maha Suci) dan itulah tanda2 orang yang sempurna di ha-dapan Allah. Ini suatu rahasia yang luar biasa, yang sudah ada sejak Wasiat Lama, sudah direncanakan Allah dari permulaan, sebab Allah memang men-ciptakan manusia dengan tujuan akan ditumbuhkan sampai menjadi sempur-na, bagi mereka yang mau percaya dan taat. Ini rencana Allah yang luar biasa, menjadi seperti Dia sendiri 1Kor 11:1, Mat 5:48, Yoh 10:35 dll. Inilah tujuan dan rencana Allah yang heran.

Manusia yang percaya dan mau terus taat, lebih2 dipimpin Roh, akan bertumbuh dari orang kafir sesudah percaya jadi orang beriman seperti orang Israel dan ber-tingkat2 sampai imam besar, yaitu dari anak2 dan pe-rempuan, lalu laki2, lalu orang Lewi, lalu Imam2 dan akhirnya sampai ting-kat imam besar, ini tingkat yang sem-purna. Apalagi kalau kita melihat Efod, itu tanda2 khas yang harus ditambah-kan pada imam2 sehingga berubah menjadi Imam besar (Inilah bertumbuh sampai menjadi sempurna yang makin nyata dalam Wasiat Baru. Dalam Wa-siat Lama tetap “berdiri di tempat”, ti-dak bisa berubah, yang menjadi pe-rempuan sampai mati tetap perem-puan; tetapi dalam Wasiat Baru bisa tumbuh dan berubah, sampai akhirnya menjadi sempurna).

Lebih2 dengan 12 permata kesem-purnaan, di dalamnya ada banyak ra-hasia untuk bertumbuh menjadi sem-purna.

Ini rahasia untuk orang2 dalam Ruangan Suci, yaitu Imam2 di hadapan Tuhan, yang akan ditambahi dengan Efod (yang tidak mau melayani sebagai imam, tidak akan mengerti, tidak mendapat kesempatan ini). Hal ini se-perti palayanan Putra manusia sesu-dah kebangkitanNya dari kematian; pelayananNya ini hanya untuk orang2 di dekatNya, bukan untuk umum (ha-nya pelayanan untuk Ruangan Suci) tidak lagi seperti sebelum kebangkitan, semua dilayani sampai jumlah yang besar (lebih kurang 20.000 orang waktu pemecahan 5 roti dan 2 ikan), tetapi dalam pelayanan sesudah kebangkitan, hanya sedikit orang2 (orang dekat), maksimal hanya lebih kurang 500 orang yang berkumpul sekaligus dengan Putra manusia Yesus 1Kor 15:6.

Lebih2 dalam 3,5 tahun I Minggu ke-70 Daniel, hanya sedikit orang yang percaya dan bisa mengerti rahasia2 yang dalam tentang pengangkatan (1Kor 15:51), dan tentang penyempur-naan, sebab dalam waktu ini (Gereja menjadi jalan suci, seperti dinubuatkan dalam Yes 35:8, 2Kor 10:6), maka per-tumbuhan dengan fasilitas akhir zaman yang lengkap dan limpah, akan berjalan secepat kilat dan jumlah orang sem-purna digenapkan, yaitu 144.000 Wah 14:1, tetapi juga semua orang yang su-dah ber-jaga2 mulai sekarang, hari ini (Mat 24:42) akan tumbuh menjadi go-longan 1551, yaitu orang2 yang akan ikut pengangkatan (jumlahnya ratusan juta, sampai 700 atau900 juta?). Semua mengalami pertumbuhan secepat kilat seperti kecepatan ideal Putra Manusia Yesus Mat 24:27. Pentahbisan imam besar adalah nubuat Wasiat Lama yang akan genap dalam 3,5 tahun I Minggu ke-70 Daniel. (Kita harus menyelidiki le-bih lanjut dalam pimpinan Roh Kudus, sampai rahasia ini akan terbuka semua Mat 10:26 pada akhir zaman menjelang Minggu ke-70 Daniel Mat 10:26).

Dalam Im 8 ini, pentahbisan Imam2 dan Imam besar, ini semua sudah direncanakan, menjadi hukum Imamat bagi turunan Harun, dan akan diterus-kan dalam Wasiat Baru secara rohani, sampai jumlah orang sempurna dige-napkan.

IM 8:10-11. MINYAK PENGURAPAN.

Pengurapan dan pentahbisan imam2 ini untuk pelayanan, sehingga kita me-lihat kemuliaan Allah turun di dalam pelayanan kita. Sepintas lalu Musa ha-nya mendirikan Kemah Suci Kel 40:33-44, lalu kemuliaan Allah turun ke atas-nya. Kalau seorang hanya meniru men-dirikan Kemah Suciseperti ini, belum tentu kemuliaan Allah turun ke atas-nya. Mengapa? Sebab sesudah didiri-kan, Musa menyucikannya lagidengan mencurahkan minyak ke atasnya Bil 7:1 (dan juga mencuci Harun dan anak2nya dengan air, dan dengan minyak peng-urapan dan darah kurban) baru sesu-dah itu kemuliaan Allah akan turun ke atasnya. Begitu kita melihat perbedaan di dalam pelayanan macam2 hamba2 Allah, sebagian nyata sekali disertai Tu-han dan orang2 dipuaskan, mereka menerima berkat sebab ada hadirat Allah, sebagian tidak. Mengapa? Perbe-daannya adalah karena ada pengurap-anNya. Kita perlu pengurapan seperti Tuhan Yesus Yoh 3:34. Tanpa peng-urapan Roh Kudus, tak akan ada hasil yang memadai. Kemampuan kita amat terbatas. Betul kita bekerjasama de-ngan Tuhan 1Kor 3:9, tetapi andil kita amat kecil. Kemampuan kita hanya “5 roti dan 2 ikan”, tetapi kebutuhannya adalah “5.000 perut laki2 yang lapar”, belum perempuan dan anak2 (semuanya kira2 20 ribu orang). Ini bisa jadi, berhasil, sebab sebagian besar di-kerjakan oleh Allah. Kuasa Allah 2Kor 4:6. Perbandingannya 1:5000 atau 1:20000! Kita hanya tanah liat yang tak berharga 2Kor 4:7. Sebab itu perlu bertekun dalam doa Luk 24:49, supaya penuh dengan kuasa Roh, baru bisa berhasil dengan baik Kis 1:8. Dalam hidup se-hari2pun, kalau kita mau hi-dup sebagai hamba Allah, milik Allah (1Kor 3:16/ 6:19-20) kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita perlu hik-mat dan kuasa Allah, kalau tidak akan gagal. Lagipula musuh kita yang buas 1Pet 5:8 itu setan Ef 6:12. Tanpa Allah, kita menjadi mangsanya, bukan peme-nang. Perlu kuasa Roh Kudus, kalau tidak, pelayanan kering dan mati, serta orangnya juga tidak tahan.

Musa mengambil minyak urapan itu dan menyirami Kemah Suci itu dan semua yang ada di dalamnya. Jadi yang ditahbiskan dan disucikan itu Kemah Suci dengan segala alat2nya, juga orang2 yang melayani dari orang Lewi, Imam2 dan Imam besar (orang Israel yang najis juga harus disucikan menu-rut cara2nya).

Jadi kita melihat Kemah Suci dan orang2nya, semua disucikan, baru Allah berkenan. Sebab Allah itu suci dan semua yang berhubungan dengan Allah harus disucikan 1Pet 1:15-16.

MINYAK SIRAMAN PADA ALAT-ALAT IBADAT.

Alat2 ibadat ini harus disucikan. Baik kemah dengan segala isinya, Mezbah dan Kolam dengan segala alat2nya. Jadi bukan hanya pelayan2nya, tetapi alat2 ibadatnya. Bagi kita sekarang, kita tidak menyucikan secara harfiah, tetapi fungsinya disucikan. Misalnya badan2 Gereja dan pelayannya itu harus disu-cikan. Jangan badan2 dalam Gereja dijalankan untuk mendapat uang, itu salah, dosa, harus disucikan.

– Jangan jadi alat politik – ikut politik (anggota Gereja sebagai warga negara punya hak dan kewajiban politik, justru dinasehati jangan golput, tetapi Gereja dan badan2nya jangan berpolitik).

– Jangan punya tujuan keduniawian lainnya, seperti ber-pihak2an, mem-bela 1 golongan atau mencari nama dan kepujian sendiri (tetapi memu-liakan Allah), atau maksud2 yang lain, yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Orangnya dan badan2 Gereja harus disucikan. Contoh lain misalnya: Rumah yang dipakai untuk kebaktian, fungsinya disucikan. Jangan dipakai untuk percabulan, penipuan, perkela-hian, menyembunyikan perkara2 jahat. Mimbar, jangan bicara kebencian, go-longan dll, hal yang tak berkenan pada Allah lewat mimbar. Jangan mimbar untuk mencari uang, menyerang orang lain dsb. Jangan orang berzina, penipu, orang jahat dan orang kafir menajiskan mimbar. Kalau Gereja mempunyai per-cetakan, jangan cetak perkara2 dosa, seperti judi, porno, occultisme, berhala dsb), seharusnya perkara2 rohani saja. Kas Gereja jangan menyokong perbuat-an2 dosa dan jangan diisi dengan uang haram Ul 23:18.

Jadi semua ini, bukan dicuci dengan air, tetapi fungsinya disucikan, sehingga kita dapat merasakan suasana Roh, hadirat Roh Allah yang nyata. Juga rumah2 orang beriman, jangan dipakai untuk perkara2 yang najis. Orang2 suci itu rumah Allah 1Kor 3:16, patut hidup dan rumahnya juga disucikan, sehingga ada suasana sejahtera, suci, damai, kasih, kesukaan dan ada kuasa Allah. Gereja, rumah2 orang beriman, bahkan tempat2 umum yang akan kita pakai untuk berbakti, misalnya: kebangunan rohani dll, perlu disucikan se-dapat2-nya atau jangan memilih tempat2 yang biasa untuk hal2 yang najis.

* Biarlah Gereja kita, badan2 Gereja, tempat2 kita berbakti, bahkan rumah2 kita (juga tempat2 kerja milik kita) semuanya boleh disucikan fungsinya, sehingga kita merasakan hadirat Allah senantiasa menyertai. Tetapi jangan lupa Gereja adalah tempat untuk orang berdosa datang mencari keampunan dosa dan keselamatan. Jangan tolak orang berdosa yang mencari selamat, tetapi fungsi Gereja dan badan2nya harus disucikan, jangan untuk dosa.

IM 8:12. HARUN DIURAPI.

Anak2 Harun juga diurapi dalam ayat 13,30. Ini paling penting, yaitu kita pelayan2 Tuhan harus diurapi oleh Roh Kudus. Bagaimana kita memperoleh pengurapan ini? Luk 24:49. Dengan berdoa, seperti Putra manusia Yesus selalu berdoa pagi2 Mrk 1:35, Luk 5:16 dst.

Mengapa harus banyak waktu untuk berdoa? Berdoa berarti masuk hadirat Tuhan, ber-cakap2 dengan Tuhan. Le-bih lama kita bergaul dengan Tuhan, lebih banyak kita menyerap sifat2 dan kuasaNya, sehingga pengurapan itu makin limpah sampai tidak terbatas seperti Putra manusia Yesus Yoh 3:34. Begitu juga Musa yang bertemu de-ngan Allah, maka kemuliaan Allah lekat padanya Kel 34:29. Siapa yang ber-kata2 dengan Tuhan, ia akan dipenuhi kemuliaanNya (orang yang ber-kata2 dengan orang cabul, maka ia juga “ketularan” cabul, lebih lama mereka bicara (sebab setuju, suka), lebih lama ia dapat ditulari dosa2nya 1Kor 15:33, 2Sam 13:3 (kalau tidak setuju, salahkan Ef 5:11). Juga dosa benci, mewah, som-bong, serakah, iri dsb. (Sebaliknya pergaulan yang baik itu mempengaruhi 2Raj 12:2). Lebih2 kalau terus menerus bergaul dengan Allah, diisi dengan perkataan Allah, hadirat, kesukaan dan kuasaNya akan makin limpah meng-urapi kita sampai tidak terbatas. Sebab itu perlu banyak bergaul dengan Allah, seperti accu bergaul dengan listrik, ia menjadi kuat dan hidup.

** Pengurapan ini menyucikan terus, sehingga bisa tumbuhsampai peng-urapan tanpa batas. Kalau kita tinggal di dalam pengurapan Gal 5:16, se-hingga kita boleh tetap dan terus bertumbuh dalam kesucian sampai kesucian yang mutlak (tetapi jangan orang yang tinggal dalam dosa minta pengurapan supaya suci, tidak bisa! Harun harus disucikan dan berpakaian lengkap baru diurapi). Harus tinggal dan bertumbuh terus menerus dalam urapan, sehingga bisa bertumbuh, ma-ka aliran kuasa Allah itu terus menerus masuk dalam kita, kita makin dikuat-kan, disucikan dan tumbuh terus sam-pai seperti Putra manusia Yesus, se-perti Musa, sampai ke dalam peng-urapan yang tidak terbatas (sempurna) Yoh 3:34. Inilah berjalan dengan Allah yang membuat hidup Henokh, Elia, Musa, Nuh menjadi meningkat begitu cepat sampai menjadi sempurna. Sangat indah dan heran.

IM 8:13. ANAK-ANAK HARUN DIKENAKAN PAKAIAN YANG SUCI.

Harun imam besar, pakaian kesu-ciannya luar biasa. Tetapi anak2 Harun yang juga melayani, juga harus mem-punyai pakaian kesucian. Tiap orang yang menjamah pekerjaan Tuhan harus hidup suci, kalau tidak ia menda-tangkan bencana, bukan berkat dalam pelayanan. Mungkin ia sendiri binasa (Im 10:1-2) dan juga orang lain kena akibatnya. Pelayanan tanpa kesucian, dengan dosa, akan dipakai setan untuk menipu orang lain serta membinasa-kannya, bahkan menjadi pasukan imam2 penyamun Hos 6:9. Nasehat2 dan pelayanannya justru membunuh dan mematikan. Imam2 harus disu-cikan, kalau tidak setan akan memper-alatnya. Musa harus memperhatikan anak2 Harun. Pelayan2 Tuhan yang masih baru (meskipun baru, sudah menjadi imam2 di hadapan Tuhan, semua harus disucikan. Jangan terpe-ngaruh oleh kuasa, kedudukan, harta atau kepintarannya (istimewa part timer), mereka semua sebagai imam2 Tuhan harus disucikan. Mungkin ahli dalam suatu cabang ilmu, ia besar dalam dunia, tetapi tetap harus tunduk pada Firman Tuhan dalam pelayanan serta patuh dan taat akan syarat2 Firman Tuhan. Seringkali orang2 besar, ingin juga lekas jadi besar di dalam Gereja, seperti dalam pekerjaannya se-hari2 Kis 8:18-19 dengan segala pe-ngaruh, pemberian dan bantuan2-nya. Harus tetap disucikan sesuai Firman Tuhan, tetap tidak boleh membuat pe-ngecualian 2Taw 26:18. Sebelum Uzia kena kusta, Imam Azarya sudah me-nentangnya. Kalau toh dengan kuasa dan pengaruhnya,  (seperti Uzia) mere-ka melawan, apa boleh buat, dalam hal ini Tuhan sendiri yang akan bertindak 2Taw 26:19, Bil 16:2-3. Kalau di dalam pelayanan, semua pelayan2 Tuhan (imam2) disucikan, maka hadirat Tu-han akan nyata dalam pelayanan tsb.

IM 8:14-17. KURBAN KARENA DOSA

DI DALAM PELANTIKAN IMAM2 DAN IMAM BESAR

IM 8:14. LEMBU MUDA KURBAN KARENA DOSA.

Untuk menjadi imam2 sudah ada sya-rat2nya. Misalnya hanya dari turunan Harun, orang2 yang tak berkecelaan Im 21:16-24, 1Tim 3:1-13 dsb. Tetapi toh masih harus ada kurban karena dosa. Tak cukup hanya syarat2 (hasil dari hidup yang lalu), tetapi sekarang tetap harus ada kurban karena dosa, yaitu pekerjaan salib atas daging. Daging adalah bagian dari manusia, kita masih hidup di dalamnya Rom 7:24. Tubuh daging belum sama dengan dosa, tetapi daging bisa menjadi sumber do-sa. Kalau ia dituruti apalagi dilazatkan, ia menjadi pabrik dosa. Tetapi kalau daging ini dimatikan terus menerus, ia tak berdaya Rom 6:6, tidak dapat mengganggu hidup kesucian lagi.

Manusia diberi tubuh daging, sehingga dalam kemerdekaannya ia bisa memilih antara baik dan jahat (manusia belum lahir baru tidak merdeka, Yoh 8:34 semua manusia adalah hamba dosa Rom 7:14. Tetapi sesudah merdeka oleh Tuhan Yesus Yoh 8:36, baru kita merdeka dan dapat memilih antara baik dan jahat. Hanya orang yang bebas dari dosa itu merdeka). Orang yang lahir baru dapat memilih. Tetapi kalau daging dilezatkan ia akan bekerja dan menghasilkan dosa lagi. Daging harus disalibkan terus menerus Rom 6:6, Luk 9:23 dan ini sekaligus menjadi pengolahan bagi manusia, sehingga ia bisa tumbuh dari orang berdosa menjadi orang benar, menjadi orang suci dan akhirnya menjadi orang sempurna. Justru hidup dalam tubuh daging itu mendatangkan keuntungan yang besar, membuat manusia (yang sudah percaya Tuhan Yesus dan mau taat) bisa tumbuh luar biasa sampai sempurna. Sebab itu malaikat yang tidak punya tubuh daging, tumbuhnya sangat sedikit, tidak banyak berarti, lain dengan manusia yang bisa bertumbuh begitu banyak, luar biasa, dari orang dosa sampai menjadi orang sempurna, sebab hidup dalam tubuh daging!

Inilah faedahnya korban dosa. Tiap orang yang dilantik di dalam pekerjaan Tuhan harus mempunyai kurban karena dosa, terus menerus mematikan daging, yaitu pikul salib senantiasa 2Kor 4:10-12, baru pelayanannya hidup dan ada kuasa.