LIM 08 – Pentahbisan Imam – Imam (lanjutan)

IMM 8:7. PAKAIAN IMAM BESAR.

Imam besar dalam Wasiat Lama adalah bayangan dari Tuhan Yesus dan orang2 sempurna. Anak2 Harun sebagai imam adalah orang2 suci yang melayani se-bab dipenuhi dan dipimpin Roh (Rom 8:14, 1Pet 1:9). Jangan lupa, semua yang sudah lahir baru (dengan tanda air, darah, minyak) sudah jadi imam2 dan raja2 di hadapan Tuhan, wajib ikut dalam pelayanan kecil atau besar se-suai dengan rencana,kehendak dan pimpinan Roh.

Sesudah dipilih untuk Imamat, tidak cukup sampai disini, masihada sam-bungan dan syarat2 yang harus dipe-nuhi seperti pentahbisan, pakaiannya, pelayanan, hidupnya dll.

Orang yang melayani dengan baik akan tumbuh dengan efektif dalam ja-lan sempit, lebih2 dalam 3,5 tahun I akan tumbuh ideal secepat kilat Mat 24:27.

Pentahbisan adalah permulaan pelayanan dari imam besar yang bisa masuk Ruangan Maha Suci, ini bayang-an lahir sempurna 1Yoh 3:9, Wah 12:5. Ini bukan bayi rohani, tetapi orang suci yang sudah matang, sempurna, baru jadi sempurna, seperti bayi, tetai duduk di tahta Allah ikut memerintah.

Dalam Wasiat Lama, sebelumnya Tuhan Yesus menjadi korban penebus-an, hanya 1 orang 1 tahun 1 kali boleh masuk Ruangan Maha Suci dengan darah lembu dan kambing Ibr 9:12, te-tapi sesudah Putra manusia Yesus mati, jalan itu terbuka lebar Ibr 10:20. Timbul kesempatan besar dari Allah, memang itu rencana Allah supaya semua tum-buh menjadi seperti Kristus Ef 5:27, 1Kor 11:1. Jadi pentahbisan Imam be-sar menggambarkan langkah2 kepada kesempurnaan. Pakaian imam besar (juga tertulis dalam Im 16:4, Kel 28:1-43; 39:1-31).

Pakaian Imam besar = Pakaian imam + Efod.

Efod = Jubah efod + Efod.

Kita mulai dengan pakaian imam2.

PAKAIAN IMAM TERDIRI DARI:

CELANA LENAN putih Kel 28:42-43). Ini paling dalam, harus ada supaya ti-dak kelihatan ketelanjangannya, supa-ya jangan mati dalam pelayanan.

Di hadapan Allah, telanjang berarti dosa Kej 3:7,10. Pelayanan harus dalam kesucian, tidak boleh dengan dosa, istimewa juga dosa ketelanjangan dan perzinaan. Ketelanjangan yang bukan dosa, itu hanya dalam pernikahan, dan tidak malu Kej 2:25. Kita harus mem-punyai pengertian dan sikap yang be-tul, kalau tidak, akan mudah masuk dalam dosa perzinaan Mat 5:28, Ams 22:3.

Pemberian pertama waktu manusia jatuh dalam dosa adalah pakaian. Manusia yang membuang pakaian akan jatuh dalam perzinaan. Apa kena-me-ngena dengan imamat apalagi imam besar? Hidup nikah amat penting di hadapan Allah, harus diindahkan Ibr 13:4, mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus adalah untuk hidup nikah Yoh 2:11. Imam2 harus mempunyai hi-dup nikah yang betul di hadapan Allah. Sekalipun kesucian nikah/ bujang itu tersembunyi, tetapi semua umat Tuhan harus memperhatikan keduanya,baik kesucian hidup nikah juga bujang. Pela-yan Tuhan atau hamba2 Tuhan harus mempunyai dan memelihara kesucian hidup bujang dan nikahnya 1Tim 3:2. Kalau tidak akan mati dalam pelayan-annya, ditinggalkan Tuhan dan makin terjerumus dalam dosa2 yang makin dahsyat. Bahkan dosa zina adalah dosa istimewa lain dari dosa2 yang lain 1Kor 6:18. Ini menyebabkan najis tubuh 2Kor 7:1, mungkin mempengaruhi tubuh ke-muliaan yang kekal.

BAJU LENAN.

Lenan putih berarti suatu hidup yang benar di hadapan Allah. Ingat MAK DSY. Jangan simpan dosa, itu menyim-pan malapetaka.

Dosa itu pintu masuk atau tempat iblis, sumbernya Neraka. Achan sim-pan dosa, ia sekeluarga binasa dan me-nyeret 36 orang lainnya juga binasa Yus 7:5. Juga Gehazi simpan dosa, akhirnya menjadi kusta dan terbuang dari pela-yanannya. Ananias dan Safira simpan dosa, ia mati seketika. Dosa yang di-sembunyikan di hadapan manusia, itu terbuka di hadapan Allah Ibr 4:13, se-bab itu orang yang simpan dosasangat bodoh dan sia2, hukumannya pasti datang.

Daud suka memeriksa diri supaya jangan sampai ada dosa yang terselip dan tumbuh dalam dirinya Maz 139:23-24. Kita harus mempunyai kebenaran sampai dalam batin Maz 51:8, baru hidup ini berkenan kepada Tuhan 1Pet 1:15-16.

  1. SABUK LENAN. Kel 28:40/ 39:29 dari Linen + benang merah, biru, ungu. Sa-buk ini berarti siap melayani Yoh 13:4, Luk 17:8 siap memberitakan kebenaran 2Tim 4:2 baik dalam keadaan susah atau senang, seperti hamba yang se-tiawan Mat 24:25-46. Tidak semua hamba2 Tuhan siap melayani, sebab ini memerlukan:
  2. Sudah mempunyai jubah Lenan, yaitu hidup benar (putih). Orang yang hidup benar akan dapat memakai tiap kesempatan dengan baik, misalnya: Ibrahim Kej 18:2, sehingga mendapat pahala yang besar. Orang yang hidup dalam dosa tidak dapat melihatnya atau mengabaikannya.
  3. Mau korban, menyangkal diri, pikul salib (merah). Pelayanan yang tulus = pengorbanan. Orang yang tak mau korban lari dari salib dan akan kehilang-an kesempatan atau pelayanan. Yang mau pikul salib itu akan menerima kesempatan pelayanan dengan suka-cita Yoh 4:31, bahkan akan ditambahi lagi Mat 13:12.
  4. Berjalan dalam Roh selalu (biru) se-perti seorang hamba yang terus taat kepada Tuannya yaitu Roh Kudus. Misal Kis 8:26. Orang yang berjalan dalam Roh akan mudah tahu kehendak Allah dan dengan sukacita memakainya.
  5. Penuh kuasa Allah sebagai raja2 (ungu) sehingga tiap kesempatan dapat dipakainya dengan berhasil, sebab ada kuasa Allah dalam dirinya.

PAKAIAN IMAM BESAR

= PAKAIAN IMAM + EFOD.

Efod = Jubah Efod + Efod (lengkap de-ngan permata peringatan, sabuk Efod, lempeng dada dan Urim – Tumim).

Efod = Perlengkapan untuk masuk da-lam Ruangan Maha Suci, tetapi ka-lau sudah sungguh2 masuk, maka Efod dibuka. Semua karunia2, mari-fat2 dsb, tak perlu lagi di Surga, ha-nyalah kasih Allah itu sudah mencakup semuanya 1Kor 13:8-13.

 

Pakaian imam besar ini (terutama Efod) itu menunjukkan perlengkapan untuk tumbuh sampai sempurna, sesudah melengkapi baju imam2.

 

  1. JUBAH EFOD Kel 28:31-35/ 39:22-26.

Warna biru ~ taat sepenuhnya sebagai hamba Bil 15:38-48. Kita perlu me-ningkat dalam ketaatan Gal 2:20. Taat itu sulit dan perlu pengorbanan, me-nyangkal daging yang melawan Roh. Tetapi dengan taat itu menyempur-nakan kita. Ibrahin taat, ia meningkat kepada kesempurnaan Kej 22:2. Perlu penyerahan sepenuh Mat 10:39. Berse-dia taat sampai mati Pil 2:8.

Orang yang mati syahid itu lain, belum tentu ia menjadi Sempurna, te-tapi pasti menghasilkan suatu lompat-an peningkatan yangbesar dan ada yg menjadi sempurna. Pengalaman Petrus Kis 12:6 itu mata pelajaran yang baik untuk belajar tumbuh menjadi sem-purna. Orang yang bersedia taat sam-pai mati akan lebih mudah menang melewati macam2 problem hidup se-hari2/ keuangan, godaan, hawa nafsu, hinaan dsb. Perlu memakai jubah Efod supaya dapat tumbuh kepada kesem-purnaan. Dalam jubah ini ada bel Kel 28:35, sebagai tanda bahwa imam be-sar yang melayani masih hidup; Inilah hamba2 Tuhan yang melayani disertai dan disahkan dengan kuasa Allah Ibr 2:4. Kita perlu tekun dalam 7 KPR dan terus berjalan dengan Alalh yaitu hidup dipimpin Roh, supaya hikmat dan kuasaNya senantiasa limpah dalam hidup kita dengan tanda2 dari Allah Mrk 16:17-20.

 

DELIMA: Persekutuan orang2 beriman dalam kasih Allah Kid 7:12, Yoh 17:23. Orang yang mau menjadi sempurna ha-rus belajar bersekutu seperti Trinitas (persekutuan dalam Roh yang menjadi satu dalam Kristus) dalam kasih Allah. Belajar dapatmenerima satu sama lain seperti Kristus Rom 15:7. Bersekutu tidak mudah, sebab tanpa penyang-kalan diri, sukar untuk tumbuh dan bisa bertekun dalam persekutuan tubuh Kristus.

Dengan kuasa, pengorbanan dan pengertian Firman Tuhan, kita belajar bertekun dalam persekutuan Kis 2:42, Mat 12:50. Sampai akhirnya perseku-tuan itu jadi seperti Maz 133:1-3. Sam-bil memperhatikan faedah orang lain 1Kor 10:24, justru dengan demikian kita tumbuh.

 

  1. EFOD Kel 28:6-8/ 39:2-4.

Lenan halus + merah, biru, ungu + benang emas. Kebenaran orang suci lengkap dengan sifat2 seperti Yesus dan emas = suci dalam segenap segi hidup 1Pet 1:15. Ini baru muncul sesudah diuji 1Pet 1:7.

Ingat, mula2 memakai pakaian imam, lalu ditambah Efod menjadi imam besar. Ini semua tambahan yang dipakai untuk menjadi imam besar, artinya secara rohani, Efod ini adalah tambahan untuk bisa menjadi sem-purna. Semua ini harus dicicil mulai sekarang, terus tumbuh, lebih2 dalam 3,5 tahun I akan tumbuh dengan cepat seperti kilat, menjadi sempurna Mat 24:27. Arah atau tujuan pertumbuhan kita adalah terus tumbuh sampai seperti Kristus. Dari orang Lewi (pela-yanan Halaman) lalu imam2 (Ruangan Suci)lalu imam besar (Ruangan Maha Suci). Sebab itu kita harus tumbuh te-rus, jangan berhenti dalam pelayanan Halaman (seperti tanah dan kayu 2Tim 2:20-21), tetapi terus meningkat sam-pai tingkatan imam2 (Ruangan Suci) dan imam besar (Ruangan Maha Suci).

 

Bagaimana caranya?

Tuhan yang mendatangkan ujian dan kita yang harus menempuh ujian itu sampai lulus. Tentu dengan perto-longan Tuhan Zak 4:6, Pil 4:13, 1Pet 4:17, Zak 13:9. Tuhan begitu heran dan pintar, masing2 kita diuji dengan ujian privat, dan satu kali sebelum keda-tangan Tuhan, diuji ber-sama2 dalam ujian global dalam masa kesukaran/ aniaya bagi Gereja. Sebab itu orang yang mau menjadi sempurna, jangan heran kalau datang ujian 1Pet 4:12 dalam segala segi, misalnya dalam hal uang, persekutuan, kesucian nikah, kerendahan hati dan seterusnya. Hada-pilah dengan sukacita Yak 1:2. Inilah jalannya untuk tumbuh terus menuju kepada kesempurnaan.

Kita harus bersedia dan bersuka menerima api ujian ini. Siap dan tung-gu.

 

  1. PERMATA PERINGATAN. Kel 28:9-14. Sempurna itu mau dan dapat me-mikul beban Yoh 21:18, artinya dapat menelan kepahitan, penderitaan, seng-sara, air mata, hinaa dsb di dalam melayani Tuhan. Ini bukan orang yang hanya mencari senang saja. Paulus Pil 2:17, Rom 9:3, Musa Kel 32:32, tentu ber-sama2 dengan Tuhan Yesus 1Kor 3:9.

12 nama suku bangsa Israel ditulis dengan huruf meterai. Memikul beban itu bukan asal memikul, tetapi dengan tujuan membawa seluruh anggota tu-buh Kristus kepada kesempurnaan Ibr 13:17, Kol 1:28. Inilah jalan untuk tum-buh kepada kesempurnaan, menang-gung beban untuk disempurnakan, me-layani dengan kasih dan tanggung ja-wab (Yesus Yoh 6:39/ 17:12). Tiap2 orang harus mempunyai tanggung ja-wab sedikit atau banyak Kel 18:18,21 (10,50,100,1000 dst). Semua harus be-lajar pikul beban untuk menjadi sem-purna 2Tim 2:20-21 mulai dari yang kecil Luk 16:10. Kalau Musa tidak memikul beban, ia tinggal di padan Median, ia tak akan menjadi sempurna. Tetapi waktu ia memikul beban, ia tumbuh begitu banyak sehingga akhir-nya ia menjadi sempurna.

Dalam bingkai emas = dengan hati yang tulus dan suci jangan ada maksud2 fana dan kotor 2Kor 2:17, Gal 2:16-17.

 

  1. SABUK EFOD.

Seperti sabuk imam, tetapi dengan emas = sempurna, seperti Tuhan Yesus Wah 1:13/ 15:6. Siap melayani dengan penuh kuasa dan karunia2Nya dan pe-nyerahan sepenuh. Siap untuk masuk dalam api Zak 13;9, siap untuk mati dalam pelayanan. Api itu akan menyala Luk 12:49 dan kalau sudah menyala, orang2 yang sempurna ini akan tetap melayani dan inilah pelayanan orang sempurna dari tahta Allah turun kepada tubuh Kristus Yoh 1:51.

 

  1. LEMPENG DADA. Kel 28:15-29/ Kel 39:8-21.

Efod = lambang kesempurnaan. UKuran lempeng dada ini empat persegi de-ngan 12 permata, ini adalah gambaran Yerusalem baru Wah 21:9-10.

Sejengkal = ukuran Allah Yes 40:12, ukuran kesempurnaan Allah Ef 5:27 tanpa cacat cela, dalam segala segi, suci seperti Kristus Ef 4:13, 1Yoh 3:2. Tanda2 ukuran Allah mulai nampak. Kuasa Allah begitu besar Yoh 14:12, sehingga segala hukum2 dunia mulai dikuasai, tidak lagi berlaku baginya. Macam2 mujizat dan kuasa ber-tam-bah2 (dengan iman, tumbuh dalam iman). Kalau seorang tumbuh terus se-perti Yesus, maka pasti kuasa dan kemuliaan yang luar biasa (sempurna) ini akan menyertainya. 12 Permata adalah kemuliaan Gereja yang sem-purna. Sengsara karena Kristus = ke-muliaan Rom 8:17-18, 1Pet 4:14, Wah 21:26. Belajar menerima segala seng-sara karena Tuhan Yesus yang memulai dan menyempurnakan iman kita Ibr 12:2.

 

  1. URIM DAN TUMIM. Kel 28:30 (Urim = terang Tuhan = penyempurnaan).

Suatu rahasia. Dengan ini imam besar dapat mendengar langsung suara Tuhan, sehingga tahu dengan pasti pimpinan Tuhan, Bil 27:21. Selalu betul 1Sam 23:9/ 30:7. Sebab itu tak ada yang tersembunyi bagi Allah Ibr 4:13. Dalam hal2 sulit Israel menunggu imam besar yang ada Urim dan Tumim Ezra 2:63. Begitu semua tafsiran2 yang su-kar2, yang tertutup akan terbuka se-mua, dengan adanya Urim dan Tumim dalam Gereja yang sempurna. Memang harus menunggu, tak boleh dipaksakan 1Kor 4:5, tetapi semua pasti terbuka Mat 10:26-27. Ini marifat atau penge-tahuan yang sempurna, dengan kata lain pikiran Kristus di dalam kita men-jadi sempurna, sehingga kita tahu de-ngan sempurna tentang diri kita sendiri 1Kor 13:12 dan sekitarnya Kis 5:3.

Tak boleh lepas dari Efod = selalu dalam kesucian yang mutlak. Tanpa kesucian, tak ada suara/ faedah 1Sam 28:6. Kesucian dan suara Allah sejalan Mat 5:8. Apakah Urim dan Tumim ini ada di dalam kita? Perasaan hati yang sempurna seperti Tuhan Yesus, misal-nya Yoh 6:6, sebab Bapa ada di dalam Dia dengan sempurna Yoh 8:17-18. Biar kesaksian Roh dalam perasaan hati kita Rom 9:1 tumbuh sampai sempurna, yaitu suara Roh Tuhan seluruhnya, suara kita nol, Dia sepenuhnya.

 

  1. SERBAN dari Lenan, akan kemuliaan dan perhiasan. Kel 28:37,40/ 39:28 ~ pemikiran yang suci. Pikiran akan suci kalau kita menunjukkannya ke SAna. Paulus Gal 2:20, Pil 1:21, usa Ibr 11:27, Tuhan Yesus Ibr 12:2b, pikiran dipu-satkan di sini akan lekas menjadi najis. Janganlah perkara2 di bumi menguasai pikiran kita, jangan menjadi tujuan kita, ini tujuan yang rendah, cepat menjadi dosa dan tinggal dalam dosa. Jangan pelayanan dan ibadat untuk perkara2 duniawi yang fana, akan mudah jatuh dalam dosa Hak 17:10, tetapi biar pikir-an dan angan2 kita ke Sana, sehingga kita disucikan dan penuh dengan peng-harapan yang heran 1Yoh 3:3.

 

  1. LEMPENG EMAS = Lempeng mahko-ta kesucian dari emas Kel 28:36-38/ 39:30-31. Dari emas murni diukir de-ngan ukiran meterai: Kesucian kepada Allah. Maksudnya seperti Harun me-nanggung segala kesalahan benda2 suci yang dipersembahkan Israel dan me-reka diterima di hadirat Tuhan. Inilah kehidupan dengan seluruh pikiran yang suci, masa lalu, sekarang dan yang akan datang Gal 5:24 sehingga Tuhan yang berkehendak di dalam dia Pil 1:21; 2:13. Pelayan2 Tuhan harus meng-arahkan segala persembahan lahiriah dan rohaniah umat Tuhan sedemikian sehingga diterima Allah, yaitu dengan motif yang tulus dan suci kepada Allah Mat 6:1-3. Jangan merangsang roh je-mawa, tak mau kalah, ber-lomba2 un-tuk dipuji, janji2 kosong dsb. Juga orang yang menyerahkan diri bagi Tuhan, biar dengan satu maksud saja, yaitu hidup untuk Kristus.

 

Nyanyian:

Tuhan angkatkan jiwaku,

lebih dekat kepadaMu.