LIM 07 – Pentahbisan Imam – Imam ( Bag. 2 )

IMAMAT 8:6. HARUN DAN PUTRA-PUTRA-NYA, DIBASUH DENGAN AIR.

Jangan lupa pelayanan atau Imamat dalam Wasiat Lama ini khusus untuk imam2, seperti seorang profesional. Tetapi dalam Wasiat Baru pelayanan itu juga untuk kaum awam, pelayan Tuhan part time. Semua orang perca-ya, semuaanggota tubuh Kristus bisa dan wajib menjadi imam2 di hadapan Allah 1Pet 2:9, sekalipun dimulai dari pelayanan yang paling kecil (meskipun sebagai anggota tubuh yang paling kecil seperti rambut), tetapi sebagai seorang Imam, tetap harus disucikan di hadapan Allah, sekalipun se-hari2 pe-kerjaannya dalam bidang sekuler. Lebih2 di akhir zaman, ini sangat pen-ting, sebab bukan hanya yang full time tetapi juga yang part time (kaum awam) akan mengalami rencana Allah yang indah, seperti yang dinubuatkan dalam Maz 68:12 atau Yez 37:10, tetapi semua harus melayani dan tumbuh, ber-buah2, lebih2 kalau masuk dalam golongan Tuhan Yesus II (dari antara generasi akhir zaman, akan ada yang masuk dalam golongan Tuhan Yesus II, yang tidak mati, tetapi ikut dalam pengangkatan, bahkan ada yang menjadi sempurna! (Ketertiban dalam golongan Tuhan Yesus II, lebih2 1551 sangat keras 2Kor 10:6).

Pelayan2 Tuhan harus dibasuh atau dicuci dgn air sampai bersih.

Ada 2 arti air, yaitu air di kolam Mat 3:5, Rom 6:4.Pembasuhan (seperti arti yang di sini, yaitu air dari Kolam Pembasuhan) dan air F.T. untuk pencu-cian lebih lanjut Ef 5:26. Pelayan2 Tuhan harus disucikan.

Dalam pelantikan (pada permulaan pelayanan) harus dipilih orang2 yg sungguh2 mau dan sudah disucikan. Ada banyak ayat2 yg dapat dipakai un-tuk pencucian ini, misalnya: 1Tim 3:1-13 (bukan orang yang baru bertobat!), Tit 1:6-9, 2Kor 6:17, Yes 52:11, Wah 18:4 dll.

Orang yg belum bertobat, belum lahir baru (masih cinta dosa, belum dapat cinta kebenaran dan benci dosa Ibr 1:9) itu belum dapat diberi tang-gungjawab pelayanan. Harus orang2 yg sudah bertobat dan lahir baru dan mau dinasehati dan disucikan terus menerus lebih lanjut.

Tiap2 pelayan pekerjaan Tuhan, baik formil dalam Gereja maupun yang tidak formal di luar Gereja, perlu mem-perhatikan hal ini.

Musa menyucikan Harun. Ingat Harun itu kakak Musa, tetapi Musa adalah nabi Allah, dan Harun dengan rendah hati menurut pada adiknya, tetapi lebih tepat menurut kepada azis Allah, untuk disucikan. Pelayan2 Tuhan haruslah orang yang cinta kebenaran, kalau salah, mau dinasehati atau ditegur dan berubah. Pelayan Tuhan yang suka berontak dan melawan Tuhan (dan pemimpin2nya), tidak bisa disucikan, juga tidak bisa dipakai untuk pelayanan. Ia sendiri bisa celaka, bahkan bisa mencelakakan orang lain (seperti Achan, Saul dll). Harus mau terima nasehat dan teguran, kalau tidak, tidak bisa dipakai dalam pelayanan. Ams 29:1.

Perlu dinasehati kekurangan2 dan kegagalan2nya, ditunjukkan salah/ dosa2nya, dan diterangkan supaya semua boleh diperbaiki dan menjadi suci di hadapan Tuhan dan makin mahir pikul salib dan melayani pekerjaan Tuhan. 2Tim 2:15.

Semua pemimpin2 dalam ladang Tuhan wajib menyucikan semua anggota2 dan hamba2 Tuhan lainnya yg di dalam tanggung jawabnya, dari permulaan dan untuk selanjutnya. Bahkan juga diantara saudara2 Yoh 13:14. Bukan dgn sombong dan dalam roh memerintah, tetapi dgn rendah hati, sambil memeriksa menjaga dirinya sendiri. Gal 6:1-2.

Juga Tuhan Yesus menyucikan kaki murid2Nya, ini suatu pekerjaan yg “hina” Yah 10:14. Mengapa pekerjaan membasuh ini hina? Sebab Tuhan Ye-sus merendahkan diri duduk di kaki murid2Nya dan mencuci kakinya seper-ti pekerjaan seorang hamba pencuci kaki. Orang yg mau menyucikan diri, harus rendah hati, baru ia akan berhasil membersihkan kotoran2 dari perjalan-an hidup saudara2nya yg lain. Jangan merasa lebih besar, dan menghakimi, tetapi dgn lemah lembut menyucikan dosa2nya Gal 6:1.

Ingat kita harus berlaku sebagai saudara, bukan sebagai hakim Yak 4:12 (lebih2 pemimpin2, dituntut lebih ba-nyak untuk menyucikan pelayan Tuhan yang ada dalam tanggungjawabnya). Juga sebagai Tabib (seperti Kristus Mat 9:12) bukan sebagai pembunuh seperti iblis. Tabib yang sudah berusaha itu maksimal gagal tetapi tidak membunuh Yoh 10:10.Memang ada yang melawan, tidak mau disucikan, sehinggatidak se-muanya menjadi suci; Yudas tak dapat disucikan sekalipun sudah dicuci ber-kali2 Yah 13:10, tetapi 11 murid yang lain mau disucikan. Begitu orang2 yang mau terus-menerus mempersembah-kan korban bakaran dan korban karena dosa! Jadi semua pelayan2 Tuhan juga harus mau disucikan danrendah hati supaya kalau ada dosa, kesalahan, ke-lemahan, kekeliruan mau disucikan (di-arahkan, dinasehati, dikoreksi, ditegur atau kalau perlu ditindak kalau salah). Semua pelayan2 dalam Gereja (koor, musik, kaum muda, Sekolah Minggu, administrasi, team doa, pelayan2 khu-sus dsb. juga pelayan di luar Gereja), semua harus disucikan, sehingga Allah berkenan selalu dan menyertainya. Biasanya yang mau disucikan, akan bisa mendengar peneguhan dari Roh Kudus, sebab Roh Kudus akan meyakinkan kalau hidupnya benar 1Yoh 3:21, Rom 9:1. Juga kalau ada dosa atau kesalah-an, Roh Kudus akan mengingatkan dan menyadarkan kesalahannya Yoh 16:8.

Jangan keraskan hati kalau Roh Kudus berbicara Ibr 3:15.

** Pencucian ini perlu terus-menerus, yaitu:

  1. Kalau ada dosa, harus segera diber-sihkan habis2an. Seharusnya kita selalu berdiri benar di hadapan Tuhan. Lebih baik lagi kalau kita memeriksa diri sen-diri senantiasa Maz 139:23-24, sehing-ga tidak perlu disucikan lagi, tetapi tetap hidup dalam kesucian 1Pet 4:1, Rom 6:2, 2Pet 1:10, Jd 24 dll.

Kita harus bisa memeriksa dirinya sendiri dengan Firman Tuhan, Roh Ku-dus, persekutuan (saling menasehati) dan lewat semua peristiwa2 dalam pe-layanan dan hidup se-hari2, supaya tetap suci dan terus meningkat seperti Kristus. 1Kor 11:28.

  1. Terus tumbuh dalam kesucian yang makin tinggi, bahkan terus meningkat sampai kesucian yang mutlak seperti Kristus. Kita disucikan dari segala kemungkinan2 berdosa, sehingga tidak lagi berdosa, tetapi taat dan bisa tumbuh dalam tabiat baru yang makin suci dan mulia seperti Kristus.

Kita harus bisa menguji dan meme-riksa diri sendiri dengan rutin, dalam terang F.T. dan Rohulkudus, sehingga ia bisa tetap benar di hadapan Allah. Ka-lau seorang makin rohani, ia makin disucikan, makin mengerti Firman Tu-han, makin peka mendengar suara Roh, ia akan bisa melihat lebih jelas, seba-gaimana kita sendiri diketahui orang lain Mat 7:2-5.Tanpa disucikan, peker-jaan Tuhan dinajiskan, tak mungkin di-perkenankan Tuhan, tak mungkin bisa tumbuh dan ber-buah2 dari Tuhan.

Semua ini diperlukan dalam pentah-bisan Imam2, supaya didapatkan imam2 yang memperkenankan Tuhan. Tanpa hidup, cara2 dan tujuan yang suci, pekerjaan dan pelayanan pekerja-an Tuhan tak mendapat berkat dan rahmat Tuhan, bahkan mendatangkan celaka, juga atas imam2nya sendiri se-perti Im 10:2. Tetapi imam2 yg ditah-biskan dengan betul, hasilnya luar bia-sa, jadi berkat, sehingga bala kematian-pun dapat dibatalkan Bil 16:47; Israel didamaikan dgn Grafirat yg dibuat Ha-run Imam yang suci di hadapan Allah.

Catatan tambahan tentang:

Tiga macam korban dalam pentah-bisan imam, yaitu korban karena dosa, korban karena salah dan korban lan-tikan (Im 8:2 dalam Lim04=05=06).

Apakah perbedaan korban karena dosa dan korban karena salah?

Korban karena dosa itu untuk mena-ngani dosa secara umum; mengorban-kan daging, daging dimatikan, sehingga tidak timbul dosa lagi.

Manusia itu bisa dibagi dalam 2 atau 3 bagian:

  1. 2 bagian: Manusia batiniah dan ma-nusia lahiriah (the inner man dan outer man). Lihat buku: “Tubuh, nyawa, roh dan tebus tubuh” dalam daftar buku PBZ, www.tulang-elisa.org).
  2. 3 bagian yaitu tubuh, nyawa, roh.

Manusia batiniah yaitu pribadi manusia yang sebenarnya, itulah rohnya.

Manusia lahiriah adalah tubuh dosa yang terdiri dari tubuh dan nyawa = hidup. Benda2, hanya terdiri dari “tu-buh” atau benda tanpa nyawa atau kehidupan, tetapi tubuh manusia atau binatang yang masih hidup terdiri tubuh (= benda) dan nyawa yaitu hi-dup. Tubuh daging atau manusia lahi-riah ini seperti kurungan atau tempat dari roh yaitu manusia batiniah.

Tubuh daging = manusia lahiriah ini belum ditebus, menunggu tebus tubuh. Sebab itu tubuh daging ini tetap dikua-sai hukum dosa dan maut, sehingga condong pada dosa (Yoh 3:19) dan dengan mudah atau spontan melaku-kan dosa karena ada dalam kuasa hukum dosa dan maut. Tetapi orang2 baru dapat mengalahkan hukum dosa dan maut Rom 8:2, sehingga kita bisa menahan, atau  menyangkali atau mati-kan tubuh daging dan meniadakan hu-kum dosa dan maut, supaya jangan jadi dosa; Tubuh daging ini pabrik dosa seperti orang2 dunia, orang yang tidak percaya pada umumnya. Kalau tidak ditahan, akan terus berbuat dosa. Memang tubuh dosa ini masih dikuasai dosa, sehingga bisa sakit, bisa menua, bisa mati dan condong (terus didorong) pada dosa Yoh 3:19. Tetapi dengan hidup di dalam Kristus, kita bisa menga-lahkan hukum dosa dan maut Rom 8:2.  Tubuh daging ini harus dimatikan su-paya pabrik dosa ini berhenti mempro-duksi dosa, Jadi pabrik dosa atau tubuh daging ini harus ditekan, dibuat tidak berdaya = dikatargeokan Rom 6:6, se-hingga tidak produksi dosa. Ini tujuan korban karena dosa, daging ditekan, di salib, dimatikan, dikatargeokan se-hingga tidak menghasilkan dosa, tetapi tubuh batiniah atau roh kita dikuatkan supaya hidup, jadi makin kuat dan taat pada Firman Tuhan.

Memang daging dan roh (tubuh daging dan tubuh roh = orang dalam) itu saling bertentangan (keinginan tu-buh daging, yaitu manusia lahiriah ber-tentangan dengan roh kita, yaitu ma-nusia batiniah kita, itu saling berten-tangan supaya kita tidak menurut ke-duanya, tetapi salah satu. Tetapi de-ngan pimpinan Roh Kudus kita me-nguasai keduanya, kita yang menen-tukan mau menuruti yang mana! Gal 5:16-17.

Jadi korban karena dosa itu berarti menyangkal diri, mematikan daging su-paya kita tidak menuruti kehendak da-ging.  Menyalibkan atau mematikan da-ging itu sakit. Harus mau korban! Te-tapi orang yang mau merasai sakit dalam daging seperti Putra manusia Yesus, ia akan berhenti berbuat dosa, daging (atau pabrik dosa ini) dihen-tikan, tidak berbuat dosa, sampai pada waktu menjadi sempurna atau sesudah mati, pabrik dosa (tubuh daging ini) mati total.

Jadi inilah korban karena dosa, yaitu mematikan daging secara umum sehingga daging dimatikan, tidak ditu-ruti, tidak berbuat dosa, tetapi menurut Roh melakukan kehendak Allah.

Korban karena salah.

Adalah korban karena salah yang ter-tentu. Kalau orang itu mau bertobat, menyesali dosanya dan berhenti dari dosa, maka ia harus membereskan dosa itu sesuai Firman Tuhan dan kemudian mempersembahkan korban karena salah kepada Tuhan, sehingga dosanya dihapuskan dan dilepaskan dari segala ikatan dosa oleh kuasa darah Yesus.

Jadi korban karena salah itu karena ada perbuatan salah yang tertentu dan orang itu mau bertobat, berhenti ber-buat dosa, maka ia mempersembahkan korban karena salah, bertobat, mema-tikan daging khususnya dalam hal kesalahan itu sehingga diampuni dosa-nya dan ia harus berhenti berbuat dosa.

Arti rohani korban bakaran adalah salib, mengalami atau jadi korban kare-na Kristus; misalnya dalam melakukan segala perintah dan hukum2 Tuhan. Sebab untuk taat ini, itu bertentangan dengan kehendak dan keinginan da-ging. Daging harus dimatikan (inilah korban) supaya kita bisa mentaati Firman Tuhan, melakukan kehendak-Nya. Kalau daging tidak disangkali, disa-libkan, dimatikan, maka sulit atau tidak sanggup mentaati Firman Tuhan. Misal-nya untuk taat akan Firman Tuhan da-lam hal rendah hati, mengampuni, me-ngasihi, setia, tekun, mendahulukan kerajaan Surga, hidup benar, dst, itu semua bertentangan dengan daging. Orang yang menuruti daging itu sulit, tidak sanggup atau tidak mau taat akan Firman Tuhan. Tetapi orang yang mau menyangkali, mematikan daging, bisa kuat dan sanggup melakukan Firman Tuhan (orang yang sudah lahir baru itu benci berbuat dosa dan suka taat akan Firman Tuhan, ia berubah dan ke-inginannya berubah seperti Kristus. Ibr 1:9.

Kesimpulan:

Jadi orang beriman harus selalu mem-persembahkan korban bakaran (diper-sembahkan setiap hari dalam bait Allah, yaitu tubuh dan hidup kita 1Kor 3:16). Orang beriman yang ingin berke-nan pada Tuhan itu mempersem-bahkan daging ini (tubuh daging, secara rohani) di atas mezbah. Rom 12:1.

Inilah korban bakaran. Jadi korban bakaran itu terus menerus, rutin, juga korban karena dosa istimewa waktu mengambil keputusan untuk taat akan pimpinan Roh sesuai Firman Tuhan, daging harus dimatikan, ini korban ka-rena dosa. Tetapi korban karena salah itu hanya kalau jatuh dalam dosa, maka untuk pemulihan perlu ada korban karena salah.

 

Korban tahbisan.

Untuk dilantik dalam tugas dan jabatan tertentu, juga harus dengan korban lantikan yaitu mematikan daging, supa-ya dalam tugas pelayanan atau jabatan ini, dilakukan dengan benar sesuai Fir-man Tuhan, bukan dengan dosa, bukan untuk kemegahan diri sendiri, bukan untuk mencari keuntungan2 tertentu, atau dengan motive2 yang salah, tetapi untuk melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan Allah! Ini pengorbanan (mematikan daging) waktu dilantik (di-tahbiskan). Jadi untuk dilantik dalam pelayanan dan jabatan2 tertentu, harus ada korban, harusselalu dengan me-nyangkal diri. Putra manusia Yesus elakukan tugasNya dalam dunia untuk melayani dan menebus manusia, itu hidup dengan pengorbanan, dengan mematikan daging.

Ia datang bukan untuk kemegahan, bukan untuk dipuji dan dihormati, bu-kan untuk ber-lazat2 menuruti ke-inginan atau kehendakNya sendiri, bu-kan untuk mencari kepuasan daging bagi kehendak dan kemuliaanNya sen-diri, tetapi Ia datang menyangkal diri, mematikan daging untuk menjadi hamba manusia. Mat 20:28.

Jadi tugas dan jabatanNya itu adalah pengorbanan, bukan untuk menuruti kehendakNya sendiri. Ini lain dari pelantikan penjabat dunia. Mat 20:25-27

Jadi menjadi hamba Tuhan, jabatan atau pejabat dari Tuhan itu lain dengan pejabat duniawi. Ini adalah pengor-banan, bukan untuk mencari kepujian. Jangan be-rebut2an jabatan untuk ke-pujian dan kemuliaan sendiri, tetapi ini pengorbanan yang ditentukan Tuhan. Beberapa orang ber-lomba2 berebut kedudukan pemimpin dan jabatan2 lain seperti cara2 dalam dunia, dengan banyak mengeluarkan uang dan biaya dll, sebab tujuannya kepujian dan ke-muliaan daging dan ini salah di ha-dapan Allah. Sebaliknya kalau kita di-pilih Tuhan, diangkat Tuhan itu dengan korban tahbisan, dengan penuh pe-ngorbanan seperti Kristus yang men-jabat tugasNya dengan pengorbanan, bahkan sampai mati tersalib. Ini yang betul sehingga disertai dan diurapi oleh Tuhan dengan tanda2 dan kuasa. Bu-kan seperti di dunia dengan pergu-mulan dan dengan banyak dosa dan kebencian serta menghalalkan segala cara, sehingga dosanya makin banyak, melimpah. Ini cara duniawi. Jangan be-rebut2 kedudukan, tetapi kalau Tuhan yang memilih, terimalah dengan penuh pengorbananan, korban tahbisan, yaitu seperti Kristus. Kita menjabat dengan penuh pengorbanan melayani sebagai hamba, sebab kepu-jian kita hanya dari Tuhan saja Rom 2:29, 1Kor 1:31.

Nyanyian ;

Melayani Yesus bertambah manis.

PERMINTAAN BANTUAN DOA.

WA: 08213 1111 682