LIM 02 – Kesimpulan Imamat – Oleh Pdt. Jusuf B.S

Kanak – kanak Dalam Wasiat Lama susunan masya-rakat Israel terdiri dari:

  1. Perempuan.
  2. Laki2 berumur di atas 20 tahun, yang ikut berperang dan dihitung (kanak2 dan perempuan tidak dihitung).
  3. Orang Lewi.
  4. Imam.
  5. Imam besar.

Golongan2 ini timbul dengan kelahiran dan seumur hidup tidak bisa berubah (kecuali anak laki2 sesudah 20 tahun berubah, dihitung dan bisa berperang). Tidak boleh ada perubahan, istimewa Imamat dalam Kemah Suci atau bait Allah. Ini ditegaskan Allah dalam protes orang Israel dan penetapan Allah de-ngan memilih tongkat Harun Bil 17:1-8.

Dalam Wasiat Baru, sesudah per-caya Tuhan Yesus, ditebus oleh da-rah Yesus, semua mendapat kesem-patan yang sama untuk ikut dalam pelayanan, asal memenuhi syarat2 Firman Tuhan. Semua bisa berubah dan tumbuh da-lam pelayanan imamat rohani, sebab:

  1. Semua orang lama yang percaya menjadi orang baru dan bisa tetap menjadi orang baru dan bertumbuh untuk selanjutnya.
  2. Semua orang percaya sudah dibeli oleh darah Tuhan Yesus 1Kor 6:19-20, semua harus memuliakan Allah, mela-kukan kehendak Allah dalam hidupnya dengan segenap Roh dan jiwa raganya.
  3. Bisa berubah dari orang berdosa menjadi orang benar, orang suci, dan akhirnya menjadi orang sempurna.

Perubahan atau pertumbuhan ini adalah kehendak Allah bagi umat-Nya untuk bertumbuh maksimal.

 

Dalam Kristus kita bisa bertumbuh terus sampai akhir hidup:

  1. sesudah percaya kita berubah, dari orang berdosa menjadi orang benar dan dihitung oleh Tuhan, seperti orang Israel yang berumur 20 tahun ke atas.
  2. Dalam Kristus tidak ada perbedaan antara laki2 dan perempuan Gal 5:28, semua bisa sama2 bertumbuh.
  3. Pertumbuhan yang normal adalah, segera lahir baru harus dibaptis air dan Roh, sehingga menjadi orang beriman yg betul, hidup dipimpin Roh Rom 8:14.

Kalau sudah percaya, tidak penuh Roh Kudus itu tidak normal Ef 1:13, sebab itu Petrus dipanggil ke Samaria supaya orang2 yang sudahpercaya dan sudah dibaptis dalam air, bisa langsung penuh dengan Roh Kudus Kis 8:15-17. Juga di Efesus Kis 19:1-7. Semua (12 orang) penuh dengan Roh Kudus.

  1. Sesudah penuh Roh Kudus mereka harus selalu hidup penuh dan dipimpin Roh dan sambil melakukan kehendak Allah, terus bertumbuh dengan 7 KPR (Kebutuhan Pokok Rohani) seperti orang yang hidup dalam Ruangan Suci.
  2. Akhir dari pertumbuhan di dunia adalah daging mati sama sekali (~ Tirai) lalu menjadi sempurna. Adalah ke-hendak Allah, orang beriman menjadi sempurna dalam dunia, bukan besok dalam Surga, tetapi di dalam dunia, sebab tidak ada pertumbuhan rohani lagi di Surga. Pasti bisa sebab ini ke-hendak dan rencana Allah meskipun tidak semua menjadi sempurna, jum-lahnya jauh lebih sedikit daripada orang yang hanya selamat (seperti ke-rucut), yaitu hanya 144.000 orang Wah 14:1. Sebab orang suci yang mau terus dipimpin Roh, dengan pertolongan Fir-man Tuhan (2Tim 3:16, 2 gomer manna Kel 16:22) dan terus dipimpin Roh sejak lahir baru Rom 8:14, seperti Kristus Mat 4:1, Luk 4:1-4, bisa tumbuh sampai seperti Kristus 1Kor 11:1, menjadi se-perti Bapa Mat 5:48, Yoh 10:35. Dalam Wasiat Lama ada Musa, Elia, Henokh yang menjadi sempurna, sekalipun Elia pernah putus asa minta mati 1Raj 19:8. Dalam Wasiat Baru, oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus jumlahnya jauh lebih banyak.

Israel ber-edar2 di padang gurun selama 40 tahun Bil 14:33-34.

Ini bukan kehendak dan rencana Allah, sebab seharusnya sesudah Israel keluar dari Mesir, merekalangsung me-nuju Kanaan. Ber-edar2 40 tahun di padang gurun adalah model orang yang tidak percaya, setengah hati seperti orang2 Israel yang ber-sungut2 sampai 10 kali melawan Allah Bil 14:22. Begitu orang2 yang tidak sungguh2 percaya, setengah hati, duniawi, suam, maka mereka ber-edar2 di padang gurun ~ Halaman, sehingga rohaninya tidak tumbuh seperti kanak2 atau perem-puan Israel (tingkat Halaman). Ini mo-del hidup orang yang tidak normal, bukan kehendak Tuhan. Orang yang baru bertobat harus secepatnya men-jadi orang yang bisa hidup suci dipim-pin Roh (perlu dibimbing dalam perse-kutuan orang2 beriman), sebab proses ini adalah satu kali lompat seperti bayi yang lahir, langsung ada tanda darah, air dan roh (bersuara, menangis), yaitu

bertobat, mati lepas dari hidup lama (tanda darah Mezbah Korban Bakaran), dibaptis, tinggalkan hidup lama jadi baru 2Kor 5:17, Kol 3:9-10 (tanda air, baptisan air, kolam), dan langsung pe-nuh Roh Kudus (~ Pintu Kemah), se-hingga bisa hidup penuh dan dipimpin Roh, melakukan kehendak Tuhan dan terus bertumbuh (masuk Ruangan Suci, lewat Pintu Kemah, ini baptisan Roh Kudus). Ini harus secepatnya dan inilah model yang normal yang direncanakan dan diharapkan Tuhan. Orang yang sungguh2 mau percaya dengan sege-nap hatinya akan mengalaminya, de-ngan terus hidup menikmati 7 Kebu-tuhan Pokok Rohani, sehingga bisa ber-tumbuh sampai pada akhir hidupnya menjadi sempurna seperti Kristus 1Kor 11:1.

Berapa banyak orang yang tumbuh tidak normal (lambat) dalam setiap Gereja tidak sama, tergantung dari be-berapa faktor. Ada Gereja2 yang hanya sedikit orang2 yang “masuk Kanaan”, tetap di padang gurun (~ Halaman),dan ada yang lebih banyak, biasanya yang penuh dan dipimpin Roh. Jangan men-jadi kanak2 rohani (Ibr 5:12-14), tetapi seharusnya penuh gairah dan tumbuh terus dalam Firman Tuhan dan 7 KPR 1Pet 1-2, Kis 17:11). Juga jangan men-jadi Kristen perempuan yang tidak mau pikul salib, tidak mau berperang de-ngan daging, dunia dan iblis, tetapi kita harus menjadi laki2 rohani mau dan mahir pikul salib 1Kor 16:13. Bahkan seharusnya semua orang beriman, sebab sudah dibeli dengan harga tunai, memuliakan Allah dengan tubuh dan rohnya, yaitu melayani sebagai garam dan terang dunia Mat 5:14-16.

Memang banyak orang yang mela-yani, tetapi sebagian sebagai orang Lewi (sampai Halaman saja, dengan kekuatannya sendiri), tetapi sebagian seperti imam2 sebab penuh dan di-pimpin Roh (dalam Ruangan Suci), sehingga hasilnya jauh lebih besar Zak 4:6, sebab dalam hidup dipimpin Roh ada hikmat dan kuasa Roh Kudus. Seharusnya memang demikian, sebab kita semua bukan saja menjadi orang Lewi, tetapi juga jadi imam2 1Pet 2:9. Semua orang beriman punyak hak dan kesempatan yang sama, sebabTuhan adil. Kita semua harus hidup baru dan boleh melayani, bahkan wajib lebih2 dalam Roh dan hidup terus menerus dalam kesucian seperti Imam2 Allah.

Inilah kesimpulan Imamat bagi orang Wasiat Baru yang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, lahir baru menjadi Imam2 bagi Tuhan. Jangan sampai hanya seperti orang Lewi, lalu merosot seperti kanak2 dan perempuan (yang juga boleh masuk sampai Halaman), tetapi tidak melayani. Jangan menjadi kanak2 rohani yang suam seperti Ge-reja Laodikea atau sebab tidak mau menyangkal diri, sehingga selalu jatuh bangun dalam dosa, kembali hidup dalam dosa seperti Gereja2 Tiatira, Pergamus, bahkan mati seperti Sardis.

BAB III. PAKAIAN IMAM

Pakaian ini disebut pakaian pelayanan atau pakaian kudus atau pakaian kesucian.

Imam ini memakai:

Jubah Linen yang berwarna putih.

– Di dalam ada celana juga dari linen halus berwarna putih, itu celana pen-dek dari pinggang sampai ke paha.

– Lalu di luar ada ikat pinggang atau sabuk linen.

– Di kepalanya ada kulah, yaitu topi yg dibuat dari kain linen, dibuat sede-mikian rupa sehingga menjadi topinya, namanya adalah kulah. Di dalam Alki-tab istilah itu sering ber-ubah2, tetapi di dalam KJI kita memakai satu istilah saja sesuai dengan KJ dan bahasa aslinya.

Pakaian Imam Besar itu sama dengan pakaian imam tetapi topinya diganti namanya SERBAN dan ada satu mah-kota dari emas, yaitu lempeng emas dengan tulisan kesucian kepada Tuhan.

Di atas baju ini ada Efod, yang akan diterangkan lebih lanjut dalam pakaian Imam Besar.

Keluaran 28:39 Dan hendaklah engkau menenun jubah linen halus dan hendaklah engkau membuat kulah dari linen halus dan hendaklah kau perbuat ikat pinggang dari pekerjaan dengan jarum.

ARTI ROHANI.

PAKAIAN ini menceritakan tentang kehidupan kita. Pakaian itu tidak boleh bernoda. Wah 3:4.

Pakaian itu menceritakan tentang kehidupan.

Kita yang sudah bertobat, sudah ditebus, sudah disucikan, kita harus mempertahankan, memelihara hidup kita di dalam kesucian, jangan dinajis-kan oleh dosa. Kesucian itu harus dipe-lihara (1Yoh 5:18, 2Pet 1:10). Tetaplah di dalam sifat2 yang baru bahkan terus tumbuh di dalam kesucian.

Pakaian tanpa noda, yaitu suatu hidup tanpa noda. Semua dosa2 yang lama sudah dibereskan dan disucikan oleh darah Yesus, lalu berjalan sesuai dengan Firman Tuhan (Maz 119:11), doa (1Tim 4:5) dan kuasa Roh Kudus dalam pelayanan dengan tidak bernoda (Kis 1:8). Kalau kita mau hidup dalam kesucian dengan pertolongan Roh Kudus, pasti bisa sebab Allah sanggup menolong kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya yaitu hidup dalam ke-sucian, tidak lagi menuruti daging.

Jangan sampai pakaian itu menjadi kotor (Zak 3:4) dengan dosa apapun. Di sini ada satu penglihatan bahwa Imam Besar yang pakaiannya kotor, harus dibuang pakaiannya, diganti dengan pakaian yang baru, artinya dosa2 yang ada, yang timbul harus dibereskan (seharusnya imam2 tidak boleh lagi hidup dalam dosa, sebab begitulah se-harusnya kehidupan Imam2). Semua dosa harus dibuang, betul2 bertobat dan hidup dalam kesucian. Diampuni, sehingga pakaian yang kotor dile-paskan, diganti dengan pakaian yang baru.

Di dalam (Luk 15:22), anak terhilang itu bertobat, dia kembali, ini orang berdosa yang baru bertobat. Tetapi imam2 harus sudah bisa hidup dalam kesucian, tetap suci.

Kita harus disucikan di dalam selu-ruh segi hidup kita, baik di dalam ke-uangan dan nafkah, juga dalam hal hidup nikah, dalam pelayanan dan da-lam setiap segi kehidupan kita. Kita harus betul2 melaksanakannya, sehing-ga kita bisa tumbuh makin suci. Dengan alasan apapun, jangan kembali hidup dalam dosa.

Kesucian itu seperti bukit, dan naiklah sampai ke puncaknya, yaitu suci sampai sempurna seperti Kristus.

Kita harus memperhatikan untuk bisa bersukacita memakai 7 Kebutuhan Po-kok Rohani, yaitu pikul salib, dipimpin Roh dalam kesucian (lulus dalam setiap pencobaan dan ujian), tekun dalam doa dan belajar Firman Tuhan, saling menasehati dalam persekutuan tubuh Kristus, dan terus tinggal dalam pim-pinan Roh Kudus, sehingga kita terus disucikan dalam setiap segi, hal ini harus diperhatikan dan dilakukan. Pa-kaian imam2 ini menceritakan satu hidup yang benar, yang suci di hadapan Tuhan dalam segala segi hidup kita. Maz 132:9.

Jangan sampai pakaian itu jadi kotor (Zak 3:4) Imam yang pakaiannya kotor, harus dibuang pakaiannya, tidak berlayak di hadapan Tuhan dalam pelayanan, bisa kena hukuman yang dahsyat. Mat 22:11

Pakaian yang tidak layak, hidup yang tidak layak dengan panggilannya. Baiklah kita berpakaian yang layak (1Pet 2:21) seperti Kristus. Kita harus memiliki pakaian yang benar, yang layak, yang suci.

SIAPAKAH IMAM2 INI?

Zaman dahulu yang bisa disebut imam hanyalah Harun dan anak2nya. orang lain sekalipun ingin, tetapi bukan anak2 Harun tidak dapat jabatan ini, hanya khusus untuk Harun dan anak2nya.

Dalam pemberontakan Korah, Da-tan, Abiram, mereka ingin melayani, tetapi mereka ditolak, mereka dihukum sebab melanggar ketentuan Allah. Juga yang lain 250 orang mati dibakar de-ngan api dari Allah, menyedihkan, mati terbakar sebab ingin melayani Bil 16. Juga raja Uzia, ingin melayani, dia mengambil bokor pedupaan itu, tahu2 dia menjadi kusta. Jadi dalam Wasiat Lama yang boleh melayani hanya Harun dan anak2nya.

Siapa sebetulnya imam2 itu dalam zaman sekarang?

Ada yang menafsirkan bahwa imam2 ini adalah Pendeta dan tua2 sidang, lalu anggota itu hanya disamakan dengan orang Isrel, sehingga yang boleh pe-layanan hanya pendeta, tua2 sidang boleh, tetapi terbatas, kemudian ang-gota biasa, yaitu orang Israel, tidak boleh melayani sama sekali. Zaman dahulu tafsiran seperti ini sangat populer.

Dalam Wah 1-6 dikatakan bahwa Imam adalah orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus (ayat 5). Juga dalam 1Pet 2:5,9. Sekarang zamannya penger-tian sudah banyak terbuka. Pada waktu zaman Henokh, ia sudah mengerti rahasia akhir zaman Jud 14, padahal Henokh itu turunan Adam yang ke-7, begitu luar biasa, sehingga ia bisa tumbuh menjadi sempurna.

Pelayanan itu luar biasa, kalau dilakukan dengan tulus dan betul, satu kesempatan yang luar biasa untuk ber-buah banyak bagi Tuhan, dan tumbuh sampai menjadi indah2 bahkan sem-purna 2Tim 2:20-21.

Pada akhir zaman akan timbul satu tentara besar yang memberitakan kabar kesukaan Maz 68:12.

Suatu tentara yang besar dan ini dige-napkan zaman kita sekarang. 50 tahun yang lalu belum seperti sekarang. Hal ini masih baru, 50 tahun lalu masih ada yang dimarahi atau dikata-katai kalau ada kaum awam yang melayani. Bukan saja hanya full time, tetapi part time dan setiap orang beriman, bisa me-layani Tuhan. Ini kesempatan yang luar biasa, yang dulu belum ada dan banyak orang menggunakan kesempatan ini, asal sesuai dengan syarat2 dari Firman Tuhan.

Adakah kita hidup seperti imam2 dan berpakaian: Pakaian kesucian imam2? Kalau kita dengan tulus melayani, kita akan tumbuh luar biasa, ini satu hal yang ajaib dan yang perlu kita perhatikan:

Ada orang2 beriman atau hamba-ham-ba Tuhan seperti Yerobeam, mereka merubah Imamat dengan:

– dicocokkan menurut kebutuhan ma-nusia.

– dicocokkan dengan kebutuhan zaman.

– dicocokkan dengan kesukaan orang banyak.

Terjadi satu Imamat yang berapi-api luar biasa, bahkan sukses, tetapi itu melawan Firman Allah.

Yerobeam membuat Imamat sendiri, mengangkat orang semaunya sendiri, mana2 yang menguntungkan, mana2 yang bisa menarik orang banyak, ma-na2 yang bisa mendukung dia. Yero-beam menentukan cara2 sendiri dan sekarang mereka beribadat kepada Tu-han dan lembu emas. Dan itu membuat orang Israel jadi begitu keji, dan me-reka diserahkan, ditawan; Israel dise-rahkan kepada Asyur; dan dibuang, tidak tahu dimana, sebab itu menjadi kebencian Allah yang luar biasa.

Pelayanan harus memakai pakaian imam. Kita melihat pakaian imam dalam skema Kemah Suci (Pakaian Imam ~ Ruangan Suci, pakaian Imam Besar ~ Ruangan Maha Suci). Orang Lewi melayani di Halaman, tetapi Israel tidak boleh, sekalipun boleh masuk Halaman.

Bedanya pakaian imam dan imam besar itu menceritakan tentang bagai-mana kita bisa masuk dalam kesem-purnaan. Bedanya itu Efod. Ini raha-sianya bagaimana dengan pelayanan orang bisa tumbuh dalam kesucian, bahkan sampai dalam kesempurnaan. Ini sangat menarik. Jangan ikut Tuhan separuh-separuh, tetapi harus mati2an, dengan sepenuh hati.

Im 16:4 Sebab itu imam-imam dan Imam Besar harus mandi dahulu, baru sesudah bersih berpakaian kesucian. Ini berarti:

  1. Harus sudah lahir baru, jadi baru.
  2. Pakaian2 pelayan ini tidak boleh me-nutupi kotoran. Begitu pula dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Jangan mengunakan sukses2 pelayanan atau tugas2 pelayanan untuk menyembu-nyikan dosa, atau kotoran2 rencana jahat. Mungkin manusia dapat kita ti-pu, tetapi kita tidak dapat menipu Tu-han! Tuhan mengetahui niat, rencana dan cita2 kita sekalipun disembunyikan di belakang macam2 tugas atau keper-luan atau sukses pelayanan.

Yudas (Yoh 12:6); Gehazi (1Raj 5:22) menyembunyikan keinginan akan uang di belakang pelayanannya.

Yerobeam (1Raj 12:26,28) menyembu-nyikan keinginan akan tahta di bela-kang pelayanannya.

Setan ingin menanamkan macam2 perkara dosa dibelakang pelayanan, tetapi kita harus belajar tetap tulus dan jujur di hadapan Tuhan (2Kor 2:17). Tuhan akan memberi segala keinginan dan kerinduan hati kita yang suci.