LIM 01 – Lewi, Imam, Imam Besar – Oleh Pdt. Jusuf B.S

PENDAHULUAN IMAM-IMAM

BAB I

IMAM DAN IMAMAT

Imam adalah orang yang menjadi pe-rantara antara manusia dan Allah.

Imamat adalah pelayanan atau peker-jaan seorang imam.

Ada 2 bentuk keimaman, yaitu dalam Wasiat Lama dan Wasiat Baru, yaitu sesudah Golgota (Kristus menye-lesaikan pekerjaan-Nya memperdamai-kan manusia dengan Allah).

Dalam Wasiat Lama.

Dalam Wasiat Lama kita melihat Ima-mat itu dibagi lagi, yaitu:

  1. Sebelum Taurat (zaman Musa), yai-tu lewat pelayanan Malkisedik (Kej 14:18-19, Maz 110:4, Ibr 5-7) yang menjadi perantara dengan Allah.
  2. Dalam zaman Taurat, pelayanan Imamat ini dijabat oleh orang Lewi, yaitu turunan Harun dengan segala peraturan2 yang diberikan dengan lengkap, tetapi secara harfiah.

Dalam Wasiat Baru.

Yang menjadi perantara manusia de-ngan Allah adalah Tuhan Yesus Kristus Yoh 14:6 yang menjadi Imam Besar bagi kita Ibr 4:14-16. Tidak ada per-antara yang lain kecuali Tuhan Yesus. Bahkan orang2 beriman dalam Wasiat Baru juga dijadikan imam2 bagi Allah 1Pet 2:9. Dengan Kristus, orang2 ber-iman diutus untuk memperdamaikan orang berdosa dengan Allah 2Kor 5:19-21. Jadi semuanya ini prinsipnya sama, mulai dari Malkisedik, Imamat dalam zaman Taurat dan sekarang oleh Tuhan Yesus dan orang2nya.

Imamat dalam Wasiat Lama itu kalau selubungnya dibuka (2Kor 3:14), maka akan tepat sama seperti Kristus dan tubuh-Nya yang memperdamaikan manusia dengan Allah.

Demikianlah cara Tuhan yang ajaib untuk menyelamatkan orang berdosa, memperdamaikannya dengan Allah, sehingga merdeka dari tangan iblis, lepas dari dosa dan akibatnya, selamat masuk dalam Surga kekal.

BAB II

SUSUNAN UMAT TUHAN

Dalam umat Tuhan, Wasiat Lama kita mendapatkan orang2 sbb:

  1. Orang kafir di tengah2 umat Tuhan, misalnya hamba, orang yang tertawan dll. Sebagian masuk menjadi umat Tuhan dengan cara2 tertentu. Orang kafir tidak boleh tinggal di tengah2 orang Israel (kecuali yang menjadi milik orang Israel), sebab Israel itu diasingkan dari orang2 kafir di seki-tarnya Kel 33:16. Lebih2 di dekat dan di dalam Kemah Suci (atau Kaabah Allah) orang2 kafir sama sekali tidak boleh ada di dekatnya, apalagi masuk, bisa dihukum mati, sama sekali tidak boleh.

(Kita bisa memakai istilah lain untuk orang kafir, yaitu  orang berdosa atau bukan orang beriman, sebab arti secara umum dari orang kafir bisa berbeda).

Jadi orang2 yang bukan orang Israel (orang kafir) tidak boleh ada dekat dengan Kemah Suci, apalagi masuk ke dalamnya, kecuali waktuIsrael berdosa dan ditinggalkan Tuhan, sehingga dikalahkan bangsa2 lain Maz 79:1, Yes 60:11, Nud 1:10.

Dalam Wasiat Baru justru diharapkan orang kafir masuk iman Rom 11:25, bahkan semua kita itu asalnya dari orang kafir yang kemudian percaya Tuhan Yesus.

 

  1. Orang Israel, umat Tuhan.

Ini terdiri dari:

2.a. Orang Israel pada umumnya. Mereka boleh masuk Kaabah atau Kemah Suci sampai di Halaman saja, kecuali kalau najis, harus disucikan dahulu, baru boleh masuk kembali. (Orang yang najis, misalnya diarhee, menjamah mayat, penyakit2, lebih2 kusta). Orang Israel dalam Wasiat Baru adalah orang2 yang sudah percaya, lahir baru, menjadi umat Tuhan yang beribadah dan melayani Tuhan. Syarat minimum untuk ibadah dan pelayanan adalah hidup benar atau suci di ha-dapan Allah. Tanpa kesucian kita tidak bisa beribadah atau pelayanan dengan betul, tidak bisa memandang atau menghadap Allah Mat 5:8.Mereka se-waktu2 boleh masuk dalam Halaman, tetapi harus suci, tidak najis. seperti Adonia, Yoab 1Raj 1:51; 2:28-34. Me-reka yang berdosa seperti Yoab, sekalipun masuk bait Allah, tetap dihukum. Orang yang sudah percaya Tuhan tetapi tetap hidup dalam dosa akan tetap binasa, hilang kesela-matannya Mat 7:21.

2.b. Orang Lewi, hanya boleh masuk sampai Halaman.

2.c. Imam2, boleh masuk dalam Ruangan Suci, bahkan setiap hari untuk mematikan dan menyalakan Pelita, membakar dupa di atas Mezbah, juga di atas roti dari Meja Roti Pertunjukan.

2.d. Imam besar. Boleh masuk sampai Ruangan Maha Suci, tetapi hanya 1 kali dalam 1 tahun pada hari Grafirat de-ngan membawa darah dari Mezbah Korban Bakaran dan pedupaan dari Mezbah Dupa Ibr 9:7, Im 16:2,14,15.

Ketiga golongan ini setiap hari masuk dalam Kemah Suci atau bait Allah untuk melakukan Imamat, sebab mezbah Tuhan dan alat2 dalam Kemah Suci harus dipelihara setiap hari.

 

  1. Suku Lewi.

Lewi adalah putra Yacob III (Kej 29:34). Ia bukan anak sulung, tetapi ia diangkat menjadi imam bangsa Israel, sebab:

  1. Hidup benar. Kel 32:25-29 semua orang Israel menyembah lembu emas, tetapi Lewi tidak mau, sebab itu Tuhan memberkati mereka. 3.000 orang yang menyembah lembu emas dibunuh oleh orang Lewi yang disuruh Musa. Orang2 yang mau menyucikan diri dan taat akan Firman Tuhan, tidak ikut arus orang banyak dalam dosa2nya, ini orang2 Lewi yang berkenan kepada Tuhan.
  2. Taat akan kehendak Tuhan.

Pada waktu orang2 Israel protes, mengapa hanya suku Lewi yang dipilih Tuhan, maka tongkat setiap suku diba-wa masuk di hadapan hadirat Tuhan dan tongkat Lewi yang di atasnya tertulis nama Harun, itu yang dipilih Tuhan Bil 17:1-8. Dalam pelayanan itu bukan ambisi atau keinginan kita yang dipilih Tuhan, tetapi Tuhan yang me-nentukan, yaitu orang2 yang berkenan kepada-Nya, istimewa dalam pelayan-an2 yang penting dan besar. Banyak orang be-rebut2an kedudukan seperti orang dunia karena ingin puji dll keuntungan jasmani, tetapi dalam pekerjaan Tuhan yang suci, orang2 yang awet dipakai Tuhan dan berkenan pada Tuhan, selalu berusaha memper-kenankan Tuhan dengan taat akan kehendak-Nya. Jangan seperti orang dunia atau Yohanes dan Yacobus dan ibunya, tetapi yang penting orang dengan jabatan yang tinggi itu juga harus bisa minum cawan sengsara Kristus, bisa menyangkal diri dari segala dosa dan kedagingan, maka Tuhan yang akan memilih kita bukan semau kita sendiri, apalagi karena mau menuruti daging Mat 20:20-34, Mrk 10:40. Orang yang ambisi atau be-rebut2an kedudukan itu selalu menimbulkan banyak keributan Mat 20:24.

  1. Tidak dapat tanah pusaka.

Suku Lewi tidak dapat pusaka seperti orang Israel lainnya, sebab Tuhanlah pusakanya. Ul 10:9.

Orang2 Lewi ini hanya mendapat kota2 serta tanah sekitarnya untuk tempat tinggal  mereka, supaya cukup untuk hidupnya dan juga sekaligus kota2 orang Lewi ini menjadi kota perlindungan untuk orang yang lari ke sana sebab tidak bersalah/ tidak sengaja.

Ada 48 kota diantara seluruh suku bangsa Israel Yus 21:3 dst.

Orang2 yang diangkat Tuhan adalah orang2 yang indah, yang tidak memi-kirkan hal2 jasmani, tetapi mencari hal2 rohani yang kekal, yaitu Tuhan menjadi pusakanya Kol 3:1-2. Orang yang mencari dan mengejar hal2 dari bawah, apalagi bercintakan perkara2 duniawi ini, mereka itu bertuhankan perkara2 yang sia2 dan tidak berkenan kepada Tuhan Mat 6:24, ini bukan orang Lewi.

  1. Perhitungan orang Israel dan orang Lewi. Orang Israel yang dihitung itu dari umur 20 tahun ke atas Bil 1;18. Tetapi orang Lewi dihitung itu sejak umur 1 bulan Bil 3:15. Di hadapan Tu-han orang2 Lewi itu sangat berharga, bahkan sejak umur 1 bulan dan mereka sudah dihitung oleh Allah. Begitulah orang2 yang dengan tulus dan sung-guh2 melayani Tuhan itu dihitung oleh Tuhan lebih indah, lebih berharga. Se-harusnya semua orang beriman (dalam Wasiat Baru) itu adalah hamba2 milik Allah seperti orang Lewi 1Kor 6:19-20. Tetapi ternyata tidak semua orang mau mengakui bahwa dirinya adalah milik Allah dan sebagai hamba atau budak yang dibeli, ditebus oleh Tuhan, se-hingga mau menyerahkan diri kepada Tuhan untuk melakukan kehendak Allah. Orang2 yang mengakui hidupnya milik Allah dan mau taat melakukan kehendak Allah dalam hidupnya, itu seperti orang Lewi dan mereka akan dipilih Tuhan. Ada orang beriman yang tidak mau taat sebagaimilik Allah, itu seperti orang2 Israel yang baru umur 20 tahun masuk hitungan. (Ini saatnya bisa berperang). Kalau ada problem dan kesukaran, baru mau taat, mau berperang, baru mau mengakui milik Kristus supaya ditolong oleh Tuhan. Tetapi orang2 yang cinta Tuhan, yang mengerti bahwa ia sudah ditebus, merdeka dari dosa oleh Kristus, meng-akui dirinya milik Tuhan dan mau taat, maka Tuhan akan nyata dalam hidup-nya, sebab Allah kita itu Mahakuasa. Jangan menjadi orang Kristen biasa, yang tidak mau mengakui hidupnya milik Tuhan Pil 1:21, tetapi yang mau mengakui dan taat akan penuh dengan Roh dan diperkenan Tuhan dari permulaan penyerahannya, dan Tuhan akan memakainya dengan indah dan tumbuh dalam kemuliaan-Nya.
  2. Pelayanan orang Lewi.

Ada banyak pelayanannya bahkan bo-leh dikatakan semua pelayanan dalam bait Allah / Kemah Suci. Orang2 Lewi yang melakukan bongkar pasang Ke-mah Suci dan memikulnya sesuai dengan pimpinan Tuhan, yaitu sesuai dengan tiang awan dan tiang api.

Juga pelayanan2 semua bejana2 dalam bait Allah, dalam membantu pe-ngorbanan2 binatang dll, dalam menyanyi dan main musik dalam bait Allah, bahkan dalam semua pekerjaan dalam bait Allah dan mendidik umat Tuhan. Semua pelayanan dalam Gereja harus dilakukan oleh orang2 Lewi, inilah orang2 yang mengakui dirinya milik Allah dan taat akan hukum2 Allah serta hidup dalam kesucian, sebab me-reka semua menggandar benda2 Allah Yes 52:11, 2Kor 4:17. Bukan hanya Imam dan Imam besar, tetapi setiap orang Lewi harus menyucikan dirinya untuk menjamah pekerjaan Tuhan yang suci, maka Tuhan akan menjadi pu-sakanya, menjadi kemuliaan yang kekal.

Jangan melayani Tuhan hanya ka-rena pintar, berpendidikan atau berkedudukan. Itu semua tidak berarti bagi Allah, sebab pekerjaan Tuhan itu bukan perkara2 yang mulia dalam dunia, tetapi kemuliaan ilahi yang kekal, yaitu dalam kesucian Allah yang tidak bisa dicampur dengan perkara2 dosa. Memang tingkat2 kesucian itu sesuai dengan pengertian dan tingkat rohaninya, tetapi harus ada kemajuan dan pertumbuhan yang makin me-ningkat; Kita harus terus meningkat, mulai dari tanah menjadi kayu, menjadi perak dan akhirnya menjadi emas seperti Kristus 2Tim 2:20-21.

  1. Pakaian orang Lewi.

Pakaian imam2 dan imam besar dice-ritakan dengan rinci dan lengkap. Te-tapi pakaian orang Lewi dalam pela-yanan tidak diterangkan dengan jelas. Hanya ada sedikit keterangan bahwa pakaiannya adalah kain linen putih yang halus Bil 8:21, 1Taw 15:27. Ini juga adalah pakaian mempelai Surgawi Wah 19:8, yaitu kebenaran orang2 suci. Sekalipun sederhana, tetapi ini sangat penting, pakaian linen putih.

Dalam segala segi hidup dan pela-yanan kita selalu benar di hadapan Allah sebagai orang2 suci-Nya. Ini ada-lah dasar dari pakaian imam dan imam besar yang dihiasi dengan banyak hal2 yang mulia. Dasar dari semua pela-yanan bukan keahlian atau kepintaran tetapi hidup benar, berkenan pada Tuhan dan taat akan pimpinan Roh Kudus. Kalau Tuhan yang memimpin, kita akan mencapai sukses yang besar2, tetapi bukan karena hendak mencari kepujian, tetapi untuk memper-muliakan Tuhan, menangkan jiwa2 dan menyenangkan hati Tuhan. Pahala kita di dalam Surga mulia dan juga di dunia Tuhan memberi segala kelengkapan, seberapa banyak kita mampu mene-rima dan menanggungnya dengan tidak sampai berdosa.

ORANG2 ISRAEL.

Orang2 Israel pada umumnya (12 suku bangsa Israel) itu juga terdiri dari:

Anak2 orang Israel.

Mereka tidak dihitung, baru yang berumur 20 tahun. Mengapa tidak dihitung? Sebab belum bisa berperang, baru umur 20 tahun bisa berperang. Ini orang2 yang tidak mau atau belum bisamenyangkal diri, tidak bisa ber-perang melawan musuh yaitu iblis Ef 6:12. Jangan kita menjadi orang2 yang lemah dan tidak bisa berperang. Seringkali anak2 hanya minum susu, tidak cukup untuk orang dewasa Ibr 5:12. Susu menceritakan hanya janji2 kesukaan dan berkat2 saja. Kita harus mendapat makanan keras untuk orang dewasa, yaitu bisa menyangkal diri, be-rani berkorban dan mematikan ke-hendak sendiri/ daging dan taat akan Firman Tuhan, sehingga kita bisa mengalahkan musuh. Orang yang terus jatuh dan kalah oleh dosa, kalau tidak bertobat sampai ke akhir akan hilang, tidak termasuk hitungan Allah.

Mereka yang berumur 20 tahunke atas dihitung, ini yang bisa berperang melawan musuh dan bisa menang. Kita harus segera tumbuh dan menjadi kuat di dalam Tuhan, meskipun masih baru (orang yang baru percaya, masuk Pintu Gerbang yang lebarnya 20 hasta, sudah harus mulai bisa berperang Luk 9:23). Sungguh2 punya keputusan untuk ikut Tuhan Luk 12:57 mau menyangkal diri untuk taat pada pimpinan Roh Kudus sehingga bisa menang dan masuk dalam hitungan Tuhan.

Perempuan. Ini juga tidak bisa berperang hanya ikut2an. Kalau yang laki2 menang, mereka ikut bersukacita dan menang, tetapi kalau kalah mereka ikut kalah, ditawan atau mati. Ini orang2 yang tidak punya pendirian sehingga hanya ikut2an, perlu dibim-bing terus. Waktu datang angin, ombak dan hujan akhirnya roboh. Orang2 seperti ini dalam pelayanan (ada banyak tantangan dan serangan iblis) akan roboh dan binasa Mat 7:24-28. Harus punya pengertian, limpah Firman Tuhan, penuh dan dipimpin Roh serta bisa bersekutu dalam Roh dalam tubuh Kristus. Biarpun sendirian tetap kuat dan punya pendirian dan bisa menang.

Dalam Wasiat Baru, orang beriman, yang percaya Tuhan Yesus itu terdiri dari:

  1. Orang benar (Halaman).
  2. Orang suci (Ruangan Suci), dan
  3. Orang sempurna (Ruangan Maha Suci).

Kita harus terus bertumbuh.

KESIMPULAN.

Setiap orang Kristen harus bisa mela-yani sebagai hamba2 milik Allah, men-jadi garam dan terang, mengalahkan iblis, dunia dan daging, sehingga menjadi indah dan terus tumbuh dalam kesucian sampai akhirnya menjadi seperti Kristus. Jangan menjadi kanak2 dan perempuan yang tidak berdaya, tetapi semua harus menjadi orang Lewi yang melayani.