M4090 – Filipi 4:4. Bersukacita Di Dalam Tuhan

SELALU BERSUKACITA.

Ada 2 macam sukacita, yaitu sukacita dari dunia dan dari Kristus (Surga).

  1. Sukacita dari dunia itu hanya se-mentara Ibr 11:25. Seperti bunyi kayu yang dibakar, sebentar habis Pkh 9:6, seperti perempuan yang berzina, se-bentar lagi haus lagi, berzina lagi, haus lagi, dosanya makin banyak makin ter-siksa Yoh 4:13. Juga Salomo tidak per-nah puas, haus terus, sampai meng-halalkan segala kesukaan dosa yang keji2 Pkh 2:10. Bahkan dalam terta-wapun hati berasa sakit Ams 14:12-14. Sebab pada orang dosa tidak ada sejah-tera, karena diikat dan diperhambakan dosa oleh iblis.
  2. Sukacita dari Tuhan sangat indah danbisa memancar terus sampai mati, bahkan bersambung terus sampai hi-dup yang kekal Yoh 4:14. Sukacita dari Tuhan itu ajaib, tidak bisa hilang, seka-lipun kena hantaman apapun Yoh 16:22, luar biasa. Bahkan terus ber-tambah, makin lama makin dalam Yez 47:1-5. Kalau ada sukacita dari Tuhan, makamatipun tidak lagi jadi celaka, tetapi menjadi untung sebab masuk Surga, sehingga pengharapannya men-jadi nyata Fil 1:21.

Adalah kehendak Tuhan supaya kita selalu dan terus menerus sejahtera dan bersukacita di dalam Tuhan, sebab ini adalah hasil pekerjaan Roh Kudus, yaitu kita masuk dalam kerajaan Surga. Kera-jaan Allah itulah kebenaran, sejahtera & sukacita Rom 14:17. Sesudah perca-ya Tuhan Yesus, kita sudah masuk da-lam kerajaan Allah, yaitu kerajaan Sur-ga Luk 11:20, duduk di dalamnya Ef 2:6.

INI TANDANYA KALAU KITA DUDUK DI SURGA, yaitu:

  1. Hidup dalam kebenaran (jangan lu-pa MAK DSY). Orang yang hidup benar ada dalam kerajaan Surga. Dalam Ke-mah Suci (= bayangan kerajaan Surga Ibr 8:5) orang benar ada di dalamnya.
  2. Ada sejahtera Pil 4:7. Selama kita dipimpin Roh, sekalipun dalam kea-daan yg tidak memungkinkan, kita akan tetap merasa sejahtera, seperti Paulus, Petrus dalam penjara Kis 12:6; 16:25.
  3. Ada sukacita. Di dalam Kristus kita bisa terus bersukacita Pil 4:4, sebab ada sungai air hidup yang terus me-ngalir dalam hati kita Yoh 4:14.

Banyak orang meremehkan sukacita ini, sebab yakin bisa menanggung seng-sara salib karena Kristus. Menanggung sengsara karena Kristus itu betul, tetapi dengan cara yang betul, yaitu dengan sukacita Kis 5:41, bahkan dengan bang-ga Gal 6:14, sebab semua sengsara ka-rena Kristus yang kita tanggung itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga Rom 8:17-18.

III. KALAU TIDAK BISA BERSUKACITA,

itu berarti:

  1. Ada yang tidak beres. Kalau kita beres di hadapan Tuhan, sekalipun ada ancaman atau ada alasan kuat secara akal untuk menangis dan berdukacita, kita masih bisa bersukacita paling sedi-kit ada sejahtera, tenang,tidak dikuasai perasaan hati yang gelisah, bingung, takut, sedih, marah, emosi dsb. Kalau kita tidak bisa bersukacita itu tidak beres.Beres berarti tidak ada dosa, Roh Tuhan ada di dalam kita dan kita siap melangkah untuk taat dipimpin Roh Mat 4:1. Ini keadaan orang yang beres di hadapan Tuhan, siap melangkah berjalan dengan Tuhan.
  2. Dikuasai perasaan hati sehingga mu-dah ber-ubah2, mudah bingung, susah, takut, kuatir, stress dll. Ini keadaan yang bisa menjerumuskan kita dalam bahaya, sebab kalau dikuasai perasaan hati, bingung, takut, panik dll, bisa ber-kata2, mengambil keputusan dan tin-dakan yang salah, bahkan salah besar sehingga bisa celaka. Jangan dikuasai perasaan hati atau emosi. Kita harus tetap dikuasai Roh Kudus dan oleh Roh Kudus kita bisa menguasai perasaan hati kita. Kalau masih ada kesukaran berdoalah dalam Roh dan kebenaran beberapa saat (kalau ada dosa harus membuat pemberesan) sampai kita jadi tenang, sejahtera dan bisa kembali bersukacita sekalipun keadaan menu-rut akal tidak memungkinkan!
  3. Dikuasai kedagingan, sehingga me-nuruti daging bukan menurut Roh Gal 5:16-17, Rom 8:13-14. Ini keadaan yang lebih berbahaya, sebab akan timbul dosa dalam pikiran, perkataan, per-buatan, karena dikuasai dan diperalat iblis. Jangan sampai kita tidak bisa ber-sukacita karena marah, jengkel, mang-kel, pegel, benci, emosi dsb, sehingga timbul banyak perbuatan dosa. Ini keadaan jelek dalam kuasa iblis. Sebab itu jangan kehilangan sejahtera dan sukacita, harus tetap bisa bersukacita bukan ber-teriak2 ketakutan atau su-sah, atau karena marah dan benci sehingga me-ngata2i, memukul dll tan-pa bisa dihentikan, iblis akan bebas me-makai orang beriman yang bodoh se-perti ini. Sebab itu juga jangan sampai kehilangan sejahtera dan sukacita, dan salah satu cara untuk mencegahnya adalah terus hidup benar dan terus berdoa dalam Roh senantiasa dan tetap lemah lembut sekalipun orang2 di sekitar kita emosi, marah2 dan be-ringas, ganas, lupa daratan Fil 4:5. Minta pimpinan Tuhan untuk bisa ber-tindak dengan cerdik, dengan hikmat Roh, sehingga tidak bersikap bodoh di tengah2 orang2 yang dikuasai setan Mat 10:16.

TETAP TENANG, SEJAHTERA DAN BISA BERSUKACITA.

Supaya:

  1. Bisa mendengar suara Roh Wah 2:7, Yes 30:21. Orang yang dikuasai pe-rasaan hati dan kedagingan tidak akan bisa mendengar suara Roh, tetapi suara daging dan setan saja. Kalau dipanasi orang lain, bisa tambah emosi. Ini bisa menimbulkan banyak celaka dan malapetaka.
  2. Bisa berpikir dengan waras, benar, sempurna 1Pet 4:7. Sebab itu ber-jaga2lah supaya tetap benar, sejahtera dan sukacita tanda dari pekerjaan Roh Kudus. Jangan sampai dikuasai pera-saaan hati, daging, sehingga pikirannya jadi kacau, apalagi kalau harus meng-ambil keputusan, bisa ngawur dan sa-ngat celaka.
  3. Tetap dipimpin Roh, tandanya ada sejahtera dan sukacita Roh Kudus. Kalau tidak ada sejahtera dan sukacita Roh, itu tanda2 jelek, akan beralih ke pihak gelap. Ini bisa pelan2, bisa cepat.

Kalau dosa mulai bekerja, hati jadi gelisah dan kacau, tiada sejahtera Rom 3:17. Ini bisa makin parah, jangan di-biarkan, kembalilah dalam sejahtera dan sukacita Roh. Jangan bodoh atau keras hati dalam dosa, segera bereskan dan kembali dikuasai (mau dipimpin Roh), sehingga kembali dalam kebe-naran, sejahtera dan sukacita Roh Ku-dus! Kalau tetap keras hati dalam dosa, itu berarti melawan Roh (Kis 7:51) mendukacitakan Roh Ef 5:30, mema-damkan Roh Kudus 1Tes 5:19 sampai menghojat Roh Mat 12:31 sehingga akhirnya Roh Kudus meninggalkannya.

Jadi sukacita dari Tuhan itu tanda penting, jangan sampai hilang ber-sama2 dengan kebenaran dan sejah-tera dari Roh Kudus. Kalau ada Roh Kudus dalam hati kita (seperti carang yang tetap lekat pada pokok), maka kita akan tetap bisa bersukacita, dan sejahtera, dan siap menghadapi segala perkara sampai lulus dan menang dalam pimpinan suara Roh Kudus. Lebih2 dalam menghadapi tahun2 yang akan datang dan hari2 yang dahsyat menjelang hari kedatangan Tuhan.

MENGAPA ORANG BERIMAN BISA SELALU BERSUKACITA?

Orang beriman itu sebetulnya adalah orang yang amat sangat beruntung, sehingga dalam segala sikon bisa bersu-kacita di dalam Kristus, yaitu sebab:

  1. Kita mendapatkan kerajaan Surga Luk 23:43. Kalau seorang mendapat se-buah istana, atau rumah biasa saja, itu sudah sangat untung, apalagi dapat Surga, mengapa bersusah, mengapa menuruti perasaan hati yang su-sah.Seharusnya tersiksa di Neraka ke-kal, sekarang dapat Surga untuk kekal. Karena satu sebab ini saja kita bisa bersukacita seumur hidup, luar biasa perbuatan Allah yang amat besar. (Ingat Lazarus yang paling miskin dan menderita masih bisa bersukacita se-bab punya Surga, ber-sama2 dengan Abraham).
  2. Diampuni dan merdeka dari dosa, sehingga bisa hidup suci. Dosa itu sumber siksaan dan penderitaan, sebab upah dosa itu maut Rom 6:23 ber-sambung sampai kekal dalam Neraka, tempat tangisan dan kertak gigi Mat 8:12; 13:42,50 dst. Memang berat tin-disan dosa! Yez 33:10, Ibr 12:1. Sebab itu orang yang diampuni dosanya itu sangat bersukacita. Anak terhilang waktu pulang diampuni, luar biasa senangnya, sebab ia bebas dari te-kanan dosanya, sekalipun saudaranya tidak senang hati kepadanya, ia tetap bisa bersukacita seperti pesta Luk 16:20-24. Apalagi untuk selanjutnya ki-ta jadi merdeka dari dosa, sehingga bisa hidup suci yang begitu indah, sangat menyenangkan Maz 29:2. Justru suci itu adalah kata kunci keindahan dan kesukaan Surga, sehingga kata2 yang terus keluar dari mulut4 mahluk hidup di Surga karena sukacitanya adalah suci, suci, suci Wah 4:8.
  3. Segala perkara menjadi kebaikan bagi orang yang cinta Tuhan Rom 8:28. Tidak ada perkara yang kebetulan yang terjadi pada kita, sebab Allah sanggup mengatur dengan mutlak segala se-suatu yang terjadi pada kita, begitu teliti sampai jumlah rambutpun dihi-tung Tuhan Mat 10:30. Kalau terjadi hal2 yang menyedihkan, merugikan, dan celaka, semua itu sudah diatur Allah sedemikian rupa, supaya kita bisa menang, tidak bereaksi dosa asal kita mau terus taat dipimpin Roh, sebab itu kita tidak perlu berdukacita, sebab pada akhirnya (kalau kita lulus, kalau taat dipimpin Roh pasti lulus), maka semua itu akan berubah menjadi ke-baikan bagi kita. Sebab itu kita tidak perlu susah atau putus asa? Allah kita Mahatahu, Mahakuasa, benar, adil dan cinta kita, pasti Ia sanggup menggenap-kan janjinya ini! Sebab itu tidak ada alasan untuk orang beriman putus asa dan menyerah lalu sedih menderita, tetapi tetaplah bersukacita seperti Paulus dalam penjara kesusahan. Marilah bergembira dan bersukacita, jangan tertipu daging dan perasaan hati untuk menuruti kesedihan sehing-ga justru terjerumus menjadi celaka! Tetaplah bersukacita di dalam Tuhan, bahkan Tuhan ekstra menekankan perintahNya ini Fil 4:4.
  4. Tahan uji. Kita hidup di dunia tidak se-mata2 dalam sikon yang menye-nangkan, sebab kita terus diolah dan diuji supaya tumbuh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus dan Bapa Mat 5:48, Yoh 10:35, 1Kor 11:1 dll. Sebab itu kita bisa memperkirakan akan ada banyak ujian, apalagi kalau kita tumbuh terus. Tetapi jangan kuatir atau takut sebab tidak mungkin ujiannya lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13, dan pasti lulus kalau terus taat dipimpin Roh, seperti Putra manusia Yesus Mat 4:1, Luk 4:1. Kalau sudah lulus, akan naik kelas, makin mulia 1Pet 4:14, dan se-nang sekali. Misalnya dengan orang jahat kita bisa mengampuni, bersikap bijak. Orang yang tidak bisa meng-ampuni itu tersiksa hidupnya, men-derita!

Ada mertua yang sakit hati, di-makan hati oleh menantunya sampai akhirnya mati lalu istri dan anaknya ikut meneruskan penderitaannya. Tidak pernah ada menantu mertua yang lang-sung bisa cocok, harus menyesuaikan diri, tetapi dengan kasih Kristus, de-ngan pimpinan dan kekuatan Roh Kudus, kita bisa salingmengampuni se-hingga jadi cocok seperti anak dan orangtua sendiri. Jangan menuruti pe-rasaan hati dan terus sedih, bisa hancur dalam tangan iblis. Tetapi kalau kita bersukacita dipimpin Roh, pasti lulus dan sekalipun masih belajar, bisa lulus dan senang. Juga kalau dihina, ter-singgung, direndahkan, tetapi kita bisa merendahkan diri, sehingga tidak sakit hati,tetapi bisa sejahtera dan sukacita! Ada banyak problem dari segala segi yang harus kita hadapi dalam peng-olahan dan ujian kita, tetapi dengan Tuhan kita pasti menang dalam segala godaan, ancaman, kesukaran dan apa saja, sebab pasti akhirnya semua itu menjadi kebaikan bagi orang yang cinta Tuhan, yang dipimpin Roh.

Tabiat baru itu sakit bagi daging, sebab tubuh daging tetap bereaksi de-ngan tabiat lama, tetapi itu kita ma-tikan dan kita hidup dalam tabiat baru, sebab itu bisa bersukacita selalu. Juga dalam hal uang, godaan sex, kesabaran dll dengan Tuhan pasti kita bisa menang dan tidak perlu bersedih hati, tetapi tetap bersukacita dalam Tuhan.

  1. Hidup dengan iman Rom 1:17, 2Kor 5:7. Meskipun kita belum melihat ha-silnya, sudah percaya, yakin, sebab itu sekalipun belum mengalami hasilnya, masih menderita dalam daging, kita sudah punya pengharapan yang indah dari janji Firman Tuhan, sehingga tidak perlu susah, tetap bisa sejahtera dan bisa bersukacita! Sebab itu menya-nyilah dengan sukacita, baik di rumah, di Gereja dan dimana mungkin, nya-nyian kemenangan iman! Sesudah me-nang, tuliskanlah dan saksikanlah untuk memuliakan Tuhan dan menguatkan saudara2 yang lain. Setiap orang yang punya iman, punya banyak pengalaman dan kesaksian iman. Ini aneh dan bertentangan dengan akal Yoh 20:29, tetapi ternyata jadi sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37 dan bagi orang yang bisa percaya Mrk 9:23.

Contoh dalam alkitab, dalam zaman sekarang dan dalam diri kita banyak sekali. Kalau orang beriman tidak punya kesaksian iman itu aneh, bahkan kesaksian iman kita tidak akan berhenti tetapi bertambah terus, sebab itu kita tidak punya alasan untuk sedih, tetapi alasan kuat untuk bersukacita di dalam Tuhan!

  1. Bisa berdoa otomatis dalam Roh Rom 8:26-27/ 1Kor 14:4,14. Kalau kita berdoa dalam Roh dan kebenaran itulah doa dengan teknologi ilahi yang luar biasa, sebab Roh Kudus sendiri yang berdoa syafaat untuk kita dengan suara mulut kita dengan bahasa Roh Kudus sendiri 1Kor 14:3. Ini doa otomatis. Di dunia belum semua bisa dilakukan dengan otomatis, tetapi doa dalam Roh ini, berfaedah untuk semua hal tanpa kecuali, sebab Roh Kudus yang di dalam kita itu maha kuasa, maha tahu dan mendoakan untuk semua keperluan kita dengan tepat! Apalagi dalam keadaan susah, kecewa, lemah, putus asa, bingung dan meng-hadapi problem apapun, Roh Kudus sanggup mendoakan untuk kita kepada Bapa dan doanya mulus, sempurna, pasti ada jawaban sesuai jadwal Tuhan. Sebab itu kita bisa terus bersukacita di dalam Tuhan sekalipun problem belum selesai, apalagi kalau hanya mengha-dapi perubahan perasaan hati, dengan Roh Kudus dan doa dalam Roh dan kebenaran, kita bisa menang dan bersukacita! Kekuatan kita sendiri ada batasnya dan bisa gagal, tetapi Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa, tidak mungkin gagal asal kita tetap mau dipimpin Roh-Nya, mencocokkan diri kita dengan pimpinanNya. Tuhan Yesus bergemar dalam Roh Luk 10:21 padahal bebannya sangat berat, sebab itu ia bisa tekun dan bersukacita. Kita bisa terus menerus bersukacita dalam Roh dan ini adalah kehendak Tuhan untuk terus bersukacita dalam Kristus.
  2. Tujuh kali dalam sehari memuji-muji Tuhan Maz 119:164.

7 x berarti sempurna, penuh. Tuhan menghendaki kita memuji2 Tuhan 7 x, sampai penuh setiap hari. Jangan mem-bisu lebih2 dalam dukacita dan pen-deritaan; sikap seperti ini cocok dengan siasat dan rencana setan tetapi cara se-perti ini bukan kehendak Allah! Nya-nyilah dengan sukacita atau dengan iman sampai sukacita penuh, dengan syukur memuji dan membesarkan Allah yang baik dan kasih. Nyanyikan juga janji2 Allah, bahkan pakai perasaan hati kita untuk bersyukur pada Tuhan dan bersukacita!

Ini kunci sukacita yang mudah, praktis dan dengan Tuhan pasti berhasil.

  1. Menangkan jiwa itu membuat Surga (yang sudah penuh sukacita) bisa eks-tra bersukacita, apalagi hati dan hidup kita Luk 15:7 dll. Sebab itu orang2 yang mengerti dan dipimpin Roh, waktu me-nangkan jiwa, akan juga besukacita oleh suasana Surga dan Roh Kudus.
  2. Makan Firman Tuhan itu penuh sukacita Maz 119:14, 16,103,162 dll. Firman Tuhan itu luar biasa menye-nangkan.
  3. Bersekutu dalam Tuhan Maz 133:1-3 Ef 4:3 1Kor 12:12 Sangat indah per-sekutuan dalam Kristus sebab ada kasih dan semua dalam kesucian, luar biasa. Juga diantara suami istri dan keluarga yang hidup dalam kesucian dan kasih Kristus, ada persekutuan yang indah, manis, sehingga bisa selalu bersukacita.
  4. Pikul salib itu ternyata manis Mat 5:8-10, Mat 11:28-30 dll sehingga jadi kemegahan Paulus dan kita Gal 6:14. Betul sakit bagi daging tetapi nikmat dalam hidup kita, sehingga tetap bisa bersukacita.
  5. Ibadah itu sukacita Maz 122:1 Ibr 10:25 dll.

 

KESIMPULAN.

Menjadi orang beriman itu untung sangat besar. Jangan sampai tertipu iblis, olehperasaan, daging dan kebo-dohan sehingga hilang sukacitanya lalu berdukacita. Adalah kehendak Tuhan untuk kita terus bersukacita sehingga kita bisa terus dipimpinRoh dengan bahagia. Jangan berdukacita, tidak ada alasan untuk itu kecuali kena tipu daya iblis.

 

Nyanyian:

Marilah bergembira.