M4082 – Lukas 2:41-52. Riwayat Maria (Bag.VIII)

Riwayat hidup “keluarga” Yesus.

Riwayat dari Putra manusia Yesus yang tidak berbuatdosa sama sekali (Ibr 4:15), itu seperti Anak domba yang tidak bercacat-cela 1Pet 1:19, yaitu:

  1. Tidak bisa dipisahkan dari riwayat hidup Yusuf dan Maria.

Riwayat Putra manusia Yesus sudah dipatok, direncanakan Allah (rencana Allah pasti jadi) sebagai suatu riwayat yang suci dan taat pada kehendak Bapa, sejak dari mulai turun dalam ra-him Maria sampai mati dan bangkit, lalu kembali ke sebelah kanan Allah Bapa.

Dari sudut keluargaNya, riwayat Putra manusia Yesus dapat dibagi 3 bagian, yaitu:

  1. Dari mulai ada sampai 12 tahun.
  2. Dari 12-30 tahun.

III. 30 tahun dan selanjutnya.

Bagian I Putra manusia Yesus se-cara manusiawi sangat bergantung ma-ti hidupNya dan pertumbuhan selanjut-nya dari Yusuf dan Maria, bahkan juga keadaan rohaninya yang tidak berdosa, tiada bercacat-cela, diasuh Yusuf dan Maria.

Bagian II peran Putra manusia Ye-sus disini makin besar, sebab sudah menjadi dewasa dan tetaptidak pernah berdosa. Bagian ini tetap dalam peng-awasan dan tanggungjawab Yusuf dan Maria. Karena itu Yusuf dan Maria juga tidak boleh bercacat-cela, sebab buah itu adalah hasil dari pohonnya dan pohon itu dikenal dari buahnya Mat 7:16-20. Sebab itu Tuhan mencari dan memilih orangtua yang juga tidak bercacat-cela. Ini tidak mudah dan dengan bijak dan tepat Allah memilih Yusuf dan Maria. Inilah orang2 yang sangat indah, rupa2nya mereka bisa hidup, tidak jauh dari kesempurnaan seperti Putranya.

Bagian III boleh dikatakan Putra manusia Yesus sama sekali tidak lagi tergantung dari Maria, tetapi pasti Maria tetap hidup berkenan pada Tu-han. Hidup Maria tidak mudah, sangat sulit, sebab ia sendiri harus tetap tidak bercela, lalu mengasuh putranya su-paya hidupNya juga tidak bercela. Dan kemudian, juga bersama anak2 lainnya (saudara2 tiri Putra manusia Yesus, anak Yusuf dan Maria yang lain) harus selalu harmonis, sehingga paling sedikit hidup Putra manusia Yesus di tengah2 mereka, tetap tidak bercela. Saudara2 tiriNya juga pernah (sering) memper-tanyakan cara hidup “kakak tiri” ini. Misalnya dalam Yoh 7:1-8. Tidak mu-dah hidup di tengah saudara2 yang me-ngenalnya, untuk tetap hidup tanpa dosa, lebih2 untuk Maria sebagai ibu-Nya untuk mengatur semua anak2nya ber-sama2 (umur Maria waktu itu kira2 55 tahun).

  1. Tekanan utama dalam mengasuh Anak ini bagi Maria adalah dia sendiri dan Putranya bisa tetap hidup dalam kesucian, tidak bercacat-cela. Kalau Pu-tra manusia Yesus cacat, berdosa, ma-ka rencana Allah batal. Betul rencana Allah pasti jadi, tetapi yang menjalani juga harus menyangkal diri, taat dipim-pin Roh, baru rencana Allah bisa genap, itu tergantung dari 2 pihak, Allah dan kita. Kita bukan robot atau mesin!

Jadi peran Maria sangat besar dan penting, sebab itu tidak heran banyak orang memperkirakan Maria itu men-jadi sempurna, bahkan kemungkinan ini besar. Kalau betul Maria menjadi sempurna, maka ia akan terangkat naik seperti Elia dan Henokh atau mati, langsung dibangkitkan seperti Musa. Tetapi kalau toh sempurna, ia tetap manusia, tidak boleh disembah kecuali Allah.  Sebab itu pelajaran riwayat hi-dup Maria yang ditulis dalam Alkitab  (bukan cerita2 yang ditulis di luar Alki-tab), menjadi contoh yang baik bagi kita seperti riwayat hidup yang lain (se-perti Musa, Abraham, Daud, Daniel dll). Lebih2 Maria adalah seorang perem-puan, sebab bukan saja laki2 yang in-dah dan berkenan pada Tuhan, juga perempuan, sebab Allah tidak membe-dakannya.

LUK 2:41-42. PUTRA MANUSIA BERUMUR 12 TAHUN.

Maria dan Yusuf orang yang berkenan, taat pergi ke Yerusalem 3x per tahun, tidak absen (Kel 23:14,17; 34:23-24, Ul 16:16 dll). Seluruh segi hidup mereka berkenan pada Tuhan. Salah satu tanda setia adalah setia beribadah ke Gereja dengan teratur sekalipun dengan pe-ngorbanan, bukan sesuka hati dan ke sana-sini. Kalau terganggu oleh peker-jaan dan kesibukan lainnya, berdoalah minta tolong Tuhan, kalau mau, Tuhan pasti sanggup membuka jalan, tetapi kadang2 dengan pengorbanan yang agak besar. Semua ibadah bahkan pela-yanan itu selalu dengan pengorbanan, tetapi tidak pernah sia2, asal tulus, ada pahala kekal, misalnya Mat 10:42; 19:27-29. Jangan ibadah atau pela-yanan dengan ber-sungut2, tidak dapat pahala bahkan hukuman.

LUK 2:43-45. YUSUF DAN MARIA KEHILANGAN ANAK.

Mereka tidak berdosa meskipun kehi-langan, tidak ber-sungut2 atau marah2. Segala segi hidup harus suci, tidak be-reaksi dosa. Problem dalam mengasuh anak selalu ada bahkan banyak sampai biasanya orangtuanya jadi lelah, tetapi jangan berdosa. Anak yang nakal harus dinasehati, diberi pengertian, kalau perlu dihajar supaya bertobat, tetapi jangan dengan reaksi dosa! Jangan lupa untuk berdoa, kalau perlu mengusir pekerjaan setan, lebih2 dengan kuasa Roh. Tetapi disini “AnakNya” itu tidak nakal, tetapi dipimpin Roh, dan taat pada Allah lebih daripada orangtuaNya. Kita tahu sampai akhir dari problem ini Yusuf dan Maria tidak berdosa.

LUK 2:46-47. HIKMAT SEORANG ANAK KECIL.

Ini bukan hikmat yang lucu atau main2, tetapi sungguh2 sehingga guru2 agama itu ke-heran2an. Pasti mereka dapat melihat dan merasa itu bukan palsu atau dari setan, tetapi dari Tuhan, sebab benar dalam segala seginya. Mereka tahu, seperti baptisan Yohanes dari Allah atau manusia (palsu) Mat 21:25, Mrk 11:30, Luk 20:4. (Mengapa 18 tahun kemudian mereka tidak me-ngingat peristiwa ini, waktu Anak ini menjadi besar? Tetapi justru melawan dan membunuhNya? Mungkin Gamaliel tahu dan tidak berani melawan seperti teman2nya yang lain). Mengapa “Anak ini” bisa demikian? Genius? Bukan, te-tapi karena hidupnya suci. Orang yg hi-dup dalam kesucian yang sungguh dan dipimpin Roh, pasti mengalami banyak hal2 baru yang indah dari Tuhan!

LUK 2:48-50. MARIA TIDAK MENGERTI

Di dalam Putra manusia Yesus yang hidup suci, Roh Kudus mengerjakan banyak hal yang ajaib. Baik ahli Taurat dan guru2 itu makin heran waktu me-lihat ibu dan bapaknya orang biasa, bukan guru besar. Juga orangtuanya sendiri tidak bisa mengerti semua rencana Allah yang begitu tinggi bagi manusia, tetapi orangtuanya tidak be-reaksi dosa, tetapi menyimpan semua ini dalam hatinya. Orang yang tumbuh dalam kesucian, istimewa ke tingkat2 yang tinggi, pasti banyak hal2 ajaib yang dialaminya, meskipun sebagian tidak dimengertinya, tetapi jangan ada reaksi dosa, tetap taat pada pimpinan Roh Kudus. Ingat peran Yusuf dan Ma-ria tetap harus benar dalam hubungan-nya dengan riwayat hidup PutraNya yang sempurna. Juga dari kata2Nya itu, Ia seperti orang asing. (Kamu tidak tahu, Aku harus berada dalam peker-jaan BapaKu? Ini aneh tetapi guru2 Ya-hudi tahu bahwa hikmatNya itu benar, tetapi mereka diam saja.

LUK 2:51-52. DIPERKENAN ALLAH DAN MANUSIA.

Sejak kanak2, bahkan sejak Ia mengerti, Ia taat dan berkenan pada orangtua-Nya, juga pada manusia dan istimewa pada Allah. Semua ini bisa terjadi sebab diasuh Roh Kudus lewat Yusuf dan Ma-ria dan kemudian Roh Kudus bekerja langsung dalam hati-Nya, sebab tidak ada dosa. Orang yang tidak ada do-sanya (hidup dalam kesucian) itu meng-alami banyak hal baru yang indah dari Roh Kudus. Yang ditulis dalam Alkitab, sangat sedikit, tetapi pasti ada banyak ceritanya, sebab hidupnya benar, suci, tidak bercacat-cela sehingga terus tum-buh dalam hal2 yang baru dari Tuhan, sangat indah!

Orang yang berkenan pada Allah tidak ada problem dari Allah bahkan ditolong dan diberkati. Tetapi hidup benar di hadapan manusia itu seringkali sulit, lebih2 kalaumereka hidup dalam dosa, akan ada iblis di belakangnya, sehingga terjadi pertentangan, kadang2 hebat, lebih2 dengan orang yang keras hati dalam dosa! Sebab itu hidup berkenan pada manusia itu ada banyak tanta-ngannya, tetapi tetap jangan bereaksi dosa, maka kita akan menang dalam pimpinan Roh dan terus tumbuh dalam kesucian dengan penyertaan dan ber-kat Tuhan yang makin nyata dan indah.

PUTRA MANUSIA USIA 12-30 TAHUN.

Ceritanya hampir2 tidak ditulis, tetapi pasti ada banyak, yaitu hal2 baru, teta-pi juga banyak pertentangan dengan orang2 sekitarnya, tetapi Ia tidak be-reaksi dosa, itu ajaib dan indah). Ceri-tanya hanya disingkat dengan hidup yg memperkenankan Allah dan manusia. Ini luar biasa, tetapi banyak penyang-kalan diri dan tantangan2 yang berat, apalagi masih muda,tetapi kalau mau tetap hidup suci, pasti Roh Kudus selalu siap (stand by) untuk menolong!

PUTRA MANUSIA DI ATAS 30 TAHUN.

LUK 3:23. MULAI PELAYANAN.

Dalam umur 30 tahun Ia mulai keluar melayani sesuai dengan pimpinan Roh (Mat 4:1, Luk 4:1).

MAT 3:13-17, LUK 3:21-22

DIBAPTIS AIR DAN ROH

Putra manusia Yesus dibaptis dalam air oleh Yohanes pembaptis dan tampak Roh Kudus berupa burung merpati turun ke atasnya dan ada suara Bapa menyaksikanNya.

MAT 4:1-10

BERPUASA DAN DICOBAI IBLIS

Putra manusia Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk berpuasa se-lama 40 hari 40 malam, lalu dicobai oleh iblis 3 kali, tetap lulus. Tanpa pim-pinan Roh yang kuat, istimewa karena hidup tidak bercela, maka Putra ma-nusia Yesus bisa berpuasa selama 40 hari 40 malam, sehingga kuasa Allah melimpah di dalamnya untuk melayani selama 3,5 tahun tanpa cela dan men-jadi korban untuk menebus manusia sebagai Anak domba Allah yang tidak bercela Yoh 1:29.

YOH 2:1-12. PERMULAAN TANDA AJAIB DALAM PELAYANANNYA

Ini permulaan dari pelayananNya dan tanda2 ajaib mulai melimpah. Biasanya kalau Allah beserta, selalu terjadi hal2 yang ajaib, menyertai Mrk 16:20 untuk meneguhkan bahwa Tuhan berkenan kepadaNya. Kalau sudah yakin, jangan ragu2 bertindak, kalau perlu minta peneguhan dari Tuhan.

Dalam peristiwa ini, yang berhu-bungan dengan Maria adalah Ayat 3-5. Putra manusia Yesus sudah punya mu-rid2 dan mereka semua diundang da-lam pesta kawin ini. Maria selalu ber-usaha menjadi berkat dimana ia ber-ada, juga dalam pesta ini. Ia mence-ritakan kesukaran besar ini kepada Putranya, tetapi jawabannya aneh. “Hari perempuan, apakah sangkut pautKu dengan engkau!”. Sangat aneh dan tidak enak, bisa menyakitkan hati, tetapi Maria, meskipun tidak mengerti, tidak bereaksi dosa; sebab  tidak be-reaksi dosa, dan ia tidak sakit hati, ma-ka Maria dapat meneruskan niatnya untuk menolong keluarga mempelai yang mungkin masih keluarganya. Ia tidak ngambek, marah atau jengkel, tetapi memberi pesan pada hamba2 di-situ (Kalau Maria tamu, bukan keluar-ga, ia tidak akan memerintah hamba2 di sana). Sesudah itu Putra manusia Yesus menyuruh mereka dan terjadilah mujizat air pencuci kaki menjadi anggur yang terbaik! Ini tanda bahwa Maria sudah mahir menyangkal diri, tidak be-reaksi dosa sekalipun ia tidak mengerti sehingga tetap dipimpin Roh sejak ia bertemu dengan Elizabet waktu mulai mengandung. Kalau kita jengkel (JMPE), maka kita tidak lagi bisa jelas mendengar suara Roh atau karena ada dosa, Roh Kudus tidak lagi berbicara, sehingga perbuatan baik atau mujizat yang sudah direncanakan Allah melalui kita, batal sayang! Kita harus menyang-kal diri, supaya tidak mudah jengkel, sakit hati, marah, ngambek, sehingga tidak dapat menurut pimpinan Roh Kudus dan rencana Allah yang indah itu batal. Bayangkan kalau Maria tidak menolong pesta itu, maka terjadi keka-cauan dan keluarga mempelai diperma-lukan. (Tidak mungkin mendadak bisa mendapat anggur sekian banyak). Te-tapi sesudah mujizat ini justru pesta itu jadi meriah dan ajaib, belum pernah mereka minum anggur yang begitu lezat. Sebaliknya dari ber-sungut2 atau mencela, mereka me-muji2 keluarga mempelai. Begitulah kehidupan Yusuf dan Maria dipenuhi dengan banyak hal2 yg indah seperti ini, menjadi ber-kat dimana Ia berada. Inilah garam dan terang dunia yang menjadi berkat. Orang yg hidup dalam kesucian, penuh dgn kuasa Allah dan belas kasihan dan kasih yg keluar dari hatinya, akan men-jadi berkat. Bukan saja Putra manusia, tetapi juga Yusuf dan Maria menjadi berkat, menjadi garam dan terang.

YOH 2:12

KELUARGA YESUS DAN MURID2NYA

Beberapa hari ber-sama2 dan Maria pegang peran penting sebab ia adalah ibu Yesus dan cukup tua. Kumpul ber-sama2 beberapa hari itu bisa menye-nangkan atau sebaliknya. Murid2 be-lum mengenal keluarga Yesus. Putra manusia Yesus belum dikenal, baru permulaan. Beberapa hari itu perlu makan minum, tidur, be-ramah2an dll, tanpa panitia dan acara, tanpa arah dan tujuan. Meskipun tidak diceritakan, tetapi pasti Roh Kudus di dalam Putra manusia Yesus dan Maria dapat mem-buat persekutuan itu menjadi berkat. Biasanya Putra manusia Yesus selalu mengajarkan kebenaran Firman Tuhan, sebab itu jadi adat, kebiasaan, beban dan kesukaannya Mrk 10:1. Pelayanan-Nya hanya 3,5 tahun, pasti Putra manu-sia Yesus tidak membuang waktu, te-tapi mulai mengajar keluarga dan murid2Nya tentang kebenaran Firman Tuhan. Biasanya juga ada pertanyaan, tetapi pasti bisa dijawab dengan hik-mat Tuhan yang heran (lebih daripada waktu Ia berumur 12 tahun di bait Allah Luk 2:47-48). Begitu juga kalau orang2 suci berhimpun (tidak simpan dosa, mau menyangkal diri, berkorban dan dipimpin Roh), maka Roh Kudus di dalamnya akan memimpin dan mema-kai setiap kesempatan untuk hal2 yang indah dari Tuhan, sebab waktu kita ter-batas dan belum tentu lain kali ada ke-sempatan lagi. Beberapa hari ini begitu indah, seperti kursus kilat, sebab itu di-tulis disini, lebih2 oleh Yohanes jadi pe-ringatan dan contoh bagi orang2 suci yg dipimpin Roh. (Kalau berhimpun da-lam dosa, akan ada ngrasani, fitnah, atau tersinggung, iri, benci, perpecahan dll, sebab ada dosa & iblis yg bekerja).

MAT 12:46-50 DLL KELUARGA ROHANI LEBIH DARI KELUARGA JASMANI.

Disini lagi terjadi pertemuan yang ham-pir sama seperti dalam Yoh 3:12 yaitu keluar Putra manusia Yesus, murid2 dan orang banyak. Lalu ibu dan sau-dara2nya mengutus untuk memanggil-Nya, mungkin ada suatu keperluan (Yusuf tidak ikut atau sudah tidak ada?). JawabanNya aneh dan menjeng-kelkan (lebih2 untukorang2 yang tidak mengerti), sebab Putra manusia Yesus tidak lagi pergi menemui ibuNya, tetapi justru mengatakan yang aneh, yaitu murid2 sekitarnya dan orang2 lain itu yang dikatakan adalah ibu dan sauda-ra2Nya. (tetapi sebetulnya Ia meng-ajarkan kebenaran yang lebih menda-lam yaitu tentang keluarga ilahi, yaitu orang2 yang melakukan kehendak Allah. Ini yang lebih penting, sebab keluarga jasmani berakhir sampai di kubur lalu terjadi perkelahian dan pe-perangan yang ramai di Neraka satu sama lain, tidak lagi ada keluarga atau kasih bersaudara, tetapi kebencian yg sangat! Ini tanda dan keadaan yang khas di Neraka. Tetapi yang di Surga punya kasih bersaudara dan kasih Kristus untuk kekal. Ini yang lebih penting) “Seperti biasanya” Maria dan saudara2nya tidak dapat mengerti jawaban Anaknya ini. Maria biasanya menyimpan semua perkara dalam hatinya sambil berpikir dan menunggu artinya, tetapi mungkin saudara2nya yang tidak dapat mengerti, bisa jeng-kel, sehingga mereka tidak percaya pa-da kakak tuanya ini Yoh 7:5. Orang yg hidup benar, berkenan pada Tuhan dan taat melakukan kehendak Tuhan, be-lum tentu bisa dimengerti dan diper-cayai orang sekitarnya, lebih2 oleh orang2 yang hidup dalam dosa. Baru sesudah kebangkitan-Nya lebih banyak orang percaya kepadaNya. Tetapi ja-ngan bereaksi dosa kepada orang2 yg tidak bisa mengerti & mempercayai ki-ta (jangan sakit hati, marah, benci dll).

MAT 13:53-57, MRK 3:31-35,

LUK 8:19-21. DI DALAM NEGRI

DAN RUMAH SENDIRI

Sebab melihat dan berpikir secara manusiawi, sekalipun pintar, tidak timbul iman dan tidak ada mujizat, tidak ada perubahan. Justru yang mau percaya sekalipun tidak mengerti (oleh pekerjaan Roh Kudus) akan mengalami janji2 Tuhan yang heran. Jangan meli-hat seorang hamba Tuhan secara jas-mani (rupanya, sekolahnya, kedudu-kannya, kekayaannya, pengalamannya dll), maka tidak dapat berkat. Tetapi kalau kita melihatnya sebagai hamba Allah dan Allah bisa memakai siapa sa-ja, maka kita akan menerima berkat besar (contoh: Hanna melihat Eli 1Sam 1:14-18). Pandang Tuhan dan harap Tu-han, hamba2Nya itu hanya alat, nan-ti Dia bicara langsung pada kita dan men-jamah kita & kita akan keberkatan.

KESIMPULAN.

Orang yang hidup, penuh dan dipimpin Roh, tidak bereaksi dosa, akan bisa taat penuh pada pimpinan Roh dan meng-alami banyak rencana2 indah, baru dan ajaib dari Tuhan seperti Maria dan bisa menjadi berkat yang besar bagi orang2 sekitarnya.