M4075 – Efesus 2:10. Hidup Dalam Rencana Allah. Riwayat Maria (Bag. VI)

Ada banyak bagian2 hidup Yusuf dan Maria yang diceritakan, itu semua adalah bagian2 dari rencana Allah dalam hidup mereka. Misalnya hidup sebagai perawan, kedatangan malaikat Gabriel, ke Elizabet, kesukaran2 hidup pertunangan dengan Yusuf, sensus dan kelahiran yang kompleks di kandang Betlehem, kedatangan orang majus, lari ke Mesir, pulang kembali dst, se-mua itu ada dalam rencana Allah, bahkan  banyak yang sudah dinubuat-kan.Kalau bisa hidup sepenuhnya dalam rencana Allah, maka inilah hidup yang paling top,indah dan mulia. Yusuf dan Maria mengalami hidup yang luar biasa dalam rencana Allah, sebab harus menjadi satu dengan riwayat Putra manusia Yesus yang harus terus ada di dalam rencana Allah yang lengkap, genap dan sempurna Yoh 19:30. Juga ada beberapa orang berhasil hidup dalam seluruh rencana Allah sampai penuh dan sempurna seperti Henokh yangberjalan dengan Tuhan selama 300 tahun dan menjadi sempurna, diangkat Allah. Sebelumnya, selama 65 tahun hidupnya belum tepat dalam rencana Allah Kej 5:21-24. Elia sesudah putus asa, terus berjalan dengan Tuhan de-ngan penuh, sehingga masuk dalam ke-sempurnaan. Sebelumnya mungkin be-lum penuh dalam rencana Allah, tetapi sudah berjalan dengan Tuhan cukup baik. Tidak disebut berapa total umurhidupnya sampai pengangkatan, mungkin 50 tahun atau lebih (sampai 70 tahun?), sebab inilah usia rata2 waktu itu dan cerita Elia sedikit dibandingkan Elisa, tetapi ia menjadi sempurna, Elisa belum. Kita harus belajar bisa mengalami rencana Allah sepenuhnya, terus menerus dipimpin Roh, baik sekarang, lebih2 dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan.

MENGAPA “SANGAT DIPERKENAN”, TETAPI SANGAT MISKIN DAN MENDERITA?

Biasanya riwayat orang2 beriman itu mula2 sangat kecil dan tidak berarti, tetapi kemudian karena berkenan pada Tuhan lalu menjadi sangat besar. Misalnya Daud dari kandang domba naik ke istana 2Sam 7:8 atau Yusuf dari budak menjadi “raja” yang disembah. Tetapi Yusuf dan Maria tetap dalam kemiskinannya (meskipun pernah men-dapat emas, kemenyan dan mur untuk biaya ke luar negeri) dan menderita, dan di-kejar2 sejak Putra manusia Ye-sus dalam kandungan. Problem dan upaya pembunuhan itu terus mem-bayangi sampai Putra manusia betul2 dibunuh disalib oleh orang Israel. Mengapa nasibnya demikian? Sebab:

  1. Keadaan di dunia ini fana, bukan kekal. Miskin-kaya, orang kecil atau besar itu hanya seperti sandiwara, baru sesudah mati itu hidup yang sesung-guhnya. Tetapi pikiran dan pendapat manusia itu lain; hidup di dunia inilah hidup yang sesungguhnya bagi manu-sia, ini se-gala2nya.

Kita bisa melihat pendapat yang betul di dalam orang kaya dan Lazarus, waktu mati sandiwara itu berakhir dan masing2 mengalami keadaan yang sesungguhnya untuk kekal. Sebab itu keadaan di dunia ini bukan yang utama.

  1. Yusuf-Maria dipilih Tuhan untuk mengasuh dan membesarkan Putra manusia Yesus. (30 tahun Luk 3:23), lalu Ia bertugas lebih kurang 3,5 tahun dan mati sebagai orang hukuman.

Yusuf dan Maria harus ikut dalam riwayat hidup dengan sikonyang suram ini, sebab itu mereka harus mengalami hidup yang terus merayap di bawah, tetapi ini sesuai dengan rencana Allah dalam hidup Putra manusia Yesus se-perti korban tebusan dan contoh yang menjalani tingkat hidup yang terendah dalam segi manusiawinya, tetapi tetap suci dan taat penuh sampai tugas-Nya selesai sesudah 33,5 tahun.

Sesudah itu tidak banyak diceri-takan tentang Maria, kecuali ia ada di tengah2 120 orang di kamar loteng Yerusalem Kis 1:14-15. Sebab itulah Yusuf dan Maria tetap ada di bawah, sesuai dengan rencana hidup Putra manusia Yesus, Anaknya.

Ini rencana hidup yang berat, tetapi paling indah dan mulia, menjadi contoh yang sempurna, mirip seperti riwayat Lazarus yang kemuliaannya setingkat dengan Abraham. Sebab itu hasilnya tingkatan Yusuf dan Maria juga sangat tinggi, tetapi tetap tidak boleh dikul-tuskan atau dianggap menjadi peran-tara; pasti mereka sendiri juga tidak mau dipuji atau dipuja, patut segala ke-pujian diberikan kepada Tuhan Yes 42:8.

SIKON DIATUR ALLAH.

Tampaknya sikon itu berjalan sendiri atau diatur manusia. Misalnyasensus pada saat kehamilan Maria sudah ma-tang, sebetulnya ia tidak boleh dan tidakmungkin bisa berjalan dari Naza-ret ke Betlehem, toh dipaksakan se-olah2 Allah tidak berdaya? Demikian juga waktu melahirkan dalam kandang, tempat yang tidak layak untuk melahirkan, tetapi terpaksa. Sesudah di Mesir, mereka disuruh kembali ke Israel sebab yang mau membunuh su-dah mati Mat 2:20. Apa Allah tidak sanggup mengakhiri Herodes yang sudah patut mati karena kejahatannya? Mengapa harus menunggu sampai Herodes mati biasa.Se-olah2 semua sikon berjalan sendiri tanpa Allah, tetapi sesungguhnya semua ini diatur Allah. Kita bisa melihat dari rencana Herodes untuk membunuh bayi Yesus gagal. Macam2 keadaan yang parah bisa diatasi. Tuhan tetap menguasai sikon. Misalnya untuk membekali mereka, Tuhan mendatangkan orang Majus dari jauh, tentu ini sekaligus bo-nus bagi orang2 Majus (ini adalah orang2 benar dan tulus seperti Ayub) bisa bertemu Juru selamat.

Jangan takut sikon, tetapi terus belajar dipimpin Roh seperti Yusuf dan Maria, pasti bisa mengatasi semua sikon sesuai dengan rencana Allah.

Orang2 yang hidup dalam rencana Allah ini se-olah2 lemah, tetapi sebe-tulnya adalah pemenang. Mereka se-olah2 ditekan, diburu, dirugikan, tetapi sebetulnya ini pengolahan untuk me-matikan daging, kehendak sendiri. Ini orang2 yang kuat, pahlawan, sebab bisa mematikan daging dan taat penuh akan pimpinan Roh Kudus, tanpa jatuh dalam dosa, tanpa siasat yang salah, tanpa tipu daya, tanpa benci, dendam dll. Yusuf (Kej 37:28) 13 tahun ditekan sebagai hamba, tetapi sebetulnya ia seorang pahlawan di hadapan Allah, yang sedang diolah seperti tanah liat dalam tangan penjunan Yes 64:8. Ia bisa menyangkali diri dan tetap taat pada Tuhan. Begitu juga sesudah naik dalam istana Firaun, ia masih harus menahan diri darikeinginannya untuk pulang dan berhasil, ia seorang peme-nang, sehingga semua rencana Allah berlaku dalam hidupnya.

Begitu juga Putra manusia selama 30 dan 3,5 tahun selalu penuh dengan penyangkalan diri. Tidak mau diangkat menjadi raja, tidak benci akan orang2 Yahudi dan Parisi yang jahat kepada-Nya, tetapi Ia tidak takut bicara te-rang2an sesuai kehendak BapaNya Yoh 5:19; 8:26. Orang yang mau masuk dalam rencana Allah itu harus mau dan bisa mematikan dagingnya dan taat dipimpin Roh, se-olah2 lemah ditekan dari mana2, tetapi tidak bereaksi dosa, tetap dalam kesucian dan selalu taat dipimpin Roh, sehingga terus dalam rencana Allah.

III. LIKU2 RENCANA ALLAH.

Sering kita tidak mengerti bagaimana jalannya rencana Allah. Henokh, hampir2 tidak ada ceritanya, dari Elia hanya sedikit, dari Musa cerita tentang rencana Allah dalam hidupnya itu sangat panjang, meskipun mula2 ia tidak mengerti dan ber-kali2 mau lari. Juga Maria sering tidak bisa mengerti liku2 rencana Allah, bahkan ia banyak mengalami penderitaan, seperti jiwa-nya ditusuk pedang. Begitu juga ren-cana Allah dalam Yusuf, Daniel, Daud, rasul2 dll, penuh dengan liku2 yang se-ringkali tidak diketahui. Kadang2 ja-lannya rencana Tuhan itu se-olah2 menjauhi target, tetapi itu sebetulnya pengolahan. Seperti Daud ditargetkan menjadi raja tetapi hidup sebagai buronan Saul.

Liku2 rencana Allah seringkali tidak terduga, tetapi kita harus belajar mengerti suara Roh dan taat dipimpin Roh lewat liku2 yang sulit, kita harus berjalan dengan iman. Kalau kita bisa ikut liku2 rencana Allah, kita bisa meng-alaminya dengan penuh, maka kita akan sampai di puncak kesempur-naannya. Sebab itu jangan bingung dengan liku2 rencana Allah yang tidak kita mengerti sepenuhnya, tetapi tetaplah taat dipimpin Roh dan terus taat sampai selesai.

Nuh sudah hampir selesai, tinggal 1 fase, tetapi ia mabuk, maka rencana Allah yang terakhir baginya batal; kalau ia tidak mabuk dan terus berjalan de-ngan Allah, ia bisa menjadi sempurna seperti Henokh. Sebaliknya Yusuf terus taat dipimpin Roh sampai selesai, ren-cana terakhir tentang pemakaman dan ini akan berlanjut dalam kebangkitan, tetapi mungkin Yusuf tidak mengerti, tetapi tetap taat Kej 50:24-26.

SYARAT2 UNTUK TETAP DALAM RENCANA ALLAH.

  1. Hidup suci di hadapan Allah. Kalau ada dosa meskipun tersembunyi, itu bukan jalan atau rencana Allah. Sebab di dalam Allah selalu terang, tidak ada yang gelap 1Yoh 1:5. Jangan ada dosa atau keinginan dosa yang disem-bunyikan, itu pasti membuat kita keluar dari jalan atau rencana Allah.

Yacob menipu bapaknya, dihalalkan oleh ibunya, tetapi akibatnya Yacob keluar dari rencana Allah, mengalami akibat yang pahit selama 20 tahun, te-tapi kemudian ia kembali dalam rencana Allah.

Simson dengan alasan kebutuhan batin, lalu main perempuan, ia keluar dari rencana Allah dan bagian terakhir dari rencana Allah baginya batal?

Supaya tetap dalam kesucian tentu harus terus menyangkal diri sampai terakhir atau sampai menjadi sem-purna.

  1. Bisa bersekutu dalam Roh, dalam tubuh Kristus. Rencana pribadi kita tidak lepas dari rencana bersama dalam tubuh Kristus lokal dan global. Sebab itu kalau kita tidak bisa berse-kutu dengan baik di dalam Roh, ren-cana Allah juga akan sangat terganggu sampai batal. Kalau Maria tidak bisa bersekutu dengan Elizabet atau andai-kata ia putus dari Yusuf yang tam-paknya sudah kecewa, maka rencana Allah bagi Maria juga batal! Sebab itu orang yang tidak bisa bersekutu dengan saudara2 dalam Kristus, tidak mungkin bisa mengalami rencana Allah penuh sampai sempurna Yoh 17:23, bahkan bisa batal semua. Yusuf tetap bisa bersekutu dengan saudara2nya (sebab penuh pengampunan bahkan memberkati saudara2nya yang jahat), maka rencana Allah jadi genap dengan indah, sejak mimpinya digenapkan, sampai matinya, luar biasa! Sebab itu kita harus bisa bersekutu dalam Roh Ef 4:3, bisa menerima dan menyambut orang2 di sekitar kita, yang datang pada kita Rom 15:7 dengan pengertian dan pendirian yang teguh Ef 5:11, 2Kor 6:14-15, Jud 23 dll.

Persekutuan yang paling dekat ialah 1+1=1 yaitu suami-istri. Kalau suami-istri tidak bisa bersekutu, rencana Allah akan batal dan rusak. Kalau suami-istri bisa saling mencintai dalam kesucian, dan tetap = 1, bukan = 2, maka rencana Allah akan menjadi indah, 2 perahu jadi 1 kapal, bahkan terus meningkat,luar biasa. Tampaknya rencana Allah dalam Ayub sudah mencapai puncaknya dan waktu Golgota, mungkin sekali ia juga ikut bangkit sebagai orang sempurna Wasiat Lama. Andaikata ia tidak mau mengampuni istrinya dan cerai, lalu kawin lagi dengan perempuan lain (dalam Wasiat Lama itu sering terjadi) ia tidak akan mengalami puncak2 rencana Allah (Yusuf juga mengampuni dan memberkati saudara2nya).

  1. Mengerti pimpinan dan kehendak Tuhan Ef 5:17, sebab itu kita perlu tekun berdoa 1Tes 5:17 didalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23-24, sehingga kita bisa mengerti dan mentaati suara Roh. Misalnya Yacob yang banyak ber-sekutu dengan Tuhan dan tetap hidup benar (jujur) waktu jadi gembala bagi Laban, maka Tuhan bicara kepadanya dan ia dapat kembali kepada bapaknya dan juga kembali masuk dalam rencana Allah.

Tuhan juga berusaha supaya kita bisa mengerti. Tuhan yang tahu lebih dahulu orang2 yang mau taat, juga selalu ikut menolong supaya kita bisa mengerti, lalu taat dan mengalami rencana Allah. Misalnya Naaman, kalau ia tidak mau mandi di Yordan, ia akan pulang dengan kecewa, marah, benci dan hatinya tidak karuan. Untung Tuhan mendorong hamba2nya untuk berani menasehati dan ia taat dan sembuih, lalu mulailah suatu hidup yang indah, gilang gemilang, di dalam Tuhan, juga ia jadi percaya dan selamat kekal. Coba ia tidak taat, rencana Allah baginya batal, ia tidak tahu dan tidak bisa membedakan bagaimana kalau rencana Allah jadi. Untung ia mau mencelupkan diri di Yordan.

Juga Yusuf, andaikata sesudah naik di istana Firaun lalu iapulang ke bapanya, rencana Allah batal, riwayat hidupnya akan berubah, dan ia tidak bisa mengerti, tidak tahu bagaimana hidupnya kalau rencana Allah jadi.

Simson kehilangan rencana Allah bagian terakhir, justru itu adalah bagian puncak (sebab bagian puncak tidak bisa di depan). Coba Simson nikah baik2 dengan orang Israel dan tetap tekun jadi hakim Israel, mungkin ia mengalami hal yang sangat indah atau mungkin jadisempurna, sebab hidup-nya tidak ada cacat. Juga Musa sebab sama2 setuju dengan Harun untuktidak taat pada Tuhan Ul 32:50-51, rencana Allah baginya batal, ia tidak mengalami rencana Allah fase Kanaan (yang fasemasuk Kanaan, lalu kemudian akan terangkat seperti Henokh, Elia, sebab ia sudah mencapai tingkat sempurna), tetapi sebabkesalahannya di Air Meriba di Kades (sekalipun kesalahannya tidak besar), maka rencana Allah yang terakhir batal.

Daud seorang yang sangat indah di hadapan Allah Kis 13:22, tetapi sebab dosa perzinaan dengan Betsyeba dan membunuh Uria suaminya, rencana Allah yang sangat indah (mungkin bisa jadisempurna) batal; Betul ia bertobat, tetapi rencana Allah baginya merosot sangat banyak, ia kehilangan bagian terakhir yang indah.

  1. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18, ini membuat pondasi hidup kita terus bertambah Mat 7:24-28 sehingga bisa mengalami rencana Allah yang terus meningkat. Seperti membangun rumah untuk 10 lantai, pondasinya jauh lebih dalam dan lebih kuat daripada hanya untuk 1 lantai. Dengan tumbuh dan taat dalam pe-ngertian Firman Tuhan, kita menum-buhkan pondasi kita sampai rencana Allah yang makin indah bisa berlaku dalam hidup kita!Rencana Allah yang tertinggi (misalnya rumah lantai 10) bisa dibangun, sebab pondasinya terus bertambah, sehingga cukup untuk 10 lantai. Apalagi kita sudah tahu bahwa di akhir zaman rencana Allah akan digenapkan untuk semua umat-Nya sampai sempurna (sebab rencana Allah akan ditamatkan), sebab itu Tuhan menyuruh kita bersedia supaya bisa masuk rencana Allah yang tertinggi Mat 24;42. Kalau kita sudah tahu dan mau bersedia, kita bisa meningkat dalam rencana Allah yang makin tinggi di akhir zaman, bahkan mungkin bisa menjadi sempurna.
  2. Lengkapilah semua 7 KPR dan tum-buhlah terus sesuai Firman Tuhan, itu sejalan dengan rencana Allah dan kita bisa mengalami rencana Allah yang se-penuh2nya, Misalnya ada 100 stasiun dalam ril Tuhan yang direncana Allah dalam hidup kita, berjalanlah dengan hati2 dipimpin Roh, supaya kita bisa mendapatkan semuanya (100 stasiun itu), atau kalau kurang dari itu, jangan kurang terlalu banyak. Sebab sampai di mana kita tumbuh dalam rencana Allah, itu ukuran kemuliaan kita dalam Surga untuk kekal. Tidak sulit, asalkan kita mau hidup taat dalam kesucian dan taat melakukan kehendak Tuhan, Roh Kudus Penolong kita akan sanggup memimpin kita, Dia Allah yang maha kuasa, sanggup menolong kita, asal kita mau taat terus menerus.

Dalam setiap perkara, apalagi dalam hal2 penting, jangan berjalan sendiri, terus dipimpin Roh dalam jalan sempit, maka Roh Kudus pasti sanggup dan Ia sendiri sangat ingin memimpin kita dalam jalan yang betul supaya bisa mengalami 100 stasiun yang sudah disediakan oleh Allah (Ef 2:10), sehingga kita bisa naik se-tinggi2nya Pil 3:14. Sebab itu pelihara masa teduh, 7 KPR bahkan ekstra, tetap lekat pada Kristus seperti carang dalam pokok, jangan sampai putus hubungan dengan Tuhan dan saudara2 kita, tetapi tetap bersekutudengan pendirian yang betul dan teguh dst supaya kita bisa meng-alami semua rencana Allah dengan penuh, mengalami semua stasiun2 be-sar-kecil yang dilewati ril dari Tuhan. Baik dalam ber-kata2, berpikir, ber-buat, berencana, apalagi dalam mela-kukan perkara2 yang besar, jangan berjalan sendiri, tetapi tetaplah dipim-pin Roh dalam ril Tuhan sesuai Firman Tuhan.

Yusuf-Maria dan Putra manusia Yesus sudah masuk dalam rencana Allah yang penuh (Khususnya bagi Pu-tra manusia Yesus), sebab itu rencana Allah bagi Putra manusia Yesus sudah genap, lengkap dan sempurna, mung-kin juga Maria bisa mencapai rencana Allah dalam tingkatan yang penuh, tetapi itu tidak diceritakan dalam Alki-tab, tetapi ada kemungkinan (Tetapi tetap tidak boleh dikultuskan).

KESIMPULAN.

Kita masih akan melihat lagi beberapa bagian dari rencana Allah dalam kehidupan Yusuf-Maria dan Putra ma-nusia Yesus. Tetapi sampai disini sudah lebih jelas bahwa:

  1. Rencana Allah itu yang terbaik. Kita harus mengerti menemukan rencana Allah ini seperti Putra manusia Yesus Yoh 5:19; 8:26. Juga untuk hal2 jas-mani, kalau rohani baik, pasti jasmani ikut baik sampai kesehatan, nafkah dan sukses2 jasmani dll, akan mengikut hal2 rohani Mat 6:33. Jangan sampai kita kehilangan banyak bagian dari rencana Allah bagi hidup kita.
  2. Terus di ril Tuhan, dengan limpah 7 KPR sebab ini yang membuat kita bisa terus masuk dalam rencana Allah yang indah seperti Yusuf dan Maria dan Putra manusia Yesus.
  3. Jangan keliru menganggap bahwa rencana Allah itu indah seperti jalan di atas kaca tanpa tekanan dan pen-deritaan! Justru jalan Tuhan itu limpah dengan salib dan ujian untuk peng-olahan hidup rohani kita. Orang yang mengerti sangat menghargai jalan salib Mat 5:10-12; 11:28-30, bahkan Paulus yang hidupnya se-olah2 hanya pende-ritaan saja, itu ber-megah2 akan salib Gal 6:14 sebab inilah kemuliaan Allah di dunia Rom 8:17-18 yaitu bagian2 dari rencana Allah yang mulia. Jangan lupa jalan salib itu jalan korban. Berani korban harta, waktu, cita2 sendiri apalagi cita2 daging (harus dibuang) dan apa saja, bahkan mau taat sampai mati seperti Kristus Pil 2:8. Orang yang mau akan limpah dengan 7 KPR, di-pimpin Roh sehingga bukan saja tekun tetapi bersukacita dan puas dan dalam salib!

 

Nyanyian: TG no. 73.

Aku pilih jalan yang s’lamat,

pilih jalan pada Allah,