M4055 – 1Korintus 3:5-7. Menanam, Menyiram Dan Menumbuhkan (Tst)

1RAJ 3:4-5. SALOMO MEMPERSEMBAHKAN 1.000 KORBAN.

Ini suatu korban besar yang luar biasa, dan Tuhan berkenan kepadanya se-hingga diberi penawaran yang heran (jangan lupa, Bartimeus yang buta itu tidak memberi apa2 sama sekali ke-pada Tuhan Yesus, tetapi ia juga dapat tawaran yang sama Mrk 10:51. Tuhan tidak melihat korban besar, tetapi hatinya dan korban itu diukur dengan persentasi).

Oleh anugerah Tuhan kita boleh menyelesaikan ber-sama2 Pameran Wahyu suatu pesta rohani yang besar. Ribuan orang yang kita layani dengan kebenaran Firman Tuhan dari Wahyu. Untuk itu ratusan orang ikut berkorban dengan limpah, baik waktu, tenaga, biaya, perasaan hati dll dengan gairah, tidak bisa dihitung korbannya. Tam-paknya ber-sama2, ini seperti memberi korban ratusan lembu, mungkin 1.000. Hati kita bersukacita bisa mem-bagi2 kebenaran Firman Tuhan, makanan rohani bagi semua yang rindu dan haus. Angket kesan2 hampir semua merasa diberkati dan bersukacita. Kita bersyukur mendapat kesempatan se-macam ini, sebab terlebih berkat memberi daripada menerima Kis 20:35. Korban dengan sukacita dan tulus pasti diperkenan dan diberkati Tuhan seperti Salomo.

Mari kita berdoa bersyukur pada Tuhan sebab kesempatan yang sudah diberikan dan mohon supaya pena-buran dari kitab Wahyu ini boleh bertumbuh terus dan ber-buah2 menjadi berkat bagi orang2 yang cinta Firman Tuhan.

1KOR 3:5. PAULUS DAN APOLOS.

Masing2 punya identitas, kemampuan dan keadaan sendiri2, tetapi semua sama2 pelayan Tuhan untuk melayani supaya orang2 bisa percaya dan dise-lamatkan. Dan setiap orang menerima sejumlah talenta dari Tuhan sesuai dengan keadaannya masing2 dan itu sesuai ukuran Tuhan, supaya cocok jadi satu dalam tubuh Kristus, sehingga bisa saling mengisi dan saling melengkapi sehingga tubuh Kristus bisa berfungsi dengan baik.

Ukuran iman, itu ditentukan oleh:

  1. Pengertian akan Firman Tuhan Mat 13:23 dan
  2. Sadar, yakin, percaya bahwa semua dari Tuhan 1Kor 4:7 dan
  3. Bertindak sebagai hamba Allah, bu-kan sebagai tuan atau pembesar Mat 20:26-28.
  4. Hidup berkenan kepada Tuhan Kol 1:10.
  5. Terus taat dipimpin Roh Rom 8:13, Mat 4:1, 1Tes 5:17.

Maka semua yang Tuhan berikan padanya itu langgeng, bisa tahan lama, bahkan terus meningkat sesuai dengan ukuran imannya.

Ada yang menjadi kulit, rambut, kuku dsb atau organ yang besar2, se-mua menjadi satu tubuh yang berfungsi ber-sama2, tidak ada yang dikecilkan atau dibesarkan, semua sama2 anggota tubuh. Tuhan adil dan masing2 mene-rima sesuai dengan perbandingan kea-daan masing2 (menurut persentasinya masing2), misalnya Lazarus tidak ber-jasa besar seperti Abraham, tetapi du-duk dengan Abraham,  sebab ia sudah memakai kemampuannya dengan mak-simal, bukan sebab malas. Tingkat rohani mereka di hadapan Tuhan sama, sebab itu duduk bersama. Juga Paulus dan Apolos.

1KOR 3:6. PAULUS MENANAM, APOLOS MENYIRAM DAN ALLAH MENUMBUHKAN.

Tanpa pekerjaan Allah, kalau Paulus  menanam biji, lama2 bosok dalam tanah, juga biji yang disirami terus dan tidak tumbuh, juga bosok. Kalau Allah bekerja, semua tidak bosok, tetapi tumbuh sampai menjadi pohon dan ber-bauh2, indah!

Yang menanam benih2 Firman Tuhan yaitu dengan bersaksi, menun-jukkan, membacakan Wah 1:3 dll. Juga yang menyirami dengan doa, follow up, membimbing dll. Tetapi Allah yang menumbuhkan, sebab tanpa Allah ikut campur, tanpa kuasa Allah, semua tidak akan berhasil, tidak ada hasilnya. Kalau kita bekerja ber-sama2 dengan Allah, mengikutsertakan Allah (ayat 9) dengan harap, percaya, taat pada Allah dan berdoa, maka Allah akan bekerja dan ada hasilnya.

Biasanya yang tampak adalah usaha kita manusia, tetapi pekerjaan Allah tidak tampak, tetapi ini yang membawa hasil! Kita bekerja ada kon-tak langsung dengan orang itu dengan bicara, ber-sama2 tetapi Allah bekerja, tidak dengan kontak langsung, tetapi Allah menjamah rohnya.  Sebab itu orang yang mengerti memakai dan memerlukan keduanya. Orang yang tidak mengerti, hanya mengutamakan atau memakai kekuatannya sendiri dan akan gagal, tidak berhasil. Orang yang mengerti sebelumnya terus berdoa, juga waktu kontak langsung dengan orangnya dan sesudahnya terus di follow up dengan doa, dan biasanya kalau orang itu mau percaya (perlu keputusan dari orang itu juga Luk 12:57), maka akan tampak hasilnya.

Seperti Ezra berhasil sebab tangan Allah ada di atasnya Ezr 7:6,9. Juga Yusuf Kej 39:2-5 dll. Mengapa mutlak perlu kuasa Allah di atas kita? Sebab:

  1. Kita ini berperang dengan iblis, dalam segala perkara iblis ikut campur, lebih2 hal2 rohani Ef 6:12. Orang ber-dosa itu milik dan budak iblis. Kalau kita tidak datang dengan kuasa Allah, kita tidak bisa berbuat apa2, tidak berdaya Luk 11:20. Dengan kuasa Allah kita melepaskan, memerdekakan orang itu sehingga ia bisa bebas dan bisa mengambil keputusan untuk taat pada tawaran Tuhan.
  2. Tuhan menjamah roh orang yang kita layani, baru ia bisa lepas, bebas untuk memilih ikut dan taat dengan Tuhan Kis 1:8, Luk 24:49. Tanpa kuasa Allah, semua akan kosong dan sia2, sebab tidak ada yang bisa mengalahkan iblis. Waktu Putra manusia memanggil Zakheus turun dari pohon, Ia belum bicara apa2 secara rohani, Zakheus sudah bertobat mengakui dosa dan membereskan dengan spontan dan tuntas Luk 19:8. Tetapi anak2 Imam Sa-kewa juga memakai nama Yesus untuk mengusir setan, tetapi gagal, bahkan diserang habis2an Kis 19:13-16. Nyata bedanya orang yang bekerja sendirian dan dengan Allah yaitu dengan pim-pinan Roh Kudus, dengan hikmat dan kuasa Allah, sebab itu sebelum dan sesudahnya dan selama kita meng-hadapi orang2 atau problem, kita harus tetap di pihak Tuhan, disertai Tuhan (dalam kesucian dan taat dipimpin Roh), maka Tuhan akan ikut bekerja di dalam pelayanan dan problem2 kita sampai menang, iblis dikalahkan dan diusir sehingga keadaan menjadi lebih mudah. Kalau Tuhan yang menjamah hatinya akan tampak hasilnya. Sida2 Etiopia sudah mengalami jamahan Tu-han, sebab itu Filipus tinggal memetik hasilnya, tetapi tetap harus melakukan bagiannya Kis 8:36. Paulus di Tesa-lonika Tuhan bekerja, tetapi tidak se-mua mau percaya, mereka yang me-nolak bertobat dan benci tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus (Kis 17:4,5). Jangan kecil hati, sebab setiap orang berhak memilih, tentu celaka orang yang memilih setan sebab menolak Kristus.

Sebab itu kita harus suka berdoa, bahkan terus menerus 1Tes 5:17, sebab dengan doa, lebih2 dalam Roh dan kebenaran ada hikmat dan kuasa Allah dalam orang2 yang mau dipimpin Roh. Selagi kontak langsung, belum mulai atau sudah berhenti, kita tetap bisa menjamah rohnya dengan kuasa Allah.

Jalur roh ini sangat penting dan menentukan. Janin dalam Maria dan Elizabet belum cukup bertumbuh, belum berfungsi dan tidak ada kontak jasmani, tetapi tetap bisa dihubungi dengan jalur roh, sehingga janin di dalam mereka bisa bereaksi danikut bersekutu dalam roh, ada hubungan yang indah Luk 1:40-50.

Orang berdosa bisa memakai guna2 (kuasa setan) untuk mengejar dan menjamah roh orang lain yang dituju, biasanya dengan bantuan dukun atau mantera dan kuasa gelap. Tetap orang beriman dengan kuasa Allah bisa menjamah roh2 orang yang dilayani juga orang2 yang memusuhinya. Ada seorang dibangunkan Tuhan tengah malam, diberi beban untuk mendoakan temannya yang ada dalam bahaya di tengah2 pelayanan, maka dengan doa syafaatnya, orang itu tertolong.

Jangan bergumul, berjuang hanya dengan segala kekuatan sendiri, kalau Roh Kudus tidak memberi kata2 atau pimpinan, jangan melawan dan bergu-mul, terus saja berdoa dalam Roh dan kebenaran, pakai jalur Roh, biar Roh Kudus sendiri yang menjamah roh orang2 yang kita hadapi dan pasti hasilnya jauh lebih besar dan menjadi berkat. Batasi kekuatan sendiri, yaitu menurut pimpinan Roh Kudus saja, maka Roh Kudus yang membuat dan memberi hasil akan menghasilkan solusi dan kemenangan yang indah2.

Juga menghadapi orang2 yang sulit dalam keluarga, dalam Gereja, dalam hidup se-hari2, pakai kuasa Allah lewat jalur roh, Roh Kudus akan bekerja de-ngan tepat dan sempurna. Sebab itu menghadapi orang2 yang sulit, seka-lipun tidak ada kontak langsung, kita bisa memakai jalur roh dengan perto-longan Roh Kudus. Teruslah berdoa dalam Roh dan hidup benar, maka Roh Kudus menaikkan doa kepada Bapa untuk kita dengan sempurna. Kita harus belajar bisa memakai jalur roh, bahkan lebih banyak memakai jalur Roh, sehingga sekalipun tidak bisa kontak langsung, Roh Kudus yang menghubungi atau menjamah orang itu lewat jalur Roh! Ini sangat efektif, lebih2 dengan doa dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23-24. Tentu semua harus dilakukan dalam kebenaran dan untuk menjadi berkat. Sebaliknya orang2 yang memakai roh setan (de-ngan guna2) seringkali untuk tujuan dosa dan kejahatan, dan setan2 dengan senang hati mengerjakannya.Jangan lupa kita terus menerus menghadapi peperangan dengan iblis, sebab itu harus punya kuasa Allah, harap Tuhan dan pakai jalur Roh dan terus-menerus dipimpin Roh.

1KOR 3:7. BUKAN APA-APA.

Orang yang menanam atau menyiram itu bukan apa2, tetapi Allah itu yang menumbuhkan, Dia yang membuat dan memberi hasil. Sebab itu jangan lupa jalur Roh yang bisa dikerjakan hanya oleh Allah, yaitu Roh Kudus. Bagian kita hanya untuk kontak langsung, pemba-wa berita, yang menyampaikan kabar sukacita atau berkat, tetapi Tuhan yang memberi hasil, kita bukan apa2. Sebab itu jangan lupa dalam segala hal, dalam pelayanan dan hidup se-hari2 juga, kita selalu memakai jalur Roh. Jangan kalah dengan kaki tangan setan yang selalu mengandalkan jalur roh dari setan, dengan guna2, jimat dan jampi2nya; tetapi kita jauh lebih untung, sebab Tuhan di dalam kita jauh lebih kuat, lebih tinggi dari semua yang ada dalam dunia, asal kita tetap dalam kesucian, di pihak Dia, bahkan Dia harus selalu ada di dalam kita 1Yoh 5:3-5. Kalau ada Tuhan, kita sama sekali tidak perlu takut atau ragu2, Tuhan itu lebih dari pemenang dan juga kita bisa jadi lebih dari pemenang! Rom 8:37. Kaki tangan iblis selalu bawa jimat dan taat akan pesan iblis. Tetapi kita tidak perlu bawa apa2, hanya iman dan taat akan Firman Tuhan dan tetap hidup benar. Roh Kudus di dalam kita itu lebih dari semua yang ada dalam orang2nya iblis, bahkan dari penghulu mereka, luar biasa, bersukacita dan tetaplah dalam pimpinan Roh.

Jangan lupa tetap rendah hati, sebab tanpa Tuhan, siapa saja di antara kita manusia itu bukan apa2. Setan mengerti hal ini, sebab itu ia berusaha menggoda dan meng-angkat2 kita supaya menjadi sombong, lupa darat-an, lupa bahwa semua dari Tuhan. Hati2. Jangan lupa definisi rendah hati dari Tuhan, yaitu tahu, yakin bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7. Definisi ini menjadi ra-hasia kerendahan hati yang membuat kita langgeng dalam kemenangan Allah. Kita tidak perlu takut mengalami, me-nerima dan mengakui semua kenya-taan dan hasil yang indah2 yang dibuat Allah dalam hidup kita. Paulus melihat Tuhan memakainya lebih dari beberapa rasul2 lain, tetapi ia tidak sombong dan kata2nya itu (2Kor 12:11) itu juga tidak dianggap sombong, sebab ia sadar dan yakin bahwa itu semua karena Tuhan yang mengerjakannya di dalamnya. Ini bukan sombong, sebab Paulus tahu bahwa yang mulia itu ada dalam di-rinya, sebab itu ia menjadi mulia sebab Kristus 2Kor 4:7. Ini lain dengan keme-gahan dalam kecongkakan atau kesom-bongan, itu jahat Yak 4:16.Kita boleh ber-megah2 di dalam Kristus, ini tidak salah sebab kita yakin kemegahan besar yang kita terima itu karena Kristus 1Kor 1:31, dan yakin itu tidak mungkin terjadi tanpa Kristus. Orang yang yakin semua dari Tuhan, tidak mau di-besar2kan, sebab itu berarti tidak patut Yes 42:8. Patut Tuhan yang dipermuliakan, kita direndahkan, arti-nya waktu kita dikecilkan, dihina, dire-mehkan, kita tidak sakit hati, tetapi bersukacita sebab dalam hasil yang indah2 dan besar Tuhan yang diting-gikan, bukan kita Yoh 3:30.

Kalau kita tetap rendah hati, ker-jasama ini bisa terus berjalan dengan lancar, maka hasilnya akan terus bertumbuh dan bertambah.

Kalau timbul sombong, akan kena peraturan Allah, yaitu orang sombong akan direndahkan, maka hasilnya akan berantakan semua dan Tuhan meng-izinkan setan meng-injak2 orang yang sombong seperti Antikris meng-injak2 Halaman, pahit, sakit dan hasilnya jadi negatif, rusak semua.

Jangan sombong, terus sadar dan yakin, semua dari Tuhan dan teruslah bersyukur dan taat akan pimpinan Roh Kudus. Kadang2 ada 1 patokan yang mengingatkan kita untukterus taat akan semua perbuatan Tuhan yang besar2 dan kita bukan apa2. Ada orang melihat barang, atau bagian tubuhnya (Gal 6:11) atau rumah, atau lain2 yang terus mengingatkan dia bahwa semua itu dari Tuhan, bahkan ada yang ingat Tuhan dari duri2 yang Tuhan biarkan untuk terus menusuknya seperti Paulus 2Kor 12:7. Kalau bukan oleh Tuhan, su-dah lama karam dan hancur Maz 119:92. Ini sangat penting sebab ada beberapa (banyak) yang sudah meng-alami pengalaman yang indah2 dan besar dengan Tuhan (Maz 60:14), te-tapi tidak berlanjut terus, hanya 2 atau 3 kali saja, lalu berhenti. Ini sebab me-nuruti kebodohan daging. Merasa di-rinya mampu dan besar, sehingga sedikit2 mudah dan sudah tersinggung, apalagi kalau tidak dihargai dan tidak masuk hitungan. Mungkin juga nama-nya tidak disebut atau kurang gelar2 kehormatannya. Akibatnya Roh Kudus tidak bisa bekerja lagi, bahkan ia direndahkan, kena peraturan Allah Mat 23:12 dll, sebab Allah melawan orang sombong, dan mereka tidak lagi dapat anugerah Allah yang limpah bagi orang rendah hati 1Pet 5:5, seperti si iblis Lucifer dan orang2 sombong lainnya. Paulus dipakai Tuhan dengan heran, itu karena kelimpahan anugerah Tuhan 1Kor 15:10, bukan sebab dia pintar, sekalipun ia cukup terdidik dan menjadi murid Gamaliel, hamba Allah yang indah itu, ia cukup banyak terdidik; tetapi Paulus (1) tahu rahasia ke-rendahan hati, yaitu bahwa semua berasal dari Tuhan 1Kor 4:7 dan (2) terus memakai jalur Roh dengan doa dalam Roh dan hidup benar 1Kor 14:18, Yoh 4:23. Sebab itu pakai jalur Roh dalam pelayanan atau problem sebab bukan kita, tetapi Kristus yang akan bekerja di dalam dan lewat kita. Hasilnya pasti hasil ilahi dan itu pasti selalu yang terbaik, terindah dan biasanya besar.

Asal bisa tetap rendah hati, bisa mengalami atau memikul perkara2 besar dari Allah terus-menerus; jangan sampai jadi sombong lalu amburadul, direndahkan dan habis!

Jangan lupa kita semua ini bukan apa2, sekalipun punya pengalaman, reputasi dan pengalaman pelayanan dan hidup yang baik. Sadarilah bahwa kita ini bukan apa2 (BA) dan Tuhan itu se-gala2nya (SG).

Dengan banyak berdoa senantiasa, terus-menerus dalam Roh dan terus-menerus hidup benar 1Tes 5:17, kita akan terus hidup dan berjalan dengan Allah, sehingga rencana Allah jadi dengan lengkap (seperti bahtera Nuh yang mustahil, itu bisa jadi tepat pada waktunya sebelum air bah).

KESIMPULAN.

Siapa Paulus dan Apolos? Semua sa-ma2 pelayan Tuhan, bagian dari tubuh Kristus. Memang masing2 diberi oleh Tuhan kemampuan, jabatan, pengu-rapan dll sesuai dengan ukuran iman-nya Rom 12:3 KJI.

Sebab itu jangan lupa untuk terus memasang gelar kita dalam hati, yaitu BA = bukan apa2 dan terus bersyukur atas anugerah yang sudah diberikan pada kita, bahkan kita bisa ber-megah2 di dalam Tuhan untuk kebaikan-Nya memberi kita dengan limpah.

Nyanyian: Yoh 3:30.

Dia harus makin bertambah

Ku harus makin berkurang