M4038 – Matius 11:28-30. Meniru Kristus, Lemah Lembut

Tiga Pribadi Allah kita itu Maha besar, pasti bisa menolong problem apa saja. Datang kepada Tuhan Yesus, Dia adalah Pintu Gerbang, Pintu Kemah dan Tirai. Makin tinggi kita naik, makin banyak dan makin indah kemenangan yang kita dapatkan, bahkan sampai sempurna!MAT 11:28. TUHAN BERI PERHENTIAN BAGI YANG BERBEBAN BERAT.

Percaya Tuhan Yesus (Pintu Ger-bang) seperti perempuan Samaria, ia dibebaskan dan ada perhentian dalam hatinya. Rasul2 penuh Roh Kudus (Pin-tu Kemah), lebih indah lagi, menjadi saksi Tuhan dengan penuh kuasa dan hikmat Allah, sejahtera dan perhentian, luar biasa, tahan segala sikon Pil 4:7, seperti Paulus dalam penjara. Perca-yalah sungguh2 pada Tuhan dan terus taat dalam pengurapan Roh Kudus, maka kita akan memperoleh keme-nangan yang lebih besar, dan tetap dalam sejahtera dan perhentian Tuhan.

MAT 11:29. BELAJARLAH KEPADAKU.

Putra manusia Yesus menjadi contoh yang sempurna bagi orang percaya Yoh 14:6; 19:30 sehingga diangkat tinggi Pil 2:8-10, juga kita yang meniruNya.

PIKUL KUK = SALIB. (B. Lemah lem-but, C. Rendah hati), tandanya ada per-hentian yang betul, sentosa dalam Kristus.

Kuk atau SalibKu itu senang dan ringan, jangan takut atau ragu2. Ini mu-tlak perlu, percaya dan mau me-nyangkal diri, terus pikul salib baru bisa lemah lembut dan rendah hati. Ini prinsip hidup di dunia (di Surga tidak ada salib) sebab kita sedang diolah, se-bab itu diberi tubuh daging yang con-dong pada dosa Yak 3:19). Ini untuk melatih dan mengolah roh kita supaya bisa dibentuk seperti Kristus. Sebab itu mutlak harus mau menyangkal diri, pikul salib. Orang yang mengerti akan suka, kagum dan memuliakan salib Gal 6:14, Rom 8:17-18. Orang yang tidak mengerti menganggapnya kebodohan, sakit, tidak enak, terpaksa bahkan menolaknya, sebab baginya lebih baik menuruti daging, hidup semaunya sen-diri, sesukanya sendiri, sehingga men-jadi musuh atau seteru salib Pil 3;19, ini lawannya hidup pikul salib seperti Kristus sampai mati Pil 2:8.

RENDAH HATI.

Kita akan diolah makin tinggi, makin mulia, makin heran, makin indah se-perti Kristus, sebab itu tantangan bagi daging adalah menjadi makin sombong. Ini umum bagi daging, tambah besar tambah sombong, tetapi ini celaka bagi roh kita, tidak bisa tumbuh lebih lanjut, sebab setiap kali menjadi sombong, dihempaskan ke bawah Mat 23:12, Ams 16:8, tidak tumbuh2.

Sebab itu rendah hati adalah kunci untuk pertumbuhan rohani. Kalau ti-dak bisa rendah hati, ber-tahun2 tidak akan tumbuh, terus direndahkan, bah-kan sampai mati, karena sombong!

LEMAH LEMBUT.

  1. Definisi sifat lembut: Inilah sifat atau tabiat baru seperti Kristus, (bukan tabiat lama) dalam ber-kata2, sikap dan tindakan yang halus, manis, tulus, sa-bar, tidak bereaksi kasar atau garang, marah sekalipun menghadapi hal2 yang keras dan pahit, dari luar sampai dalam hati, tetap sama2 manis; sebab mau menyangkal diri, tanpa reaksi dosa dan tetap tulus dan suci. Ini dimungkinkan sebab sudah lahir baru dan ada kuasa Roh Kudus, lebih2 kalau dipimpin Roh Tit 3:2. Tanpa ini manusia hanya bisa menahan diri sementara (ngempet), mulut dan hati tidak sama, sebab biasanya ada reaksi dosa.

Orang2 beriman bergumul untuk tetap tidak bereaksi dosa dan hatinya tetap suci dan terus dipimpin Roh, itu lembut seperti Kristus, seperti Kristus selalu menang, tidak pernah bereaksi dosa. Ini menjadi perhiasan di hadapan Allah 1Pet 3:4.

  1. Musa mula2 sangat kasar hidupnya, waktu melihat seorang Mesir memukul orang Israel, langsung ditangani Musa dengan membunuhnya dan mengu-burkannya sendiri. Kel 2:12-13. Tetapi sesudah ia bertobat dan masuk dalam pelayanan, lebih2 bertemu Tuhan dan penuh kemuliaanNya, ia menjadi orang yang paling lembut di atas bumi Bil 12:3. Ia mahir menyangkal diri dan jadi lembut. Sampai dimana kelembutan hati orang2 beriman, itu bisa menjadi ukuran pertumbuhan rohaninya seperti Musa tingkat rohaninya sangat tinggi, ia menjadi paling lembut sebab penuh dengan kasih, penyangkalan diri dan pengampunan. Masing2 kita yang tum-buh seperti Kristus akan juga punya ha-ti yang lembut seperti Kristus dan ma-kin seperti Kristus, juga makin lembut. Orang yang masih kasar sikapnya, ka-ta2, tindakan dan perbuatannya bia-sanya belum tumbuh rohaninya. Ma-sing2 kita harus punya tabiat ilahi ini yaitu kelemah lembutan.
  2. Buah Roh, juga ada lemah lembut Gal 5:23 yang bisa muncul dalam orang yang sedang penuh dan mau taat di-pimpin Roh sebagai buah Roh, tetapi bukan buahnya sendiri. Roh Kudus memberi sifat yang langsung matang dan mulus ini sebagai buah Roh, tetapi Roh Kudus mengharap dengan distater (diajak dan didorong) seperti ini, kita sendiri mau berubah sampai tabiat baru yaitu lembut ini tampak dalam hi-dup kita sebagai buah Roh kita sendiri. Kita bukan mesin yang diperlengkapi dengan tabiat lembut, tetapi Roh Ku-dus memimpin dan menolong kita se-hingga kita sendiri bisa menyangkal diri, mengampuni dan mematikan ta-biat daging yang kasar lalu bereaksi dengan lembut sebagai buah kita sen-diri. Ini yang diharapkan supaya ber-munculan tabiat yang barudalam hidup kita, sehingga dalam pertumbuhan, kita makin berubah seperti Kristus.
  3. Bagaimana cara menumbuhkan ta-biat lembut seperti Kristus ini.

Ingat ini tabiat baru yang sudah ada dalam setiap orang yang sudah lahir baru 2Kor 5:7. Kita tidak perlu import lagi tetapi menumbuhkan benih tabiat baru yang sudah lengkap ada di dalam kita waktu percaya 2Pet 1:4. Ada orang lama yang sifatnya  lembut, ada yang kasar. Sekalipun  lembut tetapi tetap berbeda dengan  lembut, tabiat baru dari Kristus, sebab lembut orang lama itu terbatas, kalau tekanan yang dide-ritanya melebihi batas, timbul reaksi dosa dalam hatinya dan ber-macam2 reaksi selanjutnya tergantung masing2. Kadang2 orang sabar dan lembut bisa meledak tidak karuan. Tidak ada orang yang bisa lepas dari dosa tanpa ditebus oleh Kristus waktu percaya. Tetapi sebaliknya orang2 beriman, biarpun mula2 ia orang yg kasar, tetapi kalau ia mau menumbuhkan tabiat baru yg su-dah ada dalam manusia batiniahnya, maka ia akan menjadi lembut dan ma-kin lama makin seperti Kristus, seperti Musa orang yg mula2 kasar dan garang, menjadi yg paling lembut di bumi wak-tu itu. Jadi langkah pertama adalah:

4.1. Dengan iman. Kita bisa menjadi se-perti Kristus dengan iman. Percaya dan taati pimpinan Roh, maka tabiat lem-but akan tumbuh dalam hidup kita.

4.2. Harus mau menyangkal diri, mau mematikan dorongan atau keinginan daging yang ada dalam tubuh daging kita ini. Daging harus disangkali dan dimatikan, dan dengan Kristus kita sanggup melakukannya selama kita mau dan tetap tidak bereaksi dosa, maka kita akan sanggup memunculkan tabiat baru ini. Ada banyak macam reaksi daging selain kasar, misalnya JMPE (Jengkel, Mangkel, Pegel, Emosi) sehingga menambah kekasaran yang makin jelas, apalagi kalau tabiat lama-nya sudah matang dalam kekasaran, pergumulan bisa lebih berat, tetapi kalau mau, tetap bisa menyangkal bah-kan mematikan tabiat daging ini.

4.3. Perlu kuasa Allah. Sekalipun kita sudah punya benih2 tabiat baru ini, tetap perlu dorongan atau kekuatan untuk menumbuhkannya. Kalau kita lekat pada Pokok yang benar (yoh 15:5), pasti kita akan tumbuh seperti Pokok kita yaitu Tuhan Yesus (dan Bapa adalah Penjaganya, Roh Kudus yang bekerja dalam kita Yoh 15:1). Apa tan-danya kalau kita lekat pada Pokok yaitu Tuhan Yesus? Kita hidup suci. Ini perlu dan harus terus dipertahankan bahkan kita harus tumbuh dalam kesucian yang lebih tinggi, naik di gunung kesucian Allah. Bisa hidup dalam kesucian? Bisa! (jangan kuatir, kalau mau, kita bisa tetap hidup suci, mati lepas dari dosa Rom 6;1-2, 2Pet 1:10 dll), lebih2 kalau selalu penuh de-ngan Roh (berdoalah terus menerus dalam Roh dan hidup benar) dan di-pimpin Roh, pasti yang mau, bisa hidup suci sampai MAK DSY = di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu, Sekarang dan Yang akan datang).

Dosa memutuskan hubungan kita dengan Kristus Yes 59:2 sehingga roha-ni tidak bisa tumbuh, tabiat baru itu sulit muncul dan berkembang dalam hidup kita.

Tanda lain kalau hubungan kita (sebagai carang) lekat dengan baik pa-da pokok Kristus adalah 7 Kebutuhan Pokok Rohani akan mengalir dengan limpah dan lancar dalam hidup kita.

  1. Kita akan senang dan suka terus be-lajar dan taat akan Firman Tuhan (orang yang hidup dalam dosa, tidak suka akan Firman Tuhan).
  2. Suka berdoa dalam Roh dan kebe-naran (ini indah, ada sukacita dari Roh Yoh 4:14; 7:38).
  3. Senang pikul salib, hidup di jalan sempit.
  4. Akan senang beribadah.
  5. Suka bersekutu dalam Roh dengan saudara2 seiman,
  6. Serta suka menjadi garam dan te-rang, punya belas kasihan dan gairah untuk melayani orang lain.
  7. Terus hidup dipimpin Roh dengan sejahtera dan sukacita. Karena ada su-ngai sukacita, maka hati ini penuh se-jahtera dan sukacita, bukan pahit dan menderita (ini tanda hidupnya tidak be-tul), sehingga sifat lembut itu bisa mun-cul dan ber-tambah2 dalam hidup kita.

 

  1. Makin kita mengerti tentang sifat lembut dari Firman Tuhan, kita akan makin bergairah dan sanggup hidup lembut dalam segala perkara (ingat se-mua perkara yang terjadi pada kita itu dikontrol Tuhan, tidak melebihi kekuat-an kita, dengan Tuhan kita pasti bisa ta-han 1Kor 10;13, kecuali kita menuruti hawa nafsu). Adalah kehendak Tuhan supaya kita punya kesaksian hidup yang lembut Pil 4:5.

Memang semua tabiat baru ini saling terkait dan saling menguatkan satu sama lain. Orang yang makin penuh kasih Kristus, akan lebih mudah mentaati pimpinan Roh untuk bereaksi dengan lembut. Tidak sulit asal mau taat dipimpin Roh, tabiat lembut itu akan muncul dan bertumbuh terus.

  1. Lembut, tetapi tetap punya pendi-rian. Lembut bukan berarti tidak punya pendirian, tidak tertib dan tidak bisa menertibkan orang lain yang kasar dan jahat. Putra manusia Yesus itu lembut, tetapi juga menegur orang2 percaya dan orang2 yang keras hati lainnya, namun bukan dengan dosa, marah, benci, sombong, garang dsb, tetapi de-ngan hikmat dan kuasa Allah. Juga Petrus menghukum Ananias dan Safira bukan dengan benci, emosi, marah, tetapi dengan menegurnya, maka Tu-han menghukumkan mereka.

Semua orang rohani yang terus bertumbuh, juga bertumbuh makin lembut seperti Musa, Putra manusia Yesus, tetapi tetap ada ketertiban, te-tap ada hukuman atas orang yang keras hati, namun bukan dengan benci, garang, bernafsu, tetapi Tuhan sendiri yang menghukumkan, bahkan lebih dahsyat. Misalnya semua orang yang melawan Musa dihukum Tuhan dengan kematian yang mengerikan, tetapi Mir-yam bertobat minta ampun, ia lepas dari kustanya.  Kalau kumpulan orang rohani ber-sama2 berangasan dan ber-kelahi, itu kanak2 bukan orang rohani! (Memang Gereja masih campuran, te-tapi jgn meniru yg salah dan tetap ada ketertiban, kesucian, kasih dan tabiat2 baru) 1Tim 3:3; 6:11, 2Tim 2:24.

  1. Mulut dan hati. Kita sudah banyak memeriksa hati, harus tetap suci, pe-nuh dan dipimpin Roh. Kalau keras hati dalam dosa, tidak ada Firman Tuhan, maka orang itu tidak bisa lembut. Se-lain wajah, sikap, tindakan dan per-buatan, mulut & hati memegang peran kunci untuk sifat yg lembut ini, yaitu dgn kebijakan yang lembut Yak 3:13.

Mulut juga harus dikuasai (selain hati), supaya bisa lembut, misalnya tabiat lama dari mulut harus dimatikan dengan kuasa Tuhan, sebab kalau dari mulut keluar 2 macam sumber (lembut dan kasar), itu tidak patut Yak 3:8-10 itu pura2 atau munafik, bukan lembut seperti Kristus. Jangan biarkan daging memakai mulut ini, harus disangkali, misalnya:

– Vokal, bicara dengan berani, blak2an dan kasar, biasanya dalam banyak bi-cara juga banyak salahnya, apalagi ka-lau tidak mau kalah. Orang2 pilihan Tu-han kalau bicara dengan lembut bukan dengan kasar atau vokal Kol 3:12.

– Mulut yang bantahan 1Kor 11:16. Ki-ta harus menerima pengajaran Firman Tuhan dgn lembut Yak 1:21. Boleh ta-nya, bahkan itu perlu tetapi dengan ta-nya jawab yang lembut 1Pet 3:15, 2Tim 2:25.Bukan berarti jadi “kelu”, tetap ada nasehat, teguran atau sharing un-tuk memberi penjelasan tetapi bukan dengan Jengkel, Mangkel, Pegel dan Emosi (JMPE) atau dengan ber-ban-tah2, melainkan dgn sabar dan kasih.

– Bukan suka bicara, cepat dan banyak bicara Yak 1:19-20, biasanya juga ba-nyak salah Ams 10:19, apalagi kalau di-tambahi dengan dosa (misalnya fitnah, benci, iri, emosi, marah dsb) tidak mungkin menjadi lembut tetapi men-jadi mulut yg kasar, garang dan jahat.

– Tetap lembut waktu dituduh dan di-salahkan seperti Kristus, domba kelu Yes 53:7. Sebab itu jangan membalas, itu sulit sekali, itu urusan atau bagian Allah Rom 12:19. Kalau tidak mau mengampuni dan mulai membalas, akan jadi ramai penuh dengan kata2 yang kasar, keras, jahat, benci dll, tidak lagi ada kata2 yang halus.

– Mulut yang kotor seperti maki2, kata2 kasar, bahasa yang kotor, som-bong, terang2an tanpa salib, tetapi penuh nafsu semaunya sendiri dll, kalau ini tidak disangkali, tabiat lembut akan gagal tumbuh.

Mulut ini harus dijaga (Maz 141:3) jujur, suci, sedikit bicara sambil selalu berkenan pada Tuhan (cocok dengan Firman Tuhan). Orang yang bisa men-jaga mulut itu seperti menguasai ke-mudi hidupnya Yak 3:2,3 sehingga arah hidupnya tidak ngawur dan tidak me-nabrak sana-sini. Berusahalah memu-liakan nama Tuhan dengan mulut yang lembut dan mau menjadi berkat bagi perasaan hati dan hidup orang lain, maka tabiat lembut itu akan mudah tumbuh & berkembang, menjadi ber-kat & memuliakan nama Tuhan. Me-ngapa? Sebab orang yg lembut itu akan lebih mudah mendengar suara Roh se-hingga makin bijak dalam pimpinan Roh Kudus.

  1. Mendidik anak dan domba2 Tuhan. Ini perlu diperhatikan dalam keluarga, kelompok kecil dan sidang Tuhan, se-bab makin lama (Wah 22:11) makin ba-nyak anak dan orang2 yang kasar, bicara dengan keras dan kurang ajar, baik laki2 dan perempuan makin ba-nyak yang kasar (jangan lupa dalam jalan sempit juga makin banyak orang yang lembut!). Dahulu orang2 men-didik anak dengan rotan dan hukuman keras. Tetapi sekarang lebih banyak ga-gal sebab ada roh2 setan yang ikut bekerja di dalamnya (seperti Mat 16:23, Luk 9:55 KJI, dll) sehingga kita perlu mendidik dengan berdoa, dengan hikmat dan kuasa Allah, tidak cukup anak2 hanya dimarahi dan dipukul, tetapi layani dalam Roh dengan kuasa Allah dan karunia2 Roh. Berdoalah de-ngan limpah dalam Roh dan kebenaran.
  2. Menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan. Meskipun bagi orang yg melawan dan keras hati dalam dosa, seringkali kata2 dan sikap yang lembut tidak banyak berarti bagi mereka, te-tapi bagi banyak orang bisa menjadi berkat, sebab Roh Kudus bekerja di dalam hatinya Mat 5:16.
  3. Menjadi berkat bagi orang2 sekitar-nya, meskipun melawan tetapi kemu-dian mau bertobat, akan dijamah hatinya oleh kuasa Allah, sehingga me-reka maubertobat atau berhenti dari jalan yang salah dan jahat.
  4. Ini membuat amarah berhenti dan menutup pintu bagi iblis Ams 15:1.
  5. Jadi saluran berkat Tuhan bagi kata2 dan pesan dari Tuhan yang bisa masuk terus sampai dalam hati. (Tabiat kasar, yg merusak bukan jamahan Tuhan, te-tapi itu menuruti daging dan dibakar oleh iblis).
  6. Sampai dimana kelemah lembutan kita? Seringkali kita lupa atau tidak sadar akan kekasaran atau kelembutan tabiat kita. Tanyalah pada orang yang dekat, apalagi cinta dan merasa terbe-ban atas hidup kita, biasanya mereka bisa mengatakan dengan betul, sebab tampak dari luar. Mat 7:3. Tanyalah pada suami-istri masing2 atau sahabat2 lainnya dan berubahlah!

KESIMPULAN.

Jangan lupa ini tabiat baru yang sudah ada benihnya dalam setiap orang yang percaya Tuhan Yesus. Kalau percaya dan mau, tumbuhkanlah dengan iman, dengan lekat pada Pokok yang benar, pasti bisa, jangan ragu2. Orang yang lembut akan ditinggikan Tuhan Maz 147:6 dan punya warisan yang besar dalam Surga Bumi Baru Mat 5:5 sesuai dengan tingkat kelembutannya.Jangan pakai kekuatan sendiri, tetapi bersan-dar pada Tuhan. Kita harus belajar makin lama makin berubah seperti Kristus, jangan macet, apalagi karena sombong. Terus tumbuh seperti Kris-tus, baik dalam tabiat yang lembut dan tabiat2 yang lain, sebab semua dibu-tuhkan dengan lengkap. Kalau dalam satu segi kita bersalah, kita sudah men-jadi orang berdosa dan itu pintu masuk iblis untuk merusakkan lebih banyak lagi. Yak 2:10. Bagaimana kita bisa menjaga begitu banyak segi hidup kita? Ini tidak sulit kalau pakai “komputer ilahi” yaitu Roh Kudus yang Maha kua-sa, Dia bisa mengingatkan kita segi2 mana yang langsung perlu ditangani dan Dia akan memimpin kita menum-buhkan semua tabiat yang baru, ter-masuk kelembutan ini! Tabiat baru ini pasti menjadi berkat, membuat diri kita dan orang2 lain menjadi sejahtera dan sukacita, mengusir setan dan menarik hadirat Tuhan dalam hidup dan per-sekutuan kita.

Nyanyian: Tabernakel no 479

Lembut, manis dan suci,

Saya pandang padaMu

Tuhan yang murah budi,

Engkaulah teladanku.