M4031 – Hakim-Hakim 12:8-15. Bukan Orang Biasa (Ebsan, Elon, Abdon)

Inilah orang2 besar secara duniawi, mereka diakui. Tetapi mereka bukanlah hakim2 yang baik, yang diperkenan oleh Tuhan, bahkan mungkin juga bu-kan hakim2 yang diangkat Tuhan, seka-lipun dalam kenyataannya mereka diakui oleh rakyat. Mengapa? Sebab:HAKIM-HAKIM ISRAIL KE XI, XII, XIII.Pasal I

  1. Tidak nampak sesuatu tanda yang khas dari seseorang yang dipilih Allah, misalnya Ibr 2:4.
  2. Tidak ada tanda2 yang menyebutkan bahwa mereka berkenan pada Tuhan, misalnya Ibr 11:32, tidak ada yang disebut namanya. Misalnya hakim Israil I adalah Otniel Hak 3:10 Roh Tuhan adalah di atasnya. Orang2 melihat buk-tinya, ia ke luar berperang dan me-nang. Ehud seorang kidal, tetapi mem-punyai hikmat dan keberanian. Juga Samgar, Debora, Barak, Gideon, Yefta, Simson dll. Roh Tuhan turun ke atas-nya. Semua ini orang2 yang diangkat oleh Tuhan, disertai dengan tanda2 da-ri Allah yang indah2, yang tidak dapat dikerjakan orang biasa tanpa Allah, meskipun juga tidak ada kesalahan atau kekurangan yang dilaporkan.
  3. Catatan yang ada Ebsan mempunyai 30 putra dan 30 puteri yang menga-gumkan, begitu juga Abdon mempu-nyai 70 putra2 yang masyhur. Sesudah 3 hakim2 ini mati dalam masa yang relatif pendek yaitu 7+10+8 = 25 tahun saja, putera2 tersebut masih hidup. Tetapi heran, mereka langsung dijajah orang Filistin selama 40 tahun. Dimana mereka selama 40 tahun penjajahan yang kejam ini ? Ternyata mereka se-mua (60+70 orang = 130, belum lagi anak2 Elon), tidak dapat berbuat apa2. Kebanggaan hakim2 itu sia2. Kalau Daud lain, sebab Daud memper­kenankan Tuhan, maka banyak orang2 ikut terdidik menjadi orang yang sung-guh2 beribadat. (Ingat Maz 119:63). Sekalipun Daud mati, musuh tidak dapat masuk menjajah. Disini, langsung sesudah 3 hakim2 ini mati, musuh ma-suk dan merajalela. Ini salah satu bukti bahwa hakim2 ini tidak termasuk orang2 pilihan Allah.

Pasal II

ANAK ALLAH YANG “BIASA”.

Seringkali banyak orang Kristen tidak mengetahui sampai dimana ukuran seorang anak Allah yang wajar, yang normal. Ini kebodohan banyak orang beriman.

Karena tidak mengerti isi Alkitab dan hanya jenuh dengan akal manusia-winya sen­diri, maka seringkali ukuran yang normal bagi kebanyakan orang Kristen itu terlalu rendah, jauh lebih rendah dari ukuran yang sebenarnya. Allah kita itu luar biasa, maha kuasa, maha tahu, maha kasih, maha baik, maha besar, tertinggi diatas segala kuasa dan penguasa di-mana2pun. Sebab itu anak2Nya pasti juga memiliki sebagian dari keadaanNya yang luar biasa itu, ada tanda2dan mujizat me-nyertai hidupnya. Tetapi seringkali hal seperti ini dianggap luar biasa atau tingkatan yang jauh diatas ukuran orang Kristen yang normal untuk akal manusiawi. Sebetulnya tidak! Setiap orang2yang percaya itu disertai, ada tanda2nya Mrk 16:17-20.

Anak seorang kaya, seorang raja, seorang besar pasti mempunyai tan-da2nya (kecuali anak itu murtad dan terpisah dari orangtua­nya). Kita ini anak2 Raja segala raja. Allah kita itu luarbiasa besarnya, kuasa dan karu-niaNya. Sebab itu jangan kita puas de-ngan keadaan yang sama seperti orang2 biasa lainnya. Jangan puas de-ngan hidup yang biasa. Kita harus indah di hadapan Allah, sekalipun miskin seperti Lazarus. Tiga hakim2 ini sudah diakui sebagai pemimpin besar dari seluruh bangsa Israel di negeri Kanaan! Tetapi tidak ada tanda2 dari Tuhan. Ada orang Kristen jadi terhormat, kaya, berkedudukan dll, tetapi kalau di ha-dapan Tuhan tidak ada yang indah, itu keindahan atau kemuliaan yang fana dan hilang waktu mati seperti Luk 16:24, Luk 12:21. Seperti Achab dll.

Tetapi jangan memaksa Allah untuk berbuat mujizat, namun sebagai anak2 Allah yang biasa adalah wajar kalau di dalam hidup kita ini ada tanda2 bahwa kita ini sungguh2anak Allah. Sebagai anak2 Allah kita mempunyai kewajib-an2 jasmani dan rohani, tetapi di samping itu kita juga mempunyai hak2 atau wewenang/kuasa seba­gai anak2 Allah! Periksa diri dan memakai iman !

Jangan puas menjadi orang yang begitu miskin sampai tidak dapat makan kalau tidak hutang, itu bukan anak Allah. Jangan dija­jah terus oleh penyakit, oleh kesukaran2. Hidup yang kacau, tak ada pertolongan, tak ada mujizat, tak ada berkat, susah terus, celaka terus, tak berdaya. Dan yang penting bisa hidup baru, berkemenangan atas dosa, bisa hidup dalam kesucian, mengalahkan iblis, tumbuh makin seperti Kristus, me-nangkan jiwa2 sehingga punya banyak kemuliaan yang kekal tersimpan di Sur-ga Yes 66:22. Jangan puas kalau tidak ada tanda2 luar biasa dari Tuhan. Kalau ini ada, biasanya juga ada tanda2 jasmani di dalam dunia ini. Ini bukan bentuk hidup anak2 Allah yang heran itu. Sekalipun orang kecil ditekan tetap luar biasa, misalnya Yusuf Kej 39:2-5, Yoh 3:27.  Tetapi kalau hidup kita sepi, begitu2 saja, kosong, apalagi diper-budak oleh dosa, tidak ada apa2nya yang heran, coba periksa diri me­ngapa sampai begitu. Anak Allah yang normal, yang wajar, itu ada tanda2 yang jelas!

Tanda2 pada 3 hakim ini terlalu rendah!, tidak wajar, tidak sesuai dengan rencana Allah. Dengan akal, kete­kunan dan kekuatannya seperti Hakim2 ini masih dapat mengatur beberapa hal jasmani dengan baik, tetapi ini sama seperti orang dunia. Kita harus lebih! Harus nyata tangan Allah di atas kita. Banyaklah meme-riksa diri, berdoa dan menyelidik Fir-man Tuhan. Rindu­lah hidup yang pe-nuh dengan kuasa Allah, dengan tan-da2 dari atas, hidup yang tangan Allah ada di atasnya seperti Yusuf (Kej         39:2-3,5,21,23 / 41:38), seperti Musa yang Firman Tuhan terus turun kepa-danya, seperti Yusak, Daud, seperti Petrus, Stefanus, seperti orang2 dalam Gereja mula2 (Mrk 16:20  Kis 11:21), bahkan seperti semua orang2 dalam Alkitab, semua ada tanda2 yang nyata menyertainya sampai akhir hidupnya. Meskipun orang biasa menurut mata manusia, tetapi luar biasa di hadapan Allah, sebab kita sudah diisi dengan hal2 yang luar biasa dan kekal! Seringkali Gereja Tuhan kekurangan hal

ini sebab tidak mengerti Firman Tuhan dan kuasa Allah  Mrk 12:24, sehingga tidak ada iman dan tidak ada kerin-duan dan tidak ada hal2 yang indah dan mulia di hadapan Tuhan. Yusuf dan Maria adalah orang kecil, tetapi me-reka orang besar di hadapan Tuhan dan dipilih Tuhan sebagai pilihan pertama. Juga Daud yang diafkir bapaknya dan direndahkan kakak2nya, ternyata orang besar di hadapan Allah. Kita perlu per-caya sungguh2 dan mengerti kebe-naran Firman Tuhan, maka kita bisa ber-buah2 banyak Mat 13:23. Jangan hanya tahu sedikit dalam Firman Tu-han, tetapi belajar banyak, berdoa ba-nyak, lebih2 penuh dan dipimpin Roh, maka hidup kita akan indah, sukacita, puas dan besar di hadapan Tuhan. Orang yang mengerti dan rindu akan menyelidiki Firman Tuhan, menyangkal dirinya dan tekun berdoa dalam Roh dan kebenaran, maka pasti tanda2 itu akan nyata dengan limpah. Jangan puas dengan tanda2 seperti orang dunia, tanda2 dengan akal dan kekuatan sendiri yang fana. Carilah tanda2 dari Tuhan, kenya­taan dari Allah bahwa kita ini betul2 anak2Nya, terbukti dalam segala sikon.

Pasal III

EBSAN HAKIM ISRAEL XI. Hak 12:8-10.

EBSAN adalah hakim dengan rumah tangga yang rapi.

Ebsan mempunyai 60 orang anak (orang Perjanjian Lama, mempunyai banyak istri sebab tidak mengerti hidup nikah yang betul seperti Ayub, Yusuf, Ishak dll). Tetapi cukup mengagumkan, ia dapat mengatur semuanya tanpa kecuali dengan baik dan rapi (“lebih” dari Daud! orang yang rohani itu).

30 orang anak perempuan menikah dan ke­luar, lalu ia mengambil 30 me-nantu perempuan bagi 30 putra2-nya dari luar daerahnya. Ini suatu prestasi         yang dibanggakan dan diketahui orang2 Is­rail. Juga keadaan negeri aman. Ini bukan suatu urusan yang mudah. Ia cukup sibuk.

Ada banyak orang Kristen yang si-buk meng­atur rumahtangga (peker-jaan, pelayanan, sekolah, dll segi) de-ngan kekuatan akalnya sendiri dan hasilnya lumayan, cukup rapi, tetapi dosa tetap bercokol, tidak ada pe-kerjaaan Roh, kuasa Allah tidak nyata, yang ada hanya kemahiran manusiawi.              Sepintas lalu semua cukup baik, tetapi tak nampak kemuliaan Allah, tak ada letupan sorak sorai me-muji2 Tuhan, tak ada nyanyi­an2 yang memegahkan kebesaran Tuhan. Tidak ada kesaksian2 yang memuliakan Allah, yang me-muji2 Allah karena heran akanpekerjaanNya. Kemampuan akal dan ketertiban         Ebsan baik sekali, tetapi ini belum dan bukan tanda2 dari Tuhan. Orang dunia juga dapat mengatur semua de-ngan baik, tertib dan teratur tetapi sesat, dosa dan kenajisan tetap menguasai semuanya. Sebab itu kita harus meng-harapkan lebih dari itu. Jangan sampai seperti SARDIS. Wah 3:1-2.

Jangan ibadat kita dipenuhi dengan hasil pekerjaan akal dan kekuatan sendiri saja, tetapi rindukan pekerjaan Roh yang limpah, yang nyata, yang jelas2 dari Allah. Hauslah akan Allah dan kenyataannya, sehingga nam­pak kemuliaan Allah dan Nama Tuhan dipermu­liakan. Inilah kehendak Allah, hidup yang limpah jasmani dan rohani penuh buah2 yang nyata2 dari Allah  Yah 15:8, dan disertai tanda2 yang ada pada setiap orang yang sungguh2 percaya, sehingga limpah dengan ke-saksian2 yang hidup. Jangan hidup   tanpa ada kesaksian2. Bersukacitalah meng­hadapi kesukaran, itu pasti akan menjadi kesaksian yang indah2 untuk memuliakan Tuhan, asalkan kita tetap dipimpin Roh. Orang2 beriman harus limpah kesaksian2, itu mempermulia-kan Allah. Mintalah, doakanlah, naiklah ke atas mezbah Allah dan selidiklah Firman Allah baik2 untuk mentaatiNya. Ja­ngan puas dengan hasil akal dan ke-kuatan manusiawi belaka. Selidik Fir-man Allah dan carilah janji2Nya. Minta-lah kuasa Al­lah yang limpah, jangan sedikit2   Luk 24: 49, terimalah dengan iman, sebab Allah kita itu besar. Yoh 10:10b. Miliki iman besar Mat 8:10-11.

IA MEMERINTAH HANYA 7 TAHUN.

Semua ini bukan kebetulan, tetapi sudah dihitung Tuhan. Ia tidak dapat tahan lama, akhirnya mati. Ehud si tangan kidal dapat tahan 80 th sebab diurapi dengan kuasa Allah. Begitu juga Otniel 40 tahun, Debora-Barak 40  ta-hun, Gideon 40 tahun, Simson 20 tahun (sebab terjerat Delilah!). Sebab itu ja-ngan bersandar pada kekuatan sendiri. Belajar bersandar dan berharap pada Allah yang heran. Belajar peka men-dengar suara Roh dan terus taat supaya bisa mengalami rencana Allah, sebab pasti rencana Allah paling indah bagi setiap orang beriman!  Pakailah kuasa Allah dan terus dipimpin Roh, berjalan dengan ketaatan akan Firman  Tuhan, limpah berdoa, ibadat dan pelayanan. Dengan Tuhan kita dapat tahan sampai akhir hidup dan terus ber-buah2.

Pasal IV

ELON HAKIM ISRAEL XII. Hak 12:11-12.

Seorang Zebulon. Tempat kuburnya di-sebut dengan namanya, Ayalon ter-kenal di hadapan manusia pada waktu itu, tetapi di hadapan  Allah bukan apa2, ada keindahannya sedikit secara jasmani. Selain itu, tak kedengaran apa2 yang lain dari orang ini.

Banyak orang2 Kristen yang sibuk dengan hal2  yang indah dalam peman-dangan manusia saja, tetapi  bukan indah dihadapan Allah. Jangan tertipu dengan kemuliaan duniawi yang fana, itu hanya sampai di kubur  saja. Didunia ia seorang pemimpin yang besar, tetapi belum tentu di Surga,  mungkin ia men-jadi orang yang paling kecil, misalnya Mat 5:19. Sebab tidak mengerti per-kara rohani, dan hanya memikirkan  perkara2 besar secara jasmani saja, maka semua  diputar balikkan. Nama-nya dikenang, kuburannya megah, tetapi itu bukan apa2 di hadapan Tu-han, semua hanya kemuliaan manu-siawi yang fana. Jangan  me­ngumpul-kan kemuliaan manusiawi seperti orang Parisi dan imam2, tetapi belajarlah se-perti Yahya Pembaptis. Dari luar Yo-hanes nampaknya kecil, pelayanannya sederhana di tepi sungai, tetapi ia paling mulia di  antara semua orang yang dilahirkan manusia  di hadapan Allah. Mat 11:11.

Jangan pusing dengan kemuliaan dan peng­hargaan duniawi, tanda2 jasa manusiawi, kepujian manusiawi, tetapi perkenankan  Tu­han mati2an. Tuhan hanya dapat memakai orang2 yang mau meninggalkan segala kemu­liaan dunia dan kepujian manusiawi Pil 3:7-8.

Banyak orang yang kecil di hadapan manu­sia, tetapi taat dan setia, mereka dipakai Tuhan dengan kuasa dan pe-ngurapan yang limpah dan menjadi mulia serta indah di hadapan Allah. Rindukan hidup sepeti ini, yang limpah dengan kuasa Allah 1Kor 1:26-27. Allah tidak pilih orang kecil atau orang besar, tetapi yang mau mengerti kehendak-Nya dan taat. Seperti Stefanus, diha-dapan banyak orang ia dibenci, tak dihargai, tetapi dihadapan Allah dan umatNya, ia seorang azis Allah yang indah. Belajar memperkenankan Tu-han, nomor satu, baru kemudian orang2 lainnya Luk 2:50. Biarlah kuasa Allah, kemuliaan Allah yang kekal itu yang bekerja di dalam hidup kita, sekalipun untuk itu kita dibenci oleh semua orang.

Pasal V

ABDON BIN HELIEL HAKIM ISRAEL XIII.

Seorang Piratoni, memerintah Israil 8 tahun. Yang terkenal daripada Abdon ini hanya 70 putra2nyaserta cucu (KJ: Keponakan) laki2, yang mengendarai 70 ekor keledai muda. Kemudian mati dan dikuburkan di Piraton. Yang di-banggakan hanyalah perkara2 yang juga dapat dibanggakan orang dunia. Mungkin gedung, milik, titel, harta dll. Secara duniawi hal ini indah, tetapi sia2 di hadapan Allah. Itu sama seperti Je-maat Laodikea yang tidak kekurangan apa2. Mereka merasa semua sudah cu-kup, tetapi sebetulnya mereka paling miskin di hadapan Tuhan. Wah 3:17.

Beberapa orang “terlanjur” menjadi pemimpin, orang besar dalam ladang Tuhan, tetapi tak ada apa2nya, sangat miskin akan kuasa Allah, kebenaran Firman Tuhan, karunia2 Allah, kesu-cian, pembukaan2 baru, dsb.nya. Apa-lagi kalau banyak dosa dan keku-rangan2nya dan tidak diperbaiki.  Hanya kaya secara jasmani, tetapi sangat miskin bahkan hina di hadapan Allah. Rindu­lah menjadi kaya dengan segala pahala di Surga yang kekal itu Wah 14:13, Yes 66:22. Jangan menu-karkan kemuliaan Allah dengan kemu-liaan dunia yang fana, itu sia2. Pil 3:7-8.

Harus berani meninggalkan semuanya baru dapat menjadi indah dan mulia dalam Kera­jaan Surga. Mat 19:27-28.

Banyak orang sayang meninggalkan segala tanda2 kemuliaan duniawi, se-bab itu mereka bantut sebab ber-cintakan hal2 itu  Mat 13: 21-22.

*70 orang pangeran yang gagah2 naik keledaimuda. Tetapi semua ini sia2. Buktinya: Sesudah Abdon mati, Israil menjadi jahat sekali dan kemudian ditindak dan dijajah orang Filistin sam-pai 40 tahun. Di mana pangeran yang gagah2 itu? 40 orang putra2 Abdon dan 30 orang cucu2nya (keponakannya), kegagahan mereka itu sia2, tak dapat membebaskan Israel dari Filistin.Hanya megah cara luar, tetapi tak ada kuasa-nya. Sistim2, keindahan dan kemegah-an cara luar itu sia2. Kadang2ada orang yang bangga dan megah akan Gere-janya yang penuh dengan peralatan tehnology modern.

Tetapi semua ini tidak dapat me-ngusir setan, tak dapat melepaskan manu­sia dari ikatan dosa2nya, tak da-pat merubah dan tak dapat menyela-matkan roh manusia! Yang perlu ialah orang2 yg penuh kuasa Allah, yg limpah dengan Firman Tuhan dan iman seperti Stefanus Kis 6:3,5, taat seperti Yusak Yus 1:8, seperti Daud Maz 1:1-3 dsb, baru dapat menjadi berkat bagi sidang Tuhan.

Jangan puas dengan segala keme-gahan dan keindahan2 manusiawi be-laka. Baik tehnology modern, harta, pangkat, kepujian manusiawi dan lain2 perkara dari manu­sia saja. Semua itu tidak salah, tetapi Gereja Tuhan itu hidup bukan oleh kuat dan gagah manusia, tetapi oleh kuasa Allah yang limpah sesuai dengan FirmanNya. Ja-ngan tukar segala kemuliaan pekerjaan Roh Kudus dengan kemuliaan peker-jaan manusiawi saja. Gereja tidak akan punya arti kalau tidak penuh dengan Allah sendiri. Gereja yang penuh de-ngan Allah akan nyata kuasa dan ke-muliaannya seperti dalam Wah 12:1, baru kita dapat masuk dalam rencana kesempurnaan Allah yang besar itu.

Pelajarilah Firman Tuhan baik2 su-paya kita dapat mengerti berapa besar kemuliaan janji2 yang heran disediakan Allah bagi kita. Kol 1:27.

Lalu bertekunlah dalam doa yang benar dan penuh pengurapan Roh Ku-dus terus menerus, supaya janji2 itu nyata dalam hidup dan pelayanan kita.

Inilah anak Allah yang biasa di hadapan Tuhan. Jangan hidup dibawah standard Allah. Terimalah dengan iman semua yang sudah dijanjikan Allah. Allah tak pernah berdusta, sebab itu dengan yakin carilah dan ambillah dengan iman segala kemuliaan janji janjiNya yang heran itu. Jangan bodoh se­perti anak sulung yang tidak tahu apa2 Luk 15:31. Ketahuilah hak2 dan kewajiban kita, serta hiduplah dengan iman dalam standard Allah, baru hidup ini akan jadi terang benderang yang memuliakan nama Tuhan.

Nyanyian : Bri kuasamu padaku 2X

brilah dua bagian Roh Tuhan

bri kuasamu padaku.