M4029 – 2Korintus 3:18. Kutak Mau Seperti Dahulu Lagi (Tabiat)

Apakah tahun ini kita sudah berubah? Apa masih sama seperti tahun lalu? Apakah kita setiap tahun terus ber-ubah? Secara jasmani tahun lalu di kelas 2 SMP tentu tahun ini tidak mau tetap disana, apalagi tahun depan.BERUBAH. Ef 5:8

Secara jasmani banyak orang2 tidak terima status quo (pancet), semua berusaha ada perbaikan dan kemajuan. Juga pemerintah, angka kemiskinan, angka pengangguran, angka kematian dll kalau bisa turun terus. Juga secara rohani jangan macet, bantut, tetapi tumbuh, berubah dan makin berubah, meningkat di hadapan Tuhan, istimewa tabiat kita. Tabiat itu terdiri dari banyak sifat2 dalam segala segi hidup, semua harus berubah, misalnya dalam ber-kata2, apa masih tetap pakai istilah2 kotor dan hina dan jahat, tidak ber-ubah? Juga sikap kita mudah marah, mudah kecewa, putus asa, main tangan, lempar2 gelas, ngambek dll.

UNTUK APA BERUBAH?

Banyak orang tidak bisa melihat Surga yang begitu indah, mulia, senang dan kekal Wah 21:1-2. Kalau bisa meli-hatnya seperti keledai Isachar, tidak mau pulang, terlalu indah dan senang, jauh melampaui kemampuan fantasi kita. Setiap orang bangkit (atau ber-ubah dalam pengangkatan) itu berada dalam tingkat kemuliaan yang ber-beda2, tergantung dari tingkat rohani dan hidup kita di dunia! Luk 19:17, Wah 22:12. Perbedaan orang mati (dan bangkit) itu adalah:

  1. Perbedaan tubuh kebangkitan.
  2. Perbedaan tempat di Surga atau Neraka dan sama sekali tidak bisa dan tidak boleh pindah2 lagi.
  3. Di Surga tempatnya juga ber-beda2, ada yang di Bumi baru, Surga baru dan Yerusalem baru. Dan dalam setiap tempat, tingkat kemuliaannya juga ber-beda2 dan semua perbedaan ini untuk kekal! Bayangkan seperti tingkat kopral dan jendral untuk kekal, dan bedanya itu ditentukan di dunia, tidak tergan-tung dari hal2 duniawi tetapi sepenuh-nya tergantung dari hal2 rohani, se-hingga pengemis yg taat tingkatnya jauh lebih tinggi dari orang kaya atau orang terhormat Luk 16:25. Allah itu adil Rom 2:11. Jangan malas, bodoh, acuh sebab Tuhan sudah mengingatkan terus lewat Firman Tuhan, Roh Kudus dan hamba2Nya dll! Berubahlah, me-ningkatlah selagi masih hidup, kalau su-dah mati tidak bisa berubah lagi Pkh 9:10.

III. TARGET.

Berubah sampai seperti Kristus 1Kor 11:1, Ef 4:13, 2Kor 3:18 sampai seperti Allah Bapa Mat 5:45, Yoh 10:35. Ke-muliaan yang kekal itu terdiri dari 2 bagian yaitu nama yang kekal (dengan tingkat kemuliaan tertentu) dan benih yang kekal yaitu jiwa2 yang kita sela-matkan, menangkan, lepas dari Neraka Yes 66;22. Kesempatan untuk mening-kat hanya bisa dilakukan dalam dunia sampai mati atau sampaiTuhan datang (perhatikan, menangkan jiwa itu sangat penting, lebih dari ilmu, uang, kedu-dukan dll). Orang yang memenangkan jiwa, rohaninya juga meningkat dengan cepat 2Tim 2:20-21. Sebab itu berilah perhatian penuh untuk berbelas ka-sihan dengan kasih dan kuasa Kristus untuk semua orang di sekitar kita Mat 9:13, Luk 10:27.

Dulu ada orang berbelas kasihan untuk menyelamatkan kita, patutlah sekarang kita melakukannya pada orang2 lain, yang kita cintai maupun yang membenci kita, kita sudah tidak membenci siapapun lagi!

Ini semua dikehendaki Tuhan, bah-kan diharapkan dan dirindukan Tuhan supaya kita terus bertumbuh makin mulia di hadapan Allah. 2Pet 3:9. Tum-buhlah dalam tabiat baru seperti Kris-tus, tidak rugi tetapi sangat untung untuk di dunia dan kekal.

Dalam tabiat baru Allah beserta kita penuh dengan kasih, kuasa, dan pim-pinanNya, itu indah, tidak mungkin tidak puas atau rugi.

BAGAIMANA BISA BERUBAH DAN TUMBUH.

Belajar Firman Tuhan tanpa berubah itu kerugian yang maha besar.

  1. Benih2 ilahi sudah lengkap ada dalam kita pada waktu lahir baru 2Pet 1:4, 2Kor 5:17. Seharusnya setiap kita sudah harus bisa mengajar orang lain (memuridkan) dengan hafal dan penuh kuasa pengurapan Roh Kudus. Kita su-dah harus tumbuh terus makin mulia seperti Kristus. Ajarkan pada anak2 kita, kepada kaum muda, pada jiwa2 baru dll, memuridkan mereka semua Mat 28:18-20. Beri pengertian dan con-toh hidup dalam kuasa Allah! Beberapa hal2 berikut mutlak perlu diperhatikan:
  2. Mau berubah. Sesudah lahir baru, harus tetap mau! Ini sakit bagi daging yang dimatikan terus menerus Rom 8:36, 1Pet 4:1, tetapi hasilnya indah, mati lepas dari dosa Rom 6:6, tidak lagi berdosa dan bisa tumbuh dalam tabiat baru. Kalau setengah hati itu mende-rita, sakit dan tidak enak dan tidak bisa tumbuh. Tetapi kalau mau betul2 me-matikan daging, justru jadi sangat me-nyenangkan, ada sukacita dan sejah-tera Allah, lebih2 kalau selalu penuh dan dipimpin Roh Mat 11:28-30. Yang sungguh2 mau bisa hidup dalam ke-sucian dengan sukacita 2Pet 1:10 tetapi yang setengah hati, bercabang, masih cinta dunia, tidak akan tahan sebab dagingnya tidak dimatikan, akan terus jatuh bangun dalam dosa sebab masih cinta yang lama Luk 5:39.
  3. Lekat dengan Tuhan Yoh 15:5, 1Kor 6:17. Kalau hubungan baik, maka 7 Ke-butuhan Pokok Rohani itu limpah me-ngalir dalam hidup kita sehingga kita makin mengerti dan kuat, sanggup melakukannya. Kita bisa membedakan antara tabiat daging dan roh, antara tabiat lama dan baru, dalam kelim-pahan Firman Tuhan dan pimpinan, pengurapan Roh Kudus Ibr 4:12.

Perlu pengertian dari Firman Tuhan yang terus ber-tambah2 (2Pet 3:18) dalam bicara, berpikir dan bertindak dalam setiap gerak dan tindakan kita, sehingga kita bisa hidup benar dalam tabiat baru, sesuai Firman Tuhan dan kuat mematikan daging sehingga ada sukacita dan sejahtera hidup dalam tabiat baru.

Dengan kelimpahan Firman Tuhan kita makin banyak dan makin cepat disucikan, sebab Firman Tuhan (dalam pengurapan Roh Kudus) itu seperti air yang mencuci, lebih banyak, lebih baik Ef 5:26.

Peran Roh Kudus sangat menen-tukan sebab Roh Kudus yang bisa membawa kita pada segala kebenaran ilahi (ini yang benar) Yoh 16:13 dan memberi kekuatan untuk bisa mema-tikan daging sehingga bisa mentaati Firman Tuhan dengan berkemenangan dalam semua segi hidup.

Jangan lupa kita memerlukan setiap hari Kebutuhan Pokok Rohani, sama seperti untuk sehat dan tumbuh jas-mani setiap hari kita memerlukan cu-kup (apalagi kalau limpah) makanan yang bergizi, maka kita akan cepat tum-buh sampai seperti Kristus. Tidak mungkin tumbuh tanpa setiap hari makan manna, penuh dan dipimpin Roh, punya persekutuan tubuh Kristus, beribadah, berdoa dan terus bersinar (pelayanan) dalam kesucian.

Ingat ada 3 tingkatan utama (besar) seperti dalam Kemah Suci, jangan ting-gal di Halaman, jatuh bangun dalam dosa, tetapi tetap dalam kesucian 2Pet 1:10 (Ruangan Suci) sampai suci sem-purna, mutlak seperti Kristus (tingkat Ruangan Maha Suci). Beda hidup suci Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci, kita harus sudah bisa hidup suci, mes-kipun suci dalamtingkat ini (Ruangan Suci) masih mungkin berdosa (seperti Putra manusia Yesus Ibr 4:15, tetapi Dia tidak berdosa). Tetapi sesudah sempurna, jadi mutlak suci, tidak mungkin berdosa, sekaligus tabiatnya sudah seperti Kristus.

Tanda hidup dalam Ruangan Suci adalah hidup suci dan tetap sejahtera dan sukacita Pil 4:4-7. Kalau kita mau tumbuh dan bisa hidup suci, maka kita bisa tumbuh terus dalam tabiat baru yang benihnya sudah lengkap ada dalam kita.

SEGALA SEGI HIDUP DISUCIKAN.

Yak 2:10.

Dimana saja dalam hidup kita kalau ada dosa, itu pintu masuk bagi iblis Ef 4:27 atau sudah menjadi pos setan, lebih2 kalau keras hati dalam dosa, dan se-lanjutnya, pelan2 tetapi pasti semua segi hidup lain akan kena, akhirnya hidupnya menjadi rusak dan binasa dalam dosa. Sebab suci di hadapan Tuhan itu bukan saja jujur, tetapi juga mulut, telinga, pikiran, keinginan2, ta-biat dalam segala segi hidup disucikan; juga tertib, taat, rendah hati, setia, rajin, bertanggungjawab dll, semua harus disucikan, apalagi untuk tumbuh sampai menjadi sempurna, untuk itu kita harus mengerti, diteliti dan dinilai serta ditingkatkan.

MENGENALI DIRI SENDIRI.

1Kor 13:12.

Kadang2 orang yang sukses atau pe-mimpin, masih tidak sadar, tidak tahu kekurangan2nya sendiri. Kita harus tahu, bisa memperbaiki dan terus tum-buh, ditingkatkan!

Seringkali orang lain bisa melihat balok2 yang tidak kita sadari Mat 7:2-5. Kalau kita bisa saling menasehati de-ngan rendah hati dengan kasih dan tulus, maka akan ada banyak keku-rangan2 kita bisa kita kenali untuk diperbaiki Yak 4:17, Yes 56:10 apalagi antara suami-istri. Sebab itu orang yang ingin dan mau terus tumbuh, harus terus belajar dengan cinta akan Firman Tuhan, maka ia akan bisa me-ngenali dirinya baik2 dan disucikan.

VII. MENINGKAT BERTAHAP DALAM KESUCIAN.

Kita tumbuh bertahap bukan berarti ada banyak dosa dibiarkan, bukan; bertahap itu tetap dalam kesucian, seperti bayi tumbuh dalam keadaan sehat bukan sakit. Segera ada dosa ha-rus dibereskan habis2an, jangan di-tunda dengan alasan, toh bertahap Ibr 3:15. Sampai dimana kita mengerti da-lam terang Firman Tuhan, sampai disitu harus ditaati dan dibersihkan Pil 3:16.

Hari ini kita benar, bukan berarti sudah sempurna, bukan berarti semua segi hidup lainnya sudah sempurna, belum, tetapi tidak ada dosa. Biasanya kalau kena satu kasus ataupencobaan, baru muncul kelemahan dan kesalah-an2 itu dan tampak berapa parah2nya keadaan kita Ul 8:2-3. Seringkali Tuhan mengizinkan adapencobaan datang un-tuk melatih salah satu tabiat kita sekaligus menguji apa kita sudah taat dengan baik. Misalnya kalau uang kita dicuri atau ditipu orang baru tampak berapa banyak cinta uang dalam hati kita. Orang yang cinta uang, dirugikan sedikit saja tidak tahan lalu marah, ber-dosa, benci, dendam dsb. Pencobaan itu sekaligus jadi pengolahan dan ujian supaya kita tahu dan berubah (ada baiknya saling menasehati dan tolong menolong, lebih2 dalam pelayanan Roh Kudus). Kalau kita dihina atau diren-dahkan baru tampak sampai dimana kerendahan hati kita. Kalau kita dalam keadaan kekurangan atau darurat akan tampak sampai dimana kita bisa berpada, kalau tidak bisa lalu jadi dosa, ber-sungut2 menyalahkan orang lain dll, bereaksi dosa dll Pil 4:11-13. Begitu juga kesabaran kita, kesucian bujang/ nikah sampai dalam hati, kesetiaan, pengampunan dll. Makin lama hidup, lebih2 makin banyak pelayanan, makin banyak pengolahan dan ujian yang terjadi, kalau kita penuh dengan Fir-man Tuhan, maka kalau kita meme-gangNya baik2, kita tidak sampai ber-dosa Maz 119:9-10. Dan kalau kita tekun berdoa dalam Roh dan hidup be-nar maka kita punya limpah kuasa Kis 1:8, Luk 24:49, sehingga bisa menyang-kal diri, menanggung sakit kematian daging, bisa menyangkal diri sehingga tidak sampai bereaksi dosa, apalagi kalau mengerti dan taat pimpinan Roh Kudus. Sekalipun masih muda, masih baru, kita bisa ditempa oleh pencobaan itu tanpa bereaksi dosa dan tumbuh dalam kesucian sehingga tidak sampai berdosa. 1Pet 4:1, 2Pet 1:10.

Begitulah Tuhan mengatur hidup kita sehingga secara bertahap bisa di-olah 1 per 1 semua segi2 hidup supaya makin lama seluruh segi hidup bisa diolah dan bisa tumbuh dalam kesu-cian. Kita melihat Putra manusia Yesus umur 30 tahun baru keluar pelayanan penuh. Juga Yusuf, Daud, Daniel, se-mua diolah bertahap, tidak satu kali diolah langsung selesai.

Kalau seorang tumbuh, itu berarti naik kelas, maka ada perkara2 yang lebih besar dan lebih indah yang makin banyak bisa dilakukan dalam hidupnya, dan memang ini adalah rencana Allah, Dia ingin kita tumbuh, bisa bertahan terhadap pencobaan yang lebih berat dan bisa melakukan perkara2 besar dengan Tuhan Maz 60:14. Tuhan ingin kita menjadi indah dan mulia bahkan sempurna, tetapi itu perlu diolah, bertahap.

Kalau tekun, terus tumbuh dalam kesucian, itu indah, seperti Yusuf (Daud, Daniel dll) karena bisa diolah dan tumbuh dengan baik, ia bisa dipa-kai Tuhan dengan heran untuk per-kara2 yang makin besar dari Tuhan. Rencana Tuhan bagi kita memang begitu, kita harus tumbuh, supaya tumbuh makin mulia. Yusuf akhirnya menjadi begitu mulia. Diolah selama 30 tahun dan tetap dalam kesucian, me-ningkat terus sehingga bisa dipercayai tugas yang besar2 dan mulia sampai umur 110 tahun, berarti tahap I sampai 30 tahun, tahap II sampai 39 tahun, ta-hap III sampai 110 tahun, terus me-ningkat makin indah. Memang peng-olahan itu makin lama makin beratujian dan salibnya makin besar, sampai ujian akhir, tetapi ia juga terus makin me-ningkat dalam rencana Allah. Waktu bapaknya mati, “tidak ada rem” untuk pembalasan bagi saudara2nya (mereka sadar dan minta ampun), tetapi Yusuf tidak bereaksi dosa, ia tetap memperla-kukan mereka dengan kasih menguat-kan mereka, sebab itu Yusuf lulus sam-pai akhir hidupnya (sehingga tulang2-nya dibawa ke Kanaan dan mungkin sekali bangkit waktu Putra manusia mati di salib).

VIII. TUMBUH DALAM SEJAHTERA

DAN SUKACITA.

Tanda khas pertumbuhan yang baik yaitu tanpa dosa dan itu berarti tetap ada sejahtera dan kesukaan Roh Ku-dus Rom 14:17, Pil 4:4,7. Sukacita yang Tuhan beri itu adalah sukacitaSurgawi (Yoh 4:14; 7:38) juga sejahtera yang ada pada kita itu ilahi, dari Tuhan Yesus sendiri Yoh 14:27.

Kalau ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan itu luar biasa indahnya sehingga waktu pengolahan makin berat (“sekolah” makin tinggi, ujian ma-kin berat) tetapi sebab ada sejahtera dan sukacita dari Tuhan, bisa kuat Neh 8:11. Dan sukacita dari Tuhan itu juga akan terus meningkat seperti yang ter-tulis dalam Yez 47:1-9, apalagi di akhir zaman, (mungkin kalau termasuk gene-rasi akhir zaman) kita bisa mengalami puncak rencana Allah dalam 3,5 tahun sebelum pengangkatan (masa keda-tangan Tuhan yang secepat kilat Mat 24:27), itu puncak rencana Allah yang sangat indah, yaitu Surga di bumi sua-sana Surga dalam tubuh manusiawi, belum pernah dan tidak pernah ada seperti ini, Gereja menjadi suatu ajaib dan tumbuh menjadi sempurna Wah 12:1 (sebaliknya yang hidup dalam dosa itu hidup dalam kepahitan neraka dan siapa yang tertinggal dan masuk dalam zaman Antikris Wah 13:7 akan mengalami Neraka didunia, dengan seluruh algojo Neraka tumplek blek di dunia menganiaya orang2 yang terting-gal dalam tubuh manusiawi dengan dahsyat, seperti Neraka tetapi masih di dunia. Biasanya, hanya orang yang su-dah mati dan bangkit bisa masuk Neraka, tetapi ini masih dalam tubuh manusiawi sudah mengalami sengsara Neraka, dahsyat sekali. Ini tidak akan pernah ada lagi, dahsyat Mat 24:21). Jadi pengolahan umat Tu-han itu makin lama makin berat sebab ujungnya jalan sempit itu bukan pesta seperti di jalan lebar tetapi Golgota, berani menderita sampai mati Pil 2:8), tetapi sukacitanya juga makin lama makin besar Yez 47.

KESIMPULAN.

Kali ini, kita belum sempat belajar ta-biat baru satu per satu, tetapi tum-buhlah terus makin hari makin seperti Kristus (dan memenangkan jiwa2, itu perkara besar, mulia dan kekal!). Per-tumbuhan dalam tabiat baru betul sakit bagi daging, sebab kalau tumbuh, pengolahan dan ujiannya juga makin berat. Memang sakit, tetapi sangat in-dah sehingga justru sejahtera dan suka-cita Tuhan juga makin besar, sehingga tidak lagi terasa sakit tetapi merasa un-tung, senang, gembira, puas terus menerus Kis 5:41.

Jangan sampai tertipu dan diseret oleh segala kesukaan duniawi sampai gugur dan macet bahkan undur dalam dosa, itu rugi dan celaka besar. Sebab itu lekatlah dengan Tuhan Yoh 6:56, supaya kita bisa tahan bahkan bersuka-cita untuk terus tumbuh dalam tabiat baru dalam kesucian dan sukacita Sur-gawi, itu sangat indah, sebab terus meningkat sampai puncak2nya. Jangan seperti dulu lagi, tetapi tumbuh dalam hidup dan tabiat baru dan terus meningkat, dengan memenangkan ji-wa, itu sukacita dan kemuliaan untuk abadi. Jangan tertipu dan disesatkan iblis, kita harus tumbuh dalam tabiat baru sampai seperti Kristus dan seperti Bapa, Putra dan Roh Kudus Yoh 17:23, bahkan sampai masuk golongan puncak rencana Allah (1551, 144) sangat indah dan penuh sukacita yang makin ber-tambah.

Nyanyian:

Aku berubah, sungguhku berubah.