M4016 – Ulangan 28:12. Punya Hutang Atau Tabungan ?

Tentu orang ingin punya tabungan berupa simpanan, investasi dsb. Tidak ada orang ingin dililit hutang, kalau bisa punya simpanan banyak dimakan sam-pai 7 turunan tidak habis, itu manusia Luk 12:19-21. Dari dahulu sampai seka-rang orang tetap seperti ini, sebab cinta uang, memberhalakan mammon. Apakah Allah tidak suka anak2Nya kaya raya? Atau kalau rohani harus miskin seperti Lazarus? Allah ingin umatNya limpah Yoh 10:10, tetapi nomer 1 limpah rohani sehingga jadi kaya dan mulia di Surga. Orang seperti ini kalau bisa ditambahi kekayaan jasmani dan tidak merosot rohaninya, Tuhan akan menambahkan tanpa batas, sebatas kemampuannya untuk menjadi kaya, tetapi tetap cinta Tuhan, bukan cinta uang, bisa memperhambakan uang bu-kan jadi hamba uang. Orang yang bisa menjadi seperti ini, misalnya Abraham, Tuhan beri banyak uang, tetapi orang rohani yang tidak bisa menjadi kaya seperti Lazarus (meskipun ini setingkat Abraham), Tuhan tidak beri uang lim-pah, hanya pas untuk sekedar hidup. Kita bisa memilih untuk menjadi Abra-ham atauLazarus? di Surga tingkatnya sama, tetapi di dunia (untuk semen-tara) tingkatnya berbeda jauh. Bagi Tuhan, membuat seorang menjadi se-perti Abraham atau Lazarus itu sama mudahnya, tergantung dari kita sen-diri!HUTANG ATAU TABUNGAN = KAYA ATAU MISKIN?

Ingat orang kaya itu bisa dari Tuhan (dengan jujur, benar, sesuai Firman Tuhan) bisa dari dirinya sendiri, dari dunia, bahkan dari iblis. Orang dunia bisa kaya, biasanya dengan mengha-lalkan segala cara dan biasanya, waktu banyak harta banyak dosa, sehingga orang kaya bukan dari Tuhan itu sulit masuk Surga, hampir2 mustahil Mat 19:23-25. Sebab itu jangan nekad men-jadi kaya bukan dari Tuhan,  sebab orang2 kaya seperti ini sangat sulit atau mustahil masuk Surga, artinya ia akan masuk Neraka.

MENJADI KAYA DARI TUHAN.

Kalau kita tahu caranya dan syarat2nya, maka kita bisa jadi kaya dari Tuhan dan aman, pasti masuk Surga seperti Abra-ham. Kalau tidak tahu atau tidak me-menuhi syaratnya, tetapi tetap nomer 1 mau masuk Surga, maka berkatharta dari Tuhan terbatas, bahkan ada yang pas2an seperti Lazarus, tetapi hatinya sejahtera dan sukacita dan tetap masuk Surga dalam tingkatan seperti Abra-ham. Sebetulnya hal initidak terlalu berarti, sebab kaya hanya beberapa tahun di dunia, tidak dibawa ke Surga. Sebaliknya kaya dari Tuhan juga tidak berani membelanjakan uang untuk perkara2 dosa sedikitpun atau untuk mencari hormat dan puji untuk kemu-liaan yang fana dll kesukaan daging dan hawa nafsu. Semua pengeluaran uang-nya harus dengan benar bahkan pem-beriannya sembunyi2 Mat 6:2 (tidak mencari puji, penghargaan dan hor-mat).

Tuhan sanggup memberkati secara jasmani dengan limpah, janji Tuhan pasti jadi, tidak akan diingkari asal kita mengerti dan memenuhi syarat2nya. Apa syarat2 dari Tuhan?

  1. Tidak berdosa, tetap suci, masuk Surga, setinggi mungkin Mat 16:26. Dapat seisi dunia itu berarti menjadi sangat kaya raya. Kalau Tuhan yang memberi kaya meskipun masuk Nera-ka, berarti Dia jahat, tidak cinta, hal ini tidak mungkin! Sebab itu Dia tidak bisa memberi kekayaan berapapun kalau itu menyebabkan orang itu menjadi dosa dan masuk Neraka! Allah itu kasih, tidak ingin seorangpun binasa, sebab itu kalau seorang cinta uang, mem-berhalakan mammon maka pasti kalau orang itu kaya, ia kaya bukan dari Tuhan, sebab Tuhan tidak akan mem-berkatinya, ia mencari sendiri, mengha-lalkan segala cara Ams 28:20,22, tetapi iblis senang dan mau membantu dan iblis bisa memberinya Mat 4:9, asal jiwanya masuk Neraka! Kalau seorang cinta uang, itu akarnya segala macam dosa 1Tim 6:9-10, hatinya penuh dosa, tidak mungkin ia diberkati Tuhan, lebih tepat dihajar Tuhan.

Jangan ingin jadi kaya, Tuhan tidak bisa memberkatinya, tinggalkanlah Ams 23:4. Jadi Tuhan memberkati orang yang cinta Tuhan, bukan cinta uang, melainkan bisa berpada 1Tim 4:8, 1Kor 7:31 dan nomer 1 bukan ingin kaya tetapi ingin berkenan pada Tuhan Kol 1:10, Kis 13:22. Orang seperti Abra-ham, Yusuf, Daud dll, Tuhan bisa mem-berkati mereka sampai menjadi sa-ngat2 kaya, Tuhan sanggup dan dengan sangat mudah. Misalnya Daud, Yusuf ingin berkenan pada Tuhan, mereka jadi sangat kaya juga Salomo pada per-mulaannya ingin minta hikmat untuk memerintah dengan baik.(Kalau men-jadi kaya dengan sulit, sehingga tidak ada waktu untuk ibadah dan pela-yanan, penuh dengan usaha dan terikat, apalagi dengan menghalalkan segala cara sampai ditangkap polisi itu pasti bukan kaya dari Tuhan!).

  1. Bisa menjadi bendahara yang baik, bisa dipercaya 1Pet 4:10. Bendahara yang baik itu taat pada pimpinannya yang mempercayakan semua uang perusahaan. Kalau ia memakai untuk kepentingan sendiri atau bukan kehen-dak Tuhan (sekalipun bukan kepenting-annya sendiri), maka ia akan dipecat. Ini bukan bendahara yang baik. Tuhan tahu siapa yang bisa jadi bendahara yang baik. Tanda yang sederhana dari bendahara yang bisa dipercaya adalah ia mengembalikan uang perpuluhan (milik Tuhan) ke dalam rumah Tuhan dimana ia dipelihara supaya adalah ma-kanan (kebutuhan rumah Tuhan dicu-kupi) Mal 3:9-10. Orang yang tidak mengembalikan perpuluhannya adalah orang yang tidak jujur dan tidak meng-akui bahwa miliknya dari Tuhan dan mencuri uang Tuhan, sehingga ia tidak diberkati, tetapi dilaknati. Kadang2 orang mengembalikan perpuluhannya tidak pada alamat yang betul yaitu sesuai kehendakpemiliknya, tetapi di-cecerkan ke mana2 menurut kehendak hatinya sendiri dengan maksud2 ter-tentu, itu tetap pencuri, atau hutang tidak kembali pada pemiliknya, dipakai untuk maksud2 yang lain). Kalau kita menjadi bendahara yang baik, yang memakai dengan betul, sesuai dengan kehendak Allah, baik perpuluhan atau uang yang lain sesuai kehendak Tuhan, maka pasti Tuhan akan mempercayai jumlah2 yang lebih besar untuk segala pekerjaan Tuhan dll. Perhatikan, kare-na ini uang Tuhan, maka 1 rupiahpun tidak boleh untuk dosa atau untuk maksud2 yang tidak berkenan pada Tuhan, sebab semuanya adalah uang dari Tuhan selain perpuluhan 1Kor 4:7.

Yusuf membiayai keluarga dari sau-dara2nya yang sangat jahat kepadanya. Ia mengampuni tuntas dan menuruti kehendak Tuhan untuk menjadikan Ya-cob bapaknya menjadi satu bangsa yang besar sesuai dengan janji Tuhan pada Abraham, menjadi bangsa Israel. Yusuf taat dengan penuh, sebab itu Ia dipilih dandipakai Tuhan baik sebagai bendahara dan punya andil yang besar untuk penggenapan hal ini. Sebab itu Yusuf diangkat tinggi dan sangat besar di hadapan Firaun dan Mesir. Jangan salah pakai uang untuk dosa dan hal2 yang Tuhan tidak berkenan, jadilah bendahara yang betul dan pasti Tuhan akan memberi dengan baik2. Bukan dengan cara yang sulit, sampai terjepit, waktunya habis, terikat di sini-sana apalagi sampai harus berbuat hal2 yang salah. Belajar selalu hidup penuh dan dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan, juga dalam menerima dan mengeluar-kan uang, sehingga kita betul2 menjadi bendahara yang berkenan pada Tuhan sehingga kita punya banyak tabungan bukan banyak hutang.

  1. Menuai sesuai dengan penabur-annya. 1Kor 9:6. Kita juga harus belajar menabur dengan limpah baik dalam pekerjaan Tuhan dan diantara sau-dara2 kita Gal 6:10 dan dalam hal2 yang sesuai dengan Firman Tuhan. Orang yang menabur sedikit juga menuai sedikit, termasuk rohaninya juga tidak tumbuh dengan baik. Ingat apa yang kita tabur dan berikan untuk Tuhan dll itu diukur dari prosentasi, bukan dari jumlah. Sehingga orang miskin dan kaya bisa sama2 menabur dengan limpah sekalipun jumlahnya lain (cerita orang yang mengembalikan perpuluhan, karena jumlahnya tambah besar ia merasa berat, padahal persen-tasinya tetap).

Kita harus memperhatikan peker-jaan Tuhan di mana kita dipelihara dan ber-sama2 melayani. Istimewa dalam akhir zaman ini dalam hujan Akhir akan ada kegerakan Roh Kudus yang limpah dengan pengajaran. Kita harus setia dan tekun mem-bagi2 makanan rohani Mat 24:45. Lewat kesaksian, sekolah, kursus, buku2, pameran dll kita ikut serta dalam mem-bagi2kan kebenaran Firman Tuhan, ini adalah kehendak Tuhan. Selain itu penginjilan, penggem-balaan, bantuan dll tetap berjalan. Isti-mewa dalam tubuh Kristus, kita perlu memperhatikan orang2 miskin yang dalam kesukaran Yak 1:27. Mengapa ini disebut ibadah yang suci? Sebab orang2 miskin dan kecil tidak bisa membalas dan ini menjadi test dari sikap kita pada uang dan kekayaan. Daud sudah biasa memperhatikan orang miskin dengan tulus, tidak mem-buat perbedaan. Sebab itu waktu Tu-han menunjukkan seorang miskin yang pingsan, ia bisa mendengar dan me-ngerti dan menolongnya dan heran lewat orang itu ia mendapat keme-nangan yang besar 1Sam 30:11. Jangan membedakan atau menghinakan orang miskin atau orang kecil lainnya, itu menghinakan Tuhan Ams 17:5.

Kalau kita memberi pada saudara kita yang miskin, yang memerlukannya, itu berarti memberi pinjaman pada Tuhan Ams 19:17 dan Tuhan akan membalas, jauh lebih tinggi dari bank atau investasi yang manapun! Ini lebih hebat daripada memberi pinjaman pada bangsa2 lain, sebab Tuhan sendiri yang berkata, kita memberi pinjaman pada Tuhan dan pasti Tuhan memberi kembali jauh lebih banyak dari yang lain. Juga pada bangsa2 yang lain, kita punya piutang bukan hutang, luar biasa. Sebab menabur dengan limpah itu bukan dari yang tidak ada, tetapi dari berkat yang Tuhan berikan, istimewa terhadap saudara2 kita yang dalam kekurangan. Kalau meminjami orang kaya lebih mudah sebab diha-rapkan bisa kembali dengan mudah. Tetapi memberi pada orang miskin, tidak dapat apa2, tetapi berilah karena Tuhan, maka kita memberi pinjaman pada Tuhan, luar biasa. Menolong orang lemah itu menolong Tuhan Mat 25:40. Orang yang menabur dengan tulus akan diberi penuaian oleh Tuhan. Jangan menghina atau membedakan orang miskin, itu mencela Tuhan Ams 14:31.

Tentu kita juga harus memberi nasehat kalau perlu, sebab kadang2 ada orang jadi miskin karena malas atau tidak jujur, tamak dll, sebab itu perlu menolong dan membantunya mendapatkan jalan dari Tuhan untuk mengalami pertolonganNya. Ada orang berkata, jangan bantu dengan ikan tetapi dengan kail. Kail untuk kita adalah Tuhan, hubungan baik dan berkenan pada Tuhan. Jangan sampai orang miskin hilang dari antara kita; Ini tanda Gereja yang sehat di hadapan Tuhan dan ini kesempatan untuk “memberi pinjaman dan menolong Tuhan”, tetapi juga dengan mendidik, menasehati, mendoakan dimana perlu.

Tujuan hidup yang betul.

Tuhan bisa memberkati kita dengan cukup, bahkan limpah, tetapi kita harus ingat bahwa ini bukan tujuan hidup kita, hanya fasilitas selama hidup di dunia dan kita bisa dipakai Tuhan untuk membiayai pekerjaan Tuhan, menjadi bendahara Tuhan. Uang menjadi fasilitas atau tujuan, dari luar tidak tampak bedanya, tetapi masing2 harus tahu bedanya.

Apa tandanya kalau harta itu bukan tujuan tetapi fasilitas hidup saja?

  1. Bisa berpada Pil 4:11, 1Tim 6:8. Puas dengan apa yang ada, jangan iri, ber-dosa karena melihat perbedaan keme-wahan. Ini sikap orang yang meman-dang harta sebagai fasilitas, bukan tujuan.
  2. Jangan keputusan atau tindakan kita didasarkan karena uang, tetapi karena cocok dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus 2Kor 2:17 (tentu kalau berjualan harus kerja karena untung, tetapi bukan dalam pe-layanan). Jangan bergairah karena uang, tetapi karena dipimpin dan di-urapi Roh Kudus. Sekalipun tidak ada uang.
  3. Tidak ber-sungut2 karena meng-alami kekurangan seperti Ayub 1:21, tetapi sabar menunggu sampai lulus dan selalu taat akan pimpinan Tuhan. Tuhan sanggup memberi pada wak-tunya.
  4. Tidak membedakan berdasar kaya miskin, melainkan tetap dicocokkan dengan Firman Tuhan.
  5. Setia sampai akhir. Salomo mula2 baik sehingga diberkati Tuhan, tetapi sesudah diberkati dan di-puji2, ia mulai masuk jerat iblis. Padahal Salomo itu seorang yang sangat bijaksana dan mengerti hukum2 Tuhan, tetapi ia lengah. Jangan lupa iblis itu bisa masuk lewat “lubang kecil” di segi hidup yang mana saja. Mungkin Salomo permulaan lengah dalam kerendahan hati, sebab gemblengannya tidak banyak. Daud tetap rendah hati dan banyak men-derita, tetapi Salomo sejak lahir sudah limpah dan mulia sebagai anak raja, tetapi Daud jadi anak yang disingkirkan, tetapi tetap berharap dan cinta Tuhan.

Juga dalam pengolahan karena Saul iri padanya dll. Kalau Salomo mulai jadi sombong, maka iblis masuk dan dosa2 lain menyusul! Juga lewat dosa2 sex yang begitu limpah dibuat Salomo melebihi batas, dan lewat jalur yang manapun,segala dosa bisa masuk dan berkembang sampai akhirnya Tuhan sangat marah pada Salomo 1Raj 11:9. Meskipun mula2 Salomo begitu indah dan berhasil membangun bait Allah yang tiada taranya, itu sangat berkenan pada Tuhan sehingga pada peresmian-nya, kemuliaan Tuhan turun di dalam bait Allah 2Taw 5:13-14. Tetapi kemu-dian Salomo jatuh dalam semua segi hidupnya, untung ia masih bertobat kembali 2Sam 7:14-15.

Sebab itu sesudah selesai melaksa-nakan tugas tetaplah ber-jaga2 Ef 6:13 dan sesudah mapan, dipakai Tuhan dengan heran, tetaplah mendengarkan Firman Tuhan dan suaraNya, supaya jangan sampai mabuk dengan segala hal2 besar yang kita terima, tetaplah ingat bahwa semua dari Tuhan dan tetap setia sampai ke akhir, sebab keselamatan dan kemuliaan di Surga yang kekal ditentukan bukan oleh permulaannya tetapi pada saat terakhir. Kadang2 ada baiknya kalau ingat kegagalan atau kekurangan2 kita, supaya kita selalu ingat semua yang indah itu dari Tuhan datangnya 1Kor 4:7, 2Kor 4:7, kita hanya bejana tanah liat yang tidak berarti. Kalau Tuhan tinggalkan seseorang seperti Saul, ma-ka ia jadi tidak ada artinya! Biasanya untuk semua orang Roh Kudus sudah mengingatkan dari permulaan dan ada nasehat2 pencegahan yang diberikan. Ingat Ams 4:23, hati ini yang harus di-pelihara berkenan pada Tuhan, terlebih daripada segala perkara yang berharga!

KESIMPULAN.

Tuhan menjanjikan memelihara kita dengan kelimpahanNya dan Ia sanggup memenuhi janjiNya, Tuhan tidak per-nah keliru, terlambat atau gagal, tetapi semua tergantung dari kita. Apakah kita tahan Ams 30:8, apa semua perkara itu membuat kita makin maju dan tumbuh dalam rencana Allah atau jatuh dalam dosa dan keluar dari keselamatannya.

Jangan lupa tujuan kita bukan hal2 dunia yang fana, sebab itu hanya fasilitas sementara kita tinggal di dunia, tetapi carilah yang kekal yang dari Atas Mat 6:33, Kol 3:1-3 dan apa yang Tuhan berikan pakailah dengan betul sebagai bendahara yang baik, yang memper-kenankan Tuhan, maka kita tidak perlu sampai terlilit hutang, Tuhan bisa memberi kelimpahan yang besar, asal kita hidup berkenan pada Tuhan. Da-lam kekayaan ingat memperhatikan dan menghargai orang2 miskin, supaya sikap kita pda uang dan harta tidak salah. Kalau seorang sudah membe-dakan miskin dan kaya, sebab kagum dan cinta uang, ia sudah keluar dari jalan yang betul dan rencana Allah. Tanda orang kaya dari Tuhan yang aman, Ia tidak membedakan orang miskin dan suka menolong dan mem-perhatikannya, memberi pinjaman pada Tuhan.

Nyanyian:

Apa padaku, kudapat dari Bapa.