M3980 – Yesaya 66:22. Tabiat Sehari-Hari

RENCANA ALLAH.

Orang yang percaya, dengan lahir baru berubah jadi anak2 Allah Yoh 1:12 dan hidupnya, termasuk tabiat yang lama lenyap diganti hidup dan tabiat baru dalam Kristus 2Kor 5:17. Kadang2 hi-dup atau tabiat lama ini tidak diting-galkan semua (apalagi kalau tidak me-ngerti, tidak bisa membedakan, Roh Kudus kurang bisa bekerja dalam hi-dupnya), sehingga masih ada tabiat atau hidup yang lama, yang masih nyata, padahal seharusnya sudah di-tanggalkan Kol 3:9-10.

Kita bisa hidup dengan tabiat baru, sebab kita sudah ditebus. Hidup baru ini harus terus ditumbuhkan sesuai de-ngan rencana Allah yaitu sampai men-jadi seperti Kristus 1Kor 11:1 atau se-perti Bapa Surgawi Mat 5:48. Kita harus tumbuh sampai sempurna seperti Kristus Ef 4:13. Meskipun ini rasa2nya terlalu tinggi dan fantastis untuk pikir-an manusiawi), tetapi ini adalah ren-cana Allah dan ada sebagian (144.000 orang) yang betul2 menjadi sempurna, tetapi yang lain juga bisa tumbuh dalam tabiat yang baru, dan mencapai tingkat2 yang tinggi dan indah; ini mungkin sebab kita sudah jadi baru.

Sama seperti bayi, kalau tumbuh akan menjadi seperti ibu bapaknya, tetapi kalau masih bayi, tidak bisa apa2, namun benihnya sudah ada lengkap, tinggal ditumbuhkan. Begitu dengan lahir baru, benih ilahi (Kristus) sudah ada dalam orang yang percaya. Salah satu yang menjadi sempurna adalah tabiat atau sifat kita menjadi seperti Kristus dan sampai dimana kita tumbuh di dunia ini, itu menjadi ukuran kita untuk kekal di Surga.

BENIH DAN NAMA YANG KEKAL.

Dalam Yes 66:22 Surga Bumi Baru akan kekal se-lama2nya tetapi juga benih atau nama kita (yang dicatat Tuhan) akan kekal se-lama2nya.

  1. Benih atau keturunan kita itulah benih rohani, yaitu orang2 yang kita menangkan bagi Tuhan (angka keda-tangan Tuhan yang 1-3). Tentu juga keluarga dan anak2 jasmani seharusnya termasuk dalam orang2 yang kita menangkan sesuai dengan janji Tuhan Kis 16:31. Kalau orang seisi rumah tidak kita menangkan, kalau kita tidak me-lakukannya, itu kesalahan kita. Tetapi kalau orang itu menolak, kita harus tetap tekun sebab Tuhan sudah men-janjikannya. Jangan putus asa, tetapi kerjakan sampai kesempatan atau na-fas terakhir. Percayalah, tetapi kita sendiri harus memberi kesaksian hidup yang baik, sebab tanpa pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita, kita tidak akan berhasil melepaskan mereka dari tawanan setan Luk 11:20.

Jiwa2 yang kita layani, termasuk 3 angka itu, akan menjadi mahkota ksukaan kita untuk kekal 1Tes 2:19, Pil 4:1. Orang yang menggembalakan domba2 Tuhan dengan sungguh2 dan tulus itulah orang2 yang cinta Tuhan Yoh 21:15-17. Jiwa2 yang digembala-kan termasuk juga 3 angka tsb dan waktu Penghulu gembala datang, gembala2 yang menggembalakan dom-ba2 Tuhan dengan baik akan menerima mahkota kemuliaan dari Penghulu gembala itu. 1Pet 5:1-4. Untung orang2 yang mau menggembalakan domba2 Tuhan, baik dalam keluarga, kelompok dan Gereja. Ini kehendak Tuhan bagi orang2 yang cinta Tuhan, baik gembala kecil atau besar, ber-tingkat2 seperti Kel 18:21. Sebab itu jangan menge-cilkan pelayanan gembala, tidak mem-bedakan orang2 yang kita gembalakan, siapa saja, seperti Tuhan Yesus Rom 2:11. Mungkin ada yang kurang meng-hargai, kurang berterima kasih atau bahkan melawan, tetaplah menggem-balakannya dengan kasih karena Kris-tus dan kalau ada yang undur, hilang, carilah domba yang hilang itu. Memang gembala tidak bisa memaksa tetapi kita haruslah melakukannya dengan se-bisa2nya, dengan segenap hati seperti Putra manusia Yesus Yoh 17:12. Ker-jakanlah dengan kasih. Semua orang yang cinta Tuhan akan mempunyai domba2 yang digembalakan karena Kristus dalam tanggung jawabnya (3 angka itu), baik dalam keluarga dan kelompok2 dimana kita ada dan gembalakanlah!

  1. Nama yang kekal adalah nama yang tertulis dalam buku Hayat. Selagi hidup di dunia, namadi buku Hayat masih bisa terhapus Kel 32:32,33. Nama dalam daftar di dunia, sekalipun terhormat, itu fana, hanya di dunia, kecuali juga tertulis dalam buku Hayat. Tentu nama yang ditulis Tuhan itu nama yang ber-kenan pada Tuhan, punya kesaksian hidup yang baik 1Tim 3:7, dan ini menjadi ukuran tingkat kemuliaan kita untuk kekal dalam Surga Bumi Baru, sebab kemuliaan masing2 di Surga tidak sama 1Kor 15:41.
  2. Tingkat rohani kita ditentukan oleh:
  3. Tingkat kesucian kita. Ini bisa:

a1. Di Halaman (jatuh bangun dalam dosa, seperti Kristen babi dan anjing 2Pet 2:22, ini tingkat yang rendah, bayi atau kanak2 rohani yang tidak tum-buh).

a2. Tingkat Ruangan Suci (ini tingkat yang betul, bisa selalu hidup benar,  hi-dup dalam kesucian, tidak jatuh ba-ngun dalam dosa. Masih bisa berdosa sebab belum sempurna, tetapi selalu mencegah dan jarang jatuh 2Pet 1:10, Jd 24. Kalau toh jatuh, langsung diper-baiki, terus disucikan dalam segala segi hidup dan terus meningkat sampai seperti Kristus 1Pet 1:15-16. Selalu penuh dan taat dipimpin Roh, limpah dengan 7 KPR)

a3. Tingkat Ruangan Maha Suci adalah tingkat yang sempurna seperti Kristus.

Jangan tinggal di Halaman, tetapi tumbuh terus dalam Ruangan Suci sampai ke dalam Ruangan Maha Suci.

  1. Tabiat kita sampai seberapa seperti Kristus, yaitu seperti Firman Tuhan dalam semuanya (“MAK DSY”).
  2. Taat akan Firman Tuhan dan pim-pinan Roh Kudus Mat 7:21 dalam se-mua segi. Ini termasuk imannya (ingat Abraham), harap (seperti Yusuf, Daud) dan kasihnya seperti Musa dan Putra manusia Yesus dan dalam semuanya, diukur dengan kasih Kristus dalam kita 1Kor 13:1-13. Mungkin pintar menya-nyi, khotbah, bernubuat, memenang-kan jiwa kalau tidak ada kasih, semua sia2. Dalam kasih ada pengorbanan, salib, yang makin mahir pikul salib itu makin mulia di hadapan Allah Rom 8:17-18.

Semua hal ini saling berkaitan satu sama lain. Kalau tidak ada kesucian, pasti tabiatnya juga jelek. Kalau ta-biatnya baik, tentu kesuciannya juga baik. Kalau tidak mau pikul salib, tentu dosa akan mudah masuk, kesuciannya rusak, tabiatnya cacat. Jadi semua sa-ling berhubungan. Orang yang sem-purna itu tidak ada cacat dan celanya Ef 5:27 dalam segala hal indah dan mulia, seperti mempelai Anak domba yang terhias bagi suaminya Wah 21:2,9-10. Nama yang dicatat dalam buku Hayat, menjadi ukuran kemuliaan yang kekal.

III. TABIAT SEHARI-HARI.

Tabiat ini mengikuti dalam hidup kita terus menerus. Kita ini hidup dalam segala segi dan tabiat itu juga ada dalam segala segi, sebab itu kita harus menyucikan hidup kita dari segala perbuatan dosa dan kematian Ibr 9:14. Dan ini harus dilakukan setiap hari, sebab setiap hari kita hidup dalam segala macam tabiat, mungkin yang baik atau yang jahat. Hidup tidak bisa lepas dari tabiatnya.

  1. Beberapa cara untuk memper-hatikan dan memperbaiki tabiat kita. Kita membagi tabiat kita dalam 3 golongan, yaitu:

A1. Tabiat yang baik, seperti Kristus, tabiat yang baru dan

A2. Tabiat campuran, setengah2, dan

A3. Tabiat yang jelek, tabiat lama dalam dosa.

Kita harus bisa menggolongkan ta-biat2 kita berapa yang masuk golongan A1, A2, dan A3, danmengubah semua menjadi golongan A1.

Caranya untuk bisa hidup dalam golongan A1,

  1. Sudah lahir baru, artinya ada benih hidup baru lengkap sekalipun belum semua tumbuh 2Kor 5:7.
  2. Mau memperbaiki dengan tujuan seperti Kristus 1Kor 11:1.
  3. Mau hidup dalam kesucian, se-hingga Roh Kudus bisa bekerja. Tanpa Roh Kudus, kalaudengan pikiran kita sendiri, seringkali ditipu oleh perasaan hati, pikiran sendiri, bahkan ditipu iblis, sehingga mengira dirinya baik seperti orang Parisi padahal munafik Luk 18:11. Orang seperti ini tidak bisa me-lihat balok di matanya Mat 7:5. Tanpa Roh Kudus, seringkali susah mengenali diri sendiri, lebih2 tabiat yang jelek, apalagi kalau sudah menjadi kebiasan.
  4. Tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18. Sebab patokan baik dan jahat di hadapan Tuhan adalah Firman Tuhan Yoh 17:17. Orang yang cinta Firman Tuhan akan tumbuh da-lam pengertian Firman Tuhan yang betul dan bisa melihat dirinya dalam Firman Tuhan seperti dalam cermin Yak 1:21-23. Firman Tuhan menjadi terang bagi perjalanan hidup kita, istimewa untuk mengenali dan mengubah tabiat kita Maz 119:105 dan menyucikannya Maz 119:11.
  5. Dengan banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran, Roh Kudus bisa me-nyadarkan dan menyucikan kita dari semua dosa dan pikiran dan tabiat yang salah 1Pet 1:2 bahkan dari rencana2 tabiat yang akan dibuat.
  6. Saling menasehati dalam tubuh Kristus, apalagi dengan orang dekat dan dengan kasih, itu sangat efektif dalam membersihkan dan memperbai-ki tabiat yang jelek Mat 7:1-5, misalnya suami istri, keluarga, orang2 dekat dalam ibadah dan pelayanan dalam tubuh Kristus.

Semua tabiat kita itu selalu ber-munculan dalam setiap tindakan dan perbuatan kita setiap saat, dalam setiap peristiwa dan semua diolah dan diuji. Misalnya iri, benci, segan, malas, pura2, tidak bertanggungjawab, menu-rut daging dan segala nafsu2nya dll. Biasanya kita tidak sadar dan tidak bisa menilai semua tabiat yang bermun-culan dalam hidup kita menit demi menit, menghadapi orang demi orang, peristiwa demi peristiwa, keputusan demi keputusan dll. Mungkin kita ha-nya menyadari 10% dari ber-macam2 tabiat yang kita lakukan, apalagi yang sudah menjadi kebiasaan jelek se-hari2, bisa menjadi balok2 di mata kita. Tetapi kalau kita suka berdoa, dipimpin Roh, Roh Kudus bicara, kita bisa men-dengar dan tahu mana tabiat2 yang campuran dan yang jelek, langsung dibuang sekalipun sakit bagi daging. Juga kalau ada nasehat dari orang dekat (bahkan dari orang jauh atau orang yang lebih kecil), jangan ter-singgung, sekaligus tabiat sombong dikikir, terima dengan penuh syukur dan ganti dengan tabiat baru, misalnya marah, benci diganti mengampuni dan cerdik dll. Begitu kalau kita belajar atau mendengar Firman Tuhan, kalau ada kesalahan yang kita sadari, langsung diperbaiki sekarang,jangan tunda, ganti tabiat baru. Sambil berdoa (dalam ba-hasa lidah) supaya ada kuasa dan kekuatan Roh Kudus turun dalam hati kita. Terus menerus diperbaiki, terus dicicil, mana2 yang sudah disadari salah menurut Firman Tuhan, langsung di-buang; lebih cepat kita buang dan ganti yang baru, lebih cepat kita meningkat dan masuk dalam kemuliaan dan rencana Allah yang lebih indah. Mem-biarkan tabiat lama, berarti hidup dalam dosa, akan merusakkan hidup rohani kita, bahkan menjadi cacat. Kalau timbul tabiat campuran, atau yang jahat, langsung buangdan diganti tabiat baru seperti Kristus, secepatnya. Jangan keras hati, Ibr 3:15 jangan biarkan tabiat yang lama. Tergantung masing2, tetapi yang mau taat segera ganti tabiat baru, akan disertai Tuhan dan hidupnya akan menjadi makin indah.

  1. Bandingkan dengan orang lain, pe-ristiwa lain, dan dalam waktu2 yang lain dalam terang Firman Tuhan. (Ja-ngan dalam terang akal manusiawi, apalagi berdasar kehormatan manu-siawi Yoh 12:43, bisa terbalik, tidak mau mengakui yang salah, malu, bo-hong, munafik dan dosanya akan makin banyak sehingga rohaninya rusak. Ka-lau sudah telat baru sadar; seringkali timbul banyak celaka dan malapetaka karena dosa2nya. Misalnya sombong, suka marah, emosi, hidupnya banyak yang rusak bahkan hancur. Yak 1:20, masih untung kalau masih selamat, seperti penjahat yang di salibLuk 23:40-42. Orang kaya di Neraka sadar, tetapi tidak bisa keluar dari Neraka untuk kekal, sudah terlambat total.

Yang penting rindu berubah seperti Kristus, jangan tunggu terlambat, apa-lagi kalau sudah keras hati, tidak mau bertobat lagi, berarti binasa (atau masuk dalam zaman Antikris; pengor-banannya terlalu banyak dan tidak tahan sebab bantuan dari Allah habis, tinggal nasehat 2 Saksi).

  1. Jangan membedakan orang Rom 2:11. Bandingkan sikap kita pada orang yang kita cintai dan orang yang dibenci (kalau ada) atau yang kita JMPE (Jengkel, Mangkel, Pegel, Emosi).

Maka akan tampak beda yang be-sar. Terhadap orang yang kita cinta, keluarga, sahabat baik, orang yang kita hargai dll, kita bisa lebih sabar, lebih rendah hati, rela berkorban, sikap yang manis dst, sebab bisa menutup dosa-nya 1Pet 4:8. Tetapi terhadap orang yang kita tidak suka, dosa2 dan kesa-lahannya tampak jauh lebih besar dan lebih berat dari yang sebenarnya. Ini yang membuat tabiat yang jelek mun-cul dengan spontan. Kita coba meng-anggap orang itu seperti sahabat baik kita, maka akan lebih mudah meng-ampuni sehingga sikap tabiat kita bisa dikontrol, bisa menyangkal diri, se-hingga tabiat kita jadi lebih baik. Yang penting dalam membandingkan, supa-ya kita tahu bedanya dan jangan berdosa! (Misalnya benci, bicara jelek, mudah fitnah dsb. Kalau betul2 dosa, salah, dia srigala, perlu disalahkan tetapi jangan dengan dosa! Ef 5:11).

– Tentu anak sendiri lebih dicintai dan lebih dimarahi daripada anak tetangga (jangan memarahi anak orang lain, kecuali yang patut), ada bedanya tetapi jangan berdosa (dengan benci, berbuat jahat dll) bahkan belajar jadi berkat juga pada yang lain.

– Kasih suami-istri itu cinta monopoli, tidak boleh dibandingkan dan tidak boleh dibagi dengan orang lain, tetapi pada perempuan lain seperti pada saudara atau orangtua, bukan seperti kepada istrinya sendiri 1Tim 5:1-2, Mat 5:28. Ada batas hubungan dan tang-gungjawab, tetapi jangan sampai ber-dosa dan cocokkan tabiat kita dengan Firman Tuhan.

Kita boleh membedakan dalam batas2 Firman Tuhan, misalnya:

– 1 domba kita yang hilang kita cari, tetapi domba lain yang hilang tidak kita cari, kecuali Roh Kudus memimpin sambil menyerahkan kepada gembala-nya masing2. Luk 15:4. Ada batas2 tanggungjawab, misalnya Kel 18:21. Contoh lain Mat 15:24,26. Tetapi dom-ba yang tidak bergembala kita tolong, domba orang lain dalam keadaan da-rurat kita tolong dan kemudian di-kembalikan Ul 22:1-4. Jangan ingin domba orang lain Ul 5:21.

  1. Buah Roh Gal 5:22-23. Kalau kita mau selalu penuh dengan Roh Kudus dan taat dipimpin Roh (banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran) Roh Kudus akan memberi kita kemampuan ekstra sehingga tampak tabiat yang bagus yaitu buah Roh. Kalau kita penuh dan taat dipimpin Roh, tiba2 kita heran mengapa kita bisa begitu sabar, tahan nafsu dll lebih dari biasanya, sebab Roh Kudus yang memberi kekuatan dan dorongan yang kuat. Ini bukan hal khu-sus yang berbeda dengan tabiat baru, tetapi untuk mendorong, menstater hidup kita supaya tabiat baru itu tum-buh seperti buah Roh itu misalnya kasih, sukacita, setiawan, lemah lembut dll. Buah Roh itu tiba2 bisa muncul begitu kuat dan indah sebab didorong dengan kuat oleh Roh Kudus, untuk melatih kita. Roh Kudus dan Firman Tuhan akan memberi kekuatan dan dorongan yang kuat (sesuai dengan penyerahan, kemauan kita, mau pikul salib, mau taat dst supaya semua tabiat baru tumbuh makin dewasa dan ma-tang seperti Kristus. Seperti ibu yang memegang tangan anaknya sehingga bisa menulis dengan bagus, maksudnya supaya si anak itu sendiri terus ber-usaha menulis dengan baik, “tabiat yang baru muncul dan tumbuh”.

KALAU KITA MAU MENYANGKAL DIRI,

Mematikan tabiat lama dan menggan-tikan dengan tabiat baru, maka dengan pertolongan dan pimpinan Roh Kudus tabiat baru itu semua akan bisa muncul dan tumbuh dan itu indah dan akan ada sukacita, kepuasan dari Roh me-ngalir dalam hati kita, juga segala ke-menangan, pertumbuhan rohani yang makin indah akan terjadi dalam hidup kita, sehingga bisa memikul beban lebih berat dan tumbuh makin mulia dalam rencana Allah. Berubahlah se-suai dengan Firman Tuhan.

Nyanyian:

Semakin mulia Dia mengubahku.

Sperti Yesus 2x, itu saja kuminta.