M3979 – Mazmur 118:24. Waktu

KETENTUAN TENTANG WAKTU.

  1. Orang yang bisa mengerti bahwa se-tiap hari itu dibuat Tuhan baginya bisa bersukacita dan bergembira setiap hari!
  2. Semua orang mendapat dari Tuhan waktu yang sama (1 hari = 86.400 detik), tidak bisa diperpanjang atau diperpendek.
  3. Waktu itu berjalan terus, tidak bisa menunggu siapapun, sekalipun raja.
  4. Waktu tidak bisa kembali lagi, yang hilang tidak bisa diambil kembali. Wak-tu yang sudah lalu menjadi sejarah, tidak bisa diperbaiki atau diubah, tetapi di dalam Tuhan dosanya bisa dihapus sehingga nasibnya jadi lebih baik.
  5. Waktu itu adalah harta termahal, tidak bisa dibeli tetapi bisa ditebus. Jangan di-buang2 atau di-sia2kan, se-bab tidak bisa dibeli kembali.
  6. Seluruh segi hidup ini tunduk dan diatur oleh waktu, baik peristiwa2 se-nang atau susah, untung atau rugi, hal2 yang disukai atau dibenci, semua di-kuasai oleh waktu, tidak ada yang lepas daripadanya.
  7. Waktu itu lurus tidak bisa berbelok atau ber-cabang2.

Tak Bhana mengumpamakan, setiap orang diberi Tuhan uang yang sama, dan di cap hari ini, misalnya Rp 86.400 dan harus dibelanjakan sampai habis. Sisa yang tidak dibelanjakan, besok sudah tidak laku.

UMUR.

Adalah keseluruhan waktu kita selama di dunia.

  1. Setiap orang dapat jatah umur dari Tuhan, ditentukan oleh Tuhan 1Sam 2:6, tetapi kita tidak tahu sampai kapan. Jatah rata2 adalah 70-80 tahun, tetapi ada yang kurang dan ada yang lebih Maz 90:10.
  2. Jatah umur manusia bisa ditambahi bisa dikurangi, siapa yang punya waktu yang baik, waktuyang berkenan pada Tuhan akan ditambahi, yang tidak pu-nya akan dikurangi Mat 13:12, misalnya anak yang hormat pada orangtuanya dengan tulus, umurnya diperpanjang Ef 6:3 yang kurang ajar akan dikurangi jatahnya. Ada lagi beberapa banyak syarat2 yang lain. Kalau satu kelompok hidup dengan jahat dan berontak di ha-dapan Tuhan, bisa dipotong ber-sama2 seperti 250 orang yang melawan per-aturan Allah Bil 16:35 atau 3 keluarga besar Korah, Datan, Abiram, mati ber-sama2 dll Bil 16:82. Orang yang mati syahidpun mungkin ada yang ber-sama2.

III. MEMAKAI WAKTU DENGAN BAIK.

Kita tidak bisa memperpanjang waktu sehari, setiap hari tetapi kita bisa:

  1. Memakai kesempatan.
  2. Membagi atau mengatur waktu.
  3. Menebus waktu.
  4. Membuat waktu kita lebih efisien.
  5. Menabur dalam waktu hidup di dunia.

III.A. MEMAKAI KESEMPATAN.

Waktu itu menjadi suatu kesempatan yang terbatas, tidak dipakai, hilang!

Memakai waktu sebagai kesem-patan yang baik, yaitu kalau dicocok-kan dengan Firman Tuhan, berkenan pada Tuhan Mat 3:17. Caranya adalah hidup dalam kesucian, dipimpin Roh, tekun dalam doa, Firman Tuhan, iba-dah, pelayanan dan bersekutu, maka orang ini akan bisa memakai kesem-patan hidupnya dengan baik. Waktu bisa dipakai untuk yang kekal dan yang fana, ini termasuk juga yang dipakai untuk yang sia2 sebab plin plan atau ikut arus waktu, atau yang habis karena ikatan2 dosanya seperti HP, judi, kebencian dll.

Orang dosa semua waktunya dipa-kai untuk yang fana. Kalau toh dipakai untuk yang kekalpun tidak akan ber-hasil atau sia2. Biasanya kesempatan waktu yang dipakai orang Kristen itu lebih dari 10% (perpuluhan waktu). Orang yang cinta Tuhan rindu memakai lebih dari 10% dan dengan Tuhan mereka bisa berhasil, tergantung dari pengorbanan yang mau diberikannya. Tetapi orang yang hidup dalam pela-yanan full timer tentu seharusnya bisa memakai waktunya untuk yang kekal dengan tulus jauh lebih banyak, mungkin sampai 60% atau lebih. Kalau tujuannya untuk mendapat uang, puji, keinginan sendiri/ daging, sekalipun dengan alasan rohani, Tuhan tahu. Sebab itu hendaklah kita memakai wak-tu kita untuk yang kekal dengan tulus se-banyak2nya, baik itu full time atau part time, sebab tujuan kita sama yaitu untuk masuk dalam kerajaan Surga.

III.B. MEMBAGI ATAU MENGATUR WAKTU.

Patokan waktu.

Untuk bisa membagi atau mengatur waktu dengan baik, kita perlu punya beberapa patokan dalam hal rohani dan jasmani.

  1. Mutlak. Ini tetap perlu ada, tidak bi-sa dibuang, misalnya untuk tidur, ma-kan minum, mandi, sedikit istirahat diantaranya.
  2. Perlu. Ini diperlukan, sebab itu harus diusahakan supaya tetap bisa memakai waktu untuk hal ini jasmani dan rohani. Misalnya sekolah, bekerja. Beberapa memasukkan golongan ini dalam hal yang mutlak. Misalnya waktu gunung meleteus, atau mengungsi sekalipun dalam pengungsian tetap harus ada yang mutlak, tetapi sekolah, kerja terpaksa ditiadakan.
  3. Kalau sempat, sisa2 waktu. Jadi da-lam membagi atau mengatur waktu, kita harus tahu, mana yang masuk golongan 1 dll. Juga hal2 rohani seperti memelihara rohani (doa, belajar Fir-man Tuhan ini seperti makan Mat 4:4, ibadah, persekutuan dan pelayanan) kalau kita masukkan golongan 1, maka kita akan menyediakan waktu dan ha-silnya rohaninya baik dan disertai Tu-han. Kalau kita masuk-kan golongan 3, kalau ada waktu, tidak heran tingkat rohaninya tidak tumbuh dengan baik.

Juga alokasi waktu untuk setiap bagian harus ditentukan seperti tidur 7 jam, makan minum, mandi (bersih2), kemudian acara keluarga, bekerja, se-kolah dll. Orang yang bisa membagi waktu yang cukup untuk rohaninya akan tumbuh dengan baik, imannya kuat sehingga berkat Tuhan juga cukup baik baginya.

Jangan asal jalan, mengalir menurut waktu yang ada, tetapi kita sudah harus menentukan golongan mutlak atau penting dan jatah waktu. Beri waktu cukup, apalagi untuk ibadah di hari Minggu, itu lebih penting dari rekreasi atau untuk rileks. Misalnya untuk ibadah, pelajaran Alkitab, doa, masa teduh dll. Kita harus bisa membagi waktu dengan baik, supaya jangan un-tuk pemeliharaan rohani dan untuk Tuhan hanya sisa2 waktu, kalau ada, maka rohani jadi lemah, misalnya doa, justru ini yang membuat rohani kita kuat seperti Kel 17:11; untuk Firman Tuhan, ibadah dll.

III.C. TEBUS WAKTU Ef 5:16 KJI.

Menebus berarti mengorbankan se-suatu untuk mendapatkan yang harus kita tebus, dalam hal ini waktu, sebab tidak bisa dibeli atau ditambah sendiri. Caranya:

  1. Tebus dengan uang, misalnya me-makai pembantu rumah tangga atau pegawai, maka pekerjaan kita bisa le-bih ringan dan kita punya waktu untuk hal2 rohani, meskipun untuk bayar gaji orang yang kita upah itu cukup banyak sehingga uang kita berkurang, tetapi kalau kita bisa berpada, kita dapat me-nebus waktu untuk rohani, itu untuk kekal dan faedahnya indah, juga efek-nya untuk yang fana.
  2. Korbankan waktu libur; tidak setiap libur harus jalan2 keluar kota atau ikut tour. Waktu yang kita tebus untuk Tu-han pasti tidak sia2, kalau kita mela-kukannya dengan rela, sukacita untuk perkara2 rohani.
  3. Terus mencari gelar ber-lebih2. Ada orang suka punya gelar banyak, bahkan sampai tua terus belajar, akhirnya rohani dikorbankan, waktu mati, gelar tidak berarti untuk kekal, sayang. Ada beberapa contoh.

Ada orang sudah punya pekerjaan yang baik, terus sekolah sampai dapat S2 lalu meninggal, untuk penghias batu nisannya, tidak bekerja apa2 untuk Tuhan, sayang.

  1. Masa tua. Kalau masih bisa hidup sampai tua itu tidak kebetulan. Ka-dang2 uang sudah cukup, tetapi terus mengumpulkan uang sehingga rohani dikorbankan. Belajar berpada, juga me-nyediakan uang bagi anak2, jangan dipaksakan sampai ber-lebih2, apalagi kalau mereka sudah bisa berdiri sendiri dengan cukup. Kalau kita punya waktu pada saat tua (dunia: pensiun) pakailah baik2 sehingga justru pada akhir hidup rohani kita harus terus meningkat sampai puncak, kalau tidak bisa, rohani gagal, maka daging jadi tua2 keladi, makin tua makin jadi.

Ada banyak cara untuk menebus waktu (Roh Kudus bisa beri hikmat), misalnya dalam hal makanan, berpada makan di rumah itu bisa menebus wak-tu sampai 2 jam dan tidak lelah, se-hingga waktu itu bisa dipakai untuk masa teduh, persiapan untuk pela-yanan dll yang berguna, misalnya Ke-lompok Tumbuh Bersama (KTB) . Pekerjaan2 yang tidak perlu, hobby dll bisa ditinggalkan.

Kalau kita mengerti Firman Tuhan sehingga tahu membedakan mana yang berfaedah dan yang tidak, maka kita bisa membuang/ mengurangi hal2 yang tidak berfaedah, tetapi memberi waktu untuk hal2 yang kekal dan me-nebus waktu. Kadang2 Whatsapp, Youtube apalagi berselancar dalam internet bisa habis semua waktu kita bahkan sampai seumur hidup. Sebab itu berdoa minta hikmat dan pimpinan Roh Kudus, buang semua yang tidak perlu, juga “ingin tahu” yang tidak perlu, supaya jangan waktu kita habis untuk yang sia2. Orang yang banyak berdoa bisa membedakan dan meng-ambil putusan yang tegas untuk membuang berita dan hal2 yang tidak perlu (juga jangan forward sehingga merugikan waktu saudara2 yang lain). Baik HP, internet, ajakan2 yang tidak perlu. Juga hal2 duniawi sekalipun ne-tral, hal2 ilmiah yang tidak langsung diperlukan, apalagi pergaulan yang jahat, pinggirkan atau buang dengan tegas.

III.D. MEMBUAT WAKTU KITA LEBIH EFISIEN.

Cara yang mudah adalah berjalan da-lam Roh, seperti Putra manusia Yesus hidupnya sangat efisien sehingga da-lam 3,5 tahun semua tugasNya selesai dengan sempurna, berkenan pada Ba-pa sesuai dengan rencana Yoh 19:30. (Untuk itu Putra manusia juga harus berdoa dan tetap dalam kesucian dipimpin Roh). Misalnya problem yang sulit bisa selesai dalam waktu beberapa menit, seperti Yoh 8:10. Juga dalam keadaan bahaya, Ia mengambil langkah dan keputusan yang tepat, misalnya Yoh 6:15, Ia pergi ke gunung berdoa. Dalam Luk 4:29-30 Ia menghindar dari niat jahat orang banyak dan bebas, bisa meneruskan tugasNya. Juga dengan mujizat dan kuasa Allah, misalnya waktu badai di tengah2 laut Mat 18:26. Kalau kita punya kuasa, hikmat, pim-pinan Roh Kudus, maka kita dapat membuat hidup kita sangat efisien. Waktu kerja 3 hari bisa hanya 3 jam. Murid2 yang gagal menangkap ikan bisa jadi sukses dalam satu langkah Yoh 21:6.

– Dengan berdoa, kita bisa mengambil keputusan dan tindakan yang tepat dan berhasil. Misalnya Yacob menghadapi Laban yang menipu 10 kali, sebab di-pimpin Tuhan ia tetap berhasil. Kej 31:38-42. Waktu ia menghadapi Esau dengan 400 orang bersenjata, ia ber-doa semalam dan kesukaran besar jadi mudah dan manis. Kej 32:6-8,28-32; 33:4. Kadang2 tanpa mujizat Tuhan bi-sa menolong, misalnya Mordekhai me-lawan Haman. Baik dalam sekolah, pekerjaan, perdagangan, pekerjaan di rumah, lebih2 dalam pelayanan (de-ngan tulus, suci, kasih, hikmat dan kuasa Allah) kita akan melihat waktu kita jadi sangat efisien. Sebab itu selalu minta pimpinan Roh Kudus Rom 8:14, Mat 4:1.

– Jangan ambil rencana atau proyek duniawi atau rencana iblis, ber-tahun2 hilang dengan sia2 bahkan binasa se-perti Lot memilih Sodom, Abraham tidak mau! Misalnya Yosafat berdagang dengan kapal, rugi sebab kapalnya pecah 1Raj 22:49.

Jangan buat rencana sendiri, tetapi tanyalah pada Tuhan, selalu dipimpin Roh sehingga hidup ini efisien. Kalau kita banyak berdoa, rencana yang salah bisa dihentikan oleh Tuhan, asal kita mau menyerah Ams 16:1,9. Nuh waktu membuat kapal, hidupnya sangat efiien sehingga dalam 120 tahun ia melihat kemuliaan Allah yang luar biasa Kej 6:22. Tetapi sebab mabuk anggur Kej 9:20,29, maka 350 tahun sesudah air bah, hidupnya jadi kosong dan sia2 bahkan merosot! Juga Abraham meng-ambil Hagar, didorong oleh Sarah dan mungkin ada dorongan daging, maka 13 tahun hidup Abraham sia2 Kej 16:16-17:1. Juga Achab mengambil Izebel jadi istrinya, seluruh riwayat hi-dupnya makin rusak dan binasa. Jangan salah pilih, tetapi kalau sudah nikah, jodoh betul atau salah, jangan dice-raikan, itu menjadi dosa dan perzinaan. Ayub punya istri yang jelek, tetapi tidak ada sedikitpun pikiran dalam hatinya untuk menceraikan tetapi meng-ampuni, meskipun secara manusiawi dan duniawia ia bisa nikah lagi, akhir-nya hasilnya indah. Kalau belum me-nikah tanya Tuhan, kadang2 kalau Tu-han yakinkan, dan ada peneguhan dari orangtua dan orang2 rohani lainnya, itu akan menjadi indah.

Lebih2 pada akhir zaman, kita perlu mengerti rencana dan nubuatan Fir-man Tuhan, supaya mendahulukan pimpinan Roh Kudus, supaya jangan masuk jerat setan, lebih2 dalam Pola-risasi, masa hukuman rumah Allah dalam Minggu ke-70 Daniel. Jalan me-nurut terang Firman Tuhan dan pim-pinan Roh Kudus, tetaplah di jalan sempit, jangan tertipu oleh hidup dosa yang glamour, apalagi oleh macam2 tarikan hawa nafsu dan kekayaan du-niawi, supaya jangan gagal dan binasa.

III.E. MENABUR DALAM HIDUP INI.

Menabur dalam ukuran yang betul, yaitu dalam hidup di dunia ini. Kita terutama mengharapkan penuaian yang utama di dalam Surga, bukan yang di dunia, misalnya Abraham diberi janji Kanaan dan sudah disuruh menjalani bujur dan lintangnya, dalam Kej 13:17, tetapi ia tidak dapat daripadanya satu tapak kakipun Kis 7:5. Tetapi Abraham menuai di Surga Ibr 11:16. Sebab itu kita harus betul2 bisa membedakan antara yang fana dan yang kekal dan ingat baik2 nasehat dan cara berpikir ilahi seperti Mat 16:26, Luk 12:20-21. Sebab itu jangan memikirkan hal2 dunia yang fana ini sebagai tujuan utama, tetapi hanya sebagai peleng-kap, fasilitas untuk mendapat hal2 yang kekal sebanyak mungkin. Kita harus mengerti dengan jelas hal kaya miskin  dalam pikiran dan kehendak Allah, sebab fasilitas ini dengan mudah diberi Tuhan kalau tidak menjadi beban yang menyebabkan berdosa tetapi bisa membuat kita ber-buah2 lebih banyak dan makin memperkenankan Tuhan. Juga orangtua jangan nomer 1 terbe-ban untuk jasmani anak2, sebab itu fana bahkan menyesatkan. Berapa ba-nyak anak2 yang disediakan limpah hal2 jasmani justru menjadi anak yang terhilang. Tetapi pikirkan melengkapi anak2 terutama dengan hal2 rohani, sebab itu untuk kekal dan pasti jasmani tidak akan kekurangan. Jangan pikiran kita diikat atau ditarik oleh hal2 yang fana dan mengorbankan hal2 yang kekal. Ada orang yang sebetulnya rindu dan bisa melayani dengan baik sesuai talentanya, tetapi sebab memberatkan hal2 jasmani, kesempatan pelayanan dan ber-buah2 dikorbankan sehingga hidupnya tidak berbuah bahkan ter-jerat dalam perkara2 jasmani dan me-rusakkan rohani dan jasmaninya.

Ingat prinsip Maria Marta. Dahu-lukan hidup cara Maria, itu yang lebih baik Luk 11:41-42. Marta ber-susah2 dari hal yang banyak, tetapi tidak efektif, buang2 waktu dengan sia2, sebab yang jauh lebih baik adalah hidup sebagai Maria, baru sesudah itu untuk fasilitas hidup lainnya!

KESIMPULAN.

Kita harus bisa menilai cara hidup kita memakai waktu2 dan kesempatan hidup ini, jangan kita bodoh sehingga menilai dengan salah. Cara kita menilai pemakaian waktu dengan baik, bisa dilihat dari:

  1. Berapa banyak kita tumbuh dalam Kristus dalam tabiat baru, berapa banyak seperti Kristus dan Bapa. Mat 5:48, Ef 4:13.
  2. Berapa banyak buah atau jiwa2 yg kita hasilkan, termasuk 3 angka keda-tangan Tuhan baik jumlah yang diInjili, yang mau percaya dan yang tumbuh sampai sempurna. Makin banyak buah2 yangkekal, itu yang betul.

Perlu persiapan yang baik dengan terus tumbuh dan belajar Firman Tuhan. Jangan tidak mau kalah, jangan ingin populer dan termasyur, lalu ber-usaha menjadi besar, nanti direndah-kan Tuhan. Putra manusia Yesus untuk pelayanan 3,5 tahun dipersiapkan 30 tahun! Kalau belum berhasil dari luar, jangan ingin cepat besar, rindulah ber-kenan pada Allah dan manusia Luk 2:52. Jangan jadi problem terus dan terikat dalam dosa, tetapi hidup suci, dipimpin Roh berkenan pada Allah Mat 3:17 dan manusia, dan bekerja dengan senyap untuk Tuhan, maka pada wak-tunya kita akan menyelesaikan pela-yanan kita dengan sempurna.