M3969 – Pengalaman Dengan Atau Tanpa Terang Firman Tuhan

HIDUP INI SUATU PENGALAMAN.

Ay 32:7 orang2 yang berpengalaman itu kalau bekerja, biasanya berbeda de-ngan yang tidak berpengalaman apalagi yang masih baru gress. Misalnya peng-alaman berdagang, pengalaman pe-rang, pengalaman mengajar dll.

Dunia berkata: pengalaman itu guru yang terbaik; Belum tentu! Bah-kan pengalaman bisa menyesatkan. Pengalaman sukses tetapi salah itu bisa menyesatkan, seperti Salomo, peng-alamannya bagus, sukses, tetapi hidup-nya di dalam dosa dan tetap sukses, sebab itu ia memilih meneruskan cara hidup yang salah, sehingga hidupnya menjadi sia2 dan celaka Pkh 1:14. Bagi Salomo, pengalaman itu menyesatkan dia.

Juga Simson, berpengalaman de-ngan hidup dalam perzinaan, tetapi tetap sukses, sehingga ia terus menu-ruti nafsu perzinaannya dan tiba2 bina-sa dengan celaka yang besar. Juga bagi Simson, pengalaman bukan guru yang baik, tetapi guru yang menyesatkan! Sukses atau gagal, harus diterangi de-ngan Firman Tuhan, baru kita menda-pat pelajaran yang betul.

Yusuf mendapati hidupnya gagal, tetapi ia bisa melihatnya dalam ren-cana dan kehendak Allah.Sebab itu tidak ber-sungut2 atau putus asa, ia tetap maju dengan Tuhan. Sebab itu Daud dengan ilham Roh berkata dalam Maz 119:100, biarpun ia kalah tua dan kalah pengalaman dengan orang2 tua ini, tetapi sebab mengerti Firman Tu-han, dia mendapat hikmat Allah dan itu jauh lebih tinggi dari semua pengalam-an sendiri tanpa Allah. Itulah kebenar-an Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus itu menjadi hikmat dan kebe-naran yang mutlak, sangat indah dan mulia, lebih dari pengalaman orang tua2 dan pengalaman manusiawi

SESUDAH LAHIR BARU. (baptisan air + baptisan Roh Kudus) kita bisa memu-lai suatu hidup baru dengan Kristus yang lebih tinggi daripada hidup de-ngan akal atau pengalaman. Sebab itu belajar berjalan dalam Roh, itu sangat indah. Seperti Zakheus yangbisa hidup baru, mati lepas dari cinta akan uang, ini suatu hidup baru yang sangat berbeda dan yang sangat indah. Paulus yang baru bertobat, cara hidupnya juga berbeda dengan sebelumnya yang se-perti orang2 Parisi dan Yahudi pada umumnya. Sekarang ia hidup benar dalam pimpinan Roh Kudus, bukan dengan pengalaman2 sebelumnya. Me-mang mula2 perlu dibimbing oleh orang2 yang sudah bisa berjalan de-ngan Tuhan sebab pengaruh akal, pengalaman dan dunia ini besar sekali. Tanpa lahir baru dan dipimpin Roh, seorang sulit lepas dari akal dan peng-alamannya, tetapi orang yang bisa berjalan dengan Tuhan, di dalam Roh, bisa terlepas dan mengganti semua falsafah hidup dan cara hidupnya yang lama dengan yang baru sesuai dengan Firman Tuhan seperti Saul yang men-jadi Paulus, Matius, Zakheus dll! Cara hidupnya berubah sama sekali, jadi se-suai dengan Firman Tuhan dan percin-taannya pada dunia, uang, hormat dan kesukaan dunia dll yang lama,berubah sama sekali. Misalnya dalam orang2 Wasiat Baru yang bertobat.

BER-MACAM2 PENGALAMAN HIDUP.

Ada pengalaman hidup yang baik se-suai Firman Tuhan, ada yang jelek atau campuran. Pengalaman hidup yang je-lek seperti pengalaman pencuri, ber-dusta, berzina, tamak, kesombongan dan dosa2 lain harus dibuang tuntas dan jangan dipakai lagi, ganti cara hi-dup baru dalam Kristus 2Kor 5:17. Yang sering menjadi kesaksian atau pelajar-an yang indah adalah bagaimana orang jahat atau orang berdosa itu mening-galkan tuntas, habis2an pengalaman hi-dup lamanya dan langsung memakai hidup yang baru seperti Matius, Zakheus, Paulus dll.

Pengalaman hidup yang baik se-suai Firman Tuhan itu baik, bisa jadi pelajaran untuk makin taat akan Fir-man Tuhan dalam segala segi.

Pengalaman2 dosa seperti Salomo, Saul, kejatuhan Daud yang ditulis da-lam Alkitab, itu menjadi pelajaran bagi kita. Juga pengalaman ketaatan dari Abraham, Musa, Yusuf, Daniel, Ayub, Paulus dan banyak orang Wasiat Baru, juga menjadi pelajaran yang baik. Pengalaman Billy Graham yang menjadi kesaksian yang baik sehingga dijadikan nama jalan di USA, juga bisa jadi berkat dalam terang Firman Tuhan bagi kita, yaitu ia dikatakan sebagai seorang yang rendah hati, sederhana dan suci dalam pernikahannya, sesuai dengan 1Yoh 2:15-16.

Sebab itu pengalaman hidup kita harus diterangi dengan Firman Tuhan, sehingga kalau betul menurut Firman Tuhan, sekalipun pahit dan rugi se-olah2 gagal seperti Paulus dalam pen-jara, Yusuf dalam perbudakan, mereka tidak bereaksi dosa (ber-sungut2, ma-rah dll) tetapi tetap harap dan minta pimpinan Roh Kudus, sebab tahu bah-wa mereka hidup benar dan ini diizinkan Allah menjadi bagian dari ren-cana Allah dalam hidupnya, supaya kita lulus dalam pengolahan dan ujian2nya.

Sebab itu kalau kita tidak mengerti Firman Tuhan, jadi mudah sesat dan celaka Mrk 12:24, dalam pikiran dan pengalaman manusiwi. Lebih2 oleh hik-mat dan pengalaman manusiawi yang cocok dengan akal, tetapi kadang2 atau seringkali gagal, sebab ada faktor2 lain yang tidak bisa dilihat oleh akal, (misalnya pekerjaan Allah dalam hidup rohani kita, juga pekerjaan iblis yang banyak dan diam2 menyerang dah-syat), sebab itu kita harus menilai atau mengevaluasi hidup kita, baik yang sukses atau yang gagal dalam terang Firman Tuhan, maka kita bisa tetap berjalan dengan benardalam rencana Allah dan itu yang terindah! Rencana Allah termasuk sukses dan “gagal”, un-tung dan “rugi”, tetapi kalau kita tahu itu dalam rencana Allah, kita tidak bingung, tetapi tetap meneruskan ber-jalan dengan Tuhan, dalam pimpinan dan sejahtera Roh Kudus Pil 4:7, maka hasil akhirnya akan gilang gemilang. Misalnya Yusuf dalam banyak kepa-hitan dan celaka itu justru memba-wanya ke tahta Firaun dan mengalami rencana Allah yang indah, dipakai Tu-han untuk menggenapkan rencana Allah dalam Abraham, membuat Yacob cucu Abraham menjadi lebih kurang 2 juta orang, permulaan yang heran dari bintang dan pasir turunan Abraham. Kej 22:17-18.

Kita akan melihat dalam beberapa segi hidup praktis.

FILM. Zaman dahulu kebanyakan orang Kristen tidak nonton film di ge-dung bioskop. Sekarang semua orang, juga banyak orang Kristen bisa melihat film dengan limpah bahkan gratis. Film2 itu begitu banyak, ada yang baik dan yang campuran dan jahat. Yang baik sangat sedikit, itupun seringkali tidak sesuai dengan Firman Tuhan se-bab campuran, hidup menurut pikiran sendiri. Banyak orang terpengaruh sampai men-dewa2kan bintang kesa-yangannya dalam semua segi hidupnya, misalnya dalam perkelahian, bela diri begitu cekatan sampai terlepas dari segala bahaya, semua yang dibuat ido-lanya, ditaati se-penuh2nya, padahal itu hanya cerita yang dikarang. Kalau terjadi benar2, nasibnya tidak demi-kian, mungkin bisa menang dengan tangan kosong lawan orang bersenjata, tetapi kenyataannya seringkali lain, jauh berbeda. Orang yang me-niru2 idolanya ini bisa kena tembak dari samping atau kena ini dan itu sampai mati; tetapi banyak orang tetap dan sudah ter-gila2 dan meniru dan belajar bela diri tangan kosong, dll. Dalam kenya-taannya banyak yang mati sebab me-niru2 dan belajar dari idolanya ini, se-hingga kenyataannya bukan sukses tetapi banyak yang mati sebab me-niru2 idolanya.Tetapi kalau kita meniru Kristus dengan hikmat dan kuasaNya, dalam banyak bahaya, Tuhan sanggup melepaskannya seperti Petrus, Paulus, Daud, Yusuf dsb, Allah tidak pernah gagal; Dalam segala sikon dan keadaan, Allah selalu berhasil, misalnya Petrus, Yusuf dalam keadaan terjepit dan pasti mati, bisa dilepaskan Tuhan dengan se-gala cara ilahi yang benar. Orang yang mengerti Firman Tuhan sangat memu-liakan Tuhan Yesus dan meniruNya da-lam semua segi hidupnya, mau hidup seperti Kristus, dan pasti terpelihara sampai dalam Surga. Tetapi yang me-niru2 bintangnya dalam film, masuk dalam jerat iblis dan binasa jasmani dan rohani. Ada banyak sekali cerita sukses yang dikarang orang, baik suk-ses dalam perang, perkelahian, dalam keuangan, sukses dalam kesukaan da-ging, dalampergaulan, percintaan, dll, tetapi itu semua hanya cerita karangan orang untuk memberi kejutan2 se-hingga pengarang dan pelaksananya sukses dan dapat banyak uang. Tetapi orang yang ter-gila2 meniru idolanya, dalam semua segi hidupnya. Seharus-nya kita meniru Kristus sesuai Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus, itu hidup yang puas, sukacita, untung, bahagia dan tumbuh dalam rohani sehingga jadi terindah sampai kekal.

SIKON YANG AMAN.

Di banyak negara yang aman, istimewa bagi ibadah orang2 beriman, peng-alaman mereka biasanya nyaman, te-nang, bisa mengalami hal2 yang indah secara jasmani. Tetapi dalam negara yang kacau, apalagi untuk orang2 ber-iman, ada banyak bahaya dan kesu-karan, tidak nyaman, tetapi seringkali secara rohani bisa menguntungkan orang2 yang sungguh2 percaya. Jadi setiap sikonitu ada untung ruginya.

Setiap kali bangsa Israel kalau su-dah aman, mereka menjadi lalai, lupa pada Tuhan, lebih2 yang tidak tahu hebatnya dan pentingnya peperangan (secara rohani: pengalaman salib sam-pai mahir) sehingga mereka diserang, dijarah, dijajah dan celaka sekali Hak 3:1-2. Cara hidup seperti ini terjadi ber-ulang2 Hak 3:4-10. Begitu di negara2 dan dalam keadaan aman sentosa, rasa2nya Tuhan kurang dibutuhkan. Baru kalau di-kejar2 bahaya dan celaka, orang2 ber-seru2 pada Tuhan. Juga Elia waktu di-kejar2, ia lari pada Tuhan dan ber-seru2 kepada Tuhan, sebab sudah tidak kuat menghadapi ber-macam2 problem dan persoalan. Orang2 yang dalam kesukaran merasa perlu berdoa, belajar Firman Tuhan dengan limpah, 2 gomer, supaya makin kuat menghadapi banyak kesukaran. Juga orang beriman dalam Gereja mula2 mendapat banyak kesukaran, penderitaan dan aniaya, te-tapi itu menjadilatihan rohani yang baik sehingga timbul kegerakan Roh Kudus yang besar, sebab doanya dijawab Tuhan dan terjadi lawatan Roh Kudus yang heran. (Juga waktu orang Israel dalam perhambaan Mesir, mereka berdoa dengan segenap hatinya, dan mereka didengar Tuhan, terjadi la-watan yang besar di Mesir sampai semua orang Israel dilepaskan dari Mesir). Dengan banyaknya kesukaran dan aniaya yang datang pada Gereja, justru jadi berkat rohani yang besar dan limpah, asal terus di pihak Allah (Rom 8:28). Untuk tinggal di pihak Allah itu jauh lebih mudah dalam keadaan terpaksa, terjepit oleh karena banyak-nya penderitaan dan bahaya.

Tetapi orang2 yang dalam masa tenang dan sentosa, yang mau dan bisa memakai waktunya baik2 untuk lebih banyak tekun mencari Tuhan, itu lebih untung, sebab ia tinggal dalam kesucian dan berjalan dengan Tuhan, ia bertumbuh dalam ketenangan (meski-pun tidak ada apa2, tetapi dari hatinya sendiri ia mau mencari Tuhan sung-guh2, bukan karena terjepit atau ter-paksa), maka pada waktu kesukaran yang besar datang, ia bisa lulus dan tumbuh dengan pesat dalam masa kesukaran, lebih2 pada akhir zaman (Minggu ke-70 Daniel) orang2 seperti ini bisa tumbuh dengan cepat sampai pada kesempurnaan rencana Allah yang indah2 itu. Kalau terjepit, dalam kesulitan baru mencari Tuhan itu biasa, tetapi dalam masa tenang, da-mai, keberkatan, mau sungguh2 ngotot mencari Tuhan, itu namanya bersedia dengan betul dan pasti hasilnya sangat indah, tumbuh dengan cepat dalam rencana Allah, sebab ia akan lulus da-lam baptisan api atau masa kesukaran rumah Allah 1Pet 4:17 dan ini pasti terjadi dalam 3,5 tahun sebelum pe-ngangkatan Wah 3:10. Ini orang2 yang indah, bahkan mungkin bisa tumbuh menjadi sempurna, sebab dalam kea-daan sejahtera, sentosa, nyaman terus ber-api2 mencari Tuhan dengan sung-guh2. Jangan menjadi orang yang baru bersedia sebab terjepit, banyak ke-mungkinan bisa terlambat dan tertinggal, celaka!

Kita tidak mengharapkan sikon yang celaka, tetapi berdoa untuk sikon yang aman dan baik, makmur dan sejahtera, tetapi yang indah adalah kerinduan akan Tuhan yang me-nyala2 sekalipun semua baik dan berkelimpahan, tetap Tuhan nomer 1. Mat 6:33. Ini orang2 yang indah bagi Tuhan, misalnya Elisa dalam kelimpahan, ia sangat rindu akan Tuhan dan langsung taat waktu men-dapat panggilan. Juga Daud, Daniel dll, waktu berhasil, sukses tetap berdoa sungguh2 dan belajar Firman Tuhan sungguh2 dan orang2 seperti ini jadi sangat indah di hadapan Tuhan, lebih2 waktu kesukaran datang, mereka lulus dan mengalami pengalaman2 indah dengan Tuhan.

TUHAN DAPAT MEMBUATKAN PENGALAMAN YANG LALU DAN YANG AKAN DATANG.

Pengalaman manusia itu hanya peng-alaman masa lalu, tidak ada peng-alaman yang akan datang. Kalau belum mengalami, belum punya pengalaman, bahkan ada orang sudah mengalami beberapa kali, masih belum belajar apa2, sehingga seperti keledai, ia jatuh dalam lubang yang sama ber-kali2, ia tidak belajar dari pengalaman yang lalu. Tetapi tentang hal2 baru dan pe-ristiwa2 yang baru, manusia belum mempunyai pengalaman, sebab setiap masa baru, hal2 baru itu perlu pe-nanganan dan cara2 baru.

Tetapi Firman Tuhan itu heran, sebab kita bisa belajar dari pengalaman yang lalu dalam terang Firman Tuhan, juga pengalaman yang akan datang yang belum pernah kita jalani, hal2 yang baru, tetapi kita sudah bisa berpengalaman. Heran! Yes 41:3; 42:16. Firman Tuhan dapat menu-buatkan dan menceritakan tentang jalan2 yang akan datang, yang akan kita hadapi, yang akan kita alami begitu rupa dengan jelas oleh Roh Kudus, sehingga jadi pengalaman dalam ma-sa2 yang akan datang. Ini luar biasa. Misalnya jualan online, macam2 kur-sus,  tipu daya komunikasi dan rekreasi online dll, ini semua hal2 baru dan belum ada pengalaman, harus belajar cari pengalaman dalam hal2 baru ini. Orang yang sudah mengalami, baru bisa punya pengalaman, baik peng-alaman gagal dan sukses, tetapi tanpa mengalami sendiri, belum punya peng-alaman. Israel yang hendak masuk da-lam negeri perjanjian, melewati sungai Yordan, disuruh Tuhan ikut terus di be-lakang tabut (melihat dan mengiku-tinya) dengan jarak 2000 hasta (lebih kurang 900 m). Di padang gurun jarak ini masih bisa kelihatan, supaya orang Israel tidak sesat tetapi bisa sampai di tujuan dengan betul Yus 2:4.

Tuhan menyuruh demikian supaya orang Israel bisa jalan dengan betul sekalipun belum punya pengalaman. Tabut = puncak rencana Allah, jadi sempurna. Dalam pimpinan Roh Kudus (Israel dipimpin tiang awan, tiang api) dan dengan rahasia kesempurnaan yang terbuka dalam Firman Tuhan Mat 10:26-27, maka kita yang belum punya pengalaman dan pengertian tentang akhir zaman sampai dalam kesem-purnaan rencana Allah, bisa “punya pengalaman yang betul dan tepat” (meksipun belum mengalaminya) se-hingga bisa sampai di dalam negeri Perjanjian dengan betul. Luar biasa. Firman Tuhan dalam pengurapan, pem-bukaan Roh Kudus membuat kita bisa mengerti yang akan datang, se-olah2 kita sudah berpengalaman dalam hal2 yang akan datang sehingga kita bisa masuk dalam rencana penamatan Allah dan menjalaninya dengan betul seperti orang yang sudah berpengalaman de-ngan Tuhan. Bukan main! Beginilah kalau kita belajar dari Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, maka kita akan bisa mengerti hal2 yang akan datang seperti Allah, se-olah2 sudah punya pengalaman yang heran dan ajaib menurut cara ilahi sehingga kita bisa menghadapi hari2 yang akan datang dengan kemenangan dan boleh masuk dalam rencana kesempurnaan Allah. Luar biasa. (Sebab itu orang tidak boleh mencari pengalaman dalam per-nikahan lalu sesudah cerai dan nikah kembali, baru punya pengalaman yang baik untuk menikah dan berumah-tangga dengan bahagia. Ini cara akal manusiawi dan siasat iblis, ini peng-alaman dosa yang melawan Firman Tuhan. Supaya punya hidup nikah yang baik dan bahagia itu bukan dari pengalaman cerai dan kawin lagi, tetapi dengan iman akan kebenaran Firman Tuhan dengan pengertian oleh Roh Ku-dus dan itu menjadi pengalaman ilahi yang membuat sukses dan bahagia. Juga dalam segi2 hidup lainnya). Begitu juga dalam sekolah, bekerja, perda-gangan, dusta, kejahatan, pergaulan, pelayanan dst, lebih2 dalam pertum-buhan hidup iman dan segi2 iman lain-nya seperti tabiat pikul salib, berharap pada Tuhan, iman, percaya, pengha-rapan, dalam persekutuan tubuh Kris-tus, doa, belajar Firman Tuhan, me-menangkan jiwa, macam2 pelayanan2 lainnya dst. Belajarlah dari pengalaman yang ada dalam terang Firman Tuhan dari pengalaman2 yang akan datang dalam pengurapan Roh Kudus, maka kita bisa terus hidup berkemenangan sesuai dengan rencana Allah menuju kepada kesempurnaan Allah. Betapa indah, bisa memakai pengalaman2 yg biasa dalam terang Firman Tuhan dan belajar dari pengalaman2 yg akan da-tang dari Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, juga salng menasehati dan membagi pengalaman dalam perseku-tuan tubuh Kristus dalam terang Fir-man Tuhan (jangan hanya dengan fakta dan akal manusiawi, tetapi semua di-lihat dalam terang Firman Tuhan).