M3927 – Yohanes 4:13-14. Rekreasi.

PRINSIP.

  1. Semua manusia lebih senang bersukacita daripada susah atau sedih.
  2. Perbedaan rekreasi duniawi dan rohani adalah: (Yoh 4:13-14; 7:38).
  3. Rekreasi manusiawi, duniawi itu import, dari luar masuk ke dalam, sebab itu biasanya butuh uang, waktu khusus, acara khusus, tempat khusus. Bahkan kadang2 atau seringkali harus dengan dosa. Seperti perempuan Samaria, untuk rekreasinya harus curi suami orang, ajak main/ selingkuh. Banyak tempat hiburan, lebih berani dan vulgar lebih laris.
  4. Rekreasi rohani, dari dalam, keluar sendiri, export, sebab itu tidak butuh uang, waktu, acara khusus dll, yang penting ada Tuhan Yesus dalam hati sebab hidup dalam kesucian dan taat, yaitu hidup penuh dan dipimpin Roh.

Setiap orang yang percaya Tuhan Yesus, sudah punya sumber sukacita, sebab punya Tuhan Yesus dalam hatinya, tidak lagi tergantung pada kesukaan dari luar, sebab punya sumber sendiri yang cukup limpah, bisa mengalir sampai kekal Yoh 4:14, itu berarti bisa mencapai kebutuhan rekreasi seumur hidup, dalam susah atau senang. Tidak tergantung dari luar misalnya Paulus, Petrus dalam penjara (kesusahan, kekurangan, kesibukan rohani/ jasmani, tekanan dll) tetap bisa menyanyi dengan spontan, sebab ada sungai air hidup yang mengalir dalam hatinya, ini seperti musik hati Ef 5:19.

REKREASI DALAM DUNIA.

Yang netral. Boleh dipakai, tetapi:

A.1. Jangan terikat, harus berpada, kalau ada waktu, kesempatan (tidak sakit, ada tugas dll), ada uang dll, boleh, kalau tidak bisa, tidak kecewa, biasa2 saja, sebab sudah punya sumber di dalam hatinya, yang mutunya lebih baik.

A.2. Jaga pergaulan dan racun2 yang tersembunyi di dalamnya supaya jangan sampai kena, sehingga timbul dosa dalam pikiran.

Misalnya tour yang biasa, masih tergolong netral tetapi pergaulan dengan orang2 duniawi, tempat2 yang dikunjungi itu seringkali duniawi, banyak racun2 sodom Gomora, apalagi dalam acara2 yang berani dan menghibur.

Juga pergaulan antar peserta tour, apalagi kalau tidak bawa istri/ suami, bisa bebas dan setan juga bebas masuk, sehingga jatuh dalam dosa dan waktu pulang sudah rusak atau mati rohani.

Ada seorang rohani, ber-api2, bergairah pergi ke Belanda. Sesudah pulang, gairahnya hilang, selalu ada alasan mengapa kurang ke Gereja dan tidak lagi ikut pelayanan. Sebab di sana ia ketularan roh duniawi dan rupa2nya sudah timbul banyak keinginan2 dosa dalam pikirannya. Ini bisa terjadi di mana saja bahkan juga di dalam negeri.

A.3. Kalau bisa ber-sama2 orang2 beriman sehingga bisa saling mengingatkan, jangan jadi anjing kelu. Yes 56:10.

A.4. Kalau bisa kombinasi rohani dan jasmani, misalnya ke kota/ negara lain juga cari Gereja2 yang penuh Roh Kudus (cari di buku telpon atau tanya pada bagian information). Seringkali Gereja juga buat bible camp, ada rekreasi, ada pelajaran Alkitab, ada persekutuan, ada limpah sukacita dalam Tuhan.

Rekreasi yang penuh dosa, sebab justru sukacita yang dicari orang dunia adalah kesukaan dosa sesaat Ibr 11:25. Dosa2 dalam rekreasi ini ada dosa tingkat 1,2 dan bisa sampai jadi 3.

Tingkat 1 adalah tingkat sukacita yang netral sampai terang2an berdosa,

(orang dunia tidak membedakan dosa atau tidak, apalagi dosa dalam pikiran, itu masih “suci” bagi mereka). Seperti tontonan, bertuhankan perut, perjudian,berzina, tari2an yang tidak patut, biasanya ini sudah menimbulkan dosa zina dalam pikiran Mat 5:28, apalagi kalau ada kesempatan berbuat dosa (di mana2 banyak kesempatan) pulang bawa mayat rohani.

Tingkat 2 adalah kesukaan dengan campuran kuasa gelap. Misalnya tontonan2 animisme, occultisme, sulap dan acara2 dengan kuasa gelap, jalan di atas api, menoreh diri, musik occultisme, nujum, ramalan2, guna2 dll, roh setan bisa masuk dan pulang dikuasai roh setan, celaka!

Ada banyak tontonan dan acara dengan kuasa gelap, sebab lebih tegang dan menarik tetapi roh jahat bisa masuk, sebab memang itu yang dikehendaki setan. Seringkali pertemuan2 yang ekstrem, napza/ narkoba, avontur yang aneh2, untuk orang muda jadi rekreasi, bahkan mau mencelakakan dan membunuh.

Tingkat III adalah dosa sempurna, dikuasai iblis.

III. ANGGUR SODOM. Ul 32:32-33.

Kesukaan dunia itu biasanya campuran dengan kesukaan dosa yang sesaat dari iblis, inilah anggur Sodom dan biasanya jadi terikat.

Kalau dinikmati terus, makin lama orang ini akan makin keracunan, tingkatan makin naik sehingga makin sulit bertobat, apalagi kalau sudah menjadi dosa sempurna, tidak lagi bisa bertobat.

Dosa akan meningkat terus sampai tingkat III dan kesukaannya tampak penuh tetapi mematikan seperti kesukaan narkotik. Anggur Sodom ini yang membuat dosa naik sampai puncak sehingga akhirnya dibakar habis oleh Tuhan.

SUKACITA DARI TUHAN.

Kalau seorang percaya dan tinggal dalam kesucian maka sungai air hidup mengalir keluar dari hatinya, makin lama makin dalam, ber-tingkat2 seperti dalam Yez 47.

Harus diperhatikan supaya kesucian itu betul(di Mana saja, dalam hal Apa saja, Kapan saja, Dahulu Sekarang, dan Yang akan datang) DSY) dan terus dipelihara, jangan sampai kena racun2 kesukaan rekreasi dunia, bahkan sebaliknya justru kita harus selalu menggarami supaya jangan diracuni.

Sukacita tingkat I, tingkat Halaman ini campuran dengan sukacita dunia yang netral. Seringkali kesukaan yang netral itu masih diperlukan seperti kanak2 atau TK masih perlu boneka dll.

Sukacita tingkat II, kesukaan dalam Roh Pil 4:4,7, Rom 14:17. Tidak perlu lagi kesukaan dunia yang netral (“boneka” untuk kanak2 rohani atau tingkat Halaman); Boleh ada boleh tidak. Sukacita tingkat II ini, justru sukacitanya di dalam perkara2 dari Atas; seperti Kristus bersukacita dalam melakukan kehendak Bapa Luk 10:20-21 dan hal2 rohani lain, misalnya dalam Firman Tuhan (Maz 119:92), dalamibadah (Maz 122:1), dalam pelayanan (Yoh 4:36), persekutuan (Maz 133:1) dalam doa dan pujian (Luk 10:21, Maz 22:4).

Sukacita tingkat III adalah kesukaan orang sempurna. Orang ini langsung naik ke Surga, duduk dengan Kristus dalam Tahta Bapa Wah 3:21. Ini kesukaan ilahi yang kekal, seperti kesukaan Elia sejak pengangkatan, Musa dalam hadirat Tuhan, Henokh dll..

TETAP DI JALAN SEMPIT.

Dalam memakai rekreasi yang netral (rekreasi yang terang2an itu dicampur dengan dosa, rekreasi jalan lebar, itu sudah jelas dosa, harus ditolak) kita harus tetap dalam jalan sempit Mat 7:13-14. Ini berarti tetap harus pikul salib, tidak boleh menuruti daging atau hawa nafsunya sekalipun dalam berekreasi, Tuhan tidak berkenan.  Dalam tempat2 rekrasi yang banyak campuran daging dan keduniawian, kita tidak rileks dan terhibur, tetapi berperang dalam hati, supaya tidak timbul dosa! Tetapi dengan demikian, kita memelihara hubungan baik kita dengan Tuhan dan sungai air hidup dalam hati kita akan tetap mengalir, bahkan makin deras. Ingat Ams 22:3. Memang jalan sempit rekreasinya lebih sedikit, miskin, kurang meriah, seperti tempat Abraham dibandingkan dengan Sodom, tetapi Abraham hidup dengan se-puas2 umurnya sampai nafas terakhir Kej 25:8.

MACAM2 REKREASI.

Tontonan umum (bioskop) atau pribadi, prinsipnya sama, ada yang netral; tetapi orang2dunia dalam membuat dan menyajikannya tidak membedakan dosa atau tidak, sebab itu sekalipun netral biasanya ada juga sejumlah racun2 dosa. Apalagi yang terang2an diisi dosa, justru Anggur Sodom (racun2 dosa, kesukaan dosa yang sesaat) ini yang menjadi daya tarik dalam rekreasi macam ini.

Seringkali orang yang ingin melihat film2 ini sudah penuh dengan keinginan duniawi, daging atau hawa nafsu, sehingga kesukaan dosa itu makin menyalakan kedagingannya dan merusak rohaninya. Penuh dengan keinginan zina, benci, dendam, bunuh, kesadisan (horor), kemewahan, percintaan uang, ingin puji, hormat, kesombongan dan kesukaan atau keajaiban danketegangan occultisme dll.

Bahkan dalam lelucon2pun dipenuhi dengan keinginan2 daging, duniawi dan satanik. Ini bukan rekreasi yang baik untuk orang beriman, sebab campurannya bisa sedikit sampai banyak dan membuat banyak ikatan sehingga seluruh hidup rohaninya rusak. Bahkan film2 Kristen dan Alkitabiahpun limpah dengan racun2 dosa seperti film Daud dan Betsyeba, Simson dan Delila, 10 hukum Allah, peperangan orang Israel dll semua penuh dengan racun2 dosa yang kental. Membiarkan atau mengizinkan hal2 ini justru membuat pintu masuk iblis dengan segala dosanya. Ini melawan Firman Tuhan sebab Tuhan ingin kita jauh dari semua yang nampak jahat apalagi yang betul2 jahat Ams 22:3. Lebih2 sekarang bioskop pribadi itu sudah bisa dibawa masuk dalam rumah dan kamar hatinya. Tuhan tidak berkenan 2Kor 6:14-18.

Dalam rekreasi, dengan cara yang manis banyak racun iblis ular biludak merembes masuk dalam orang2 rohani! Jangan tertidur dan mabuk; bangun dan ber-jaga2lah 1Tes 5:6-8.

MAKAN.

Ini bisa netral, normal atau jadi dosa akhir zaman = bertuhankan perut Pil 3:19, Luk 17:27. Makan enak tidak salah tetapi jangan terikat, jangan bertuhankan perut sampai masa teduh hilang karena waktunya hilang untuk jalan2 keliling cari makanan, bahkan ibadah dan pelayanan dibatalkan karena makanan, ini menjadi dosa. Sulit dideteksi, sebab makan itu hal yang normal, tetapi kita harus bisa membedakan dan tidak masuk dalam jerat dosa bertuhankan perut. Ada baiknya kita juga belajar berpuasa mencari Tuhan. Semua dosa itu biasanya saling berhubungan. Juga dosa ini. Dalam bertuhankan perut (dan dosa2 lain) biasanya semua itu ada hubungannya yaitu dengan uang, dusta, masuk di tempat2 duniawi, buang waktu (seharusnya menebus waktu Ef 5:17) dsb.

PERZINAAN.

Kalau sudah terikat, orang menjadi mata gelap, tidak malu2 lagi dan dengan sengaja berzina seperti perempuan Samaria dll. Rekreasi zina ini jelas kesukaan dosa yang sesaat, yang mengikat dan membuat orang makin ketagihan. Lebih2 di akhir zaman ini, tiba2 pornografi dengan cepat meluas ke seluruh dunia bahkan masuk dalam Gereja dan diantara Simson2 yang penuh dengan Roh Kudus. Orang yang tidak memelihara kesuciannya akan mudah ketularan, mula2 dalam pikirannya dan kemudian terikat dengan cepat Mat 5:28. Ini merusakkan hidup nikah, sehingga kesukaannya hilang lenyap diganti perempuan dan api neraka menyala dalam hidup nikah dan rumah tangganya (Ibr 13:4). Ikatan perzinaan ini makin kuat memperhambakan orang2nya. Ini bisa terjadi dalam segala segi hidup se-hari2 sampai dalam pekerjaan dikantor, tour, pergaulan dan dalam segi hidup apa saja, dimana ada manusia disana, juga roh2 perzinaan mengejar dan memperhambakannya. Kalau kita memelihara kesucian hidup bujang dan nikah maka kita bisa menikmati kepuasan dari Surga dalam hidup nikah dan keluarga kita, yaitu kesukaansungai air hidup, dalam perkara2 dari Atas sehingga makin sukacita, sejahtera, puas dan bertumbuh dalam pimpinan Roh Kudus.

OLAHRAGA.

– Prinsipnya bergerak dan pikiran rileks. Untuk orang berdosa hati yang tidak ada sejahtera itu sulit rileks atau sejahtera, sehingga lebih mudah kalau menyediakan waktu2 khusus untuk olahraga. Tetapi orang beriman, kalau ada sejahtera dan sukacita, maka ia bisa bergerah dengan gairah (tidak malas) dan itu juga bisa menjadi olahraga dan kesukaan baginya.

– Yang menentukan sehat itu ada banyak hal lahir dan batin, dan olahraga hanyalah salah satu segi. Tetapi veto mati hidup ada dalam tangan Allah 1Sam 2:6, sebab itu carilah dahulu kerajaan Surga dan kebenaranNya Mat 6:33.

– Waktu yang banyak dihabiskan oleh olahraga ini dibuang sia2, sehingga waktu dan hati untuk rohani seringkali berkurang bahkan habis! (Sebetulnya olahraga yang normal untuk kesehatan itu bisa diatur dalam cara hidup se-hari2. Orang Wasiat Lama tidak ada yang berolah raga tetapi sehat2 sebab cara hidupnya lebih sehat dan banyak bergerak.

– Kadang2 senam, gerak jalan dll menghabiskan waktu masa teduh, pelayanan bahkan juga jam2 ibadah dihabiskan oleh ikatan ini.

– Kesukaan olahraga atau tontonan olahrga bisa jadi ikatan dan perjudian, atau bisnis, lebih2 bagi orang yang kosong dan tawar hatinya,(ingat Yoh 4:13). Tetapi bagi orang yang punya sungai air hidup, tidak lagi terikat dengan tontonan olahraga. Jangan terikat oleh apapun, kita harus merdeka Yoh 8:36 dan bisa memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31.

– Olahraga perkelahian seperti tinju, gulat, yudo, karate, silat dll ini bukan olahraga yang baik, ini melawan Firman Tuhan Ams 10:23 TL.Di dalamnya penuh dengan kebencian (lebih benci bisa lebih menang) tetapi ini menjadi alasan untuk bertanding; untuk membela diri, berharap pada kekuatannya sendiri, itu semua hal2 dosa yang salah.

BERENANG.

Berenang bukan dosa, apalagi seorang nelayan perlu bisa berenang seperti Petrus (Yoh 21:7-8). Tetapi pergaulan dalam kolam renang (kecuali kolam renang pribadi, meskipun demikian ini masih juga bisa disalahgunakan) itu membuat pencobaan atau jerat untuk berzina. Zaman sekarang pornografi menjadi wabah di mana2, sehingga relatif baju renang (setengah telanjang)masih lebih ringan dari telanjang penuh. Tetapi bagaimanapun juga dengan melihat orang dalam keadaan 1/2 atau 3/4 telanjang (apalagi orangnya itu orang yang kreatif, bisa beruat macam2 variasi) itu bisa sangat kuat merangsang perzinaan dan percabulan; mula2 jatuh dalam perzinaan dalam pikiran lalu kemudian dalam perbuatan.

Tentang telanjang. Orang hanya boleh telanjang dalam pernikahan. Di luar nikah itu dosa zina. Sebab itu renang, sekalipun dengan alasan rekreasi bisa limpah dengan dosa zina.

PRINSIP RELATIF.

Seringkali dengan peningkatan dosa yang makin melaju pesat, apalagi dengan kemajuan tehnologi, maka “dosa yang ringan” tidak lagi menjadi masalah lagi, tetapi ukuran kesucian dan dosa di hadapan Tuhan tidak berubah. Sekalipun dengan “dosa kecil” (setengah telanjang) atau “dosa besar2” (pornografi), ukuran Tuhan tetap sama, semua yang menginginkan seorang perempuan, sekalipun dalam pikirannya, itu dosa zina Mat 5:28. Tuhan tidak berkenan! Sebab itu sekalipun dunia berubah, dosa2 kecil relatif jadi “biasa” atau “suci”, tetapi ukuran kita di hadapan Allah tetap sama (bandingkan dahulu orang berkata radio itu duniawi, lalu keluar TV, dosa duniawi dengan radio jadi ringan, apalagi keluar VCD, DVD (sekarang video bisa ditransfer) penuh denganfilm2 sadis, porno, occultisme dll, maka TVpun mulai jadi “biasa”.

Tetapi meskipun dengan radio kalau timbul pikiran dosa, itu tetap dosa yang sama di hadapan Tuhan dan semua dosa itu jahat, berbahaya dan bisa tumbuh makin besar. Sebab itu ukurlah dosa atau tidakdengan Firman Tuhan, bukan dengan relativitas pandangan dunia! Sebab Tuhan tahu kalau ada dosa atau tidak dan masing2 harus bertanggungjawab pada Tuhan, baik sekarang dan juga di hadapan pengadilan Kristus. Kita harus menyucikan diri kita sampai dalam pikiran. Gal 5:24.

Berzina dalam pikiran itu sudah dosa Mat 5:28 dan kalau itu sudah jadi makin kuat (Yak 1:15) ia akan melahirkan perbuatan2 dosa, sebab itu orang yang bijak menghindarinya. Ams 22:3.

Dalam zaman pornografi seperti sekarang (apalagi di hari2 yang akan datang) rasa2nya renang, kelihatannya kurang menggoda daripada pornografi. Tetapi Tuhan tahu apa yang terjadi dalam pikiran kita dan orang yang ingin memperkenankan Tuhan itu menyucikan dirinya sampai dalam pikiran dan angan2nya Ga 5:24. Memang orang harus memilih suci atau najis, yang suam atau separuh2 itu hina bagi Tuhan, diludahkan keluar seperti barang yang pahit dan najis Wah 3:16.

Beberapa orang memakai renang untuk mengobati beberapa penyakit seperti stroke, gangguan2 gerakan otot dan tulang dll, tetapi jangan lupa, jangan hanya memperbaiki kesehatan tubuhnya, tetapi perhatikan juga pemeliharaan kesucian dalam pikiran.

VII. BATU SONTOHAN YANG JAHAT. Wah 2:13.

Orang Kristen yang rohani, aktif, terkenal, tetapi dalam rekreasinya tinggal di tempat setan bertahta. Perkara ini sangat dibenci orang suci dan Tuhan Wah 2:6. Ini orang2 yang tidak fanatik, bisa mentolerir hal2 duniawi, asal tidak berdosa katanya, (tentu ini tidak mungkin), ini jadi ajaran dan pendirian yang menyesatkan 2Kor 6:17/ Yes 52:11, Rom 13:14, Ams 22:3. Ini akibat memakai pikiran manusiawi yang relatif terhadap kemajuan dosa! karena bodoh dan biasanya juga karena masih ada keinginan perkara2 duniawi/ daging, maka mereka:

  1. Tetap tinggal dalam dosa.
  2. Jadi batu sontohan, sebab merasa tidak berdosa (sudah biasa) terhadap perkara2 najis (memakai ukuran relatif dunia ini) tidak fanatik sekalipun terhadap hal2 yang dibenci Tuhan Wah 2:15 KJI.
  3. Ada beberapa pemimpin2 seperti ini, seperti Lot yang terjerat Sodom Gomora meskipun mula2 ia orang benar 2Pet 2:7, merekatidak merasa berdosa tetapi jadi sangat keji Kej 19:34-35. Harus bertobat Wah 2:16 kalau tidak akan dihukum dengan pedang di mulut Tuhan, dahsyat! Jangan keras hati.

VIII. KESIMPULAN.

1Raj 20:35-37. Permintaan nabi ini kejam, tetapi justru yang menolak, tidak mau kejam, mati dimakan singa. Tetapi yang taat perintah Allah dan “kejam”, selamat dan keberkatan. Begitu juga mematikan kedagingan, keduniawian (apalagi bagi anak2 dan kaum muda) se-olah2 kejam terhadap mereka,sebab mengurangi banyak rekreasinya. Tetapi orang yang tidak mau kejam pada daging dan yangberbaik hati pada daging Ef 4:13, justru jadi suam atau mati oleh singa2 itu 1Pet 5:8. Melarangi rekreasi duniawi se-olah2 kejam, tetapi itu menyelamatkan rohani dan hidup yang akan datang, juga nafkah dan nikahnya! Yang mau suci (juga anak muda Nud 3:27) akan sentosa dan puas bahagia Mat 11:28-30. Carilah kepuasan dalam keindahan kesucian Maz 29:2 mau pikul salib Ibr 12:2b.

Nyanyian:

Rupanya jalan mu luas ramai,

jalan Kristen sunyi dan melarat,

tetapi sesungguhnya penuh damai,

jalan yang menuju Surga mulia.