M3926 – Nasib.

DEFINISI.

Dalam dunia:

  1. Apa yang sudah dan akan terjadi pada seseorang, dan sudah ditentukan baginya (oleh Yang Maha kuasa), sehingga ia tak mungkin merubahnya (lebih2 tentang celaka yang tidak bisa dihindari lagi, juga tentang untung baik).
  2. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka harus berusaha menentukan nasibnya.

Firman Tuhan:

  1. Allah melihat nasib sesudah mati Mat 16:26. Bagi Allah nasib Lazarus lebih indah daripada nasib orang kaya yang masuk neraka. Hidup di dunia menentukan yang kekal.
  2. Nasib di dunia ditentukan oleh:
  3. Allah. Orang yang percaya, dibuatkan rencana nasib yang terbaik Yes 29:11, Ef 2:10, bagi semua orang (Rom 2:11). Nasib yang terjadi tergantung dari pengertian dan ketaatan masing2, misalnya Kej 37:7,9. Tuhan memberi penuaian sesuai peneburan masing2.
  4. Orang beriman, anak2 Allah: Menentukan sendiri nasibnya masing2 sebab Allah menghendaki baginya nasib yang terbaik! Luk 12:57, tergantung iman, pengertian dan ketaatannya.
  5. Setan: Selalu ingin merusakkannya. Tergantung masing2 orang bisa ditipu dan dihancurkan oleh iblis atau tidak.

Catatan: Nubuatan tentang nasib seseorang adalah kata2 Allah sebab Dia tahu lebih dahulu tentang hidup seseorang, tetapi Allah tidak menentukan, tergantung orangnya masing2 Rom 8:29, misalnya Yakub dan Esau, Kej 25:23. (Biasanya Tuhan tidak memberitahu lebih dahulu, supaya jangan mempengaruhi/ mengganggu pertumbuhan rohaninya, kecuali kadang2 kalau berfaedah baginya). Alkitab adalah kitab nubuatan untuk semua orang, yang mau melakukanFirman Tuhan pasti nasibnya baik di Surga dan di dunia Luk 12:28. Pernyataan lebih2 hukuman bisa berubah, misalnya hukuman Niniwe batal sebab mereka bertobat Yun 3:10. Hukuman Imam Eli, Hofni Pinehas tetap dilaksanakansebab tidak mau berubah/ bertobat. 1Sam 3:18. Yusuf hanya mengerti samar2 tentang mimpinya, tetapi taat penuh, nasibnya jadi sangat baik. Kej 42:9.

Iblis punya macam2 ramalan nasib (seperti astrology, guamia, nujum, kartu dll) tetapi semua ini hanya tipu dayanya. Zak 10:2. Contoh Saul yang ditipu oleh petenung 1Sam 28:16-20.

NASIB YANG BAIK.

Dengan Allah. Allah sudah membuat rencana yang terbaik untuk setiap orang percaya, yaitu anak2Nya, sejak mulai percaya.  Yoh 1:12. Selanjutnya ada 3 kemungkinan.

  1. Kita percaya, belajar mengerti kehendak dan rencana Allah (Ef 5:17) lalu taat; ini menghasilkan nasib yang terbaik. Ini cara termudah yaitu kalau orang percaya sepenuhnya pada Tuhan lalu taat akan kehendak dan rencanaNya. Misalnya Abraham percaya dan taat lalu keluar dari Urkasdim, Abraham terus taat, nasibnya menjadi indah sampai ke akhir. Yang penting percaya. Percaya yang betul ada perbuatan taat. Untung orang yang bisa percaya. Begitu juga Ishak, Yakub, Yusuf, Daud dst. Juga untuk zaman sekarang, yang percaya lalu belajar Firman Tuhan dalam pimpinan Roh Kudus, dan mau taat terus, pasti nasibnya indah.
  2. Merencanakan dan membuat nasib baik sendiri. Biasanya banyak yang gagal, sebab pengetahuan manusia tentang sikonnya, dan tentang yang akan datang, juga kemampuannya dll sangat terbatas. Kalau sudah tidak sanggup, lalu menghalalkan segala cara dengan dusta, dengan hal2 yang salah dan dosa2, ini ada akibatnya, bukannya jadi baik, tetapi akibat dosa akan jadi celaka. Misalnya ingin dapat gaji 15 juta supaya nasibnya baik, tetapi sebab tidak sanggup lalu cari jalan pintas dengan dusta, tipu, kadang2 mencuri yang aman dll sehingga akibat dosa2nya jadi celaka.
  3. Kombinasi. Ada dua macam:

3.1. Manusia menentukan kehendak dan cita2nya sendiri, meskipun sudah percaya Tuhan, ia tetap menurut kehendaknya sendiri. Hasilnya biasanya tidak tampak jelas, se-olah2 ikut Tuhan tidak banyak faedahnya. Hampir seperti orang dunia, ada yang berhasil. Yang berbahaya, rohaninya jadi suam, kadang2 jatuh dalam dosa ber-ulang2 sebab mengejar nasibnya sendiri, ditipu iblis dan rohaninya rusak bisa binasa.

3.2. Ia mempunyai cita2 dan rencana sendiri, tetapi terus berusaha taat akan Firman Tuhan, banyak berdoa sungguh2 berusaha untuk memperkenankan Tuhan dengan tulus, maka Roh Kudus diam2 bekerja di dalamnya sehingga kehendaknya sebetulnya kehendak Allah Pil 2:13. Nasib orang ini bisa berubah menjadi baik sebab mau taat akan Firman Tuhan dan berdoa, maka rencana Allah yang jadi dalam hidupnya, nasib yang cukup baik dan hidup kekal yang indah.

Kalau nasib bisa dibagi dalam kelas2, maka:

  1. Golongan sempurna.
  2. Kelas 1 adalah yang terbaik di dunia jadi sempurna dan di Surga tetap sempurna sampai kekal seperti Henokh, Elia.
  3. Kelas 2. Menjadi sempurna sampai kekal, tetapi di dunia kurang sedikit, seperti Musa, mati tetapi langsung dibangkitkan Allah, sebab Musa berdosa di air Meriba.

Orang sempurna Wasiat Lama.

Kelas 3. Di dunia indah, di Surga jadi sempurna seperti Abraham, Yusuf, Ayub dll yang bangkit waktu Putra manusia Yesus mati (nama2 ini perkiraan)

Baik di dunia, mulia di Surga.

Sulit menunjukkan kelas berapa, tetapi ini nasibnyabaik di dunia dan mulia di Surga tetapi tidak termasuk orang sempuran Wasiat Lama, bangkit waktu pengangkatan.

Ada banyak kelas2 dalam golongan ini.

Jelek di dunia, tetapi mulia di Surga.

Kelas 20 (?). Di Surga mulia seperti Lazarus yang setingkat dengan Abraham tetapi di dunia jelek nasibnya.

Seperti menerusi api. 1Kor 3:15.

Di dunia berbuat dosa dan celaka, ditangkap, menderita dll, tetapi akhirnya masih selamat sebab bertobat pada saat terakhir seperti penjahat besar yang di salib Luk 23:43.

Juga Salomo akhirnya bertobat menurut 2Sam 7:13-15. Ini sungguh2 orang yang bodoh, seharusnya bisa mulia untuk kekal, tetapi sekarang tingkatanya rendah sebab mengejar kesukaan dosa yang sesaat.

Ini semua termasuk nasib yang masih baik. Kalau masuk Neraka sekalipun baik di dunia, itu hidup sia2 Mat 16:26 seperti Saul, Yudas dll. Sekalipun orang kaya yang hidupnya ber-lazat2 dalam dosa, tetapi kemudian masuk neraka, itu nasib celaka jauh lebih baik nasib Lazarus daripada dia Luk 16:25.

Yang lebih mengejutkan adalah orang2 yang dikira tokoh rohani di dunia tetapi jadi warga negara atau isi Neraka yaitu:

– Orang Parisi, duduk di kursi Musa tetapi warga negara Neraka Mat 23:1-3,15.

– Orang2 yang mau dididik, diajar orang2 ini Mat 23:15.

– Orang2 yang heran tetapi diam2 berbuat dosa Mat 7:23.

– Orang yang suam, mengakui nama Tuhan tetapi tidak melakukan kehendak Bapa, sebab hatinya ingin perkara2 dosa, dunia, daging, sehingga rohaninya suam, orang2 ini akan diludahkan dari mulut Tuhan, tidak masuk Surga Mat 7:21, Wah 3:16.

– Orang yang undur dari Tuhan, meskipun dari luar tampaknya masih seperti orang rohani, tetapi sampai mati tidak lagi mau bertobat seperti Saul, Yudas. Termasuk semua orang yang bunuh diri.

– Dan seterusnya.

III. BAGAIMANA MEMBUAT NASIB YANG BAIK.

Tidak ada jalan lain, yaitu percaya dan taat akan Firman Tuhan.

  1. Percaya pada Tuhan, termasuk taat, bukan hanya penonton, pendengar, tetapi penurut akan Firman Tuhan Yak 1:23. Ini syarat dasar. Orang yang tidak percaya pada Tuhan Yesus, bagaimanapun juga nasibnya jelek, masuk Neraka dan di dunia tidak ada sejahtera Rom 3:17.
  2. Hidup dalam kesucian. Yang membuat nasib menjadi busuk dan rusak adalah dosa. Bagaimanapun juga jangan berdosa karena alasan apapun. Hidup Kristen yang betul itu adalah hidup suci dan taat melakukan kehendak Allah Yoh 8:36, Gal 5:1, Mat 7:21, maka Allah akan bekerja dalam hidupnya sesuai dengan penyerahan dan ketaatannya. Lebih menyerah dan taat, bisa diolah lebih kuat, maka nasibnya jadi indah seperti Yusuf. Tentu bentuk nasib setiap orang berbeda, tergantung rencana Allah dalam hidupnya, tetapi yang percaya dan taat pasti jadi indah.
  3. Taat dalam semua segi hidup, itu merupakan penaburan yang akan menghasilkan penuaian suatu nasib yang baik.

Ketidaktaatan di satu segi akan menjadi dosa dan tempat masuk bagi setan (dan akibatnya, kalau ada setan, dosanya akan ber-tambah2 terus) sehingga timbul kekacauan dan macam2 celaka akibat dosanya. Sebab itu kita harus mengerti kehendak Allah dalam setiap segi hidup misalnya dalam nikah, keluarga, pelayanan, pekerjaan dll supaya jangan timbul dosa dan kita bisa melakukan kehendak Allah dalam segi itu dengan baik, maka nasib akan jadi baik, lebih2 dalam segi2 itu. Misalnya:

  1. Dalam hal uang. Kalau mau nasibnya baik dalam hal uang, harus diperhatikan:
  2. Bisa berpada, tidak cinta uang, sehingga tidak timbul dosa2 1Tim 6:9-10, Ibr 13:5.
  3. Kuat menanggung uang Ams 30:8 supaya jangan sampai banyak uang banyak dosa, maka berkat dari Tuhan hilang (berkat dari iblis masih bisa tetapi rohani hancur, masuk neraka!). Jangan pakai uang untuk hal2 dosa atau yang sia2, kita harus jadi bendahara yang berkenan pada Tuhan.
  4. Mau bekerja dengan baik 2Tes 3:10. Termausk jujur, rajin, bijaksana, taat, tidak ngawur, bertanggungjawab, setia dll. Kalau hal2 ini diabaikan, berkat dari Tuhan juga tidak bisa turun.
  5. Tabur tuai. 2Kor 6:8-9. Orang benar yang suka menabur dengan baik untuk saudara2 seiman dan orang2 lain, akan diberkati Tuhan dengan penuaian yang sesuai. Tuhan tidak minta ber-lebih2, tetapi dari apa yang ada (persentasinya). 2Kor 8:11-12. Istimewa mengembalikan perpuluhan (milik Allah), itu juga menjadi penaburan di hadapan Allah Mal 3:10. Kita harus jadi bendahara yang taat kepadaPemilik uang kita yaitu Tuhan.

Ini beberapa pokok yang penting untuk diberkati dalam hal uang.

  1. Dalam hidup nikah. Kalau ingin diberkati dalam hidup nikah, sehingga nasibnya, jasmani dan rohani jadi indah dan bahagia di dunia sampai di Surga kekal, kita harus memelihara kesucian dan tahu kehendak Tuhan dalam hidup nikah kita.
  2. Kesucian hidup nikah sampai dalam pikiran Mat 5:28. Orang yang berzina itu disiksakan Allah Ibr 13:4, Wah 2:22.
  3. Tidak boleh cerai sekalipun hanya rencana atau kata2 saja. Mat 19:5-6. Ini sudah dosa dan dosa selalu ada akibatnya!
  4. Tahu tanggungjawab dan tugas suami dan istri, sebagai bapak dan ibu Ef 5:22-23.
  5. Juga dalam mencari jodoh, minta pada Tuhan dan dengan orang2 yang sama2 percaya Tuhan 2Kor 6:14.

 

  1. Pelayanan. Ini pahalanya sangat mulia, kerja buat Tuhan,lebih2 kalau kita memenangkan jiwa2 dan melayani/ menggembalakannya, itu menjadi mahkota yang kekal 1Tes 2:19.
  2. Pelayanan dalam kesucian, tulus, jangan ada dosa apapun. Jangan karena uang, puji, daging dll.
  3. Mengerti kehendak Tuhan dan cara2 pelayanan sesuai Firman Tuhan, misalnya tunduk pada pemimpin, setia dalam tugasnya, bertanggungjawab, cinta jiwa2 dll. Jangan melayani semaunya sendiri, bisa2 bukan dapat pahala tetapi hukuman seperti Nadab, Abihu dalam Im 10:1-2.
  4. Tetap rendah hati, jangan ambisi karena ingin puji, tidak mau kalah, akan direndahkan Tuhan Mat 23:12. Banyak orang tergelincir disini, sayang. (Juga dosa2 lain).
  5. Limpah berdoa (kalau perlu puasa), terus belajar Firman Tuhan (in service trainning), bersekutu, pikul salib, dipimpin Roh dalam kesucian, ibadah, pelayanan ini dasar untuk rohani yang bertumbuh dan pelayanan yang berkenan kepada Tuhan Kol 1:10.

 

  1. Dalam segala segi hidup, kita harus hidup benar dan taat akan kehendak Tuhan(jangan lupa tetap hidup baru dan selalu dipimpin Roh setiap langkah kita), maka nasib di dunia akan indah sampai kekal dalam Surga Bumi Baru. Jangan kuatir, sebab Tuhan selalu memperhatikan dan menyertai orang benar 1Pet 3:12.

NASIB ADALAH RENTETAN PENUAIAN. Gal 6:7-8.

Tabur dengan betul sesuai Firman Tuhan, maka kita akan menuai nasib yang baik.

(Yang tidak lahir baru, tidak dihitung Allah, ia seperti mati secara rohani Ef 2:1-2, “belum lahir”, belum ada).

Secara ringkas nasib yang baik itulah selamat di dalam Yesus. Di dunia menabur, di Seberang Sana menuai. Kalau namanya tidak ada dalam Buku Hayat, itu nasib jelek Wah 20:15. Kalau namanya ada, itu nasib baik. Semua perkara atau nasib yang kita alami di dunia itu hanya sementara/ peralihan dan inipun merupakan serentetan penaburan dan penuaian.

Allah tetap tahu perkara2 yang akan datang dari dunia orang kafir dan Ia berkuasa, Ia dapat merubah jalan sejarah Rom 13:1, Ams 21:1, merubah hidup/ nasib orang2 kafir (orang2 “mati”) ini, berhubungan / demi kepentingan orang2 beriman, misalnya Ezr 1:1, Est 5:14 atau untuk menyelesaikan rencana Allah. Misalnya akan timbul Antikris, perang, bela dll, semua diketahui dan ada dalam kuasa Allah, danuntuk faedah orang2 yang percaya sesuai dengan rencana Allah yang kekal itu.

Kalau selama hidup menabur dengan baik, maka ia akan menuai tingkat2 akhir yang indah. Tabur terus dari permulaan seperti Yusuf dengan baik, yaitu penuh penyangkalan

diri, sehingga ia hidup suci, berkenan pada Allah dan orangtuanya. Saudara2nya, hidup sembarangan, seenaknya menuruti hawa nafsunya. Mereka pikir ini tak mempengaruhi nasibnya. Tetapi semua akan menuai nasib yang sesuai dengan bagaimana mereka “menabur” dari permulaan. Status akhir (dan untuk seterusnya) amat berbeda dari orang2 yang tumbuh dan menabur dengan baik (penuh penyangkalan diri, taat dan tekun) dengan orang2 yang tumbuh dan menabur dalam daging seperti Amnon 2Sam 13:22.

Dari nasib setiap orang kita bisa melihat dan mengambil pelajaran bagaimana mereka menabur, begitulah mereka menuai dan itulah nasibnya Gal 6:7-8. Misalnya Pinehas yang menyangkal diri dan tidak mau menyembah berhala, nasibnya jadi indah. Bil 25:1, 10-13. Absalom yang gila hormat. Sebetulnya ia mempunyai bakat, kemampuan dan kedudukan yang bagus, tetapi nasibnya celaka, digantung langsung oleh Tuhan sebab penaburannya jahat dan keji 2Sam 18:14. Petrus tahan dalam hal uang, tetap tekun dalam doa dan Firman Kis 6:4.

 

  1. PERBAIKAN NASIB.

Kalau masih hidup, bisa pindah dari nasib yang jelek bagaimanapun, bisa jadi nasib yang lebih baik kalau mau percaya pada Tuhan dan taat akan FirmanNya. Tentu ini tergantung dari kesungguhan, ketaatan masing2, sisa waktu dan kesempatan yang ada dan masih berapa banyak penuaian perkara2 jahat yang lalu, dosa2 masa muda/ masa lalu. Tetapi kalau mau bertobat selagi hidup, nasib masih bisa berubah. Prinsipnya:

  1. Sungguh2 percaya pada Tuhan Yesus dan taat.
  2. Bereskan semua dosa, ganti hidup baru dengan pikul salib di jalan sempit.
  3. Belajar mengenal Firman Tuhan dan taat.
  4. Minta baptisan Roh Kudus dan hidup dipimpin Roh dan 7 KPR. Yang rusak bisa diubah, yang sudah baik bisa ditingkatkan. Kesempatan ini hanya waktu hidup di dunia, jangan hidup sia2. Terus Meningkat Sampai Puncak (TMSP).

KESIMPULAN.

Tahun ini, usahakan memperbaiki nasib jadi baik (bereskan yang salah dan akibat2nya!) atau yang sudah betul, makin indah di hadapan Allah sampai puncaknya. Ini semua tergantung dari masing2, kalau ambil keputusan dan taat, Tuhan beri kekuatan dan semua fasilitas.

Berjalanlah dengan Tuhan, cocokkan dengan Firman Tuhan. (7 KPR) maka ber-sama2 Tuhan kita akan dapat membuat nasib yang baik atau lebih baik, bahkanterbaik untuk kekal di Surga dan di dunia sekarang. Ingat waktu terbatas. Jangan buang waktu sia2. Tebus waktu, buang semua yang sia2, tabur dalam Roh, berjalan dengan Tuhan setiap langkah.

Nyanyian: Tabernakel Glory No. 115.

Tiap langkahku,

ku tahu Dia pimpin slalu.