M3831 – Lukas 12:57. Mengambil Keputusan.

MACAM2 KEPUTUSAN.

Setiap saat kita perlu mengambil keputusan, kecil atau besar.

  1. Tergantung dari akibatnya:
  2. Hampir tidak ada akibat apa2,
  3. Akibatnya besar bahkan bisa sampai mati,
  4. Akibatnya kita tidak tahu, tahu2 bisa berbahaya.

 

  1. Mengambil keputusan menurut waktunya:
  2. Langsung. Biasanya dalam menghadapi bahaya, hampir2 tidak sempat berpikir. (Sebab itu perlu selalu hidup benar, penuh dan dipimpin Roh sehingga kalau se-waktu2 perlu ambil keputusan, dengan pertolongan Tuhan, tidak sampai salah dan tertolong).
  3. Segera, tetapi masih bisa ambil waktu untuk berpikir dan berdoa.
  4. Lambat atau bisa ditunda, bisa dipikirkan jauh2 hari, misalnya sekolah, jodoh/ nikah, pekerjaan. Dalam hal ini, jangan sia2kan kesempatan untuk didoakan, dipikirkan, minta nasehat, melihat tanda2nya dll.

C.1. Keputusan betul.

C.2. Keputusan salah.

C.3. Ragu-ragu, belum bisa mengambil keputusan. Ini bahaya, karena pengaruh sikon dll bisa mengambil keputusan yang salah!

Keputusan yang salah kadang2 bisa diperbaiki, kadang2 tidak bisa dan akibatnya bisa dahsyat. Waktu Yosia (raja yang baik dan sukses) menghadapi raja Necco (Mesir), ia mengambil keputusan yang salah, tidak bisa diperbaiki dan ia mati, mengerikan dan menyedihkan 2Taw 35:21-24 (sebab sombong dan tidak mendengar suara Roh atau nasehat2 yang lain).

LATAR BELAKANG.

  1. Bagi orang beriman tidak ada yang kebetulan Mat 10:30, Yer 15:2, semua diketahui Tuhan dan diizinkan terjadi pada kita untuk kebaikan kita, kalau lulus (tidak lebih dari kekuatan kita 1Kor 10:13) atau kalau bertobat (bila salah), hasilnya akan baik. Sebab itu jangan lupa periksa diri dan tanya pada Tuhan mengapa semua ini terjadi. Kalau hubungan dengan Tuhan baik, tidak sulit, kecuali putus hubungan Yes 59:2 bisa bingung, kacau dan salah pilih. Sebab itu bagi orang beriman tidak ada keadaan darurat, sehingga semua yang salahdihalalkan, jangan! Sebab kita tetap harus menurut pimpinan Roh.
  2. Tuhan menguasai segala keadaan dan yang akan datang Mat 28:18, bahkan mati hidup di tangan Tuhan 1Sam 2:6. Sebab itu kalau hubungan kita dengan Tuhan baik, minta dan taat pimpinanNya maka akan jadi baik Rom 8:28. Kalau hubungan jelek atau putus, langsung bertobat seperti Yunus, masih bisa tertolong. Sebab itu paling baik selalu kita di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita (K4D2) seperti Yoh 15:5; 6:56, biasanya orang ini jugacinta Firman Tuhan, semua tindakannya jadi untung Maz 1:3 termasuk Tuhan pimpin untuk mengambil keputusan yang betul.

III. DASAR UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN.

  1. Kita harus punya patokan rohani dan jasmani (tentu rohani yang utama, misalnya Ams 21:31). Kita harus punya pengertian yang cukup dan memutuskan untuk taat sehingga kita punya pendirian yang teguh di atas pengertian yang cukup baik dan ini jadi patokan untuk ambil keputusan Mat 7:24-28. Misalnya mengerti tentang nikah dan jodoh, maka langsung bisa ambil keputusan menolak nikah dengan orang dunia, hanya karena uang, atau kedudukan, apalagi jadi istri ke-2 atau WIL, sebab yakin itu salah dan berdoa minta pimpinan Tuhan untuk jodoh yang dari Tuhan. Kalau kita mengerti segala kebenaran Firman Tuhan (harus belajar, jangan malas atau mengabaikan Kis 20:20,27) ini mempermudah mengambil keputusan yang betul.
  2. Selalu hidup benar, selalu ada hubungan baik dengan Tuhan (K4D2), ini dasar yang sangat penting untuk mengambil keputusan.
  3. Juga hubungan baik dalam persekutuan tubuh Kristus, sehingga selalu ada nasehat Pil 2:1-4, baik dari pimpinan (gembala) dan saudara2 seiman. Ini semua dasar yang penting untuk bisa mengambil keputusan sesuai kehendak Tuhan. Juga pengertian jasmani misalnya tentang pekerjaan, sekolah, makanan dll kita bisa mengambil keputusan yang betul, misalnya tentang sikat gigi, bangun dari tidur dl).

HAL2 YANG MEMPENGARUHI / DIPERHATIKAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN.

  1. Pimpinan Roh. Bisa mendengar suara Roh (itu selalu sesuai dengan Firman Tuhan) ini yang menjadi dasar keputusan kita.

Sebab itu orang yang rohaninya baik akan mudah mengambil keputusan yang betul, dan ia akan yakin, sejahtera (sreg) dan mengalami janji2 Tuhan yang baik. Tetapi orang yang tidak sungguh2, kanak2 rohani, jatuh bangun dalam dosa, tidak dipimpin Roh akan sulit mengambil keputusan yang sesuai kehendak Tuhan, kecuali ia periksa diri dan bertobat sungguh2, supaya Roh Kudus mau memimpinnya kembali.

Belajar terus kebenaran Firman Tuhan 2Pet 3:19 dan makin mahir mendengar suara Roh dan taat dipimpin Roh, itu mutlak perlu, lebih2 dalam keadaan darurat, bahaya.

  1. Akal dan pengalaman. Tetap perlu dipakai seperti “kuda”, tetapi kehendak dan keputusan Tuhan yang diutamakan di atas akalsebab Tuhan yang menentukan “kemenangan” Ams 21:31. Misalnya Musa dipanggil Tuhan untuk melepaskan Israel dari Mesir. Dengan akal dan pengalamannya, ia mengambil keputusan untuk menolak, melawan kehendak / panggilan Allah. Ini salah. Kalau kehendak Tuhan dan akal berlawanan, kita harus taat pada kehendak Tuhan Kel 4;14 (Tuhan memaksa Musa sebab Dia tahu lebih dahulu bahwa Musa akan taat). Barak pakai kombinasi, Debora diminta ikut. Ia menang, tetapi puncak kemenangan diberikan pada seorang perempuan Hak 4:9. Selama pengalaman dan akal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan (apalagi kalau sejalan) misalnya tentang pemeliharaan, pekerjaan dll, tidak ada kesulitan untuk mengambil keputusan. Kalau Roh Kudus tidak setuju biasanya orang yang peka merasa gelisah Pil 4:7, lalu ber-tanya2 pada Tuhan untuk mengambil keputusan.
  2. Iman. Orang yang mempunyai iman, bisa mempercayai janji2 Firman Tuhan sehingga tidak takut, panik dsb, tetapi bisa mengambil keputusan dengan iman seperti waktu Daud melawan Goliat. Tetapi waktu ia hendak dibunuh Saul, waktu ituimannya terpengaruh akal, ia jadi takut dan ragu2, ia lari ke luar negeri, tetapi Tuhan menyuruh orang untuk memanggilnya pulang 1Sam 22:5.

Waktu aniaya datang ke Yerusalem banyak orang lari keluar dari Yerusalem, tetapi rasul2 tetap di Yerusalem dengan iman dan semua terpelihara Kis 8:1-2. Waktu Mordekhai mendengar ancaman kematian, ia ber-teriak2 dan berdukacita Es 4:1 tetapi Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, dengan tenang menunggu pimpinan Tuhan Dan 6:11. Untung Mordekhai masih punya iman dan harap Tuhan.

Janda Sarfat diminta setengah rotinya dalam zaman kelaparan yang hebat, percaya akan kata2 Elia maka rotinya diberikan sehingga ia terpelihara sampai 1 tahun, pada waktu kelaparan itu.1Raj 17:13,15. Kalau punya iman, bisa beranimengambil keputusan sesuai dengan kehendak dan rencana Allah.

Juga Zedekia sebab tidak percaya nubuat nabi Yeremia Yer 38:17, ia mengambil keputusan untuk menolak menyerah pada raja Nebukadnezar (sebab hidupnya jahat dan tidak punya iman, tidak harap Tuhan). Karena keputusan yang salah ini, ia mati.

  1. Sikon. Seringkali orang mengambil keputusan karena sikon. Tetapi kita tetap harus minta peneguhan dari Tuhan, sebab tidak ada yang kebetulan bagi orang beriman. Orang yang tetap tinggal dalam Kristus (D2K4) akan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam sikon apapun. Misalnya Paulus dan Petrus dalam penjara (Kis 12:3; 16:25, dalam sikon yang jelek dan sangat menderita dan pasti mati untuk Petrus, mereka dengan sejahtera menunggu Tuhan). Seringkali sikon yang tidak diduga atau tidak diharapkan, membuat orang jadi panik, takut, bingung, sehinggaterpaksa mengambil keputusan dan bertindak sebab melihat bahaya atau ancaman. Jangan menyerah pada sikon, akan timbul keputusan yang bodoh. Tetapi harap dan bertanya Tuhan, Tuhan sudah siap dengan pertolonganNya dalam sikon apapun, misalnya waktu Israel dalam bahaya dikejar Firaun dengan tentara lengkap, Israel panik, takut, bingung, marah2 dll tetapi Musa mengambil keputusan untuk percaya dan menunggu Tuhan dengan tenang Kel 14:14. Seringkali orang yang panik, takut, justru mengambil keputusan yang salah dan mencelakakan. Berserulah pada Tuhan.
  2. Tergantung dari tingkat rohani masing2 di Halaman, atau Ruangan Suci dan masing2 masih terdiri dari banyak tingkat. Orang yang lebih rohani, lebih taat dipimpin Roh, punya pengertian Firman Tuhan, maka dalam problem dalam segi hidup yang manapun, ia bisa mengambil keputusan lebih tepat. Sebab itu jangan tinggal kanak2 tetapi tumbuhlah jadi dewasa dan terus berjalan dengan Tuhan!

BANTUAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS.

Kita tidak sendirian, selalu ada saudara2 seiman, anggota tubuh Kristus lainnya dan seharusnya kita saling tolong menolong dan menasehati. Kol 3:16 dll.

  1. Suami istri perlu sama2 rohani dan saling tolong menolong Pkh 4:10. Jangan hidup sendiri2, terpisah atau tidak terbuka.

Suami istri harus memelihara kesatuannya Mat 19:5-6 dan ini pertolongan yang paling dekat dan ampuh yaitu penolong yang cocok (KJI, help meet) Kej 2:20. Kalau hubungan suami istri baik, pasti mereka akan menjadi penolong yang cocok, yang tahu keadaannya paling dini, terus terang, beban bersama sehingga bisa menolong memberi nasehat yang lebih tepat, lebih2 kalau sama2 rohani.

  1. Gembala (kecil) seharusnya menolong, lebih2 dalam keraguan Ibr 13:17. Ia terbeban untuk keselamatannya, sekalipun tidak diminta, gembala yang baik tidak tutup mulut Yes 56:10, Yak 4:17. Pelihara hubungan baik supayagembala lebih mudah menolong domba yang sesat, luka, bingung untuk mengambil keputusan Luk 15:5, Maz 23. Jangan lupa rahasia pelayanan, jangan diwartaberitakan. Seringkali gembala atau saudara2 seiman yang dipimpin Roh itu juga bernubuat untuk menolongnya 1Kor 14:1,3. Banyak nasehat untuktetap setia, taat, tunduk dll bisa menolong mengambil keputusan yang betul. Sebab itu kelompok cell harus diperkuat di dalam Kristus. Kadang2 beberapa nasehat bertentangan, tidak sama, sebab itu masing2 harus punya hubungan baik dengan Tuhan dan bisa dipimpin Roh, supaya bisa memilih yang betulseperti pengalaman Paulus Kis 20:23; 21:4,11.

Semua nasehat harus didasarkan atas Firman Tuhan dalam kesucian dan dipimpin Roh. Tanpa didasarkan atas Firman Tuhan, nasehat bisa keliru dan justru mencelakakan. Misalnya tentang tradisi, jangan sampai memberi nasehat yang keliru sehingga tradisi dipegang lebih dari Firman Tuhan bahkan melawan Allah. Mrk 7:7-9. Kesalahan tradisi ini ber-tingkat2, kesalahannya tidak semua sama parahnya, dapat dibagi dalam tingkatan:

Netral, boleh dipakai asal tidak melanggar Firman Tuhan, apalagi kalau sama dengan Firman Tuhan, hanya kadang2 prinsipnya lain misalnya Menghormati Orangtua, berbuat baik dll.

Kesalahan: Tingkat 1: Ikut tradisi, trend dan meninggalkan Firman Tuhan,  misalnya minum anggur supaya ada kesukaan, macam2 peraturan orang mati, orang pindah, tahun baru dll padahal selamat, berkat, pertolongan dari Tuhan.

Tingkat 2: Melawan Firman Tuhan  misalnya doa di kuburan, syarat2 yang harus dijalankan supaya selamat, hubungan dengan berhala, dll.

Tingkat 3: Terang2an melawan Allah, penyembahan atau doa pada berhala atau benda2 langit, harus menuruti syarat2 tradisi dan berhala. Beberapa bisa dihukum mati.

Perhatikan, jangan mengambil keputusan berdasar perasaan hati (yang dibangun oleh tradisi sejak kanak2, sehingga merasa tertuduh, tidak enak kalau tidak dilakukan padahal melawan Firman Tuhan tingkat 1 sampai 3, bisa hilang keselamatannya. Tentu setan senang dan banyak orang2 yang bodoh, yang tidak mengerti dengan mudah mengambil keputusan untuk ikut tradisi yang salah dan binasa!

HASIL KEPUTUSAN YANG DIBUAT.

Keputusan yang tepat kalau dilakukan sesuai dengan kehendak Tuhan pasti berhasil sebab Allah tidak pernah gagal dan justru itu membawa kita dalam rencana Allah yang indah seperti Yusuf, yang setiap kali mengambil keputusan sesuai kehendak Tuhan. Yusuf memegang Firman Tuhan yang diajarkan oleh bapaknya, ia berhasil dan mengalami rencana Allah yang penuh. Juga Musa mengambil keputusan mengampuni Israel, tidak membalas dan Musa menjadi sempurna.

Keputusan yang salah biasanya karena dosa (dan dibalik dosa ada iblis yang meneguhkan dan memberi “sejahtera” Ams 14:16), maka hasilnya jadi celaka, dari yang sedikit sampai besar bahkan binasa. Misalnya Saul mengambil keputusan ber-kali2 untuk merencanakan dan bertindak karena dosanya, istimewa iri dan benci pada Daud lebih dari 17 kali, belum lagi mengambil keputusan membunuh 85 imam2 dan keluarganya diNob yang tidak bersalah 1Sam 22:18-19 karena dihasut oleh Dowej. Saul putus hubungan dengan Tuhan, sebab itu dengan mudah iblis menjerumuskannya ke dalam keputusan yang jahat yang membinasakan dirinya sendiri sampai kekal, padahal mula2 penuh Roh Kudus.

Juga cinta uang mendorong Yudas dan Gehazi mengambil keputusan dan tindakan2 yang membunuh mereka sendiri. Sebab sombong maka Absalom mengambil keputusan dan tindakan yang sangat keji, karena ingin duduk di tahta Daud bapaknya, sampai akhirnya Absalom sendiri digantung oleh Tuhan di pohon.

Yusak dipuji oleh orang2 Gibeon sehingga ia terbius,tidak ber-tanya2 akan Tuhan, padahal ia tidak mengenal orang Gibeon ini; Yusak dan tua2 Israel mengambil keputusan dengan buta akhirnya itu menjerat orang Israel sepanjang umur bangsa Israel Yus 9:14. Begitu juga ada orang dari Allah (a man of God) yang muda, dipakai Tuhan dengan heran, tetapi dalam hatinya kecewa sebab pelayanannya yang heran tidak menghasilkan apa2, akhirnya karena ingin makan dan kecewa ia masuk jerat nabi palsu yang tua dan melanggar perintah Tuhan akhirnya mati dimakan singa. Sebab menuruti nafsu perzinaan maka Salomo, Simson membuat banyak keputusan yang keliru yang menjeratnya sendiri dan akhirnya membinasakan. Elimelek mengambil keputusan untuk pindah ke Moab. (keluar dari Israel). Mula2 tampaknya berhasil, sukses, tetapi tidak lama mereka mati sekeluarga kecuali Naomi (Tuhan adil, sebab Naomi tidak setuju dan kembali ke Israel).

Begitu banyak contoh2 (sebab memang setiap orang harus mengambil banyak keputusan setiap hari) yang menjadi salah, terutama karena dosa dan hasilnya celaka, kecil sampai besar dan kekal. Tetapi kalau bisa mengambil keputusan yang betul,sebab mau taat pada Firman Tuhan, menuruti pimpinan Roh Kudus, meskipun itu harus disertai penyangkalan diri dan merugikan  daging, tetapi hasilnya indah, sebab kehendak Allah selalu berhasil sampai kekal (kalau terus setia sampai mati).

Kalau seorang ragu2, tidak mengambil keputusan atau menundanya, maka bisa terjadi segala macam2 akibat yang jelek. Sebab orang yang tidak mengambil keputusan, lalu ikut arus orang banyak yang seringkali adalah keputusan yang salah, karena dosa.

Kalau toh belum bisa mengambil keputusan, periksa diri dan berdoa pada Tuhan. Kalau ada dosa, lekas bertobat, supaya bisa mengambil keputusan yang betul.

VII. KESIMPULAN.

Tidak ada orang yang bisa menghindar dari mengambil keputusan baik kecil atau besar. Jangan sembarangan, sebab dari keputusan yang salah dan yang sembarangan atau yang tidak diketahui akibatnya, tahu2 ternyata itu keputusan yang salah dan bisa timbul banyak celaka besar bahkan sampai kekal.

Kalau sudah tahu itu melawan Firman Tuhan, jangan berusaha mengambil keputusan melawan Firman Tuhan, bisa celaka! Kalau kita bingung, berdoa dan terus tanya Tuhan. Sebab itu, paling baik untuktinggal terus menerus di dalam Kristus (K4D2), terus taat dipimpin Roh, maka se-waktu2 kalau kita harus mengambil keputusan, maka dalam pimpinan Roh Kudus kita mendapat pimpinan yang jelas untuk mengambil keputusan yang tepat sehingga kita berhasil, bahkan masuk dalam rencana Allah yang indah2. Perhatikan supaya selalu tinggal dalam Kristus dan minta pimpinan Roh Kudus untuk semua keputusan yang harus dibuat dan ditaati. Tuhan sanggup memimpin dan menolong.

Nyanyian:

Dengan tegas ambil keputusan taat kepadaNya

Yang lebih indah dan lebih mulia sesuai Firman Tuhan.

ku tlah ambil putusan taat padaNya

hanya Yesus yang kuasa dan pnuh cinta.