M3885 – Lukas 17:11-19. Tahu Berterimakasih.

LUK 17:11-12. 10 ORANG KUSTA SANGAT MENGHARAPKAN PERTOLONGAN TUHAN YESUS.

Ini di luar kota Yerusalem, di daerah Galilea atau Samaria. Memang orang kusta dalam Wasiat Lama harus diasingkan, tidak boleh kumpul orang dan setiap kali bertemu orang, mereka harus berkata: “Najis2”, supaya orang tidak mendekat. Tetapi mereka sangat mengharapkan pertolongan Tuhan, mungkin mereka mendengar dari keluarga atau teman2nya. Mereka sudah pergi ke alamat yang betul, dengan keperluan yang besar (sebab kusta tidak bisa sembuh dan diasingkan seumur hidup, masih untung bisa 10 orang, tidak sendirian). Mereka berusaha sungguh2 sebab ada keperluan, ini baik, betul, tetapi tidak cukup. (Jangan seperti “Kristen payung”, kalau hujan baru cari payung. Nyanyian:

Jangan kita jadi Kristen payung,

cari Tuhan di waktu perlu.

dalam susah dan snang trus bersama,

sampai tumbuh seperti Dia).

Kalau tidak ada keperluan apa2, tetaplah mencari Tuhan.

Kita mutlak perlu lekat kepadaNya seperti carang dalam pokok Yoh 15:5. Sebab:

  1. Tujuan kita Surga kekal, bukan dunia ini. Dapat dunia, tidak dapat Surga, rugi total Mat 16:26. Sebab itu kita mutlak memerlukan Tuhan Yesus untuk masuk Surga dengan pasti.
  2. Tanpa Kristus, akan jatuh, tidak sampai Surga. Iblis musuh kita, berusaha menjatuhkan, menarik ke Neraka Ef 6:12. Sebab itu sekalipun tidak ada kebutuhan jasmani, tetap mutlak butuh Tuhan Yesus. Kita harus lekat kepadaNya Yoh 15:5. Tanpa Kristus tidak bisa mengalahkan iblis Rom 8:31.
  3. Hidup di dunia adalah kesempatan emas satu2nya untuk tumbuh sampai seperti Kristus. Tuhan menginginkan hal ini. 1Kor 11:1. Tujuan kita (dari Tuhan) bukan hanya selamat, bukan hanya di dunia ini supaya sembuh, sehat dan hidup enak. Tujuan kita menjadi mulia dan penuh seperti Kristus Ef 4:13.
  4. Waktu kita terbatas, tidak tahu bila berakhir, sebab itu meskipun tidak ada apa2, ber-sungguh2lah, habis2an mencari Tuhan dan tetap lekat dengan Tuhan seperti Yoh 15:5 dalam kesucian dan terus menerus melakukan kehendak Tuhan, maka kita akan tumbuh dengan cepat.

Tanpa tumbuh itu rugi dan berbahaya, sebab mudah jatuh dan gugur!

Karena tidak bisa tumbuh itu selalu ada sebabnya dan itu yang membuatnya mudah jatuh.

LUK 17:13. BERSERU KEPADA TUHAN.

Mereka percaya dan berseru dengan pengharapan untuk sembuh. Tuhan mendengar dan mereka sembuh. Seringkali mencari Tuhan hanya untuk kebutuhan, ini betul tetapi tidak cukup, itu kanak2 rohani. Orang yang dewasa rohaninya mengerti bahwa hidup itu kesempatan emas satu2nya untuk bisa tumbuh se-tinggi2nya dalam kemuliaan Tuhan. Jangan tujuan kita kabur, tetapi harus jelas dan itu tampak dari usaha kita untuk sungguh2 tinggal dalam Dia seperti carang dalam pokok. Ada gairah dan usaha besar, ini perlu, ini bagian kita Luk 13:24 dan orang seperti ini akan ditolong Tuhan. Orang yang ngotot cari dunia saja tetapi untuk rohani suam, tidak ada gairah, itu kabur matanya, dikaburkan (atau dibutakan) oleh iblis dengan segala kemanisan dan kemuliaan kesenangan dunia ini 2Kor 4:4. Kalau celik pasti ada gairah dan usaha, mau pikul salib, hidup suci dan mengutamakan melakukan kehendak Tuhan. Untuk keperluan jasmani nomer 2, sekalipun harus berpada, orang2  yang celik mau 1Tim 6:8. Tetapi biasanya orang yang bisa berpada dan bisa memakai harta atauhal2 dunia dengan baik (1Kor 7:31) justru diberi limpah oleh Tuhan, sebab Tuhan sanggup memberinya Mat 6:33, itu mudah baginya dan bisa berguna untuk hidup jasmani dan rohani dan bisaTMSP. Kita celik, kabur atau buta? Perlu saling menasehati supaya bisa memakai kesempatan hidup ini baik2, jangan kesempatan ini di-sia2kan dan diambil oleh iblis!

LUK 17:14. PERTOLONGAN TUHAN DIBERIKAN.

Mereka disuruh pergi ke imam2 untuk diperiksa keadaan kustanya, apakah sudah sembuh. Ini peraturan Wasiat Lama. Im 14:1-3 dst. Mengapa disuruh demikian? Ini tanda bahwa Tuhan Yesus yakin akan sembuh sebab itu Ia menyuruhnya pergi meskipun waktu itu belum sembuh. Dan orang2 kusta itu mau pergi sebab mereka juga percaya. Kadang2 yang mendoakannya yang punya iman, kadang2 orang yang sakit itu yakin dan menggerakkan imannya seperti perempuan yang meleleh darah selama 12 tahun, ia mencabut sendiri kesembuhannya dari Tuhan Yesus dengan iman Luk 8:44 dan jadilah seperti imannya Mat 8:13. Biasanya dari kedua pihak ada iman, seharusnya begitu, sebab kesembuhan ilahi bukan hanya untuk hal jasmaninya, tetapi supaya keduanya tumbuh imannya. Semua yang dilakukan Tuhan bukan se-mata2 untuk hal2 jasmani belaka, tetapi supaya ada keuntungan dan kemajuan rohani. Kita harus percaya, janji Tuhan pasti jadi. Untuk orang beriman yang sakit, perlu periksa diri, lalu bertindaklah dengan iman, ini tidak sulit, sebab sudah disediakan Tuhan seperti roti bagi anaknya Mat 15:26, oleh bilurNya 1Pet 2:24, Dia Allah yang maha kuasa dan Penyembuh Kel 15:26. Sebab itu jangan ragu2, periksa diri, hidup benar dan bertindaklah dengan iman, tidak sulit sebab Tuhan menghendaki kita sehat selalu 3Yoh 2 supaya bisa memakai kesempatan hidup ini semaksimal mungkin. Sekalipun dengan obat (boleh) tetapi tetap butuh kesembuhan dari Tuhan, tanpa Tuhan (Mat 5:45) tidak sembuh dan akhirnya mati atau cacat. Ambillah kesembuhan yang kita perlukan dengan iman. Kuatkan iman orang yang sakit dan doakan!

LUK 17:15. SUKACITA DAN SYUKUR KARENA SEMBUH.

Kalau sembuh, seperti orang kusta ini kita bisa mengerti bahwa itu dari Tuhan, sehingga mudah untuk berterimakasih. Semua yang ada pada kita itu dari Tuhan. 1Kor 4:7.  Seringkali orang2 tidak sadar bahwa yang baik itu dari Tuhan Yak 1:17, bahkan juga tetap sehat dan bisa hidup itu dari Tuhan Mat 5:45.

Orang yang bisa mengerti, akan bisa berterimakasih tetapi orang yang tidak sadar, tidak tahu berterimakasih bahkan menjadi sombong sebab sudah sukses seperti Nebukadnezar Dan 4:30-31. Kalau sombongnya ber-lebih2 maka ia kena peraturan Allah, direndahkan Mat 24:12, 1Pet 5:5, subsidi Tuhan dicabut sehingga menjadi apa adanya dan Nebukadnezar jadi seperti binatang, bahkan seharusnya mati karena dosanya, tetapi sebab Tuhan tahu ia akan bertobat, ia dibiarkan hidup.

Orang yang kenal Tuhan dan tahu berterimakasih untuk semua keadaan yang diterimanya dari Tuhan, itu untung. Orang yang tahu berterimakasih itu untung sebab:

  1. Ia berkenan pada Tuhan.
  2. Tidak mudah menjadi sombong, tetap rendah hati sebab tahu semua itu dari Tuhan, bukan dari dirinya sendiri dan mau taat pada Tuhan sumbernya. Karena itu ia akan terus diangkat Tuhan. Orang yang sombong akan direndahkan.
  3. Ia akan tetap memelihara hubungan baik dengan sumbernya yaitu Tuhan dan pasti untung kalau hubungan dengan Tuhan terpelihara dengan baik.
  4. Hari2 yang akan datang akan lebih indah. Kalau Tuhan sudah mulai melakukan pekerjaanNya dalam orang itu, itu pasti dilanjutkan dengan hal2 yang makin indah sampai kesudahannya. Pil 1:6.
  5. Bisa bersyukur di dalam hati itu mencegah ber-sungut2 dan itu mencegah celaka 1Kor 10:10. Sungut2 berarti kalah, turun kelas dan banyak hal2 yang jahat akan datang.
  6. Bisa bersyukur, tidak ber-sungut2, tidak bereaksi dosa, itu berarti lulus dalam pencobaan, ada sukacita dan iblis dikalahkan, maka pertolongan Tuhan akan datang dan ia naik satu tingkat lagi.
  7. Bersyukur berarti uang muka untuk berkat berikutnya dan makin lama makin indah.
  8. Bisa jadi setia, sebab prinsipnya sama. Orang yang sadar, yang bisa berterimakasih pada Tuhan yang menolongnya, berarti mau berhubungan terus (sebab bersyukur pada yang menolong dan sebab itu biasanya ia juga akan tetap setia pada Tuhan.

LUK 17:16. ORANG SAMARIA TAHU BERSYUKUR.

Heran, yang tahu berterimakasih adalah orang Samaria, bukan orang Yahudi. Dalam ayat 18 disebut orang asing, bukan orang Yahudi asli! Mengapa sampai begini? Padahal yang dituntut atau ada pada orang kafir itu sedikit, tetapi orang beriman sudah dapat sangat banyak (keselamatan dan kemuliaan) dan tahu lebih banyak, sebab itu harusnya jauh lebih baik dari orang dunia.

Berterimakasih itu soal kecil, sebab orang duniapun bisa. Ini seperti soal anak kecil, orang dewasa pasti bisa. Misalnya 3+2=? 2×4=? Bagi kita orang dewasa, tidak perlu berpikir atau bersusah, sudah bisa langsung menjawab problem itu. Ini problem sederhana, kanak2 sebab orang duniapun bisa. Ternyata orang asing ini bisa melakukannya, ia bisa berterimakasih. Kalau orang dunia bisa berterimakasih sesudah menerima sesuatu, mengapa orang beriman tidak bisa? Kalau kita tidak bisa berterimakasih itu seperti tidak bisa melakukan soal yang mudah seperti di atas! Kita harus tahu berterimakasih, patut bisa berterimakasih lebih dari orang berdosa, sebab kita sudah menerima ber-juta2 kali lebih banyak dari mereka.

Orang yang tidak tahu berterimakasih itu:

  1. Bodoh dan jahat. Kesembuhan itu mahal, seperti perempuan yang meleleh darah habis uangnya untuk tabib, tidak sembuh, tetapi tidak mau kembali membuat hubungan untuk berterimakasih. (Meskipun demikian kesembuhan ilahi itu cuma2 Mat 10:8.
  2. Tidak mau terikat dengan Tuhan, mau lepas, bebas. Mengapa? Sebab ada:
  3. Dosa.
  4. Percintaan atau ikatan dengan dunia, daging dan hal2 yang tidak diperkenan Tuhan. Sebab itu meskipun sudah ditolong (sembuh) tidak mau membuat hubungan atau ikatan dengan yang menolong, sebab ia tahu bahwa Tuhan tidak cocok dengan dosa atau percintaannya pada dunia. (Orang yang sembuh masih mungkin tidak bertobat, atau kembali dalam dosanya sesudah sembuh).
  5. Tidak sadar bahwa ia rugi, sebab orang yang bisa dan mau berterimakasih itu untung besar. Tidak tahu berterimakasih dan lepas dari Tuhan itu akan jadi mangsa iblis.
  6. Yang akan datang bisa lebih sulit mencari pertolongan Tuhan, kecuali bertobat sungguh2.

KEPADA SIAPA KITA BERTERIMAKASIH?

Kepada:

  1. Allah. Justru banyak anak2 Allah tidak tahu berterimakasih seperti 90% orang kusta yang sudah disembuhkan ini Yes 43:23-25 dll. Kalau kita mengerti bahwa semua dari Tuhan, jasmani dan rohani, patutlah kita penuh terimakasih 1Kor 4:7. Apalagi Tuhan tidak pernah salah, Ia baik, adil, murah dan cinta kita, tidak mungkin merugikan kita.
  2. Orangtua. Anak2 menerima semuanya dari orangtua, sekalipun orangtua ada salah tidak patut melawan orangtua apalagi menyakiti hatinya. Harus tahu berterimakasih. Anak2 yang berbuat baik kepada orangtuanya itu baru membalas sebagian budi orangtuanya, sebabberterimakasih itu belum berbuat baik. Sebab itu Tuhan membuat peraturan tentang hubungan anak dan orangtua, lebih berat hukuman pada anak yang salah kepada orangtuanya daripada orangtua yang salah pada anak dengan kesalahan yang sama besarnya; orangtua kena hukuman biasa dan anak kena hukuman dua kali lipat atau lebih. Mrk 7:10-13, Kel 21:15,17.
  3. Bapa2 dan pemimpin2 rohani. Mereka (ini gembala2) bertanggungjawab untuk keselamatan jiwa dari domba2 Tuhan Ibr 13:17, kalau domba itu hilang jadi problem, jadi bebannya untuk dicari Luk 15:4, sebab itu patut dihargai 1Tim 5:17,19. Kadang2 ada pemimpin2 yang salah, boleh dilaporkan, namun jangan dengan benci, tetapi untuk menolongnya, supaya diperbaiki oleh pimpinan di atasnya, sebab tugas2nya yang tidak mudah 1Pet 5:2-5.
  4. Orang yang pernah menolong kita, kita patut berterimakasih; yang sulit kalau orang itu ternyata kemudian berbuat dosa atau kejahatan, kita tidak bisa menyetujuinya meskipun berhutang budi. Kita harus bijaksana dalam membalas budi sambil mendoakannya supaya Tuhan menolong mereka. Kita berterimakasih dengan kata2, perbuatan dan doa dan semua itu tetap dalam kesucian, jangan sampai jatuh atau terjerat dalam dosa, itu tidak betul. Kadang2 orang menolong lalu diajak berbuat dosa atau kemudian dirugikan (masuk jerat); berdoalah supaya tidak sampai masuk jerat seperti ini, minta pimpinan Roh Kudus (makin lama makin banyak orang berbuat jahat dengan umpan kebaikan).

Ini kasus yang sulit, sebab itu jangan harap kepada manusia (Yer 17:5), apalagi kepada orang tidak beriman, lebih2 yang hidup dalam dosa. Kalau toh Tuhan menggerakkan hatinya menolong kita, baiklah, tetapi tetap harap Tuhan dan berterimakasih dengan baik2. Kalau orang yang mula2 menjadi berkat lalu berbalik, tidak mudah berterimakasih kepadanya.

Seperti Salomo yang mula2 menjadi berkat tetapi kemudian jadi keji sebab menuruti segala keinginan mata dan dagingnya Pkh 2:10; rupa2nya tidak banyak yang berani menasehati atau menegur, tetapi sama2 ikut dalam dosa dan kedagingannya sehingga semuanya celaka dan generasi berikutnya sudah biasa menyembah berhala dan hidup dalam dosa, segera sesudah Yerobeam naik jadi raja.

Memang tidak mudah menghadapi orang2 seperti ini apalagi dengan berterimakasih kepadanya.

LUK 17:18. 90% BELUM BISA BERTERIMAKASIH.

Orang beriman yang tidak tahu berterimakasih itu rugi, sayang sekali. Orang yang tidak tahu berterimakasih itu biasanya tidak mau berhubungan lagi, tidak mauterikat dengan yang menolongnya istimewa Tuhan, ingin bebas lepas dari Tuhan sekalipun sudah ditolong. Tidak mau berhubungan atau terikat kepada Tuhan, sebab ini berarti bahwa ia harus taat ini dan itu karena sudah ditolong, ia merasa rugi dan tidak bebas.

Karena tidak mau terikat, ingin bebas, ia terlepas dari Tuhan, sebab itu orang yang tidak bisa berterimakasih ini bisa celaka. Kalau dalam kesulitan berikutnya ia tidak tertolong, apalagi kalau iasudah taat dalam hal2 tertentu (misalnya sudah setia ibadah ke Gereja) lalu karena tidak tertolong, ia ber-sungut2 dan ini bisa merusakkan rohaninya.Rugi besar! Ia akan makin celaka dan diterkam iblis. Orang yang tidak bisa berterimakasih itu rugi besar dan celaka. Kita harus mengerti bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan dan patut kita bersyukur lalu terus lekat pada Tuhan yang tidak pernah salah atau merugikan kita (kalau bersyukur pada orang berdosa yang menolong kita, apalagi karena berharap kepadanya, itu terikat dengan orang berdosa, yang mungkin bisa berubah dan keluar dosa2nya yang kemudian bisa merugikan kita!). Sebab itu orang yang tidak mau berhubungan, tidak mau terikat (lebih2 kepada Tuhan dan tubuh Kristus) tidak akan bisa setia kepada Tuhan dan GerejaNya.

Tanpa terikat dan setia kepada Tuhan kita akan celaka, sebab:

  1. Segera lepas, singa itu langsung menerkam 1Pet 5:8. Supaya rohani kita bisa hidup, tumbuh dan ber-buah2 itu mutlak harus terikat, lekat dan setia kepada Tuhan Yoh 15:5.
  2. Bahkan ukuran setia itu sampai mati Wah 2:10. Kalau setia sepenggal itu sia2, sebab yang diukur adalah akhirnya! Seringkali problemnya adalah mau setia kepada Tuhan tetapi tidak mau setia pada tubuh Kristus yaitu pada saudara2nya.

Kita sudah ditempatkan dalam tubuh Kristus sehingga terikat dengan saudara2 seiman (dalam tubuh Kristus/ Gereja dimana kita ditaruh Tuhan) sehingga satu beranggotakan yang lain Rom 12:5. Kalau anggota tubuh kita dilepas, dipindahkan, dipasang lagi di tempat lain, resiko mati besar sekali dalam bongkar pasang ini dan tidak bisa tumbuh dengan baik. Mengapa? Orang yang tidak bisa setia dengan saudara2nya, hanya mau setia pada Tuhan, itu biasanya karena :

  1. Dosa. Ini pintu masuk iblis sehingga timbul banyak dosa dan problem sehingga tidak tahan dan pecah.
  2. Tidak ada kasih, tidak bisa mengampuni. Kalau kita tidak bisa mengasihi saudara kita, berarti kita putus dengan dia dan dengan Allah 1Yoh 4:20. Sebab orang yang tidak bisa mencintai (mengampuni) saudaranya itu tidak mencintai Tuhan, putus dengan Tuhan, tidak setia dengan Tuhan.

Mungkin saudara2 kita bersalah pada kita seperti Korah dkk kepada Musa, tetapi Musa tetap setia (mau terikat) pada mereka, sebab ia mengasihi mereka Kel 32:32.

Kasih dan setia itu bukan untuk beberapa tahun saja, tetapi sampai mati, itu tandanya setia dan kasih yang teruji. Kalau baru 1 tahun itu belum teruji dan Tuhan menghendaki kita setia (sampai mati) dengan Tuhan dan dalam tubuh Kristus. (Kasih setia suami istri itu berbeda dengan kasih setia pada saudara seiman, sebab suami istri itu ada kasih sex, kalau dengan orang lain berarti zina dan kemana suami pergi seharusnya istri juga selalu ber-sama2, kecuali ada kebencian atau benih2 perceraian. Kalau kasih setia saudara2 seiman masih bisa berpisah karena pindah ke tempat lain atau ke Surga).  Jadi orang yang tidak tahu berterimakasih itu tidak mau berhubungan lagi atau terikat dengan Tuhan, tidak bisa setia dengan Tuhan,biasanya juga tidak bisa setia dengan saudara2 seiman dalam tubuh Kristus. Oleh karena itu, orang yang tidak bisa setia (tidak mau terikat) itu juga biasanya tidak bisa berterimakasih pada Tuhan (dan tubuh Kristus atau orang2 lain yang pernah menolongnya) dan itu ruginya amat besar, sebab putus hubungan dengan saudara2 seiman itu juga putus hubungan dengan Tuhan dan itu berarti celaka!

LUK 17:19. YANG TAHU BERTERIMAKASIH DAPAT BERKAT TUHAN.

Orang yang tahu berterimakasih ia kembali kepada Tuhan dan diberkati Tuhan, sehingga imannya tumbuh terus dan itu termasuk juga untuk hari2 yang akan datang, makin indah.

9 orang kusta yang sudah sembuh, tetapi tidak mau kembali, tidak tahu berterimakasih, tidak dapat berkat Tuhan dan imannya tidak tumbuh, sebab lepas, bebas dari Tuhan dan itu rugi besar, bisa2 juga lepas dari Surga kecuali bertobat kembali. Sebab itu kita harus belajar untuk tahu berterimakasih, baik kepada Tuhan, itu  paling mudah (sebab tidak ada yang jelek dan jahat atau salah bisa keluar daripadaNya kepada kita), tetapi juga pada pemimpin2 dan bapak2 rohani, pada orangtua dan orang2 yang dipakai Tuhan untuk menolong kita secara jasmani dan rohani. Pada musuhpun kita harus menjadi berkat dan mengampuni, apalagi pada orang2 yang kita patut berterimakasih dan hendaklah kitatetap terikat dengan kasih Kristus dalam kesetiaan kepada Tuhan dan saling beranggotakan satu dengan yang lain dalam kesucian dan kasih setia ilahi. (Nyanyian: Satu dalam Tuhan oleh darahNya).