M3881 – Matius 23:12. Untung Rugi Sombong Atau Rendah Hati.

DEFINISI.

Sombong adalah tabiat lama yang ada pada semua orang dalam tingkat yang ber-beda2. Semua orang lama suka dipuji, dihargai dsb dan tidak ada yang suka dihina, direndahkan, tidak dihargai dst. Tetapi waktu lahir baru, semua yang lama ini lenyap dan tumbuh tabiat baru yaitu antara lain rendah hati. Tetapi kita masih hidup dalam tubuh daging yang suka tabiat lama sebab itu tabiat daging ini harus ditekan, disalibkan, dimatikan terus menerus Rom 6:6. Kita perlu kuasa Allah untuk mematikan daging dan Tuhan sudah menyediakannya asal kita mau, minta pada Tuhan, terus lekat pada Tuhan apalagi penuh Roh Kudus dan mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang rendah hati sehingga kita bisa terus mengalahkan daging yang ingin dipuji sehingga kita bisa lepas dari tipu daya iblis yang ingin menjerat kita dalam kesombongan.

I.A. DEFINISI RENDAH HATI.

  1. Mengerti dan sadar bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 4:7.
  2. Dengan yakin berani mengakuinya 2Sam 7:18.
  3. Sebab itu (sebagai akibatnya) kita mau taat pada Tuhan yang memberi semuanya. Ul 8:18, 1Kor 4:7, 2Kor 4:7.
  4. Tetap tulus dan suci sampai dalam hati dan angan2, tetap rendah hati, tanpa kesombongan dan tidakbereaksi dosa, istimewa waktu dipuji, berusaha mengembalikan semua puji kepada Tuhan yang berhak Yes 42:8.
  5. Dengan singkat, semua berasal dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan Rom 11:36.

Orang yang tidak bisa mengerti atau sadar tentang hal ini, sedikit atau banyak menjadi sombong dan dengan mudah dijerat setan dalam segala macamdosa kesombongan.

I.B. DEFINISI SOMBONG.

Yang mudah adalah suka puji tetapi cabang2 besar dan kecilnya masih banyak, juga akar2nya dan seringkali orang yang tidak mengerti sudah jatuh dalam cabang2 dosa sombong lainnya, lebih2 kalau tidak tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan. Sebab itu kita perlu belajar dari Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus serta nasehat dalam tubuh Kristus supaya kita dibersihkan dari dosa sombong dan semua cabang2 atau akar2nya sehingga bebas dari dosa sombong, bisa rendah hati dan berkenan pada Tuhan.

Jadi sombong itu:

  1. Yakin semua yang ada padanya itu terutama dari dan karena dirinya sendiri, sebab itu semuanya (lebih2 prestasi dan suksesnya itu) adalah miliknya sendiri. Misalnya Dan 4:30.
  2. Bisa mengakui (pura2 atau karena sopan santun dll) atau tidak mengakui semuanya dari Tuhan.
  3. Sebab itu (akibatnya) tidak mau taat pada Tuhan (sebab yakin semua dari, oleh dan untuk dirinya sendiri), sebab itu suka dan menuntut puji bahkan akhirnya menuntut dipuja.
  4. Limpah dengan segala macam dosa, sebab sombong itu pintu gerbang besar untuk segala macam dosa.
  5. Dengan singkat orang sombong berkata: dari aku oleh aku dan untuk aku.

HAL2 YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN SOMBONG.

Ada banyak hal2 dosa yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan kesombongan. Memang semua dosa itu saling berhubungan, lebih2 dengan sombong, dosa Lucifer, dosa yang pertama kali dilaporkan dalam Alkitab darikejatuhan mahluk Surgawi. Yes 14:12-13. Sebab itu kalau kita mempelajari tentang dosa sombong itu bisa sangat luas. Memang cara terbaik adalah mempelajari seluruh Alkitab (Kis 20:20,27) sebab dengan demikian seluruh dosa dan hubungannya satu sama lain diterangkan dengan lengkapdan terbuka dalam pimpinan Roh Kudus.

Ada begitu banyak cabang2 atau akar atau hal2 yang berhubungan dengan sombong, tetapi kalau seorang dipimpin Roh, maka Roh Kudus tahu lengkap, jelas dan sangat teliti kalau ada jerat2 kesombongan atau kemungkinan timbul kesombongan dan langsung Roh Kudus mengingatkan, lebih2 kalau kita bertanya, atau dipimpin Roh,sebab memang ini pekerjaan Roh Kudus Yoh 16:8. Supaya jangan sampai timbul dosa, kita disucikan dari kemungkinan dosa, termasuk dosa sombong 1Pet 1:2. Ini penyucian oleh Roh Kudus (lain daripada penyucian oleh darah Yesus atas dosa yang sudah diperbuat, tetapi Roh Kudus dan Firman Tuhan Maz 119:11 menyucikan kita dari kemungkinan dosa yang belum dibuat, sehingga tidak sampai berdosa, tetap hidup dalam kesucian).

Hal2 ini, kalau ada, juga menjadi tanda bahwa ada dosa sombong dalam hati antara lain:

  1. Mudah tersinggung atau peka. Reaksinya tergantung dari tingkat kesombongannya. Orang yang tingkat kesombongannya tinggi, reaksinya luar biasa seperti Haman, tidak dihormati seorang tawanan yang hina, reaksinya bisa dahsyat sekali, yaitu ia berusaha mati2an (sampai berhasil) untuk membunuh seluruh bangsa dari orang yang tidak mau menghormatinya itu. Dahsyat. Ada yang reaksinya sedikit lalu dalam beberapa hari bergumul akhirnya bisa melupakannya. Orang berimanyang rendah hati masih bisa terasa sakit tetapi tidak bereaksi dosa, sebab bisa mengampuninya sehingga semuanya bisa “dilupakan”. Mengapa? Sebab untuk urusan dosa dan pembalasannya,itu urusan Tuhan yang mencatat dengan lengkap semuanya Rom 12:19. Sebab itu orang beriman yang rendah hati bisa tenang dan bisa melupakannya tetapi tetap harus cerdik untuk menghadapinya. (sebab lain kali bukan saja ia bisa disinggung lagi, tetapi juga dirugikan, dilukai atau dicelakakan). Namun orang yang percaya pada Tuhan tahu, bahwa tanpa izin Tuhan tidak akan terjadi apapun pada orang yang berkenan pada Tuhan.
  2. Mudah marah atau emosi (atau reaksi lainnya) apalagi kalau kalah, gagal dll.
  3. Mudah dan suka berkelahi.
  4. Sulit atau tidak mau mengakui dosa dan kesalahannya, suka me-nutup2i atau memberi banyak alasan supaya tidak tampak jelek tetapi cukup terhormat sehingga patut dipuji.
  5. Tidak mau dan tidak bisa dinasehati atau ditegur, langsung tersinggung dan bereaksi dosa.
  6. Ingin menonjol, ingin “duduk di depan” Mat 23:6, Mrk 12:39, Luk 14:8; 20:46. Banyak orang tergoda dan secara langsung atau tidak mencari tempat2 yang terhormat ini. Kalau kita “terpaksa” (tidak ingin, tetapi wajib) duduk disini (misalnya sebagai orangtua, pemimpin, orang yang dihormati), maka orang beriman yang rendah hati selalu ingin mengakui dan menyatakan bahwa semua: dari, oleh dan untuk Tuhan, serta berusaha mengembalikan segala puji kepada Tuhan kembali.
  7. Suka menghina orang lain.
  8. Tidak mau tunduk, suka melawan, sekalipun pada pemimpinnya dan berani, tidak minder.
  9. Tidak mau taat, kecuali terjepit dan terpaksa.
  10. Iri, cemburu, apalagi terhadap orang lain yang dipuji dan dihargai, lebih2 kalau ia merasa dirinya lebih tinggi, lebih besar dari orang itu. (Kalau tujuannya untuk menolong, kalau punya kemampuan kita maju dengan tulus, ini tidak salah).

Jangan lupa semua ini adalah dosa dan menyebabkan Roh Kudus meninggalkannya atau paling tidak Roh Kudus jadi bisa dan tidak mau bicara 1Sam 28:6 sebab orang itu menuruti daging itu melawan Roh Gal 5:16-17, tetapi dengan demikian iblis bisa bekerja lebih banyak, karena setiap dosa itu mengusir Roh dan pintu masuk bagi iblis Ef 4:27. Sebab itu segera ada dosa, harus dibuang; kalau kita mau, Roh Kudus akan menolong kita yaitu menolong orang yang mau hidup suci.

  1. Ambisi. Ingin naik terus dari dirinya sendiri. Yer 45:5, Rom 12:16, Maz 131:1.

Musa memang diangkat Tuhan menjadi orang besar, tetapi ia tidak berani mengangkat dirinya sendiri, tetapi ini karena tugas Bil 16:28.

Kita boleh merencanakan dan berusaha untuk lulus, bahkan Cumlaude, tetapi kalau Tuhan kehendaki dan bersandar pada Tuhan.  Buktinya kalau gagal bisa berpada, tidak berdukacita. (Kalau lulus itu kewajiban dan minta dari Tuhan sebab ini adalah tingkat rata2). Kalau toh berhasil, penuh syukur pada Tuhan, sebab kita bisa mengerti dan sadar bahwa itu terutama dari Tuhan sekalipun kita bekerjakeras.

  1. Tidak mau kalah.
  2. Ingin cepat sukses.
  3. Suka dusta istimewa kalau salah, gagal atau bisa dihina dll, lalu berdusta. Sebab ini juga mudah fitnah sebab tidak mau kalah.
  4. Minder waktu gagal, coba sukses ia bangga dan merasa patut dipuji.
  5. Dll. Segala macam dosa bisa berhubungan langsung atau tidak langsung dengan dosa sombong, tergantung kasusnya. Kita harus mengertihal ini dan mau mematikan daging supaya tidak jadi sombong, maka Roh Kudus akan menolong mengingatkan kita.

III. TINGKAT2 KESOMBONGAN.

Untuk bisa melihat, mendapat gambaran tentang keparahan dosa sombong, kita melihat 7 tingkat dosa sombong (ditulis lengkap dalam Tulang Elisa no. 30), yaitu:

  1. Ingin puji dalam hati, dengan atau tanpa alasan, bahkan sekalipun gagal, tetap ingin dipuji atau se-tidak2nya tetap dihargai.
  2. Harap puji (pasif).
  3. Kejar puji (aktif), ambisi.
  4. Tuntut puji (terang2an).
  5. Harap disembah (pasif), suka dikultuskan, sama sekali tidak tertuduh (padahal seharusnya Tuhan yang disembah Yes 42:8. Sebab kita, dipuji saja tidak patut, tetapi disini justru diharapkan. Yak 3:30).
  6. Kejar penyembahan (aktif) Herodes, suka disembah ia sampai di tingkat 6, sebab itu langsung dipalu malaikat.
  7. Menuntut disembah terang2an, ini dosa sombong yang sempurna seperti iblis.

Tingkat 1 adalah permulaannya, kalau tidak dibuang, diperangi, dicegah, akan bertumbuh terus dalam sikap, perbuatan dan dalam seluruh segi hidup.

Tingkat 1-4 tentang suka puji, tingkat 5-7 ini suka disembah, tingkat lanjutan.

Orang yang menuntut dipuji, kalau tidak dapat puji, tidak tahan, bereaksi macam2, bahkan sangat malu sehingga tidak tahan hidup, seperti Achitofel yang tidak tahan lalu bunuh diri. Makin tinggi tingkatnya, makin parah reaksinya makin cepat celakanya dan makin cepat matinya. Seperti Herodes, Achitofel dll.

KEUNTUNGAN ORANG RENDAH HATI.

Salah satu cara hidup yang indah dari Tuhan adalah rendah hati, sebab ini adalah tabiat baru, tabiat Kristus Mat 11:28. Ia merendahkan diri seperti hamba (padahal Allah itu maha besar Yes 9:5) bagi manusia Mat 20:(25-)28. Kalau Allah yang maha besar punya tabiat ajaib ini Yoh 13:12-15 apalagi kita.

Ini hukum yang indah dan peraturan kerajaan Surga Mat 23:12, orang yang merendahkan diri akan ditinggikan Allah. Surga menjadi indah sebab semua di dalamnya mau merendahkan diri dan taat pada Allah (dan tetap dalam kesucian, kasih dll). Apakah Allah sombong? Tidak! Memang patut anak2 menghormati Bapanya, apalagi kita manusia adalah ciptaanNya. Allah disembah, bukan karena sombong dan membesarkan diri, tetapi sebab Ia benar dan adil untuk membenarkan dan memberkati orang yang mau percaya dan hidup benar. Tetapi yang hidup dalam dosa dihukumkan. Ia memberi kesempatan yang besar dengan mengorbankan PutraNya (Yoh 3:16).Rendah hati ini luar biasa.

Orang yang meninggikan diri berpikir, ia senang karena dihormati, dihargai, tetapi justru akan celaka sebab sombong itu sumbernya banyak dosa. Makin sombong makin banyak dosa dan kejahatannya dan makincelaka seperti Haman. Justru orang yang rendah hati, makin rendah hati, maka ia makin ditinggikan, ia makin mulia, senang dan puas.

Putra manusia Yesus memberi contoh, Ia merendahkan diri dengan taat sampai mati tersalib, sebab itu Allah mengangkatNya sebagai Putra manusia, (jadi jalan dan ukuran bagi manusia yang percaya). Ia diangkat paling tinggi Pil 2:8-11.

Naik terus sampai seperti Kristus 1Kor 11:1. Ini salah satu jalan (juga dengan kasih, kesucian, taat, setia dll) kalau kita mau merendahkan diri (ingat definisinya!) lalu terus menerus melakukannya, maka kita akan terus menerus diangkat terus, ditinggikan terus sampai seperti Kristus dan Kristus menjadi Kepala kita. Ini kunci yang luar biasa untuk meningkat terus sesuai dengan rencana Allah. Sebaliknya orang yang sombong, terus mengharapkan puji, tidak tahan dihina atau tersinggung, terus menuntut kepujian (apalagi gila hormat) ia akan pahit dalam segala segi hidupnya.

Kalau kita bisa betul2 rendah hati, tahu semuanya dari Tuhan dan taat memakai semuanya untuk perintah dan kehendak Tuhan, kita dapat se-gala2nya dari Tuhan  seperti Yusuf yang lulus dan tinggal tetap rendah hati, diangkat Tuhan sangat-sangat tinggi (menurut Firaun dia adalah orang kedua, tetapi dalam kenyataannya, orang pertama di Mesir, luar biasa, asalnya dari budak yang sudah tidak jauh dari kematian!). Yusuf sendiri dengan keluarganya, lebih dari cukup dalam hal apapun, bahkan dipuji ber-lebih2 sampai anaknya tidak tahan dan jadi orang dan bangsa yang jemawa (turun temurun dipuji terus, itu bahaya kalau tidak tahan Ams 27:14; 29:5 orang yang ditinggikan Tuhan makin tinggi, harus mendidik keluarganya supaya rendah hati!). Rendah hati itu luar biasa, segala perkara dari Allah, rohani dan jasmani bisa mengalir dengan bebas dalam hidup kita (asal keluarga dan orang2 sekitar kita diberi pengertian dan ditertibkan dalam rendah hati supaya jangan sampai jatuh dalam kesombongan karena kelebihan yang limpah ini) yang bisa didapat orang yang bisa rendah hati untuk membesarkan Tuhan Yoh 3:30.

KESIMPULAN.

Orang sombong itu tertipu dosa iblis yaitu dosa sombong yang mengira kalau dipuji itu berarti se-gala2nya tetapi justru akan direndahkan Allah seperti Absalom, Haman, orang2 Parisi dan semua yang sombong! Celaka hidupnya, seperti orang2 Parisi dan semua yang sombong! Celaka hidupnya, bahkan sampai binasa langsung ke Neraka.

Jangan sombong, itu celaka, justru rendah hati itu sukacita yang asli dan kekal. Ini tabiat ilahi, jangan pakai tabiat iblis yang dahsyat itu, yaitu tabiat lama!

Merendahkan diri itu berarti sakit sebab mematikan daging (daging tidak mau direndahkan) Rom 6:6, Gal 5:16,17. Memang daging sakit,tetapi rohnya bersukacita, puas, tumbuh terus sampai seperti Kristus, sangat tinggi. Rasa sakit ini makin lama makin sedikit, tergantung dari tingkat kemahiran kita dalam pikul salib dan kerendahan hati. Orang yang sudah mahir pikul salib seperti Kristus, tidak merasa sakit bahkan bersukacita sekalipun direndahkan, dihina, di-olok2, atau sakit hanya sedikit dan bisa tahan. Orang sombong kalau dihina, hatinya sakit sangat berat sehingga tidak tahan, timbul reaksi dosa, macam2 misalnya iri, benci, dendam, marah, membalas, membunuh atau membunuh dirinya sendiri, dll. Ini juga bisa menjadi ukuran kesombongan (selain 7 tingkat tsb). Seperti Naaman tidak ditemui nabi Elisa saja sudah marah dan merasa terhina sehingga tidak tahan, keluar reaksi2 yang dahsyat! (Untung dia bertobat). Orang seperti ini akan banyak ngawur, karena problem kecil, bereaksi besar yang ber-lebih2 yang mencelakakan dirinya sendiri dan dengan demikian ia direndahkan. Betapa untung dan senangnya orang yang bisa merendahkan dirinya!

Nyanyian:

Dia harus makin bertambah, kuharus makin berkurang.