M3843 – Matius 16:26. Cita-Citaku.

BOLEH PUNYA CITA-CITA BESAR?

Dunia: Gantungakanlah cita2mu setinggi bintang di langit. Kita?

Misal: Rencana membuat suatu supermarket besar, jual macam2 makanan dan barang yang bermutu, bisa untung besar, atau lewat online.

– Beli tanah yang luas, membuat  Gereja dan membuat real estate untuk menampung jemaat, juga untuk kompleks lainnya.

– Membuat tempat rekreasi yang netral, tetapi yang bisa menarik banyak orang, untung besar.

– Sekolah yang tinggi, jadi camat atau bupati, lalu daerahnya dibangun baik2, bebas buta huruf, bebas kemiskinan, produktif, semua jujur, aman, dan diberkati Tuhan.

– Membuat pabrik2 dan usaha besar lainnya.

– Membuat rumah sakit besar dengan spesialisasi dan pelayanan yang penuh kasih Kristus dan dengan sistem asuransi yang baik dan terpelihara. dll.

Bolehkah kita membuat atau mempunyai cita2 yang besar? apakah semua rencana dan perkarabesar harus dari orang dunia? Tidak! kita boleh mempunyai rencana dan cita2 yang besar asal ini cocok sebagai orang beriman dan sesuai Firman Tuhan.

Adakah patokan2 apa yang harus kita pakai?

  1. Tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, misalnya tidak ada maksud2 dosa dan kejahatan, juga harus dijaga hal ini untuk seterusnya.
  2. Jangan merugikan rohani, rohani harus bertumbuh seimbang atau lebih baik, lebih tinggi sebab yang kekal adalah yang rohani. Mat 16:26.
  3. Minta persetujuan Tuhan, sebab Tuhan tahu hari2 yang akan datang, apakah rencana seperti ini dan itu bisa jalan atau tidak; kalau ada perang, malapetaka, tsunami dll, kalau hancur dan rugi, akan timbul kekecewaan dan putus asa yang besar. atau kalau tiba2 mati, semua itu lenyap, tinggal rencana dan bagaimana rohaninya? Apa masih selamat? Cukup rohani?

 

PENILAIAN ILAHI.

Kita bisa mendapatkan penilaian ilahi dari Firman Tuhan dan Roh Kudus yaitu dilihat dari ukuran Kemah Suci, sbb:

  1. Tingkat Halaman.

Orang ini memakai kekuatan dan kemampuannya sendiri, sebab itu ia memikirkan sendiri, asal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Ini masihboleh tetapi ini tingkah Halaman.

  1. Tingkat Ruangan Suci.

Ini orang2 yang berjalan dengan Tuhan senantiasa dan menyerah pada kehendak Tuhan dengan taat. Disini yang membuat inisiatip atau perencanaan adalah Tuhan. Kita percaya dan taat kepadaNya. Flp 1:21, Gal 2:20. Sering kali taraf ini masih campuran antarakehendak sendiri dan kehendak Tuhan sehingga hasilnya tidak penuh tetapi pincang.

  1. Tingkat Ruangan Maha Suci. Orang yang sempurna itu sepenuhnya cocok dengan kehendak Tuhan. Biasanya dalam tingkat Ruangan Suci, orang yang sungguh2 taat dan menyerah, makin lama makin meningkat, sehingga akhirnya bisa penuh seperti Kristus, ini berarti dari Ruangan Suci, masuk ke Ruangan Maha Suci. Justru kita harus belajar demikian, dalam Ruangan Suci meningkat terus sampai penuh seperti Kristus.

Kalau seorang betul2 menyerah dan taat, mencintai Tuhan sampai menjadi satu dengan Tuhan menjadi satu Roh, 1Kor 6:17, maka apa yang kita kehendaki dan usahakan itu sebetulnya dari Tuhan, sebab kita dan Tuhan melekat jadi satu dan dengan sukacita kita mengambil kehendak Tuhan sebagai kehendak hati kita sendiri Fil 2:13. Bagamaimana Tuhan begitu kita, bagamana cara kerja Tuhan, begitu juga kita.

(Bandingkan Yosafat yang bodoh dengan Achab 1 Raj 22:4). Orang yang mengerti dan cinta Tuhan itu tidak terpaksa tetapi dengan sukacita menyatu dengan Tuhan, mempunyaipendirian yang betul yaitu:

  • Yakin rencana Tuhan itu yang terbaik. Yang terbaik untuk Tuhan adalah nomor satu rohaninya jadi sempurna sampai kekal, ini yang utama dan juga jasmani bisa sampai tingkat pertama tergantung dari orangnya. Misal Yusuf, rohaninya mencapai tingkat yang tertinggi, juga jasmaninya sebab itu ia bisa tahan dengan harta dan kekuasaan yang paling besar. Yusuf jadi besar secara rohani dan jasmani.

Jangan seperti Salomo yang sesudah jadi besar, jadi begitu hina dan rendah seperti binatang Ams 31:2. Salomo hanya besar secara jasmani tetapi secara rohani seperti binatang, sesuai pengakuannya sendiri.

  • Rencana Allah pasti jadi (asal kita taat) tetapi rencana manusia belum tentu jadi, bahkan tingkat suksesnya seringkali rendah sekali. Lihat saja manusia yang sukses tidak banyak, sedikit sekali.

Orang2 yang taat dan menyerah seperti Yusuf, hatinya nomer 1 untuk Tuhan, dunia itu tambahan saja sesuai dengan Mat 6:33. Misalnya ia mempunyai 5 pabrik, diserahkan orang yang tepat, sehingga tidak sampai rugi, tetapi ia cukup hanya supervisi sehingga hati dan waktunya bisa dipakai dengan limpah untuk melakukan kehendak Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan saja, sehingga ia tumbuh, ber-buah2, berkenan pada Tuhan tetapi pekerjaannya, Tuhan yang memberkati dengan limpah. Bagi Tuhan yang paling penting apa yang bisa dibawa masuk dalam Surga yang kekal, sebab dunia ini fana Mat 10:26. Juga bagi orang yang rohani, daya tarik dunia ini tidak besar, ia sudah mati bagi dunia Gal 6:14 sebab itu bisa berpada dengan keadaan jasmani yang seberapapun 1Tim 6:8, Pil 4:11, 1Kor 7:31. Tidak rindu jadi mulia dalam dunia, tetapi kalau disuruh menjadi besar  oleh Tuhan dan sesuai dengan kehendak Tuhan, harus taat tetapi tetap rendah hati, sebab tahu semua dari Tuhan. 1Kor 4:7.Kalau begitu semua orang rohani sekalipun orang kecil dan sederhana bisa jadi orang besar secara dunia? Belum tentu, tergantung kemampuannya menanggung barang besar dari Tuhan.Tetapi apa yang terbaik, itu yang dipikirkan Tuhan baginya, sesuai dengan keadaannya masing2 (yang tidak sama kuatnya). Juga harus diingat dan dijaga bahkan dalam kesibukan dan kebesaran itu ada banyak jerat waktu (sehingga waktunya habis untuk perkara2 yang fana dan kesukaannya, sehingga tidak cukup waktu untuk pertumbuhan rohani yang baik dan jerat2 dosa, sebab dengan banyak uang ada banyak kesempatan untuk menuruti daging dan tentu akibatnya celaka.

III. RENCANA ALLAH YANG TERBAIK.

Yang pasti Allah tidak membedakan orang dan Diacinta semua. Bagi semua orang yang menjadi anak2Nya,  Allah punya rencana kelas I, yang sempurna untuk semua Ef 2:10, Yer 29:11, 1Kor 12:6. Tetapi berapa persen dari rencana Allah ini yang bisa dilakukan setiap orang, itu ber-beda2. Ada yang taat, bisa melakukan semua rencana Allah, maka ia mengalami hidup sesuai dengan rencana kelas I dari Allah, tetapi yang jatuh bangun dalam dosa, apalagi undur, rencana Allah di dalamnya merosot sangat jauh, sehingga tidak menjadi apa2; yang jadi hanya rencana hidupnya sendiri yang berantakan karena dosa2 dan kejahatannya.

Kita melihat contoh2 yang baik dalam Putra manusia Yesus dan Yusuf.

Tuhan Yesus lahir sebagai Putra manusia dan seperti yang lain,Ia menerima rencana yang terbaik. Dari lahir sampai mati Ia melakukan semua rencana Allah sehingga jadi sempurna. Semuanya cocok dengan rencana Allah.

0-12 tahun jasmani berkembang, juga rohani Luk 2:40. Biasanya jasmani (alami) lebih dahulu 1Kor 15:46.

12-30 tahun tingkat rohaninya berkembang, tampak jelas waktu berumur 12 tahun dalam bait Allah. 30-33,5 tahun menjadi sempurna.

Yusuf juga indah sebab bisa melakukan rencana Allah se-penuh2nya.

Dalam usia 0-17 tahun jasmani tumbuh lebih banyak tetapi dalam hal rohani sudah taat sehingga Tuhan berkenan dan memberi mimpi yang indah, sekalipun semua belum mengerti. Dalam usia ini ia nyata:

  1. Hidup taat akan Tuhan.
  2. Orangtua memberi baju khusus yang indah, yang tidak didapatkan saudara2 yang lain.
  3. Ia dibenci saudara2nya yang iri kepadanya. Ia mencapai ukuran yang terbaik dalam rumah.

Usia 17-30 tahun, 13 tahun Yusuf diolah dengan intensif (oleh orang2 lain yang kasar tanpa kasih, sebagai budak yang hina, tetapi Yusuf tetap taat melakukan kehendak dan rencana Allah, sehingga mengalami rencana Allah dengan penuh, yaitu naik ke istana.

Usia 30-39 tahun. Ini pengolahan batin dalam keadaan jasmani yang sangat enak, kelas I: Ia ada dalam istana dan jadi “bapa” dari Firaun. Ia tetap hidup suci, tidak menuruti daging untukberbuat dosa dan kejahatan, tetapi ia juga menyangkal diri, mematikan kehendaknya sendiri (ini bukan kehendak jahat, yaitu hendak bertemu dengan bapaknya, tetapi sebab inibukan kehendak Allah, Yusuf menyangkalinya, ia tetap taat melakukan semua rencana Allah yaitu tetap tidak boleh bertemu bapaknya selama 9 tahun.

Yusuf yang penuh dengan Roh Allah terus mengerti dan melakukan kehendak Allah, misalnya waktu bertemu saudara2nya, ia tahu bahwa ia belum boleh mengakui dirinya dan itu mendidik saudara2nya yang jahat (yang mengira perbuatan dosa dan kejahatan yang lama atas Yusuf sudah berlalu dan hilang begitu saja). Sesudah saudara2nya bertobat, baru ia mengakui dirinya. Yusuf taat melakukan semua kehendak dan rencana Allah, terbukti bahwa mimpi dari Tuhan jadi dengan penuh.

Usia 39-110 tahun, selama 71 tahun Yusuf menyelesaikan pengolahan lahir batin, ia tetap melakukan seluruh rencana Allah baginya yaitu tetap suci dan mengampuni dan mencintai saudara2nya yang jahat.

Dalam Wasiat Lama: Benci musuhmu, cintai sahabatmu. Mat 5:43-44, tetapi dalam Wasiat Baru: Cintai seterumu dan doakan (untuk baiknya) orang yang menganiaya engkau.

Yusuf dalam Wasiat Lama bisa melakukan hukum2 Wasiat Baru (termasuk monogami) sebab ia penuh dan dipimpin Roh Allah, sehingga iatahu dan melakukan semua rencana Allah baginya. Roh Allah ada di atasnya memimpin dan menguatkannya dalam setiap langkahnya.

Jadi Allah mempunyai rencana yang terindah, jasmani dan rohani untuk setiap umatNya dan itu akan jadi, kalau kita hidup menurut kehendak dan rencana Allah terus menerus.

PERBANDINGAN WASIAT LAMA DAN WASIAT BARU.

Masing2 kita harus tahu dan taat akan rencana Allah yang sudah dibuatkan dan disediakan bagi setiap orang yang lahir baru menjadi anak Allah Yoh 1:12. Orang2 Wasiat Lama yang taat melakukan rencana Allah biasanya hanya 10-25% jarang yang melakukan 100%, hanya 3 orang (Henokh, Musa dan Elia) dan juga Yusuf, Ayub, Abraham, Daniel dll tetapi tidak jelas dinyatakan jadi sempurna, diperkirakan ikut dalam kebangkitanMat 27:52-53.

Tetapi orang2 Wasiat Baru bisa taat melakukan rencana Allah jauh lebih tinggi prosentasinya, bahkan yang sampai 100% ada begitu banyak pada akhirnya yaitu 144.000 orang Wah 14:1. Mengapa perbedaan Wasiat Lama dan Wasiat Baru begitu besar? Sebab ini adalah hasil pekerjaan Putra manusia Yesus dan Roh Kudus yang diutus Allah Maz 43:3. Putra manusia Yesus sudah mati menebus dosa kita dengan darahNya dan dipenuhi dengan Roh Kudus sehingga kita bisa beribadah jauh lebih baik dari orang2 Wasiat Lama dan menerima yang lebih baik yaitu jadi sempurna Ibr 11:39-40. Ibadah, pelayanan, janji Allah dll dalam Wasiat Baru itu jauh lebih besar dan lebih indah daripada Wasiat Lama, bahkan sampai sempurna danuntuk segala bangsa yang percaya kepadaNya. (Wasiat Lama hanya Israel dengan ibadah secara jasmani dan sangat terbatas).

Balita, yaitu bahasa lidah + tafsirannya (bahasa lidah adalah tanda dari 5 hal yaitu:

  1. Tanda baptisan Roh Kudus.
  2. Bahasa doa.
  3. Karunia lidah.
  4. Jabatan.
  5. Tanda bagi orang yang tidak percaya. 1Kor 14:22-23, Kis 2:6-13. No 1 dan 2 tidak perlu diterjemahkan).

Balita (Bahasa lidah dan tafsirannya) adalah kunci untuk bisa berjalan dalam Roh, dengan Allah. Dalam Wasiat Lama hanya beberapa orang bisa berjalan dengan Allah seperti Henokh, Nuh, Musa, Elia, Elisa dll). Tetapi dalam Wasiat Baru setiap orang percaya yang penuh Roh Kudus dan mau berjalan dengan Tuhan pasti bisa.

Dalam bahasa lidah ada banyak rahasia tentang kita yang ada dalam pikiran Allah, dan itu sedikit demi sedikit, yang kita perlukan, diberikan Roh Kudus pada kita 1Kor 14:2, sehingga kita selalu mendapat pimpinan dan pengarahan oleh Roh Kudus, sehingga bisahidup dengan tepat untuk melakukan rencana dan kehendak Allah dalam hidup kita. Sebab itu orang2 yang dipimpin Roh bisa kurang lebih 70-100% melakukan semua kehendak dan rencana Allah. Roh Kudus membukakan rahasia2 yang kita perlukan untuk memimpin kita dan memberi kuasa (Kis 1:8) untuk bisa taat melakukan kehendak Allah. Dengan demikian oleh balita (= Bahasa lidah dan tafsirannya) kita bisa terus berjalan dengan Roh melakukan kehendak dan rencana Allah. Sebab itu tidak heran kalau dalam Wasiat Baru ada begitu banyak orang bisa menjadi sempurna. Begitu indah balita dan ini menjadi bedanya antara Roh Kudus Wasiat Lama dan Wasiat Baru sehingga dalam Yoh 7:39 dikatakan bahwa Roh Kudus belum ada sebab Tuhan Yesus belum dipermuliakan (belum menebus manusia, sesudah selesai kembali ke Bapa, lalu Roh Kudus “baru” turun). Dengan balita, kita bisa mudah mengenali rencana dan kehendak Bapa lalu taat dalam setiap langkah kita (bahkan dalam seluruh hidup kita, berpikir, berkata dan bertindak ada karunia2 dalam pimpinan Roh Kudus 1Kor 22:7-11) sehingga kita bisa melakukan rencana Bapa dengan betul dalam hidup kita. Orang yang cinta Tuhan dan percaya bahwa rencana Allah itulah yang terbaik akan menurut kehendak dan rencana Allah, misalnya tentang kerja dimana, sekolah yang mana, menikah atau tidak (kebanyakan menikah) dan dengan siapa, ke Gereja mana (jangan pindah2 menuruti pikiran daging atau kehendak sendiri, sebab kalau Tuhan sudah menentukan ke tempat yang betul 1Kor 12:18, jangan pindah2 tetapi taat dan tumbuh dengan setia). Juga tentang pindah rumah, pindah pekerjaan, pelayanan yang mana yang sesuai dengan rencana Allah, sikap dalam setiap keadaan dan kasus dll, baik pikiran, perkataan dan tindakan, biar semua cocokkan dengan kehendak dan rencana Allah dan taat baik2, maka kita bisa melakukan se-banyak2nya rencana Allah sehingga rencana Allah yang indah akan jadi dalam hidup kita.

Orang yang hidup dalam dosa itu melawan Roh Kudus, melakukan kehendaknya sendiri, merusak rencana Allah dalam hidupnya. (Meskipun sudah banyak yang rusak, kalau masih hidup, bertobatlah sungguh2 dan pakailah sisa hidup ini baik2 dan terus berjalan menurut kehendak dan rencana Allah. Apalagi sudah tua, umur tinggal sedikit, kalau bisa dalam sisa hidup ini taati kehendak dan sisa2 rencana Allah, jangan menuruti kehendak daging atau kehendak diri sendiri, atau menuruti anak dan cucu yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Seperti Yusuf tidak menuruti kehendak daging untuk berzina, berkelahi, membalas, benci dll, juga tidak menuruti kehendak sendiri bertemu bapaknya (ini bukan dosa, tetapi bukan kehendak Allah sebelum tiba waktunya).

KESIMPULAN.

Boleh punya cita2 sendiri, tetapi Tuhan punya rencana yang terbaik yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun. Sebab itu kalau percaya akan Tuhan, cocokkan seluruh hidup kitadengan kehendak dan rencana Allah. Orang yang cinta Tuhan mau taat dan menyerah pada Tuhan, maka kehendaknya juga adalah kehendak dan usaha Allah Pil 2:13.

Rencana Allah itu pasti jadi dan itulah yang terbaik, indah bahkan bisa sampai sempurna dan semua itu sampai kekal.

Hendaklah hal2 yang rohani itu yang terindah bagi kita, seperti Musa (Musa bisa sukses duniawi, tetapi baginya lebih indah menderita sengsara dengan umat Tuhan sebab dengan demikian ia masuk dalam rencana Allah yang terindah Ibr 11:25). Orang yang melakukan kehendak dan rencana Allah itu memperkenankan Dia dan sebaliknya kalau kita mengerti dan memperkenankan Dia, kita melakukan rencana Allah dan hasilnya akan indah sampai kekal, bahkan ada yang menjadi sempurna.

Nyanyian:

Buatlah jalan Mu dalam saya,

Tuhan Penjunan ku tanah liat.