M3838 – Yusak 24:15. Keluarga Yang Utuh Di Dalam Kristus.

PENDAHULUAN.

Rumah tangga itu bisa menjadi Surga, bisa menjadi Neraka, tempat sukacita dan kepuasan atau tempat penderitaan dan kepahitan. Tetapi bagaimanapun juga keadaannya, asal mau percaya pada Firman Tuhan, Tuhan Allah sanggup membuat pemulihan (tergantung dari kesungguhan pertobatannya dll) sehingga kembali sukacita dan bahagia.Ini buktinya ada Surga yaitu di duniapun orang yang percaya sudah mulai merasakan Surga Yoh 4:14. Dunia makin bertambah dalam dosa dan dimana dosa ber-tambah2, api Neraka makin me-nyala2. Tidak mungkin dosa menciptakan atau melahirkan Surga, itu tipu daya dari dusta iblis. Di dalam orang beriman kalau dalam rumah tangga itu Kristus ditinggikan, maka Ia akan menarik semua orang kepadaNya, disucikan, dipersatukan dalam kasihNya dan Surga mulai tumbuh di tengah2nya. Yoh 12:32. Inilah rumah tangga yang tumbuh dalam bahagia ilahikepuasan ilahi dan akan berlanjut dalam kerajaan Surga untuk kekal.

Ingat Allah sanggup memperbaiki semua ketimpangan dan kerusakan rumah tangga asal mau percaya dan taat. Sebab iblis yang merusak dengan dosa, dan yang membuat Neraka, sudah dikalahkan mutlak untuk manusia di atas Golgota, sebab itu semua orang yang mau percaya bisa menang atas semua setan dan pekerjaannya Rom 16:20, Luk 10:19 sehingga segala kerusakan pernikahan dan keluarga bisa diperbaiki, minimum masuk Surga dan makin mengerti,  makin taat, makin dipulihkan, ia akan makin mulia dalam Surga kekal. Kita akan melihat cara2nya yang sederhana tetapi hasilnya sangat besar sampai kekal; siapa saja yang mau percaya Tuhan Yesus bisa mendapatnya, sebab Tuhan adil dan cinta semua orang Yoh 3:16.

YES 51:8. KESELAMATAN DARI TUHAN ITU TURUN TEMURUN.

Ini juga disebut dalam Kis 16:31.

Keselamatan itu diberikan Allah turun temurun tetapi tidak otomatis! Bagaimana hal ini bisa jadi? Allah sudah mengenal setiap kita sebelum lahir di dunia Ef 1:4 dan tahu lebih dahulu siapa yang akan percaya dan masuk di dalam Kristus.

Sebab itu kelahiran masing2 lewat orangtua yang mana, itu sudah diatur oleh Allah sedemikian rupa sehingga orang yang percaya dan keluarganya selamat Kis 16:31. Jadi, kalau satu orang percaya pada Tuhan Yesus dengan sungguh2, maka orang2 yang masuk dalam keluarganya itu bisa selamat kalau mau. Tidak otomatis tetapi ada janji dari Tuhan, seperti Kis 16:31. Sebab itu orang yang percaya selalu berkata, saya dan keluarga saya akan beribadah dan percaya dan selamat Yus 24:15. Jadi kalau seorang percaya, maka ia dan seisi rumahnya diselamatkan. Isi rumah atau “panci” kita akan diselamatkan, asal kita mau menggaraminya dan mau menggembalakannya dan orangnya mau mengambil keputusan untuk terus percaya dan setia sampai mati. Semua orang yang cinta Tuhan harus mau menggembalakan, paling sedikit panci atau keluarganya masing2, ini kewajiban semua orang yang cinta Tuhan Yoh 21:15-17 = Yes 51:8.

Ini janji Tuhan, yaitu keselamatan yang diberikan Tuhan itu turun temurun dalam keluarga, meskipun ini tidak otomatis, sebab keluarganya  harus digarami (oleh garam yang asin), harus digembalakan sampai semua anak dan turunan kita, bahkan seisi rumah kita, semua sungguh2 percaya dan diselamatkan. Ini janji Tuhan yang indah dan luar biasa.

Kadang2 perlu waktu untuk menggaraminya. Kadang2 harus menunggu; lambat atau cepat sering tergantung dari:

– cara hidup dari orangtua yang sungguh2,

– memakai kuasa Allah/ kekuatan sendiri.

– dengan tekun, perlu waktu

– yakin bahwa ini adalah janji Tuhan sehingga bergairah dan tidak putus asa Yus 24:15,

– maka Tuhan akan menggenapkan janjiNya.

Kalau kita mau menjadi garam dan mau menggembalakan, mentaati perintah Tuhan, mau melakukan kehendakNya dalam seluruh keluarga (Mat 7:21, Yus 24:15), maka Tuhan sendiri yang akan bekerja dan janji Tuhan akan digenapi.

Orang yang bodoh, tidak mengerti dan tidak mau taat melakukan kehendak Tuhan (orang yang tidak sungguh2 dengan segenap hatinya percaya pada Tuhan Yesus, garam yang tidak asin) bisa binasa karena kebodohan dan kekerasan hatinya, sehingga tidak semua isi rumahnya selamat!

III. PELAYANAN PRIBADI.

Termasuk melayani isi rumahnya sendiri adalah tugas setiap orang, apalagi para hamba2 Tuhan, sehingga seluruh keluarga sungguh2 percaya dan keluarga dapat diatur dengan baik 1Tim 3:4-5. Pelayanan pribadi itu terutamauntuk keluarga dan untuk orang tertentu lainnya; ini adalah ukuran yang lebih tepat. Sebab ini adalah pelayanan yang kecil, hanya 1 orang (tetapi yang setia dengan yang kecil bisa dipercayai untuk perkara yang besar Luk 16:10). Pelayanan mimbar itu dilihat orang banyak, ada yang melayani dengan baik, ada yang tidak betul. Misalnya kalau sudah ditentukan, harus dilakukan (sekalipun dengan terpaksa dan ber-sungut2) supaya jangan dicela orang banyak. Tetapi pelayanan pribadi itu bergantung dari kesungguhan yang murni. Kalau malas, kurang terbeban, kurang cinta Tuhan (Yoh 21:15-17) akan ditelantarkan. Tentu hasilnya kurang atau gagal, sebab tidak dengan sungguh2 cinta dan terbeban dan tidak ada orang tahu. Tetapi orang yang cinta Tuhan, terbeban, dikerjakan dengan doa dalam Roh dan kebenaran, dengan berusaha mati2an sekalipun hanya 1 atau 2 orang dan Tuhan akan menyertai sehingga orang yang dibimbing bisa tumbuh dengan baik seperti dia sendiri 1Kor 11:1. Juga kalau berhasil, hampir2 tidak ada yang tahu dan melihatnya tetapi Tuhan tahu dan Dia sangat bersukacita dan mencatat semua pahala dan memberikan berkatNya. Sebab itu pelayanan pribadi itu sangat penting, sebab semua orang beriman harus bisa dan mau melakukannya pada orang2 tertentu karena Tuhan Yoh 21:15-17 (kepada isi rumah dan orang2 tertentu lainnya) dan ini menjadi ukuran yang murni dari kesungguhan kasih kita pada Tuhan. Luk 10:37.

Hasil pelayanan pribadi itu asli, orisinil begitu juga keluarga itu adalah hasil pelayanan pribadi dari orangtua (dan mungkin juga dibantu orang2 yang cinta Tuhan dalam rumah itu).  Hasil pelayanan seseorang, itu dapat dilihat dari keluarganya, meskipun kadang2 tidak langsung kelihatan, sebab kadang2 ada yang sampai mati baru si anak bertobat sungguh2, tetapi paling tidak ini menjadi salah satu tanda atau ukuran kesungguhannya kepada Tuhan. Sebab itu jangan mengecilkan pelayanan pribadi, justru ini adalahkunci perkembangan deret ukur yang luar biasa dalam pemuridan, sangat efektif, membimbing orang lain menjadi seperti kita sendiri 1Kor 4:16, 1Tes 1:6, Pil 3:17 dll. Justru pemuridan yang diperintahkan Tuhan itu hanya bisa lewat pelayanan pribadi. Lebih2 di rumah, orangtua (atau orang yang pertama kali percaya Tuhan Yesus dalam rumah itu) itu diteropong dari segala segi dan kalau ia berubah, lahir baru, seluruh isi rumah akan tahu dan mudah ketularan. (Kalau ia pura2, maka orang yang menirunya menjadi isi Neraka dua kali ganda Mat 23:15). Pelayanan pribadi di rumah itu sangat penting tetapi tidak boleh munafik, misalnya ibu bapak atau kakek nenek yang nikahnya harmonis atau rusak (ingat, bisa dibetulkan kalau mau), anak2 pasti tahu apa yang sesungguhnya.

HIDUP NIKAH SUAMI ISTRI.

Mereka menjadi 2 tiang yang di atasnya seluruh keluarga bergantung, sebab itu hidup nikah harus dipelihara baik2 dan kalau ada yang retak atau terganggu sedikit, harus segera diperbaiki, jangan beri tempat atau kesempatan pada iblis Ef 4:27. Suami istri harus terbuka, jangan ada yang tersembunyi. Hubungannya harus dalam terang dan kasih Kristus. Tentu semua harus dimulai dengan lahir baru dan terus tumbuh seperti Kristus. Kalau tumbuh seperti dunia, orang dunia atau iblis (ini sama, hanya beda gradasinya, sebab hanya ada 2 arah dan 2 macam orang yaitu anak2 iblis dan anak2 Allah 1Yoh 3:10), maka sulit didapatkan nikah yang bahagia sebab ada api Neraka yang menyala. Tetapi kalau keduanya atau paling sedikit salah satu sungguh2 cinta Tuhan dan hidup suci, masih bisa menang sebab Tuhan Yesus sudah menang lawan iblis kepalanya, pasti bawahannya juga sama.

Ada suami nyeleweng, si istri hidup sungguh2 bagi Tuhan Gal 2:20, tidak melawan dengan kekuatan sendiri, tetap mengampuni dan tidak merencanakan siasat2 kebencian atau pembalasan, apalagi cerai, itu tidak dipikirkannya; dan heran, sesudah kurang lebih 3 tahun suaminya bertobat dan dipulihkan, mereka bisa hidup dengan bahagia dari Tuhan. Juga Ayub mengampuni istri yang brengsek dan tetap setia pada istri yang tidak setia. Sekalipun Ayub waktu pulih jadi dua kali lebih kaya, ia bisa mengambil istri baru, bahkan lebih dari satu (ini Wasiat Lama, poligami masih dibiarkan Allah) tetapi Ayub tetap setia dan mencintai istri yang jahat ini, sebab itu istrinya berubah; seharusnya ia dihukum mati oleh Tuhan sebab dia gurunya anak2 yang jadi sangat jahat. Anak2 sudah dihukum mati oleh Tuhan, tetapi sebab Tuhan melihat Ayub bisa mengampuni dan menobatkan istrinya, Tuhan tidak membunuh istrinya. Sebab itu Tuhan mengangkat Ayub menjadi begitu tinggi dan hidup sampai generasi ke-4 yang baru (yang lama sudah mati semua) dan mungkin sekali Ayub ikut bangkit waktu Putra manusia Yesus mati di salib.

Kesucian mutlak harus dipelihara sehingga kasih suami istri tidak bocor tetapi tumbuh. Jangan biarkan dosa zina sekalipun dalam pikiran Mat 5:28, itu Neraka yang terus tumbuh sekalipun disembunyikan dalam kantong dalam Ams 6:27-28 apalagi yang terang2an berzina itu seperti berjalan di atas api, pasti neraka akan terasa dengan nyata. Sebab itu jangan ada dosa zina. Jangan mau ditipu pornografi, orang bijak akan lari Ams 22:3 dan Surga akan bersemi dalam hidup nikah mereka, ber-bunga2 dan ber-buah2 dalam rumah tangganya. Tentu dosa2 lain juga harus dibuang jauh2 seperti cinta uang, kesombongan, mulut yang tidak dikekang Yak 1:26 dsb.

Kita harus hidup berkenan kepada Tuhan Kol 1:10 seperti Putra manusia Yesus Mat 3:17. Jangan kuatir, Tuhan sudah menang dari kepala setan2 yaitu iblis, kalau mau pasti semua kerusakan akibat dosabisa diperbaiki dan hidup dipulihkan (mungkin tidak 100%), tetapi bisa mati lepas dari dosa, jadi puas, indah sampai dalam Surga yang kekal Yoh 4:14 bahkan makin lama sukacitanya makin dalam Yez 47:1-5. Kalau sungguh2 bertobat, 7 Kebutuhan Pokok Rohani itu nikmat. Bahkan untuk akhir zaman yang makin jahat ini, kita harus bisa menikmati 7 KPR plus yaitu persiapan dobel. Dengan pengurapan yang dobel, juga terus menerus doa dalam Roh dan kebenaran, 2 gomer manna, apalagi kalau bisa bersekutu dengan betul, kekuatan bisa naik 100 kali ganda dan kita jadi pemenang pada akhir zaman ini menghadapi 3 Antikris pertama (Dan 7).

ANAK-ANAK.

Ini bagian yang tidak sulit kalau orangtua tumbuh seperti Kristus dan mendidik anak2 dimulai dari dalam perut. Orang yang sungguh2 ikut Tuhan (sekalipun hanya 1 orangtua, pincang), anak2nya disucikan dalam orangtuanya 1Kor 7:14 dan bisa tumbuh dengan betul + subur seperti Timotius yang hanya dididik ibunya 2Tim 3:15 sehingga tidak timbul problem. Bahkan ada anak2 bisa lebih indah dari orangtuanya seperti Daud dari Isai, Yusuf dari Yacob dll, tetapi anak2 ini tetap hormat dan cinta orangtuanya. Dari kecil ajarkan Firman Tuhan, jangan dimanja, beri contoh hidup yang benar dan berdoa terus dalam Roh dan kebenaran supaya bisa berjalan dalam Roh, sehingga kita bisa melakukan pemuridan bagi anak2 kita. Kalau toh terjadi pemberontakan dan kerusakan, jangan kecil hati atau putus asa. Terus didik dengan kasih dan kuasa Allah (berjalan dalam Roh terus menerus minta pimpinan Tuhan). Terus dididik dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus, maka satu saat anak itu akan bertobat seperti janji Allah. Sebab keselamatan dari orang2 yang betul2 selamat, akan turun temurun.

Ada anak yang baru bertobat sungguh2 umur 30 thn atau 40 thn, itu luar biasa, janji Tuhan digenapkan, tetapi itu bukan rencana kelas 1. Seharusnya umur 30 (misalnya Yusuf, Daud, Putra manusia Yesus, Yohanes pembaptis dll) mereka menjadi matang, tetapi orang2 yang baru lahir ini masih harus tumbuh, itu perlu waktu. Orang yang keras hati ini,membuang kesempatan 30 tahun, itu seperti rugi 100 milyard atau 1 Trilyun, bahkan lebih. Kita lulus SMA sesudah kelas 2 SMA, ini saja sudah sulit (12 tahun dikurangi 1 tahun) apalagi dikurangi 30 thn. Banyak orangtua dan anak2 yang tidak sadar, mereka mengalami kerugian besar sebab kemuliaan yang kekal baginya habis, tinggal sebagian saja,sangat terbatas. Misalnya orang bertobat umur 30 thn biasanya kesucian bujangnya sudah rusak dan nikahnya terganggu, kecuali bertobat sungguh2 tetapi seringkali tidak bisa sampai kelas 1. Daud kalau tidak berzina (ukuran Wasiat Lama) dengan Betsyeba barangkali bisa mendekati kesempurnaan. Yusuf, Ishak, Ayub, Musa dll  nikahnya monogami seperti Adam Hawa Mat 19:8. Elia, Paulus membujang. Belum lagi dosa2 lain. Rugi kalau umur 30 tahun baru mulai.Paling baik jangan tunggu terlambat baru bertobat, itu rugi besar, lebih dari trilyunan. Atau seharusnya jadi profesor tetapi jadi tukang semir sepatu.

Tetapi kalau toh nyata adakerusakan apapun dalam suami istri atau anak, menantu, cucu dll, jangan putus asa, ini pengolahan yang efektif untuk orang yang tidak jatuh, asal mau terbeban dan menghadapinya, ia bisa tumbuh menjadi sangat indah dan orang2 itu bertobat dan dipulihkan. Berdoa terus dalam Roh dan kebenaran, terus taat dipimpin Roh maka dengan kuasa Roh Kudus, kita bisa tumbuh dengan cepat sampai tingkat2 yang lebih tinggi. Dengan Tuhan Yesus pasti menang, sebab kalau orang itu sungguh2 percaya Tuhan, cinta Tuhan dan taat dipimpin Roh, janji Yes 51:8, Kis 16:31 akan didapatnya sehingga “saya dan keluarga saya” aktif berbakti kepada Tuhan dan terus duduk bersama sampai di Surga! Ajarkan anak2 tetap setia dari kecil, pada Tuhan, pada Gereja, pada suami/ istri, pada orangtua sampai mati. Juga setia di dunia (misalnya dalam pekerjaan) sesuai pimpinan Roh. Banyak orang tidak sadar bahwa setia (waktu enak dan tidak enak) itu pengolahan yang mutlak perlu supaya tumbuh (kecuali setia pada Gereja, tetapi Gerejanya jadi sesat). Biasanya kalau tidak setia, sebab tidak mau menyangkali daging, orang itu tidak tumbuh, jadi kanak2 sehingga terombang-ambing oleh ber-macam2 ajaran dan daya tarik daging atau dunia Ef 4:14 sampai rohani rusak. Setia itu salah satu yang dibutuhkan mutlak sampai mati Wah 2:10. Jangan menuruti orang banyak atau permintaan anak2, tanpa kesetiaan, nikah rusak, rumah tangga hancur juga dalam rohani akan kacau dan macet.

KEUTUHAN KELUARGA.

Kalau 1 orang sungguh2 percaya, ia punya janji Tuhan (meskipun tidak otomatis) untuk keselamatan seluruh keluarganya Kis 16:31 sebab seluruh panci jadi asin oleh garam yang betul2 asin (kalau garamnya tawar, janji Tuhan tidak berlaku, tetapi Dia tetap cinta semua orang tanpa kecuali asal mau percaya, sekalipun bapaknya “garam yang tidak asin” 2Pet 3:9). Kalau kita selalu meninggikan Tuhan Yesus dalam rumah, dahulukan dan utamakan kasih dan pimpinanNya, maka semua orang dalam rumah dan kelompoknya akan ditarik kepada Tuhan sehingga dengan sendirinya lekat satu sama lain dan menjadi satu persekutuan tubuh Kristus yang kuat dan harmonis Yoh 12:32. Keluarga seperti ini bisa tumbuh bersama dalam rencana Allah yang amat besar. Kalau rencana Allah bagi satu pemuda dan satu pemudi masing2 satu perahu, waktu nikahmenjadi satu kapal, kalau satu keluarga bersekutu dengan betul (bukan pura2) maka rencana Allah bagi keluarga itu bisa jadi roket ke bulan. Begitulah kalau seluruh keluarga memutuskan meninggikan Kristus, rencana Allah yang indah2 pasti jadi. Yusuf (orang yang tulus Mat 1:19) dan Maria (Luk 1:28) bisa bersekutu dengan baik  juga orangtua bisa menguasai anak2nya yang lain, maka rencana Allah yang terbesar terjadi dalam mereka, yaitu pembentukan Mesias dipercayakan pada keluarga Yusuf Maria.

Juga Nuh yang satu keluarga bisa bersekutu meninggikan Tuhan, taat akan perintahNya, rencana Allah yang besar terjadi dalam hidup mereka semua.  mereka membuat bahtera dan menyelamatkan seisi dunia, luar biasa!

Sebab itu kita harus berusaha supaya suami istri dan anak bahkan sampai cucu bisa bersekutu dengan setia dalam Gereja yang betul, maka mereka bisa jadi sehati, sepikir, setujuan seperti yang diharapkan Tuhan 1Kor 1:10, Pil 2:1-2 sehingga rumah tangga jadi kokoh dan mengalami rencana Allah yang terindah, Mrk 3:25 yaitu bisa lewat air bah akhir zaman dan ikut pengangkatan.

Jangan bersekutu dengan rencana dosa atau denganjahat, bisa binasa semua seperti Korah CS, Achan dll. Bahkan keluarga dengan keluarga bisa saling tolong menolong dan bekerjasama (bukan saling menfitnah)dalam membina hidup nikah dan anak2. Jangan lupa, perlu ada rahasia pelayanan Ams 25:9 supaya pemulihan bisa lancar.

 

KESIMPULAN.

Zaman sekarang sulit ada rumah tangga yang manis, tetapi justru ini kuncinya untuk melewati air bah akhir zaman seperti zaman Nuh, supaya kita bisa masuk dalam rencana Allah yang indah sampai yang top, yaitu semua ikut pengangkatan termasuk yang sempurna.