YS358 – YESAYA 66:23-24. DAGING YANG MENYEMBAH ALLAH DAN YANG MENJADI KEKEJIAN

YES 66:23. DAGING YANG MENYEMBAH ALLAH.

Ini adalah ayat2 terakhir dari Yesaya, yang juga menjadi kesimpulan bagi manusia. Ada 2 macam manusia atau daging, sesudah hidup di dunia selesai, yaitu daging yang menyembah Allah suatu hidup kekal dalam kesukaan yang besar yang selalu baru dalam Surga Bumi Baru yang indah, atau daging yang menjadi kekejian dalam pende-ritaan yang kekal sesuai dengan pem-berontakan dari daging. Inilah orang2 yang tidak mau percaya pada Tuhan, tetapi menyembah iblis dan setan2. Bedanya dahsyat sekali dan jadi mak-simal bedanya, sebab ini untuk kekal, tidak bisa berubah atau pindah lagi. Semua dimulai dan ditentukan dalam dunia dan tampak jelas di jalan lebar atau sempit ini. Semua ini dimulai di dunia, tetapi akibatnya sampai kekal dalam Surga atau Tasik Api yang kekal! Sebab itu kalau kita bisa melihat akhir dari se-gala2nya dengan jelas, kita akan menjadi bijak dan tidak sampai salah pilih dan tidak mau ikut2an arus, tetapi dengan pengertian dan keputusan yang tegas bisa memilih yang benar dan kekal.

Seperti keledai Isachar sebelum dan sesudah bisa melihat akhir dari se-gala2nya, hidupnya, (pengertian, pen-dirian dan sukacitanya) sangat berbeda sekali Kej 49:15. Ia menjadi sangat bijak dan berubah seluruh sikap dan cara hidupnya sesudah bisa melihat tujuan terakhir hidupnya. Banyak orang yang mulai bisa mengerti tentang Wahyu dan nubuatan akhir zaman, apalagi kalau bisa melihat kekekalanyang tidak tampak, orang2 itu menjadi bijak, tidak berani lagi hidup sembarangan, sebab tahu akibatnya untuk kekal.

Selain itu manusia itu lain dari malaikat dll, sebab punya kurungan tubuh daging dan ini belum ditebus, dancondong pada dosa Yoh 3:19. Roh manusia yang sudah ditebus, cinta kebenaran dan benci dosa seperti Kristus Ibr 1:9; sehingga selalu timbul pertentangan antara daging dan roh dan kita harus memilih, menentukan mau turut yang mana Gal 5:16-17. Ini keadaan di dunia sampai mati atau waktu menjadi sempurna. Waktu mati daging juga mati dan dikubur.

Waktu orang2 benar bangkit terjadi penebusan tubuh sehingga ia berubah menjadi tubuh kemuliaan yang tetap punya daging, tetapi tidak lagi bisa berdosa atau condong pada dosa, sama sekali tidak bisa berdosa, juga tidak ada godaan. Di Surga kita masih memakai tubuh daging seperti Kristus sesudah kebangkitan, tetapi suatutubuh yang tidak bisa berdosa dan tidak lagi kena kutuk dosa (mulai Adam-Hawa jatuh dalam dosa Kej 3:19), sehingga tidak ada sakit, menua atau mati. Bisa hidup tetap dalam kesucian dan menyembah Allah yang penuh kemuliaan dan kesukaan yang hidup yang sangat indah dan ada banyak pekerjaan seperti hoby yang selalu berhasil (tidak ada yang gagal dan menekan) dan selalu tinggal dalam sejahteradan selalu ada hal2 baru setiap kali.

Ini keadaan daging di Surga kekal.

Tetapi orang2 atau daging yang tidak mau percaya dan melawan Allah, menjadi pihak iblis dan musuh Allah, keadaannya sama sekali berbeda. Inilah nasibnya untuk kekal dalam rumah bapa iblis, yaitu penuh dengan ulat dan api dan situasi yang pahit dan celaka Mat 25:41. Inilah Neraka dan menjadi Tasik api, dimana api dan ulatnya tidak mati Yes 66:24, Mrk 9:44,46,48. Keadaannya dalam tubuh kebangkitan orang dosa itu dahsyat dan untuk kekal, tidak bisa pindah lagi.

 

 

YES 66:24. DAGING YANG MENJADI KEKEJIAN

 

24a. Dan mereka akan keluar dan melihat.

Ini suatu perbandingan antara tubuh kebangkitan orang dosa dan orang benar yang akan berlangsung mulai saat kebangkitan orang benar (yaitu pada hari pengangkatan) dan orang berdosa pada akhir kerajaan 1000 tahun.

 

Bila?

Sejak pengangkatan kita sudah bisa melihat keadaan Neraka (berisi roh2 orang berdosa).

Sesudah perang Harmagedon, An-tikris dan nabi palsu dilempar ke dalam Tasik api (mungkin juga ber-sama2 orang yang sudah sempurna dalam dosa, sebabkeadaannya seperti Antikris).

Orang2 yang masuk di sana mulai tersiksa oleh api dan ulat yang tidak mati, sementara itu iblis dan setan2 masih dalam penjaranya masing2 (Abusos dll), baru kemudian (sesudah Gog dan Magog dan Tahta Putih yang Besar) Neraka dll dilemparkan juga ke Tasik api; jadinya makin dahsyat. Kalau dahulu hanya antara orang2 yang sempurna dalam dosa (pasti ramai, keji, berkelahi terus, di dalam suasana api dan ulat yang menyiksa, apalagi sesudah semua orang jahat dan roh2 jahat jadi satu dalam Tasik api atau Gehena, tempat hukuman yang kekal).

Orang2 yang taat dan cinta akan Tuhan masih bisa melihat penderitaan mereka (seperti bangkai hidup yang kekal) sampai sesudah Surga Bumi Baru dan Tahta Putih yang Besar selesai, (dalam sekejab) lalu Surga Bumi Baru dipisah-kan dari Tasik api atau Gehena untuk kekal 2Tes 1:9. Orang yang melihat untuk 1 hari saja sudah sangat dahsyat, apalagi sejak pengangkatan, orang2 yang masuk Surga bisa melihat orang2 yang sudah ada di Neraka, meskipun masih dalam roh, (baru sesudah Har-magedon ada orang2 yang masuk dalam Tasik api dalam tubuh kebang-kitan orang dosa dan sesudah Tahta Putih yang Besar, tampak semua orang berdosa dalam tubuh kebangkitan orang dosa dalam Tasik api atau Gehena).

 

24b. atas bangkai dari orang2 yang sudah mendurhaka melawan Aku.

Dahsyat keadaan orang2 ini, seperti bangkai hidup yang kekal. Mereka tidak mati, tetapi hidup kekal dalam api yang tidak pernah bisa dipadamkan Mat 25:41. Terus sampai kekal sebagai bangkai yang mengerikan dan menji-jikkan. Tidak ada orang suka melihat bangkai. Melihat orang mati saja, tidak semua orang berani, kecuali yang cukup cintanya, tetapi itupun terbatas, sebab yang dicintainya sudah tidak ada disitu, itu hanya tinggal pakaian yang kotor yang sudah membusuk, tetapi orangnya sudah pergi ke tempatnya masing2. Melihat dalam Neraka (Se-perti Abraham melihat orang kaya yang tersiksa dalam Neraka itu Luk 16:25) baik rohnya yang tersiksa atau tubuh kebangkitan orang berdosa, itu betul2 pemandangan yang mengerikan.

Mengapa Tuhan memberitahukan hal ini? Supaya kita yang sekarangpun sudah tahu dan ber-jaga2 jangan sampai kita menjadi bangkai hidup yang dahsyat itu. Inilah orang2 yang mendurhaka melawan Allah. Mereka melawan Allah di dunia, berbuat segala macam dosa dan berani melawan, bahkan me-ngata2i Allah dengan seenaknya, dan se-olah2 tanpa akibat apa2, bahkan mungkin makin sukses dan keberkatan. Kadang2 sampai hari matinya, tetapi congkak, ber-tambah2 dalam dosa dan sukses seperti dalam Maz 73:1-20. Orang2 yang durhaka ini keadaannya begitu beruntung sampai pemazmur jadi kecil hati, bahkan kece-wa sebab se-olah2 tidak ada bedanya antara orang2 yang pikul salib mem-perkenankan Tuhan dengan orang2 yang durhaka dan begitu jahat, se-olah2 tidak ada akibatnya sama sekali. Ini advertensi iblis yang menarik lebih banyak orang lagi seperti dalam zaman Nuh, mereka bisa menarik orang jauh lebih banyak daripada Nuh yang gagal menarik orang kepada Tuhan, Luk 17:26-27. Seluruh dunia ikut arus dosa, apalagi belum ada Firman Tuhan (Taurat) Gereja dll. Mereka hanya me-nuruti daging saja, kecuali Nuh seke-luarga yang terus berjalan dengan Tuhan dan taat habis2an untuk membuat proyek besar dari Allah, yang menghabiskan seluruh waktu dan hidupnya dengan banyak derita di jalan sempit. Tetapi sesudah mati, tampak benar bedanya antara hidup di jalan sempit dan lebar.

Hukuman untuk orang yang dur-haka dan melawan Allah dalam dunia ini tidak terlalu nyata, apalagi orang berkedudukan, berkuasa, kaya, terhor-mat dalam dunia kalau mendurhaka melawan Tuhan dan hamba2Nya se-enaknya sendiri. Apalagi seperti Hero-des, tidak peduli dan terus menuruti daging, bahkan ia membunuh Yohanes yang dikenalnya sebagai seorang hamba Allah. Juga di dalam Gereja di antara orang2 beriman. Tetapi semua ada ukuran atau batasnya. Banyak yang mati “biasa” (mungin 1 juta lebih), te-tapi beberapa seperti penghulu2 yang melawan Musa mati dengan dahsyat, namun semua di neraka akan meng-alami semua hukumannya dengan penuh, seperti bangkai hidup yang menderita.

 

24c. Ulatnya tidak akan mati.

Jadi ulat ini juga kekal dan menyiksanya habis2an. Siapa ulat ini? Mungkinkah ini binatang seperti ulat? Pasti ia sendiri juga kena api yang dahsyat dan mati. Kalau Tuhan menciptakan khusus makhluk2 untuk maksud ini, ini tidak adil sebab hidupnya hanya untuk men-derita. Kalau binatang tidak mungkin sebab fana tidak kekal. Mungkin juga ini roh2 setan yang berhasil menja-tuhkan orang itu dan menguasai, men-dorongnya dalam dosa dan perkara2 yang keji sehingga terus tumbuh dalam dosa sampai mati dan sekarang orang itu jadi warisan atau haknya untuk disiksa sebagai hadiah dan kesu-kaannya. Satu orang bisadikerjakan oleh banyak setan. (Orang gila Gadara dirasuk ber-sama2 oleh lebih dari 2.000 setan. Begitu juga setiap orang bisa digarap oleh banyak roh2 setan). Mungkin setan2 inilah yang menjadi ulat penyiksa bagi orang2 itu, bukan binatang biasa atau makhluk2 hidup tertentu. Sebab memang dalam Neraka setan2 akan menggarap orang2 yang berhasil “dimenangkan jiwanya” oleh mereka dan mereka semua punya hak atas orang yang masuk Neraka ini. Bandingkan di Surga, orang2 yang kita menangkan dan kita layani itu menjadi makhkota kita 1Tes 2:19. Tentu mereka tidak dirugikan, tetapi dari Tuhan kita menerima pahala. Tetapi di neraka iblis tidak memberi pahala, tetapi orang ini jadi hak dari setan2 yang mengga-rapnya untuk kesukaan roh2 setan yang bersukacita dalam menyiksa  dan menganiaya orang2. Kalau mereka be-rebut2an itu sudah biasa dan orang2 ini dianiaya oleh “ulat2” ini.

24d. dan juga apinya tidak akan dipadamkan.

Ada 2 api yaitu api yang menyiksa tubuh kebangkitan atau daging orang berdosa ini dan api yang menyiksakan rohnya, keduanya itu sangat dahsyat sampai asap (keluhan, teriakan dan penderitaan mereka semua) naik ke atas se-lama2nya, tetapi tidak lagi bisa bercampur dengan Surga Bumi Baru, terpisah dengan jarak yang tidak bisa ditempuh, bahkan dalam pikiranpun tidak bisa dicapai 2Tes 1:9. Begitu dahsyat.

Di Surga ada sukacita, puas, gembira untuk daging, tubuh orang2 yang masuk di dalamnya dan kesukaan untuk rohnya, sehingga baik orang dalam dan orang luar sangat bersu-kacita di Surga Bumi Baru.

Tetapi di Tasik api atau Gehena (tempat hukuman yang kekal) ada siksaan dan celaka untuk tubuh yang berdosa oleh “ulat2” kekal ini (menjadi bangkai hidup yang kekal) dan untuk rohnya yang tersiksa dan teraniaya ber-sama2 diantara orang2 di Neraka dan oleh iblis dan kaki tangannya. Apakah mereka bisa adaptasi, jadi biasa di dalamnya? Mungkin juga terpaksa, tetapi terus ada kepahitan, siksaan dan celaka dan kejahatan yang baru dan terus ber-tambah2. Di Surga selalu ada perkara baru yang menyenangkan, di Neraka perkara2 keji, jahat, pahit yang baru dan makin jahat. Inilah rumah bapak iblis yang selalu tidak percaya dan berontak, melawan Allah, tetapi sekarang sudah tidak ada kesempatan dan tidak ada hubungan lagi. Terpisah untuk kekal 2Tes 1:9 dan nyata benar bedanya.

Di dunia mula2 bedanya sedikit antara orang hidup suci dan dosa, antara jalan lebar dan sempit, tetapi makin lama makin besar bedanya dan menjadi perbedaan besar, dan menjadi permanen sesudah mati. Suasana Neraka dalam orang2 dosa itu sudah mulai di dunia, biarpun hanya sedikit, bahkan seringkali ditutup dengan umpan kesukaan dosa yang manis sehingga tidak terasa pahit atau sakit, tetapi enak Ibr 11:25. Namun makin lama, suasana Neraka makin nyata, mula2 dalam hatinya (ditutup dengan umpan dosa sesaat yang manis untuk daging), tetapi lama2 seluruh hidupnya rusak dan tidak tahan hidup, seperti Yudas. Mula2 janji 30 keping perak itu sangat menggembirakan Yudas sampai ia ber-angan2 dan berencana untuk membunuh Putra manusia Yesus, akhir-nya sesudah semua terlaksana, ia tidak tahan hidup. Uangnya dilemparkan dalam bait Allah dan orangnya bunuh diri, meskipun sedikit banyak ia me-ngerti itu tidak boleh dan jahat, tetapi banyak roh2 setan dan iblis memo-jokkannya. Tetapi sebab tekanan dan penderitaan yang besar, ia tidak tahan dan mau lari dari penderitaannya, satu2nya jalan adalah lari dari kenya-taan, apalagi setan2 terus mendo-rongnya (sebab kalau mati, orang ini jadi “pahala” permanen, mereka se-mua untuk kekal). Hanya ada 2 pihak dan tempat (terang dan gelap, Allah atau iblis) semuanya saling ber-tentangan satu sama lain, mulai di dunia dan sesudah mati jadi maksimal, mencapai puncak2nya dan permanen untuk kekal. Betapa untung orang yang percaya dan mengerti kebenaran Fir-man Tuhan tentang hal ini.

 

24e. dan mereka akan menjadi suatu kekejian kepada segala daging.

Tasik api itu tempat kekejian yang dahsyat, tidak ada yang senang di sana, tetapi semuanya terpaksa tinggal di sana untuk kekal. Setan2 dan iblis tidak ber-henti2nya menyiksa orang yang menjadi bagiannya. Ingat iblis dan setan2 tidak punya tubuh daging seperti manusia, mereka di dalam Tasik api di dalam roh, tetapi manusia yang masuk, di dalam tubuh dan rohnya, ini jadi bulan2an penyiksaan iblis. Seba-liknya Surga adalah tempat kesukaan yang kekal untuk tubuh dan roh orang2 yang selamat.

Kalau manusia bisa melihat sekarang, dari Firman Tuhan dan Roh Kudus, sudah bisa melihat Surga dan Neraka mulai sekarang, dengan mata yang dicelikkan oleh Roh Kudus, maka hidupnya akan berubah sama sekali. Tetapi orang2 yang mata rohaninya dibutakan oleh iblis 2Kor 4:4, belum bisa melihat, bahkan ada yang berkata Neraka itu indah, tenang seperti kuburan, tidak kacau seperti dunia,  sehingga banyak orang yang tegang, gelisah lalu bunuh diri supaya tenang, karena ditipu iblis. Belas kasihanlah pada orang2 yang buta seperti ini, apalagi mereka ada di dekat kita, keluarga kita! Mat 8:13. Perjuangkan mereka Kis 16:31.

 

KESIMPULAN.

Tuhan itu baik dan kasih, tidak ingin seorangpun binasa 2Pet 3:9. Tetapi manusia bukan mesin, harus memilih untuk percaya dan taat atau tidak percaya dan melawan, apalagi kalau ditipu iblis. Allah adil dan Mahakuasa, dan kasih. Kasih Allah dalam kita mem-buat kita jadi belas kasihan, bahkan jadilah garam dan terang bagi orang2 sekitar kita, lebih2 yang di dalam rumah kita Kis 16:31. Jangan dibiarkan, itu tugas kita dan Tuhan menjanjikan keselamatannya, tetapi kita harus berusaha untuk diri kita dan untuk orang2 sekitar kita. Surga-neraka mulai di dunia, bukan nanti sesudah mati. Jangan buang kesempatan, sebab di dunia kita sudah harus ada di jalur yang betul, sudah memilih percaya pada Tuhan, selamat dan tetap setia sampai akhir.

 

Nyanyian:

– Di dalam dunia, ada dua jalan

 

– S’karang ini sudah ada, hari senang buat saya.