YS355 – YESAYA 66:22. BENIH DAN NAMA KEKAL SEPERTI SURGA BUMI BARU

22a. Karena seperti Surga Baru dan Bumi Baru yang akan Kubuat.

Tuhan Allah akan membuat Surga Bumi Baru dan ada 2 hal yang dibuat Allah di dalamnya bagi kita, sebagai akibat dari apa yang kita lakukan dalam Surga Bumi Lama itu:

  1. Ada yang tidak akan diingat lagi untuk se-lama2nya Yes 65:17.
  2. Ada hal2 yang terus diingat Allah untuk kekal se-lama2nya Yes 66:22.

Luar biasa rencana Allah, Surga Bumi Lama (SBL) adalah tempat produksi atau pengolahan, bahkan tempat penentuan yang menghasilkan hal2 yang diingat dan yang dilupakan oleh Tuhan Allah dan semua isi Surga Bumi Baru untuk se-lama2nya.

Dalam Yes 65:17 kita sudah belajar bahwa semua:

  1. Semua perkara2 dosa yang sudah ditutup oleh darah Yesus itu terhapus dan tidak teringat lagi untuk kekal. Tetapi perkara2 dosa yang tidak ditu-tup darah Yesus, akan teringat dan dapat hukuman atau penuaiannya untuk kekal se-lama2nya dalam Tasik Api. Dahsyat! Tidak ada dosa yang kadaluarsa, semua tetap ada akibatnya untuk kekal, ada penuaiannya. Wai, kalau dosanya tidak terhapus, lebih2 orang beriman yang tahu, mengerti dan punya kesempatan untuk member-sihkannya dengan darah Yesus, tetapi tidak melakukannya, itu terlalu amat bodoh dan binasa, kesempatannya dibuang sia2!
  2. Semua perkara yang benar dan ber-kenan di hadapan Allah, dari orang2 yang sudah lahir baru dan tetap tinggal dalam kesucian akan diingat dan ada pahalanya untuk kekal, sekalipun hanya suatu perbuatan yang tidak berarti seperti secangkir air karena Tuhan Mat 10:41,42. Luar biasa! Jangan lupa, harus bersih dari dosa. Sebab kalau seorang mati dalam dosa, maka kebenarannya tidak diingat, tetapi ia ditarik oleh dosanya dalam Neraka kekal Yez 33:13. Sebab itu dalam segala saat kita harus terus menerus berdiri benar di hadapan Tuhan (sebab dalam segala saat setiap orang bisa mati dan menghadap Tuhan Amos 4:12). Sebab itu jangan simpan dosa apapun, kapanpun. Jangan kuatir kalausalah atau lupa ingat, sebab kita dibantu Sang Penolong yaitu Roh Kudus, asal kita betul2 mau hidup benar di hadapan Tuhan. Roh Kudus yang akan mengingatkan semua dosa yang masih ada, yang harus dibersihkan. Yang penting kita mau dan hari ini juga, waktu kita tahu, mengerti, ingat, saat itu juga kita harus segera memberes-kannya! Ibr 3:15. Semua perbuatan yang indah2 akan menjadi kosong, nihil dan sia2 kalau seorang berdosa sampai mati (= sampai akhir) dan tidak mau bertobat seperti banyak orang2 besar di hadapan Tuhan Mat 7:21-23. Sebab itu perlu sering2 memeriksa diri de-ngan sungguh2, apalagi waktu Perjamuan Suci. Bahkan juga saling menasehati dan saling membersihkan dalam Mat 7:2-5. Jangan simpan dosa setiap hari! Jangan simpan dosa sampai matahari masuk Ef 4:26.

 

Surga Bumi Lama.

Surga Bumi Lama akan dibakar habis (kiamat) pada waktu Tahta Putih yang Besar berdiri untuk mengadili orang2 berdosa Wah 20:11. Perhatikan, Nera-ka tidak dibuang, tidak lenyap, tetapi dilemparkan ke dalam Tasik Api. Tetapi Surga dan Bumi diganti yang baru dan ada Yerusalem Baru turun ke atasnya Wah 21:2. Tentang Surga Bumi Baru diterangkan dengan panjang lebar dalam Wah 21-22.

 

22b. Akan tetap tinggal di hadapan-Ku, kata Tuhan.

Surga Bumi Baru (SBB), termasuk Yerusalem Baru akan tetap ada di hadapan Tuhan, tinggal kekal, tidak hi-lang untuk se-lama2nya seperti Tuhan Allah itu kekal, juga manusia, malaikat, Iblis, makhluk2 Surgawi itu kekal. Te-tapi binatang, tumbuh2an itu mati dan lenyap. Sebab itu iblis habis2an mau merebut manusia sebagai miliknya (sekali menjadi milik iblis, itu berlaku sampai kekal. Juga orang2 yang mati masuk Surga, untuk kekal menjadi milik Allah), karena ini milik yang kekal, untuk diajak ber-sama2 melawan Allah, merebut seluruh kerajaan Surga. Ini suatu perbuatan bodoh yang sia2. Allah tidak mungkin kalah. Kalau pun Surga hilang, Allah bisa menciptakan lebih banyak lagi, Dia Mahakuasa! Tetapi kita harus ingat bahwa kita ini kekal dan selagi hidup dalam dunia, ini menen-tukan tempat kita untuk kekal di Surga Bumi Baru atau di Tasik Api yang kekal dan keduanya akanterpisah mutlak satu sama lain 2Tes 1:9.

 

22c. Begitulah benihmu.

Benih itu ada benih jasmani (keturun-an) dan rohani yaitu jiwa2 yang kita selamatkan. Kalau seorang tidak percaya pada Tuhan Yesus ia terhilang untuk kekal. Tetapi yang percaya, tetap harus setia sampai mati, ia akan muncul lagi di Surga untuk kekal, tetapi orang percaya yang tidak setia sampai mati, akan hilang dalam Tasik Api kekal.

Keluarga di Surga belum tentu sama seperti yang di bumi, meskipun ke-luarga di bumi sangat erat, lekat, Tetapi yang tidak percaya dan tidak setia sampai ke akhir akan masuk Neraka, di sana ada perkelahian dan permusuhan yang pahit dan kekal, tidak ada se-jahtera, hanya kebencian dan kepa-hitan untuk kekal! Keadaan juga di neraka lain, saling memusuhi dengan kebencian dan kepahitan yang memun-cak seperti iblis. Ini adalah ciri2 neraka di dunia (Rom 3:17) sampai di Tasik Api yang kekal, sebab itu Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan keluarga rohaninya Mat 12:50. Memelihara keturunan di dunia tanpa Kristus, tanpa iman itu sia2. Tetapi  orang mandul, tetapi banyak memenangkan jiwa, meskipun secara jasmani mandul, ko-song dan sia2, akan ber-sorak2 di Surga, sebab di Sana ia tidak mandul tetapi punya banyak anak dan anak2nya itu ada hubungan yang penuh dengan kasih dan sukacita untuk kekal, tidak akan berubah lagi, sebab jiwa2 dari segala bangsa yang dime-nangkannya, juga menjadi anak2 dan keluarga yang manis untuk kekal!

Susunan kartu keluarga di Surga lain daripada yang di Bumi.

Ikatan keluarga rohani, lebih2 per-sekutuan dalam Roh itu lebih kuat dari persekutuan keluarga jasmani, meski-pun banyak orang berimantetap me-melihara dan menjaga persekutuan keluarga jasmani jauh lebih dari yang rohani. Orang yang mengerti akan mencintai keluarga rohani lebih dari jasmani, paling tidak sama atau tidak banyak berbeda seperti Tuhan Yesus, dan bersekutu dengan manis untuk kekal. Keluarga jasmani hanya untuk sesaat di dunia. Ini bukan berarti mengabaikan keluarga jasmani, itu salah dan dosa 1Tim 5:8. Kita justru harus memperhatikannya dobel, jas-mani dan rohani. Tetapi banyak orang (juga orang Kristen yang tidak me-ngerti) sangat mementingkan keluarga jasmani jauh lebih dari keluarga rohani, bahkan dengan perbedaan yang sangat besar. Lihat saja dari pengorbanan waktu, uang, perhatian dll untuk memelihara dan menjaga hubungan keluarga. Paling tidak kita harus me-ningkatkan hubungan keluarga rohani makin tinggi sampai sama (lebih2 da-lam Minggu ke-70 Daniel Kis 2:44-46), bahkan bisa lebih seperti yang dibuat Tuhan Yesus. Jangan lupa adalah ke-wajiban dan beban kita supaya ke-luarga jasmani ini juga menjadi ke-luarga rohani, sama2 percaya dan sama2 diteruskan dalam Surga (juga Surga Bumi Baru) yang kekal!

 

Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan benih2 yang kekal?

  1. Memenangkan jiwa2 yang bisa kita hubungi, itu kehendak dan kerinduan Tuhan supaya semua selamat, tidak binasa Yoh 3:16, 2Pet 3:9.
  2. Memenangkan jiwa sebanyak mung-kin (jangan lupa anggota keluarga jas-mani juga, bahkan itu orang dekat yang mula2 harus dimenangkan!) Yoh 15:8.
  3. Membuat mereka juga melahirkan turunan rohani, punya anak2 rohani dan itu juga dididik supaya anak2nya juga beranak lagi secara rohani, turun temurun.
  4. Menumbuhkan jiwa2 yang sudah selamat se-tinggi2nya (selama bisa, juga memenangkan jiwa2, sebab ukur-an tingkat rohani di dunia menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal di Surga!
  5. Macam2 jiwa yang harus kita me-nangkan, digolongkan menurut angka2 yang harus dipenuhi untuk kedatangan Tuhan yaitu:
  6. Beritakan Injil pada semua orang yang ada di sekitar kita, kadang2 ada yang diutus sampai jauh Mat 24:14.
  7. Layani sampai jiwa2 ini mau percaya dan jadi anak2 Allah, sampai jumlahnya genap Rom 11:25.
  8. Saling melayani sampai jiwa2 atau saudara2 rohani kita ini terus tumbuh dalam rohaninya setinggi mungkin bahkan kalau bisa sampai sempurna Wah 14:1.

Ini macam2nya pelayanan untuk “me-lahirkan jiwa2” bagi Tuhan.

 

(Bagaimana kita bisa memenangkan atau melahirkan jiwa2?

  1. Punya kuasa Allah untuk melahirkan jiwa2 Luk 11:20-22. Ini berarti merebut mereka dari tawanan setan. Tanpa kua-sa Allah, kita tidak bisa merebut me-reka, sebab kita harus mengalahkan iblis yang mengikatnya dan menjamah hati orang itu sendiri supaya mau bertobat. Sebab itu kita perlu banyak berdoa dalam Roh dan kebenaran Yoh 4:23-24 supaya kita diperlengkapi dengan kuasa Allah Luk 24:49, Kis 1:8. Tentu lebih banyak jiwa2 yang kita menangkan dan layani itu berarti mahkota kita lebih banyak 1Tes 2:9.
  2. Belas kasihan Mat 9:13. Orang yang tidak ada kasih Kristus, belas kasihan, tidak mengerti dan tidak ada gairah untuk menyelamatkan mereka dari hukuman kekal Neraka. Orang yang cinta dan mengerti akan berjuang habis2an untuk memenangkan jiwa2 mereka sehingga selamat. Kalau ada kasih akan ada gairah yang me-nyala2, berani berjuang Yoh 2:17, Rom 12:11.
  3. Tentu kita sendiri harus bertobat sehingga ada kesaksian hidup yang baik, jangan membuat orang menjadi isi neraka 2 kali ganda sebab kemu-nafikan Mat 23:15. Bahkan orang yang munafik menjadi batu sontohan, se-hingga banyak orang jatuh dalam dosa, masuk Neraka, bukan diselamatkan.

Dengan tulus. Jangan ada maksud2 lain, sebab orang yang tidak tulus, tidak punya kuasa. Orang yang pura2 itu sama2 tawanan iblis, tidak akan berhasil merebut tawanan si iblis sebab dia sendiri hambanya. Tetapi orang yang tulus disertai Tuhan, ada kuasa dan ada hasil.

  1. Dengan tekun, sebab kadang2 mereka tidak langsung mau bertobat. Selagi masih hidup, kejar terus, tetapi kalau sudah mati, kesempatan menye-lamatkannya habis! Berdoalah terus bagi orang2 yang sudah kita layani, biar kuasa Tuhan menangkap mereka.

Jiwa2 yang kita menangkan (dengan pelayanan yang tulus dan benar) itu menumbuhkan rohani kita sendiri 2Tim 2:20-21 dan mereka menjadi makhkota kita. Sekalipun mereka tidak mau bertobat, kalau kita sudah melakukan tugas kita dengan baik dan betul, kita tetap dapat upah atau pahala, tetapi jauh lebih indah kalau mereka mau bertobat, termasuk keluarga dan orang2 dekat kita sendiri! Semua yang kita peroleh itu untuk kekal, tidak sia2. Pendidikan, gelar, uang dll dalam dunia yang kita dapatkan itu hanya sampai di kubur, tetapi jiwa2 itu jadi makhkota dan kemuliaan yang kekal.

 

22d. dan namamu tinggal tetap (kekal).

Apa artinya nama? Kalau satu nama dipanggil, maka akan muncul seorang dengan segala riwayat hidupnya. Nama si A dan B berbeda seluruh riwayat hidupnya, apalagi pengalamannya de-ngan Tuhan sampai dalam batinnya. Perbuatan2 yang baik atau jahat itu tidak melayang begitu saja, tetapi tersangkut pada seseorang yang ter-tentu, yang melakukannya, dan itu lekat dan mengikutinya sampai kekal Wah 14:13. Sebab itu dalam nama yang kekal itu ada pahala dan kemuliaan yang kekal, yang dibuat dan didapatkan selagi hidup di dunia.

Jangan lupa, semua dosa dan semua yang tersangkut  padanya akan dibuang dalam Tasik Api dan dilupakan Tuhan untuk se-lama2nya.

Tetapi semua yang sempat hidup, apalagi hidup lebih lama (itu suatu kesempatan) kita bisa memakai hidup atau kesempatan ini baik2 untuk tumbuh dalam tingkatan rohani yang se-tinggi2nya dan membuat pahala yang se-banyak2nya.

Jadi dalam hidup yang benar (yang tersangkut dalam nama orang itu) ada pahala untuk segala perbuatannya dan ada kemuliaan sesuai dengan partum-buhan rohaninya selama di dunia dan itu ditentukan pada saat terakhir (orang yang merosot atau berubah Gal 3:3-4 itu tetap dihitung pada saat terakhir, itu saat yang menentukan).

 

Pahala. Allah itu adil dan tepat, tidak ada yang keliru. Pahala diukur dengan tepat dan itu dinikmati untuk kekal, tidak berubah, luar biasa! Ini dihitung dari:

  1. Ketaatan kita akan Firman Tuhan! Seberapa banyak kita taat (itu perlu pengorbanan, penyangkalan diri, me-matikan daging, itu sakit), tetapi hasilnya bisa dinikmati dalam dunia (diberkati) dan diteruskan dalam Surga kekal! Jangan lupa perbuatan yang jahat melawan Allah itu juga ada hukuman dan akibatnya, ada penuai-annya dan kalau tidak bertobat, akan menyeret orangnya dalam hukuman kekal di neraka dan semua kebaikan dan kebenarannya tidak dihitung! Jangan campur2 berbuat baik dan ja-hat. Tuhan tidak menghitung dari selisihnya, tetapi hanya yang benar dan yang jahat, dosa, pemberontakan dll tidak boleh ada!
  2. Jiwa2 yang kita menangkan itu menjadi pahala dan juga mempenga-ruhi tingkat rohani kita.
  3. Penaburan Gal 6:7-9. Apa saja yang kita perbuat untuk Tuhan, tidak pernah dilupakan sekalipun kecil atau besar, baik uang yang kita persembahkan atau korbankan, waktu, tenaga, hati, seng-sara dll karena Tuhan, sekalipun hanya secangkir air. Jangan lupa Tuhan mengukur dalam prosentasi kita Mat 12:44. Uang, waktu, harta, hati, ke-sempatan dll yang kita korbankan itu dihitung dari prosentasinya. Sebab itu sekalipun orang bodoh, tidak bisa apa2, tetapi ia berusaha habis2an itu lebih besar pahalanya daripada orang pintar yang memberi sedikit saja dari kemam-puannya, Allah menghitung dengan adil dan teliti dan semua faktor dimasuk-kan. Memang ada orang yang malas, tidak mau belajar sehingga tidak bisa apa2, tentu itu juga masuk dalam perhitungan Tuhan. Tuhan itu adil, tidak pernah keliru. Sebab itu taburlah se-banyak2nya dengan tulus bagi Tu-han, maka kita akan menuai se-ba-nyak2nya. Dalam Gereja seperti dalam tubuh Kristus, kuku, kulit, rambut tidak bisa berbuat sebanyak mata, otak, jantung, hati dll. Tetapi kalau Tuhan beri talenta yang kecil, ia tidak me-nuntut ber-lebih2, tetapi sesuai dengan yang diberi Tuhan Mat 25:19. Sebab itu jangan susah atau kecewa dengan jumlah talenta dan kemampuan yang kita terima dari Tuhan, tetapi buatlah se-bisa2nya, se-mampu2nya untuk Tu-han dengan segenap hati yang tulus dan cinta, pasti Tuhan beri pahala yang adil. Bahkan orang bodoh bisa menjadi sempurna, orang pintar dan tabur banyak belum tentu bisa mencapai yang tinggi2 dalam rencana Allah (mimpi pendoa sederhana yang lebih dari pendetanya, apalagi kalau som-bong, terbuang karena ingin dipuji!). Jangan iri atau kecewa dalam pela-yanan, apalagi sombong, tetapi dengan rendah hati, suci, tulus dalam peng-urapan Tuhan, lakukan apa yang bisa kita perbuat.
  4. Tingkat kemuliaan yang kekal. Lebih banyak seperti Kristus, lebih tinggi kemuliaannya, baik di dalam (hati yang tulus, cinta, percaya, harap) maupun dari luar, dengan sikap, tabiat, kata2, perbuatan dll. Sebab itu perhatikan tabiat baru yang seperti Kristus. Tabiat lama harus dibuang (ini pabriknya dosa, hati2, jangan menyeret dalam Neraka), tetapi tumbuhlah terus dalam tabiat baru makin seperti Kristus dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal.

 

KESIMPULAN.

Semua dosa dilupakan oleh Allah dan seisi Surga Bumi Baru, tetapi ada di Tasik Api dan diingat disini. Semua yang benar, baik, suci, berkenan pada Tuhan, cocok dengan Firman Tuhan ini yang harus kita pikirkan dan kita tumbuhkan terus Pil 4:8-9. Sebab itu belajar se-banyak2nya Firman Tuhan dan limpah berdoa supaya limpah pengurapan dan selalu dipimpin Roh, sehinga kita dapat pahala dan kemuliaan yang se-tinggi2nya. Jangan lupa kita harus bergairah, baik yang dapat talenta 1 ataupun 5, sedikit atau banyak, sebab Tuhan adil dan teliti, termasuk menghitung kita dari prosentasi kita.

Hidup adalah kesempatan untuk tetap hidup suci dan menambah jiwa2 dan nama, pahala dan kemuliaan untuk kekal!

 

Nyanyian:

Hidup ini adalah kesempatan.