YS329 – YESAYA 61:4-6. MEMPERBAIKI YANG RUSAK

YES 61:4. YANG RUSAK, ROBOH, RUNTUH DIBANGUN KEMBALI.

4a. Dan mereka akan membangun tempat2 lama yang rusak.

Disini dikatakan, tempat2 yang rusak dan reruntuhan, ternyata pada satu saat akan dibangun kembali. Mengapa dan bagaimana caranya? Allah itu baik, penuh kemurahan tetapi juga adil dan tidak membedakan orang. Semua akan mendapat penuaian dari apa yang di-tabur dengan adil Gal 6:7-8. Allah tidak pernah salah atau tidak adil. Sebab itu dalam umat Tuhan juga terjadi kehan-curan, kerusakan maupun reruntuhan seperti disini, sekalipun asalnya baik atau sebaliknya. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini tergantung dari orangnya masing2. Kalau bapaknya baik anaknya mursal, maka yang indah dan baik waktu bapaknya akan hancur pada waktu anaknya, apalagi kalau turun temurun tidak bertobat seperti Israel, makin rusak dan hancur. Tetapi kalau ada yang bertobat dan sungguh2 men-cari Tuhan, maka reruntuhan bisa di-bangun kembali, tergantung orangnya masing2. Anak2 tidak menanggung dosa orangtuanya tetapi dosanya sendiri, dsb! Ul 24:16.

 

  1. Manusia bebas memilih, harus menentukan nasibnya sendiri.

Manusia bisa ikut2an, tetapi pada da-sarnya ia sendiri yang menentukan mau ikut2an berdosa atau sungguh2 ikut Tuhan, sebab manusia diciptakan sebagai mahluk bebas yang harus me-milih dan menentukan untuk nasibnya sendiri! Luk 12:57, no.1 ia harus me-nentukan mau percaya atau tidak. No.2 Apa sesudah ituia mau sungguh setia sampai akhir atau berbalik atau men-dua, semua ini ada akibatnya sendiri dari Allah dengan adil!

 

  1. Selalu ada yang baik (tetap jaya bahkan tumbuh) dan ada yang jahat (jadi reruntuhan).

Biasanya ini terjadi di mana2 dalam segala zaman dan segala kelompok.

B1. Waktu Musa. 10 pengintai jahat, 2 baik, pada waktu Putra manusia Yesus 1 rasul undur dan jelek, 11 rasul tetap setia.

B2. Dalam kerajaan Yehuda, lebih banyak yang baik daripada yang rusak tetapi dalam kerajaan Israel, yang baik sangat sedikit, yang rusak sangat banyak.

B3. Dalam Gereja jalan lebar akhir zaman (yang akan datang) yang jahat jauh lebih banyak dan yang baik sangat sedikit. Tetapi dalam Gereja jalan sem-pit sebaliknya.

Jadi dalam setiap kelompok atau Gereja perbandingan yang baik dan yang rusak tidak sama, ini tergantung dari beberapa hal. Misalnya dari pemimpin (biasanya pengaruhnya lebih besar daripada anggota biasa). Kalau Daud pemimpinnya, ada banyak orang yang cinta Tuhan tumbuh dan menjadi indah, misalnya 40 pahlawan Daud da-lam 2Sam 23. Tetapi kalau pemimpin-nya Saul, orang yang cinta Tuhan menghilang, orang2 yang rohnya sama dengan Saul muncul, yang bisa me-ngejar orang benar dan mau mem-bunuhnya (yaitu Daud) dengan janji pa-hala yang besar2 seperti kebun anggur, kebun ara dll. Melihat hidup pemimpin itu penting Ibr 13:7. Tetapi sekalipun pemimpinnya Putra manusia Yesus atau Musa, tetap ada yang jelek sebab masing2 harus memilih sendiri2.

Juga pengajaran yang salah itu lebih menjerumuskan orang2 dalam dosa dan menjadi keji seperti dalam Gereja Pergamus, Tiatira, Laodikea (suam itu normal, tidak apa2, toh jadi besar), Sardis yang penuh perkara2 kematian dan dianggap wajar! Kalau pengajarannya betul, banyak orang yang sungguh2, tumbuh dan ber-buah2 dan bisa tahan sampai ke akhir.

 

  1. Selalu ada orang yang memelihara diri dalam kesucian dan berkenan pada Tuhan dan orang yang merusak dirinya dengan menuruti daging. Meskipun Tu-han mau memperbaiki reruntuhan yang rusak tetapi jangan merusakkan diri (ambil keputusan menurut daging, itu merusak dan membinasakan diri sendiri). Tetap hidup dalam kesucian sekalipun semua bejat seperti dalam Gereja Sardis yang bejat dan hampir semuanya mati, tetapi masih ada be-berapa yang memelihara dirinya dalam kesucian Wah 3:4. Kalau bukan nabi, seringkali mereka pindah sebab Gere-janya sesat dan rusak. (Nabi bisa bertahan sampai jadi korban). Sebab itu pelihara diri, jangan ikut arus yang salah, ikut celaka untuk kekal Kel 23:2. Bukan kehendak Tuhan untuk ikut da-lam dosa orang banyak sekalipun kita hanya sendirian. Harus punya pen-dirian yang betul sekalipun sendi-rianseperti Elia 1Raj 18:22, tetapi bia-sanya masih ada 7000 lutut yang belum dinajiskan. Jangan ikut orang atau arus yang salah. Orang yang mengerti Fir-man Tuhan, penuh dan dipimpin Roh dan punya keputusan, pilihan yang betul bisa memutuskan untuk setia ikut Tuhan sekalipun sendirian! Ukuran kita adalah Tuhan, bukan sikon atau orang lain, juga bukan pemimpin yang salah seperti Saul dan Achab dll.

 

  1. Pemulihan tidak selalu pulih penuh.

Ini tergantung dari banyak hal, antara lain:

D1. Seberapa sungguh pertobatannya. Ada orang yang sungguh2 bertobat pulih (hampir) penuh, sehingga tidak terasa kejatuhan atau kerusakannya. Biasanya ini orang yang segera berto-bat, apalagi baru permulaan dosa da-lam pikiran, kalau cepat dan bertobat sungguh2, seringkali terjadi pemulihan penuh. Tetapi kalau dibiarkan sampai berbuat dosa besar2an, tetap belum mau bertobat, akan terjadi banyak ke-rusakan, apalagi yang permanent dan fatal, seringkali tidak ada pemulihan, kadang2 habis semua, hanya sekedar selamat seperti 1Kor 3:15, Luk 23:43. Jangan mempermainkan Tuhan, bisa binasa total seperti Saul yang terus keras hati (bunuh diri langsung masuk neraka). Jadi tergantung dari berapa lama ia berdosa, berapa lama mau kembali bertobat sungguh2, apalagi tergantung keras hatinya, yang terus mengeraskan hati seperti Yudas, Saul itu binasa total. Juga orang kaya de-ngan Lazarus, ber-foya2 dalam kela-zatan dosa dan kemewahannya, me-ngecilkan perkara2 rohani dan tidak mau bertobat, ia binasa kekal dalam Neraka.

 

D2. Tergantung dari pengertian dan berapa banyak yang sudah diterima. Luk 12:48. Orang yang rohani, yang mengerti lebih banyak, yang menerima lebih banyak dari Tuhan, juga dituntut lebih banyak seperti pemimpin2, peng-khotbah2 yang duduk di kursi Musa Mat 23:2. Juga orang yang sudah dapat banyak kemurahan Tuhan, jangan main2 seperti Yunus yang keras kepala dan sesudah bertobat, kembali benci pada orang Niniwe, sebab itu sesudah Niniwe, tidak ada lagi ceritanya. Un-tung Nuh masih ingat Tuhan dan selamat tetapi rencana Allah rusak di dalamnya, sehingga 350 tahun sesudah air bah tidak ada ceritanya lagi.

 

D3. Pemulihan zaman sekarang (mi-salnya Luk 15:21-22) dan zaman An-tikris Wah 7:9 itu sangat berbeda dan ini sudah diberitakan lebih dahulu, sebab prinsipnya lain. Dalam zaman Antikris, yang bertobat selamat tetapi tanpa pemulihan sebab dalam tangan iblis, tidak ada ampun dari iblis, seperti di Neraka; hanya selamat 1Kor 5:5. Tetapi pemulihan zaman sekarang itu dalam tangan Tuhan, masih ada kemu-rahan Tuhan. Ini perlu kita perhatikan baik2, sebab dari pelajaran sepanjang zaman, kalau seorang bertobat, masih ada ampun dari Tuhan dan kalau masih ada waktu untuk hidup, biasanya masih ada pemulihan; memang ini tergantung dari banyak hal, kasus demi kasus tetapi biasanya masih ada pemulihan.

Dalam pertobatan zaman sekarang dan zaman Antikris,  sama2 diterima kembali sebagai anak, tetapi pemu-lihan zaman sekarang:

  1. Selain jubah dapat juga
  2. Cincin,
  3. Sepatu,
  4. Pesta,
  5. Kesempatan untuk tumbuh dan pulih kembali.

Tetapi pemulihan zaman Antikris itu:

  1. Hanya dapat jubah putih dan daun palem yaitu sukacita yang memang dialami semua isi Surga, tetapi
  2. Kosong, tidak ada cincin, sepatu, pesta, kesempatan, tetapi dapat ba-nyak air mata dalam sengsara dan penderitaan aniaya Antikris dan pasti mati Wah 13:7. Sama sekali tidak ada kesempatan lagi dan tempatnya di Halaman di Mezbah Korban Bakaran Wah 6:9.

Sebab itu jangan se-kali2 sampai tertinggal, sebab sekalipun dengan pe-ngorbanan penuh, total, tetap tidak dapat apa2. Tetapi anak terhilang yang bertobat zaman sekarang, masih punya kesempatan dan bisa pulih tergantung dari orangnya dan kasusnya.

Yang terbaik adalah memelihara hidup ini berkenan pada Tuhan dan tumbuh terus, jangan sampai jatuh atau perlu pemulihan. Tetap “sehat”, jangan bolak balik “sembuh”.

4b. Mereka akan membangun tempat2 reruntuhan yang dahulu.

Tetap yang terbaik jangan sampai ber-dosa 2Pet 1:10, Jd 24 supaya jangan cacat dan bisa mencapai rencana Allah yang tertinggi. Bagi Tuhan ada peng-ampunan danpemulihan, tetapi bagi orang2 berdosa ini menjadi batu son-tohan dan tetap ada akibat2nya sesuai kasus masing2. Kita harus mau me-nyangkal diri 1Pet 4:1 dan memelihara 7 KPR baik2 supaya tidak sampai jatuh tetapi terus tumbuh dalam kesucian sesuai rencana Allah.

4c. dan mereka akan memperbaiki negri2 yang rusak, yang roboh dari generasi ke generasi.

Ini termasuk kerusakan2 oleh generasi yang lalu2. Misalnya Hizkia membuka kembali Kaabah yang ditutup oleh bapaknya Achaz 2Taw 29:3. Juga Hizkia membakar ular tembaga yang disem-bah orang Israel turun temurun. Elia membangun kembai mezbah yang su-dah dirusak orang2 Israel turun te-murun 1Raj 18:30. Pasti Tuhan akan menyertai, sebab itu Hizkia, Elia dll seperti dapat berkat Tuhan yang besar. Hizkia dapat tambahan umur 15 tahun, Elia bahkan menjadi sempurna, juga umat Tuhan diberkati.

 

YES 61:5. BERKAT TUHAN MENYERTAI UMAT TUHAN.

  1. Dan orang2 asing akan berdiri dan menggembalakan kawanan ternak dan putra2 orang luar akan menjadi pembajak2mu dan tukang kebun anggurmu.

Orang2 asing ini mengerjakan peker-jaan di ladang bagi umat Tuhan yang menjadi Imam2 Tuhan dan hamba2 Allah. Diantara orang Israel, tidak se-mua boleh menjadi imam2. Secara jasmani peraturan imam2 dari turunan Harun tidak berubah, tetapi disini semua jadi imam, ini berarti ayat ini untuk Gereja, sebab semua orang per-caya jadi raja2 dan Imam2 bagi Tuhan 1Pet 2:9. Juga disini dibedakan pe-kerjaan jasmani dan rohani.Lebih2 da-lam ayat 7 ada berkat dobel dan ayat 10 tentang kesukaan mempelai semua ini adalah tanda2 dari Gereja pada akhir zaman yang akan mengalami berkat dobel dalam hujan Akhir dan disempurnakan menjadi mempelai.

Disini ditekankan bahwa umat Tu-han punya pengertian dan cara hidup yang luar biasa yaitu sebagai Imam2 Tuhan dan hamba2 Allah lebih dari-pada pekerjaan jasmani. Dengan kata lain ini adalah nubuatan tentang pe-meliharaan Allah (secara jasmani) dalam kesukaran akhir zaman, supaya umat Tuhan tidak kuatir, tetapi tetap mengutamakan hidup dan pelayanan rohani yaitu kerajaan Surga lebih daripada jasmani Mat 6:33. Mengapa? Sebab ada  rencana Allah yang amat besar yaitu penamatan proyek Allah yang membutuhkan banyak waktu dan pengolahan, supaya bisa selesai dan umat Tuhan betul2 ikut dengan tidak terganggu di dalamnya. Jangan kuatir dengan hal2 jasmani sekalipun keadaan akan amat sulit 2Tim 3:1-4 dan banyak malapetaka, tetap mengutamakan hi-dup dan pelayanan sebagai Imam2 dan hamba2 Allah!

Tentu kita harus hati2 dan cerdik bekerjasama dengan orang dunia se-bab sebagian terang2an menjadi jahat, mafia, penipu, perampok dll. Tetapi dengan Tuhan, kita bisa mengambil ba-gian yang aman, sebab Tuhan beri hikmat, perlindungan dan pemeliha-raan! Orang2 beriman tetap bekerja mencari nafkah, tetapi waktu untuk ibadah dan pelayanan diutamakan, dan Tuhan memberkati semua yang diker-jakan juga dalam kerjasama dengan orang dunia. Ada banyak kerjasama, apalagi ada bentuk “on time” tetapi Tuhan akan memberi pimpinan, hikmat dan pertolongan sehingga umat Tuhan yang sungguh2 hidup sebagai imam Tuhan dan hamba Allah akan diberkati limpah sehingga bisa menebus waktu lebih banyak untuk kerajaan Surga dan kebenaranNya. Jangan takut mengha-dapi dosa dan kejahatan tetapi jangan lepas dari Tuhan dan dari persekutuan tubuh Kristus, pasti Tuhan memberkati.

Mereka yang dipanggil untuk pelaya-nan full time, punya kesempatan lebih banyak, kalau yakin, taati. Yang penting part time atau full time, Tuhan pelihara dan tebus waktu, utamakan hal2 yang kekal dan terus taat dipimpin Roh. Jangan kuatir, janji Tuhan akan dipe-nuhi. Semua punya waktu untuk Tuhan sebab bisa menebus waktu dan hidup untuk kerajaan Surga.

Orang yang tidak punya waktu untuk Tuhan (di akhir zaman ini) ada-lah tanda bahwa ia bukan Imam2 Tu-han atau tidak sungguh2 hidup sebagai Imam Tuhan dan hamba Allah. Seka-lipun sibuk dan sulit, kalau Tuhan me-nyertai,                 akan ada orang2 yang menja-lankan uang atau pekerjaan kita, se-hingga ada waktu limpah untuk kerajaan Surga! Ini adalah tanda dari Imam2 dan hamba2 Allah pada akhir zaman dalam masa sulit ini.

Mereka yang tamak, cinta uang, tidak mau berpada, hidup dalam dosa, tidak akan tampak pemeliharaan Tuhan sehingga tidak punya waktu untuk menjadi Imam2 dan hamba2 Allah.

 

YES 61:6. IMAM2 TUHAN DAN HAMBA2 ALLAH.

6a. Tetapi engkau akan dinamakan Imam2 Tuhan; Orang akan memanggilmu hamba2 Allah kita.

Kita harus sungguh2 hidup sebagai imam2 Tuhan, yaitu melayani Tuhan dalam kesucian di Ruangan Suci. Imam itu mahir mengerjakan korban di Mez-bah Korban Bakaran (salib) dan me-layani dalam Ruangan Suci, hidup da-lam kesucian, berkenan pada Tuhan dan memperdamaikan orang dengan Allah (jadi berkat bagi orang lain). Dan hidup sebagai hamba Allah, milik Allah, bukannya miliknya lagi 1Kor 6:19, Pil 1:21. Ini harus jadi cara hidup kita, se-perti cara hidup Putra manusia Yesus Luk 4:1,18.

6b. Engkau akan makan kekayaan bangsa2 dan di dalam kemuliaannya engkau akan memegahkan dirimu.

Banyak penafsiran terutama tentang hal2 jasmani, uang. Ini betul sebagian, sebab tentang uang sudah ada dalam ayat 5; ayat 6 ini terutama berarti se-cara rohani yaitu kekayaan dan kemu-liaan bangsa2 akan kita bawa masuk dalam Surga untuk kekal Wah 21:26.

Rencana Allah mencakup segala bangsa, dimulai dari pergi ke seluruh dunia, segala bangsa Kis 1:8, Mrk 16:15 sehingga Injil sampai di seluruh dunia Mat 24:14 dan segala bangsa jadi murid Tuhan Mat 28:19 dan semua menjadi sempurna dalam satu perseku-tuan tubuh Kristus dari segala golongan dan suku bangsa Yoh 17:23 dan Tuhan dipermuliakan di dalamnya.

Manusia membangun Babil untuk menjadi kemuliaannya sendiri, ini seperti iblis yang mau memuliakan diri-nya sendiri Yes 14:14. Jiwa2 dari segala bangsa itu jadi benih yang kekal bagi kita Yes 66:22, bukan kemuliaan segala bangsa untuk kemuliaan dirinya sen-diri. Sebab itu bertekunlah membawa jiwa2 dari segala bangsa dan golongan, menggenapi ketigaangka kedatangan Tuhan. Ini akan menjadi kemuliaan kita untuk kekal, betul2 bisa mulia di ha-dapan Allah Rom 2:29 bukan mulia di hadapan manusia Yoh 12:43. Kita jadi imam2 Tuhan dan hamba Allah untuk jadi berkat bagi jiwa2 dalam 3 angka kedatangan Tuhan, ini kemuliaan yang kekal. Ini yang harus diutamakan lebih dari semua perkara2 fana dan kalau kita jadi Imam dan hamba Allah yang berkenan, maka kita akan bisa mene-bus waktu cukup bahkan limpah untuk perkara2 yang kekal dan segala fasilitas lainnya akan ditambahkan oleh Tuhan.

 

KESIMPULAN.

ayat 4. Jangan ber-ulang2 sembuh tetapi sehat, jangan bertujuan untuk dipulihkan tetapi terpelihara dalam kesucian dan tumbuh seperti Kristus; tumbuh, bukan pulih! Tetapi kalau sudah jatuh harus dipulihkan dan kita menolong memulihkan orang lain.

ayat 5. Tuhan akan pimpin, membuka jalan dan memberkati sehingga kita bisa menebus waktu, punya banyak waktu untuk perkara yang kekal, ini tanda hidup yang betul dan diperkenan Allah, bukan diperbudak iblis dalam mammon.

ayat 6. Hiduplah sebagai imam2 Tuhan yang suci dan hamba2 Allah yang penuh penyerahan, sehingga ada waktu dan hati yang mau taat penuh untuk bisa membawa masuk kekayaan dan kemuliaan segala bangsa dalam kerajaan Surga, jiwa2 dari seluruh dunia. Ini kemuliaan di hadapan Allah yang kekal, bukan kemuliaan manusiawi yang kosong dan sia2.

 

Nyanyian:

Cari apa di dalam dunia.