YS309 – YESAYA 58:8-12. BERKAT PUASA YANG BETUL (Bag.2); dan YESAYA 58:13. SABAT

YESAYA 58:12. MEMPERBAIKI YANG JEBOL.

Di sini kita melihat bahwa orang2 ini (yang berdoa dan puasa dengan betul) dapat memperbaiki kerusakan2 lama dan membangunkan pondasi untuk generasi yang akan datang. Bisa mem-perbaiki dan memulihkan yang lalu dan membangun yang akan datang, luar biasa. Ini indah, apalagi untuk pena-matan rencana Allah, semua harus betul dan baik, baik yang lalu apalagi yang akan datang. Ini orang2 yang bisa memperbaiki yang sudah jebol dan memulihkan lorong2 untuk bisa didiami kembali.

 

12.a. Dan orang2mu akan membangun tempat2 tua yang sudah rusak.

Perlu orang2 yang mau dan bisa berdoa puasa dengan betul, orang2 yang dekat dengan Tuhan seperti contoh yang diberikan oleh Putra manusia Yesus Mat 4:1-11 dan semua hamba2Nya, waktu perlu mereka puasa selain terus menerus berdoa dalam Roh dan kebenaran 1Tes 5:17, Yoh 4:23-24.

Tempat2 yang sudah lama rusak, sudah tua, sudah kuno dantetap rusak, salah kaprah yang turun temurun. Salah kaprah kuno ini biasanya karena:

  1. Sudah jadi adat, kebiasaan terus menerus atau turun temurun.
  2. Keras hati dalam dosa.
  3. Karena kebodohan.
  4. Semua sama2 berdosa dan tidak ada yang mau mengubah.
  5. Akibat atau hukumannya tampaknya kecil sehingga dibiarkan, tidak ter-masuk perkara penting.

Misalnya Nehustan yang sejak za-man Musa di padang gurun Bil 21:8 (lebih kurang 1401 SM) sampai Hizkia 2Raj 18:4. (lebih kurang 725 SM, selang waktu lebih kurang 676 tahun atau lebih kurang 700 tahun menurut Unger’s Bible Dictionary). Dahulu waktu Musa, ular tembaga ini me-nyelamatkan banyak orang Israel yang kena gigit ular berbisa, tetapi sekarang justru mematikan rohani dan jasmani dari orang2 yang menyembahnya Ul 7:5.

Kesalahan yang sudah 700 tahun baru “ditemukan” Hizkia (padahal sebe-lumnya ada Yusak, Daud, Salomo dll raja yang hebat2 dan rohani) baru Hizkia yang menemukan kesalahan itu dan menghancurkannya! Untuk kesa-lahan2 kuno, salah kaprah seperti ini perlu:

  1. Kegerakan Roh Kudus dan ini akan mudah timbul dengan berdoa puasa dalam Roh dan kebenaran.
  2. Pembukaan2 kebenaran Firman Tu-han yang bisamembongkar salah kaprah kuno. Perlu ketekunan belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus. Mat 10:26-27.
  3. Perlu ada orang2 yang mau memulai cara baru atau terobosan2 baru untuk memperbaiki kesalahan2 kuno ini. Biasanya inilah orang2 yang mengalami kegerakan Roh Kudus (sebab tekun berdoa puasa, salah satu hasil puasa yang betul) dan tekun belajar dan mentaati Firman Tuhan.

Apa gunanya perbaikan2 dari salah2 kuno ini? Ini jadi penghalang dan hambatan yang dipakai dan dires-tui iblis supaya tidak ada kemajuan dan tidak bisa tumbuh terus, apalagi untuk tumbuh menjadi sempurna. Baik da-lam kesalahan hidup, ibadah, pela-yanan atau tafsiran Firman Tuhan, se-mua ini harus ditemukan dan dibersih-kan. Begitu juga segala kerusakan2 kuno dalam Gereja itu ditemukan dan dibuang, misalnya Luther dengan 95 dalilkesalahan Gereja tua, maka mun-cullah suatu pembaruan. Begitu sampai sekarang banyak kesalahan kuno di-bongkar oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan; Kalau semua kebenaran Firman Tuhan dibuka Mat 10:26-27, dan de-ngan hujan Akhir, maka semua kesa-lahan kuno (kaprah) dibetulkan se-hingga Gereja bisa tumbuh dengan cepat kepada kesempurnaan, istimewa untuk kedatangan Tuhan. Baik dalam lingkup pribadi, Gereja2 lokal, Sinode bahkan untuk seluruh Gereja yang mau dipersiapkan di jalan sempit sampai kedatangan Tuhan.

 

12.b. Engkau akan membangunkan pondasi dari banyak generasi.

Untuk hari2 yang akan datang, kita menghadapi polarisasi Wah 22:11 dan pencobaan global atas setiap orang di dunia (ujian akhir global) Wah 3:10. Kalau tidak bersedia sungguh2 Mat 24:42 akan banyak yang gugur. 1Tim 4:1.Sebab itu perlu pondasi yang baik dan betul Mat 7:24-28 yaitu penuh dan dipimpin Roh serta limpah dengan pembukaan Firman Tuhan dan taat, sehingga ada pondasi yang kuat untuk bisa tumbuh terus dan bisa lulus pencobaan global, sehingga ikut dalam pengangkatan. Ini butuh waktu cukup lama, sebab itu kita semua harus membangun pondasi yang baik mulai sekarang, tidak bisa tiba2. Orang2 yang penuh dan dipimpin Roh, pengertian dan pendirian yang baik (hasil dari doa puasa yang betul) akan sangat mem-perhatikan membuat pondasi Firman Tuhan bagi dirinya dan bagi umat Tu-han, Kita belum tahu tanggal keda-tangan Tuhan sebab itu semua harus bersedia dari generasi ke generasi sampai Tuhan datang. Orang yang pu-nya pondasi rohani yang baik (seka-lipun Tuhan belum datang) pasti tidak rugi, hidupnya akan meningkat dan diberkati Tuhan, apalagi sekarang kita sudah dekat sekali dengan kedatang-anNya.

 

12.c. dan engkau akan disebut, yang memperbaiki (tembok) yang jebol.

Lebih2 oleh kegerakan roh2 najis dari iblis di akhir zaman, dosa dan keja-hatan meningkat luar biasa sampai pa-da puncak2nya. Beberapa banyak orang tembok pribadinya jebol (juga dari Gereja, Sinode dst) karena serang-an2 dosa dan kejahatan yang terus meningkat ini. Semua harus segera diperbaiki, jangan sampai terlambat. Orang yang mau bertobat, disucikan dan tumbuh, pasti dapat dibetulkan meskipun tentu ada resiko dari dosa2 yang diperbuatnya. Tetapi mereka yang berkeras hati dalam dosa, sulit atau tidak bisa dibetulkan, bahkan akan tumbuh terus dalam dosa2nya sampai di puncak2nya dan binasa.

Ini tugas para pemimpin, bahkan setiap anggota tubuh Kristus, perlu saling tolong menolong untuk menase-hati kalau ada yang “jebol”. Memang Gereja itu seperti bengkel untuk mem-betulkan yang rusak, tetapi bukan berarti tidak punya pendirian, tetapi tegas terhadap dosa dan orang2 ber-dosa, lebih2 yang tidak mau bertobat, sesuai dengan Firman Tuhan, untuk tidak bersekutu dengan tegas Ef 5:11, 1Kor 5:9-11. Jangan bersekutu dengan orang berdosa, yang tidak mau ber-tobat, lebih2 orang beriman yang undur itu lebih jahat di hadapan Tuhan Mat 12:45, tetapi tolong, nasehati dan lepaskan dari dosa2nya Jud 23, Yak 5:19-20, hati2 Gal 6:1. Jangan sampai ketularan dosa, tipu daya, pengaruh dan tipu daya iblis yang ada pada orang yang keras hati! Paulus dengan tegas menentang persekutuan dengan orang yang rohnya lain (roh dosa, uang, zina, sombong dll) 2Kor 11:4. Begitu juga yang datang dgn pengajaran2 yang lain dari yang sudah kita terima yaitu yang Alkitabiah. Rom 16:17, 2Tes 3:6 dll.

Yang mau diperbaiki, kita tolong, tetapi yang keras hati, tinggalkan. Kis 19:9. Jangan bersekutu tetapi injili Mat 18:17.

 

12.d. Yang memulihkan lorong2 untuk didiami.

Ini juga orang yang sudah jauh dari kebenaran, tidak lagi mau diam ber-sama2, sebab jalan atau lorong2nya rusak. Ini orang2 yang rusak jalan hi-dupnya, pengertian2nya. Kalau mereka mau diperbaiki, dipulihkan dan bisa diam ber-sama2 kembali, orang yang penuh dengan kuasa Roh Kudus (tekun doa dan puasa dan Firman Tuhan) bisa menolongnya. Pada akhir zaman ini makin banyak jalan2 atau cara hidup yang rusak dan pengertian2 Firman Tuhanyang salah sehingga terjadi perlawanan dan pemisahan. Kalau mau diperbaiki, mau dipulihkan, doakanlah sungguh2 dalam Roh dan kebenaran oleh 1 team, supaya Roh Kudus bekerja di dalam hatinya.

Perlu pekerjaan Roh Kudus dan Firman Tuhan dan mereka yang dija-mah, mau bertobat dari kejatuhannya bisa dipulihkan, sehingga bisa kembali dari rencana Allah untuk hari keda-tanganNya.

 

YES 58:13-14. BERKAT SABAT.

 

YES 58:13. SYARAT2 HARI SABAT.

 

13.a. Jikalau engkau membalikkan kakimu dari Sabat.

Dalam Wasiat Lama, Sabat berarti berhenti dari semua pekerjaan lalu bersekutu, beribadah dalam bait Allah pada hari Sabat. Pada hari ini semua aktivitas se-hari2 dihentikan dan dipa-kai untuk beribadah kepada Tuhan, mulai jam 18.00 hari Jumat sampai jam 18.00 hari Sabtu. Secara rohani perhen-tian Sabat ini berarti perhentian jiwa Ibr 4:9-11. Orang yang masuk dalam perhentian Sabat ini sudah berhenti dari pekerjaannya sendiri seperti Allah pada hari ke-7. Kita harus berusaha untuk masuk dalam perhentian ini (bukan hanya hari Sabtu tetapi terus menerus), supaya jangan jatuh seperti orang2 yang tidak percaya itu. Inilah perhentian dalam Roh, ada sejahtera Roh Kudus dalam hatinya Pil 4:7, sebab selalu penuh dan mau taatdipimpin Roh; Ini berarti kita berhenti dari usaha kekuatan dan kemampuan kita sendiri, dan terus taat menurut pim-pinan Roh, maka akan selalu sejahtera memimpin kita Pil 4:7; kita rileks, dan hasilnya luar biasa sebab Roh Kudus yang bekerja dalam hidup kita. Hidup ini akan indah, berkemenangan kalau kita terus ada dalam perhentian Sabat rohani yaitu terus ada sejahtera Allah Pil 4:7. Belajar hidup terus dalam sejah-tera Allah. Selama Israel memegang Sa-bat, mereka hidup sejahtera dan ke-berkatan dari Tuhan, luar biasa. Begitu kita secara rohani. Pasti ada keme-nangan dan sejahtera dari Allah bagi kita.

 

13.b. (membalikkan kakimu) Daripada melakukan kesukaan mu pada hariKu yang suci.

Kalau mau taat, tertib menyucikan diri pada hari Sabat, kita harus berhenti melakukan kehendak kita sendiri, itu berkenan pada Tuhan. Jangan melawan pimpinan Roh dan Firman Tuhan, bela-jar taat akan Firman Tuhan maka kita akan tetap sejahtera dalam Tuhan, itulah Sabat perhentian Tuhan. Kalau kita melakukan sesuatu dan hati kita gelisah sebab Roh Kudus tidak setuju, check apa itu dari Roh Kudus dan sesuai dengan Firman Tuhan, kalau ya, lebih baik taat, jangan diteruskan. Maka kita akan kembali mempunyai sejahtera dari Roh Kudus dan itulah yang berkenan pada Tuhan, itu artinya memegang Sabat Tuhan yang suci.

 

13.c. dan menyebutkan hari Sabat itu suatu kesukaan.

Memelihara Sabat itu bukan hukuman, bukan paksaan, bukan penderitaan te-tapi ini suatu kesukaan, dan ini yang betul. Kalau kita dengan segenap hati memegang Sabat Allah, berhenti dari usaha kita sendiri dan percaya, pasrah dan taat akan pimpinan Roh Kudus, maka kita akan mengalami sejahtera dan kesukaan Tuhan memancar dari hati kita Yoh 4:14; 7:38. Ini berarti kita memegang Sabat dengan betul dan Tuhan berkenan dan Dia akan bekerja dalam hidup kita, pasti berhasil dan ber-buah2 serta rohani kita tumbuh.

 

13.d. Yang kudus dari Tuhan.

Sabat itu suci dan sukacita.

Kalau seorang memegang Sabat de-ngan pahit dan penderitaan, itu berati ada dosa, ada keinginan yang lain, sehingga memegang Sabat itu sakit dan pahit bagi daging. Ini bukan Sabat yang kudus dari Tuhan sebab ada dosa. Ka-lau mau mematikan daging dan mem-buang dosa, maka hidup dipimpin Roh itu indah dan sukacita.

Sabat yang suci itu penuh dengan sejahtera dan sukacita dari Roh Kudus dalam kebenaran Rom 14:17 dan Tuhan yang bekerja untuk kita.

 

13.e. (Sabat itu) terhormat dan akan menghormati Dia.

Memegang Sabat itu terhormat, sebab hidup dalam kesucian dan penuh dengan sejahtera dan sukacita Allah se-bab diberkati dan disertai Tuhan. (Bu-kannya sejahtera dan sukacita yang kosong, tetapi disertai Tuhan dan itu berarti menang dan keberkatan). Dan pasti juga dengan sukacita dan senang hati menghormati dan bersyukur kepa-da Tuhan. Orang yang hidup dalam dosa itu keji dan hina dan penuh derita dan sengsara, meskipun tampaknya tertawa dan bahagia, tetapi penuh derita dan tindasan iblis Ams 14:12-14, Pkh 7:6. Tuhan memberi betul2 sejah-tera dan sukacita, penuh kehormatan yang sesungguhnya.

 

13.f. tidak lagi melakukan jalanmu sendiri, tidak mencari kesukaanmu sendiri, atau mengatakan kata2mu sendiri.

Inilah hidup orang dalam Sabat ilahi, penuh dan dipimpin Roh, selalu mela-kukan kehendak Allah, bukan kehen-daknya sendiri, baik berpikir (1Pet 4:7), baikberkata (Yoh 8:26) baik berbuat Yak 5:19, semua sesuai kehendak Tu-han, dari Tuhan. Ini cara hidup Putra manusia Yesus yang heran, sejahtera dan sukacita dan berkemenangan, bah-kan lebih dari pemenang. Belajar hidup menurut pimpinan dan kehendakNya (Nyanyian: O Tuhan saya ingin seperti Engkau, baik berpikir, baik berkata juga bertindak di mana saja, jadikan saya seperti Engkau). Ini memelihara Sabat dari Tuhan.

 

YES 58:14. BERSUKACITA DAN MENJALANI TEMPAT2 YANG TINGGI.

 

14.a. Maka engkau akan bersukacita di dalam Tuhan.

Kalau kita betul2 memegang Sabat yang suci, kita akan bersukacita di da-lam Tuhan, itu sukacita yang asli Pil 4:4. Jangan ragu2, ini kwalitas kesukaan Surgawi, ilahi sebab itu pegang Sabat Tuhan baik2. Yoh 4:13,14.

 

14.b. dan aku akan membuatmu mengendarai di atas tempat2 yang tinggi di bumi.

Kalau kita taat dipimpin Roh, selalu dalam sejahtera Allah, maka Tuhan akan memberi tempat2 yang tertinggi di bumi. Kita akan meningkat sampai tingkatan2 yang tertinggi dan itu akan dibawa terus dalam Surga kekal. (bu-kan ekor tetapi kepala Ul 28:13). Ja-ngan mengejar tempat2 yang tinggi, tetapi kejarlah suatu hidup yang berke-nan pada Tuhan, maka Tuhan yang akan membawa kita menjalani tempat2 yang tertinggi di bumi. Ini bukan berarti kaya raya, jadi juara dan raja2 di bumi, itu sia2 kalau tidak ada yang tinggi untuk kekal. Bandingkan dengan Laza-rus yang setingkat dengan Abraham Luk 16:33. Kalau bisa hidup seperti robotnya Allah (seperti ayat 13), maka seperti Yusuf, segala yang tertinggi di Mesir itu menjadi bagiannya dan de-ngan itu ia bisa membuat perkara2 besar dari rencana Allah yaitu mem-buat satu bangsa besar yang menjadi umat Tuhan. Jangan merindukan per-kara2 besar dari dunia ini Yer 45:5, itu sia2 dan fana. Bagi orang2 yang indah2 seperti Yusuf, Abraham, Ayub, Daud dll, mendapatkan perkara yang indah dari dunia itu mudah tetapi itu bukan ke-inginannya, meskipun ia mungkin men-dapatkannya sebagai fasilitas untuk melakukan kehendak Tuhan. Daud tidak rindu istana yang terindah dalam dunia tetapi yang diingininya adalah duduk dalam rumah Tuhan seumur hidupnya, tetapi Tuhan bisa membe-rinya sebuah istana untuk melakukan kehendak Tuhan dalam umatNya. Maz 27:4.

 

14.c. dan memberi makan pada mu dengan milik pusaka Yakob bapamu, karena mulut Tuhan yang mengatakan.

Apa pusaka Yakob? Itulah negeri per-janjian yang akan menjadi pusaka Kel 6:8. Pusaka kita bukan di dunia, tetapi yang kekal di Surga, kemuliaan yang abadi. Dan masing2 akan mencapainya sesuai dengan tingkatan dan buah2 yang dicapainya di dunia, istimewa dengan cara memegang Sabat Allah, yaitu selalu taat dipimpin Roh! Ini cara hidup yang terindah untuk kekal, juga dijamin oleh Tuhan, selama kita dipim-pin Roh. Nikmatilah hari Sabat sebagai kesukaan, bukan dunia ini, maka fasilitas apapun dalam dunia akan Tu-han sediakan, termasuk umur (sehat), aman, kebutuhan dan lebih lagi per-kara2 yang kekal, supaya kita bisa ber-buah2 limpah dan terus tumbuh makin seperti Kristus.

 

KESIMPULAN.

Hasil dari doa puasa yang betul itu amat indah, yaitu ayat 8-12, suatu hidup yang dipimpin Tuhan dan puas, sekalipun dalam kekeringan, seperti kebun yang pancaran airnya tidak pernah kering dan tulang2nya gemuk.

Juga kalau kita memegang Sabat Allah, mau taat dipimpin Roh Kudus maka hidup ini akan indah berjalan di tempat2 yang tinggi dari bumi dan makan dari pusaka Yakob yang kekal. Jangan kuatir atau takut, itu janji Allah pasti digenapi asal bagian kita, kita lakukan baik2, selalu penuh dan taat dipimpin Roh sepanjang umur hidup.