YS307 – YESAYA 58:1-14. PUASA YANG BETUL DAN SALAH

YES 58:1-2. BERSERU DAN BERPUASA TANPA HASIL.

3-4          Puasa yang salah.

5-7          Puasa yang betul.

8-14        hasil dari ibadah dan puasa yang

betul.

 

YES 58:3-4. PUASA YANG SALAH.

 

YES 58:3. ISRAEL HERAN, PUASANYA SIA2.

3a. Mereka berkata, mengapa kami sudah berpuasa dan Engkau tidak melihatnya? Mengapa kami menyiksakan jiwa kami dan Engkau tidak mau mengetahuinya?

 

YES 58:1. MENUNJUKKAN PELANGGARAN DAN DOSA2NYA.

  1. Berserulah dengan keras, jangan ditahan, angkat suaramu seperti terompet dan tunjukkanlah pada umatKu pelanggarannya dan rumah Yakub dosa2nya.

 

Siapa yang disuruh Tuhan?

  1. Pemimpin2nya. Memang tugas me-reka menggembalakan umat Tuhan, jangan sampai salah jalan dan binasa. Tugas pemimpin menggembalakan domba2 Tuhan supaya:

1a. selamat sampai ke akhir Ibr 13:17.

1b. tetap hidup dengan tabiat yang baru,

1c. Tumbuh seperti Kristus 1Kor 11:1 dan

1d. berbuah jiwa2 bagi Tuhan. Yoh 15:8.

Dan semua hasilnya ini akan dibawa sampai kekal dalam Surga Wah 14:13, Luk 19:17. Kalau pemimpin tidak mem-beritahu kesalahan orang2nya, itu pemimpin yang seperti anjing kelu Yes 56:10. Biasanya pemimpin2 seperti ini ada sebabnya antaralain:

  1. Takut.
  2. Ia sendiri berbuat dosa.
  3. Mengambil hati untuk mendapat suatu keuntungan.
  4. Bodoh, tidak tahu tanggungjawab dan tugasnya. Misalnya orang2 Parisi.

Tidak ditegur, akibatnya dahsyat untuk kedua pihak. Pemimpin yang bersalah, hukumannya lebih berat Luk 12:48. Kalau toh ia sendiritidak bersalah, te-tapi membiarkan orang2nya atau anak-nya berbuat dosa seperti Imam Eli, maka Imam Eli dapat bagian dari hukuman anak2nya, ikut mati sebab itu menjadi dosa baginya! Pemimpin2 ini seperti pengawal yang melihat musuh atau hukuman datang dan orang2nya lalai (sebab tidak diberitahu dosanya) lalu celaka, darahnya dituntut dari pengawal atau pemimpin2 ini Yez 33:6-9. Tetapi kalau ia sudah memberitahu tetapi mereka tidak bertobat, tidak berubah, ia bebas dari hukumannya. Meskipun begitu toh hatinya sebab cinta jadi sedih. Contoh Abraham dan Lot.

  1. Setiap orang beriman yang tahu sau-daranya atau orang2nya bersalah dan tidak memberitahunya, itu berdosa pa-da Tuhan Yak 4:7. Kita perlu saling menasehati dan memberitahu Mat 7:1-5, tetapi bukan menghukum, melain-kan untuk menolong supaya lepas dari celaka akibat dosa2nya. Juga terhadap dosa2 yang dibuat terhadap kita, beri-tahu, nasehati, bukan untuk membalas atau menghukum, tetapi untuk mena-sehati dan memperbaiki atau menyem-buhkan. Kalau tidak mau bertobat, kita doakan terus, sebab hukuman Tuhan akan datang sendiri dengan adil Rom 12:19.

 

YES 58:2. BERIBADAH TETAPI TIDAK BERKENAN PADA TUHAN.

 

Namun mereka mencari Aku setiap hari dan suka mengetahui jalan2Ku, seperti satu bangsa yang melakukan kebenaran dan tidak meninggalkan peraturan2 Allahnya. Mereka suka menghampiri Allah.

Sepintas lalu mereka ini bangsa yang beribadah, mencari Tuhan setiap hari, suka belajar akan jalan2 Tuhan, tam-paknya seperti satu bangsa yang baik, betul, suka melakukan kebenaran dan memegang peraturan2 Allah. Mereka mau belajar dan ber-tanya2 peraturan keadilan, suka menghampiri Allah, arti-nya berdoa, tetapi Tuhan tidak ber-kenan, aneh? Sebab pemandangan Tu-han dan manusia itu berbeda. Sama seperti orang Parisi yang dari luar tam-pak sangat beribadah dan memegang hukum2 Tuhan bahkan duduk di kursi Musa mengajarkannya baik2 Mat 23:3. Yang diajarkan betul, tetapi per-buatannya tidak betul, sehingga waktu Putra manusia Yesus bicara tentang orang Parisi (ini berasal dari BapaNya Yoh 8:26; 7:16-17), maka keluarlah 7 wai Mat 23. Sangat dahsyat seperti penjahat besar padahal orang2 Parisi ini terkenal sangat beribadah, tetapi Tuhan menolaknya, tidak berkenan. Ini-lah orang2 yang seperti kuburan putih, dari luar indah dan bersih, tetapi di dalamnya penuh kenajisan Mat 23:27-29 dan akhirnya masuk Neraka Mat 23:15. Bahkan pemungut cukai Luk 18:14 dan perempuan sundal yang bertobat, lebih baik daripada mereka dan mendahului masuk Surga Mat 21:31. Sebab itu sangat penting me-ngerti beribadah yang betul yang ber-kenan pada Allah, tidak hanya sekedar ibadah tetapi masuk Neraka.

Sebab itu dalam ibadah jangan sampai:

  1. Bodoh Mrk 12:24, Hos 4:6 sehingga dikira masuk Surga ternyata tidak Mat 7:21-23. Kita harus belajar Firman Tu-han baik2 supaya mengerti kebenaran dan kita dimerdekakan oleh kebenaran Yoh 8:34,36, Gal 5:1, Rom 6:1-2.
  2. Mau dengan sungguh2. Harus ada keputusan yang betul dan sungguh2 Luk 12:57, Yus 24:15. Sungguh2 mau, sebab kalau mau semua Firman Tuhan bisa dilakukan sebab Roh Kudus selalu stand by untuk membantu. Kalau ha-tinya tidak sungguh2 mau, maka timbul kesulitan dalam mentaati Firman Tu-han dan terus timbul dosa dengan alasan2 sehingga terus jatuh bangun dalam dosa meskipun tetap beribadah tetapi akhirnya binasa.
  3. Ada rahasia dosa yang disembunyi-kan 2Kor 4:2. Orang sulit melihat yang tersembunyi sebab itu jangan meng-hukum, itu bukan bagian kita Rom 12:19.
  4. Lemah, sebab rohani tidak dipelihara Pil 2:12 yaitu dengan 7 KPR. Sekalipun permulaannya baik, sehat, lahir baru, penuh Roh Kudus, kalau tidak dipeli-hara akan menjadi lemah dan binasa.
  5. Sesat oleh ajaran sesat. Ada banyak ajaran yang setengah atau sepenuhnya sesat akibatnya dahsyat sampai hilang keselamatannya. Ada orang sudah diberitahu, tetapi terus, tetap mela-wan, resikonya dipikul sendiri; jangan benci, kasihi, tetapi tegas untuk men-jaga domba2 Tuhan dalam keluarga, kelompok, Gereja dan Sinode dan tubuh Kristus, jangan sampai dihasut dan celaka oleh ajaran sesat ini.
  6. Cinta dunia ini, baik uang, baik ke-pujian, kesukaan hawa nafsu dll, kalau tidak dibuang semua dosa, tidak akan ada damai dan kesukaan yang se-sungguhnya, tidak bisa tumbuh dan kalau tidak bertobat, akan binasa!

Semua yang ditulis dalam ayat ini baik seperti setia beribadah ke Gereja, belajar Firman Tuhan, berdoa, suka ber-tanya2 kebenaran Allah dll, tetapi jangan sampai kena hal2 di atas, sebab akibatnya bisa terhilang jiwanya!

Biasanya hasil puasa itu besar seperti orang Niniwe yang sudah divo-nis mati, sebab puasa 3 hari, vonis Allah: Batal. Saul waktu matanya buta dihukum Tuhan, lalu bertobat dan puasa 3 hari , ia sembuh Kis 9:9. Tetapi Daud puasa 3 hari (mungkin sampai 7 hari) anaknya tetap mati 2Sam 12:16-18 padahal Daud sudah bertobat sungguh2, tetapi hukumannya tetap jalan. Simson mungkin juga puasa sam-pai lebih kurang 3 hari (sebab untuk membuat pesta orang Filistin dari seluruh negerinya dengan perlengkap-annya, pasti butuh waktu 3-7 hari, sejak Simson ditangkap; tetapi mata Simson tidak sembuh dan tetap mati. Simson juga bertobat sungguh2 sehing-ga Roh Kudus kembali kepadanya, te-tapi tidak sembuh dan tetap mati.

Orang2 Israel tahu faedah puasa, tetapi ternyatapuasanya tidak ada faedahnya sehingga mereka ber-tanya2 pada Tuhan. Daud, Simson berpuasa, tidak mendapatkan yang dimintanya, tetapi Tuhan menjawab pertobat-annya, diberinya ampun, tetapi celaka-nya tetap jalan. Tuhan tahu apa yang tepat dan adil bagi setiap orang.

Israel tidak dijawab sama sekali sebab mereka berpuasa tetapi tetap dalam dosa2nya, tidak sungguh2 bertobat. Sebab itu perlu periksa diri, jangan asal puasa tetapi ada dosa2 dan perkara2 yang jahat dalam hidupnya, itu sia2.

 

3b. Lihatlah, pada hari puasamu, engkau menuruti kesukaan mu* dan engkau menekan semua buruhmu.

(* Terj. Lama: kamu memuaskan nafsumu).

 

Tuhan menegur orang Israel sebab puasanya sia2 karena dicampur dengan dosa. Orang puasa harus hidup dalam kesucian atau yang berdosa,bertobat sungguh2 sampai dosanya diampuni dan bersih.

Orang Parisi berpuasa 1 minggu 2 kali Luk 18:12 tetapi mereka masuk Neraka Mat 23:15 (kecuali masih “sem-pat” bertobat sebelum mati). Mengapa Tuhan tidak berkenan pada puasanya? Sebab dosa! Mereka berpuasa tetapi juga menuruti kesukaannya, terus me-muaskan hawa nafsunya. Baik nafsu2 perzinaan, nafsu tamak akan uang (1Raj 21:12), nafsu kebencian (seperti Kis 23:14) nafsu ingin puji dan hormat dll. Orang puasa tetapi berbuat dosa itu sia2. Kalau puasa, juga dosa2, ikatan dan hawa nafsu daging harus dimatikan (bukan hanya dipuasakan, bisa bangkit lagi!). Juga terhadap orang lain, apalagi yang lebih kecil, buruh atau bawah-annya ditekan terus, puasanya jadi sia2! Kalau puasa dengan dosa dalam hal apapun, puasanya jadi sia2. Segala bagian dari ibadah harus dalam kesucian, sebab Allah itu suci 1Pet 1:15-16. Semua yang berhubungan de-ngan Allah kalau dengan dosa itu sia2, bahkan jadi kebenciannya sebab itu jangan berpuasa untuk minta atau menuntut perkara2 dosa atau hawa nafsu, pasti sia2, bahkan dosanya akan kena hukuman!

 

YES 58:4. PUASA YANG TIDAK DIDENGAR.

 

4a. Lihatlah engkau berpuasa untuk berkelahi dan berdebat dan untuk memukul dengan tinju kefasikanmu*

(* Terj.Baru: dengan tidak se-mena2).

Puasa tetapi berkelahi, benci, ada rencana pembalasan dan pikiran jahat lainnya, bahkan berdebat (orang ber-iman tidak patut berdebat 1Kor 11:16, seperti orang dunia, tidak mau kalah. Yang kita lakukan adalah sharing, saling membagi kebenaran2 yang kita miliki atau dapatkan dari Tuhan; kalau orang itu tidak mau, kita tidak marah atau benci atau memaksakan, sebab yang bisa menyadarkan orang akan kebe-naran adalah Roh Kudus Yoh 16:13, 1Kor 2:10, 1Yoh 2:20-27. Sebab itu ja-ngan berdebat tetapi saling bersaksi dan membagi, biar Roh Kudus yang meyakinkan dalam hatinya). Setiap keluarga dan Gereja dan Sinode harus mempunyai pengertian Firman Tuhan yang sama (1Kor 1:10, Mrk 3:25, Pil 2:1-2, Rom 16:17, 2Tes 3:6 dsb supaya jangan berdebat dan berkelahi karena pengertian yang berbeda dan salah). Anggota keluarga dan Gereja yang mengikuti pelajaran2 yang salah akan bertentangan terus waktubekerjasama dalam Gereja. Jangan berkelahi dan berdebat, harus segera diselesaikan di antara saudara2 sendiri, istimewa oleh gembala kecil atau pemimpin2nya 1Kor 6:4-5. Juga jangan bertindak atau me-mukul dengan kefasikan, cara duniawi atau menurut hawa nafsu, dengan ti-dak se-mena2. Perlu ada kasih yaitu limpah dengan pengampunan satu sa-ma lain sehingga yang salah bertobat dan dipulihkan dan yang dirugikan ti-dak bereaksi dosa, lulus dan meningkat karena kasih dan salib Kristus.

 

4b. Jangan puasa seperti yang engkau buat hari ini, untuk membuat suaramu didengar di tempat tinggi.

Orang berpuasa kepada Tuhan yang ada di Tempat yang tinggi yaitu dalam Surga, supaya permintaannya didengar. Banyak yang didengar seperti Niniwe Yun 3:5.

Juga orang2 Israel waktu kalah dengan orang Benyamin Hak 20:26, Achab 1Raj 21:27, Yosafat 2Taw 20:3, Israel dan Ester Est 4:3, Ezr 8:21,23, Neh 1:4, Dan 9:3, Putra manusia Yesus Mat 4:2 dll. Kalau tulus, tidak untuk menuruti daging, pasti Tuhan dengar. Orang yang tidak bertobat, berpuasa itu sia2. Yang penting bertobat dahulu baru sesudah itu puasa!

 

YES 58:5. PUASA ITU BUKAN UNTUK MENYIKSA.

 

Apakah puasa macam ini yang Ku pilih? Suatu hari di mana orang menyiksa jiwanya. Apakah itu untuk menundukkan kepala seperti gelagah? dan membentangkan kain karung dan abu di bawahnya?

 

Apakah engkau hendak menyebut hal ini sebagai puasa dan suatu hari yang berkenan pada Tuhan?

Puasa itu maksudnya bukan untuk me-nyiksa diri, meskipun memang tubuh dan keinginan makan tersiksa. Kalau orang berdukacita, susah (kain karung), biasanya tidak mau makan.

Tujuan puasa untuk:

  1. Bertobat, sebab itu harus menyesali dosa2 dan segala perbuatannya, se-hingga berdukacita. Kalau betul2 me-nyesal, puasa jadi ringan bahkan oto-matis seperti Saul, Yunus dalam perut ikan, Israel dan Ester.
  2. Berharap pada Tuhan dengan sege-nap hati, seperti Ester berani mati, ha-rap Tuhan saja, kalau tidak tertolong ya rela mati. Memang dalam puasa biasa tidak sampai mati tetapi harap Tuhan sungguh2, dalam kesucian atau dengan pertobatan maka Tuhan akan mende-ngar dan menolong sesuai dengan rencana Allah (sebab kadang2 tidak dikabulkan seperti Daud dan Simson, tetapi diampuni. Sebab itu jangan berdosa lalu habis itu mau puasa untuk minta ampun, itu menantang Allah!).

Dua hal ini mutlak dalam puasa yaitu:

  1. Kesucian atau pertobatan dan
  2. Harap Tuhan dengan segenap hati 1Yoh 3:3, betul2 percaya pada Tuhan, tidak punya reserve pengharapan yang lain, tetapi harap pada Tuhan saja).

Tentu orang yang harap Tuhan itu mencari Tuhan, berdoa, sehingga puasa itu selalu menjadi kombinasi doa Mat 17:21. Jalan yang pertama adalah doa dalam pertobatan yang sungguh2 (doa dengan dosa itu kebencian Tuhan dan tidak didengar Yes 1:12-16, Ams 28:9. Jangan berpuasa tanpa harap Tuhan, tanpa berdoa. Masih bisa berpuasa sambil kerja kalau terpaksa tetapi dengan terus berdoa dalam hati bah-kan dalam Roh dan hidup benar (kalau bisa ambil waktu khusus untuk doa dan puasa). Doa sungguh2, tidak selalu de-ngan puasa, tetapi kalau perlu, apalagi keadaan yang genting atau digerakkan Roh Kudus, kita juga berpuasa.

 

YES 58:6-7. PUASA YANG BETUL.

 

YES 58:6. BUKANKAH INI PUASA YANG KUPILIH?

Melepaskan ikatan2 kefasikan dan melepaskan beban2 berat*, dan membiarkan orang2 yang tertekan bebas dan pergi dan kamu mematahkan setiap kuk.

* Terj.Baru, Ibrani: tali2 kuk).

 

Semua dosa dan ikatan dosa atau kefa-sikan harus dilepaskan dan dibuang. Bertobat itu bukan hanya minta ampun tetapi lepas dari semua ikatan dosa, baik kebencian, zina, cinta uang, hor-mat dan puji, berhala dsb, semua beban2 berat sebab keinginan duniawi yang fana dan sia2 harus dibuang, misalnya ingin kaya, ingin masyur, ingin terpilih dll keinginan daging, harus di-buang, sehingga tidak ada lagi beban2 berat karena keinginan yang sia2.

Jangan mengikat orang karena dosa. (kalau terikat karena perjanjian yang benar, seperti syarat2 seorang murid, seorang pegawai dll itu bukan dosa). Tetapi jangan mengikat dan me-nekan dan memperhambakan orang (dengan cara2 baru, modern) untuk keinginan2 daging kita, itu menjadi dosa. Kalau kita punya keinginan yang betul, serahkan pada Tuhan, tetapi ja-ngan menekan orang, biar Tuhan yang menolong kita dan mengadakannya Maz 37:5. Kalau semua betul, benar, Tuhan bisa memberi pada waktunya. Jangan merugikan atau memasangkan kuk pada orang lain (kalau mengupah orang untuk hal2 yang benar, itu pekerjaan, bukan dosa). Kita harus be-bas dari segala dosa. Puasa tidak bisa membenarkan segala dosa. Allah itu adil dan maha suci. Sebab itu kita harus berpuasa dalam kesucian atau bertobat sungguh2 dan harap pada Tuhan sambil berdoa dalam Roh dan kebenaran.

Jadi puasa itu tidak rutin, tetapi kalau perlu atau digerakkan Roh Kudus, selain berdoa dengan betul dalam Roh dan kebenaran, kita juga berpuasa. Doa puasa yang betul itu kuasanya ekstra lebih besar, lebih2 dalam keadaan dan situasi yang genting.

 

Nyanyian:

Berdoa selalu dalam Roh kebenaran.