YS306 – YESAYA 57:18-21. DISEMBUHKAN DAN DAMAI

YESAYA 57:17. TUHAN MARAH SEBAB KERAS HATI, SEBAB ISRAEL KERAS HATI.

17.a. Karena kesalahan ketamakannya, Aku marah dan memukulnya.

Ayat ini masih sambungan ayat2 sebe-lumnya, yaitu umat Tuhan yang tidak mau bertobat, sampai Tuhan tidak lagi mau ber-bantah2 dengan orang2 ini (ayat 16) tinggal tunggu waktu hukum-annya saja. Kalau masih mau dan masih bisa bertobat, Tuhan akan berusaha menolongnya, memperbaiki atau me-nyembuhkannya (kalau perlu dihajar). Tetapi kalau sudah tidak mau, Tuhan tidak lagi mau ber-bantah2 seperti Saul, sekalipun Saul mau bicara lagi, Tuhan diam saja 1Sam 28:6. Akhirnya Saul binasa, bunuh diri, ini dosa langsung masuk Neraka. Tetapi kalau orangnya masih akan bertobat, seka-lipun lama tetap keras hati seperti Simson, maka Tuhan menghajarnya (lewat musuh2nya atau lainnya). Sim-son dihajar habis2an, begitu mende-rita, tidak ditolong. Akhirnya ia berto-bat tetapi tetap mati, semua rencana Allah yang indah2 berakhir.

 

17.b. Aku menyembunyikan diriKu dan marah dan ia terus mundur menurut jalan hatinya.

Tuhan se-olah2 tidak ikut campur, tidak tampak, sebab Ia menyembunyikan diriNya meskipun Ia marah dan ten-tunya sangat sedih. Orang2 berdosa ini, berbuat semuanya sendiri menurut jalan hatinya dan meskipun mereka berdosa, tidak terjadi apa2, semua berjalan baik dan lancar. Seperti Hofni, Pinehas berbuat banyak perkara2 dosa yang keji2 dalam bait Allah, umat Tuhan mengeuh dan berteriak, Imam Eli tidak tegas, tetapi tidak terjadi apa2. Se-olah2 Tuhan tidak ada, sebab Ia sembunyi. Waktu peperangan, imam2 yang jahat dan keji ini datang mem-bawa Tabut dan terjadi “kegerakan rohani yang besar”, Israel ber-sorak2 sampai bumi gempa, begitu heran “kegerakan rohani” ini. Orang Filistin sampai ketakutan luar biasa pada orang Israel. Tetapi kemudian waktu perang, apa yang terjadi? Kegerakan itu sebetulnya palsu, hanya emosionil, hanya perasaan hatinya yang ber-gerak2 tetapi jahat di hadapan Tuhan, sebab dosa2nya naik kepada Tuhan, sebab mereka hidup menurut kehen-dak hatinya sendiri, tidak mau taat pada Firman Tuhan. Sebab itu hasil dari “kegerakan rohani yang besar itu”, Hofni dan Pinehas mati dan 30.000 orang Israel mati dibunuh olehorang Filistin yang ketakutan 1Sam 4:10,11. Juga Tabut Allah dirampas musuh (dari emas murni lebih kurang 0,7 x 0,7 x 1,2 m, lebih2 tutupnya bisa setinggi 1 meter lebih dari emas murni) dan itu pusakanya orang Israel. Celaka yang luar biasa, meskipun mula2 tidak apa2. Jangan terus menerus keras hati, me-nurut jalan sendiri, tidak mau bertobat, tidak mau taat, dinasehati melawan, ada saatnya celaka besar akan datang kalau keras hati seperti Israel. Pasti celaka, tinggal tunggu tanggalnya saja!

 

YES 57:18-19. YANG BERTOBAT DISEMBUHKAN.

 

18.a. Aku melihat jalannya.

Tuhan berubah dan menyembuhkan. Mengapa? Tuhan tidak pernah salah dan adil 100%. Tuhan melihat hidupnya yang sesungguhnya.Kalau ada yang dihajar, dipukul dan binasa seperti Saul, seperti Israel waktu Hofni Pinehas sampai 30.000 orang mati, itu semua bukan karena emosi atau sentimen Allah, atau nasib atau kebetulan, tetapi betul2 sebab tidak mau bertobat dan Tuhan tahu betul. Tetapi kalau orang-nya betul2 bertobat, Tuhan juga tahu dengan tepat sampai dalam hati dan angan2nya. Dan orang yang sungguh2 bertobat, Tuhan ampuni, pasti diam-puni asal masih hidup, sekalipun tinggal hanya 1 menit (sebab itu tolongnya orang yang mau mati dengan celaka karena dosa2nya, kalau masih mau bertobat seperti penjahat besar yang di salib, Tuhan ampuni dan selamat masuk Surga Luk 23:43).

Begitu juga Simson, Yunus dll. Tetapi Saul, Yudas, Absalom, tampak-nya mereka tidak mau bertobat lagi, sebab keras hati dalam jalannya sen-diri, itu sudah kena racun iblis seperti Ul 32:32-33 sehingga mereka tidak lagi mau percaya pada Tuhan Wah 16:9,11 seperti Pkh 12:1 secara jasmani dan rohani Luk 5:39. Tidak lagi suka ke-sukaan dari Tuhan sebab sudah kera-cunan oleh dusta setan, apalagi kalau sudah sempurna dosanya, sama sekali tidak mau bertobat lagi sekalipun disiksa dan masuk Neraka. Tampaknya Saul, Yudas dll itu pada kesempatan terakhir tetap tidak mau bertobat.

 

18.b. dan akan menyembuhkannya.

Kalau minta ampun, Tuhan ampuni, disembuhkan.

Sekalipun mau bertobat dan Tuhan sudah menyembuhkan, tetapi jangan lupa rencana Allah dalam hidupnya merosot atau batal seperti Simson, diputus total! (Baru memerintah Israel 20 tahun, Saul 40 tahun!). Sebab itu jangan berdosa, itu bukan kehendak Allah bagi kita Gal 5:1, Rom 6:1-2, 2Pet 1:10. Kehendak Tuhan adalah hidup dalam kesucian sehingga tidak lagi perlu disembuhkan atau dipulihkan, te-tapi bisa tetap sehat danterus tumbuh makin lama makin tinggi dan indah seperti Kristus. Ini kehendak Tuhan sehat, tumbuh dan ber-buah2, bukan sakit2an lalu disembuhkan dan dipu-lihkan. (Semua sakit jasmani itu selalu ada sebabnya, yaitu dosa atau ujian (misalnya Ayub), kita harus bisa mem-bedakan. Kalau sakit rohani = jatuh dalam dosa, itu jelas karena dosa).

 

18.c. Aku akan memimpinnya juga.

Tuhan akan memimpin kembali sesu-dah diampuni, sebab ini cara hidup yang normal Rom 8:14. Tanpa pim-pinan Tuhan kita akan mudah tersesat dan disesatkan iblis. Belajar selalu min-ta pimpinan Tuhan (Roh Kudus) untuk pikiran, kata2 dan perbuatan kita, supaya tidak lagi berdosa, tetapi bisa kembali dipulihkan dan tumbuh dan ber-buah2. Yusak pernah salah (Yus 10:4) juga Paulus Kis 21:26 Petrus, Gal 2:11 dll, tetapi sesudah bertobat, Tu-han memimpin mereka kembali, Daud dipimpin Tuhan kembali, tetapi renca-na kelas 1 sudah hilang oleh dosa2nya.

 

18.d. dan memulihkan penghiburan baginya dan bagi orang2 yang meratapinya.

Orang jatuh dalam dosa itu sakit dan pahit sekali, tidak enak sama sekali se-perti tipu daya atau dusta iblis pada Hawa. Sangat pahit. Tetapi kalau sung-guh2 bertobat, Tuhan masih memberi penghiburan untuk pemulihannya. Celaka dan kepahitannya itu begitu be-sar sampai2 orangnya ikut merata-pinya, karena seorang berkeras hati dalam dosa2 menuruti jalannya sendiri. Sebab itu jangan sampai jatuh, taatlah sampai mati dalam jalan salib seperti Kristus Pil 2:8.

 

YES 57:19. DAMAI BAGI YANG JAUH DAN YANG DEKAT.

 

19.a. Aku menciptakan buah2 bibirnya: damai,

Karena dosa dan kepahitannya, orang2 ini tidak lagi bisa mengatakan damai, itu sudah jauh dari hidupnya sebab dosa2nya Rom 3:17. Tetapi kalau Tu-han sudah menyembuhkan (sebab bertobat) maka damai itu muncul kembali dalam hati danmulutnya, seba-gai buah2 mulutnya: damai! Tanpa Tuhan sudah tidak bisa lagi menga-takan damai, atau hanya pura2, sebab upah dosa itu maut Rom 6:23.

Kalau dosa diampuni, hubungan dengan Tuhan kembali baik, maka damai dari Tuhan mulai mengalir seperti yang dialami perempuan Samaria dalam Yoh 4.

 

19.b. damai bagi dia yang jauh dan yang dekat, Firman Tuhan dan Aku akan menyembuhkannya.

Akhirnya Injil sampai di seluruh dunia Mat 24:14, sehingga kalau Injil dibe-ritakan pada orang dekat atau jauh, semua dapat damai Ef 2:17, Tuhan bisa bekerja pada yang dekat atau yang jauh. Yer 23:23.

Sebaliknya kalau ada dosa dan hukuman jatuh, itu bisa kena di tempat yang dekat atau jauh, pada orang yang dekat atau jauh. Yez  6:12, 1Raj 8:46, 2Taw 6:36. Tetapi kalau bertobat, biar-pun yang dekat dan yang jauh, Tuhan sanggup mengampuni semua Dan 9:7. Jangan takut jarak, Tuhan bisa bekerja di mana2 asal secara rohani dekat dengan Tuhan. Semua yang bertobat akan disembuhkan oleh Tuhan.

 

YES 57:20-21. TIADA DAMAI

BAGI ORANG FASIK.

 

YES 57:20. ORANG FASIK HIDUP KOTOR DAN KACAU.

 

20.a. Tetapi orang fasik itu seperti laut yang bergelora, yang tidak bisa tenang.

Orang fasik adalah orang yang tidak mau bertobat, keras hati, itu seperti laut yang bergelora. Memang laut tidak pernah tenang. Jangan percaya suara daging, iblis dan dunia ini, itu semua penipu. Memang ada ketenangan se-saat, tetapi itu ketenangan yang palsu, sebab Tuhan tidak langsung menghu-kum Pkh 8:11. Tetapi meskipun begitu di dalam hati orang berdosa, tidak ada damai yang sejati. Memang orang dunia tidak bisa membedakan damai yang sejati dan palsu, tetapi orang beriman yang ada Roh Kudus, yang dipimpin Roh bisa membedakannya.

Apa gunanya damai yang sejati? Damai sejati, itu dari Roh Kudus Rom 14:17, Pil 4:7 dan itu berarti hidupnya dalam kesucian dan dipimpin Roh, jadi Roh Kudus besertanya. Kita harus bisa merasakan hal ini. Sebab kalau Roh Kudus beserta, kita aman dalam ren-cana Allah. Sekalipun Petrus dalam penjara menunggu maut, ia bisa tidur nyenyak dan sejahtera, tidak takut atau gelisah. Kalau bukan rencana Allah untuk mati, ia tidak mati bahkan lepas dengan ajaib Kis 12:6-11. Begitu juga Saulus yang ber-kali2 mengalami an-caman maut dll, kalau Tuhan beserta dan tetap taat dipimpin Roh, maka hi-dupnya tenang, sejahtera, tidak takut dan terpelihara dengan aman Kis 16:25. Tuhan melepaskannya dengan cara yang ajaib, cara ilahi.

Sejahtera dari Roh itu tanda diser-tai Tuhan dan akan berhasil, sukacita, tertolong dalam keadaan apapun, se-bab Tuhan itu maha kuasa, Ia bisa me-nolong untuk perkara apapun dan dalam keadaan apapun. Ada banyak contoh sejak dari Wasiat Lama sampai akhir zaman seperti Daud, rasul2, lebih2 lagi dalam Minggu ke-70 Daniel ada janji khusus bagi orang2 yang termasuk Gereja akhir zaman. 1Kor 15:51,52.

 

20.b. Yang airnya menyemburkan lumpur dan sampah.

Kalau hati penuh dosa bahkan dikuasai iblis dan hati seperti air laut, maka akan timbul segala macam kejahatan dan kekejian dalam hidupnya, baik dengan kata2, pikiran dan perbuatan, semua limpah dengan dosa dan kejahatan. Keluar dari hati melalui mulut dan per-buatan Mat 12:34. Segala dosa peni-puan, ketamakan, benci, iri, sombong, hawa nafsu dll semua itu tidak akan pernah tenang dan akan terus menge-luarkan lumpur dosa dan segala keja-hatan. Juga limpah kotoran atau sam-pah yaitu banyak yang yang sebetulnya tidak ada gunanya, tidak ada fae-dahnya, hanya sampah belaka. Baik waktu, uang, hati, kata2, tindakan dll yang sebetulnya tidak ada gunanya, sekedar karena menuruti daging dan perbudakan iblis yang terus mengadu dan membuat banyak celaka dan kekejian. Juga diantara orang beriman dan dalam Gereja, kalau iblis diberi tempat, maka timbul banyak hal yang sia2 dan korbannya juga banyak dan pahit. Misalnya suku bangsa Efraim yang sombong, yang tersinggung kare-na Yefta menang perang dan tidak mengajak suku Efraim padahal sudah diajak, mereka datang memerangi Yefta tanpa alasan, akhirnya mereka kalah dan dibinasakan, hampir punah semua Hak 11:1-6.

Jangan merencanakan atau berbuat karena daging dan dosa, pasti rugi bahkan bisa binasa seperti Efraim.

 

YES 57:21. TIADA DAMAI PADA ORANG FASIK, FIRMAN ALLAHKU.

Firman Allah ini jelas dan semua bisa mengerti tetapi tidak semua percaya. Iblis adalah bapak pembohong Yoh 8:44. Jangan percaya kata2nya yang “suci dan mulia”, itu kata2 malaikat terang yang palsu 2Kor 11:14. Semua yang percaya akan makan buahnya yaitu maut dan sebelumnya segala celaka dan kepahitan dalam dunia ini. Memang ada kesukaan dosa yang sesaat Ibr 11:25 tetap itu umpan dan orang dosa tidak bisa membedakan, juga orang beriman yang sudah mabuk, perasaan hatinya rusak Ams 14:16. Saul mau membunuh Daud, padahal sudah dua kali diampuni oleh Daud, tetap jahat dan kejam. Lebih2 orang2 yang undur dari Tuhan, yang mulai dalam Roh dan berakhir dalam daging Gal 3:3-4 akan jadi sangat jahat dan kejam.

 

Bagaimana bisa jadi, mulai dalam Roh berakhir dalam daging? Ini disebabkan:

  1. Orang itu sendiri yang kembali ber-buat dosa, tidak lagi menyangkal diri, ia akan jadi lebih jahat dari semula. Mat 12:43-45. Jadi sebab utamanya adalah orang itu sendiri. Mengapa begini? Sebab keselamatannya, kesuciannya tidak dipelihara Pil 2:12. Rohani harus dipelihara. Semua orang yang sehat kalau tidak dirinya dipelihara semua akan sakit, tubuhnya rusak dan mati. Harus dipelihara. Ingat 7 KPR itu penting untuk memelihara rohani kita supaya jangan menjadi sebaliknya seperti Saul.
  2. Sebab tidak ada penggembalaan Mrk 6:34. Kalau Tuhan belas kasihan pada orang2 yang tidak digembalakan, itu bukan hal yang kecil tetapi sangat penting. Sebab itu perlu penggemba-laan. Gereja lain dengan toko, restoran atau tempat rekreasi dll. Gereja itu tempat penggembalaan, perlu ada domba dan gembala yang saling mengenal dan mau bekerjasama Yoh 10:1-5. Gembala harus bertanggung-jawab atas keselamatan domba2 yang digembalakan Ibr 13:17 karena cinta akan Kristus, bukan karena uang atau sebab2 pribadi lainnya. Juga domba harus taat dan setia digembalakan da-lam kandangnya masing2 supaya tidak dicuri atau diterkam serigala2 atau tersesat sendiri. Orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang penggembalaan (dll) akan mu-dah tersesat dan akan binasa Mrk 12:24. Kita harus setia kepada Tuhan, setia dalam kandang2 gembala Yes 1:2-3 atau rumah bapa2 kita (penggem-balaan ini juga bertingkat, seperti yang dibuat Musa atas orang Israel).

Orang yang jatuh, undur dan jadi fasik, tidak mau bertobat, sekalipun permulaannya dalam Roh akan celaka; tidak ada damai di dunia dan dalam kekekalan. Jangan pilih damai dunia ini, lebih2 yang sudah percaya atau lahir baru, lalu pilih jalan lebar,akan sesat dan celaka lebih dahsyat seperti Mat 12:45. Orang yang memelihara iman-nya baik2, penuh dan dipimpin Roh akan selalu dipimpin oleh damai dari Allah Pil 4:7 dan tidak sampai celaka dan binasa kekal.

 

KESIMPULAN.

Kita sendiri yang menentukan kesela-matan kita untuk kekal dan nasib kita dalam dunia. Sebab itu jangan meng-abaikan atau meremehkan keselamat-an kita, pelihara baik2 lebih daripada apapun juga. Kalau terpelihara maka tandanya akan ada damai, sungai air hidup, ada damai dalam hati, yang akan terus mengalir tanpa terganggu seka-lipun mengalami banyak problem atau goncangan Ams 4:23.

Kalau kita berjalan bersama Tuhan dengan baik, kita tidak akan jatuh dalam dosa, tetapi tetap hidup dalam kesucian, tumbuh dan ber-buah2 dan terpelihara dari segala celaka sampai Tuhan Yesus datang tidak lama lagi. Kalau Tuhan datang 10 tahun lagi (atau kapanpun), semua yang berjalan dengan Tuhan (terus menerus berdoa dalam Roh dan taat akan pimpinan Roh Kudus) akan tetap terpelihara sampai masuk dalam pengangkatan, sebab itu kita perlu ekstra, dobel memelihara iman kita, sebab memang ini dosisnya di zaman kita sekarang!

 

Nyanyian:

Berjagalah dan penuh Roh Kudus

Jangan masuk dalam c’laka dunia.