YS302 – YESAYA 57:8. BERHALA ISRAEL, PEZINA ROHANI

YES 57:8. PERZINAAN ISRAEL DENGAN BERHALA MAKIN MENINGKAT.

 

8.a. Di belakang pintu dan tiang pintu, engkau telah memasang tanda peringatanmu.

Pintu, lebih2 dengan tiang2nya itu sa-ngat penting, sebab ini tempat keluar masuk rumah atau kota (zaman dahu-lu). Kalau ini diambil, rumah atau kota itu terbuka, seperti Simson meng-angkat pintu dan tiang kota, maka kota itu jadi terbuka tidak terlindung Hak 16:3.

Juga di pintu, tiang dan ambang adalah tempat untuk melabur dengan darah domba paskah Kel 12:7,22,23 sehingga malaikat maut melaluinya.

Juga pada tiang pintu ini, ditindik telinga dari hamba yang mau tetap setia menjadi hamba tuannya untuk seumur hidupnya Kel 21:6.

Juga di pintu dan tiang2nya adalah tempat untuk menulis Firman Tuhan (mungkin 10 hukum Taurat) supaya mereka dan anak2nya ingat akan Firman Tuhan. Ul 11:19-20.

Tetapi orang2 yang cinta pada berhalanya, mereka memasang tanda peringatan dari berhalanya sebagai tanda cinta dan penyembahan kepada berhalanya. Ini justru lawannya dari Ul 11:19-20, yaitu menjadi tanda supaya mereka selalu ingat akan berhala2nya, juga untuk seisi rumahnya.

Sekarang kita tidak menulis Firman Tuhan, tidak lagi pada tiang dan pintu rumah kita, tetapi ditulis dalam pintu hati kita. Orang2 yang cinta Allah, itu cinta Firman Tuhan Yoh 14:21,23 dan Firman Tuhan itu tertulis dalam hatinya dan ini mencegahnya dari berbuat dosa, dari menyakiti Tuhan yang dicin-tainya, sebab mereka cinta Firman Tuhan. Maz 119:11.

Sebaliknya para penyembah berha-la ini, yang cinta pada berhalanya lebih daripada Allah,sebab itu hatinya penuh dengan peringatan dan tanda2 dari berhala yang di-puja2 dan dicintainya. Mereka melakukan ini dengan segenap hatinya dan ini menjadi tanda dari peningkatan kerusakan2 akibat cinta akan berhalanya. Makin lama mereka makin terikat pada berhalanya dan makin habis rohaninya.

Orang yang tidak bertobat dan tidak berhenti dari berhala2nya akan makin terikat. Orang seperti ini sudah pasti muak bahkan benci pada Firman Tu-han, sebab cintanya sudah beralih pada berhala. Seperti Israel yang cinta menu Mesir itu menghina manna dari Surga, akhirnya mereka binasa. Bil 21:5-6. Per-hatikan isi hati kita, apa ada kelim-pahan Firman Tuhan di dalamnya atau percintaan akan berhala (atau mam-mon, hobby, hal2 duniawi dll).Jangan sampai tidak ada Firman Tuhan lalu diganti dengan segala perkara2 dunia yang jadi berhalanya, pasti orang ini yang tidak suka Firman Tuhan dan pasti ia akan menghinaNya dan rohaninya akan mati; juga sebab limpah persu-ngutan, perlawanan dan pemberon-takan melawan Tuhan dan hamba2Nya yang sungguh2 cinta Tuhan. Akhirnya hukuman jatuh ber-kali2 Bil 21:5-6; 11:6.

 

8.b. Dan engkau sudah menelanjangi dirimu kepada orang lain daripadaKu.

 

Zina jasmani.

Telanjang hanya boleh diantara suami-istri, sebab tubuh istri milik suami dan sebaliknya 1Kor 7:4, tidak boleh di luar pernikahan, itu dosa zina atau per-sundalan, tidak boleh dengan orang ke-tiga Ibr 13:5. Bahkan pakaian perem-puan sundal itu adalah orang yang me-ngurangi bajunya supaya tampak seba-gian ketelanjangannya dan menjerat hati laki2 lain Ams 7:10 TL, Pkh 7:26.

Israel itu seperti istri yang berzina, yang menelanjangi dirinya dan berzina dengan orang lain yang bukan suaminya.

Secara jasmani, ini adalah perkara yang keji sekali, harus bertobat, kalau tidak dosanya tinggal tetap dan orang berzina tidak boleh masuk Surga Gal 5:19,21, Wah 22:15. Baik suami atau istri yang berzina, kalau bertobat, harus mengakuinya pada istri atau suaminya sebab tubuh suami adalah milik istri dsb 1Kor 7:4. Tetapi sebaliknya suami atau istri yang dikhianati harus meng-ampuni istri atau suami yang bersalah kepadanya, 70 x 7 Mat 18:22. Orang yang rohani seperti Ayub, kasih Allah dalam dirinya itu tinggi sehingga lebih mudah mengampuni karena ada kasih 1Pet 4:8. Meskipun istri Ayub jelek sekali, Ayub mengampuni dengan tetap mencintainya. Tetapi dosa2 zina ini harus dibereskan sampai tuntas, jangan ada bagian2 yang disembunyikan, itu tetap menjadi dosa dan meng-ha-lang2inya masuk Surga; harus bertobat dan bereskan sampai tuntas, sehingga kesucian hidup nikahnya kembali dipu-lihkan dan dibangun kembali, supaya mereka tidak ditolak dari Surga, sebab yang berdosa sudahdisucikan.

Kalau ada yang tidak mau meng-ampuni, maka dosanya sendiri akan dihidupkan kembali, pengampunannya dibatalkan sesuai dengan Mat 6:14-15, Mat 18:34-35. Kalau pengampunannya dibatalkan, itu berarti binasa! Paling baik dan mudah dan senang adalah jangan sampai berdosa, tetapi tetap memelihara kesuciannya dalam semua segi hidup, istimewa dalam kesucian hidup nikah.

Secara rohani orang2 Israel ini menelanjangi dirinya pada berhala, ar-tinya menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada berhala. Begitu juga bagi orang2 beriman. Yang cinta Tuhan, berkata: kepada ku hidup itu Kristus dan mati itu untung Pil 1:21, tetapi orang2 yang cinta berhala berkata: hi-dup untuk berhala, mati sudah puas (padahal masuk Neraka, kena tipu si penipu). Mereka hidup bagi dunia,  yang menjadi berhalanya dan meng-khianati Tuhan. Tidak lagi ada cinta, tidak lagi bisa berkorban waktu, uang, tenaga hati dll pada Tuhan (dengan macam2 alasan), tetapi semuanya un-tuk berhalanya, sebab cintanya dan hidupnyauntuk berhalanya, yaitu dunia yang fana. Wai!

Beberapa banyak orang beriman masih mengakui dirinya orang Kristen, tetapi bercintakan berhala2nya, mere-ka tidak sadar dan binasa dalam kebo-dohannya. Hukumannya dahsyat, bina-sa dalam Neraka.

Apa bedanya orang yang cinta Tuhan atau cinta berhala?

Orang yang cinta Tuhan itu:

  1. Cinta FirmanNya dan taat (Yoh 14:21,23) sehingga hidupnya tetap da-lam kesucian. Kalau jarang belajar dan membaca Firman Tuhan setiap hari, itu tandanya belum cinta Tuhan, baru per-caya saja. Kalau orang cinta Tuhan itu bisa menikmati Firman Tuhan setiap hari.
  2. Cinta Tuhan itu berarti juga cinta orang lain, lebih2 dalam keluarga dan “panci” (tempatnya). Orang yang tidak cinta istri (atau) suaminya, sekalipun bisa beruat mujizat itu belum cinta Tuhan! 1Yoh 4:20. Orang yang cinta itu punya belas kasihan pada orang2 seki-tarnya, sehingga ia menolong mereka (dengan doa dan penginjilannya) untuk menyelamatkan mereka. Orang cinta Tuhan bisa cinta isi rumah dan orang2 di dekatnya. Seorang yang makin ro-hani itu diukur dari kasihnya dan orang yang cinta itu bisa mengampuni, seka-lipun istri yang jelek, seperti Ayub yang bisa mengampuni istrinya.
  3. Punya rahasia iman. Seorang istri dilihat orang banyak, semua tahu ram-butnya, pakaiannya, wajahnya, sepatu-nya dll. Tetapi ketelanjangannya tidak pernah dilihat orang lain kecuali suami-nya. Ini gambaran dari rahasia iman seorang yang cinta Tuhan, sebagai “mempelai Anak domba”.

Orang yang tidak cinta Tuhan, tidak punya rahasia iman, tetapi orang yang makin mencintai Tuhan makin dalam, maka makin besar rahasia imannya. Ini rahasia mempelai, rahasia suami pada istri dan sebaliknya, ini lebih daripada yang tampak dari luar.

Orang yang sungguh2 cinta Tuhan, biasanyaselain yang tampak oleh orang lain, dalam hatinya juga ada rahasia iman dalam perasaan hati yang suci yaitu keputusan cinta dan kerinduan yang mendalam kepada Tuhan Yesus. 1Tim 3:9.

Ini rahasia cinta, yang karena cinta, ingin beruat apa saja yang bisa dibuatnya untuk menyenangkan Tuhan yang dicintainya, bahkan ia mau dan berani menderita apa saja karena Tuhan. Orang yang cinta Tuhan habis2-an dan jadi satu dengan Tuhan 1Kor 6:17 itu seperti suami-istri dan punya banyak rahasia cinta atau rahasia iman dalam hatinya bagi Tuhan.

John Sung meninggalkan karier yang cemerlang karena rahasia iman dalam hatinya. Orang2 tidak bisa me-ngerti, juga orangtuanya, sebab ini ra-hasia dalam hatinya. Adanya rahasia iman ini membuat orang mengambil keputusan yang drastis, pengorbanan yang besar dan macam2 tindakan yang tidak bisa dimengerti orang banyak, sebab ini rahasia yang keluar dari hati yang penuh cinta.

Sebaliknya betapa jahat pengkhia-natan umat Tuhan, yaitu orang Israel yang menjadi “istri Tuhan”, lalu beralih pada berhala2nya. Ini rahasia cinta kepada laki2 lain, bukan kepada Tuhan (“suami”).

Ini orang beriman yang rahasia hi-dupnya (ditelanjangi) untuk berhala, bukan untuk Tuhan. Ini istri yang ber-khianat, punya rahasia cinta dengan laki2 lain yang biasanya disembu-nyikan. Tetapi orang yang cinta Tuhan, seringkali di dasar hatinya, membara suatu rahasia cinta, suatu keputusan dan kerinduan untuk setia dan cinta pada suaminya, suatu penyerahan dan pengorbanan bagi suami yang dicin-tainya. Umat Tuhan punya rahasia iman dalam lubuk hatinya untuk Tuhan yang dicintainya, suatu kerinduan yang dalam bagi Sang Kekasih.

Wai, satu kali hukuman akan meng-hancurkannya, kecuali mereka berto-bat. Kalau mereka bertobat, selama masih hidup, merekamasih bisa dite-rima kembali, tetapi harus sungguh2 bertobat dan mati lepas dari dosa2nya. Kadang2 seperti istri Ayub yang masih mau bertobat, dihajar Tuhan sampai habis, habis2an sekaligus 10 anak hi-lang dll.(dan Ayub juga kena, tetapi ini sekaligus menjadi ujian bagian) tetapi bagi istri Ayub ia betul2 habis dari se-gala2nya. Untung akhirnya ia bertobat, tetapi dengan pukulan yang dahsyat.  Jangan main2, lebih baik mencegah dari permulaan.

Sebab itu sesudah seorang berto-bat, harus dibimbing dan dimuridkan baik2, jangan sampai jatuh, apalagi ber-zina dengan dunia ini dll sehingga ka-susnya menjadi ruwet dan akibatnya parah, baik secara jasmani dan rohani, seringkali hidupnya habis, banyak perkara yang baik hilang Pkh 9:18, seperti menerusi api 1Kor 3:15.

 

8.c. dan engkau sudah naik, engkau sudah meluaskan tempat tidurmu.

Tempat tidur adalah milik suami istri, kesucian nikah. Ini tidak boleh dina-jiskan, tidak boleh ada orang ketiga yang menajiskannya. Disini dimaksud-kan pezina rohani dengan berhala2, “laki2 lain” daripada Tuhan. Jangan ada main dengan “laki2 lain”, jangan ada percintaan dengan dunia ini.Ada yang memberhalakan popularitasnya, dalam kesombongannya, ada yang bercin-takan mammon, anak, pekerjaan, he-donisme dsb dan mereka makin me-ningkat, terikat dengan segala berhala yang dicintainya, sama sekali tidak ada lagi waktu atau hati bagi Tuhan, tetapi seringkali mereka tidak sadar bahkan ini dosa yang dahsyat!

Orang beriman yang sungguh2 bisa mengerti tanda2nya dan tidak sampai masuk dalam jerat berhala. Orang yang lekat dengan berhalanya kalau dipisah-kan dari berhalanya akan marah, susah, berjuang habis2an untuk mendapat-kannya kembali.  Ini orang2 yang lekat dengan berhala atau iblis dan tidak lagi mau terlepas dari berhala (iblis), sangat terikat seperti istri yang berkhianat dan lekat dengan laki2 lain, istri dari iblis.

 

Naik lebih tinggi dalam dosa2 berhala/ perzinaan rohani.

Orang Israel begitu bejat dalam pe-nyembahan berhala, ber-ulang2 dan begitu dalam jatuh dalam dosa berhala, sebab sudah cinta dan lekat pada berhalanya dan terus meningkat. Orang berbuat dosa dengan cinta, dosanya jadi ikatan, bahkan jadi berhala dan ia akan makin meningkat, naik di tempat tinggi, makin banyak pengorbanannya dan meluaskan tempat tidur perzi-naannya dengan berhalanya. Tetapi se-baliknya orang yang cinta Tuhan tidak mau terikat dengan apapun, bisa lepas dari semua yang di dunia.  1Kor 7:31.

Ini orang2 yang makin erat dan lekat dengan Kristus, seperti carang le-kat pada pokok. Yoh 15:5. Ini selan-jutnya akan masuk dalam fase ber-tunangan, yang akhirnya menjadi per-nikahan suami istri 2Kor 11:2.

 

8.d. dan membuat bagi dirimu suatu perjanjian dengan mereka.

Ini janji dengan iblis yang ada di balik segala berhala, janji mengikatkan diri sepenuhnya dengan berhala (dan i-blis!). Ini perkara yang dahsyat, yang kalau tidak diputuskan, akan masuk dalam ikatan yang lebih dalam yaitu yang kekal dengan iblis, menjadidosa yang sempurna, dan itu berarti kebi-nasaan yang kekal. Kalau tidak dile-paskan, ia binasa sampai kekal. Bagai-mana bentuk perjanjian dengan ber-hala (dan setan2nya)? Ada macam bentuk dan cara, lalu setan masuk di dalamnya. Orang gila Gadara sudah terikat dengan lebih dari 2000 setan yang menguasainya. Setan2 tidak bisa bebas masuk dan merasuk semaunya sendiri di dalam manusia, Tuhan mem-batasi tidak melebihi kekuatannya. 1Kor 10:13, supaya yang mau percaya jangan dirasuk setan2, tetapi bisa per-caya. Kalau ada 2.000 setan bisa masuk dalam seorang (bandingkan Maria Magdalena hanya dirasuk 7 setan), pas-ti ada suatu perjanjian atau ada suatu ikatan dengan setan, sehingga setan2 minta masuk dan Tuhan terpaksa mengizinkan. Mungkin karena bodoh dan tertipu, mereka membuat perjan-jian dengan setan, istimewa dalam ber-hala2 ini. Dengan penyembahan ber-hala ada orang punya 1.000 jin. Untung Tuhan Yesus melepaskan orang Gadara ini sehingga lepas dan ikut Tuhan Yesus. Kalau sudah sempurna dalam dosa, tidak lagi bisa lepas untuk kekal.

Sebaliknya Abraham mengikatkan dirinya erat2 dengan Tuhan sehingga se-gala2nya diberikan pada Tuhan dan Tuhan mengikatkan DiriNya dengan suatu sumpah. Ini tingkat yang tinggi, hampir sempurna (kalau sempurna su-dah terangkat naik seperti Henokh dan Elia), tetapi ini mulai masuk dalam fase yang heran itu. Kej 22:16-18. Ini orang2 yang luar biasa dan tidak lama kemudian menjadi sempurna.

Orang yang cinta Tuhan itu mau membuat ikatan perjanjian dengan Tuhan, mula2 dengan ikatan yang biasa dan makin lama makin kuat seperti ikatan persahabatan, lalu bertunangan dan akhirnya pernikahan, dimana 1+1=1. Jadi hubungan atau ikatan ini akhirnya menjadi ikatan yang sem-purna dan kekal.  2Kor 11:2.

Orang2 yang cinta Tuhan maudiikat karena Tuhan Yoh 21:18, mau diikat dan mengikatkan dirinya dengan Tuhan untuk selamanya. Sebaliknya orang2 yang keras hati dalam dosa, sampai membuat perjanjian dengan setan (se-ringkali karena tertipu), ikatan perjan-jiannya terus tumbuh sampai tingkat2 yang sempurna dan celaka ini.

 

8.e. Engkau mencintai tempat tidur mereka, dimana engkau melihatnya.

Tempat tidur menceritakan tentang persekutuan yang erat di mana suami-istri menjadi satu. Begitu secara rohani, orang2 yang menyembah berhala ini menjadi satu dengan iblis dan ber-hala2nya. Kita harus lekat dengan Tu-han dan makin lama makin erat sehingga akhirnya tidak bisa lepas lagi. Mula2 seperti carang dengan pokok Yoh 15:5, kemudian seperti orang yang bertunangan dan akhirnya menjadi satu makin lekat seperti 1Kor 6:17 seperti Kristus dengan mempelaiNya.

Ini persatuan yang makin mening-kat, sejak dimeteraikan dengan Roh Kudus, makin erat bersekutu sampai dalam semua segi hidup menjadi sama seperti Kristus dan menjadi satu. Sebab itu jangan cinta apapun dalam dunia ini, jangan terikat, tetapi pakailah seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Terus menyangkal diri dalam semua segi hidup dan taat pada Firman Tuhan, sehinggadunia mati dari dirinya dan dia sendiri sudah mati bagi dunia. Gal 6:14.

Kalau kita penuh dan dipimpin Roh, maka Roh Kudus akan terus meng-ingatkan kita dengan teliti dan tepat sebab Ia Mahatahu dan Mahakuasa. Ia juga bisa menolong kita taat dalam semua segi hidup sehingga bisa me-nyatu dengan Kristus. Sebab itu per-satuan ini makin erat kalau ada pe-kerjaan Roh Kudus (mulai dari percaya, lalu baptisan Roh Kudus, terus sampai penuh dan selalu dipimpin Roh). Ja-ngan lekat dengan dunia ini, lepaskan segala ikatan2 yang manapun, jangan terikat, jangan tertipu. Kalau kita mau disucikan, Roh Kudus dan Firman Tu-han dapat menolong kita.Kalau ada sesuatu yang meng-halang2i atau mengganggu, Dia akan menyatakannya dan kita bisa menghindarinya (Ams 22:3) dan disucikan dari semua yang salah. Pakai terus  tongkat Roti dan tongkat Allah dalam perjalanan hidup di dunia ini. Maz 25:4, Yes 3:1.

 

Nyanyian:

Aku pilih jalan yang slamat.