YS300 – YESAYA 57:6-7. ISRAEL YANG KEJI TETAPI MEGAH DAN BANYAK PERSEMBAHAN

Ini masih sambungan dari ayat 3, yaitu orang2 Israel yang berbalik dari Allah dan menyembah berhala, putra2 pene-nung, benih orang berzina dengan ber-hala2, seperti zina rohani Yak 4:4. Dan mereka bicara dengan mulut besar seperti iblis Wah 13:5, berani bicara (ayat 4 dengan menjulurkan lidahnya, mencela dan menghina)yaitu benih2 orang durhaka dan pendusta. Tuhan sangat marah. Mereka me-nyala2 (ber-api2 bergairah dengan segala berhala, ayat 5) di bawah setiap pohon (= di mana2), begitu banyak dosanya bahkan sampai taat penuh pada berhala, sam-pai2 membunuh anaknya untuk dewa2nya. Orang2 Kristen kadang2 be-gitu memberhalakan anak2nya sampai melawan Allah, tetapi untuk berhala mereka bahkan berani membunuh anaknya, begitu taat. Abraham rela mengorbankan anaknya karena dipe-rintah Allah, (ini hanya dalam Wasiat Lama) tetapi Tuhan cegah, sebab bukan itu maksudnya tetapi untuk membuk-tikan kasih dan ketaatan Abraham pada Tuhan. Orang2 ini sampai membunuh anak2nya untuk berhala, begitu besar penyerahan dan pengorbanannya da-lam ibadah yang salah.

 

YES 57:6. KORBAN MINUMAN DAN MAKANAN UNTUK BERHALA.

 

6.a. Diantara batu2 yang licin dari sungai, itulah bagianmu, mereka, bahkan mereka adalah bagian undimu.

Apa maksudnya batu2 licin dari sungai ini? Disini mereka membuat korban makanan dan minuman. Ini berarti me-reka membangunkan batu2 ini menjadi suatu mezbah lalu mengorbankan ma-kanan dan minuman di atasnya. Musa pun membuat Mezbah dari batu se-belum ada mezbah dalam Kemah Suci. Kel 24:4. Juga Yacob mengambil batu yang dijadikan bantal lalu mencurahkan minyak atasnya. Kej 28:18. Orang2 Israel yang murtad ini membangun mezbah yang lain, Yus 22:19, bukan Mezbah Tuhan dan membuat korban di atasnya. Dalam penyembahan berhala juga ada mezbah, ada korban, tetapi ini lain, prinsipnya lain dari mezbah dan korban kepada Allah.

Memang ada pengorbanan, bahkan besar, baik uang, baik ber-macam2 ke-taatan bahkan mengorbankan anak supaya maksudnya dilaksanakan oleh iblis (masih ada sampai sekarang, anak dikorbankan sebagai wedal, syarat). Seringkali pengorbanannya besar, bah-kan jahat dan keji. Ini mezbah yang lain itu, tidak mengenal kesucian, tidak sesuai Firman Tuhan, bisa begitu keji, najis, dan jahat, asal kehendak mereka tercapai. Setan tidak peduli kehendak dan keinginan orang2 yang menyem-bahnya, apa saja boleh, bahkan ber-zina, membunuh, korupsi, kemuliaan duniawi dll, asal mereka mau taat dan menyembah pada iblis seperti tawaran yang diberikannya kepada Putra manu-sia Yesus dalam Mat 4:8-10. Tetapi de-ngan tegas Putra manusia Yesus meno-lak dan mengusir iblis!

Di Mezbah Tuhan juga ada pengor-banan tetapi semua dalam kesucian, dan caranya, tujuannya semua dalam kesucian sesuai Firman Tuhan. Seka-lipun sakit bagi daging sebab taat akan Firman Tuhan, tetap tidak boleh be-reaksi dosa. Memang gelap dan terang itu berbeda. Jangan mencari perto-longan atau hendak mencapai kehen-dak hati dengan mezbah yang lain, yang bisa menghalalkan segala perkara.

Untuk iblis semua perkara halal bahkan yang najis dan jahatpun bisa dihalalkan seperti membunuh anak sendiri dan perbuatan2 jahat lainnya, tetapi di dalam Tuhan, akan diadili oleh Allah dengan adil! Orang yang mem-buat mezbah yang lain, mezbah ber-hala, apalagi olehumat Tuhan yang durhaka, undur, itu jadi bagiannya, yaitu hukuman yang kekal dalam Ne-raka. Jangan membangun mezbah yang lain.

 

6.b. Bahkan kepada mereka, engkau mencurahkan korban minumanmu dan engkau mempersembahkan korban makanan.

Orang2 yang undur ini mengorbankan korban makanan dan minuman kepada berhala2nya. Ini perkara yang jahat di hadapan Allah. Korban minuman itu biasanya anggur lambang sukacita dan korban makanan itu se-olah2 memberi makan pada dewa2nya.

Dalam Meja Roti Pertunjukan ada roti persembahan dan korban minum-an juga. Makanan kita adalah Firman Tuhan. Kita dikenyangkan dengan me-lakukan Firman Tuhan dan ketaatan akan Firman Tuhan itulah pengor-banan yang berkenan kepadaTuhan 1Sam 15:22-23. Ini yang betul dan berkenan pada Tuhan, yaitu kalau kita mau mengerti dan taat akan Firman Tuhan, harus mematikan daging. Orang yang menyembah berhala boleh ber-buat segala perkara, itu cocok bagi orang yang mau menurutidaging, ha-nya mereka harus taat pada iblis atau dewa2 yang disembahnya (dan bia-sanya itu tidak bertentangan dengan daging, hanya harus taat pada syarat berhala2 itu). Segala perkara yang lain, sekalipun memberi yang terbaik kepa-da Tuhan, kalau tidak taat akan Firman Tuhan itu sia2. Saul memberi dari ram-pasannya (dalam perang dengan orang Amalek) barang2 yang terbaik bagi Tuhan, tampaknya seperti orang yang cinta Tuhan, begitu indah bagi Saul dan bagi rakyatnya, tetapi kekejian bagi Allah, sebab itu hanya untuk me-nutup2i ketidaktaatannya. Saul me-langgar Firman Tuhan dan semua pemberian yang terbaik itu sia2. Sebab itu jangan bodoh, belajar baik2 Firman Tuhan supaya tahu kehendak Allah istimewa dalam hidup kita dan taati. Harus tahu apa kehendak Allah bagi kita Ef 5:17 dan taati. Minta pengertian Roh Kudus dan kuasaNya, sebab itu bertekunlah berdoa dalam Roh dan hidup benar. Kalau tidak mengerti, ber-tanya2lah pada Tuhan dan pada gem-bala masing2 (wai orang yang tidak punya gembala Mrk 6:34, dia bisa tersesat dan binasa Mrk 12:24). Jangan melanggar Firman Tuhan, apalagi kalau sudah tahu, lebih2 menyembah ber-hala, itu membuat Allah sangat cemburu dan marah Nah 1:2.

Orang Israel begitu mudah meng-khianati Tuhan dan menyembah ke-pada berhala, misalnya 40 tahun di padang gurun, ber-ulang2 menyembah berhala, tidak pernah setia dengan penuh kepada Tuhan sepanjang umur hidup masing2 Kis 7:42, Amos 5:25-27. Begitu juga umat Tuhan, banyak orang yang tampaknya beribadah kepada Tuhan tetapi sebetulnya mereka me-nyembah berhala mammon, kedunia-wian, kepujian dan kedudukan, perzi-naan, sukses dll. Mereka tidak menye-nangkan Tuhan tetapi menuruti daging atau kehendaknya sendiri. Apa tan-danya?

Kalau yang dicintai (lebih dari Allah) itu tidak dapat maka mereka marah dan ber-sungut2. Yang penting bagi mereka adalah kehendak hatinya sen-diri, kesukaannya sendiri. Kemuliaan ilahi yang indah dan kekal, tetapi tidak tampak itu tidak dipedulikan. Sebab itu carilah dahulu kerajaan Allah dan ke-benaranNya Mat 6:33, utamakan dan taati lebih dari semua. Berpada dengan semua yang ada dalam dunia, pakailah seperti orang yang tidak memakai, jangan se-kali2 diberhalakan lebih dari Tuhan tetapi cinta Tuhan lebih dari semua yang lain 1Kor 7:31. Sebab itu dahulukanlah mencari kerajaan Surga dan memperkenankan Tuhan lebih dari yang lain.

 

6.c. Apakah Aku terhibur dengan hal ini?

Pasti Tuhan tidak terhibur dengan per-buatan umatNya ini bahkan marah besar. Dan pasti ada akibatnya yaitu rohaninya rusak dan tidak tumbuh, rencana Allah dalam hidupnya ban-tut.Ini sebabnya banyak orang tidak mengalami rencana Allah yang indah. Seperti Israel yang seharusnya keluar dari Mesir untuk ke Kanaan, justru mati dengan dukacita dan penderitaan di padang gurun. Padahal hidup di padang gurun itu ajaib dan luar biasa, tetapi sebab ber-sungut2, semua jadi celaka dan penuh penderitaan. Mereka ma-rah, ingin menu Mesir, muak dengan manna, padahal hidupnya sudah dija-min Allah dengan manna dan macam2 pemeliharaanNya.

Orang yang membangkitkan kema-rahan Tuhan, apalagi kalau tidak ber-tobat, hukuman Allah sudah ada di depan pintu Yak 5:9. (Apalagi dalam akhir zaman, lebih hebat Roh Allah bekerja, lebih dahsyat hukuman atas setiap dosa, istimewa dalam Minggu ke-70 Daniel seperti yang terjadi dalam Kis 5). Jangan membangkitkan murka Allah dengan tidak mau bertobat apa-lagi dengan sengaja, sudah mengerti tetap melawan Firman Tuhan Ul 4:25; 9:7,8; 32:16, 1Raj 14:9; 15:30; 16:2,26,33 dst). Kalau sudah tahu itu dosa, melawan Firman Tuhan, biarpun ada keuntungan dari iblis atau dunia ini, jangan diteruskan, berhenti dan bertobatlah sungguh2 supaya jangan murka Allah menghancurkan seluruh hidup kita ini. Siapa berani melawan Allah? 1Kor 10:21,22. Sekalipun banyak orang melakukan perbuatan yang me-lawan Allah, jangan ikut2 dalam per-buatan dosanya Kel 23:2. Banyak orang yangikut, itu belum berarti betul. Ja-ngan ikut jalan lebar, disitu banyak orang, apalagi kalau sudah polarisasi (Wah 22:11) ada banyak orang  Gereja di sana. Sebab itu harus mengerti baik2 Firman Tuhan dan taat, sekalipun yang bertekun sedikit, jangan ikut2 orang banyak dalam jalan lebar. Biasanya orang2 ini tidak setia, penuh per-sungutan, marah, tidak puas, benci, dan berontak melawan Musa pemim-pinnya; padahal mereka semua tahu Musa adalah pemimpin yang diangkat Tuhan, orang besar di hadapan ma-nusia dan di hadapan Allah, tetapi mereka berani berontak melawan dan ber-sungut2 melawan Allah dan Musa hambaNya. Akibatnya banyak yang mati (tampaknya mati biasa di padang gurun, tetapi itu mati kena kutuk dan hukuman Allah. Yang ber-sungut2 da-pat ekstra mati yang dahsyat seperti 10 pengintai, Bil 14:37. 250 orang yang berani menyembah Tuhan dengan caranya sendiri (dalam dosa, benci, marah dll Bil 16:35. Tidak semua orang yang berdoa dan menyembah Tuhan itu berkenan pada Tuhan (misalnya ligabo), tetapi sembahlah sesuai Firman Tuhan dalam Roh dan hidup benar Yoh 4:23-24). Juga ada yang mati dalam bela karena menghina manna Bil 21:5-6; 11:1-2 dll, banyak bela jatuh atas orang yang beribadah semaunya sendiri, punya banyak berhala. Apalagi keluarga Korah, Datan, dan Abiram, semua keluarga2 ini dikubur hidup2an dengan seluruh kemahnya Bil 16:26-34, dan ber-kali2 lagi hukuman turun, sebab mereka tidak mau bertobat sungguh2. Jangan keras hati, jangan asal beribadah, jangan asal pelayanan, tetapi mengertilah kebenaran Firman Tuhan, cocokkan hidup, ibadah, pelaya-nan kita dengan Firman Tuhan dalam kesucian dan sesuai Firman Tuhan.

Belum tentu yang terbaik menurut kita itu berkenan pada Tuhan, seperti Saul dan orang banyak yang ikut Saul, Saul dipecat Tuhan dan hukuman jatuh atas Israel. Banyak yang binasa kena hukuman Tuhan, misalnya yang mem-bela Absalom sungguh2, lebih kurang 50.000 mati dihukum Tuhan 2Sam 18:7-9. Mereka beribadah, jadi umat Tuhan tetapi binasa sama seperti orang kafir yang menyembah berhala!

 

YES 57:7. KORBAN DI TEMPAT TINGGI2.

 

7.a. Di atas gunung yang tinggi dan megah.

Mereka yang beribadah kepada Tuhan, tetapi dengan cara yang salah, dengan berhala itu begitu megah. Contoh Israel mulai dari raja Yerobeam dst itu tetap menyebut dirinya umat Tuhan dan me-nyembah Allah, sampai Yosafat kagum dan terpengaruh dan ikut Achab yang punya 450 nabi Baal, nubuat2 yang limpah seperti nabi Zedekia dan me-nyembah Allah. Yosafat sudah me-ngerti banyak Firman Tuhan, masih bisa terpengaruh dan bersekutu dengan Achab yang ada di bawah kutuk hu-kuman Allah. Sebab itu Yosafat ditegur sangat keras oleh Tuhan 2Taw 19:2 (murka besar).

Orang2 yang salah ibadahnya ini, yang memberhalakan kesuksesan, orang banyak, kesukaan duniawi, ber-hala2, mereka naik ke atas tempat yang tinggi dan megah. Seringkali orang2 yang salah ini justru lebih banyak orang yang ikut dan bergabung dengan me-reka, daripada yang benar (sebab jalan lebar lebih ramai, lebih banyak orang-nya di jalan sempit Mat 7:14-15. So-dom Gomora jauh lebih ramai dan me-riah, terkenal, masyur daripada Abra-ham di padang gurun yang senyap). Memang orang yang menyembah ber-hala, perkara2 duniawi, itu menarik orang banyak, itu lebih mudah masyur dan jadi besar daripada orang yang hidup benar, berkenan pada Tuhan, sebab menuruti daging (berhala dan dunia ini) itu lebih disukai orang banyak daripada menyangkal diri hidup suci, berkenan pada Tuhan itu sakit bagi daging. Ukuran kita bukan banyak orang atau masyur, tetapi cocok de-ngan Firman Tuhan dalam kesucian dan kesukaan jalan sempit. Rata2 kalau orang banyak mudah tertarik dan se-nang (apalagi hidupnya tidak dalam ja-lan sempit, tidak suci dan tidak ber-kenan pada Tuhan), harus hati2 sebab biasanya yang tinggi dan megah bagi orang banyakitu adalah bagian dari jalan lebar.

 

7.b. Engkau memasang tempat tidurmu.

Pelita itu ditutup gantang dan tempat tidur Mrk 4:21. Gantang cerita tentang uang yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Tempat tidur tentang kesukaan sex di luar nikah, akibatnya pelitanya padam. Di tempat yang ramai ini, tem-pat tidur dipasang. Kalau sudah banyak orang, megah, ada berhala2 (tersem-bunyi atau terang2an) maka sambung-annya juga dosa2 perzinaan. Ini me-mang yang menarik orang. Kalau diajar hidup suci, tidak boleh dosa2 perzinaan dan percabulan, sedikit orang y ang tertarik. Tetapi kalau hal ini tidak dila-rang atau tidak diajarkan, bahkan dibiarkan, sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik, maka banyak orang akan datang dan suka ikut serta. Kalau diajarkan hidup suci yang sesuai Firman Tuhan, itu tidak menarik banyak orang, juga orang Kristen yang tidak mau mematikan daging, tidak bergabung. Dalam keakraban yang manis, hal ini jadi salah satu daya tarik yang kuat sekalipun tidak ditonjolkan. Kalau enak buat daging, diam2pun banyak orang tertarik. Ini yang dipasang di tempat yang tinggi! Hati2, apalagi kalau sudah jelas tampak “ada tempat tidur” dalam keakraban, maka pelita itu padam, yang menyala adalah pelita daging. Orang yang takut akan Allah menjauh, sekalipun ada reskiko seperti Yusuf menolak kemanisan tempat tidur istri Potifar, dia dibenci, difitnah, bahkan masuk penjara.

 

7.c. bahkan ke sana kamu naik mempersembahkan korban.

Korbannya banyak dan limpah. Bayang-kan orang miskin seperti Israel bangsa budak bisa mempersembahkan emas sebanyak 1 ekor lembu. Untuk proyek kemegahan, proyek persundalan, pro-yek kebencian, proyek keduniawian dan macam2 proyek yang fana, ada cukup banyak orang mempersem-bahkan korban, sebab senang dan menarik! Jangan tertipu hanya oleh jumlah besar, sukses, masyur, korban uang yang besar, proyek yang besar2, sebab belum tentu perkara2 besar itu dari Tuhan, belum tentu berkenan pada Tuhan, tetapi orang2 Kristen Halaman sangat gandrung dan tertarik pada semua yang megah, dipenuhi orang banyak, proyek besar, korban yang besar2 dll yang besar dan megah. Tetapi ukuran kita adalah hidup suci seperti Allah dan dicocokkan dengan Firman Tuhan dan makin tumbuh seperti Kristus.

Tujuan kita Surga dan jalan kita sempit. Kalau toh banyak orang yang bertobat seperti waktu Petrus khotbah, itu indah, tetapi tetap dalam jalan sem-pit. Sedikit dosa di hadapan Petrus dan Allah, langsung Ananias Safira mati di tempat. Kalau Roh Kudus bekerja kuat, banyak orang, beritanya masyur tetapi kesucian dan ketertiban sesuai Firman Tuhan juga makin keras. Tetapi kalau megah, besar, heran, tetapi dosa di-biarkan sehinggamakin banyak, itu Ge-reja2 jalan lebar dan pasti akan me-nyesatkan. Makin besar dari Tuhan, makin ketat, tertib dalam kesucian!

 

KESIMPULAN.

Dalam Yes 57:3-7 dst ini diceritakan kegerakan berhala umat Tuhan yang hebat, masyur, di tempat2 tinggi tetapi bukan dari Tuhan. Kita harus mengerti sehingga bisa membedakan, punya pendirian yang betul dan tetap dalam ibadah dan pelayanan jalan sempit, jangan sampai kena hasut dan pro-mosinya laluikut orang banyak dalam jalan lebar yang ramai dan meriah, bisa sampai di neraka! Jalan sempit itu indah untuk kekal.

 

Nyanyian:

Aku pilih jalan yang slamat.