YS296 – YESAYA 56:7-8. BERGEMBIRA DALAM RUMAH DOAKU

YES 56:7. RUMAH DOA, NAIK

KE GUNUNG KESUCIAN ALLAH.

7.a. Bahkan mereka akan Kubawa ke gunung kesucianKu, dan membuat mereka bergembira.

 

Membuat mereka bergembira.

Yang indah dan sumber dari segala yang mulia dan kesukaan adalah kesu-cian. Ini kata kunci dari Surga yaitu “Suci” Wah 4:8. Luar biasa. Kata ini seringkali tidak populer dalam dunia, apalagi oleh tipu daya iblis. Biasanya orang2 sudah terbiasa dengan kesan, bahwasuci itu sulit dan penuh larangan dan penuh penyangkalan diri, mungkin cocok untuk orang tua yang sudah tidak bisa apa2 lagi dan hampir mati, atau yang sudah putus asa.

Dalam dunia kata yang lebih po-puler adalah “uang”, sebab dengan uang semua yang manis dan enak da-lam dunia bisa didapatkan. Ini disebut mammon dan manusia menyembah mammon karena percaya bahwa inilah kunci segala kesukaan dan kemuliaan dalam dunia.

Untuk hidup kekal yang berikutnya, biasanya orang banyak tidak tahu apa2, sehingga mudah ditipu iblis dengan mammon dalam dunia ini. Sebab itu keduanya ini (Allah dan mammon) menjadi saingan bagi umat Tuhan Mat 6:24. Tidak bisa bertuhankan keduanya sekaligus. Orang dunia hanya tahu bah-wa mammon itu manis dan amat me-nyenangkan, sehingga dicari, dikejar dan disembah. Orang dunia tidak me-ngenal Allah yang sebenarnya. Tetapi orang beriman seharusnya mengenal Allah dari Firman Tuhan dan Roh Kudus Yoh 16:13.

Kalau kita sudah mengerti kesucian, itu indah dan adalahkata kunci bagi se-gala kesukaan Surgawi, juga dalam Sur-ga di bumi diantara orang2 yg berke-nan pada Tuhan, penuh dengan damai dan sejahtera Allah Luk 2:14. Hidup da-lam sejahtera itu hanya mungkin dalam kesucian, bukan dalam dosa, apalagi dgn menyembah mammon, tidak mungkin.

Akan Kubawa ke gunung kesucianKu.

Orang yang sudah mengerti, mengenal dan hidup dalam kesucian yang indah dan mulia ini, ia akan rindu untuk terus berusaha untukmeningkat makin tinggi di gunung kesucian Allah sampai ke puncaknya.

Kemah suci itu ber-tingkat2, bukan hanya satu tingkatan, seperti gunung kesucian Allah.

Halaman = Suci karena diampuni.

Ruangan Suci = Suci karena mau taat akan Firman Tuhan dan mau menya-ngkal diri.

Ruangan Maha Suci = Mutlak suci seperti Allah, tidak lagi bisa berdosa.

Jadi kalau kita terus meningkat da-lam kesucian, terus dibawa Tuhan, kita akan sampai pada puncakNya yaitu kesucian yang mutlak seperti Allah, tidak mungkin berdosa lagi, mutlak suci untuk kekal.  Memang jumlah orang yg suci dalam 3 tingkat ini, makin ke atas makin sedikit, tetapi itu makin indah! Kalau sudah di puncak (tingkat Ruang-an Maha Suci sudah tidak ada kemung-kinan berdosa lagi!

Dalam tingkat Ruangan Suci ada banyak tingkatan2 yang lebih halus dan masih ada kemungkinan untuk berdosa lagi yaitu kalau karena sesuatu hal tidak menyangkal diri, lalu menuruti daging atau tertipu oleh iblis, maka ia jatuh dalam dosa. Tentu harus segera bertobat dan dibereskan, lalu kembali masuk dalam tingkat kesucian. Kalau lambat bertobat, akan terjadi keru-sakan lebih banyak bahkan bisa jadi cacat, sehingga tidak lagi bisa naik sampai tingkat2 yang tertinggi. Sebab itu seharusnya jangan berdosa lagi, atau kalau toh sampai berdosa, hari ini juga harus bertobat, jangan keras hati (Ibr 4:15 ukuran keras hati adalah hari ini, harus bertobat!).

Sebetulnya orang yang berjalan da-lam Roh (dalam Ruangan Suci) itu su-dah “Automatis” di dalamnya ada pe-nyucian oleh Firman Tuhan, doa, pela-yanan sehingga tidak sampai berdosa. Tetapi kalau toh dilanggar, apalagi ka-rena tipu daya iblis, masih bisa ber-dosa, meskipun jumlah kejatuhan se-perti ini, makin tinggi makin sedikit. Se-bab itu kita harus terus meningkat da-lam kesucian dan terus menerus disu-cikan dari kemungkinan2 dosa oleh:

  1. Firman Tuhan. Maz 119:11. Kalau kita penuh dengan Firman Tuhan dan mau taat, kita tidak sampai berdosa, sehingga kita dihindarkan dari kemung-kinan2 dosa, sebab Firman Tuhan membuat mata kita celik, misalnya Ams 22:3. Orang yang mengerti Firman Tuhan dan memegangNya tidak akan sampai berdosa. Ini pencegahan oleh Firman Tuhan yang efektif, lebih2 kalau dicampur dengan yang lain.
  2. Oleh Roh Kudus 1Pet 1:2. Sebelum ada kemungkinan berdosa, Roh Kudus sudah tahu lebih dahulu dan meng-ingatkan kita dan kalau kita taat dipim-pin Roh, kita dihindarkan dari berbuat dosa. Biasanya orang yang bisa dipim-pin Roh itu mahir, peka akan suara Roh sehngga tidak sampai jatuh dalam do-sa.
  3. Dalam pelayanan, kita dituntut hi-dup dalam kesucian sebab itu yang mau, harus ber-jaga2 2Tim 2:20-21. Ju-ga kita bisa saling menasehati sehingga dihindarkan dari kemungkinan2 berdo-sa. Mat 7:1-5.

7.b. (dan membuat mereka bergembira) dalam rumah doaKu.

Kalau orang mau berdoa dalam kesu-cian, maka berdoa itu menjadi indah dan menyenangkan. Sebab waktu kita berdoa, bersekutu dengan Tuhan, ma-ka sungai air hidup itu mengalir keluar dari dalam hati kita Yoh 4:14; 7:38. Ini sungai sukacita yang sejati, yang me-ngalir keluar dari hati yang dipelihara dalam kesucian; sungai itu makin lama menjadi makin dalam, sampai masuk dalam lautan yang kedalamannya  ti-dak terhingga Yez 47. Ini sama seperti tingkatan2 dari gunung kesucian, yang akhirnya sampai di puncaknya, yaitu kesucian mutlak, itu menghasilkan kesukaan mutlak yang abadi.

Sebab itu orang yang hidup dalam kesucian dan suka berdoa dengan betul (dalam Roh = dengan bahasa lidah 1Kor 14:14 dan dengan kebenaran Yoh 4:23-24), maka sungai air hidup dari dalam hatinya akan terus mengalir, penuh sukacita dan kepuasan Surga. Sekalipun kita masih hidup di dunia yang penuh dengan pencobaan dan kesusahan, te-tapi kita akan tetap mempunyai saldo kesukaan, sebab sukacita dari Tuhan ini tidak bisa dikalahkan dan tidak bisa habis Yoh 16:22. Luar biasa!

Berdoa yang betul itu suatu ke-sukaan, bukan paksaan. Sebab itu orang seperti ini bisa berdoa non stop 1Tes 5:17. Segera ada kesempatan, ia berdoa karena suka berdoa. Hasilnya makin indah, sebab makin banyak kita bertekun berdoa, pengurapan itu ma-kin limpah Luk 24:49. Kita perlu limpah dengan doa dalam Roh dan kebenaran. Jangan berdoa seperti orang Parisi yang hanya berdoa secara luar tetapi tidak dalam kebenaran sehingga tidak ada kesukaan dari air hidup Surgawi. Luk 18:14. Orang yang berdoa seperti orang Parisi, selesai tidak dapat apa2 dari Tuhan, kering, kosong, sebab ada dosa dan tidak mau bertobat. Berdoa tanpa kebenaran, tidak ada kuasanya, tidak ada kesukaannya, tidak didengar Tuhan, doa orang Parisi itu jadi ke-bencian Tuhan Yes 1:12-13, Yak 5:16. Berdoalah dalam Roh dan hidup benar itu sangat indah, bisa terus menerus, malah makin indah.

 

7.c. Korban bakarannya dan korban sembelihannya akan diterima di atas mezbahKu.

Mezbah Tuhan harus terus menyala, ti-dak boleh padam seperti dalam kera-jaan Israel 1Raj 18:30. Setiap hari da-lam bait Allah, harus ada korban ba-karan pagi dan petang dan korban2 lainnya. Selama kita hidup, kita terus menjadi korban yang hidup dan berbau harum di hadapan Tuhan Rom 12:1-2; 8:36. Jadi dalam Wasiat Baru juga tetap harus mempersembahkan korban. Se-kalipun sudah ditebus kita tetap harus mempersembahkan korban. Tuhan ma-sih mensisakan tubuh daging yang belum ditebus sehingga kita”terpaksa” harus menyangkal diri mematikan da-ging (mau menderita sengsara dalam daging 1Pet 4:1) supaya berhenti berbuat dosa, bisa hidup suci. Ini tidak otomatis. Ini bukan berarti satu kali diampuni lalu untuk selanjutnya beres seperti ajaran2 yang salah dari hyper-grace yang diklaim berdasarkan Ibr 10:14. Yang hanya sekali mempersem-bahkan diriNya sebagai korban tebusan bagi manusia adalah Tuhan Yesus se-bagai seorang Putra manusia. Dia berkorban hanya satu kali di Golgota 2000 tahun yang lalu, itu cukup untuk semua orang di mana saja, kapan saja. Tetapi kita yang sudah lahir baru (sudah ditebus) dan sudah disucikan oleh darah Yesus, ada dua hal yang harus diperhatikan; Yaitu:

  1. Kalau toh orang baru itu jatuh lagi dalam dosa, maka setiap dosa harus diakui kembali (Kis 3:19, 1Yoh 1:9) dan dibereskan. Misalnya Daud yang sudah penuh Roh Kudus dan dipakai Tuhan dengan heran, waktu berdosa harus mengakui dosanya dan bertobat, mes-kipun begitu ia masih dihajar Tuhan. Saul tidak mau bertobat, ia tidak se-lamat, binasa. Setiap kali berdosa ha-rus bertobat dan dibereskan; Seha-rusnya jangan berdosa lagi Yoh 5:14.
  2. Semua orang beriman harus terus menerus menyangkal diri, Luk 9:23 mematikan daging setiap kali supaya setiap kali tidak lagi berdosa. Tubuh daging ini masih ada, masih hidup, belum ditebus Rom 8:23, sebab itu daging selalu mau ikut bicara, sebab itu kita harus terus menerus pikul salib sepanjang umur hidup kita, bukan hanya satu kali saja! Luk 9:23. Baru waktu:
  3. Menjadi sempurna, itu berarti tem-bus Tirai, berhasil mematikan daging sama sekali dan tandanya orang itu akan mengalami penebusan tubuh ini, sebab sudah menjadi sempurna, tidak lagi perlu menyangkal diri sebab tubuh daging sudah mati, sudah selesai ditebus.
  4. Atau pada waktu mati (= selesai pe-perangan daging dan Roh, ini perhen-tian) lalu waktu bangkit, orang itu akan memakai tubuh kebangkitan yang su-dah lengkap ditebus, atau
  5. waktu pengangkatan, orang itu me-nerima penebusan tubuh, tubuh daging mati dan ia mendapat tubuh kemuliaan yang kekal seperti tubuh Tuhan Yesus sesudah kebangkitan Pil 3:21.

Putra manusia Yesus sendiri waktu hidup dalam dunia (kurang lebih 33,5 tahun), juga memakai tubuh daging yang harus dimatikan terus menerus. Dalam rohNya tidak ada dosa turunan tetapi harus terus dipelihara dalam ke-sucian dan dipertahankan; dan dalam keadaan demikain Ia sendiri juga dico-bai seperti kita Ibr 2:14,17,18, tetapi tidak pernah jatuh dalam dosa Ibr 4:15 sehingga Ia bisa menjadi korban tebus-an, anak domba yg tidak bercacat cela dan sesudah itu Bapa dan Roh Kudus membangkitkanNya Rom 6:4; 8:11.

Jadi untuk hidup suci kita harus me-nyangkal diri, mematikan daging dan dengan kemauan, aktif, taat menuruti roh kita yang sudah ditebus dan ditolong Roh Kudus) sehingga kita me-lakukan kehendak Allah bukan kehen-dak daging (sebab sudah dikorbankan). Memang kehendak roh dan daging itu bertentangan. Gal 5:16,17,25.

Kalau kita menyangkal diri dengan tulus, sesuai Firman Tuhan, itu diterima Tuhan. Korban orang Parisi, sebab hidupnya tidak benar, ditolak Tuhan sebab munafik. Doa yang betul itu ada korbannya yaitu mengorbankan daging sehingga bisa hidup benar.

 

7.d. Karena rumahKu akan disebut, rumah doa bagi segala bangsa.

Nubuat ini ada di dalam Wasiat Lama, itu luar biasa. Sebab bait Allah itu hanya untuk orang Israel, orang kafir sama sekali tidak boleh masuk. Tetapi disini Yesaya bernubuat bahwa rumah-Ku itu menjadi rumah doa segala bang-sa! Segala bangsa diselamatkan dan boleh masuk dalam rumah Tuhan, dan itu juga berarti masuk dalam kerajaan Surga! Jangan sia2kan kesempatan ini, berdoalah terus menerus.

Mengapa disebut Rumah doa? Seringkali dalam banyak hal, kebiasaan, pengertian Firman Tuhan dari umat Tuhan ber-beda2, tetapi dalam doa kita bisa jadi satu berdoa menyembah Allah, istimewa dalam bahasa Roh dan hidup benar seperti pada Hujan Awal di Yerusalem Kis 2:14. Semua berkumpul dan untuk permulaan, kita bisa berdoa dalam Roh dan kebenaran. Kalau masih bertentangan, belajarlah untuk hidup benar (jangan ada benci, iri, sombong, zina dll) dan berkumpul dalam doa, ma-ka Roh Kudus akan bekerja lebih lanjut untuk menyatukan UmatNya yaitu dalam persekutuan Roh dengan kasih dan kesucian, tanpa sombong, iri, ben-ci, tidak senang, jengkel, mangkel, pe-gel dll. Dalam keadaan ini akan menjadi lebih mudah bersekutu dalam segala segi, juga dalam segala kebenaran se-hingga memperkecil segala perbedaan pengertian dan tafsiran, sebab sama2 ada kekurangannya. Dengan demikian, dengan doa bersama dalam Roh dan kebenaran (dalam kesucian dan kasih Kristus) kita akan lebih cepat sampai dalam persatuan marifat atau penger-tian yang sama Ef 4:13, dan perse-kutuan tubuh Kristus global sehingga sampai pada kesempurnaan Kristus.Ini keindahan rumah doa segala bangsa yg bisa menyatukanumat Tuhan dalam persekutuan tubuh Kristus global, lalu masuk dalam pengangkatan.

 

YES 56:8. ORANG2 ISRAEL YANG TERBUANG DAN ORANG2 LAIN.

8.a. Tuhan Allah yang mengumpulkan orang2 Israel yang terbuang.

Orang Israel yang terbuang akan di-kumpulkan kembali, dan itu terjadi sesudah 70 tahun. Dalam kitab Ezra, Nehemia hal itu diceritakan, sehingga bait Allah didirikan kembali. Memang Allah itu cinta, sehingga anak terhi-langpun ditunggu pulang, diberi kesem-patan untuk bertobat. Asal mau ber-tobat dan masih hidup, kalau sudah mati, kesempatan hilang dan binasa selamanya!

8.b. Tetapi Aku akan mengumpulkan orang2 lain kepadanya, selain dari mereka yang sudah terkumpul kepadanya.

Ini menceritakan tentang putra2 orang asing yang terkumpul kepadanya, kepada Allah.

Menurut Rom 11:25-26, sesudah orang Israel menolak Mesias maka orang kafir yaitu Gereja terkumpul pa-da Tuhan dan sesudah masa orang kafir selesai, terjadi pengangkatan, maka sisa orang2 Israel yang sudah terkum-pul itu lagi dikumpulkan dalam kera-jaan 1000 tahun kepadatahta Daud, menggenapi janji Allah pada Israel secara jasmani. Tetapi jalan kesela-matan tetap hanya satu yaitu lewat Tuhan Yesus Kristus. Yoh 14:6.

Tuhan akan berhasil, menggenap-kan semua rencanaNya mengumpul-kan, baik Gereja, baik Israel pada wak-tunya masing2. Rencana Allah pasti digenapkan dan kita yang sudah per-caya, hendaklah tetap setia bertumbuh dalam Kristus sesuai rencanaNya sam-pai pada akhirnya yaitu pada hari pengangkatan.

Masih ada sisa yang tertinggal yaitu orang2 Kristen yg tertinggal, kalau me-reka mau bertobat kembali, mereka diselamatkan lewat api yaitu lewat sengsara Antikris Wah 13:7 dan baru datang waktunya untuk orang Israel. Itu semua bagian Allah, bagian kita adalah hidup benar dan berkenan ke-padaNya, sungguh2 melakukan kehen-dak Allah dalam FirmanNya. Jangan pusing bagian Allah, pasti genap dalam keadaan apapun, Allah maha kuasa, tetapi bagian kita harus kita selesaikan dgn Tuhan, asal kita mau taat sesuai Firman Tuhan dan dipimpin RohNya.

 

KESIMPULAN.

Rencana Allah yang indah untuk mem-bawa umat Tuhan naik ke atas gunung kesucianNya, bergembira dalam rumah doa segala bangsa pasti terjadi Disini terutama yang diceritakan tentang umat Tuhan yang akan meningkat dalam kesucian. Tetapi dalam Wah 22:11 diterangkan, bahwa pada waktu ini bukan hanya umat Tuhan yaitu Gereja akan meningkat sangat tinggi ke atas gunung kesucian Tuhan, tetapi juga dosa akan meningkat sangat ting-gi sehingga mencapai kesempurnaan dosa seperti iblis bapaknya dan timbul Antikris dan pengikut2nya yang me-ningkat sangat tinggi dalam dosa dan kejahatannya. Juga segala roh2 setan dalam penjaranya masing2, akan dile-paskan dalam Sangkakala ke V dan membuat dunia makin meningkat da-lam dosanya seperti Neraka, yaitu Neraka tanpa api di dunia.

Ingat, keduanya akan meningkat. Tetapi Gereja Tuhan akan tetap me-nang sekalipun ada banyakserangan dari Antikris dan orang2 berdosa yang mencapai tingkat2 kejahatan yang ter-tinggi, mereka tetap akan dikalahkan, tetapi terhadap orang Kristen tanpa Kristus, mereka menang.

Jangan lupa rumah doa, sebab ini yang akan membuat Gereja Tuhan limpah dengan pengurapan, kuasa, kemenangan dan kegirangan yang asli seperti Ligabis (dari air sungai hidup yang mengalir keluar dari rumah2 doa). Sebab itu jangan lupa terus berdoa dalam Roh dan kebenaran sampai su-kacita itu mengalir makin dalam, makin dalam sampai naik ke atas puncak gunung kesucian. Jangan lupa banyak peperangan melawan daging, dunia, iblis, antikris, tetapi dengan Tuhan kita tetap menang dan tumbuh sampai hari pengangkatan.

 

Nyanyian:

Naik2 di gunung Allah, mana hati snang

naik2 di gunung Allah

sambil trus perang.

Tinggalkan jerat dosa,

jalan dalam t’rang,

naik2 di gunung Allah sampai menang.