YS285 – YESAYA 54:11-14. PENJAGAAN TUHAN YANG HERAN

YES 54:11. BATU BERWARNA-WARNI DAN NILAM.

11.a. Oh engkau yang teraniaya, yang diterjang angin ribut dan tiada dihiburkan.

Semua orang bisa mengalami hal ini, juga orang beriman, tetapi akhirnya berbeda kalau umat Tuhan sendirian atau terus bersama Tuhan, terus taat dipimpin Roh, pasti hasilnya beda. Perkara yang dahsyat bisa menjadi ke-baikan bagi orang2 yang cinta Tuhan Rom 8:28. Di dunia semua orang kena, kesukaran dan penderitaan, yang kuat atau lemah, berkuasa atau biasa, se-mua akan kena. Mungkin orang kuat bisa menang untuk permulaannya, te-tapi tidak untuk seterusnya. Orang yang disertai Tuhan bisa langsung me-nang atau kemenangannya “ditunda” untuk pengolahannya, tetapi  akhirnya kalau menang, semua akan jadi ke-baikan. Tetapi kalau ia bereaksi (mem-balas dengan) dosa, akan dilindas dan dihancurkan oleh kesukaran2 itu, kecuali bertobat.

Juga tidak ada yang menghiburkan seperti Yusuf, dalam penderitaan yang begitu banyak. Kita harus memelihara persekutuan tubuh Kristus, ini mutlak perlu dan kita harus setia dalam tubuh Kristus, dimana kita sudah ditetapkan 1Kor 12:18, istimewa setia dalam su-sah, saling tolong menolong. Tetapi ada kalanya dalam hal2 tertentu kita itu terjepit sendirian seperti Yusuf, Daud, Paulus, Petrus dalam penjara, tiada yang menghibur tetapi Tuhan tidak pernah melupakan atau meninggalkan kita, dan Roh Penghibur akan meng-hibur kita Yoh 14:16.

Semua aniaya dan angin ribut itu tidak datang kebetulan. Contoh2 ba-nyak, misalnya Yusuf, Daud dll. Semua ini untuk pengolahan bagi orang2 be-nar. 2Kor 4:17. Jangan ragu2 atau kua-tir, jangan bimbang, percayalah!

Setiap kesukaran, penderitaan, pe-ngolahan, apalagi tanpa penghiburan, terus ditekan, tetapi kalau lulus, itu menjadi batu2 permata yang indah yang akan dipakai untuk membangun rumah rohani kita! Jangan kecil hati atau putus asa dengan begitu banyak penderitaan dan musuh seperti yang dialami Daud Maz 3:2-4; 69:5.

 

11.b. Aku akan meletakkan batu2mu dengan warna-warni yang indah*.

(* D,G,M: Antimon stibium).

Luar biasa. Bayangkan, membuat ru-mah tidak memakai batu bata tetapi batu2 permata yang indah2, berwarna-warni seperti Antimon/ stibium, batu yang keras, no atom 51. Luar biasa. Begitulah kita membangun rumah yang kekal dengan batu2 permata dengan warna warni yang indah dan ini untuk kekal. Bandingkan hotel (di dunia) untuk 1 atau 2 hari, tetapi rumah (di Surga) untuk selamanya dan itu sangat indah. Sebab itu jangan berkecil hati dengan kesulitan, musuh yang begitu banyak mengganggu kita (tetapi jangan lupa periksa diri, jangan semua celaka itu karena dosa, tetapi kita tetap hidup benar, tetap hidup suci dan tidak mem-balas atau bereaksi dosa. Rom 12:17, 1Tes 5:15, 1Pet 3:9). Dengan hidup di dunia yang penuh sengsara dan ketidak adilan ini, kalau setiap kali kita lulus, kita bisa mengumpulkan permata2 untuk membangun rumah yang kekal yang indah, heran dan mulia.

 

11.c. dan meletakkan pondasimu dengan permata nilam.

Ini luar biasa. Permata nilam itu indah dan mahal. Ini dijadikan pondasi, se-perti pondasi atau kaki dari Tuhan dalam Kel 24:10, Yez 1:26, Wah 21:19. (Safir = Nilam jadi salah satu alas dari Yerusalem baru). Pondasi itu adalah Kristus yaitu Firman Tuhan.Ini alas yang mulia dan teguh, yaitu pengertian Firman Tuhan yang kita mengerti dan taati sebagai pendirian kita Mat 7:24-28. Kalau kita tekun belajar Firman Tu-han sampai mengerti oleh pertolongan Roh Kudus (tentu kita sendiri harus “di dalam” supaya bisa mengerti Mrk 4:11, Mat 13:11), dan kita mentaatinya Yak 1:22, Pil 3:16, maka kita punya pendirian yang betul, yaitu pondasi rohani yang sangat kuat, bisa tahan banyak kesukaran, baik badai, hujan air bah atau apa saja, kita bisa tetap berdiri kokoh dalam kesucian. Jangan takut, kecil hati akan kesukaran dan penderitaan yang begitu banyak, sebab setiap kali lulus, semua itu menjadi permata2 nilam yang menjadi pondasi batu nilam yang kekal dan mulia.

Sekarang di dunia kita bisa mem-bangun pondasi yang kuat. Jangan kecil hati atau goyah menghadapi banyak kesukaran, penderitaan dan kesukaran dan musuh yang jahat. Inilah sekolah dunia, kita diolah dan dibentuk oleh Firman Tuhan, Roh Kudus, tubuh Kris-tus di dalam banyak penderitaan di du-nia. Jangan lari dari pencobaan, untuk mencari kesukaan di dunia, nanti dapat umpan setan, terjerat dalam kesukaan dosa sesaat dan binasa. Dalam pen-deritaan kalau kita lulus, kita tumbuh dengan baik. Misalnya dimana kita di benci, lahir kasih Kristus (tetapi dimana limpah kasih manusiawi, timbul kasih manusiawi, tidak ada pengolahan untuk kasih ilahi).

Di mana kita dihina dan direndah-kan, lahir kerendahan hati (kalau di-puji2, kesombongannya matang). Di dalam kekurangan kitaberhemat, kita bisa berpada sehingga tidak cinta uang. Kalau kita mau sabar dan tinggal di tengah2 sengsara dalam pimpinan Roh Kudus. Jangan lari dari pencobaan, ha-dapi sampai menang. Misalnya Daud lari ke luar negeri sebab terus men-derita karena Saul, tetapi disuruh pulang oleh seorang nabi. Paulus dalam banyak penderitaan, dan akan meng-hadapi banyak penderitaan di Yeru-salem, ia tidak lari dari Yerusalem te-tapi mau dipimpin Roh masuk Yeru-salem Kis 20:23; 21:3,11-14. Dengan Tuhan orang2 ini menang dan semua itu menjadi permata2 yang mulia untuk kekal! Jangan lupa, jangan bereaksi dosa! Dunia ini tambang dari permata2 yang mulia dan kekal bagi yang mau dipimpin Roh dalam kesucian sehingga terus lulus dalam setiap pencobaan.

 

YES 54:12. TERUS DIBANGUN DENGAN PERMATA2.

Ini harus menjadi cara hidup kita, membangun rumah yang kekal dengan batu2 permata yang mulia 1Kor 3:12-15. Semua akan diuji dengan api, yang tidak bermutu akan terbakar habis. Meskipun tampaknya besar, mulia di hadapan manusia dan besar, populer, indah, tetapi kalau tidak suci dan sesuai Firman Tuhan, dalam api akan terbakar seperti kayu, rumput dan jerami. Tetapi emas, perak, batu permata akan tetap tahan sampai kekal.

Jangan takut api kalau kita mem-bangun dengan emas, perak dan per-mata yaitu hidup suci, (= emas tidak bereaksi dosa tetapi terus meningkat dalam kesucian), perak (penebusan, ki-ta memelihara hasil penebusan kita dan terus siap untuk masuk dalam pe-nebusan tubuh, yaitu pengangkatan dengan keadaan yang setinggi mung-kin) dan permata2 yaitu tabiat dan perbuatan2 yang cocok dengan Firman Tuhan, dan tahan uji (lulus terus, penuh dan dipimpin Roh).

 

12.a. Dan aku akan membuat jendela2 mu dari batu delima.

 

Permata delima – Agate H3539.

mungkin = Ruby = Chrysaprase.

 

Jendela* dari permata delima.

(*N : menara di atas rumah = Prinnacle M: Battlement, menara dengan lubang untuk menembak).

Juga dari jendela ini nabi Elisa me-nyuruh raja Yoas menembakkan anak panah pertolongan dari Tuhan 2Raj 13:17 dengan iman, menembak musuh di Timur yaitu orang Syam sehingga ia menang. Sebelum perang sudah me-nang sebab itu panah dari jendela permata delima. Ini orang yang mau berdoa dalam Roh dan kebenaran, ma-ka kuasa Allah akan melengkapinya dari tempat yang tinggi Luk 24:49, Kis 1:8 sehingga waktu berperang ia akan menang, sebab sudah berdoa lebih da-hulu. Inilah hidup doa sebelum ber-perang, yaitu doa senantiasa 1Tes 5:17. Berdoa dalam Roh dan kebenaran itu sangat indah di hadapan Allah, se-bab itu berkenan pada Tuhan sehingga limpah dengan kemenangan. Sekalipun dalam banyak penderitaan dan banyak orang memusuhi, jangan takut, terus berdoa senantiasa dalam Roh dan ke-benaran, maka kita akan terus limpah dengan kuasa Allah dan terus menang sehingga semuanya menjadi permata2 delima yang indah untuk terus mem-bangun rumah iman kita.

 

12.b. Dan gerbangmu dari Yakut

(TL: Kel 28:17; 39:10, Yez 28:13) permata merah (terj.baru), (K: carbuncle H1304).

Gerbang itu tempat keluar masuk dan harus dijaga. Tidak boleh masuk ba-rang2 yang najis dalam Pintu Gerbang kita. Ini prinsip dari Surga Wah 21:17, juga dari rumah Tuhan 2Taw 23:19 dan dari Yerusalem Yes 32:1. Kalau hidup kita dijaga demikian, maka tidak ada dosa 2Pet 1:10, Ams 4:23, baik dalam hidup yang lalu, yang sekarang dan yang akan datang.

Sebab itu kita harus bisa mem-bedakan antara yang najis dan yang suciyaitu dengan terang Firman Tuhan, sehingga bisa menyalahkan yang salah Ef 5:11 dan menolak yang najis; Ini Pintu Gerbang yang mulia, yang indah seperti permata Yakut dan orang atau rumah Tuhan itu terpelihara dalam ke-sucian dan Allah bisa bertahta dan memerintah di dalamnya. Ini yang indah dalam hidup pribadi kita dan Gereja kita. Tentu masih mungkin ada yang berbuat dosa, tetapi itu harus dilayani sampai merdeka dari dosa. Jangan dibiarkan, tetapi salahkan dan layani. Memang dalam Gereja sekarang lalang dan gandum masih tumbuh bersama Mat 13:29-30. Tetapi dalam hati masing2 harus ada pendirian yang tegas dan kuat untuk memelihara kesu-cian dan melakukan kehendak Allah.

Urut2annya: Pribadi, keluarga, Ge-reja, tubuh Kristus lokal, global dan kalau tubuh Kristus global sudah disu-cikan, maka Tuhan turun mengam-bilnya masuk dalam Surga yang me-mang selalu terpelihara dalam kesu-cian. Jangan ikut orang lain dalam dosa2nya, kita harus punya pendirian yang kuat dan justru menggarami orang lain sehingga mereka tertolong terlepas dari perhambaan iblis dan bisa masuk dalam kesucian ilahi yang indah, heran dan penuh dengan kuasa kemuliaan Allah.

 

12.c. dan batas2 mu dengan permata yang indah2.

Perbatasan adalah batas antara dalam dan luar. Tugas dan beban kita adalah menjaga bagian dalam. Bagian luar itu tidak terbatas dan iblis dan tentaranya ada di luar. Dan semua batas2 itu indah, sebab di dalamnya suci, ada hadirat Tuhan. Ada batas yang paling luar yaitu Pintu Gerbang dan Pagar Halaman.Kemudian batas yang lebih dalam yaitu Ruangan Suci dengan Pa-pan2 yang dibungkus emas. Batas yang paling dalam yaitu Tirai dan ini batas kemuliaan tahta Allah. Tentu permata yang indah itu tidak ditaruh pada pagar paling luar (untuk permulaan), tetapi yang di dalam. Perkara2 yang paling berharga dan yang paling mulia ada dalam tingkat yang tertinggi. Tetapi kalau Gereja sudah menjadisempurna maka batas yang paling luarpun itu indah dan mulia, penuh dengan permata2 yang indah seperti di Surga, lebih2 dalam Surga Bumi Baru. Semua serba indah dan mulia, tetapi tetap ada tingkatan2 yang makin mulia kalau makin dekat dengan tahta Allah, ting-katan yang sempurna.

Orang yang makin meningkat bisa membedakan, tahu batas yang betul dan salah, yang suci dan najis, makin peka dan makin mulia di hadapan Tu-han seperti permata2 yang indah. Im 10:10; 11:47; 20:25. Bahkan membe-dakan dengan suara Roh Ibr 4:12. Me-mang orang yang tahu sedikit dituntut sedikit Luk 12:48. Sebab itu yang punya batas2 yang makin indah (tingkat Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci) itu makin peka dan makin disucikan di hadapan Tuhan, baik dalam perkara2 yang besar dan kasar sampai perkara2 yang halus dan kecil tetapi hidup dalam kesucian dan bisa membedakannya. Ini adalah tanda dari pertumbuhan rohani yang betul, yang makin peka akan yang suci dan najis, makin disucikan dan makin penuh dengan cinta Kristus.

 

YES 54:13. BESARLAH SEJAHTERA DARI PUTRA2MU.

 

13.a. Dan semua putra2 manusia itu akan diajari Tuhan.

Bukan saja kita, tetapi sampai anak2 atau putra2 kita akan dididik dan diajari oleh Tuhan. Ini tidak mudah, baik pu-tra2 jasmani dan rohani, akan dididik oleh Tuhan lewat kita. Bapa jasmani dan rohani itu terbatas, sebab itu belum tentu semua putra2 berhasil dididik. Ini tergantung dari 2 pihak. (Pihak Allah selalu menghendaki perto-batan dan pertumbuhan sampai tingkat yang sempurna). Si bapak harus men-jadi contoh yang betul, terbeban dan mendidik dengan betul. Si bapak harus bisa mengatakan, tirulah saya seperti saya meniru Kristus 1Kor 11:1.

Si anak juga harus mau mengambil keputusan yang betul dan taat untuk selanjutnya. Lalu berapa persen anak2 jasmani bisa ikut orangtuanya dan be-rapa persen anak2 rohani bisa menjadi seperti bapak rohaninya.

Memang bapa2 atau pemimpin2 itu besar pengaruhnya. Misalnya Abraham bisa mengeluarkan 318 orang yang bisa berperang dan menang tetapi Lot (yang mempunyai hamba2 dan gembala2 yang lebih kurang sama banyaknya) ti-dak seorangpun yang selamat dari anak buah Lot. Juga orang2 yang ikut dengan Daud, ada banyak yang indah2 se-hingga dipakai Tuhan dengan heran (ada 40 pahlawan dalam daftar 2Sam 23:1-39), tetapi Saul tidak punya se-orangpun, kecuali Abner yang juga ca-cat, apalagi orang2 lain yang ikut Saul, mereka penuh dengan kebencian dan tamak dll. Sehingga mereka begitu mu-dah binasa, tetapi tentara Daud, Yusak, Musa, Hizkia dll jarang yang kalah, sebab Tuhan ada di tengah2nya, dan mendidik dan mengajar (lewat ham-ba2Nya yang mau taat penuh kepa-daNya). Jadi tergantung dari keduanya. Kalau pemimpinnya sesat, maka orang2 yang ikut, juga menjadi sesat dan bi-nasa. Tuhan Yesuspun masih menyisa-kan satu murid menjadi pengkhianat. Apalagi kalau pemimpin2 sesat seperti Izebel dalam Gereja Tiatira. Tergantung dari 2 pihak. Lebih2 dalam zaman gandum dan lalang, masing2 harus mengambil keputusan dan setia sampai mati, dan jangan diracuni oleh orang2 yang tidak bertobat (baik dalam Gereja, keluarga dan pergaulan) tetapi harus aktif menggarami orang2 di sekitarnya sehingga lalang menjadi gandum dan gandum ini makin matang.

Pada akhir zaman Tuhan sendiri ikut memisahkan dan menumbuhkan de-ngan mengizinkan dosa makin mening-kat (kalau Tuhan tidak mengizinkan, semua yang meningkat dalam dosa apalagi yang mempengaruhi dengan kuat, di”bersihkan” oleh Tuhan, tetapi kalau Tuhan mengizinkan orang2 jahat makin banyak dan makin meningkat, maka terjadi Polarisasi Wah 22:11).

Kalau Tuhan sudah memurnikan, maka dalam Gereja2 jalan sempit persentasi orang2 yang sungguh2 akan meningkat, yang main2 akan mati atau undur; dan dalam fase terakhir semua akan tumbuh dengan sangat cepat kepada kesempurnaan.

 

13.b. dan besarlah sejahtera putra2mu.

Tuhan yang memanggil, kita meng-ambil keputusan untuk memilih Tuhan, dan ini yang dipilih Tuhan dan kalau mereka setia, akan jadi orang2 yang menang, sebab mereka yang dipanggil ini mau menjawab panggilan Tuhan, mau taat dan setia sampai mati Wah 17:14. Orang2 seperti ini akan menjadi pemenang2.

Ini tandanya yaitu dia dan putra2-nya. Ini dasar dari pemuridan. Bapa memuridkan anak2nya dan anak2 me-muridkan anak2nya lagi, begitu sete-rusnya prinsip pemuridan dari Tuhan Mat 28:19. Jangan jadi orang yang bantut, itu orang yang gagal. Muridkan sebanyak mungkin orang sebisa kita dan murid2 ini juga memuridkan orang lain, begitu seterusnya sehingga jum-lahnya genap dan Tuhan datang. Yang memuridkan harus bisa berkata, tirulah seperti saya meniru Kristus 1Kor 11:1 begitu seterusnya.

Berapa orang2 yang kita layani bisa seperti kita? Kalau mereka menjadi se-perti kita, mereka juga akan punya permata2 rohani lagi, punya murid2. Ini seringkali tidak mudah, tetapi jangan putus asa. Persentasi murid Tuhan dari Nazaret, Kapernaum, Baitsaida, Chora-sim sedikit sekali, tetapi di Samaria, rumah Zakheus, dll banyak; memang tergantung dari 2 pihak, tetapi jangan kita gagal sebab mandul. Baik dalam Gereja dan kelompok2nya, semua ha-rus jadi gembala yang punya domba yang dimuridkan se-banyak2nya, mini-mum satu untuk setiap saat Yoh 21:15-17. Memuridkan dengan kasih dan contoh yang betul.

Orang yang tidak berbuah, itu pasti ada sebabnya dan akan dipotong.

 

Nyanyian:

Yesus Pokok dan kita carangNya.

Tinggallah di dalamNya

pasti kau berbuah.